JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 06 NO 02 EVALUASI PROGRAM KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH) KELURAHAN LEBAKGEDE KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG Liandri . , dan T. Suheri. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia. Jalan Dipati Ukur No. 102-116 Bandung 40132 email: bertaliandri01@gmail. , tatangpl@yahoo. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi permukiman setelah pelaksanaan program KOTAKU dan pencapaian program KOTAKU saat ini. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi dengan metode checklist (Daftar Periks. dan melihat dari evaluasi persepsi masyarakat setempat dengan menggunakan kuesioner sebanyak 94 responden. Penentuan sampel dengan random sampling . ampel secara aca. hasil data selanjutnya diolah dengan metode analisis dekriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan pencapaian dari indikator yang terpenuhi dalam pelaksanaan programnya yaitu. Jalan Lingkungan (RW 01,03,14,. yang terpenuhi, untuk drainase lingkungan hanya RW 02 yang terpenuhi, untuk indikator penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengolahan sampah dan pengaman kebakaran dari semua RW tidak tercapai dan hasil persepsi masyarakat menunjukan jaln lingkungan dinilai puas 80% masyarakat, untuk penyedian air bersih juga dinilai puas 70%, pengolahan air limbah 40% kurang puas, drainase lingkungan cukup puas 60%, pengelolaan persampahan 50 % cukup puas dan pengaman kebakaran 40 % kurang puas. Dari kriteria permukiman kumuh dari Peraturan Menteri Nomor 02 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuhdan perumahan kumuh. Kelurahan Lebakgede dinilai belum efektif dalam pelaksanaanya sebab tujuannya belum tercapai secara keseluruhan dalam meningkatkan akses infrastruktur perkotaan dalam penataan lingkungan permukiman kumuh. Kata Kunci : Program. Evaluasi. Pencapaian. Persepsi dan Daftar Periksa. PENDAHULUAN Kelurahan Lebakgede merupakan bagian dari kematan coblong dan merupakan sala satu kelurahan yang cukup pada penduduknya. Secara administratif terbagi menjadi 15 RW. Kelurahan Lebakgede memiliki luas wilayah 101,3 Hektar. Kelurahan Lebakgede dibatasi oleh sebelah utara kelurahan Sekeloa, sebelah selatan kelurahan Citarum, sebelah timur Sadang Serang dan sebelah barat kelurahan Dago dan Lebak Siliwangi. Kelurahan Lebakgede terdapat beberapa masalah yaitu jaringan jalan lingkungan yang tidak sesuai standar, ketentuan garis sempadan banyak yang dilanggar, ruang terbuka hijau (RTH) masih rendah, tidak ada resapan air di area permukiman, belum tersedia fasilitas penjagaan keamanan dan evakuasi penanganan kebakaran, proses pengelolaan limbah dan saluran air hujan masih tradisional karena dialirkan ke drainase sehingga melebihi daya tampung . ver capasita. Jumlah pemukiman berlebih, garis sempadan banyak yang kurang dari 30% bahkan banyak yang tidak memiliki garis sempadan, aset peruntukan jaringan jalan dan ruang terbuka hijau disalahgunakan menjadi rumah. fungsi sarana resapan air dan pengolahan limbah permukiman kurang optimal sehingga manfaat dari permukinan tidak maksimal. Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumu. adalah program yang dilaksanakan secara nasional di 271 kabupaten/kota di 34 Propinsi yang menjadi Auplatform kolaborasiAy atau basis penanganan Evaluasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumu. Kelurahan Lebakgede Kecamatan Coblong Kota Bandung JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 06 NO 02 permukiman kumuh yang mengintegrasikan berbagai sumber daya dan sumber pendanaan, termasuk dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, donor, swasta, masyarakat, dan pemangku kepentingan KOTAKU bermaksud untuk membangun sistem yang terpadu untuk penanganan permukiman kumuh, dimana pemerintah daerah memimpin dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam perencanaan maupun implementasinya, serta mengedepankan partisipasi masyarakat. KOTAKU diharapkan menjadi Auplatform kolaborasiAy yang mendukung penanganan permukiman kumuh seluas 291 Ha yang dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia melalui pengembangan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat, penguatan kelembagaan, perencanaan, perbaikan infrastruktur dan pelayanan dasar di tingkat kota maupun masyarakat, serta pendampingan teknis untuk mendukung tercapainya sasaran RPJMN 2015-2019 yaitu kota tanpa kumuh. Tujuan utama Penelitian ini adalah : Membantu desainer menggunakan pengetahuan mengenai persyaratan yang telah ditentukan untuk menjadi relevan dalam situasi serupa. Untuk menentukan bagaimana sebuah desain dapat diterima. Untuk membandingkan satu set desain alternatif dengan menggunakan skala pengukuran umum. Auntuk menggambarkan hasil yang diterima untuk kegiatan perancangan yang akan dilakukan. Membantu desainer yang belum berpengalaman untuk mengidentifikasi komponen yang tidak bisa diandalkan tanpa tes. II. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Checklist terhadap daftar lokasi studi. Selecting Criteria. Ranking and Weighting. Specification Writing, dan QuirkAos Realiability index. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil pengumpulan data dilapangan maka didapatkan evaluasi pelaksanaan program KOTAKU keluraha Lebakgede yang ditinjau berdasrkan lokasi studi di RW 01. RW 02. RW 03. RW 14 dan RW 15. Yang dilihat dari indikator pemenuhan yang telah disusun berdasarkan analisis dan hasil evaluasi yang dilakukan dari setiap RW (Rukun Warg. yang ada. Rukun warga 01 memiliki luas sebesar 5,5 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2. berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 01 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh. Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 01 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan . arana dan prasarana lingkunga. untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Gambar 1. Jalan Drainase Evaluasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumu. Kelurahan Lebakgede Kecamatan Coblong Kota Bandung JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 06 NO 02 Rukun warga 02 memiliki luas sebesar 2,3 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2. berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 02 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh. Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 02 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan . arana dan prasarana lingkunga. untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Gambar 2. Jalan. Sarana Air Bersih, aluran Air Limbah Rukun warga 03 memiliki luas sebesar 1,9 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2. berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 03 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh. Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 03 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan . arana dan prasarana lingkunga. untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Gambar 3. Drainase, dan Jalan Lingkungan Rukun warga 14 memiliki luas sebesar 1,8 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2. berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 14 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh. Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 14 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan . arana dan prasarana lingkunga. untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Evaluasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumu. Kelurahan Lebakgede Kecamatan Coblong Kota Bandung JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 06 NO 02 Gambar 4. Drainase. Jalan, dan Tempat Penampungan Sampah Sementara Rukun warga 15 memiliki luas sebesar 9,65 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2. berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 15 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh. Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 15 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan . arana dan prasarana lingkunga. untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Gambar 5. Saluran Pembuangan Air Limbah, dan Jalan Lingkungan Evaluasi Metode Checklist Metode checklist dalam evaluasi ini digunakan untuk memeriksa atau menilai ketercapaian indikator-indidkator pelaksanaan program KOTAKU di kelurahan Lebakgede dalam penataan sarana dan prasarana lingkungan permukiman yang meliputi jalan lingkungan, drainase lingkungan, penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengelolaan persampahan dan pengam kebakaran. Jalan Lingkungan TABEL I EVALUASI PENCAPAIAN JALAN LINGKUNGAN Kriteria Jalan Lingkungan Sesuai dengan Standar PUPR Permukaan Jalan Lingkungan Memiliki Lebar 1,5 meter RW 01 RW 02 RW 03 RW 14 RW 15 Memiliki saluran air tepi jalan RW 01 RW 03 RW 14 RW 15 Memiliki permukaan jalan yang rata RW 01 RW 02 RW 03 RW 14 RW 15 Evaluasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumu. Kelurahan Lebakgede Kecamatan Coblong Kota Bandung JURNAL VOL 06 NO 02 JURNAL WILAYAH DAN KOTA Berdasarakan Tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kriteria jalan lingkungan di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian jalan lingkungan. Berdasarkan kesesuaian dari standar PUPR yang harus memiliki lebar 1,5 meter atau lebih yaitu disemua RW sudah memenuhi syarat dalam hal lebar jalan lingkungan, kemudian dari standar jalan lingkungan harus memiliki saluran air tepi jalan terdapat di empat RW yaitu RW 01. RW 03. RW 14. RW 15. Dan berdasarkan kriteria Permukaan Jalan Lingkungan terdapat pada semua RW dengan kualitas permukaan jalan yang rata setelah adanya pelaksanaan dari program KOTAKU. Drainase Lingkungan TABEL II EVALUASI PENCAPAIAN PELAKSANAAN DRAINASE LINGKUNGAN Kriteria Drainase Lingkungan Prasarana Drainase Sarana Drainase Pemeliharaan Drainase Mampu mengalirkan limpasan air tidak menimbulkan genangan tersediaanya fasilitas untuk pelengkap drainase seperti gorong-gorong, pintu air. RW 01 RW 02 RW 03 RW 14 RW 15 Adanya pemeliharaan drainase secara rutin - RW 02 RW 01 RW 02 RW 14 RW 15 Berdasarakan Tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kriteria drainase lingkungan di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian drainase lingkungan. Berdasarkan Prasarana Drainase Mampu mengalirkan limpasan air tidak menimbulkan genangan yang harus memiliki lengkungan untuk mengalirkan air baik secara alami atau buatan manusia yaitu disemua RW sudah memiliki prasarananya untuk mengalirkan air, namun semua drainase yang ada semua masih bercampur dengan pembuangan air limbah rumah tangga (MCK), kemudian berdasarkan sarana drainase hanya dimiliki di RW 02, dan berdasarkan Pemeliharaan drainase semua RW ada aktivitas pengecekan drainase baik secara rutin atau berkala. Penyediaan Air Bersih TABEL i EVALUASI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENYEDIAAN AIR BERSIH Kriteria Penyediaan Air Bersih Akses Air Aman Terpenuhinya Kebutuhan Air Bersih Dapat mengakses air minum yang memiliki kualitas tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa Rukun Warga 01 Rukun Warga 02 Rukun Warga 03 Rukun Warga 14 Rukun Warga 15 Kebutuhan air minum masyarakat pada lokasi mencapai minimal sebanyak 60 liter/orang/hari Rukun Warga 01 Rukun Warga 02 Rukun Warga 03 Rukun Warga 14 Rukun Warga 15 Berdasarakan Tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan penyedian air bersih di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian penyediaan air bersih. Berdasarkan akses air aman yang harus memiliki kualitas air yang tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau yaitu disemua RW sudah dapat mengakses air bersih dengan aman, berdasarkan kebutuhan air minimal 60 liter/hari/orang disemua RW sudah memenuhi dan mencukupi kebutuhan air bersih per Pengolahan Air Limbah TABEL IV EVALUASI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH Kriteria Pengolahan Air Limbah Pengolahan Air Limbah Sesuai Standar Teknis Sarana Prasarana Sesuai dengan persyaratan teknis Memiliki sistem yang memadai, yaitu kakus/kloset yang terhubung dengan tangki septiitank individual/domestik, komunal maupun terpusat. - Rukun Warga 01 - Rukun Warga 02 - Rukun Warga 14 Tersedianya sistem pengolahan limbah setempat atau terpusat Berdasarakan Tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengolahan air limbah di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian pengolahan air limbah. Berdasarkan Pengolahan air limbah sesuai dengan standar teknis yang harus memiliki Memiliki sistem yang memadai, yaitu kakus/kloset yang terhubung dengan tangki septiitank individual/domestik, komunal maupun terpusat. yaitu hanya di RW 02 sudah memiliki kloset rumah Evaluasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumu. Kelurahan Lebakgede Kecamatan Coblong Kota Bandung JURNAL VOL 06 NO 02 JURNAL WILAYAH DAN KOTA yang terhubung dengan septitank individu dimana ke empat RW lainnya membuang ke sungai langsung dan bercampur dengan aliran drainase, berdasarkan sarana prasarana sesuai persyaratan teknis disemua RW belum memiliki pengolahan air limbah berbasis setempat atau terpusat. Pengelolaan Persampahan TABEL V EVALUASI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENGOLAHAN PERSAMPAHAN Kriteria Pengelolaan Persampahan Prasarana dan Sarana Persampahan Sesuai dengan Persyaratan Teknis Tersedianya gerobak Pemisahan sampah dengan pemilahan (RT) RW 01 RW 02 RW 03 RW 14 RW 15 RW 02 Tersedianya TPS Tersedianya Bank Sampah Adanya Pengumpulan RW 01 RW 02 RW 03 RW 15 RW 02 RW 14 Adanya Pengangkutan Adanya RW 01 RW 02 RW 03 RW 14 RW 15 Berdasarakan tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengelolaan persampahan di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian pengolahan air limbah. Berdasarkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang sesuai dengan persyaratan teknis yaitu tersedianya gerobak sampah di semua RW, pemisahan sampah dengan pemilahan (RT) hanya ada di RW 02, semua RW tidak memiliki TPS, tersedianya bank sampah sebagai pewadahan yaitu RW 01. RW02. RW 03 dan RW 15. Pengamanan Kebakaran TABEL VI EVALUASI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENGAMANAN KEBAKARAN Kriteria Pengelolaan Persampahan Prasarana dan Sarana Proteksi Kebakaran Tersedianya Hydran Adanya akses jalan Bangunan kebakaran Tersedianya APAR Mobil pompa Mobil tangga RW 01 RW 02 RW 03 RW 14 Berdasarakan tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan proteksi kebakaran di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian pengolahan air limbah. Berdasarkan sarana dan prasarana pengaman kebakaran yaitu semua RW tidak memiliki sarana dan prasrana yang baik untuk pengaman kebakaran, kecuali RW 01. RW 02. RW, 03. RW 14 hanya memiliki akses jalan untuk mobil pemadam kebakaran. Persentase pencapaian pelaksanaan program KOTAKU di kelurahan Lebakgede dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: %Pelaksanaan Program=(Indikator Terpenuhi )/(Jumlah Variabe. y100% Program KOTAKU dinilai melalui pencapaian indikator yang ditentukan sebagai berikut: A Pelaksanaan dari program KOTAKU dikatakan tercapai jika seluruh indikator ketercapaian terpenuhi yang meliputi kriteria-kriteria kegiatan. A Pelaksanaan dari program KOTAKU kurang tercapai jika lebih dari sama dengan 50% indikator A Pelaksanaan program KOTAKU dikatakan tidak tercapai jika kurang dari 50% indikator ketercapaiannya terpenuhi. Setelah melakukan evaluasi pencapaian pelaksanaan program KOTAKU pada objek studi di atas, kemudian melakukan persentase variabel yang terpenuhi, sehingga dapat diukur sejauh mana pencapaian pelaksanaan program KOTAKU dalam penataan sarana prasarana lingkungan permukiman kelurahan Lebakgede. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel dibawah ini. Nama Lokasi Rukun Warga 01 Rukun Warga 02 Rukun Warga 03 Rukun Warga 14 TABEL VII PERSENTASE VARIABEL TERPENUHI PADA MASING-MASING RW Persentase Variabel Terpenuhi Persentase Rata-rata Keterangan Jalan Lingkungan 3/3 x 100% = 100% Tercapai 2/3 x 100% = 66% Kurang Tercapai 3/3 x 100% = 100% Tercapai 3/3 x 100% = 100% Tercapai Evaluasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumu. Kelurahan Lebakgede Kecamatan Coblong Kota Bandung JURNAL VOL 06 NO 02 JURNAL WILAYAH DAN KOTA Nama Lokasi Rukun Warga 15 Rukun Warga 01 Rukun Warga 02 Rukun Warga 03 Rukun Warga 14 Rukun Warga 15 Rukun Warga 01 Rukun Warga 02 Rukun Warga 03 Rukun Warga 14 Rukun Warga 15 Rukun Warga 01 Rukun Warga 02 Rukun Warga 03 Rukun Warga 14 Rukun Warga 15 Rukun Warga 01 Rukun Warga 02 Rukun Warga 03 Rukun Warga 14 Rukun Warga 15 Rukun Warga 01 Rukun Warga 02 Rukun Warga 03 Rukun Warga 14 Rukun Warga 15 Persentase Variabel Terpenuhi Persentase Rata-rata 3/3 x 100% = 100% Drainase Lingkungan 2/3 x 100% = 66% 3/3 x 100% = 100% 0/3 x 100% = 0% 2/3 x 100% = 66% 2/3 x 100% = 66% Penyediaan Air Bersih 2/2 x 100% = 100% 2/2 x 100% = 100% 2/2 x 100% = 100% 2/2 x 100% = 100% 2/2 x 100% = 100% Pengelolaan Air Limbah A x 100% = 50% A x 100% = 50% 0/2 x 100% = 0% 0/2 x 100% = 0% 0/2 x 100% = 0% Pengelolaan Persampahan 3/7 x 100% = 42% 5/7 x 100% = 71% 2/7 x 100% = 28% 3/7 x 100% = 42% 3/7 x 100% = 42% Pengamanan Kebakaran 1/6 x 100% = 16% 12,8% 1/6 x 100% = 16% 1/6 x 100% = 16% 1/6 x 100% = 16% 0/6 x 100% = 0% Keterangan Tercapai Kurang Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Kurang Tercapai Kurang Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Kurang Tercapai Kurang Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Kurang Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Evaluasi Persepsi Masyarakat terhadap Pelaksanaan Program KOTAKU Kelurahan Lebakgede Penilaian dari persepsi masyarakat terhadap program KOTAKU di kelurahan Lebakgede yang meliputi PSU (Prasaranan. Sarana, dan Utilita. yang merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan di kawasan permukiman yaitu jalan lingkungan, penyedian air bersih, drainase lingkungan, pengolahan air limbah, pengelolaan persampahan dan pengaman atau proteksi kebakaran. TABEL Vi PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP JALAN LINGKUNGAN Persentase Penilaian Persepsi Masyarakat Sangat Cukup Buruk Sangat Baik (%) Baik (%) (%) (%) Buruk (%) Pelayanan aksesibilitas Jalan Lingkungan Kualitas Permukaan Jalan Lingkungan TABEL IX PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENYEDIAAN AIR BERSIH Persentase Penilaian Persepsi Masyarakat Sangat Baik Cukup Buruk Sangat Baik (%) (%) (%) (%) Buruk (%) Kualitas Air Bersih Permukiman Akses Terpenuhinya Air Bersih Per Hari TABEL X PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENYEDIAAN DRAINASE LINGKUNGAN Persentase Penilaian Persepsi Masyarakat Sangat Cukup Buruk Sangat Baik (%) Baik (%) (%) (%) Buruk (%) Ketersediaan Drainase Pemeliharaan Drainase Kualitas Drainase Total Total Total TABEL IX Evaluasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumu. Kelurahan Lebakgede Kecamatan Coblong Kota Bandung JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENYEDIAAN AIR LIMBAH Persentase Penilaian Persepsi Masyarakat Sangat Cukup Buruk Sangat Baik (%) Baik (%) (%) (%) Buruk (%) Sistem Pengolahan Air Limbah Kualitas Prasarana Pengolahan Air Limbah VOL 06 NO 02 Total TABEL X PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENYEDIAAN PENGELOLAAN PERSAMPAHAN Persentase Penilaian Persepsi Masyarakat Total Sangat Cukup Buruk Sangat Baik (%) Baik (%) (%) (%) Buruk (%) Pelayanan Prasarana Pengolahan Sampah Sistem Pengolahan Sampah TABEL IX PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENYEDIAAN PROTEKSI KEBAKARAN Persentase Penilaian Persepsi Masyarakat Sangat Baik (%) Cukup Buruk Sangat Baik (%) (%) (%) Buruk (%) Pelayanan Sarana Prasarana Proteksi Kebakaran Total Dari hasil perhitungan tersebut kemudian disintesiskan untuk melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap hasil pelaksanaan program, dan berdasarkan sintesis itu maka kepuasan masyarakat terhadap hasil pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan jalan lingkungan adalah sebesar 80% yang berarti masyarakat menyatakan puas. pada kegiatan penyediaan air bersih adalah sebesar 70% yang berarti masyarakat menyatakan puas. pada kegiatan penyediaan drainase lingkungan adalah sebesar 60% yang berarti masyarakat menyatakan cukup puas. pada kegiatan pengolahan air limbah adalah sebesar 40% yang berarti masyarakat menyatakan kurang puas. pada kegiatan pengelolaan persampahan adalah sebesar 50% yang berarti masyarakat menyatakan cukup puas. kegiatan pengaman kebakaran adalah sebesar 40% yang berarti masyarakat menyatakan kurang puas. IV. KESIMPULAN Berdasarkan Evaluasi terhadap pencapaian pelaksanaan program KOTAKU melalui metode checklist dari observasi langsung langung diketahui sebagai berikut: A Jalan Lingkungan : dari semua RW yang menjadi lokasi pelaksanaan program, untuk aksesibilitas lingkungannya sebanyak empat RW sudah tercapai hanya satu RW yang tidak kurang tercapai yaitu RW 02. A Penyediaan Air Bersih : dari semua RW yang menjadi lokasi pelaksanaan program, untuk penyediaan air bersih di permukiman sudah tercapai semua di setiap RW nya. A Drainase Lingkungan : dari semua RW yang menjadi lokasi pelaksanaan program, untuk drainase lingkungan rata-rata dari semua RW hanya RW 02 yang tercapai, keempat RW nya kurang tercapai dan tidak tercapai sama sekali. A Pengolahan Air Limbah : dari semua RW yang menjadi lokasi pelaksanaan program, untuk pengolahan air limbah di permukiman Lebakgede dari kesemua RW kurang tercapai dan tidak tercapai sama sekali. A Pengelolaan Persampahan, dari semua RW yang menjadi lokasi pelaksanaan program, untuk pengelolaan sampah di permukiman dari kelima RW semuanya tidak tercapai, dan kurang tercapai. A Pengaman/Proteksi kebakaran, dari semua RW yang menjadi lokasi pelaksanaan program, untuk pelaksanaan pengamanan kebakaran di permukiman kelurahan Lebakgede dari semua RW yang ada yaitu semua RW yang ada tidak tercapai dari pelaksanaannya. Evaluasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumu. Kelurahan Lebakgede Kecamatan Coblong Kota Bandung JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 06 NO 02 Berdasarkan analisis persepsi masyarakat yang dilakukan terhadap hasil pelaksaan program KOTAKU pada aspek yang fisik lingkungannya, dapat dilihat sebagai berikut : A Jalan Lingkungan. Lokasi pelaksanaan penataan lingkungan pada aspek pembangunan jalan lingkungan dinilai Baik oleh masyarakat . %) dan Kualitas Permukaan Jalan yang telah dibangun dalam rangka penataan lingkungan permukiman dinilai Baik oleh masyarakat sebanyak . %). A Penyediaan air bersih, masyarakat menilai kualitas air yang diakses Cukup sebanyak 51% masyarakat yang menilai cukup dan terkait dengan pemenuhan kuantitas air bersih per hari nya untuk masyarakat permukiman dinilai Baik yaitu sebanyak 54,3 % mayarakat yang menilai. A Pelayanan drainase yang ada di permukiman Lebakgede dinilai oleh masyarakat Cukup dengan penilaian masyarakat sebanyak 63,8%. Pemeliharaan drainase dinilai Cukup oleh masyarakat sebanyak 71% penilainya dan Kualitas drainase yang ada di permukiman Lebakgede dinilai Cukup sebanyak 59% masyarakat menilainya. A Sistem pengolahan air limbah yang ada di permukiman dinilai Buruk oleh masyarakat . %), dan Kualitas Prasarana dan sarana pengolahan air limbah dinilai juga masih Buruk oleh masyarakat %), A Pelayanan prasarana dan sarana persampahan di permukiman dinilai Cukup oleh masyarakat ,1%), dan kualitas Permukaan Jalan yang telah dibangun dalam rangka penataan lingkungan permukiman dinilai Baik oleh masyarakat sebanyak . %), dan A Pelayanan yang terkait dengan sarana dan prasarana proteksi kebakaran masih dinilai Buruk oleh masyarakat . ,8%) DAFTAR PUSTAKA