JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN BERDASARKAN SK MENTERI BUMN NOMOR : KEP-100/MBU/2002 (Studi Kasus pada PT Kimia Farma (Perser. Tbk Periode 2013-2. Yosua Ivando Prasetyo1. Jeni Irnawati2. Vega Anismadiyah3 1,2,3 Universitas Pamulang. dosen02228@unpam. Abstrak Penilaian tingkat kesehatan keuangan perusahaan sangat penting dilaksanakan untuk mengetahui kinerja perusahaan karena sekarang ini banyak perusahaan yang muncul dengan berbagai usaha. Untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan yang dianalisis adalah dengan membaca laporan keuangan perusahaan. Alat ukur yang sering digunakan dalam menganalisis laporan keuangan adalah analisis rasio keuangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Tingkat Kesehatan perusahaan PT Kimia Farma (Perser. Tbk selama periode 2013-2020 yang dinilai dari aspek keuangan menggunakan analisa rasio keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor : KEP-100/MBU/2002. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian Dimana data yang diteliti berdasarkan data perusahaan, dimana data yang digunakan oleh penulis dalam bentuk laporan keuangan yang diperoleh dari website resmi perusahaan Hasil penelitian menyatakan bahwa Pada tahun 2013, perusahaan dalam keadaan SEHAT dan mendapatkan predikat Auay dengan total skor 66. Pada tahun 2014, perusahaan dalam keadaan SEHAT dan mendapatkan predikat Auay dengan total skor 66,5. Pada tahun 2015, perusahaan dalam keadaan SEHAT dan mendapatkan predikat Auay dengan total skor 66,5. Pada tahun 2016, perusahaan dalam keadaan SEHAT dan mendapatkan predikat Auay dengan total skor 64,5. Pada tahun 2017, perusahaan dalam keadaan SEHAT dan mendapatkan predikat Auay dengan total skor 64,5. Pada tahun 2018, perusahaan dalam keadaan AuSEHATAy dan mendapatkan predikat Auay dengan total skor 64,5. Pada tahun 2019, perusahaan dalam keadaan AuKURANG SEHATAy dan mendapatkan predikat AuBBAy dengan total skor 35. Pada tahun 2020, perusahaan dalam keadaan AuKURANG SEHATAy dan mendapatkan predikat AuBB: dengan total skor 32,5. Kata Kunci: tingkat kesehatan keuangan perusahaan Abstract The assessment of a company's financial health is very important to determine the company's performance, especially nowadays when many companies are emerging with various ventures. determine the level of financial health of a company, an analysis is conducted by examining the company's financial statements. The measurement tool often used in analyzing financial statements is financial ratio analysis. The purpose of this research is to determine the financial health level of PT Kimia Farma (Perser. Tbk over the period 2013-2020, evaluated from the financial aspect using financial ratio analysis based on the Decree of the Minister of State-Owned Enterprises Number: KEP-100/MBU/2002. The type of research used by the author is descriptive research. The data examined is based on company data, specifically the financial statements obtained from the company's official website. The research results indicate that in 2013, the company was in a HEALTHY state and received an Auay rating with a total score of 66. In 2014, the company was in a HEALTHY state and received an Auay rating with a total score of 66. In 2015, the company was in a HEALTHY state and received an Auay rating with a total score of 66. In 2016, the company was in a HEALTHY state and received an Auay rating with a total score of 64. In 2017, the company was in a HEALTHY state and received an Auay rating with a total score of 64. 2018, the company was in a HEALTHY state and received an Auay rating with a total score of In 2019, the company was in a LESS HEALTHY state and received a AuBBAy rating with a total score of 35. In 2020, the company was in a LESS HEALTHY state and received a AuBBAy rating with a total score of 32. Keywords: company financial health level 288 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 PENDAHULUAN apakah kebijakan yang telah di terapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perusahaan sudah dilaksanakan secara tepat Untuk modalnya dimiliki oleh pemerintah yang berasal dari kekayaan negara. BUMN juga dianalisis adalah dengan membaca laporan termasuk pelaku ekonomi dalam sistem keuangan perusahaan. Alat ukur yang sering perekonomian di Indonesia BUMN didirikan keuangan adalah analisis rasio keuangan. Alat kesejahteraan masyarakat dan memenuhi ini berfungsi untuk mengevaluasi keadaan kebutuhan masyarakat di berbagai sektor. keuangan masa lalu, keadaan sekarang, serta Beberapa sektor yang dinaungi BUMN meramalkan keadaan keuangan di masa depan. Dalam perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diperlukan standar baku dalam menilai kinerja keuangannya. Salah satu Perusahaan alat analisis atau standar yang digunakan memperhatikan kondisi dan kinerja keuangan untuk menilai kinerja perusahaan khususnya perusahaan serta menjalankan pasar secara BUMN adalah Surat Keputusan Menteri efektif dan efisien. Kemampuan perusahaan BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tersebut dalam menghadapi persaingan dan dalam terdapat indikatorindikator yang digunakan menjaga kelangsungan usahanya dipengaruhi dalam menilai tingkat kesehatan keuangan oleh kondisi keuangan perusahaan yang perusahaan dan juga daftar skor untuk menentukan tingkat kesehatan perusahaan, keuangannya tidak sehat akan lemah dalam sehingga hasil dan perhitungannya dapat menghadapi persaingan dan pada akhirnya langsung dipahami oleh pengguna laporan sulit untuk mempertahankan kelangsungan Perusahaan hidup perusahaan. Penilaian tingkat kesehatan keuangan sangat penting dilaksanakan KERANGKA TEORI Tingkat Kesehatan Perusahaan untuk mengetahui kinerja perusahaan karena Tingkat kesehatan perusahaan adalah sekarang ini banyak perusahaan yang muncul mempertahankan kelangsungan hidup dan dengan berbagai usaha. Untuk mengetahui kelancaran proses industri serta menjadi tolak kondisi yang benar-benar terjadi di suatu ukur untuk memantau sejauh mana perusahaan perusahaan, maka diperlukan adanya suatu Analisis berguna untuk mengetahui perusahaan agar tidak terganggu. Untuk 289 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 mengetahui tingkat kesehatan perusahaan Tabel 1. Aspek dan Bobot Penilaian Kinerja Perusahaan Aspek Yang Dinilai Nilai Bobot Aspek Keuangan Aspek Operasional Aspek Administrasi adalah dengan cara melakukan pengukuran kinerja secara periodik. Oleh karena itu, manajer juga harus dapat memahami kondisi dasarnya kondisi keuangan mempengaruhi Sumber : Keputusan Menteri BUMN Nomor 100 Berdasarkan Menteri BUMN KEP-100/MBU/2002 Dalam hal mempertahankan Nomor kelancaran proses industrinya, perusahaan penilaian tingkat kesehatan perusahaan badan juga perlu memperhatikan efisiensi operasi suatu perusahaan, karena hal tersebut dapat perusahaan digolongkan menjadi 3 . , meningkatkan laba atau dengan kata lain dapat memperoleh laba yang diharapkan Sehat, yang terdiri dari : a Penilaian perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah dilakukan melalui SK Menteri BUMN Nomor : KEP100/MBU/2002. Tingkat apabila total skor (TS) lebih besar apabila 80 < TS O 95 apabila 65 < TS O 80 Kurang sehat, yang terdiri dari : b apabila 50 < TS O 65 apabila 40 < TS O 50 apabila 30 < TS O 40 (BUMN) ditetapkan berdasarkan penilaian Tidak sehat, yang terdiri dari : terhadap kinerja perusahaan untuk tahun c buku yang bersangkutan meliputi penilaian : apabila 30 < TS O 30 apabila 20 < TS O 20 apabila TS O 10 Aspek keuangan Daftar Indikator Keuangan Aspek operasional Bobot Aspek Aspek administrasi Masing-masing aspek ini memiliki indikator penilaian tingkat kesehatan BUMN yang berbeda-beda. Tingkat keuangan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2. Daftar Indikator dan Bobot Aspek Keuangan usaha milik negara non-infrastruktur yang ditetapkan berdasarkan penilaian terhadap kinerja perusahaan antara lain meliputi aspek dan bobot nilai berikut ini : Adapun daftar indikator dan bobot aspek Indikator Return On Equity Return On Investnent Cash Ratio Current Ratio Collection Periods Inventory Turnover Total Asset Turnover Equity to Tatal Asset Ratio Total Bobot Infra Bobot Non Infra 290 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 METODE PENELITIAN Jenis HASIL DAN PEMBAHASAN penulis adalah penelitian deskriptif. Dimana perusahaan, dimana data yang digunakan oleh penulis dalam bentuk laporan keuangan yang diperoleh dari website resmi perusahaan Tabel 3. Operasional Variabel Penelitian No. Variabel ROE (X. ROI (X. Cash Ratio (X. Current Ratio (X. Collection Periods (X. Inventory Turnover (X. Total Asset Turnover Ratio Equity to Total Asset Ratio (X. Indikator yaycaycycuycnycuyci yayceycyceyc ycNycaycu ycu100% ycNycuycycayco yaycycycnycyc yayaAyaycN yayceycyycyceycycnycaycycnycuycu ycu100% yaycaycyycnycycayco yaycoycyycoycuycyceycc yaycaycEa ycu100% ycNycuycycayco yaycycycyceycuyc yaycnycaycaycnycoycnycyc ycNycuycycayco yaycycycyceycuyc yaycycyceyc ycu100% ycNycuycycayco yaycycycyceycuyc yaycnycaycaycnycoycnycyc ycNycuycycayco yaycaycaycuycycuyc ycIyceycayceycnycycaycaycoyce ycu365yccycaycyc ycNycuycycayco ycIycaycoyceyc ycNycuycycayco yaycuycyceycuycycuycyc ycu365yccycaycyc ycNycuycycayco ycIycaycoyceyc ycNycuycycayco ycIycaycoyceyc ycu100% yaycaycyycnycycayco yaycoycyycoycuycyceycc ycNycuycycayco yaycycycnycyc ycu100% ycNycuycycayco yaycycyceyc Tabel 4a Hasil Perhitungan Masing-masing Indikator Keuangan No. Indikator ROE ROI Cash Ratio Current Ratio Collection Periods Perputaran Persediaan TATO Equity to Total Asset Total Hasil 13,28 28,79 52,83 242,67 14,98 26,99 67,07 238,70 13,59 26,34 42,35 193,02 11,96 21,75 38,18 171,37 65,71 57,13 57,54 49,24 680,28 654,87 584,84 535,50 Tabel 4b Hasil Perhitungan Masing-masing Indikator Keuangan No. Indikator ROE ROI Cash Ratio Current Ratio Collection Periods Perputaran Persediaan TATO Equity to Total Asset Total Hasil 12,89 20,74 41,77 154,55 12,91 16,94 43,59 134,39 0,21 6,60 18,40 99,36 0,29 8,02 18,42 89,78 42,20 36,60 40,39 40,46 535,50 519,15 480,43 415,96 Perhitungan Hasil Aspek Keuangan Populasi dan Sampel Adapun populasi dalam penelitian ini efek Indonesia. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan neraca dan laporan laba rugi PT Kimia Farma (Perser. Tbk periode 2013 Ae 2020. Sampel penelitian ini adalah ROE. ROI. Cash Ratio. Current Ratio. Collection Ratio. Inventory Turnover Ratio. Total Asset Turnover Ratio dan Equity to Total Assets Indikator Tabel 5. Hasil Penilaian Masing-masing Indikator Keuangan . alam%) adalah laporan keuangan perusahaan di bidang kesehatan yang terdaftar di Bursa Penilaian No. Indikator ROE ROI Cash Ratio 4 Current Ratio 5 Collection Periods 6 Perputaran Persediaan 7 TATO 8 Equity to Total Asset Ratio Total Hasil Ratio yang ada di PT Kimia Farma (Perser. Tbk periode 2013 Ae 2020. 291 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Tabel 6. Tingkat Kesehatan Keuangan PT Kimia Farma (Perse. Tbk tahun 2013 Ae Tahun Predikat Rp2. Namun pada tahun 2017 persentase ROE mengalami kenaikan persentase ROE mengalami kenaikan sebesar Total Skor (%) Tingkat Kesehatan SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT KURANG SEHAT KURANG SEHAT Rp271. 0,93% 12,89% Rp331. Rp2. Pada 0,02% menjadi 12,91% dengan menghasilkan Indikator Aspek Keuangan laba setelah pajak Rp535. 000 dan Return On Equity (ROE) modal sendiri 4. Pada tahun Rasio ini digunakan untuk mengukur 2019 persentase ROE mengalami penurunan kemampuan perusahaan dalam memperoleh yang sangat signifikan sebesar -12,7% menjadi keuntungan bersih dengan modal sendiri 0,21% dengan menghasilkan laba setelah yang dimiliki. Return On Equity (ROE) PT pajak Rp15. 000 dan modal sendiri Kimia Farma (Perser. Tbk periode 2013- Rp7. 000, hal ini dikarenakan 2020 cenderung mengalami penurunan, hal meningkatnya nilai ekuitas perusahaan dan ini dikarenakan nilai ekuitas perusahaan naik menurun nya laba setelah pajak. Pada tahun setiap tahunnya. pada tahun 2013 persentase 2020 ROE mengalami kenaikan sebesar 0,08% nilai ROE mendapatkan 13,28%, dengan menjadi 0,29% dengan menghasilkan laba menghasilkan laba setelah pajak sebesar setelah pajak Rp20. 000 dan modal Rp215. sendiri Rp7. Dengan semakin besarnya ROE, semakin besar pula tingkat Rp1. Pada persentase ROE mengalami kenaikan sebesar 1,7% menjadi 14,98% dengan menghasilkan sehingga kemungkinan perusahaan dalam bermasalah semakin kecil. Berdasarkan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tentang skor penilaian ROE, pada tahun 2013- 2020 perusahan mengalami fluktuatif karena sebesar -1,39% menjadi 13,59% dengan skor yang diperoleh setiap tahun mengalami Rp257. Rp1. ROE Pada Rp252. Rp1. peningkatan, kestabilan dan penurunan yang cukup tajam pada tahun 2019. Semakin Pada persentase ROE terus mengalami penurunan ROE perusahaan kurang efisien dalam mendapatkan sebesar -1,63% menjadi 11,96% dengan 292 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 laba setelah pajak dengan menggunakan 8,02%, hal ini disebabkan meningkatnya nilai modal sendiri . EBIT perusahaan dari tahun sebelumnya. Return On Investment (ROI) Melihat kondisi ROI perusahaan yang Rasio ini digunakan untuk mengukur kurang memuaskan hal ini dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk menghasilkan manajemen perusahaan belum efektif dan keuntungan yang akan digunakan untuk efisien dalam pengelolaan investasinya. Hal menutup investasi yang akan dikeluarkan. ini perlu menjadi bahan evaluasi perusahaan Berdasakan perhitungan diatas, diketahui untuk dapat lebih meningkatkan efektifitas bahwa Return On Investment (ROI) PT Kimia Farma (Perser. Tbk periode 2013- kemajuan perusahaan dimasa yang akan disebabkan nilai EBIT. Penyusutan dan Cash Ratio Capital Employed perusahaan dalam kondisi Rasio ini digunakan untuk mengukur tidak stabil. Pada tahun 2013 persentase ROI sampai seberapa besar uang kas yang tersedia sebesar 28,79%. Pada tahun 2014 persentase ROI mengalami penurunan sebesar -1,8% Berdasakan 26,99%. Pada bahwa Cash Ratio PT Kimia Farma (Perser. ROI Tbk mengalami fluktuatif ini dikarenakan nilai sebesar -0,65% menjadi 26,34%. Kas dan Kewajiban Lancar perusahaan yang Pada tahun 2016 persentase ROI tidak stabil dari tahun ke tahun. Pada tahun -4,59% 2013 persentase Cash Ratio sebesar 52,83%. Pada tahun 2014 tingkat persentase Cash Ratio meningkat 14,24% menjadi 67,07%, hal ini sebesar -1,01% menjadi 20,74%. Pada tahun disebabkan meningkatnya nilai kas. Pada 2018 persentase ROI mengalami penurunan tahun 2015 persentase Cash Ratio mengalami sebesar -3,8% menjadi 16,94% . Pada tahun penurunan sebesar -24,72% menjadi 42,35%, 2019 persentase ROI mengalami penurunan hal ini disebabkan karena besarnya jumlah yang sangat signifikan sebesar - 10,34% kewajiban lancar perusahaan dan menurunnya menjadi 6,60%, hal ini disebabkan EBIT jumlah kas perusahaan. Pada tahun 2016 penurunan yang persentase Cash Ratio Mengalami penurunan sangat signifikan dari tahun sebelumnya, sebesar -4,17% menjadi 38,18%, hal ini penurunan tersebut diakibatkan pendapatan disebabkan meningkatnya jumlah kewajiban perusahaan yang menurun dan ditambah Pada tahun 2017 persentase Cash Ratio dengan beban opersional perusahaan yang mengalami kenaikan sebesar 3,59% menjadi Pada tahun 2020 persentase ROI 41,77%. mengalami kenaikan sebesar 1,42% menjadi mengalami kenaikan sebesar 1,82% menjadi 21,75%. Pada ROI Pada 293 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 43,59%. Pada tahun 2019 Cash Ratio Pada tahun 2016 persentase Current Ratio mengalami penurunan yang sangat signifikan sebesar -25,19% menjadi 18,40%, hal ini menjadi 171,37%. Pada tahun 2017 persentase disebabkan karena meningkatnya jumlah Current Ratiomengalami penurunan sebesar - 16,82% menjadi 154,55%. Pada tahun 2018 diimbangi dengan kenaikan kas. Pada tahun penurunan sebesar -20,16% menjadi 134,39%. kenaikan sebesar 0,02% menjadi 18,42% Pada tahun 2019 persentase Current Ratio namun besarnya masih di bawah dari hasil terus mengalami penurunan sebesar -35,03% perolehan rasio tertinggi di tahun 2014. menjadi 99,36%. Pada tahun 2020 persentase Cash Ratio Melihat Ratio Ratio Current Ratio mengalami penurunan sebesar - perusahaan yang fluktuatif dapat dilihat 9,58% menjadi 89,78%. Melihat kondisi bahwa kemampuan manajemen perusahaan Current Ratio perusahaan dalam periode dalam penggunaan kas perusahaan untuk 2013-2020 dapat dilihat bahwa kemampuan memenuhi hutang jangka pendek masih asset lancar masih Cash Current -21,65% Diharapkan Ini untuk meningkatkan risiko kas perusahaan agar dapat memperbaiki kondisi keuangan persentase Current Ratio perusahaan masih perusahaan untuk jangka pendek. diatas 50%. Dengan hasil ini diharapkan Current Ratio Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerjanya dalam memenuhi kewajiban jangka kemampuan perusahaan dalam menjamin pendek dengan menggunakan asset lancarnya agar mendapatkan hasil yang semakin baik. menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Berdasarkan perhitungan diatas, diketahui Collection Periods Rasio ini digunakan untuk menghitung bahwa Current Ratio PT Kimia Farma periode rata-rata yang (Perser. Tbk periode 2013-2020 cenderung mengumpulkan piutang usaha. Berdasarkan mengalami penurunan, hal ini dikarenakan meningkatnya hutang lancar. Pada tahun Collection Periods PT Kimia Farma (Perser. 2013 persentase Current Ratio sebesar Tbk periode 2013-2020 mengalami fluktuatif, 242,67%. ini dikarenakan piutang usaha dan pendapatan Current Ratio mengalami penurunan sebesar usaha perusahaan yang tidak stabil. Pada tahun -3,97% menjadi 238,70%. Pada tahun 2015 2013 nilai Collection Periods perusahaan mendapatkan angka 46 hari. Pada tahun 2014 penurunan sebesar -45,6% menjadi 193,02%. dan 2015 nilai Collection Periods perusahaan Pada Current Ratio 294 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 mendapatkan angka yang sama yaitu 42 hari. Pada tahun 2016 nilai Collection Periods meningkat menjadi 55 hari dan perbaikan 1 perusahaan men-dapatkan angka 45 hari. Pada tahun 2017 nilai Collection Periods perputaran persediaan meningkat menjadi 56 perusahaan mendapatkan angka 55 hari. Pada hari dan perbaikan 1 hari. Pada tahun 2016 Collection Periods Pada perusahaan mendapatkan angka 57 hari. Pada meningkat menjadi 61 hari dan perbaikan 5 Collection Periods Pada perusahaan mendapatkan angka 82 hari. Pada perputaran persediaan meningkat menjadi 71 hari dan perbaikan 10 hari. Pada tahun 2018 Collection Periods perusahaan mendapatkan angka 56 hari. Hasil perolehan Collection Periods tercepat meningkat menjadi 92 dan perbaikan 21 hari. terjadi pada tahun 2014 dan 2015, karena Pada tahun 2019 hasil perolehan perputaran piutang usaha dapat tertagih dalam waktu 42 perbaikan 19 hari. Pada tahun 2020 hasil perolehan perputaran menurun menjadi 90 dan Collection Periods terlama terjadi pada tahun perbaikan 21 hari, hal ini disebabkan menurun 2019 yaitu sebesar 82 hari yang berarti waktu nya total persediaan. Semakin cepat tingkat dibutuhkan dalam penagihan piutang lebih Semakin cepat Collection Periods perusahaan semakin cepat dalam melakukan perusahaan, maka akan semakin besar pula penjualan barang dagang sehingga semakin fleksibilitas keuangannya. cepat pula bagi perusahaan dalam memperoleh Perputaran Persediaan dana baik dalam bentuk uang. Hasil Rasio ini digunakan untuk mengukur Total Asset Turn Over (TATO) pengelolaan persediaan dan dapat digunakan Rasio ini digunakan untuk mengukur atau menghitung efektivitas penggunaan total manajemen mengontrol modal yang ada. aktiva dalam menghasilkan penjualan. Rasio Berdasarkan perhitungan diatas, diketahui yang tinggi menunjukkan perusahaan dapat bahwa perputaran persediaan PT Kimia mengelola aktiva secara efektif. Berdasarkan Farma (Perser. Tbk periode 2013-2020 perhitungan diatas, diketahui bahwa Total cenderung mengalami kenaikan, hal ini Asset Turn Over PT Kimia Farma (Perser. disebabkan total persediaan dan pendapatan Tbk periode 2013-2020 mengalami kondisi perusahaan mengalami kenaikan di setiap yang tidak stabil, hal ini dikarenakan total Pada tahun 2013 hasil perolehan pendapatan dan Capital Employed yang tidak perputaran persediaan sebesar 54 hari dan perbaikan sebesar 2 hari. Pada tahun 2014 perusahaan mendapatkan nilai 177% dan Pada TATO 295 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 perbaikan sebesar 5%. Pada tahun 2014 rasio begitupun juga dengan Total Modal Sendiri. TATO perusahaan mendapatkan nilai 153% Pada tahun 2013 tingkat persentase rasio dan perbaikan sebesar 24%. Pada tahun 2015 Equity to Total Assets Ratio perusahaan men- rasio TATO perusahaan mendapatkan nilai dapatkan nilai 65,71%. Pada tahun 2014 154% dan perbaikan sebesar 1%. Pada tahun tingkat persentase rasio Equity to Total Assets 2016 rasio TATO perusahaan mendapatkan Ratio perusahaan mendapatkan nilai 57,13%. nilai 137% dan perbaikan sebesar 17%. Pada Pada tahun 2015 tingkat per-sentase rasio Equity to Total Assets Ratio perusahaan mendapatkan nilai 121% dan perbaikan mendapatkan nilai 57,54%. Pada tahun 2016 sebesar 16%. Pada tahun 2018 rasio TATO tingkat persentase rasio Equity to Total Assets perusahaan mendapatkan nilai 87% dan Ratio perusahaan mendapatkan nilai 49,24%. perbaikan sebesar 34%. Pada tahun 2019 Pada tahun 2017 tingkat persentase rasio rasio TATO mendapatkan nilai 58% dan Equity to Total Assets Ratio perusahaan men- perbaikan sebesar 29%. Pada tahun 2020 dapatkan nilai 42,20%. Pada tahun 2018 rasio TATO mendapatkan nilai 65% dan tingkat persentase rasio Equity to Total Assets perbaikan sebesar 7%. Melihat kondisi Rasio Ratio perusahaan mendapatkan nilai 36,60%. Total Asset Turn Over perusahaan yang Pada tahun 2019 tingkat per-sentase rasio mengalami kenaikan dari tahun 2019 Ae 2020. Equity to Total Assets Ratio perusahaan dapat dilihat bahwa manajemen perusahaan mendapatkan nilai 40,39%. Pada tahun 2020 tingkat persentase rasio Equity to Total Assets pemanfaatan aktiva yang dimiliki perusahaan Ratio perusahaan mendapatkan nilai 40,46%. Pada Melihat kondisi rasio modal terhadap total tahun-tahun datang diharapkan perusahaan aktiva perusahaan periode 2013 Ae 2020, untuk lebih meningkatkan kinerjanya agar bisa menstabilkan rasio Total Asset Turn pengelolaan modal pinjaman untuk membiayai Over (TATO). aktiva perusahaan masih dalam kondisi aman. Equity to Total Assets Ratio hal ini dikarenakan rasio Equity to Total TATO pen-dapatan. Rasio ini digunakan untuk mengukur Assets Ratio dalam lima tahun terakhir tidak seberapa besar sumber pendanaan yang pernah melebihi angka 50%. Oleh karena itu untuk menjaga kinerja keuangan perusahaan Berdasarkan perhitungan diatas, diketahui bahwa Equity to Total Assets Ratio PT Kimia pinjaman untuk kemajuan perusahaan. Farma (Perser. Tbk periode 2013-2020 mengalami kondisi stabil, hal ini dikarenakan Total Aset perusahaan mengalami kenaikan KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat 296 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 ditarik kesimpulan bahwa, hasil perhitungan dinilai yatu : ROI. Cash Ratio. Current Ratio, yang diperoleh dari delapan indikator rasio Collection periods, perputaran persediaan dan dalam kinerja aspek keuangan berdasarkan TATO mendapatkan nilai skor tertinggi. Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor : Sementara untuk 2 . indikator yang lain KEP-100/MBU/2002 untuk menilai tingkat yaitu ROE mendapatkan nilai 18 dan Equity to kesehatan dalam aspek keuangan pada PT Total Assets Rasio masih bertahan di skor Kimia Farma (Perser. Tbk dari tahun 2013 yang sama yaitu 8,5. Pada tahun 2016, sampai dengan 2020 dapat disimpulkan sebagai berikut: mendapatkan predikat Auay dengan total skor Pada tahun 2013, perusahaan dalam 64,5. Hasil ini diperoleh karena 5 . keadaan SEHAT dan mendapatkan predikat indikator yang dinilai yaitu : ROI. Cash Ratio. Auay dengan total skor 66. Hasil ini Current Ratio. Collection periods dan TATO diperoleh karena 6 . indikator yang mendapatkan nilai skor tertinggi. Sementara dinilai yatu : ROI. Cash Ratio. Current untuk 3 . indikator lain yaitu ROE Ratio, mendapatkan nilai 16 hasil ini menurun Collection persediaan dan TATO mendapatkan nilai skor tertinggi. Sementara untuk 2 . Perputaran persediaan mendapatkan nilai 4,5 indikator yang lain yaitu ROE mendapatkan hasil ini menurun dibanding dengan tahun nilai 18 dan Equity to Total Assets Rasio sebelumnya dan Equity to Total Assets Rasio mendapatkan nilai 8 tidak berhasil mencapai mendapatkan nilai 9. nilai skor tertinggi. Pada tahun 2017, perusahaan dalam Pada tahun 2014, perusahaan dalam keadaan SEHAT dan mendapatkan predikat keadaan SEHAT dan mendapatkan predikat Auay dengan total skor 64,5. Hasil ini Auay dengan total skor 66,5. Hasil ini diperoleh karena 5 . indikator yang diperoleh karena 6 . indikator yang dinilai yaitu : ROI. Cash Ratio. Current Ratio, dinilai yatu : ROI. Cash Ratio. Current Collection periods dan TATO mendapatkan Ratio, nilai skor tertinggi. Sementara untuk 3 . persediaan dan TATO mendapatkan nilai indikator lain yaitu ROE mendapatkan nilai skor tertinggi. Sementara untuk 2 . Perputaran persediaan mendapatkan nilai indikator yang lain yaitu ROE mendapatkan 4,5 dan Equity to Total Assets Rasio nilai 18 dan Equity to Total Assets Rasio mendapatkan nilai 9. mengalami kenaikan sebesar 8,5. Pada tahun 2018, perusahaan dalam Pada tahun 2015, perusahaan dalam keadaan AuSEHATAy dan mendapatkan predikat keadaan SEHAT dan mendapatkan predikat Auay dengan total skor 64,5. Hasil ini Auay dengan total skor 66,5. Hasil ini diperoleh karena 6 . indikator yang diperoleh karena 6 . indikator yang dinilai yaitu Cash Ratio. Collection keadaan SEHAT dan Current Ratio, 297 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Collection periods. TATO dan Equity to Total Assets Rasio mendapatkan nilai skor Sementara untuk 2 . indikator lain yaitu ROE mendapatkan nilai 16 dan ROI mendapatkan nilai 13,5 hasil ini Pada tahun 2019, perusahaan dalam AuKURANG SEHATAy mendapatkan predikat AuBBAy dengan total Hasil ini diperoleh karena 8 . indikator yang dinilai mengalami penurunan secara signifikan. Pada tahun 2020, perusahaan dalam AuKURANG SEHATAy mendapatkan predikat AuBB: dengan total skor 32,5. Hasil ini diperoleh karena 8 indikator yang dinilai mengalami DAFTAR PUSTAKA