Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 PENGARUH MEREK DAN STANDARDISASI MUTU TERHADAP DAYA SAING PRODUK MAKANAN BERBASIS UMKM DI SIDOARJO Muhafidhah Novie* dan Zulifah Chikmawati Program Studi Manajemen. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo *e-mail: muhafidhahnovie. unusida@gmail. Abstract The purpose of the study are to know Brand and Quality Standardization simulteanously and partiality to the Competitiveness of foods product base on UMKM. The reaserch method used quantitative methode, instrument testing with validity, reliability, normality, homoscedasticity and multicolinierity test. Incidental sampling with 50 food entrepreneur based on UMKM in Sidoarjo. Data analysis using SPSS program (Statistic Package for Social Scienc. The analysis result shows that there is a significant positive influence of variable X1 (Bran. and variable X2 (Quality Standardizatio. to variabel Y ( Competitivenes. Multiple linier equalition Y = 0,344 0,319X1 0,604X2. The result of regression test with F test that influence variable X1 and variable X2 simultaneous to variable Y is significant where the value of F arithmetic equal to 530 > Ftabel value that is 2. The effect of Quality Standardization is greater than Brand. This is need to be further reaserch on other factor that influence competitiveness such as innovation, technology and human resources. Keywords: Brand. Quality Standardization. Competitiveness. UMKM. Abstrak Tujuan penelitian mengetahui pengaruh merek dan standardisasi mutu secara simultan dan parsial terhadap daya saing produk makanan berbasis UMKM. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengujian instrumen dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homoskedastisitas, dan multikolinieritas. Incidental sampling sebanyak 50 orang pengusaha makanan berbasis UMKM di Sidoarjo. Analisis data menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Scienc. Hasil analisa data menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan positif variabel X1 (Mere. dan variabel X2 (Standardisasi Mut. , terhadap variabel Y (Daya Sain. Persamaan linier berganda Y = 0,344 0,319X1 0,604X2. Hasil pengujian regresi berganda dengan uji F bahwa pengaruh variabel X1, variabel X2 secara simultan terhadap variabel Y, hasilnya signifikan dimana nilai F hitung sebesar 109,530 > nilai Ftabel yaitu 2,13. Pengaruh standardisasi mutu terhadap daya saing lebih besar dari merek. Perlu adanya penelitian lanjutan terhadap faktor lain yang mempengaruhi daya saing seperti inovasi, teknologi dan sumber daya manusia. Kata kunci: Merek. Standardisasi Mutu. Daya Saing . UMKM. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 PENDAHULUAN Asian Economic Community (AEC) telah resmi diberlakukan pada tanggal 31 Desember 2015. Tujuan MEA adalah menciptakan masyarakat ASEAN yang stabil, sejahtera dan sangat kompetitif. Implikasinya adalah pasar yang terbuka luas untuk arus barang, jasa, tenaga kerja, dan investasi antar negara ASEAN. Faktanya Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga berpotensi menjadi target pasar barang dan jasa dari negara ASEAN. Arus perdagangan bebas tidak bisa dihindari, siap tidak siap pengusaha UMKM harus bisa meningkatkan daya saing produk agar unggul dan mampu berhadapan dengan produk luar. Seperti dalam kutipan berikut,"Pemberlakukan kebijakan MEA merupakan tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM dan Koperasi di negara-negara ASEAN. Persaingan produk dan jasa antara negara ASEAN akan diuji di sini," menurut Sjarifuddin Hasan (Antara News. Com, 15 April 2. Berdasarkan penelitian Tambunan dan Nasution, . , bahwa dewasa ini hampir semua pemerintah daerah telah mengembangkan produk atau komoditas unggulan daerah. Kriteria produk unggulan adalah menggunakan bahan baku lokal, sesuai dengan potensi dan kondisi daerah, memiliki pasar yang luas, mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, merupakan sumber pendapatan masyarakat, volume produksi yang cukup besar dan kontinyu, merupakan ciri khas daerah, memiliki daya saing relatif tinggi, dan dapat memacu perkembangan komoditas yang Penetapan produk unggulan tentu juga harus didasarkan pada keunggulan bersaing produk tersebut dibandingkan dengan produk sejenis di luar daerah atau bahkan produk sejenis di pasar Jika upaya mengembangkan komoditas unggulan tersebut dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka tidak mustahil nantinya akan muncul komoditas daerah yang mempunyai daya saing di pasar internasional. Dalam dunia bisnis nilai yang terkandung di dalam suatu produk juga merupakan elemen penting yang dapa meningkatkan daya saing produk yang Namun, sudah banyak pengusahapengusaha yang mengalami pergeseran pengertian nilai dari suatu produk, seperti halnya kualitas. Nilai suatu produk tidak lagi dapat ditentukan dari kualitas yang baik maupun harga yang murah saja. Tetapi juga ditentukan oleh sederetan faktor penentu nilai seperti, kamudahan di dalam proses pembelian yang terkait dengan ketersediaan barang dari suatu Dapat disimpulkan bahwa pengertian daya saing adalah kemampuan suatu usaha untuk mampu menghasilkan produk atau jasa yang dapat menciptakan nilai dan mampu bertahan dan menghadapi tantangan persaingan. Untuk membedakan antara produk yang satu dengan produk sejenis lainnya diperlukan Setiap sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2001 tentang Legalitas merek akan berimplikasi memperkenalkan barang dan membuka peluang ekspor. Disamping itu juga bertujuan melindungi konsumen, karena mendapatkan produk yang dibutuhkan. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 American Marketing Association mendefinisikan merek sebagai Aunama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan mereka dari para Merek adalah produk atau jasa yang dimensinya mendiferensiasikan merek tersebut dengan beberapa cara dari produk atau jasa lainnya yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama. (Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, 2009: . Merek adalah suatu yang secara nyata menciptakan sejumlah tertentu kesadaran, reputasi, keutamaan dan sebagainya di Merek adalah suatu yang yang berdiam didalam benak konsumen. Merek lebih dari sekedar nama dan logo, melainkan janji suatu organisasi kepada pelanggan untuk memberikan apa yang menjadi prinsip merek itu tidak hanya manfaat fungsional , tetapi juga manfaat emosional, ekspresi diri, dan sosial. (Christina Ariadne Sekar Sari,2017. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Rahab . 9: . , menyatakan bahwa merek adalah kelengkapan suatu produk, jadi produk mesti punya merek. Kalau tidak punya, maka konsumen sulit mencari kembali produk tersebut. Manajemen merek merupakan proses keputusan-keputusan merefleksikan prinsip-prinsip merek. Manajemen merek merupakan salah satu jawaban atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi UKM dalam aspek Pada UKM, manajemen merek belum menjadi prioritas dalam kegiatan bisnisnya sehinga peran pemilik menjadi sangat penting baik secara memprioritas pengelolaan merek dalam kegiatan bisnis. Dalam pengembangan merek untuk UKM diperlukan penggabungan antara peran manajemen merek dalam organisasi sebagai faktor internal dan brand recognition sebagai faktor eksternal. Dalam mengembangkan merek ada 4 . tahapan yang meliputi : Beginning and underprivileged Brand, emerging brand, establised brand, historic Agar penerapan manajemen merek efektif dan sesuai dengan yang diharapkan, disarankan bagi pemilik UKM untuk mempertimbangkan tipe dan strategi bisnisnya. (Rahab, 2009: . Produk yang berkualitas sekalipun jika tidak mempunyai merek, akan menjadi produk yang tidak mempunyai Merek merupakan salah satu sumberdaya yang yang dapat menjadi keunggulan kompetitif perusahaan karena termasuk sumberdaya yang intangible yang sulit dianalisis dan di tiru oleh pesaing (Christina Ariadne Sekar Sari, 2017:. Standarisasi mutu produk akan memperkuat produk dalam negeri dalam bersaing dengan produk negara-negara ASEAN. Berdasarkan penelitian Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) 2013 pada 1. unit usaha di 18 provinsi menunjukkan hanya 24,14% yang memenuhi standar keamanan pangan, 24,8% memenuhi standar keamanan pangan dan 51,08% Kebijakan-kebijakan standarisasi mutu produk seperti SNI, sertifikasi halal dan PIRT sudah dilakukan oleh pemerintah akan tetapi implementasi pelaksanaan ini belum Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Ada banyak persoalan yang menyebabkan pelaksanaan standarisasi produk menjadi tidak maksimal, yaitu ketidaksiapan pemerintah. Selain juga kurangnya kesadaran pelaku UMKM dan hambatan struktural seperti standarisasi/sertifikasi yang mahal dan prosedur yang berbelit-belit. Bahkan dari kesiapan pemerintah dapat dilihat bahwa tidak semua pemerintah daerah memiliki anggaran yang cukup di dalam proses penyiapan standarisasi produk ini. UMKM diharapkan mampu bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Melalui kegiatan perkuatan UMKM dalam pemenuhan standar keamanan dan mutu produk pangan UMKM, kebutuhan peningkatan keamanan dan mutu produk pangan UMKM sehingga perlu dilaksanakan secara terkoordinasi diantara semua pemangku kepentingan. Standar dan regulasi merupakan salah satu aspek penting dalam perdagangan produk pangan pada era MEA 2015. Dinas Kesehatan. Badan POM dan MUI bersama sama dengan dukungan dari instansi terkait menyiapkan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan daya saing produk UMKM melalui bimbingan teknis implementasi standar mutu dan keamanan pangan UMKM. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing, namun masih menggunakan merek dan standardisasi pemahaman tentang pentingnya Merek dan Standardisasi Mutu produk terhadap daya saing. Dari uraian diatas maka standarisasi mutu pada produk makanan yang berbasis UMKM di Wilayah Sidoarjo sebagai kota UMKM. Oleh karena itu maka penelitian ini akan AuPengaruh Merek Standardisasi Mutu Terhadap Daya Saing Produk Makanan Berbasis UMKM di SidoarjoAy. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh Merek dan Standardisasi Mutu baik secara simultan dan parsial terhadap daya saing produk makanan berbasis UMKM di Sidoarjo. METODE PENELITIAN Sampel dalam penelitian ini adalah pengusaha makanan berbasis UMKM sebanyak 50 orang pengusaha, yang merupakan anggota asosiasi makanan dan minuman Sidoarjo, dan juga pengusaha binaan Klinik Usaha Mikro Dinas koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo. Responden dalam penelitian ini dapat dideskripsikan dalam dua karakter yaitu karakteristik berdasarkan jenis kelamin dan karakteristik berdasarkan rentang Karakteristik berdasarkan jenis kelamin dapat dijelaskan dalam tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Frequ Per Valid Cumula cen Perce tive Percent Laki-laki Perempuan Total 50 100 100 Tabel 1 menjelaskan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 12 orang . %) dan perempuan 38 orang . %). Adapun pengumpulan data diambil dengan menggunakan kuesioner dan wawancara kepada responden. Skala penyusunan kuesioner penelitian ini Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 menggunakan skala ordinal atau skala Linkert, yaitu skala yang berisi lima tingkat preferensi jawaban dengan pilihan sebagai berikut: Selanjutnya dilakukan pengukuran reliabilitas guna mengukur tingkat 1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Ragu-ragu atau Netral 4 = Setuju 5 = Sangat Setuju (Imam Ghozali, 2013: . Pernyataan jawaban responden tidak setuju sampai dengan sangat setuju dibuat skala Linkert dimulai dari angka 1 sampai Analisis terhadap data yang menggunakan uji regresi linier berganda, dengan persamaan sebagai berikut. Jumlah Persen Laki-laki Perempuan Gambar 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin (Sumber: Asmaminda, hasil Penelitian, 2. Y = a b1X1 b2X2 e Keterangan : Jumlah Persen 25-30 31-35 36-40 41-45 tahun tahun tahun tahun tahun ke atas Y = Skor responden dari Y . ariabel nilai Y/ variabel terika. a = Nilai Konstan variabel Y b = Koefisien arah regresi X = Variabel nilai X . ariabel / variabel e = nilai error Gambar 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Rentang Usia (Sumber: Asmaminda, hasil Penelitian, 2. Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Rentang Usia Frequ Perc Valid Cumula ent Percent Percent Total Sebelum dilakukan analisa, terlebih dahulu dilakukan pengukuran validitas dan reliabilitas. Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen . lat uku. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan, sehingga dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Muslich Anshori dan Sri Iswati, 2009: Nilai kevaliditasan suatu data atau butir pertanyaan berdasarkan nilai rProduct Moment. Pedoman = rhitung > rProduct Moment Tabel 2 menjelaskan bahwa karakteristik berdasarkan rentang usia 25 Ae 30 tahun sebanyak 4 orang . %), rentang usia 31 Ae 35 tahun sebanyak 8 orang . %), rentang usia 36 Ae 40 tahun sebanyak 18 orang . %), rentang usia 41 Ae 45 tahun Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 sebanyak 14 orang . %) dan rentang usia 46 tahun ke atas sebanyak 6 orang . %). Penelitian ini dilakukan di wilayah Sidoarjo. Tanggulangin. Krian. Sidoarjo. Candi. Tulangan. Sedati. dengan probabilitas nilai sigifikansi sebesar 0,231 > 0,05 sehingga variabel ini memiliki distribusi yang normal. Nilai KS pada variabel X2 (Standardisasi Mut. yaitu sebesar 1,272 dengan probabilitas nilai sigifikansi sebesar 0,079>0,05 variabel ini memiliki distribusi yang normal, nilai K-S pada variabel Variabel Y (Daya Sain. yaitu sebesar 1,010 dengan probabilitas nilai sigifikansi sebesar 0,260 > 0,05 sehingga variabel ini distribusi yang normal. HASIL DAN DISKUSI Uji analisis terhadap variabel Daya Saing yang meliputi Merek dan Standardisasi Mutu masing-masing diukur dengan menggunakan delapan pertanyaan. Demikian pula variabel Daya Saing diukur dengan delapan pertanyaan. Mengacu pada pendapat Nunnally, 1994, suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha A A 0,70 (Imam Ghozali, 2013:. Dari pengujian validitas dapat diketahui bahwa kuesioner yang diajukan kepada responden baik variabel bebas maupun variabel terikat dinyatakan valid karena nilainya lebih besar dari nilai tabel sebesar 0,273. Sedangkan hasil pengujian reliabilitas didapatkan Cronbach Alpha semua variabel yang diuji lebih besar dari 0,70. Sehingga data yang diajukan dalam penelitian ini reliabel dan dapat digunakan sebagai data pada penelitian Hasil uji validitas variabel Merek dengan 8 butir pertanyaan, ternyata nilai rhitung 8 butir pertanyaan tersebut lebih besar dari pada rProduct Moment yaitu 0,273, sehingga butir pertanyaan 1 sampai butir pertanyaan 8 tersebut dapat dijadikan instrumen penelitian. Kriteria pengujian bahwa jika A 0,05 berdistribusi normal, sedangkan jika probabilitas A 0,05 menunjukan data tidak Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai K-S pada variabel X1 (Mere. sebesar 1,039 Tabel 3. One-Sample KolmogorovSmirnov Test MEREK Normal Parametersa,b 4,0940 ,34547 ,147 ,084 -,147 1,039 ,231 Mean Std. Deviation Absolute Most Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. STANDARISASI MUTU 4,1100 ,36267 ,180 ,124 -,180 1,272 ,079 DAYA SAING 4,1340 ,34912 ,143 ,091 -,143 1,010 ,260 Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : hasil penelitian 2017 Pengujian regresi penelitian menunjukan hasil sebagai berikut: Tabel 4. Persamaan Regresi Linier Variabel Konstanta Merek (X. Standarisasi Mutu (X. R = 0,907 Koefisien Regresi 0,344 0,319 0,604 R2 = 0,823 Beta Sig 0,316 0,628 0,194 0,006 0,000 F = 109,530 Sig. 0,000 Sumber: Hasil Penelitian, 2017 Persamaan regresi linier berganda Unstandardized Coefficients yaitu pada kolom B, di mana dari nilai yang ada pada tersebut dapat dibuat persamaan regresi linier berganda/simultan yaitu: Y = 0,344 0,319X1 0,604X2 Untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh variabel X1 (Mere. , variabel X2 (Standardisasi Mut. terhadap Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Tabel 5. Model Summaryb variabel Y (Daya Sain. maka dilakukan uji signifikansi terhadap koefisien regresi variabel X1 (Mere. dan variabel X2 (Standardisasi Mut. terhadap variabel Y (Daya Sain. dengan melihat Fhitung dan atau probabilitas (Sign. Berdasarkan data hasil menjelaskan bahwa: Dalam persamaan regresi linier berganda Y = 0,344 0,319X1 0,604X2 memiliki nilai konstanta a = 0,344 dengan Fhitung = 109,530 dan probabilitas Sig. = 0,000, nilai probabilitas Sig. lebih kecil dari pada taraf uji . ,000 < 0,. , maka H0 ditolak dan Ha diterima atau dibandingkan dengan Ftabel. Dalam persamaan regresi linier berganda Y = 0,344 0,319X1 0,604X2 memiliki nilai konstanta a = 0,344 juga memiliki nilai R sebesar 0,907 dan R2 senilai 0,823. Change Statistics Adjust Std. Error ed R of the Square Square Square Estimate F Change df1 df2 Change ,907a ,823 ,816 ,14982 ,823 109,530 DurbinWatson Sig. Change ,000 2,222 Predictors: (Constan. STANDARDISASI MUTU. MEREK Dependent Variable: DAYA SAING Sumber: Hasil Penelitian, 2017 . Nilai rata-rata X1 (Mere. dengan jumlah dan nama responden yang sama adalah 4,0940 dimana nilai ini termasuk dalam kategori AubaikAy. Nilai rata-rata variabel X2 (Standardisasi Mut. dengan jumlah dan nama responden yang sama adalah 4,1100 dimana nilai ini termasuk dalam kategori AubaikAy. Nilai rata-rata variabel Y (Daya Sain. dengan jumlah dan nama responden yang sama adalah 4,1340 dimana nilai ini termasuk dalam kategori variabel Y (Daya Sain. "baik". Hal ini diterangkan dalam output SPSS ditunjukkan pada tabel descriptive statistica. Tabel 6. Descriptive Statistics Hasil pengujian regresi linier berganda dengan uji F bahwa pengaruh variabel X1 (Mere. dan Variabel X2 (Standardisasi Mut. secara simultan terhadap variabel Y (Daya Sain. ternyata signifikan yaitu nilai Fhitung lebih besar nilai Ftabel = 2,13. Pengaruh kedua variabel dependen di atas terhadap variabel independen adalah sebagai . Nilai R Square/R2 sebesar 0,823 yang berarti setiap perubahan nilai variabel (Daya Sain. dijelaskan oleh variabel independen (Merek dan Standardisasi Mut. secara simultan sebesar 82,3% dan sisanya 17,7% independen lain, diluar variabel Merek dan Standardisasi Mutu. DAYA SAING MEREK STANDARISASI MUTU Mean 4,1340 4,0940 4,1100 Std. Deviation ,34912 ,34547 ,36267 Sumber: Hasil Penelitian, 2017 Tabel 7. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 4,917 2 2,459 109,530 ,000b 1 Residual 1,055 ,022 Total 5,972 Dependent Variable: DAYA SAING Predictors: (Constan. STANDARISASI MUTU. MEREK Sumber: Hasil Penelitian, 2017 . Berdasarkan uji regresi simultan yaitu nilai Fhitung sebesar 109,530 nilai ini selanjutnya dikonsultasikan dengan tingkat signifikansi nilai yang ditetapkan yaitu 0,000 ternyata nilai Fhitung lebih besar daripada Ftabel yaitu 2,13. Ternyata hasilnya pengaruh Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 variabel X1 (Mere. , dan variabel X2 (Standardisasi Mut. secara simultan terhadap variabel Y (Daya Sain. Sebagaimana dijelaskan output pada tabel 7. pengaruh variabel variabel X2 (Standardisasi Mut. terhadap variabel Y (Daya Sain. lebih besar dari pada Merek. DAFTAR PUSTAKA