MAHAROT: Journal of Islamic Education Vol. No. 2, 2023 ISSN: 2580-3980 . 2580-3999 . http://ejournal. id/index. php/maharot DEVELOPMENT OF ISLAMIC EDUCATION TEACHER THROUGH REACTUALIZATION OF OBJECTIVES AND MATERIALS IN TRAINING PROGRAMS IN DIGITAL AGE PENGEMBANGAN GURU PAI MELALUI REAKTUALISASI TUJUAN DAN MATERI PADA PROGRAM PELATIHAN DI ERA DIGITAL Received 01-10-2023 Revised 16-12-2023 Accepted 18-12-2023 DOI : 10. 28944/maharot. Sherly Quraisy1. Marsuki Fadli2. Ali Nurhadi3 Institut Agama Islam Negeri Madura quraisysherly98@gmail. com, 2mfadlyalbantany@gmail. com, 3nurhadibk@gmail. Keywords: digital era. material of purpose of Kata kunci: era digital. Abstract Macro wise, there are many opinions that say Islamic education graduates do not prioritize aspects of development in the global era, such as mastery of technology. With the training by reactualizing the objectives and program materials in training, helping Islamic education teachers in technological developments in the global era. This paper discusses about the reactualization of educational program objectives and materials in Islamic education teacher training in the technological By combining digital-based training objectives and materials. The method in this study uses qualitative library research that combines library data, then data in the field and notes related to the reactualization of objectives and material in training. The result of this article is to help Islamic education teachers on digital-based technology so that it can facilitate the teaching and learning process. Abstrak Secara makro terdapat banyak pendapat yang mengatakan lulusan PAI tidak terlalu memprioritaskan aspek perkembangan pada era global, seperti penguasaan teknologi. Dengan adanya pelatihan . dengan cara reaktualisasi tujuan dan materi program pada pelatihan, membantu guru PAI dalam perkembangan teknologi pada era global. Tulisan ini membahas tentang reaktualisasi tujuan dan materi program pendidikan pada pelatihan guru PAI di era teknologi. Dengan menggabungkan tujuan dan materi pelatihan berbasis digital. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif bersifat library research yang menggabungkan data pustaka, lalu data di telangah dan di catatan terkait reaktualisasi tujuan dan materi pada pelatihan. Hasil dari artikel ini ialah membantu guru PAI pada teknologi berbasisi digital sehingga Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 dapat memudahkan pada saat proses belajar mengajar AMAHAROT: Journal of Islamic Education. This work is licensed under CC BY-NC-SA 4. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha dalam membantu penjiwaan peserta didik baik lahir maupun batin, dari karakter koadratnya menuju arah peradaban kemanusiaan yang lebih baik. Contoh kecilnya. anjuran kepada anak untuk duduk ketika makan atau minum, berbicara dengan nada sopan dan tidak berteriak-teriak agar tidak mengganggu orang lain, bersih dan rapi, menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, saling membantu dan peduli, pembiasaan di samping merupakan beberapa contoh proses pendidikan (Sujana, 2. Berhubungan dengan ini. Pendidikan juga merupakan fenomena proses pelaksanaan program atau kegiatan penting untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Garavan, bahwa pendidikan merupakan kegiatan terstruktur untuk menjadikan seseorang beradaptasi dan mengembangkan pengetahuan serta kompetensi yang ia miliki, dan juga memberikan paradigma tentang berbagai bidang kegiatan tidak hanya pada arti sempit, melainkan pada arti luas dan rumit, sehingga dapat dipaparkan dengan jelas (Nugraha, 2. Adapun pelatihan diartikan sebagai kegiatan terencana upaya mengubah sikap dan perilaku, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui program pendidikan. Hal ini relevan dengan definisi dari Wilson, bahwa pelatihan adalah proses terencana upaya mengembangkan ketiga ranah pada manusia, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik melalui pengalaman belajar (Nugraha, 2. Pendidikan dan pelatihan merupakan dua kata yang berhubungan, bahkan kedua kata tersebut diakronimkan dalam kata DIKLAT, yang mana merupakan program sistematis untuk mendidik dan melatih sumber daya manusia dengan berbagai kegiatan demi tercapainya tujuan dari instansi atau lembaga dan organisasi tertentu. Definisi di atas tidak jauh berbeda dengan makna DIKLAT yang dipaparkan oleh Nurul Qamariyah dalam artikelnya, bahwa DIKLAT merupakan suatu tindakan nyata tentang pergerakan upaya mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dalam aspek sikap, intelektual dan keterampilan (Qamariyah & Nurhadi, 2. Semua hal kehidupan memiliki arah dan tujuan yang akan dicapai, begitu juga dengan tujuan program pendidikan dan pelatihan. Tujuan DIKLAT merupakan hal yang Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 sangat penting dan menjadi jaminan untuk mengembangkan keberlangsungan hidup Semua orang berhak mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Maka dari itu. Mulyasa menjelaskan pendidikan agama bertujuan untuk mengembangkan potensi seseorang supaya menjadi hamba yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur, sehat, berwawasan luas, aktif, kreatif dan mandiri (Sopaheluwakan, 2. Sedangkan pelatihan merupakan aktualisasi dari hasil pendidikan, adanya pelatihan bagi seseorang untuk menyeimbangi apa yang telah mereka peroleh dari pengalaman belajar, sehingga pelatihan dapat menjadikan seseorang mengaplikasikan secara langsung dari teori-teori yang mereka pelajari. Melihat beberapa kebutuhan program pendidikan dan pelatihan (DIKLAT), ada dua hal yang begitu penting hubungannya, yaitu antara materi DIKLAT dan tujuannya. Relevansi antara materi dan tujuan DIKLAT sangat penting, karena dari materi atau konten yang disediakan dalam program tersebut, menunjukkan arah dan untuk apa program tersebut dilaksanakan. Materi DIKLAT pendidikan agama Islam tidak jauh pembahasannya terkait dengan keberlangsungan dari pada pembelajaran PAI dan bagaimana kompetensi guru PAI, sehingga program pendidikan dan pelatihan tersebut membentuk dan mengembangkan profesionalisme guru dalam pendidikan. Tersadar atau tidak, kita berada pada era teknologi, ditemukan pada beberapa literatur, bahwa hampir semua hal kehidupan manusia bahkan dalam pendidikan menggunakan dan memakai alat digital. Dunia digital sangat menarik perhatian setiap orang pada era 4. Pada kondisi dunia seperti saat ini, menawarkan banyak hal tanpa batas dengan koneksi dunia maya. Hal tersebut menciptakan perubahan-perubahan budaya yang hampir menyentuh beberapa aspek kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung (Wahyudi & Kurniasih, 2. Pada ruang digitalisasi di bawah naungan elektronik, terdapat muatan konflik dan perpecahan, maka didominasikan dengan nilai-nilai pendidikan agama Islam. Sebelum pelaksanaan program kegiatan pendidikan dan pelatihan, pasti diperlukan beberapa rumusan tujuan yang akan dicapai dan materi yang akan Merumuskan tujuan dan materi berlandaskan pada analisa kebutuhan program yang harus dirancang terlebih dahulu. Analisis kebutuhan program akan menjadi tolak ukur dan batasan dalam pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan, sehingga program DIKLAT tersebut dapat dikatakan lancar dan sukses (Amin & Nurhadi, 2. Dengan demikian, melakukan pembaharuan pada tujuan dan materi Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 program pendidikan dan pelatihan pada era digital sangat penting, bahkan berpengaruh besar bagi generasi era 4. 0, dengan memanfaatkan alat-alat digital dan mengoptimalkan penggunaannya, serta menggabungkan teknologi dengan perancangan tujuan dan materi DIKLAT. Pada paparan di atas dapat diratik kesimpulan bahwa diklat yang sering dilaksanakan untuk guru PAI bukan tentang bagaimana cera memanfaatkan digital pada pembelajaran melainkan terlalu fokus pada keagamaan, namun faktanya pada era saat ini yang kita menggunaka teknologi digital pada pembelajaran agama, dengan penggunaan digital kita dapat memproleh pengetahun dengan capat dan mudah, dan ini dapat dimanfaatkan oleh guru PAI sehingga manambah wawasan dan keislaman yang diproleh dari pengatahun berbasis digital. Oleh sebab itu diperlukan perubahan tujuan dan materi program pelatihan . untuk guru PAI guna untuk mengembangkan potensi guru PAI dalam proses pembelajaran dengan memanafaatkan teknoligi di era METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah langkah yang sudah diatur secara sistematis untuk mencapai bidang ilmu pengetahuan. Dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat Library Research ialah penelitian yang menggabungkan data pustaka berupa buku, jurnal, majalah, catatan historis maupun literatur kepustakaan lainnya. Dalam hal ini peneliti menggumpulkan data yang relavan dan selanjutnya melakukan analisis data dengan cara memebaca cermat dan menulisnya dengan mangambil kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan atau Perumusan Tujuan DIKLAT Sebelum memulai dan melaksanakan berbagai bentuk kegiatan dan setelah menentukan program kegiatan, maka harus membentuk serta merencanakan tujuan yang akan dicapai, arah yang akan dituju, dan untuk apa kegiatan tersebut diadakan. Apalagi dalam program kegiatan pendidikan dan pelatihan (DIKLAT), karena salah satu fungsi dari program ini sebagai pembentuk, pemberi dan lahan untuk mengembangkan Ada memberitahukan tujuan DIKLAT, diantaranya dipaparkan oleh Dale S. Beach yang Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 mengatakan bahwa tujuan DIKLAT adalah untuk memberikan pelatihan terhadap perilaku setiap individu supaya terjadi perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan Moekijat menyampaikan. DIKLAT bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan individu pada pekerjaan atau profesi, agar setiap individu bisa menyelesaikan apa yang telah menjadi tanggung jawabnya dengan baik dan logis dalam pekerjaannya (Nurjannah & Nurhadi, 2. Disusul Cranton, pembelajaran adalah pernyataan-pernyataan terkait pengetahuan dan kemampuan yang dapat dicapai oleh peserta didik setelah melaksanakan pembelajaran. Sementara Meger dalam bukunya yang berjudul AuPreparing Instructional ObjetivesAy tahun 1975, menyatakan bahwa tujuan pembelajaran merupakan gambaran dan pola kemampuan peserta didik sebagai petunjuk kinerja yang diharapkan yang mana mereka belum mampu sebelumnya (Asrori, 2. Terdapat istilah yang semakna dengan pemaparan tentang tujuan di atas, bahwa tujuan DIKLAT juga disebut dengan tujuan kurikuler kompetensi, yang mana dirancang dari beberapa kompetensi yang diharapkan dan setiap peserta dapat mencapainya setelah mengikuti program DIKLAT. Ada dua tujuan kurikuler kompetensi, yaitu Tujuan Instruksional Umum (TIU), adalah kompetensi umum yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta setelah mengikuti DIKLAT, dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK), yaitu kompetensi khusus sebagai poin penting atau rincian dari kompetensi umum yang telah ditetapkan sebelumnya (Nurhajati & Bachri, 2. Suatu tujuan dari sebuah program tidak dirumuskan begitu saja, akan tetapi merumuskan suatu tujuan disesuaikan dengan tema dari DIKLAT, tingkatan serta kalangan peserta yang akan diikut sertakan, dan kebutuhan peserta. Dari pemaparan di atas, penulis tertarik untuk menciptakan suatu kalimat logis terkait hal terpenting dari tujuan DIKLAT yaitu, sejatinya tujuan merupakan fondasi dasar dari pada kegiatan, maka dengan adanya fondasi tersebut, setelah peserta mengikuti dan melaksanakan DIKLAT, peserta tidak hanya mengetahui akan tujuan dari program kegiatan tersebut, akan tetapi peserta mengalami perubahan pada aspek pengetahuan, sikap dan perilakunya. Sehingga peserta mendapatkan tambahan pengalaman dari ketiga aspek tersebut terutama pada aspek psikomotorik atau keterampilan, karena DIKLAT lebih memfokuskan pada action atau pelatihan dan Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 praktik, serta implikasi peserta dengan susunan program secara langsung dengan bantuan pengalaman belajar yang mereka miliki. Sebagai contoh dan bukti dalam merancang tujuan DIKLAT, perumusan tujuan DIKLAT yang dilakukan di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Tahun Anggaran 2016, yang diikuti oleh para guru PAI dengan tema Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, yaitu: . untuk peningkatan kesadaran betapa pentingnya mengembangkan pengalaman peserta didik, . untuk menemukan desain kurikulum pendidikan yang tepat bagi pembelajaran, . peserta bisa mempraktikkan hasil DIKLAT pada proses pembelajaran, dan . setelah mengikuti DIKLAT Implementasi Kurikulum 2013, peserta atau guru diharapkan mampu menjalankan tugas keprofesiannya sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran dan penilaian Kurikulum 2013 (Fauzi & Islami, 2. Maka dari perumusan tujuan yang telah ditentukan. DIKLAT Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Lingkungan Kementerian Agama Provinsi Tahun Anggaran 2016 sebagai faktor pendorong serta usaha mengembangkan sumber daya manusia yang dilaksanakan dengan kontiunitas dan bertahap oleh Kementerian Agama upaya meningkatkan kualitas kompetensi guru PAI dan tenaga kependidikan lainnya. Seperti ungkapan A. Tresna Sastrawijaya, tujuan DIKLAT adalah semua hal yang berhubungan dengan kesiapan setiap individu atau peserta atas jabatan yang sedang ditekuni, keterampilan dan kecakapan individu dalam memecahkan masalah, bagaimana individu menggunakan waktu senggang yang bersifat membangun (Sujana. Karena harapan setiap peserta DIKLAT berbeda-beda, maka tujuan DIKLAT pendidikan Agama Islam berkaitan dengan segenap bidang studi keagamaan guna menambah pengetahuan peserta atau guru PAI. Dan harapan setiap peserta didik berbeda-beda, maka tujuan DIKLAT pendidikan agama Islam berhubungan dengan pembelajaran, suasana belajar yang menyenangkan dan strategi guru mengajar. Sementara itu, tujuan pendidikan itu sendiri berhubungan dengan beberapa bidang studi yang bisa dikatakan lebih khusus. Seperti halnya pelajaran Matematika berguna untuk mengembangkan kemampuan berhitung dengan mumpuni baik menggunaakan alat hitung . atau pun tidak menggunakan alat. Begitu juga dalam mata pelajaran PAI, utamanya menjadikan peserta didik seorang hamba yang Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 beriman dan berakhlak baik. Adapun tujuan pendidikan yang bermakna luas yang akan membantu peserta didik memasuki kehidupan nyata/langsung praktik tidak hanya pada teori. Rancangan atau Perumusan Materi DIKLAT di Era Digital Setelah melakukan perumusan atau rancangan tujuan program pendidikan dan pelatihan (DIKLAT), maka hal yang perlu dilakukan ialah merumuskan isi/konten atau materi DIKLAT. Merumuskan materi tidak jauh berbeda dengan bagaimana merumuskan tujuan. Merumuskan materi DIKLAT harus mengkaji terlebih dahulu beberapa aspek terutama pada era digital seperti saat ini, yakni pada aspek kebutuhan masyarakat, apa yang dibutuhkan masyarakat di tengah-tengah masa teknologi yang semakin canggih, maka kebutuhan tersebut bisa dijadikan materi. Kemudian pada aspek kebutuhan organisasi . embaga atau instans. dalam meminimalisir atau menghadapi problem yang terjadi guna mencapai apa yang diharapkan. Lalu pada aspek kebutuhan peserta DIKLAT atau guru PAI dalam menanggulangi ketidakseimbangan kompetensi yang dimiliki dengan kemampuan kerja dalam dirinya sendiri (Nurjannah & Nurhadi. Teknologi, informasi dan komunikasi yang begitu berkembang dan semakin canggih, tidak menutup kemungkinan bagi tiap individu untuk dapat menggali segala potensi yang mereka miliki. Dalam pendidikan, berkembangnya teknologi, para pembelajar dituntut menggeser sudut pandang pembelajaran yang semestinya menuju pembelajaran berbasis teknologi. Situasi seperti ini juga menawarkan berbagai kemudahan bagi pembelajar untuk mendapatkan pengetahuan (Fitriyah, 2. Maka dalam merumuskan materi perlu juga memperhatikan aspek kebutuhan beberapa komponen dari pembelajaran yakni media dalam penyampaian materi DIKLAT seperti penggunaan perangkat smartphone, komputer dan proyektor. Sehingga dengan berkembangnya teknologi yang meraja lela, tidak menjadikan pendidik dan peserta didik tenggelam dalam perangkat-perangkat yang memberikan informasi begitu luas, namun mereka dapat memanfaatkan penggunaannya dan memfilter beberapa informasi yang didapat. Isi konten atau materi merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Merancang materi yang tepat dan baik akan menjadi penentu atas keberhasilan dan kesuksesan dalam belajar dengan bantuan perangkat teknologi informasi, serta Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Oleh sebab itu, kendala-kendala yang ada pada ranah perumusan materi ini perlu diperhatikan khusus, karena materi merupakan variabel penting dalam pelaksanaan pembelajaran (Juniastuti et al. , 2. Maka merancang materi khusunya program pendidikan dan pelatihan yang mana pembelajaran orang dewasa harus disesuaikan dengan kebutuhan para pembelajar dengan membatasi penggunaan perangkat digital. Penyusunan materi tidak serta merta jadi materi begitu saja, akan tetapi dalam merumuskan atau merancang materi DIKLAT melalui beberapa langkah dengan memerhatikan tujuan dan kebutuhan kediklatan, khususnya peserta DIKLAT. Langkahlangkah perancangan materi DIKLAT, antara lain: . melakukan pengamatan guna memperoleh data awal tentang permasalahan yang sedang dihadapi kedua pihak atau peserta DIKLAT dan masyarakat sekitar, . analisis kebutuhan peserta DIKLAT dan menawarkan solusi, . membuat materi sesuai dengan pengembangan media pembelajaran yang akan digunakan (Hartono et al. , 2. , . menetapkan beberapa kompetensi dengan menyesuaikan tujuan DIKLAT, dan . mengelompokkan materi DIKLAT, mulai dari yang materi wajib/pokok, materi berguna/dasar dan materi menarik/penunjang (Nurjannah & Nurhadi, 2. Reaktualisasi Tujuan dan Materi DIKLAT PAI di Era Digital Lembaga DIKLAT diharapkan mampu memberikan pelayanan kediklatan yang baik, supaya peserta atau lulusannya merasakan manfaat dan mengalami perubahan, serta bisa menerapkan ilmu yang diperoleh pada tempat keprofesiannya masingmasing. Kementerian Agama DIKLAT penyelenggaraan pembelajaran dan pelatihan untuk perkembangan kompetensi setiap individu sesuai syarat jabatan mereka masing-masing, pelaksanaan kegiatan ini kurang lebih selama 40 jam pelajaran, dengan durasi per-jam pelajaran 45 menit lamanya (Puspayanti, 2. Menurut Oemar Hamalik . ada tiga ciri khas dalam sistem pembelajaran, yaitu: . merencanakan penataan ketenagaan, material dan tahapan kegiatan yang mana merupakan unsur-unsur dari perangkat belajar-mengajar pada rencana khusus, . saling ketergantungan . , antara perangkat yang satu dengan yang Setiap unsur memiliki sifat dasar, dan masing-masing dari unsur tersebut memberikan sumbangsih terhadap perangkat belajar-mengajar, dan . Semua Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 pembelajaran memiliki tujuan yang harus dicapai. Misal, sistem transportasi, sistem komunikasi, sistem pemerintahan, dan semua hal tersebut mempunyai tujuan. Memasuki perkembangan teknologi, proses pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, namun pembelajaran bisa dilakukan dengan jarak jauh, artinya pembelajaran dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, antara guru dan peserta didik berada di rumah masing-masing ketika pembelajaran berlangsung. Sama halnya dengan pembelajaran program pendidikan dan pelatihan, proses pelaksanaanya dapat dilakukan dengan jarak jauh, misal menerapkan pembelajaran berbasis E-learning seperti penggunaan google classroom. Google Classroom menjadi aplikasi yang sangat membantu dan memudahkan pembelajar guna menciptakan pembelajaran yang efektif di era digital (Japar et al. , 2. Kemudian tidak dipungkiri lagi, program DIKLAT dan pembelajaran di sekolah adalah sama, keduanya sama-sama merupakan proses penyampaian ilmu pengetahuan, bedanya terletak pada peserta didiknya. Sehingga pada program DIKLAT bisa dikatakan lebih mudah dalam penggunaan perangkat-perangkat digital untuk menyampaikan materi, karena pada program DIKLAT pesertanya terdiri dari orang dewasa, yang seyogyanya sudah banyak mengetahui dan paham akan penggunaan perangkat digital Selain menggunakan google clasroom, banyak ditemukan dalam program DIKLAT menggunakan aplikasi WA group, zoom meeting dan google meet. Pengguna beberapa aplikasi yang telah disebutkan, memungkinkan untuk melakukan tatap muka secara online atau daring berbasis cloud internet, serta bisa digunakan di berbagai perangkat digital mulai dari komputer desktop, komputer tablet dan smartphone (Akbara, 2. Sehingga memanfaatkan penggunaan elektronik oleh pendidik dan peserta, dapat menghubungkan komunikasi dengan langsung secara mudah tanpa dibatasi oleh waktu, hal ini juga memiliki kebebasan berdiskusi dan bereksplorasi seperti pembelajaran semestinya. Merasakan keunggulan dari teknologi komputer, bisa menggunakan materi mandiri yang sudah tersimpan dalam komputer, sehingga pendidik dan peserta bisa mengakses kapan pun mereka sedang membutuhkan, serta bisa melihat hasil belajar setiap saat dalam perangkat digital tersebut atau komputer (Rahmat, 2. Melakukan pembaharuan pada tujuan dan materi pelatihan DIKLAT sangat dibutuhkan di era digital saat ini, melalui pengkajian ulang terhadap tujuan dan materi Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 pelatihan tersebut. Jika sebelum generasi 4. 0 ini menapaki dunia pendidikan kita, tujuan atau materi pelatihan masih berbasis non-digital . roses penyampaian materi tidak menggunakan perangkat digita. Akan tetapi, setelah generasi ini muncul, bahkan sudah berkembang pesat, maka hampir semua proses pendidikan . ermasuk tujuan dan penyampaian mater. menggabungkan hingga menggunakan berbagai perangkat digital. Semua sesuatu yang bergerak atau tidak, keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, apalagi pada program pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) yang sudah dipaparkan di atas. Pembelajaran atau pun pelatihan yang proses pelaksanaannya digabungkan dengan perangkat-perangkat digital, pasti akan ada kelebihan dan kekurangannya. Beberapa kelebihannya yaitu: . internet dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran atau pelatihan berbasis e-learning, . bisa menyebarluaskan materi melalui perangkat digital (Permatasari et al. , 2. , . pelaksanaan pembelajaran dan pelatihan bisa dilakukan dengan jarak jauh tanpa tatap Sedangkan kekurangannya, yakni sulit diimplementasikan bagi individu yang kurang bahkan belum menguasai perangkat digital, sehingga kesulitan juga dalam mengaksesnya, dan kurang dukungan dari jaringan data, sehingga menghambat proses pembelajaran dan pelatihan. Salah satu contoh pelatihan . yaitu tentang pemanfaatan TIK . yang di dalamnya berisi tentang google doc, google slide, google form, google meet dan sebagainya, hal ini digunakan untuk memudahkan proses SIMPULAN Reaktualisasi tujuan dan materi dalam pelatihan atau DIKLAT di era digital merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa pelatihan tersebut tetap relevan dan efektif dalam menghadapi perubahan teknologi. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh panitia atau pelaksana DIKLAT untuk mengembangkan guru PAI melalui Reaktualisasi tujuan dan materi diklat di era digital, yaitu: pertama, identifikasi Tujuan yang Diperbarui: Suatu tujuan dari sebuah program tidak dirumuskan begitu saja, akan tetapi merumuskan suatu tujuan disesuaikan dengan tema dari DIKLAT, tingkatan serta kalangan peserta yang akan diikut sertakan, dan kebutuhan peserta. Kedua, merumuskan Materi DIKLAT: Isi konten atau materi merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Merancang materi yang tepat dan baik akan menjadi penentu atas keberhasilan dan kesuksesan dalam belajar dengan bantuan perangkat Sherly Quraisy. Marzuki Fadly. Ali Nurhadi | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 teknologi informasi, serta komunikasi. Memilih materi yang relevan dengan mengkaji kembali dan revisi materi pelatihan untuk mencerminkan teknologi dan tren terkini di bidang yang bersangkutan. Ketiga, melakukan pembaharuan pada tujuan dan materi pelatihan DIKLAT sangat dibutuhkan di era digital saat ini, melalui pengkajian ulang terhadap tujuan dan materi pelatihan tersebut. Jika sebelum generasi 4. 0 ini menapaki dunia pendidikan kita, tujuan atau materi pelatihan masih berbasis non-digital . roses penyampaian materi tidak menggunakan perangkat digita. DAFTAR PUSTAKA