ARSIP Jurnal Arsitektur. Vol. No. November 2023: 136-151 CULTURAL CENTER BUILDING PLAN IN CENTRAL JAVA WITH NEO VERNACULAR ARCHITECTURE APPROACH PERENCANAAN GEDUNG PUSAT KEBUDAYAAN DI JAWA TENGAH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Anas Saifuddin. Adi Sasmito. Carina Sarasati. Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Pandanaran Semarang. anassaifuddin81@gmail. sasmitoadi308@gmail. carinasarasati@unpand. Abstrak Bangunan pusat budaya adalah satu atau lebih bangunan yang berfungsi sebagai tempat diselenggarakannya berbagai kegiatan hiburan dan kebudayaan yang berlangsung berdampingan dengan kegiatan kebudayaan lainnya. Arsitektur neo vernakular yang menerapkan unsur budaya dan iklim lokal pada bentuk arsitektural merupakan konsep yang digunakan dalam pembangunan pusat budaya ini. Karena arsitektur neo vernakular memadukan desain modern dengan batu bata dari abad ke-19, strategi ini dipilih. Lokasi yang dipilih untuk perancangan ini adalah di Kabupaten Boyolali, bersebelahan dengan Bandara Adisumarmo. Ini merupakan lokasi yang ideal untuk membangun gedung pusat budaya karena mudah diakses dan strategis dekat dengan bandara. Diperkirakan seni budaya Jawa akan terus berkembang dengan adanya gedung pusat kebudayaan di Jawa Tengah. Budaya Jawa dikenal dan dikembangkan oleh banyak anak muda, yang akan membantunya berkembang dan berubah menjadi budaya yang diakui di luar. Kata kunci: arsitektur, neo vernakular, pusat budaya Abstract A cultural center building is one or more buildings that function as a venue for various entertainment and cultural activities that take place side by side with other cultural Neo vernacular architecture that applies elements of local culture and climate to architectural forms is the concept used in the construction of this cultural center. Due to the neo vernacular architecture blending modern designs with 19th century bricks, this strategy was chosen. The location chosen for this design is in Boyolali Regency, next to Adisumarmo Airport. This is an ideal location for building a cultural center because it is easily accessible and strategically close to the airport. It is estimated that Javanese cultural arts will continue to develop with the existence of a cultural center building in Central Java. Javanese culture is known and developed by many young people, which will help it develop and turn into a culture that is recognized outside. Keywords: architecture, center for culture, neo vernacular PENDAHULUAN Latar Belakang Berbagai kegiatan budaya, kegiatan hiburan, dan tradisi dilakukan dalam rangkaian kegiatan budaya, dan bangunan pusat budaya adalah satu atau lebih bangunan semacam itu. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang seni dan budaya lokal di pusat budaya. Manusia sering memanfaatkan seni, salah satu komponen budaya, untuk menyampaikan emosi yang mereka rasakan sehari-hari. Gambar 2. Siteplan Singkawang Culture Centre Pusat Kebudayaan Singkawang berisi teater untuk seni pertunjukan serta kantor, toko seni, perpustakaan umum, dan ruang pameran. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat acara budaya bagi warga Singkawang dan sekitarnya. Arsitektur neo vernakular adalah perpaduan konstruksi batu bata modern dan abad ke-19, dan memperhitungkan konvensi sosial, prinsip kosmologis, pentingnya budaya daerah bagi kehidupan masyarakat, dan harmoni antara bentuk bangunan, alam, dan lingkungan. Taman Budaya Yogyakarta Preseden Singkawang Culture Centre Gambar 3. Taman Budaya Yogyakarta Gambar 1. Singkawang Culture Centre Sebuah objek wisata bernama Taman Budaya Yogyakarta (TBY) terletak di Jalan Sri Wedani No. 1 di Yogyakarta. Sekelompok bangunan milik TBY berfungsi sebagai lokasi pameran seni, pertunjukan, dan kegiatan budaya lainnya. Unit Pelaksana Teknis Pelayanan (UPTD) di Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal dengan TBY. Tujuan TBY adalah untuk melayani sebagai pusat budaya, yang meliputi pembuatan dan pengolahan pusat dokumentasi, pameran, dan informasi terkait Berdiri di atas tanah 1972mA. Dibangun pada Arsitek PHL Architect. Patrick Lim & Hendy Lim. Singkawang Cultural Center merupakan proyek pionir yang berfungsi sebagai rumah budaya, pusat komunitas yang menjadi pusat pembinaan dan promosi budaya dan seni di Singkawang, juga untuk memperkuat ikatan dengan menampilkan tradisi Singkawang dalam desain arsitektur bangunan, makanan daerah, pertunjukan seni, dan seni visual yang dipamerkan di dalam gedung, warisan Singkawang dapat dilihat oleh masyarakat. Gedung Konser Taman Budaya dan Societet Militair adalah dua bangunan utama di TBY. Gedung Concert Hall berfungsi sebagai tempat diskusi sastra, penyelenggaraan pameran, dan pelatihan. Gedung Societet Militair berfungsi sebagai pentas teater, tari, musik, dan berbagai pertunjukan seni lainnya. Terdapat pula fasilitas pelengkap lain seperti perpustakaan, mushola, toilet, kafe, dan tempat parkir. Kesimpulan Preseden Kesimpulan yang diambil untuk perancangan gedung pusat kebudayaan dari berbagai preseden di atas adalah dengan mengambil tata ruang dan pembagian massa dari preseden Singkawang cultural centre. Serta mengambil preseden dari Taman Budaya Yogyakarta pada berbagai ruangnya juga seperti, ruang hall nya dan ruang pameran seni rupanya. Untuk pengambilan preseden pada perancangan nanti tidak sepenuhnya sama seutuhnya dengan preseden tersebut akan tetapi ada beberapa modifikasi penggabungan antar preseden tersebut. Gambar 4. Lokasi perancangan Lokasi perancangan berada di Jl. Tunjungsari. Ngesrep. Kec. Ngemplak. Kab. Boyolali dengan batas-batas tapak sebagai berikut: Timur : Lahan kosong & pemukiman warga Barat : Lahan kosong Selatan : Lahan kosong Utara : Jl. Tanjungsari dan Pemukiman warga Untuk dalam hal arsitekturnya fleksibel, menyesuaikan apa yang ada di site nanti. Tidak terpacu pada preseden di atas, akan tetapi secara teori sama dengan preseden di atas. METODOLOGI PERANCANGAN TINJAUAN TEORI Arsitektur neo vernakular menggabungkan struktur modern dengan struktur batu bata dari abad ke-19, dan didefinisikan sebagai arsitektur yang secara teori mengambil prinsip normatif, kosmologis, fungsi budaya lokal dalam kehidupan masyarakat, dan keselarasan antara struktur, alam, dan lingkungan. Arsitektur vernakular digunakan dalam desain ini, yang sangat ideal untuk diterapkan karena mengangkat nilai estetika dan budaya Jawa dan menyampaikannya dengan cara kontemporer. Gambar 5. Analisa site Analisis menghasilkan berbagai hasil yang berkaitan dengan konsep tapak, antara lain : Tapak masihh berupa lahan kosong. Penyatuan massa bangunan dengan permainan landscape. Pengolahan dan pemanfaatan lahan. HASIL PEMBAHASAN Program Aktivitas & Kebutuhan Ruang Gambar 6. Aktivitas dan kebutuhan ruang Gambar 9. Analisa site Luas lahan KDB 50% KLB GSB RTH 40% : A 74. 610 mA : 37. 305 mA : 4 Lantai : 2 meter : 29. 844 mA Gambar 7. Hubungan ruang Gambar 10. Konsep peletakan Gambar 8. Hubungan ruang Analisa Site Gambar 11. Konsep sirkulasi modern, dari segi material dan bahan bangunan yang modern. Gambar 15. Contoh fasade neo vernakular Gambar 12. Konsep zonasi Konsep Arsitektur Gambar 16. Contoh fasade neo vernakular Gambar 13. Konsep gubahan massa Gambar 17. Contoh gapura Gambar 14. Konsep gubahan massa Konsep Interior Mengutamakan struktur visual yang menekankan gaya arsitektur neo-vernakular dalam penerapan struktur fisik untuk tetap menampilkan komponen berbagai wilayah Jawa Tengah guna melestarikan ciri khas Jawa Tengah. Konsep Eksterior Arsitektur modern dan bangunan bata dari abad ke-19 dipadukan dalam gaya arsitektur neo vernakular. Dan terjadilah berbagai macam bentuk yang berkembang yang terbentuk dari arsitektur tradisional ditranformasikan menjadi bentuk yang f. Konsep Struktur & Konstruksi Struktur bawah Untuk struktur dengan dua atau tiga lantai, struktur yang lebih rendah menggunakan alas pelat kaki. Gambar 18. Standar ruang galeri Gambar 19. Standar ruang pertunjukan Gambar 23. Contoh penerapan pondasi footplat Struktur tengah . olom dan balo. Pada umumnya penggunaan struktur tengah adalah kolom dan balok dengan struktur beton bertulang. Gambar 20. Contoh ruang pertunjukan kreatif HUB Denpasar Gambar 21. Contoh galeri Gambar 24. Contoh detail kolom dan balok Struktur atap Struktur atap menggunakan baja IWF, agar dapat jadi struktur atap dengan bentang Gambar 22. Contoh workshop seni Gambar 25. Contoh penerapan struktur atap Gambar 28. Konsep kelistrikam Konsep Utilitas Gambar 26. Konsep utilitas Gambar 29. Konsep hydrant Hasil Perancangan Gambar 27. Konsep air kotor Gambar 30. Site eksisting Gambar 31. Siteplan Gambar 34. Denah gedung B Gambar 32. Denah lantai 1 gedung A Gambar 35. Denah gedung C Gambar 33. Denah lentai 2 gedung A Gambar 36. Potongan 1-1 gedung A Gambar 37. Potongan 2-2 gedung A Gambar 40. Potongan 1-1 gedung C Gambar 38. Potongan 1-1 gedung B Gambar 41. Potongan 2-2 gedung C Gambar 39. Potongan 2-2 gedung B Gambar 42. Tampak depan gedung A Gambar 43. Tampak belakang gedung A Gambar 46. Tampak depan gedung B Gambar 44. Tampak samping kanan gedung A Gambar 47. Tampak belakang gedung B Gambar 45. Tampak samping kiri gedung A Gambar 48. Tampak Samping Kanan Gedung B Gambar 49. Tampak Samping Kiri Gedung B Gambar 52. Tampak Samping Kanan Gedung C Gambar 50. Tampak Depan Gedung C Gambar 53. Tampak samping kiri gedung C Gambar 51. Tampak belakang gedung C Gambar 54. Denah Air Bersih Lantai 1 Gedung A Gambar 55. Denah Air Bersih Lantai 2 Gedung A Gambar 58. Denah Air Kotor Lantai 1 Gedung A Gambar 56. Denah Air Bersih Gedung B Gambar 59. Denah Air Kotor Lantai 2 Gedung A Gambar 57. Denah Air Bersih Gedung C Gambar 60. Denah Air Kotor Gedung B Gambar 61. Denah Air Kotor Gedung C Gambar 64. 3D eksterior gerbang pintu masuk dan Gambar 62. Detail Pondasi Footplat Gambar 65. 3D eksterior masjid, gedung utama, dan parkiran Gambar 63. 3D eksterior siteplan Gambar 66. 3D eksterior masjid, gedung utama, parkiran, tampak gedung Gambar 67. 3D eksterior gedung utama, dan gedung galeri Gambar 70. 3D eksterior sisi belakang gedung dan gerbang pintu keluar Gambar 68. 3D eksterior open space Gambar 71. 3D interior galeri Gambar 69. 3D eksterior open space Gambar 72. 3D interior galeri Gambar 73. 3D interior masjid Gambar 76. 3D interior ruang teater KESIMPULAN Berbagai kegiatan budaya, kegiatan hiburan, dan tradisi dilakukan dalam rangkaian kegiatan budaya, dan bangunan pusat budaya adalah satu atau lebih bangunan semacam itu. Dengan adanya perencanaan pusat kebudayaann di Jawa Tengah ini bisa menjadi wadah untuk para seniman dan budayawan berbagai daerah di Indonesia terutama senior dan junior seniman dan budayawan untuk saling berbagi ilmu dan Serta sebagai pusat wisata untuk para pengunjung agar dapat mengenalkan berbagai banyaknya budaya yang ada di Indonesia ini terutama pada pengunjung pemuda milenial. Gambar 74. 3D interior masjid Dan diharapkan seni dan budaya Jawa masih sangat maju. Banyak generasi muda yang mengenal dan mengembangkan budaya Jawa, berkembang menjadi budaya yang lestari dan diakui di luar. Gambar 75. 3D interior ruang teater DAFTAR PUSTAKA