DEVELOPMENT STRATEGIES OF MADRASAH DINIYAH AS AN ALTERNATIVE SUPERIOR ISLAMIC EDUCATION STRATEGI PENGEMBANGAN MADRASAH DINIYAH SEBAGAI ALTERNATIF PENDIDIKAN KEISLAMAN UNGGULAN Siti Rodiah1 STAI An Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo Jl. Raya Sarirogo No. 1 Sidoarjo salimrodiah@gmail. com, 085336072515 Triana Rosalina Noor2 STAI An Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo Jl. Raya Sarirogo No. 1 Sidoarjo trianasuprayoga@gmail. com, 08123174812 Abstract. This qualitative research aims to provide an overview of the strategy for developing Diniyah Madrasah as an alternative to superior Islamic education at Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Manggisan Lumajang. Data collection methods used interview data, observation and documentation. The selection of research subjects was carried out purposively with two people, namely the head of the madrasah and the teacher, taking into account that they had in-depth information regarding the research object. The results of this research were analyzed descriptively referring to four predetermined strategy categories, namely integration, intensive, diversification and defensive strategies. The research results show that the integration strategy involves collaboration with external parties, expanding networks, and integrating the madrasah curriculum with the government curriculum, which provides positive results. Intensive strategies focus on developing teaching and learning programs, while diversification strategies include updating learning models and methods. Defensive strategies seek to maintain learning traditions and culture. The main supporting factors are competent teachers, support from student guardians and the community, and adequate facilities. However, the challenges include limited teachers, limited learning space, lack of motivation for some teachers to improve their knowledge, and school administration which is still in the stage of improvement. Keywords : development strategies, superior madrasah diniyah Abstrak. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang strategi pengembangan madrasah diniyah sebagai alternatif pendidikan keIslaman Unggulan di Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Manggisan Lumajang. Metode pengumpulan data menggunakan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun pemilihan subyek penelitian dilakukan secara purposive terhadap dua orang yaitu kepala madrasah dan guru dengan pertimbangan memiliki informasi yang mendalam terkait obyek penelitian. Hasil penelitian ini dianalisis secara deskrptif mengacu pada empat kategori strategi yang telah ditentukan yaitu strategi strategi integrasi, intensif, diversifikasi, dan defensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi integrasi melibatkan kolaborasi dengan pihak luar, memperluas jaringan, dan integrasi kurikulum madrasah dengan kurikulum IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 121 pemerintah, yang memberikan hasil positif. Strategi intensif fokus pada pengembangan program belajar mengajar, sementara strategi diversifikasi mencakup pembaruan model dan metode pembelajaran. Strategi defensif berupaya mempertahankan tradisi dan budaya Faktor pendukung utama adalah guru yang kompeten, dukungan dari wali santri dan masyarakat, serta fasilitas yang memadai. Namun, tantangannya meliputi keterbatasan guru, ruang belajar yang terbatas, kurangnya motivasi beberapa guru untuk meningkatkan keilmuan, dan administrasi sekolah yang masih dalam tahap pembenahan. Kata kunci : strategi pengembangan, madrasah diniyah unggulan PENDAHULUAN Tolak ukur keberhasilan sebuah bangsa salah satunya terletak pada perkembangan Pendidikan bisa diselenggarakan baik secara formal dan non formal, dan masing-masing lembaga memiliki fungsi dan tujuan yang sama yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan bukan hanya menyasar kemampuan intelektual siswa namun juga karakter siswa yang positif (Noor, 2. Saat ini keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti madrasah telah mampu bersaing dengan pendidikan umum. Madrasah melakukan peningkatan pada berbagai aspek sebagai bentuk respon positif atas tuntutan-tuntutan masyarakat atas pendidikan yang holistik dan berkualitas. Pembenahan yang dilakukan madrasah dengan mengedepankan ilmu agama sebagai pondasi pembentukan karakter tanpa melupakan pentingnya ilmu umum (Langeningtias et al. , 2. Salah satu madrasah yang ikut andil dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang selaras antara ilmu agama dan umum adalah madrasah diniyah. Madrasah diniyah adalah lembaga pendidikan non formal yang mengajarkan tentang nilai-nilai agama dan akhlak sebagai bentuk pendidikan yang mengimbangi proses yang didapatkan pada pendidikan formal melalui kurikulum kekhasannya (Muzayaroh, 2. Mengacu Peraturan Menteri Agama RI No 15 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah bahwa kurikulum madrasah diniyah terdiri atas mata pelajaran pendidikan keagamaan Islam diantaranya,: Al-QurAoan. Al-Hadits. Fiqh. Akhlak. Sejarah Kebudayaan Islam. Bahasa Arab (PMA No. 13 Tahun Sebagai lembaga pendidikan dengan muatan pelajaran keIslaman yang dominan, madrasah diniyah terus membenahi diri dan mengembangkan program-program agar menghasilkan lulusan yang berkualitas (Saiful, 2. Guna mencapai tujuan tersebut. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 122 lembaga pendidikan perlu menyusun strategi pengembangan agar pengelolaannya mengarahkan pada pengembangan menuju lembaga yang unggul (Noor & Shabrina, 2. Strategi pengembangan merupakan beragam cara yang dituangkan kedalam serangkaian program dalam rangka mencapai tujuan sebagaimana visi dan misi yang ditetapkan (Sagala, 2. Strategi membentuk suatu arah terpadu dalam rangka melakukan pembaharauan dan peningkatan atas kondisi dan tantangan pendidikan yang ada (Ahmad. Setiap lembaga memiliki formulasi strategi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi lembaganya masing-masing (Noor, 2. Strategi yang dirumuskan oleh lembaga bisa dikelompokkan menjadi empat yakni strategi integrasi, intensif, diversifikasi, dan defensif. Strategi integrasi merupakan cara yang dilakukan melalui mengendalikan pengguna jasa. Strategi intensif adalah melakukan pengembangan-pengembangan program yang dimiliki. Strategi diversifikasi adalah melalui membuat inovasi atau produk baru, sedangkan strategi defensif adalah melalui mempertahankan eksistensi dan memelihara produk yang sudah dimiliki (David, 2. Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum secara resmi ditetapkan sebagai lembaga non formal dengan nama Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Raudlatul Ulum pada tahun 2015 (Dok: Company Profile, 2. Seiring dengan berjalannya waktu, animo orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah ini pun terus meningkat dibandingkan madrasah diniyah lain yang lokasinya tidak berjauhan. Adanya peningkatan kepercayaan dari masyarakat ini menjadi salah satu motivasi utama bagi pengelola untuk melakukan inovasi pengembangan (Wawancara Kepala Madrasah Diniyah, 27 Maret 2. Keberadaan madrasah diniyah penting untuk dipertahankan eksistensinya dalam Madrasah diniyah memiliki peran penting sebagai sub sistem pendidikan yang sudah sangat dekat dengan kultur masyarakat Indonesia (Jaya, 2. Selain itu Keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah sekarang sudah banyak yang berkualitas dan lebih maju dengan dukungan berbagai komponen baik bersifat internal ataupun eksternal (Hanizon, 2. Semakin berkembangnya pendidikan Islam melalui Madrasah Diniyah dengan beragam strategi yang dikembangkan, mendorong peneliti untuk menggali lebih lanjut terkait bagaimana strategi pengembangan madrasah diniyah sebagai alternatif pendidikan keIslaman Unggulan di Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Manggisan Lumajang. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 123 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum yang terletak di Dusun Manggisan. Desa Tamanayu. Kecamatan Pronojiwo. Kabupaten Lumajang. Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualititatif dengan jenis studi kasus, yaitu peneliti mencari data, mengambil dan menginterpretasikan data dari suatu kegiatan yang terjadi di sebuah tempat tertentu (Ghony & Almanshur, 2. Subyek penelitian ditentukan secara purposive, yakni dengan memilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Subyek penelitian ini ada kepala madrasah dan guru dengan pertimbangan mengetahui bagaimana perkembangan madrasah diniyah beberapa tahun terakhir. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan Setelah data terkumpul, dilakukan analisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran dan analisis sistematis mengacu pada strategi integrasi, intensif, diversifikasi, dan defensif atas strategi yang dilakukan oleh pengelola Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Manggisan. Lumajang. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Sebagai Alternatif Pendidikan Keislaman Unggulan Berdasarkan temuan data di lapangan menujukkan bahwa Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum menyusun strategi dalam rangka menjadi madrasah diniyah yang unggul. Strategi Integrasi Sebagai bentuk implementasi dari strategi integrasi, pengelola melakukan beberapa kolaborasi dan pendekatan dengan pihak luar yakni sebagai berikut : Membangun kerjasama dan jaringan yang luas Berdasarkan hasil data di lapangan. Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum semakin gencar melakukan kerja sama dengan pemerintah sekitar dalam rangka mendukung pengembangan kelembagaan salah satunya melalui pencarian sumber dana Pengelola telah menjalin kerjasama terkait pengadaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selanjutnya dipergunakan untuk meningkatkan infrastruktur dan kualitas pengajaran. Mengingat keberadaan dana BOS memang sangat dibutuhkan dalam mencukupi kebutuhan operasional sebuah lembaga pendidikan (Noor & Monita, 2. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 124 Keberlangsungan sebuah lembaga memang tida bisa dilepaskandari peran organisasi di luar lembaga. Jalinan kerjasama baik secara internal kepada walisantri ataupun dengan pihak eksternal sangat dibutuhkan untuk pengembangan (Rahmawati. Pendidikan yang maju dan bermutu membutuhkan kemampuan kerjasama dalam teamwork yang solid (Noor & Islamiya, 2. Kerjasama yang dibangun pada dasarnya akan menguntungkan kedua belah pihak dan bisa memberikan kontribusi pada masing-masing peran lembaga yang saling bekerjasama (Setiabudi, 2. Terlebih atas kerjasama yang bisa membawa keuntungan positif dalam pendanaan untuk kebutuhan peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam (Masruri et al. , 2. Selain bekerjasama dengan pemerintah terkait dengan pendukung sumber dana eksternal, pengelola juga menjalin kerjasama yang baik dengan tenaga kependidikan, staf, wali murid serta masyarakat sekitar agar terbangun rasa tanggung jawab bersama demi terciptanya madrasah yang unggul. Kerjasama dengan semua komponen lembaga pendidikan sangat penting untuk menjaga hubungan yang baik antara sekolah dan berbagai lapisan masyarakat. Koordinasi dengan semua elemen bisa sebagai sarana menyampaikan informasi tentang program pendidikan kepada masyarakat. Melalui kerjasama, pelaksanaan program pendidikan dapat terlaksana dengan kolaborasi yang positif dan efektif untuk mencapai sasaran yang diinginkan (Satria et al. , 2. Membangun kedekatan dengan masyarakat Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum menjalin dan merawat kedekatan dengan masyarakat sekitar sebagaimana layaknya subsistem dari masyarakat tersebut. Kedekatan pengelola secara kelembagaan ataupun personal menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari bertujuan agar keberadaan madrasah bisa dirasakan langsung dampaknnya oleh masyarakat sekitar. Harapannya dukungan masyarakat untuk pelaksanaan program serta masukan dari masyarakat akan membuat inovasi yang lebih baik bagi lembaga. Kerjasama pada dasarnya merupakan bentuk interaksi antara dua pihak yang memiliki kepentingan yang sama. Kerjasama adalah inti dari aktivitas antar organisasi yang berusaha mencapai tujuan yang telah disepakati dengan metode yang sesuai yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan (Islamiah et al. , 2. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 125 c. Melakukan integrasi kurikulum Pengelola Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum menyadari bahwa kurikulum merupakan salah satu alat untuk memperkuat kualitas dan mutu lulusan. Oleh karena itu, madrasah melakukan integrasi kurikulum pemerintah dengan tanpa menguntangi esensi kurikulum internal yang dimiliki. Integrasi ini dilakukan selain sebagai bentuk tanggung jawab secara kelembagaan kepada pemerintah, melalui integrasi ini diharapkan santri bisa lebih mudah diukur capaiannya. Selain itu diharapkan pula agar santri bisa dapat memahami lebih mendalam atas materi yang diajarkan, serta meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Mengintegrasikan kurikulum internal dengan kurikulum nasional memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat identitas keIslaman siswa. Melalui penggabungan nilai-nilai agama ke dalam kurikulum nasional, santri dapat lebih memahami dan menerapkan ajaran agama secara menyeluruh. Selain itu, proses integrasi ini juga berkontribusi pada penguatan karakter dan nilai-nilai keIslaman diri siswa (Kusumawati, 2. Selain itu, melalui integrasi kurikulum diharapkan akan mampu menjaga eksistensi sebuah lembaga pendidikan Islam agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perubahan zaman yang dinamis (Saihu, 2. Menunjukkan kinerja positif Pengelola Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum sangat memahami bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Manggisan sangat penting dalam keberlangsungan madrasah. Pengelola selalu mengupayakan dengan memperlihatkan sisi baik dari madrasah dengan membangun kepercayaan diri dari para siswa melaluli lomba-lomba yang diadakan oleh kabupaten sehingga menciptakan pribadi yang terampil dan berprestasi. Menunjukkan hasil capaian sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan dan pengendalian sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang telah dipercayakan kepada seseorang adalah hal yang baik. Hal ini dikarenakan unjuk kinerja bertujuan untuk menggambarkan capain yang telah dihasilkan (Sukatin & Nasution, 2. Strategi Intensif Sebagai bentuk implementasi dari strategi intensif, pengelola melakukan pengembangan program kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar yang IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 126 berlangsung di Madrasah Raudlatul Ulum dilakukan sore hari sehingga masih memberikan kesempatan santri untuk mengikuti pendidikan formal terlebih dahulu. Pengelola memasang target dalam satu tahun santrinya harus melakukan ujian munaqosyah, setelah sebelumnya mengikuti program pembelajaran yang sudah diprogram untuk pembelajaran terstruktur oleh guru pendampingnya. Kegiatan pembelajaran mencakup berbagai aktivitas yang akan dilakukan oleh guru dan siswa, termasuk pemilihan metode, sumber belajar, sarana dan prasarana, serta media yang digunakan. Semua kegiatan perlu direncanakan mengacu pada capaian yang ingin diraih agar tujuan pembelajaran bisa optimal (Noor, 2. Strategi Diversifikasi Sebagai bentuk implementasi dari strategi diversifikasi, pengelola melakukan pemutakhiran model pembelajaran dan metode pembelajaran guna menciptakan pengalaman pembelajaran yang inklusif dan menarik bagi semua santri. Pengelola aktif dalam memberikan inovasi pembelajaran, dengan mengadaptasi penggunaan metodemetode yang lebih efektif mulai dari metode baca tulis Al-QurAoan menggunakan metode ummi sampai metode baca kitab kuning sampai dengan menggunakan metode Al-Miftah sehingga memudahkan para murid baik dalam buku pelajaran maupun pemahaman yang Dalam proses belajar mengajar, seorang guru perlu memiliki metode pengajaran yang dapat membuat siswa belajar dengan efektif dan efisien. Salah satu cara untuk menentukan metode pengajaran adalah dengan menguasai berbagai teknik atau strategi yang dikenal sebagai metode pembelajaran. Metode tersebut adalah cara yang digunakan oleh guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan tujuan mencapai hasil yang telah ditetapkan (Kurniawan, 2. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun seorang guru merancang dan mendesain program pembelajaran dengan sangat baik, pencapaian kompetensi yang diharapkan tidak akan optimal tanpa dukungan dari pemilihan dan penggunaan metode yang tepat. Oleh karena itu menjadi tantangan penting untuk selalu berinovasi atas program pembelajaran yang telah disusun sebagaimana kebutuhan santri dam masyarakat (Syamsuar & Reflianto. Strategi Defensif Sebagai bentuk implementasi dari strategi defensif, pengelola mempertahankan tradisi IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 127 dan budaya pembelajaran yang telah berlangsung sebelumnya di Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum. Pengelola tetap mempertahankan pembiasaan murajaah atau pengulangan yang konsisten dilakukan setiap akhir pembelajaran setiap harinya. Melalui kegiatan murajaah yang dilakukan Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Manggisan bertujuan untuk memantau perkembangan dan pencapaian siswa secara berkelanjutan, sehingga dapat mengidentifikasi potensi siswa yang perlu ditingkatkan atau area pembelajaran yang perlu diperdalam Selain itu pengelola mempertahankan tradisi uji publik atas capaian santri. Sebagai contoh, saat santri mampu mengafal Al-quran dalam hitungan juz tertentu, makan akan dilakukan uji publik atas hafapannya tersebut. Tujuannya agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dituangkan melalui uji publik baik dalam lingkup internal maupun eksternal sehingg dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan memotivasi, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Mempertahankan tradisi kelembagaan merupakan hal yang lumrah dilakukan dala rangka mempertahankan keunikan yang dimiliki. Lembaga pendidikan keIslaman memiliki tradisi keilmuan yang berbeda dibandingkan dengan lembaga pendidikan umum lainnya (Aziz & Taja, 2. Faktor yang Mempengaruhi Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Sebagai Alternatif Pendidikan Keislaman Unggulan Menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul merupakan tujuan dari banyak lembaga, namun tidak semua bisa berjalan efektif dan efisien sebagaimana yang diharapkan. Kondisi tersebut juga terjadi pada Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum, yang harus berusaha memperbaiki kekurangan yang dialami dan mempertahankan serta terus meningkatkan potensi positif yang dimiliki. Faktor pendukung Dalam hal ini Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum mempunyai beberapa faktor pendukung dalam mengembangkan madrasah menjadi unggul, yakni : Memiliki guru yang kompeten Pengelola Madrasah Dniyah Raudlatul Ulum cukup serius mencermati terkait tenaga guru. Salah satunya adalah melalui proses seleksi yang cukup ketatt terkait kemampuan guru tersebut dalam menguasai materi keIslaman, selain kualifikasi yang IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 128 harus terpenuhi. Selain itu, guna bisa memahami dan bisa mengikuti irama budaya pendidikan yang kental dengan budaya Islam, pengelola menjadikan syarat guru untuk memiliki latar belakang pendidikan pondok pesantren. Harapannya selain mudah beradaptasi dengan budaya keIslaman, lulusan pondok pesantren diharapkan memiliki kompetensi kepribadian yang baik. Keberadaan guru yang kompeten memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan sebuah madrasah. Guru yang berkualitas dapat memberikan pelajaran yang efektif, mampu memotivasi siswa dengan baik, dan membangun lingkungan belajar yang positif (Monita et al. , 2. Dukungan wali santri dan masyarakat sekitar Andil dukungan walisantri dan masyarakat sekitar sangat dirasakan positif dalam perkembangan Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum. Walisantri bersikap kooperatif dengan segala proses yang dilakukan oleh Madrasah dalam rangka pengembangan keilmuan santri. Sikap kooperatif tersebut ditunjukkan melalui ikut aktif membantu kegiatan diniyah baik secara materi ataupun tenaga saat pelaksanaan kegiatan besar Islam atau insidentil yang diselenggarakan rutin di lingkungan madrasah. Begitu pula dengan keberadaan masyarakat sekitar madrasah yang ikut bahu membahu dan bergotong royong untuk ikut mensukseskan setiap kegiatan yang diselenggarakan. Adanya dukungan masyarakat dan wali murid untuk memberikan dukungan moral, finansial dan sumber daya lainnya kepada madrasah sebagai bentuk pelibatan diri dalam kegiatan madrasah sebagai usaha memperkuat hubungan antara madrasah dan lingkungan sekitar (Sudiyono, 2. Lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu pengetahuan . enter of exellen. sudah seyogyanya bersinergi dengan orang tua, masyarakat bahkan pemerintah serta lembaga lainnya agar mampu menghasilkan inovasi baru, dan menciptakan strategi guna meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan yang berbasis keIslaman (Sama et al. , 2. Memiliki lahan dan gedung sendiri Kepemilikan lahan dan gedung sendiri merupakan aset berharga yang dimiliki oleh Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum. Hal ini dikarenakan dengan status hal milik sendiri tersebut, pihak pengelola memiliki fleksibilitas dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan, tanpa khawatir dengan biaya sewa gedung. Selain itu dengan aset yang dimiliki tersebut, pihak pengelola menjadi lebih mudah untuk proses pengajuan bantuan IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 129 kepada pemerintah untuk diadakannya pembenahan sarana prasarana pembelajaran. Keberadaan gedung sebagai sarana pendidikan menjadi hal mutlak yang harus disiapkan oleh sebuah lembaga pendidikan. Hal ini dikarenakan keberhasilan pendidikan salah satunya ditunjang oleh keberadaan sarana yang mendukung proses pembelajaran yang berlangsung (Bafadal, 2. Selain itu melalui kepemilikan sendiri atas gedung membawa manfaat tersendiri bagi perencanan sekolah. Pengelola bisa merancang desain dan pengembangan sekolah sesuai dengan visi misi yang ditetapkan. Selain itu keberadaan sarana prasarana yang representatif bagi sebuah lembaga pendidikan menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa (Jannah & Sontani, 2. Faktor penghambat Dalam rangka pengembangan menuju madrasah yang unggul. Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum harus menghadapi beberapa beberapa kendala yakni : Terbatasnya ruang kelas Pengelola Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum menyadari bahwa kondisi madrasah sekarang masih dalam tahap pengembangan infrastruktur. Kelas yang representatif untuk Namun ketidakpuasan walisantri atas kondisi kelas yang masih belum maksimal, pihak pengelola sebelum tahun ajaran dimulai sudah mensosialisasikan terlebih dahulu terkait penggunaan kelas pembelajaran santri. Selain itu, pihak pengelola juga mengoptimalkan mesjid untuk difungsikan sementara sebagai kelas pembelajaran sebagai alternatif saat kelas tidak bisa digunakan optimal. Ruangan kelas merupakan kebutuhan primer dalam proses pembelajaran. Sebagai lingkungan fisik yang bukan hanya sekedar tenpat belajar, tata ruang harus disusun secara Tujuannya adalah agar proses belajar mengajar berlangsung dengan efektif dan efisien, serta untuk mencapai tujuan pembelajaran (Djamarah & Zain, 2. Pengadaan Guru Meningkatnya animo orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum membawa tantangan tersendiri bagi pengelola. Selain meningkatnya kebutuhan akan ruang kelas yang representatif, keberadaan santri yang jumlahnya banyak otomatis membutuhkan guru yang banyak pula. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 130 Mencermati kondisi jumlah guru yang belum proporsional dengan jumlah siswa ini, pihak pengelola masih mengupayakan penambahan guru baru ke Yayasan. Proses pembelajaran masih tetap berlangsung dengan memaksimalkan jumlah guru yang masih Pengadaan guru dilakukan dilakukan dengan cara mempertimbangkan prioritas kebutuhan lembaga mengacu pada tingkat kepentingan dan hasil analisis kebutuhan tenaga Selain itu, proses perekrutan juga harus sesuai dengan anggaran yang tersedia untuk membayar honorarium. Oleh karena itu, sebelum melakukan rekrutmen, pimpinan perlu melakukan analisis kebutuhan agar tenaga yang direkrut sesuai dengan jenis pekerjaan yang diperlukan. Proses pengadaan rekrutmen tenaga kerja, penting untuk melakukan analisis beban kerja, analisis angkatan kerja, analisis jabatan, dan menyusun deskripsi pekerjaan (Hasibuan, 2. Faktor manusia Pengelola memahami bahwa tuntutan pendidikan semakin lama semakin kompleks. Guru tidak bisa hanya mengandalkan pengetahuannya selama studi beberapa tahun lalu dalam mengajar. Hal ini juga terjadi pada beberapa tenaga guru di Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum yang usianya sudah tidak muda lagi. Guru yang senior tersebut cenderung kurang berminat untuk melakukan pemutakhiran keilmuan dengan mengikuti pelatihanpelatihan atau seminar-seminar keilmuan yang relevan. Mereka cenderung bersikap pasif dan memasrahkan kesempatan tersebut kepada guru-guru yang usianya lebih muda. Pada dasarnya, untuk memajukan pendidikan, tidak hanya bangunan sekolah yang megah yang harus diutamakan, melainkan juga penting bagi seorang guru untuk menerapkan metode yang inovatif dan kreatif. Hal ini bertujuan untuk menarik minat dan meningkatkan antusiasme peserta didik terhadap materi yang diajarkan (Trianto, 2. Tantangan selanjutnya adalah menyesuaikan diri dengan perkembangan isu-isu dalam pembelajaran, termasuk yang terkait dengan perilaku, metode, dan proses Semua ini dilakukan untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga berfungsi sebagai pembelajar seumur hidup, pemimpin pembelajaran, pengelola sumber belajar, pembentuk jaringan, dan fasilitator komunikasi (Sulistya, 2. Pembenahan administrasi IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 131 Pembenahan administrasi lembaga menjadi salah satu prioritas yang harus diselesaikan oleh pengelola Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum. Administrasi yang bejalan saat ini masih bersifat konvensional dan masih belum sepenuhnya tertib dalam melakukan dokumentasi berkas. Penataan yang kurang maksimal ini salah satunya disebabkan karena terkadang adanya rangkap jabatan antara guru dan juga tenaga administrasi. Meskipun demikian pengajuan kebutuhan terkait penambahan tenaga administrasi sudah dilakukan ke Yayasan untuk segera ditindaklanjuti. Kegiatan administrasi sekolah merupakan seluruh rangkaian aktivitas yang direncanakan dan dilaksanakan dengan sengaja dan penuh perhatian, termasuk pembinaan yang berkelanjutan terhadap perangkat pendidikan. Tujuannya adalah memastikan bahwa semua fasilitas selalu siap digunakan dalam proses belajar mengajar, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien, serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (Purwanto, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan madrasah diniyah sebagai alternatif pendidikan keIslaman Unggulan di Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Manggisan Lumajang dapat dibagi menjadi empat strategi yakni strategi integrasi, intensif, diversifikasi, dan defensif. Untuk strategi integrasi, pihak pengelola melakukan kolaborasi dan pendekatan dengan pihak luar melalui memperbanyak kerjasama dan memperluas jaringan khususnya dalam rangka ikhtiar mendapatkan sumber pendanaan hibah atau bantuan. Selain membangun kedekatan dengan masyarakat agar keberadaan madrasah bisa dirasakan langsung dampaknnya oleh masyarakat sekitar. Pengelola juga melakukan proses integrasi kurikulum internal madrasah dengan kurikulum pemerinyah dalam rangka memperkuat kualitas dan mutu lulusan. Strategi lain dilakukan melalui menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat melalui menunjukkan hasil kerja positif dan keberhasilan para santri. Pada strategi intensif, pengelola melakukan pengembangan program kegiatan belajar mengajar. Untuk strategi diversifikasi, pengelola melakukan pemutakhiran model pembelajaran dan metode pembelajaran guna menciptakan pengalaman pembelajaran yang inklusif dan menarik bagi semua santri. Adapun untuk strategi defensif, pengelola IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan | 132 mempertahankan tradisi dan budaya pembelajaran yang telah berlangsung sebelumnya agar tetap memiliki penciri khas dibandingkan madrasah diniyah lainnya. Adapun faktor pendukung pelaksanaan strategi pengembangan Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum adalah memiliki guru yang kompeten, memiliki dukungan penuh dari walisantri dan masyarakat sekitar dan memiliki gedung serta lahan yang sudah milik Namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan guru, keterbatasan ruang belajar karena masih pada tahapan pengembangan, terdapat beberapa guru kurang termotivasi untuk upgrade keilmuan serta penataan administrasi sekolah yang masih tahap DAFTAR PUSTAKA