Gambaran Burnout Pada Anggota Polisi Polres Sikka ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . Gambaran Burnout Pada Anggota Polisi Polres Sikka Renata Lodhu Rai Sia1 . Debi Anggelina Br Barus2 Program Studi Psikologi. Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial. Universitas Nusa Nipa. Email Coresponden : resnaraisia@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat bronout pada anggota polisi polres sikka. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota polisi yang berjumlah 247 orang. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Teknik penggumpulan data menggunakan dimensi bronout dan analisis data menggunakan program SPSS Dan Excel. Hasil penelitian didapatkan hampir semua anggota polisi mengungkap bronout level sedang. Jika dilihat dari masing-masing ketiga dimensi bronout , hampir seluruh anggota 55 ( 59,78%,), merasakan kelelahan emosional, sebagian besar anggota polisi Sementara itu bronout dengan kategori rendah sebesar 26,09% berjumlah 24 orang, sedangkan sisanya berada pada kategori Tinggi dengan presentase 14,13% berjumlah 13 Berdasarkan hasil penelitian bahwa bronout anggota polisi polres sikka berada pada karegori sedang. Kata Kunci: Burnout. Anggota polisi Abstract This study aims to determine the description of the level of brunout in sikka police officers. This study uses descriptive quantitative research. The population in this study were all 247 police In this study sampling using purposive sampling. Data collection techniques using bronout dimensions and data analysis using SPSS and Excel programs. The results showed that almost all police officers revealed a moderate level of bronout. When viewed from each of the three dimensions of bronout, almost all 55 members . 78%,), feel emotional exhaustion, most of the police officers meanwhile bronout with a low category of 26. 09% totaling 24 people, while the rest are in the High category with a percentage of 14. 13% totaling 13 people. Based on the results of the study that bronout members of the sikka police force are in the medium category. Keywords: Burnout. Police Members PENDAHULUAN Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polr. merupakan salah satu instusi yang Masyarakat, melakukan penegakan hukum. Masyarakat Tugas dan tanggung jawab kepolisian terus berjalan dan berkembang sejalan dengan pertumbuhan dan kebutuhan msayarakat Indonesia. Polri memiliki sejumlah misi, salah satunya mendukung tugas operasional polri (Divis. dengan menyediakan sumber daya manajemen yang profesional, transparan, akuntabel dan moderen. Menjadi seorang polisi merupakan pekerjaan yang sulit 103 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi dan berbahaya, mereka dinilai memiliki standar yang lebih tinggi dibandingkan dengan warga biasa karena harus menjadi pemecahan masalah Ketika terjadi konflik di Masyarakat (Adegbile, 2017:. Polres Sikka merupakan salah satu Lembaga kepolisian yang berada di Kabupaten Sikka yang memberikan pelayanan pada berbagai kasus selama 7x24 jam yang ditangani oleh berbagai divisi. Setiap divisi memiliki tanggung jawab dan tugasnya masing-masing. Tugas-tugas yang dilakukan oleh anggota polisi sebagai berikut: . Seksi pengawasan: pengawasan terhadap bidang pembinaan operasional atas aspek perencanaan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025 Gambaran Burnout Pada Anggota Polisi Polres Sikka . Seksi profesi dan Pelayanan, pemantauan, dan pembinaan. Divisi SDM: pelaksanaan pembinaan karier pegawai, pembinaan jasmani dan Rohani, pembinaan . Divisi barang atau jasa, penyusunan jadwal Pembangunan penyimpananan, pemelihara, pengumpulan dan pengelolah data serta penyajiandan dokumentasi kegiatan logistic. divisi hubungan Masyarakat: pengumpulan dan informasi,penerapan, pengelolaan manajemen media untuk pemantauan media. divisi hukum: pelayanan, pemberian pendapat dan saran hukum, penyuluhan, pembinaanhukum dan pengembangan hukum. divisiteknologi pelayanan, dan penyelenggaraan koordinasi dan penggunaan teknologi. divisi umum: pelayanan dan pembinaan admistrasi, serta pelayanan markas. divisi pelayanan polisi Masyarakat, pengendalian dan pelayanan Masyarakat melalui surat dan media komunikasi. divisi biro reskrim PPA polres Sikka: penanganan kasus bagi anak, prosedur introgasi yang sesuai, pendam pingan hukum, kolaborasi dengan Lembaga lain, dan penan ganan kasus bagi pelaku. Bekerja sebagai polisi merupakan pekerjaan yang dipenuhi dengan berbagai tuntutan yang dimana tuntutan itu berasal dari tempat kerja maupun diluar lingkungan kerja Oleh karena itu. Beban dan tanggung jawab tersebut menimbulkan dampak negative, secara fisik maupun psikologis. Salah satu 104 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . dampak psikologis akibat besarnya tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien dapat menimbulkan gejala job burnout (Kusuma, 2. Burnout adalah kondisi dimana seseorang kehilangan energi psikis maupun fisik, biasanya hal itu disebabkan oleh situasi kerja yang tidak mendukung atau tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan. Anggota polisi polres sikka juga mengalami Burnout. Fenomena bronout di Polres sikka dikuatkan oleh berapa hasil wawancara dan juga observasi yang telah dilakukan dari berbagai defisi yang berbeda-beda. Hasil observasi yang peneliti lakukan pada tempat penelitian yaitu pada salah satu difisi PPA dengan memperoleh hasil: dalam pelaksanaan tugas di lapangan mereka tidak memiliki ketentuan jam kerja. Mereka juga dituntut untuk selalu tetatap bersiaga bekerja sekalipun dalam hari libur. terdapat satu kejadian dimana adanya laporan terjadinya Kasus persetubuhan anak dibawah umur disalah satu Kelurahan, pemberian perlindungan harus dilakukan secepatnya setelah pengaduan Oleh sebab itu. Petuga PPA dituntut untuk bersiaga 24jam. Petugas PPA juga harus melakukanti gaperanda lam satu hari,yaitu sebagai ibu rumah tangga, dan petugas PPA. Mereka juga sering mengalami kelelahan, muda marah, dan bahkan sampai jatu sakit akibat terlalu forsi dalam bekerja. Hal ini juga didukung oleh berapa hasil wawancara yang dilakukan hasil wawancara pada seorang Anggota Polisi Devisi SDM yang berinisial J Beliau merasa tubuhnya sangat lelah karena jadwal kerja yang tidak teratur, tugas malam hari, keigatan PAM dan sering menghadapi situasi darurat. Kurangnya waktu tidur dan istirahat bahkan setelah libur. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun, dan beliau sering mengalami kelelahan untuk Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025 Gambaran Burnout Pada Anggota Polisi Polres Sikka Menghadapi situasi berat seperti tuntuan pekerjaan yang sangat padat dan harus menbagi waktu untuk keluarga maupun dalam pekerjaan, sulit menunjukkan empati, atau merasa hampa. Kondisi ini juga mepengaruhi hubungan dengan rekan kerja, keluarga, dan orang terdekat. Tuntutan untuk selalu waspada dan mengambil keputusan cepat membuat beliau pikiran sering sulit berkonsentrasi, daya ingatnya menurun, dan kadang merasa bingung saat mengambil keputusan yang mengakibatkan kondisi ini juga menurunnya kualitas pekerjaannya. Hasil wawancara pada seorang Anggota Polisi pada devisi SDM berinisial N yang mengatakan Sebagai anggota polisi. Beliau juga merasa lelah fisik karena harus bekerja dalam waktu yang panjang tanpa cukup istirahat, terutama saat operasi besar atau pengamanan acara penting. Aktivitas seperti patroli lama di bawah terik matahari atau bergerak cepat dalam situasi darurat sangat menguras energi. Akibatnya, beliau sering merasa kelelahan,bahkan setelah Beliau juga merasa emosinya terganggu karena sering menghadapi konflik masyarakat atau kerusuhan. Kadang, beliau merasa tidak berdaya ketika tidak bisa membantu mengatur waktu pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan maupun dalam surat Hal ini membuatnya lebih sensitif, terutama saat menghadapi masalah serupa berulang kali. Beliau merasa beban mentalnya berat karena harus selalu berpikir cepat dan profesional dalam segala situasi. Kadang, beliau sulit fokus, mudah lupa, dan merasa cemas sebelum atau sesudah bertugas. Bahkan saat libur, pikirannya tetap sulit untuk benarbenar beristirahat. Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder 5 (DSM-. disebutkan bahwa gejala burnout adalah gejala 105 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . somatik yang ditandai dengan sensasi berat dan keluhan yang diakibatkan AugasAy, terlalu banyak panas dalam tubuh, atau sensasi seperti terbakar di kepala adalah contoh gejala yang Gejala somatik adalah serangkaian kondisi psikologis yang menyebabkan satu atau lebih gejala pada tubuh, seperti rasa sakit atau kelelahan (RSUD Sawahlunto, n. Gejala somatik dapat dikaitkan dengan pekerjaan, tekanan lingkungan, penyakit medis umum, dan menekan perasaan marah dan dendam atau fenomena spesifik budaya tertentu Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan terjadinya burnout pada anggota kepolisisn yaitu Tuntutan pekerjaan dapat berupa psikologis, fisik, sosial dan organisasi (Hestya & Mulyana, 2. Salah satu faktor sosial yang mempengaruhi burnout adalah kondisi lingkungan kerja. kurangnya dukungan dari atasan, beban kerja berlebihan, dan kurangnya penghargaan terhadap hasil kerja, dapat memperburuk kondisi psikologis karyawan. Selain itu, adanya persaingan yang kurang sehat antara sesama rekan kerja merupakan suatu kondisi lingkungan kerja psikologi yang dapat mempengaruhi munculnya burnout pada diri karyawan ((Hestya & Mulyana, 2. Ketidak sesuaian antara apa yang diharapkan oleh anggota kepolisian dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan masyarakat terhadap mereka juga dapat menimbulkan Dimensi burnout Menurut Maslach & Jackson. Burnout terdiri dari tiga dimensi yaitu . kelelahan emosional ketika individu merasa terkuras secara em osional karena banyaknya tuntutan pekerjaan. Pada dimensi ini, akan muncul perasaan frustasi, putus asa, sedih, tidak berdaya, tertekan, apatis terhadap pekerjaan dan merasa terbelenggu oleh tugasVolume 8 Nomor 1 Tahun 2025 Gambaran Burnout Pada Anggota Polisi Polres Sikka tugas dalam pekerjaan sehingga seseorang merasa tidak mampu memberikan pelayanan secara psikologis. depersonalisasi adalah coping . roses mengatasi ketidakseimbangan antara tuntutan dan kemampuan individ. yang dilakukan individu untuk mengatasi kelelahan emosional. Reduced Personal Accomplishment. Aspek ini ditandai dengan adanya perasaan tidak puas terhadap diri sendiri, pekerjaan, dan bahkan kehidupan, serta merasa bahwa ia belum pernah melakukan sesuatu yang bermanfaat. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota polisi Polres Sikka yang berjumlah 273 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 92 orang dengan menggunakan teknik purposive Penelitian ini dilakukan dari tanggal 2 November- 3 Desember 2024. Alat ukur yang dugunakan adalah dengan menggunkan Dimensi bronout dengan jumlah 16 item. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pengujian validitas yang telah dilakukan pada 16 item dengan memperoleh hasil bahwa 15 item valid dan 1 item tidak valid. Item yang tidak valid terdapat pada nomor 13. Dan pengujian reliabilitas diperoleh hasil 0,875 dan mempunyai ketegori reliebel dan layak untuk dijadikan alat ukur hal ini dikarenakan hasil pengujian memenuhi ketentuan nilai Cronbach Alpha > 0,6 (Priyanto, 2. Reliability Burnout Cronbach's Alpha Cronbach's Based on Standardized Alpha Items N of Items Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hasil uji reliabilitas pada skala burnout sebesar 0. 875 dengan kriteria 106 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . Nilai reliabeilitas pada skala tersebut mendekati angka 1 sehingga skala tersebut layak dijadikan alat ukur dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji reliabilitas dan validitas yang telah dilakukan diperoleh kategori hasil dari penelitian sebagai acuan untuk menggambarkan tingkat burnout anggota Ketegorisasi tersebut dihitung dengan menggunakan rumus: Kelas interval = jumlah tertinggiAejumlah terendah banyak kelas interva = 48 Ae 16 = 32 = 11 Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diperoleh hasil kategorisasi sebagai berikut: Tabel 2. Kategorisasi secara keseluruhan Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa gambaran burnout pada anggota polisi, kategori tinggi berjumlah 13 orang sebesar 14,13%, kategori sedang berjumlah 55 orang sebesar 59,78%, dan kategori rendah berjumlah 24 orang sebesar 26,09%. Hal ini berarti bahwa gambaran burnout pada anggota polisi berada pada kategori sedang. Berikut penulis sajikan chart gambaran burnout: Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025 Gambaran Burnout Pada Anggota Polisi Polres Sikka BURNOUT TINGGI SEDANG TINGGI RENDAH 14,13% 26,09% RENDAH SEDANG 59,78% Kemudian dilakukan pengujian berdasarkan dimensi burnout pada anggota polisi, hasilya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Dimensi Min Max Mean Kelelahan Coping Reduce Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut: Dimensi Bronout kelelahan emosi memiliki nilai mean sebesar dengan standar deviasi sebesar 1. nilai minimun sebesar 3. 00 dan nilai maksimun sebesar 12. Dimensi Bronout coping memiliki nilai mean sebesar 10. 4565 dengan standar deviasi sebesar 3. 08279, nilai minimun 00 dan nilai maksimun sebesar Dimensi Bronout reduce memiliki nilai mean sebesar 11. 1522 dengan standar deviasi sebesar 3. 04881, nilai minimun 00 dan nilai maksimun sebesar Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa secara keseluruhan Tingkat Bronout pada anggota Polisi berada pada Tingkat sedang yakni 59,78%, dengan jumlah 55 107 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . Tingkat burnout sedang merupakan kondisi dimana individu mengalami kondisi kelehan secara mental, emosional dan fisik. Anggota polisi dengan Tingkat bronout sedang cenderung menunjukan perilaku tertentu yang emosional mereka dan menunjukan beberapa perilaku seperti: . Tanda-tanda fisik . Perubahan Emosional . emas atau tegang : Merasa gelisah saat bekerja meskipun dalam situasi yang tidak berbahaya, . Hubungan sosial yang terpengaruh . onflik interpersonal : mudah tersinggung atau berselisih dengan orang lain, . perilaku fisik . elelahan secara fisik seperti selalu merasa lelah, tetapi mereka mampu melakukan semua pekerjaanya dengan baik sehingga Tingkat bronout yang mereka alami tidak terlalu tinggi. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Penelitian Ans dan Nele . menemukan bahwa individu yang mampu mengelolah karirnya dengan baik, akan membawa individu tersebut pada suatu keberhasilan dalam meningkatkan karirnya sehingga individu tersebut tidak akan mengalami stres yang berkepanjangan dan akan mengur angi tingkat Jadi ketika seseorang memiliki sikap terhadap pengembangan karir yang cenderung positif, maka orang tersebut akan memikirkan bahwa karirnya akan berkembang dan kemungkinan orang tersebut memiliki burnout yang rendah. Sebaliknya ketika orang pengembangan karir yang cenderung negatif, maka orang tersebut akan memiliki pemikiran bahwa untuk mengembangkan karirnya sangat susah dan hal inilah yang membuat seseorang tersebut memiliki burnout yang tinggi. Setiap orang tetntunya memiliki tuntutan untuk mengembangkan karirnya. Sikap positif memiliki prestasi yang baik, dikenal oleh Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025 Gambaran Burnout Pada Anggota Polisi Polres Sikka orang lain, setia terhadap organisasi, dan seterusnya, cenderung menghasilkan burnout yang rendah. Sebaliknya, sikap negatif memiliki prestasi yang kurang baik, dikenal oleh orang lain, dan seterusnya, cenderung Berdasarkan pengujian pada setiap masingmasing aspek. Tingkat bronout yang paling frendah berada pada aspek reduce. Rendahnya diakibatkan karena Rendahnya burnout pada aspek Reduced Personal Accomplishment dapat diakibatkan oleh beberapa hal , seperti: Individu merasa kurang puas dengan kontribusi atau hasil kerja mereka, sehingga mereka tidak merasa kehilangan makna atau keberhasilan dalam pekerjaan. Kurangnya Dukungan dari rekan kerja, atasan, dan juga keluarga. DAFTAR PUSTAKA