Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ANALISIS SUDAH BESAR BUKU SISWA KELAS IV SD BERBASIS KELAYAKAN BUKU BSNP BERBANTUAN EYD EDISI 5 Fita Fitriani1. Panca Dewi Purwati2. Albertin Glory Adelia3. Difya Lathifaturrohmaniah4. Raisa Tanaya Sheika Puri5. Wahyu Supriyanti6 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Email : fitafitriani369@students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan buku siswa Bahasa Indonesia kelas IV bab I AuSudah BesarAy berdasarkan kriteria kelayakan buku teks yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan kesesuaiannya dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V, mengatasi kebutuhan akan sumber belajar yang teruji kualitasnya dalam praktik pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen dengan instrumen berupa lembar ceklis komprehensif yang mencakup aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian, dan kelayakan kegrafikaan, serta panduan EYD Edisi V. Dalam analisis buku siswa AuSudah BesarAy menunjukan bahwa secara keseluruhan berada pada kategori layak untuk digunakan sebagai sumber belajar utama. Analisis kelayakan isi mengungkapkan bahwa materi yang disajikan relevan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum, akurat secara kontekstual, dan cukup memadai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Aspek kelayakan kebahasaan menunjukkan penggunaan bahasa yang umumnya sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa kelas IV SD, meskipun ditemukan sedikit ketidaksesuaian dalam penulisan tata bahasa dan ejaan sesuai EYD Edisi V yang memerlukan perbaikan. Kelayakan penyajian menyoroti konsistensi sistematika penulisan, keruntutan konsep yang baik, serta keseimbangan antara materi dan aktivitas yang mendorong interaktivitas dan kemandirian belajar siswa. Analisis kegrafikaan menunjukkan kualitas visual yang baik, meskipun ada ruang untuk optimasi tata letak pada beberapa halaman. Berdasarkan analisis yang dilakukan, buku ini layak digunakan namun rekomendasi perbaikan kualitas kebahasaan dan visual diperlukan untuk meningkatkan efektivitasnya di masa mendatang. KATA KUNCI: Analisis Buku Siswa. Bahasa Indonesia. BSNP. EYD Edisi V. Kelayakan Buku. Kelas IV SD ABSTRACT: This research aims to analyze the feasibility of the "Sudah Besar" Indonesian language textbook for 4th Grade Elementary School students. Chapter I, based on the textbook feasibility criteria set by the National Education Standards Agency (BSNP) and its conformity with the rules of the Enhanced Spelling System (EYD) 5th Edition, addressing the need for quality-tested learning resources in educational practice. The method used is descriptive qualitative through document analysis with a comprehensive checklist instrument covering aspects of content feasibility, language feasibility, presentation feasibility, and graphic feasibility, as well as the EYD 5th Edition The analysis of the "Sudah Besar" student textbook shows that it is overall in the feasible category for use as a primary learning resource. The analysis of content feasibility reveals that the material presented is relevant to the Core Competencies and Basic Competencies of the Curriculum, accurate in context, and sufficiently adequate to achieve learning objectives. The language feasibility aspect indicates that the language used is generally appropriate for the cognitive development level of 4th-grade elementary students, although minor inconsistencies were found in the application of grammar and spelling rules according to EYD 5th Edition, which require refinement. Presentation feasibility highlights the consistent writing systematics, good conceptual flow, and a balance between material and activities that encourage student interactivity and independent learning. Graphic analysis shows good visual quality, although there is room for layout optimization on some pages. Based on the analysis conducted, this book is suitable for use, but recommendations for improving linguistic and visual quality are needed to enhance its effectiveness in the future. KEYWORDS: Student Book Analysis. Indonesian Language Book. BSNP. EYD Fifth Edition. Book Feasibility . 4th Grade Elementary School. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 PENDAHULUAN Buku siswa merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, khususnya untuk kelas IV yang membutuhkan materi pembelajaran lebih Buku Bahasa Indonesia bab I "Sudah Besar" memiliki peran penting sebagai sumber belajar yang tidak hanya menyediakan materi pelajaran, tetapi juga mendorong siswa untuk aktif melalui berbagai kegiatan yang dirancang agar mereka lebih memahami konsep, mampu berpikir kritis, dan mengembangkan karakter. Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai buku pegangan, tetapi juga sebagai buku aktivitas yang memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat langsung dalam proses belajar. Melalui berbagai aktivitas yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, siswa diajak untuk membangun keterampilan berpikir, bekerja sama, serta menumbuhkan sikap positif dan karakter mulia. Dengan buku ini mendukung tercapainya kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran (Chaeruman, 2. Berdasarkan pelaksanaan Kurikulum 2013, buku siswa menjadi acuan utama bagi guru dan siswa agar proses pembelajaran berjalan secara teratur, sistematis, dan sesuai dengan tujuan serta kompetensi dasar yang telah ditetapkan (Irawan, 2. Buku ini dilengkapi dengan penjelasan materi, petunjuk pelaksanaan aktivitas, serta latihan soal yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh guru sesuai kebutuhan kelas. Struktur dan isi buku disusun secara terarah untuk mendukung proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Berdasarkan praktiknya, penggunaan buku siswa di sekolah dasar masih menghadapi sejumlah kendala yang berdampak pada efektivitasnya sebagai alat bantu belajar. Salah satu masalah utama adalah isi materi yang tidak sepenuhnya selaras dengan kurikulum yang berlaku, sehingga materi yang disampaikan kadang tidak mendukung pencapaian kompetensi dasar yang Selain itu, penggunaan bahasa yang kurang tepat, baik dari segi pemilihan kata maupun struktur kalimat, membuat siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi. Penyajian materi yang monoton dan kurang bervariasi juga menjadi hambatan, karena membuat siswa cepat merasa bosan dan tidak tertarik untuk mendalami pelajaran lebih lanjut. Selain aspek isi dan bahasa, tampilan buku seperti gambar, tipografi, dan desain visual juga sering kali belum optimal dalam membantu siswa memahami materi (Prayoga et al. , 2. Ilustrasi yang kurang menarik atau tidak relevan dengan isi pembelajaran dapat mengurangi minat siswa untuk mempelajari materi yang disajikan. Desain buku yang kurang rapi dan penggunaan warna yang tidak proporsional dapat membuat buku terlihat kurang menarik dan sulit dibaca. Berbagai faktor ini pada akhirnya dapat menghambat tercapainya tujuan pembelajaran secara menyeluruh dan menyebabkan keterlibatan siswa dalam proses belajar menjadi rendah Sangat penting untuk mengevaluasi kelayakan buku siswa agar benar-benar sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sudah membuat panduan penilaian buku yang mencakup empat aspek utama, yaitu isi, bahasa, penyajian, dan tampilan grafis (Marsela et al. , 2. Standar ini penting agar buku yang digunakan bisa benar-benar membantu proses belajar. Selain itu, bahasa dalam buku siswa juga harus mengikuti aturan terbaru dalam ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD) edisi kelima sehingga dapat dinilai apakah buku tersebut sudah sesuai dengan standar yang sudah di tetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Hal ini penting supaya bahasa yang dipakai konsisten, tepat, mudah dipahami, dan bisa membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa sejak dini. Berdasarkan identifikasi dan latar belakang penelitian ini, maka tujuan penelitian deskriptif kualitatif meliputi empat aspek sebagai berikut. Mendeskripsikan hasil analisis kelayakan isi Bab I buku siswa kelas IV SD. Mendeskripsikan kelayakan bahasa termasuk Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 didalam ejaan Bab I buku siswa kelas IV SD. Mendeskripsikan kelayakan penyajian Bab I buku siswa kelas IV SD. Mendeskripsikan kelayakan kegrafikaan Bab I buku siswa kelas IV SD. Kualitas isi menuntut kesesuaian dengan kompetensi inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), akurasi konten, serta relevansi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kualitas bahasa berfokus pada penggunaan ejaan yang tepat, kalimat yang sederhana, dan komunikatif, serta kepatuhan terhadap kaidah bahasa Indonesia. Aspek penyajian menilai sistematika logis materi, keterpaduan natar bab, keberadaan rangkuman, keberadaan soal evaluasi, dan kemudahan navigasi isi. Selanjutnya, kualitas kegrafikaan menilai tata letak, tipografi, ilustrasi dan skema warna yang dirancang untuk memudahkan pemahaman konsep dan memotivasi belajar siswa. Melalui kajian pustaka, analisis terhadap kelayakan buku ajar memegang peranan penting dalam dunia pendidikan karena buku ajar merupakan salah satu sumber utama yang digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Buku ajar yang dipakai harus memenuhi standar tertentu agar dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. Di Indonesia, standar yang sering dijadikan acuan adalah yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) (Lahmi, 2. Standar ini meliputi empat aspek utama, yaitu kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan. Kelayakan isi menitikberatkan pada kesesuaian materi dengan kurikulum serta kebutuhan peserta didik, kelayakan penyajian berkaitan dengan tata urut dan metode penyampaian materi, kelayakan bahasa menilai penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, sementara kelayakan kegrafikan mengacu pada tampilan visual dan kerapihan buku agar menarik dan mudah Berbagai studi telah dilakukan untuk menilai kelayakan buku ajar berdasarkan standar BSNP tersebut. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar yang memenuhi keempat aspek ini layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Proses penilaian biasanya dilakukan secara sistematis dengan menggunakan metode analisis isi, yang mengkaji setiap aspek secara mendalam. Buku ajar yang layak tidak hanya mempermudah guru dalam menyampaikan materi, tetapi juga membantu peserta didik dalam memahami dan menguasai kompetensi yang diharapkan. Oleh karena itu, analisis kelayakan buku ajar sangat krusial untuk menjamin kualitas pendidikan dan memastikan bahan ajar yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan peserta didik Berdasarkan penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran secara menyeluruh terkait kelebihan dan kekurangan buku siswa berjudul AuSudah BesarAy kelas IV SD. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi pengembang kurikulum penulis buku ajar, penerbit, dan pemangku kebijakan pendidikan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas buku siswa SD kelas IV pada kurikulum selanjutnya. Selain itu, diharapkan hasil analisis dapat menjadi acuan dalam melakukan revisi dan penyempurnaan buku siswa SD kelas IV agar materi lebih relevan dengan kurikulum pada saat ini dan perbaikan tata bahasa sesuai dengan pedoman EYD edisi ke lima. Pengembangan penyajian yang lebih variatif dan menarik, diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran dan memperkuat pemahaman siswa. Selain itu, dengan adanya analisis buku siswa berjudul AuSudah BesarAy kelas IV SD dapat menjadi alat bantu pembelajaran yang membantu siswa mencapai kompetensi secara menyeluruh. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bersifat eksploratif dan interpretatif untuk memberikan gambaran secara menyeluruh terkait kelayakan buku siswa AuSudah BesarAy kelas IV SD. Menurut pendapat para ahli. Cresswell mengemukakan bahwa penelitian kualitatif adalah metode untuk memahami sebuah permasalahan pada manusia atau dalam lingkungan sosial agar tercipta sebuah gambaran secara menyeluruh yang di sajikan dalam bentuk rangkaian kata (Rosmita et al. , 2024, hlm. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 Sumber data utama dari penelitian ini adalah Buku Modul Bahasa Indonesia SD kelas IV, khususnya pada Bab I berjudul AuSudah BesarAy cetakan tahun 2021 . Walaupaun buku ini sudah tidak digunakan pada kurikulum merdeka, buku ini tetap dipilih sebagai objek peneliti. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana buku siswa AuSudah BesarAy kelas IV SD memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa dan menganalisis kesesuaian berdasarkan Badan Standar Pendidikan (BSNP). Instrumen utama dalam penelitian ini adalah pedoman penilaian buku teks pelajaran dari Badan Standar Pendidikan (BSNP) yang meliputi empat aspek, yaitu : . kualitas isi, untuk menilai kesesuaian materi dengan kurikulum, . kualitas bahasa, terdiri dari kejelasan,konsistensi, dan ketepatan penggunaan bahasa, . kualitas penyajian, terdiri dari struktur, urutan penyajian, variasi aktivitas, serta kemudahan pemanfaatan, dan . kualitas kegrafikan, terdiri dari desain visual, tipografi, dan mutu cetak (Sari et al. , 2. Indikator dari masing-masing instrumen tidak dirubah. Namun, hanya disusun ulang dalam bentuk tabel instrumen sehingga memudahkan dalam analisis data. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis dokumen secara sistematis dengan membaca, mencatat, dan mengevaluasi seluruh isi buku berdasarkan pedoman Badan Standar Pendidikan (BSNP) (Fasabbikh & Anwar, 2. Setiap elemen buku, dari halaman, paragraf, sampai ilustrasi dievaluasi menggunakan metode kategorisasi yang membedakan tingkat pemenuhan indikator menjadi memenuhi, sebagian memenuhi, atau belum memenuhi. Selanjutnya, data hasil analisis di rekam menggunakan lembar instrumen yang disajikan dalam bentuk tabel instrumen dan dilengkapi penjelasan naratif. Tujuannya untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kualitas buku ajar. Dalam tahap analisis, data dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik content analysis yang terdiri dari beberapa proses yaitu pengkodean temuan berdasarkan indikator Badan Standar Pendidikan (BSNP), interpretasi isi dari setiap kategori hasil pengkodean, penemuan pola kesesuaian maupun kekurangan, serta penyusunan narasi analitis untuk menggambarkan hasil evaluasi secara menyeluruh (Safitri et al. , 2. Validitas data dilakukan melalui dua cara yaitu seleksi sumber dengan membandingkan hasil analisis pada setiap bagian pada Bab I dan peer debriefing yaitu melalui diskusi dengan teman sekelompok untuk menguji objektvitas dan pemahaman. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelayakan Isi Berdasarkan hasil analisis aspek kelayakan isi, buku Bahasa Indonesia untuk SD Kelas IV Bab I AuSudah BesarAy sudah sesuai dengan Elemen dan Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan dalam Kurikulum 2013. Hal ini dikarenakan buku tersebut mencakup semua/hampir semua materi yang ditentukan oleh Elemen dan CP, yaitu sebesar 80Ae100%. Materi pada Bab I menggambarkan perkembangan karakter siswa kelas IV melalui tema perubahan diri yang meliputi aspek fisik, emosional, dan sosial. Penyajiannya dibuat dalam bentuk cerita dan aktivitas yang releven, sehingga dapat membantu siswa memahami makna pertumbuhan dan tanggung jawab secara bertahap dan menyeluruh. Materi yang disajikan juga mendukung keterampilan dasar, seperti memahami isi teks narasi, mengenal kosakata baru, serta menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan. Tema yang diangkat releven dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti hubungan dalam keluarga dan lingkungan sekolah, yang menjadikan isi buku lebih dekat dengan pengalaman nyata siswa. Berdasarkan deskriptor kelayakan isi, buku ini tergolong layak dengan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 Buku ini dinilai layak dari segi isi karena memuat materi yang sesuai dengan kompetensi dasar dan perkembangan peserta didik. Hal ini sejalan dengan pendapat Purwati . 3, hlm. yang menyatakan bahwa guru SD perlu menguasai teori linguistik agar mampu menilai, memperbaiki, dan mengembangkan teks buku ajar yang sesuai dengan tahap perkembangan bahasa siswa serta mendukung capaian pembelajaran secara efektif. Dengan penguasaan tersebut, guru diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga evaluator dan pengembang bahan ajar bahasa yang bermutu di jenjang sekolah dasar. Berdasarkan segi kelugasan buku ini diterbitkan pada tahun 2021 dan mengacu pada perkembangan literasi digital seperti KBBI daring dan platform iPusnas yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Sesuai dengan standar BSNP, buku yang terbit dalam rentang waktu 0-5 tahun terakhir serta merujuk pada sumber digital edukatif. Berdasarkan deskriptor keaktualan dan kemuktakhiran materi maka buku ini dinilai lugas dan memenuhi standar Aspek ini mendapat dilai 90 Namun, ditemukan satu kelemaham penting, yaitu pembahasan mengenai fobia kurang terintegrasi dengan tema besar bab, materi ini terkesan berdiri sendiri dan terlepas dari struktur isi utama, sehingga berpotensi membingungkan siswa dalam memahami keterhubungan konsep. Buku teks dikatakan layak secara isi apabila memenuhi tiga syarat utama, yakni kesesuaian dengan Kompetensi Dasar (KD), keakuratan dan relevansi isi materi, dan keterkaitan isi dengan perkembangan peserta didik. Buku yang memenuhi ketiga unsur tersebut diyakini dapat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik secara menyeluruh (Agustina et al. , 2. Secara keseluruhan, berdasarkan analisis terhadap kesesuaian isi dengan kompetensi, relevansi materi, dan keterkaitan dengan konteks kehidupan siswa, maka buku Bahasa Indonesia untuk SD Kelas IV Bab I AuSudah BesarAy dapat dikategorikan layak digunakan sebagai sumber Perbaikan disarankan terutama pada kohesi antarbagian materi agar lebih sesuai dengan tujuan tematik dan psikopedagosis siswa. Kelayakan Bahasa Berdasarkan hasil analisis kelayakan bahasa, buku Bahasa Indonesia untuk SD Kelas IV pada Bab 1 AuSudah BesarAy telah memenuhi kelayakan dari segi aspek ketepatan penggunaan ejaan dan kelugasan bahasa. Dari segi ketepatan penggunaan ejaan, buku ini sudah sesuai dengan EYD, terutama dalam penggunaan huruf kapital pada nama dan awal kalimat. Hal ini menunjukkan bahwa buku ini masuk dalam kategori AuTepatAy menurut descriptor BSNP, karena hampir semua penggunaan huruf besar, huruf miring, dan tanda baca sudah . -100%). Pemilihan buku yang sesuai dengan kurikulum dan standar BSNP sangat kursial untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (B. I, 2. Dengan demikian, buku ini tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga relevan untuk mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, aspek ketepatan ejaan dan tanda baca diberi nilai 92. Aspek kelugasan kalimat-kalimat yang digunakan dalam buku ini umumnya sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kalimat yang digunakan langsung menyatakan maksud tanpa bertele-tele, sehingga buku ini memenuhi kualifikasi AuLugasAy . -100%). Hal ini penting agar siswa dapat memenuhi isi buku dengan mudah tanpa kebingungan. Analisis kelayakan buku teks sangat berperan dalam memastikan kualitas bahasa dan kesesuaian materi dengan perkembangan peserta didik, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal (Abdullah, et al. , 2. Berdasarkan indikator tersebut, aspek kelugasan bahasa diberi nilai 92 Analisis buku Bahasa Indonesia untuk SD Kelas IV pada Bab 1 AuSudah BesarAy, dilakukan identifikasi kesalahan untuk mengetahui proses mengenali, menemukan, dan merumuskan masalah-masalah yang terdapat dalam suatu objek penelitian atau analisis. Dalam konteks analisis Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 buku teks, fonologi, morfologi, sintaks, wacana, dan semantik adalah lima cabang utama dalam teori linguistik yang digunakan untuk menganalisis dan mengidentifikasi kesalahan dalam penggunaan bahasa. Fonologi adalah bagian dari ilmu linguistik yang berfokus pada kajian dan penelitian mengenai berbagai bunyi yang terdapat dalam suatu Bahasa (Kasus et al. , 2. Contoh kesalahan fonologi dalam buku Bahasa Indonesia untuk SD Kelas IV Bab 1 AuSudah BesarAy adalah pelafalan kata AuindustriAy menjadi endustri, atau penggunaan tanda baca yang tidak tepat seperti tanda hubung panjang pada Au6-7 orangAy yang seharusnya menggunakan tanda hubung pendek. Selain itu, penggunaan kata onomatope seperti AuBretAy atau AuHore!Ay juga perlu disesuaikan agar sesuai dengan kaidah fonologi. Morfologi dalam bahasa Indonesia adalah bagian dari linguistik yang mengkaji struktur bagian dalam atau susunan internal dari sebuah kata (Junifer, 2. Kesalahan morfologi bisa berupa pemilihan kata yang kurang tepat, misalnya penggunaan kata AupermasalahanAy yang lebih baik diganti dengan AumasalahAy. Contoh lai adalah penempatan afiks yang salah seperti Audi lakukanAy yang seharusnya AudilakukanAy, atau penggunaan bentuk tidak baku seperti AunolakAy yang seharusnya AumenolakAy. Sintaks adalah bidang dalam ilmu bahasa yang khusus meneliti struktur kalimat serta aturan gramatika yang berlaku di dalamnya (Hamzah & Nurfitriana, 2. Kesalahan sintaksis bisa berupa struktur kalimat yang tidak konsisten atau terlalu panjang, sehingga membingungkan Contohnya, kalimat AuAdiknya saya masih sekolah di TKAy yang seharusnya AuAdik saya masih sekolah di TKAy, atau penggunaan tanda baca seperti koma yang kurang tepat pada beberapa bagian kalimat. Wacana adalah studi mengenai satuan bahasa yang lebih besar dari kalimat, seperti paragraf atau teks utuh, dan bagaimana unsur-unsur di dalamnya saling berkaitan (Trogea & Hafid, 2. Kesalahan wacana dapat berupa kurangnya kohesi atau koherensi, sehingga informasi yang disampaikan menjadi tidak jelas . Misalnya, kalimat AuSatukan hati wujudkan citacitanyaAy seharusnya AuSatukan hati wujudkan cita-cita pelajarAy agar lebih jelas dan spesifik. Semantik merupakan salah satu bidang linguistik yang membahas dan menelaah makna dari kata, kelompok kata, kalimat, hingga keseluruhan teks (Susiati, 2. Kesalahan semantik seperti kesalahan penggunaan kata AusepupuAy yang bisa membingungkan siswa SD, sehingga sebaiknya dijelaskan sebagai Auanak paman dan bibiAy. Contoh lainnya adalah kalimat AuAda juga ayam yang sering dipertandingkan oleh remaja seperti adu lawan ayam jantanAy yang mengandung pleonasme, atau penggunaan kata yang tidak tepat. Kelayakan Penyajian Berdasarkan hasil analisis penyajian pada buku Bahasa Indonesia untuk SD Kelas IV Bab 1 AuSudah BesarAy, ditemukan bahwa penyajian yang layak tidak hanya memperhatikan struktur materi yang jelas dan runtut, tetapi juga penggunaan bahasa yang sesuai EYD serta penyajian visual yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Buku yang memenuhi standar kelayakan penyajian akan membantu siswa memahami isi materi secara efektif dan efisien. Kelayakan Penyajian berhubung dengan teknik penyajian pembelajaran dan kelengkapan penyajian (Abdullah, et al. , 2. Aspek kelayakan penyajian dinilai melalui beberapa indikator, diantaranya adalah kemampuan buku dalam membangkitkan motivasi belajar siswa dan keberadaan soal latihan pada setiap akhir bab. Pada aspek pembangkit motivasi belajar, buku dinilai menarik jika mampu menghadirkan desain visual yang bervariasi, penggunaan teks yang Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 sesuai, serta tata letak yang rapi dan bahasa yang digunakan sederhana. Selain itu, keberadaan soal latihan pada setiap bab juga menjadi indikator penting. Soalsoal berfungsi mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Buku yang menyediakan latihan soal secara rutin lebih layak karena dapat membantu siswa dalam proses evaluasi mandiri serta memperkuat penguasaan materi Kualifikasi penilaian kelayakan penyajian juga dijelaskan secara rinci, buku dikategorikan AumenarikAy jika sebagian besar isinya mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik . 00%). Jika hanya sebagian kecil yang mampu membangkitkan motivasi, maka dikategorikan Aukurang tepatAy atau bahkan Autidak tepatAy jika kurang dari 40% isinya relevan untuk jutuan Penilaian ini sangat penting untuk memastikan bahwa buku yang digunakan benar-benar mendukung proses pembelajaran yang efektif dam menyenangkan bagi siswa. Berdasarkan deskriptor penilaian buku ini dinilai 93. Kelayakan Kegrafikaan Aspek kelayakan kegrafikaan dalam buku siswa kelas VI SD AuSudah BesarAydianalisis berdasarkan standar kelayakan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), khususnya pada ukuran buku, jenis, dan format huruf, serta penggunaan ilustrasi (Marsela et al. , 2. Keempat aspek ini penting untuk mendukung efektivitas visual dalam proses pembelajaran di jenjang SD. Berdasarkan deskriptor kelayakan grafik, buku ini tergolong tepat karena seluruh atau hampir seluruh bagian dari buku telah menggunakan ukuran buku, jenis huruf, dan format penulisan sesuai dengan standar ISO. Dengan presentase kesesuaian 80- 100%, buku ini diberikan nilai 95. Ukuran buku dalam edisi cetak ini memiliki ukuran 29,7 cm yang tergolong proposional untuk digunakan oleh siswa SD. Ukuran ini cukup nyaman digunakan oleh siswa untuk proses Hal ini juga mendukung kemudahan siswa dalam mengakses isi buku dan tidak menyulitkan siswa dalam membawa buku tersebut. Buku ini menggunakan font Andika New Basic 10/14 yang sesuai dengan standar untuk anak usia SD, karena jenis huruf ini tergolong kategori yang sederhana dan mudah dibaca oleh anak- anak. Format penulisan dengan penempatan judul dan subjudul yang jelas dan margin Aspek ini penting agar siswa tidak jenuh saat membaca. Penggunaan ilustrasi buku ini menyajikan gambar yang menarik dan jenis di setiap cerita. Buku ini termasuk sesuai karena hampir semua materi menggunakan ilustrasi yang jelas, menarik, dan relevan yang sesuai dengan indikator kelayakan . -100 %) . Dengan demikian, ilustrasi dalam buku ini juga dapat diberi nilai 95. Contohnya, dalam cerita AuTak Muat LagiAy disajikan gambar yang mengilustrasikan tokoh Lala yang baru saja pulang sekolah kelelahan karena cuaca di luar panas (Nukman & Setyowati, 2. Hal ini membantu siswa dalam memahami isi bacaan secara visual. Berdasarkan indikator- indikator tersebut, aspek kegrafikan buku siswa SD kelas IV AuSudah BesarAy Bab 1 dapat dikategorikan layak, karena telah memenuhi unsur keterbacaan, kenyamanan visual, serta relevansi ilustratif sesuai dengan standar penilaian kelayakan buku teks versi BSNP (Sari. Wagiran, & Zulaeha, 2. Aspek Kelayakan Isi Kelayakan Bahasa Kelayakan Penyajian Skor Presentase (%) Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 Kelayakan Kegrafikaan Total Tabel 1. Skor Kelayakan Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV Bab 1 AuSudah BesarAy Berdasarkan Standar BSNP. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian isi buku siswa AuSudah BesarAy untuk kelas IV SD maka dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran karena telah memenuhi elemen dan capaian pembelajaran yang ditetapkan dalam Kurikulum 2013. Materi yang disajikan dalam buku ini sangat relevan dengan perkembangan karakter siswa serta secara efektif mendukung penguasaan keterampilan dasar berbahasa. Selain itu, isi buku juga erat kaitannya dengan pengalaman sehari-hari peserta didik dan telah menyesuaikan diri dengan perkembangan literasi digital, sehingga mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di era modern. Namun, terdapat catatan penting terkait keterpaduan materi, khususnya pada bagian pembahasan fobia yang dinilai kurang terhubung dengan tema utama bab, sehingga perlu dilakukan penyempurnaan agar integrasi materi lebih optimal. Hasil kajian bahasa buku siswa kelas VI SD AuSudah BesarAy dinilai sudah layak dari aspek penggunaan bahasa berdasarkan standar BSNP dan pedoman EYD Edisi 5. Buku ini menggunakan tata bahasa yang tepat, jelas, dan sesuai dengan kemampuan siswa, sehingga mampu mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa buku ini memperoleh skor kelayakan bahasa di atas 75%, yang menegaskan kualitas bahasa serta kesesuaian materi dengan perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, buku ini sangat direkomendasikan sebagai sumber belajar utama bagi siswa kelas VI SD. Segi penyajian dalam buku kelas IV ini menunjukkan struktur yang jelas dan runtut, penggunaan bahasa yang konsisten dengan pedoman EYD Edisi 5, serta visual yang mendukung proses pembelajaran. Penyajian materi yang sistematis dan penggunaan bahasa yang komunikatif sangat membantu siswa dalam memahami konsep secara bertahap dan terarah. Ilustrasi yang menarik dan relevan juga menjadi nilai tambah, karena dapat meningkatkan minat belajar serta memperkuat pemahaman siswa terhadap isi materi. Hal ini menjadikan buku AuSudah BesarAy kelas IV sangat layak sebagai sumber belajar utama di tingkat SD. Berdasarkan aspek kegrafikaan, buku kelas VI telah memenuhi kriteria yang mendukung pemahaman materi seperti kualitas bahan, tata letak, tipografi, dan ilustrasi yang sesuai. Secara keseluruhan, buku siswa AuSudah BesarAy baik untuk kelas IV maupun VI SD sangat layak digunakan sebagai sumber belajar utama, dengan catatan adanya perbaikan pada aspek keterpaduan materi dan grafis untuk meningkatkan efektivitas serta kenyamanan belajar siswa, sehingga dapat menunjang proses pembelajaran secara maksimal. DAFTAR PUSTAKA