ARUMBAE: JURNAL ILMIAH TEOLOGI DAN STUDI AGAMA Available online at: http://ojs. id/index. php/arumbae E-ISSN: 2715-775X Vol. No. 1 (Juni, 2. : 51-65 DOI: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. Konstruksi Teologi Persahabatan dari Tradisi Saroan di Toraja Yawan Minaldi Paonganan Institut Agama Kristen Negeri Toraja Email: yawanminaldi54@gmail. Submitted: 02-12-2023 Accepted: 11-06-2024 Published: 27-06-2024 Abstract Toraja is widely known for its attractive cultural richness, which is preserved in Rambu Tuka and Rambu Solo. Toraja people see the term saroan as a community formed to strengthen social integration. This article, using qualitative methods and a descriptive phenomenological approach, aims to describe the phenomenon of friendship relations framed in the Saroan tradition. Data about saroan was collected through direct observation and semi-structured interviews, and a literature study was utilized to explore the theme of friendship. The research results found that friendship in saroan is lived by a moral bond that moves group members to be responsible and maintain the value of friendship in the act of mutual acceptance and respect . ingga' sengkaran, siporannu, sipopa'd. The friendly relationship built in saroan goes beyond genealogical boundaries . , as is also expressed in the book of Proverbs 17:17, about a friend who shows love at all times and becomes a brother in difficulties. Friendly relationships are built through openness and a willingness to give and receive. These values are the glue for harmonization in saroan. Keywords: Saroan. Theology of friendship. Openness. Acceptance Abstrak Toraja dikenal hingga ke mancanegara karena kekayaan budaya atraktif yang dilestarikan dalam Rambu TukaAo dan Rambu SoloAo. Masyarakat Toraja mengenal istilah Saroan sebagai suatu komunitas yang dibentuk untuk memperkuat integrasi sosial. Artikel ini, dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif fenomenologi, bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena relasi persahabatan yang terbingkai dalam tradisi Saroan. Pengumpulan data tentang saroan melalui observasi langsung dan wawancara semi terstruktur dan memanfaatkan literatur . tudi kepustakaa. dalam mengeksplorasi tema persahabatan. Hasil riset menemukan bahwa persahabatan dalam saroan dihidupi dengan ikatan moral yang menggerakkan anggota kelompok untuk bertanggungjawab dan menjaga nilai persahabatan dalam tindakan saling menerima dan menghargai . ianggaAo siangkaran, siporannu, sipopaAod. Relasi persahabatan yang terbangun dalam saroan melampaui batasan geneologi . ara buk. , sebagaimana juga diungkap dalam kitab Amsal 17:17, tentang seorang sahabat yang menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam Relasi persahabatan itu terbangun melalui keterbukaan dan kesediaan untuk memberi dan menerima. Nilai-nilai itulah yang menjadi perekat harmonisasi dalam saroan. Kata-kata Kunci: Saroan. Teologi persahabatan. Keterbukaan. Penerimaan. @ Copyright: Author 2024 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 Generic License Konstruksi Teologi Persahabatan dari Tradisi Saroan di Toraja Yawan Minaldi Paonganan PENDAHULUAN Manusia sebagai homo socius memiliki ketergantungan kepada sesama dengan upaya membangun relasi yang baik. Sifat ketergantungan ini secara implisit menegaskan natur manusia yang akan terus mencari ruang sosial yang akan menerima kehadirannya secara Faktanya sebagian manusia modern memiliki ketergantungan kepada kemajuan teknologi, sehingga kebiasaan-kebiasaan positif yang merekatkan relasi mulai diabaikan. Ketergantungan kepada sistem atau penemuan teknologi itu menjadi ancaman terhadap relasi persahabatan antara sesama manusia sehingga perlu diimbangi dengan meningkatkan relasi yang baik dalam kehidupan sosial dengan berbagai keberagaman. Istilah persahabatan tidak hanya digunakan untuk menggambarkan relasi sesama manusia, tetapi juga memberi gambaran relasi antara manusia degan alam sebagai sahabat Relasi itu mengandaikan saling ketergantungan antara alam dan manusia sebagai pengelola ciptaan yang lain. Relasi timbal balik dan saling menguntungkan itu yang menjadi kunci terciptanya manusia yang bersahabat dengan semua ciptaan. Diskursus teologi persahabatan menawarkan sebuah relasi yang tidak selalu dimulai dari keseragaman, tetapi dari penerimaan keberagaman secara utuh eksistensi sosial individu dan kelompok. Luasnya cakupan penggunaan terminologi persahabatan menghasilkan beragam analisis dari berbagai sudut pandang riset akademik. Yohanes Krismantyo Susanta meneliti mengenai Menjadi Sesama Manusia: Persahabatan sebagai Tema Teologis dan Implikasinya bagi Kehidupan Bergereja. Susanta menjelaskan peran gereja sebagai persekutuan yang bersahabat, berjiwa keramahtamahan, dan mengedepankan kasih persaudaraan terhadap sang liyan sebagai respon terhadap kasih Allah yang adalah sahabat 1 Mariati Barus menulis mengenai Persahabatan Menurut Alkitab dan Relevansinya pada Masa Kini, dengan menjelaskan prinsip persahabatan antara Daud dan Yonatan. Elizabet dan Maria. Barus menyimpulkan bahwa kasih Allah menjadi dasar persahabatan Daud dan Yonata. Elizabet dan Maria, mewujud dalam sikap saling memperhatikan, meneguhkan, empati, rela berkorban, dan saling melindungi. 2 J. Sudarminta dalam perspektif filosofis menegaskan pentignya relasi persahabatan sebagai Yohanes Krismantyo Susanta, 'Menjadi Sesama Manusia' Persahabatan Sebagai Tema Teologis Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Bergereja,Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 116. Mariati Barus. Au,Persahabatan Menurut Alkitab dan Relevansinya Bagi Masa Kini,Ay ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3 . : 11. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. sesuatu yang luhur diperlukan manusia selaras dengan kodrat alami sebagai makhluk sosial . oon politiko. yang memerlukan sang lian untuk hidup, mencapai kebahagiaan dan 3 Dari perspektif teologi proses dan teologi persahabatan, gagasan Jrgen Moltmann yang diikuti oleh Joyada Eliezer Hasian Gultom, menegaskan Allah sebagai sahabat yang persuasif bukan memaksa dalam upaya menjawab ketegangan pemahaman teisme klasik dengan imajinasi Allah sebagai sahabat yang memaksa. 4 Gultom menegaskan bahwa Allah menjadi sahabat bagi manusia, turut menderita, dan mengundang manusia masuk dalam relasi persahabatan. Kekuatan persuasif Allah dinyatakan melalui kasih-Nya dalam diri Yesus Kristus. Dari perspektif kepemimpinan dan persahabatan. Joas Adiprasetya melakukan interpretasi teks Yohanes 15:15 dan 21:15-23 sebagai bentuk kritik bagi gereja-gereja yang mempraktekkan doularki sebagai tandingan terhadap kyriarkhi dan kepemimpinan filiarki sebagai yang ideal. 5 Berbeda dari semua penelitian sebelumnya, penelitian ini mendialogkan tema persahabatan dari perspektif teologi dan budaya, secara khusus tentang kelompok atau saroan yang dibentuk sebagai satu miniatur kelompok yang menjalankan fungsinya dalam kehidupan sosial masyarakat Toraja di wilayah Sesean. Penelitian ini mengeksplorasi nilai persahabatan yang terjalin dalam komunitas yang kemudian akan dikonstruksi sebagai suatu teologi persahabatan dalam bingkai saroan sebagaimana tujuan riset ini. Toraja dikenal luas, antara lain karena masih melestarikan nilai kebudayaan di tengah masyarakat modern yang terus berkembang. Budaya dan upacara tradisional dilestarikan dalam Rambu TukaAo dan Rambu SoloAo. Ritus-ritus itu memiliki nilai religius dan nilai sosial yang dihayati selama proses ritual berlangsung. Selain keunikan kebudayaan, masyarakat Toraja juga menjunjung tinggi nilai solidaritas kekeluargaan,6 termasuk kekerabatan lintas 7 Kekeluargaan yang terbuka dalam masyarakat Toraja itu semakin meluas tanpa batasan geneologis dengan pemahaman bahwa semua manusia berasal dari keturunan Datu Sudarminta. AuMAKNA PERSAHABATAN SEBUAH TINJAUAN DARI PERSPEKTIF FILSAFAT,Ay Seri Filsafat & Teologi 30 . : 36. Joyada Eliezer Hasian Gultom. AuKristus Sang Undangan Ae Redefinisi Allah Sebagai Sahabat Yang Persuasif Dan Bukan Memaksa,Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 6 . : 344. Joas Adiprasetya. AuPastorasfriend:ReinterpretingChristianleadership,Ay WILEY Jurnal Dialog 57 . : 52. Sarira. Rambu SoloAo Dan Persepsi Orang Kristen Tentang Rambu SoloAo (Rantepao: PUSBAG GEREJA TORAJA, 1. , 123. Feky Markus. AuKekerabatan Orang Toraja Kristen-Islam Berdasarkan Nilai Kultural Tongkonan Dan Falsafah MisaAo Kada Dipotuo. Pantan Kada Dipomate,Ay ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama 4, no. Konstruksi Teologi Persahabatan dari Tradisi Saroan di Toraja Yawan Minaldi Paonganan LaukkuAo dalam mitologi penciptaan Toraja. Artikel ini membahas nilai persahabatan dalam konteks masyarakat Toraja, dengan fokus pada saroan sebagai suatu komunitas yang dibentuk untuk memperkuat integrasi sosial dalam masyarakat Toraja. Saroan sebagai kelompok yang terbentuk karena ikatan genealogi maupun saroan yang tidak berdasarkan garis keturunan, menerapkan prinisip atau nilai persahabatan yang menjadi pijakan konstruksi teologi persahabatan. METODE PENELITIAN Metode yang dipilih ialah metode kualitatif, sebagai metode yang temuannya lebih menekankan pada makna suatu peristiwa. Dalam metode kualitatif ada beberapa pendekatan, termasuk pendekatan fenomenologi. 8 Penulisan ini menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif, sebagai upaya untuk mendeskripsikan fenomena sosial di Toraja tentang Saroan dan mengungkap makna dibalik fenomena itu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, dengan informan yang berkompeten . okoh adat, pemerhati buday. dan juga pelaku yang terlibat dalam satu saroan dan studi kepustakaan dengan memanfaatkan literatur seperti jurnal yang membahas topik persahabatan dan Penyajian data dilakukan melalui tiga tahap sebagaimana dikemukana Matthew dan Michael9 yaitu reduksi data, penyajian data secara naratif dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Persahabatan dalam Alkitab Narasi tentang persahabatan banyak dijumpai dalam Alkitab. Beberapa kisah, antara lain. Nuh yang hidup bersahabat dengan Allah (Kej. , dan kisah Daud yang bersahabat dengan Yonatan sebagai sahabat karib . Sam. 18:1-. Kitab Amsal juga memberikan gambaran tentang tindakan sahabat yang menaruh kasih setiap saat, menjadi saudara dalam kesukaran (Am. Teks Amsal ini hendaknya tidak dibaca dengan dualitas yang mempertentangkan antara sahabat dan saudara. Sahabat yang baik adalah sahabat yang turut merasakan kesulitan sahabatnya dan tetap mencinta dalam segala waktu dan bagaimana ia sendiri akan menempatkan dirinya secara intens layaknya seorang saudara. Relasi yang terbangun melalui intensitas yang semakin dalam merupakan peralihan fungsi dari sahabat menjadi saudara. YF La Kahija. Penelitian Fenomenologis (Yogyakarta: KANISIUS, 2. , 20. Hamid Patilima. Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: ALFABETA, 2. , 100. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. Perjanjian Baru menarasikan Yesus Kristus sebagai figur yang hidup bersahabat dengan semua kalangan masyarakat, termasuk pemungut cukai dan orang berdosa yang Bagi Moltmann sebagaimana yang dikutip Yohanes Krismantyo Susanta, gelar sahabat harus ditambahkan pada ketiga gelar Yesus yang diberikan oleh gereja, yaitu Nabi. Imam, dan Raja. Model persahabatan sebagai bentuk keterbukaan terhadap yang lain dan kritik yang radikal terhadap komunitas masyarakat Yahudi yang tertutup zaman itu. Menjaga ketahiran diri merupakan prinsip kuat yang dipegang pemimpin agama Yahudi dalam konteks sosial-keagamaan semasa pelayanan Yesus Kristus. Sikap itu semakin memperkuat batasan-batasan sosial dengan orang berdosa. Yesus tampil berbeda dengan memperlihatkan sikap bela rasa terhadap kaum yang termarginalisasi, dan mengecam sistem formalisme keagamaan yang dipraktekkan sebagian pemimpin agama saat itu. Sikap bela rasa merupakan bagian inheren dalam relasi persahabatan yang dengannya seseorang memberi ruang kepada yang lain sebagai wujud penerimaan. Secara umum, simbol keterbukaan dinyatakan melalui makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa (Mat. Makan bersama menggambarkan penerimaan timbal balik. Menolak makan bersama adalah suatu bentuk pengasingan sosial. Makan adalah suatu mikrokosmos sistem sosial, makan semeja dengan orang lain adalah wujud penerimaan terhadap yang lain. Orang-orang Farisi tidak akan duduk dan makan bersama dengan orang-orang yang dianggap najis atau sampah masyarakat, berbanding terbalik dengan tindakan pelayanan yang dilakukan Yesus. Tindakan itu mendapat kritik dari tokoh-tokoh agama. Yesus dituduh sebagai pelahap, makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa (Luk. Alkitab pun mengisahkan tentang kisah perempuan berdosa yang memperoleh pengampunan Yesus (Luk. 7:36-. Perikop ini merupakan kecaman halus terhadap situasi masyarakat saat itu. Simon orang Farisi sebenarnya mewakili para pemimpin Yahudi yang sudah mapan, yang terperangkap dalam hukum formalisme. Perempuan itu adalah wakil mereka yang dicap pendosa, sampah masyarakat, yang sulit diubah nasibnya. Yesus menunjukkan sikap sejati yakni menjadi pemersatu atau penghubung antara yang dicap pendosa dan yang merasa diri baik atau benar. Orang berdosa diampuni, yang merasa lebih Yohanes Krismantyo Susanta. AuGereja Sebagai Persekutuan Persahabatan Yang Terbuka Menurut Jyrgen Moltmann,Ay Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 2, no. : 105Ae126. Marcus J. Borg. KALI PERTAMA JUMPA YESUS KEMBALI Yesus Sejarah dan Hakikat Iman Kristen Masa Kini (Jakarta: Gunung Mulia, 2. , 63. Brury Eko Saputra. AuYESUS SAHABAT PEMUNGUT CUKAI DAN ORANG BERDOSA,Ay Jurnal Theologia Aletheia 20 . : 124. Konstruksi Teologi Persahabatan dari Tradisi Saroan di Toraja Yawan Minaldi Paonganan baik dan benar disadarkan. 13 Yesus memberikan keteladanan tentang hidup yang bersahabat atau ramah dengan semua ciptaan. Joas Adiprasetya juga menegaskan bahwa keramahtamahan itulah yang dihadirkan dalam relasi persahabatan. Persahabatan menciptakan jembatan-jembatan bagi pihak-pihak yang terasing dengan rengkuhan kasih. Kristoforus Bala dengan apik menarasikan image Allah Tritunggal yang bersahabat. Inkarnasi Yesus Kristus merupakan wujud tertinggi dari persahabatan dan komunikasi diri Allah kepada manusia. Inkarnasi bukanlah karya satu Pribadi Ilahi, melainkan karya Allah Tritunggal sebagai satu persekutuan. 15 Allah Bapa mengutus Sang Anak dan oleh kuasa Roh Kudus menjadi manusia, dikandung dan dilahirkan perawan Maria. Melalui inkarnasi Sang Anak. Allah masuk ke dalam dunia, tinggal bersama-sama dengan manusia dan bersahabat dengan manusia (Yoh 1:. 16 Hal unik lain ditegaskan Joyada Eliezer Hasian Gultom bahwa persahabatan di dalam Trinitas sama sekali tidak memaksa. Upaya persuasif Allah dalam teologi proses, sebagai imaji baru sikap persahabatan Allah yang tidak memaksa manusia, tetapi mengundang. Undangan ini terlihat di dalam hidup dan karya Yesus Kristus, terlebih pada penderitaan-Nya. 17 Image Allah Tritunggal yang bersahabat menjadi sumber inspirasi dan model bagi transformasi kehidupan manusia yang lebih baik, ramah, harmonis, bersahabat, inklusif dan manusiawi. Trinitas adalah misteri yang merangkul pluralitas, perbedaan dan keunikan tiap-tiap Pribadi Ilahi. Persahabatan dalam Konteks Toraja Persahabatan merupakan istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan suatu relasi yang terjalin baik antar individu maupun kelompok. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan persahabatan sebagai kawan, teman, handai, kawan karib yang memiliki hubungan yang erat, teman yang akrab. 18 Kamus Alkitab menggunakan istilah koinonia19 menggambarkan realitas persekutuan gereja dengan berbagai aspek. Guido Tisera. Yesus Sahabat Di Perjalanan, (Maumere: Ladalero, 2. Joas Adiprasetya. AuNabi Dan Sahabat: Teologi Publik Sebagai Keterlibatan Simbolis,Ay BIAAo Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 5 . : 284. Kristoforus Bala. AuALLAH TRITUNGGAL: ALLAH YANG BERSAHABAT,Ay in KAMU ADALAH SAHABATKU Seri Filsafat Teologi Widya Sasana, ed. Kurniawan. Markus Situmorang, and Charles Virgenius Setiawan, 30th ed. (Malang: Percetakan DIOMA Malang, 2. , 246. Bala. AuALLAH TRITUNGGAL: ALLAH YANG BERSAHABAT. Ay Gultom. AuKristus Sang Undangan Ae Redefinisi Allah Sebagai Sahabat Yang Persuasif Dan Bukan Memaksa. Ay AuKBBI Online. Ay F Browning. Kamus Alkitab (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. Secara khusus dalam masyarakat Toraja, tidak ada istilah khusus yang mendefinisikan kata persahabatan. Beberapa istilah yang biasa digunakan yaitu: SangbaraAo diidentikkan dengan kawan seumuran tanpa melihat gender. Marengke merujuk kepada hubungan kekeluargaan dan digunakan antara orang yang lebih tua dan anak. Sangmane, . awan laki-kak. , sangbaine . awan perempua. Hubungan antara kelompok. Kombongan, merujuk kepada hubungan dalam gereja. 20 Dalam masyarakat Toraja, istilah persahabatan lebih bersifat fungsional sehingga muncul beberapa istilah seperti sangbara, marengke, sangmane, sangbaine bahkan istilah yang lain. Nilai-nilai persahabatan itu ada dan dihidupi dalam kehidupan sosial secara luas, lingkup keluarga dan kelompok kecil yang disebut saroan. Karakteristik orang Toraja pada dasarnya tidak agresif-ekspansif, tetapi lebih bersifat Orang Toraja lebih cinta damai dan menghindari konflik. Ungkapan filosofi unnalli melo . embeli kebaika. dengan pengertian bahwa berkorban dalam upacaraupacara dilakukan untuk mencapai kedamaian. 21 Religiositas asli Toraja berakar dalam keyakinan bahwa setiap segi kehidupan adalah suci, mengandung unsur mistik. Tidak ada dikotomi . dan pemisahan antara hidup keagamaan dan hidup profan. Aluk dan AdaAo adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, meski dapat dibedakan. Seluruh ritual rambu tukaAo dan rambu soloAo sesungguhnya merupakan ungkapan penghayatan Adat Toraja yang terungkap dalam Aluk Rambu TukaAo dan Aluk Rambu SoloAo masuk dalam kategori dualitas berpasangan dan saling melengkapi. Maka harmoni kedua ritual itu menggambarkan perjalanan hidup manusia dari kelahiran sampai kematian. Itulah kehidupan yang berproses dari awal sampai akhir. Secara filosofis hidup orang Toraja dipahami sebagai suatu lingkaran penuh, berawal dari mistis ke empiris lalu kembali ke mistis lagi, sesuai dengan mitologi dan kepercayaan arang Toraja. Jika kedua ritual itu sudah terlaksana, maka istilah kematian dalam Bahasa Toraja disebut sulemo lako tampa rapaAona . elah terpenuhi atau terlaksan. Lukas Batara. Wawancara Penulis. Nanggala 8 Desember 2022. Johana R. Tangirerung. Berteologi Melalui Simbol-Simbol Upaya Mengungkap Makna Injil Dalam Ukiran Toraja (Jakarta: Gunung Mulia, 2. , 38. Philips Tangdilintin. AuReinterpretasi Dan Reaktualisasi Budaya Toraja Interpretasi Gelombang Kedua Dan Revitalisasi Nilai-Nilai Autentik Budaya Toraja,Ay in Reinterpretasi Dan Reaktualisasi Budaya Toraja (Yogyakarta: Gunung Sopai, 2. , 65. Nattye SX. TORAJA Ada Apa Dengan Kematian? (Yogyakarta: Gunung Sopai, 2. , 96. Konstruksi Teologi Persahabatan dari Tradisi Saroan di Toraja Yawan Minaldi Paonganan Tangdilintin menjelaskan bahwa solidaritas orang Toraja direvitalisasi dan direaktualisasi dengan memaknai kembali Tongkonan sebagai pusat hidup keagamaan dan ritual adat. Tongkonan sebagai struktur rumah adat keluarga serumpun-seketurunan . o sangrap. dibangun secara gotong-royong dengan prinsip solidaritas yang arif, bukan dengan membagi rata beban biaya ke setiap unit keluarga melainkan sesuai kemampuan. Yang lebih mampu mendukung dengan memberi lebih banyak, yang kurang mampu memberi sebagai tanda partisipasi sesuai kemampuannya. Meski demikian, hak setiap keluarga tetap sama dan tidak ditentukan jumlah kontribusinya. Solidaritas dimaknai sebagai sipopaAodi . aling mengandalka. dan siangkaran . aling mengangka. dalam memikul tanggungjawab bersama menjaga martabat keluarga to Maka tongkonan tidak hanya dipandang sebagai struktur fisik sebuah bangunan rumah adat, melainkan sebuah institusi nilai solidaritas sejati yang mengikat-satukan to sangrapu saling peduli, senasib-sepenanggungan, saling mengangkat, saling membantu, bertanggungjawab bersama dan mengangkat martabat keluarga. Kekhasan masyarakat Toraja tentang kehidupan yang menjunjung tinggi nilai solidaritas kekeluargaan dan gotongroyong tertuang melalui simbol Pa Susuk dalam ukiran orang Toraja. 25 Memberi dalam kehidupan masyarakat Toraja sangat terlihat dalam Aluk Rambu TukaAo dan Rambu SoloAo. Pengurbanan dapat dimaknai sebagai pertukaran antara orang yang mempraktekkannya dan kekuatan ilahi yang menerima kurban itu . o ut de. Di sini pengurbanan menjadi pertukaran atau tindakan atau ungkapan berbagi. Karena itu salah satu bentuk pengurbanan binatang adalah memakan daging kurban itu, dikonsumsi bersama antara manusia dan dewa, masing-masing orang mendapat bagiannya . elasi vertikal-horizonta. Dimensi sosial dari rambu soloAo ini adalah bagian dari dimensi religius yang terkait dengan perayaan ritual kolektif, yang memperkuat rasa memiliki atau bagian dari masyarakat, dan secara konkrit mengungkap prinsip kesetaraan sebagai makhluk sosial yang memiliki ketergantungan. Nattye SX memberikan penjelasan tentang kurban dalam kaitannya dengan ritual Rambu Solo di Toraja, bahwa hewan kerbau dan babi sebagai kurban dalam pangalukan sungguh memberi arti dan makna sangat mendasar dalam konsep pengurbanan . dengan prinsip do ut des . emberi untuk menerim. Hewan itu menjadi semacam tanda Tangdilintin. AuReinterpretasi Dan Reaktualisasi Budaya Toraja Interpretasi Gelombang Kedua Dan Revitalisasi Nilai-Nilai Autentik Budaya Toraja. Ay Tangirerung. Berteologi Melalui Simbol-Simbol Upaya Mengungkap Makna Injil Dalam Ukiran Toraja. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. bukti adanya perjanjian, adanya ikatan, penghormatan, kehadiran yang diwakili oleh Maka hubungan masyarakat Toraja itu digariskan dalam sepotong daging, enta daging kerbau atau daging babi. Tangdilintan menjelaskan bahwa terdapat perbedaan fungsi korban dalam Rambu TukaAo dan Rambu SoloAo. Kurban Kerbau dan Babi dalam upacara Rambu TukaAo adalah sebagai kurban persembahan kepada oknum-oknum yang dipuja dan disembah, sedangkan kurban kerbau dan babi dalam Rambu SoloAo adalah sebagai kurban bekal dari yang mati ke alam baka. Hal itu dikarenakan kepercayaan Aluk Todolo bahwa roh hewanhewan dan harta lainnya itu akan akan dimiliki roh yang mati di alam baka. Selain itu, daging yang dibagi-bagikan sebagai kurban sosial turut menentukan peranan dari anak atau keturunannya dalam masyarakat, karena dagingnya dibagi-bagikan kepada masyarakat menurut adat, sesuai martabat seseorang dalam masyarakat. Saroan sebagai kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat Toraja Istilah saroan dijumpai tidak hanya dalam kegiatan Rambu TukaAo tetapi juga dalam kegiatan ritual Rambu SoloAo. Istilah ini melekat pada suatu komunitas, menggambarkan adanya keterikatan satu dengan yang lain dalam lingkup tertentu. Tandipayung menuturkan bahwa dalam kehidupan sosial masyarakat Toraja . ecara khusus wilaya Sesea. istilah Saroan merujuk pada satu komunitas yang luas atau satu wilayah tertentu. Awalnya hanya ada satu Saroan, misalnya di wilayah Sesean dulu yang hanya memiliki dua wilayah. TaAopangkilaAo dan ToAoYasa. Dalam dua wilayah ini hanya ada satu saroan yang terdapat di masing-masing wilayah, yaitu saroan ToAoYasa dan Saroan TaAopangkila. Dari kedua wilayah itu masing-masing dipilih seorang pemimpin yang menjadi perwakilan setiap saroan (AmbeAo Tondo. dan mereka inilah yang menjalin relasi persahabatan antara saroan ToAoYasa dan Saroan TaAopangkila. 28 Istilah saroan awalnya tidak dibatasi pada wilayah geneologi . ara bukuA. tetapi lebih kepada wilayah yang luas. Meskipun dalam satu wilaya terdapat beberapa Tongkonan atau PaAorapuan, tetapi saroan itu hanya tetap satu sebagai saroan bersama. Dalam perkembangannya mengalami beberapa perubahan sehingga saroan itu menjadi bertambah karena berbagai faktor. SX. TORAJA Ada Apa Dengan Kematian? Tangdilintan. Toraja Dan Kebudayaannya (Tana Toraja: Yayasan Lepongan Bulan, 1. Tandipayung. Wawancara Penulis. Sesean, 20 Desember 2022. Konstruksi Teologi Persahabatan dari Tradisi Saroan di Toraja Yawan Minaldi Paonganan Semuel Tangke menuturkan bahwa munculnya banyak saroan dikarenakan perpecahan dalam keluarga besar (Tongkona. dan bukan pemekaran. Pecahnya satu saroan membentuk saroan lain bisa karena faktor kecil hati dan mempertahankan kebenaran atau menjunjung tinggi nilai-nilai dalam saroan, semisal hak dalam pembagian daging yang sudah tidak semestinya. Jadi secara normal, saroan itu lahir dari Tongkonan dan terus mengalami perkembangan menjadi beberapa saroan yang dibentuk karena kesepakatan dalam Tongkonan itu sendiri . Tetapi sebagian terbentuk karena perpecahan dikarenakan sakit hati. Awalnya saroan terbentuk oleh orang-orang yang memiliki relasi sebagai keluarga yang memiliki ikatan sedarah dan anggota dalam satu Tongkonan atau bagian dari paAorapuan. Tetapi saat ini pembentukan saroan tidak lagi dibatasi ikatan darah, tetapi komitmen yang diikat bersama dan saling ketergantungan. Bisa saja orang dalam satu tongkonan berbeda saroan, tetapi tidak menghilangkan ikatan rara buku dalam satu Tongkonan. 30 Sebagai bukti bahwa saroan tidak menghilangkan identitas kekeluargaan ditegaskan oleh hak seseorang sesuai dengan kerelaan hatinya untuk tetap membawa hewan babi sebagai tanda bahwa ia tetap menjadi bagian dalam keluarga yang bersangkutan, sekalipun ia tidak lagi menjadi bagian dalam kelompok . dan tidak mendapat bagian dari daging yang akan dibagikan pada saat upacara berlangsung. Hewan Babi yang ia bawa hanya akan dibawa masuk dan diperlihatkan kepada keluarga dan semua orang yang hadir melaksanakan upacara kematian, kemudian babi itu akan di daftar serta menyebutkan nama oknum yang membawa kurban dan kepada siapa kurban itu ditujukan. Setelah itu, keluarga yang telah diluar saroan yang saat itu melaksanan upacara kematian, mengambil Babi itu dan menyembelinya di luar lalu membagi-bagikannya juga dengan anggota kelompok yang hadir bersamanya saat itu. Saroan erat kaitannya dengan mantaa dukuAo. erbagi sekerat dagin. sebagai simbol penerimaan dan penghargaan terhadap seseorang atau kelompok. Mantaa dari kata dasar taa/tawaa berarti bagian atau hak. Awalan man sebagai kata kerja penegasan bahwa mantaa adalah kegiatan memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya dalam kelompok. Mantaa dukuAo adalah pelayanan berbagi dan perhargaan atau penghormatan kepada masyarakat yang ada dalam lingkungan tempat pelaksanaan ritual. Pelayanan berbagi dan penghargaan, penghormatana itu disimbolkan dalam bentuk bagian tubuh kerbau atau babi Semuel Tangke. Wawancara Penulis. SaAodan 24 Desember 2022. Lukas Batara. Wawancara Penulis. Nanggala, 8 Desember 2022. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. yang dibagikan. Semua pihak dalam kampung menerima bagian daging, para leluhur dan tongkonan-tongkonan, fungsionaris-fungsionaris adat, para anggota dan semua orang yang ada dalam lingkup itu. Prinsipnya memberi, berbagi dan menerima. Setiap ritual merupakan bentuk interaksi tertentu, cara mengubah, merawat dan mempertahankan hubungan sosial. Pemberian sepotong daging itu bukanlah sebuah hadia, karena si pemberi akan menerima juga ketika yang diberi juga melaksanakan upacara. 31 Semua hewan yang telah dibawa keluarga dan anggota saroan disembelih dan dibagi-bagikan kepada anggota kelompok dan juga perwakilan lembaga yang lain seperti gereja diwakili oleh pendeta. Kesepakatan keluarga yang menentukan, apakah semua hewan yang datang dibawa saat itu disembelih semua atau sebagian dipelihara untuk kepentingan kegiatan selanjutnya. Kristanto juga memberikan penjelasan bahwa mantaa dukuAo dalam kepercayaan leluhur Toraja dipahami sebagai ritual makan bersama dewa . elasi vertika. namun dalam konteks masyarakat Toraja yang sudah menganut pemahaman agama Kristen lebih dipahami sebagai kegiatan berbagi dengan sesama . elasi sosia. Sehingga nilai luhur dalam kegiatan mantaa dukuAo seyogianya tidak menjadi sumber konflik yang menyebabkan perpecahan, tetapi justru menjadi perekat harmonisasi kelompok sosial. 33 Nilai luhur itulah yang mewajibakan ketelitian selama proses berbagi berlangsung, dengan menyebutkan nama dan jabatan secara teratur dan benar sebagai penghargaan dan mencegah terjadi kekecewaan dalam kelompok. Semua informan menjelaskan bahwa yang paling penting dalam saroan ialah penghargaan terhadap seseorang sesuai dengan martabat dan statusnya dalam masyarakat. Penghargaan itu tidak dipahami sebagai penghargaan yang menekankan prinsip Aosama rata sama rasaAo tetapi penghargaan dalam saroan itu tidak menghilangkan struktur kemasyarakatan yang sudah berlaku. Struktur sosial itu dipertahankan dan dihargai sesuai fungsi masing-masing. Misalkan dalam hal pembagian daging (Mantaa dukuA. penyebutan itu akan diurutkan sesuai struktur fungsi dalam masyarakat, dimulai dari kelas atas sampai Hal ini mempertegas identitas dan menjalin relasi penghargaan melalui simbol sepotong daging. Semuel Tangke. Wawancara Penulis. SaAodan 24 Desember 2022 Lihat keterangan gambar pada bagian akhir. Kistanto. AuRECEATED: SIMBOL MATAA DUKUAo Suatu Kajian Kritis Tentang Simbol Mantaa DukuAo Pada Upacara Rambu SoloAo Di Tana Toraja,Ay KINAA UKI Toraja 1 . : 62. Konstruksi Teologi Persahabatan dari Tradisi Saroan di Toraja Yawan Minaldi Paonganan Konstruksi Teologi Persahabatan dalam Bingkai Saroan Secara umum terminologi persahabatan dalam konteks Toraja dipahami dan diejawantakan secara fungsional. Dalam kegiatan mantaa duku sebagai simbol relasi dan penghargaan akan diberikan berdasarkan fungsi seseorang dalam masyarakat, dimulai dari jabatan fungsional yang paling tinggi sebagai bentuk penghargaan yang mempertegas identitas seseorang. Fenomena ini tidak harus dianggap sebagai bentuk dominasi negatif. Dalam kegiatan ini penerimaan dan penghargaan indentitas sosial secara utuh berdasarkan fungsi sosial secara tersirat menjadi bagian dari nilai persahabatan yang menghargai dan menerima keragaman struktur dan fungsi sosial. Penghargaan dan penerimaan juga hidup dalam filosofi Tongkonan yang menjunjung nilai solidaritas yang arif . esuai kemampua. bukan prinsip sama rata sama rasa. Hak setiap keluarga tetap sama dan tidak ditentukan jumlah kontribusinya. Solidaritas dimaknai sebagai sipopaAodi . aling tanggungjawab bersama menjaga martabat keluarga . o sangrap. Nilai dan prinsip inilah yang menjadi karakter persahabatan yang dihidupi dalam komunitas Tongkonan atau Meski ada perubahan tentang prinsip dasar terbentuknya saroan yang awalnya hanya satu dalam setiap wilayah sebagaimana diungkapkan D. Tandipayung dengan realitas konteks sekarang tentang bertambahnya jumlah saroan karena beberapa faktor sebagaimana diungkapkan Semuel Tangke, tetapi nilai persahabatan itu tetap hidup karena prinsip terbentuknya saroan ialah adanya penghargaan dan penerimaan. Dalam saroan, prinsip penerimaan itu mewujud melampaui batasan rara buku, sehingga orang yang tidak memiliki hubungan secara geneologi . bisa terhisab menjadi anggota Jika orang sudah tidak menemukan nilai persahabatan yang mengikat dalam saroan melalui penerimaan secara utuh dan penghargaan, maka ia akan keluar dari saroan itu dan mencari kelompok dimana ia akan hidup dalam spirit persahabatan yang memberikan penghargaan dan penerimaan secarah utuh. Penghargaan dalam kelompok saroan tidak sepenuhnya terletak pada seberapa besar potongan daging yang diberikan, tetapi lebih kepada pengakuan akan kehadiran keluarga atau kelompok dengan menyebutkan nama dan rombongan. Entah yang bersangkutan hadir atau tidak, yang terpenting ialah penyebutan nama sebagai simbol penghargaan dan pengakuan. Ikatan moral yang kuat menjadi spirit yang menghidupkan saroan melalui sikap sianggaAo sipopaAodi, siporannu dalam memikul tanggungjawab bersama, sehingga tetap utuh Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. dan berdampak positif bagi anggota kelompok maupun masyarakat yang lain . Spirit ini sejalan dengan persahabatan dalam Alkitab yang diteladankan oleh Yesus Kristus melalaui penerimaan dan penghargaan terhadap individu atau kelas sosial yang termarjinalkan. Juga dalam relasi Trinitas sebagaimana uraian diatas menyiratkan relasi yang saling mengisi tanpa dominasi yang dalam relasi Tongkonan atau Saroan dikenal dengan prinsip solidaritas arif, serta keterbukaan untuk menerima pihak lain yang tidak memiliki ikatan genealogi . ara buk. masuk menjadi anggota saroan. Dalam image Allah yang bersahabat dalam Yesus Kristus selalu membuka ruang bagi manusia untuk terhisab dalam relasi Penerimaan yang melampaui genealogi . ara buk. dalam terbentuknya saroan menyiratkan hal yang sama tentang penerimaan dalam relasi persahabatan sebagaimana Amsal 17:17, bahwa relasi yang terbangun melalui intensitas yang semakin dalam merupakan peralihan fungsi dari sahabat menjadi saudara. Seorang yang semula terasing ketika dirangkul, diterima sehingga terhisab dalam kelompok merupakan wujud sikap menghargai . tanpa harus mempersoalkan identitas atau kelas sosialnya. Selama proses berlangsung relasi yang asing ditingkatkan menjadi relasi persahabatan bahkan menjadi relasi saudara . eralihan fungsi dari sahabat menjadi saudar. dengan kekuatan solidaritas yang sudah terbangun. Kesiapan dan kerelaan untuk hadir dan membangun relasi persahabatan dalam satu kelompok tanpa paksaan pihak lain menjadi sinyal ketulusan dalam membangun relasi dari berbagai pihak. Dalam undangan relasi persahabatan yang ditawarkan Allah juga dalam Yesus Kristus memanggil manusia tanpa paksaan. Baik saroan yang berdasarkan genealogi maupun saroan yang terbentuk tidak berdasarkan genealogi didalamnya tetap ada relasi persahabatan yang dihidupi karena nilai sianggaAo, siporannu, sipopaAodi, siangkaran, serta solidaritas arif sebagaimana juga tersirat dalam relasi pribadi Tritunggal yang bersahabat tanpa dominasi superioritas dan inferioritas. Komunitas saroan tidak memisahkan diri dari komunitas masyarakat yang luas, tetapi tetap menjaga relasi antara komunitas saroan dengan masyarakat luas di luar, sehingga dalam kegiatan-kegiatan tertentu semisal pembuatan lantang . , nilai gotongroyong . mbakan dat. nyata sebagai keterlibatan masyarakat yang lain. Relasi saroan itu tetap hidup dan dijiwai dalam keseharian dan tidak bersifat temporer pada acarara Rambu Tuka dan Rambu SoloAo. Konstruksi Teologi Persahabatan dari Tradisi Saroan di Toraja Yawan Minaldi Paonganan KESIMPULAN Persahabatan dalam saroan dihidupi dengan ikatan moral yang menggerakkan anggota kelompok untuk bertanggungjawab dan menjaga nilai persahabatan dalam tindakan saling menerima dan menghargai . ianggaAo siangkaran, siporannu, sipopaAod. Relasi persahabatan yang terbangun dalam saroan melampaui batasan geneologi . ara buk. , sebagaimana juga diungkap dalam kitab Amsal 17:17, tentang seorang sahabat yang menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran. Relasi persahabatan itu terbangun melalui keterbukaan dan kesediaan untuk memberi dan menerima. Nilai-nilai itulah yang menjadi perekat harmonisasi dalam saroan. DAFTAR PUS TAKA Adiprasetya. Joas. AuNabi Dan Sahabat: Teologi Publik Sebagai Keterlibatan Simbolis. Ay BIAAo Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 5 . AiAiAi. AuPastorasfriend:ReinterpretingChristianleadership. Ay WILEY Jurnal Dialog 57 . Bala. Kristoforus. AuALLAH TRITUNGGAL: ALLAH YANG BERSAHABAT. Ay In KAMU ADALAH SAHABATKU Seri Filsafat Teologi Widya Sasana, edited by F. Kurniawan. Markus Situmorang, and Charles Virgenius Setiawan. 30th ed. Malang: Percetakan DIOMA Malang, 2020. Barus. Mariati. Au,Persahabatan Menurut Alkita Dan Relevansinya Bagi Masa Kini. Ay ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3 . Borg. Marcus J. KALI PERTAMA JUMPA YESUS KEMBALI Yesus Sejarah Dan Hakikat Iman Kristen Masa Kini. Jakarta: Gunung Mulia, 2003. Browning. Kamus Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008. Gultom. Joyada Eliezer Hasian. AuKristus Sang Undangan Ae Redefinisi Allah Sebagai Sahabat Yang Persuasif Dan Bukan Memaksa. Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 6 . Kahija. YF La. Penelitian Fenomenologis. Yogyakarta: KANISIUS, 2017. Kistanto. AuRECEATED: SIMBOL MATAA DUKUAo Suatu Kajian Kritis Tentang Simbol Mantaa DukuAo Pada Upacara Rambu SoloAo Di Tana Toraja. Ay KINAA UKI Toraja 1 . Markus. Feky. AuKekerabatan Orang Toraja Kristen-Islam Berdasarkan Nilai Kultural Tongkonan Dan Falsafah MisaAo Kada Dipotuo. Pantan Kada Dipomate. Ay ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama 4, no. Patilima. Hamid. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA, 2011. Saputra. Brury Eko. AuYESUS SAHABAT PEMUNGUT CUKAI DAN ORANG BERDOSA. Ay Jurnal Theologia Aletheia 20 . Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. Sarira. Rambu SoloAo Dan Persepsi Orang Kristen Tentang Rambu SoloAo. Rantepao: PUSBAG GEREJA TORAJA, 1996. Sudarminta. AuMAKNA PERSAHABATAN SEBUAH TINJAUAN DARI PERSPEKTIF FILSAFAT. Ay Seri Filsafat & Teologi 30 . Susanta. Yohanes Krismantyo. AuGereja Sebagai Persekutuan Persahabatan Yang Terbuka Menurut Jyrgen Moltmann. Ay Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 2, no. : 105Ae AiAiAi. AuAoMenjadi Sesama ManusiaAo Persahabatan Sebagai Tema Teologis Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Bergereja. Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 103. SX. Nattye. TORAJA Ada Apa Dengan Kematian? Yogyakarta: Gunung Sopai, 2021. Tangdilintan. Toraja Dan Kebudayaannya. Tana Toraja: Yayasan Lepongan Bulan. Tangdilintin. Philips. AuReinterpretasi Dan Reaktualisasi Budaya Toraja Interpretasi Gelombang Kedua Dan Revitalisasi Nilai-Nilai Autentik Budaya Toraja. Ay In Reinterpretasi Dan Reaktualisasi Budaya Toraja. Yogyakarta: Gunung Sopai, 2012. Tangirerung. Johana R. Berteologi Melalui Simbol-Simbol Upaya Mengungkap Makna Injil Dalam Ukiran Toraja. Jakarta: Gunung Mulia, 2017. Tisera. Guido. Yesus Sahabat Di Perjalanan. 1st ed. Maumere: Ladalero, 2003. AuKBBI Online. Ay Wawancara Tandipayung. Wawancara (Pemerhati Buday. wawancara oleh Yawan Minaldi P. Sesean, 20 Desember 2022. Semuel Tangke, (Pemerhati Buday. wawancara oleh Yawan Minaldi P. SaAodan 24 Desember 2022. Lukas Batara. Wawancara Yawan Minaldi P. Nanggala, 8 Desember 2022.