e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 ISSN : 2337 - 3997 PERSEPSI KELOMPOK RUJUKAN TIGO TUNGKU SAJARANGAN TENTANG PRODUK BANK SYARIAH DI PASAMAN BARAT Zukriman dan M. Saleh Lubis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yappas Pasaman Barat Jl. Pujarahayu. Ophir, 26368 Diterima, 21 Nopember 2013 Disetujui, 23 Desember 2013 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi kelompok rujukan tigo tungku sajarangan tentang produk-produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah di Pasaman Barat, apakah produk-produk itu sudah sesuai dengan syariat Islam yang sesungguhnya atau belum. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskripftif yang berguna untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada. Ditemukan hasil bahwa kelompok rujukan tigo tungku sajarangan cukup setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah di Pasaman Barat, ini ditandai dengan perolehan tingkat rata-rata skor mencapai 58,8% dari total responden. Sedangkan sebanyak 41,2% dari total responden menyatakan tidak setuju. Responden yang tidak setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah disebabkan karena masih adanya produk yang ditawarkan pleh perbankan syariah yang dipersepsi belum sesuai dengan syariat Islam yang sesungguhnya. Kata Kunci : Persepsi. Produk Bank Syariah. Tigo Tungku Sajarangan PENDAHULUAN Dalam sistem perekonomian peran bank sangat penting. Bank memperantarai masyarakat pemilik dana dengan masyarakat yang memerlukan dana untuk usaha produktif maupun Selain itu bank juga memberikan jasa yang menunjang kelancaran perekonomian seperti jasa transfer, letter of credit, bank garansi, inkaso dan lain sebagainya. Menurut Undang-Undang RI No 10 Tahun 1998. Bank adalah Badan usaha yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat Adapun Bank Syariah adalah bank umum yang melakukun kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, termasuk unit usaha syariah dan kantor cabang bank asing yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Sejarah berdirinya perbankan syariah dengan sistim bagi hasil, didasarkan pada dua alasan utama yaitu : . Adanya pandangan bahwa bunga pada bank konvesional hukumnya haram karena termasuk dalam kategori riba yang dilarang oleh agama, bukan saja pada agama islam tetapi juga dilarang oleh agama lainnya. Dari aspek ekonomi, penyerahan resiko usaha terhadap salah satu pihak dinilai melanggar norma keadilan. Dalam jangka panjang sistim perbankan konvensional akan menyebabkan penumpukan kekayaan pada segilintir orang yang memiliki capital besar (Sjahdeini. Remy, 1. Bank syariah merupakan lembaga keuangan yang usaha pokoknya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit serta jasa-jasa lain dalam pembayaran yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Dalam operasinya bank syariah mengikuti ketentuanketentuan syariat Islam yang menyangkut bermuamalat secara Islam dengan cara menghindari praktek-praktek yang mengandung unsur riba dalam investasi atas dasar bagi hasil dan pembiayaan perdagangan. Operasi bank syariah sangat sesuai dengan pengembangan usaha menengah, karena pengunaan perangkat bagi hasil yang besar kecilnya ditentukan oleh besar kecilnya hasil usaha yang diperoleh. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 Instrumen penghimpunan dana yang biasanya ditawarkan oleh bank syariah (Perwaamaja K dan SyafiAoI M, 1. , antara lain : Giro Wadiah. Deposito Mudharabah. Tabungan Mudharabah. Dari pengertian tersebut diatas, bank baik dengan sistim konvensional maupun sistim syariah berperan sangat strategis dalam menunjang berjalannya sistim perekonomian. Selain bank berperan strategis, bank juga merupakan jenis usaha yang menarik minat sejumlah pihak. Peranan perbankan Syariah yang terkait dalam sektor riil dapat diamati saat pada masa krisis di tahun 1997-1998. Sistim perbankan syariah telah membuktikan dirinya sebagai sistim yang tangguh melewati krisis di Indonesia. Perkembangan menarik ini akhirnya mengiurkan bank konvensional untuk mendirikan unit syariah. Jumlah penduduk Indonesia yang saat ini lebih dari 200 juta jiwa dan 87%-nya muslim merupakan potensi pasar yang sangat besar bagi bank syariah. Meskipun demikian perkembangan bisnis bank syariah di Indonesia tidak tergolong cepat. Data yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia, pangsa bank syariah terhadap total perbankan nasional hanya 4,2 Sedangkan di Sumatera Barat pangsa pasar bank syariah pada tahun 2004 hanya sebesar 3,36% dari pangsa bank konvensional, dan hingga Mei 2006 persentase share ini cendrung menurun. Data-data ini menunjukkan bahwa tingkat persaingan yang dihadapi bank syariah tetap tinggi. Sistem dan label syariah tidak serta merta menjamin akan cepat berkembang di masyarakat yang mayoritas muslim. Survey dilakukan Institut Prtanian Bogor . di Kalimantan Selatan respondenden yang berbank di bank konvensional meyakini bunga bank bertentangan dengan ajaran agama tapi mereka adalah nasabah bank Penelitian Harif Amali Rifai dkk. Yang mengidentifikasi faktor penentu keputusan konsumen memilih bank konvensional vs bank syariah di Sumatera Barat menemukan 51,4% nasabah bank konvensional menyatakan konsep bunga bertentangan denagan ajaran agama islam tapi mereka tetap menjadi nasabah bank Masyarakat adalah salah satu elemen terpenting dalam dunia pebankan, hal ini dikarenakan masyarakatlah yang akan mnjadi nasabah bagi bank syariah. Oleh karena itu, mengetahui sikap masyarakat terhadap bank syariah menjadi kunci utama dalam membuka ISSN : 2337 - 3997 jalan kemajuan bank syariah dan sekaligus sebagai bahan pertimbangan investasi di dunia perbankan syariah. Dengan konsep syariah di tengah-tengah masyarakat muslim, semestinya bank syariah unggul di pasaran. Namun fakta dan hasil penelitian tidak menunjukkan hal demikian. Berdasarkan fenomena dan hasil Harif Amali Rifai dkk, penelitian ini bermaksud untuk meneliti bagaimana persepsi elite masyarakat Pasaman Barat yang merupakan bagian dari masyarakat Minangkabau terhadap keberadaan bank-bank syariah yang ada saat ini, apakah sudah sesuai dengan syariat Islam atau belum. Masyarakat Minangkabau sangat menghormati para pemimpin adat dan cenderung meminta pendapat pemimpin ini tentang berbagai urusan . elompok acua. Pemimpin adat dimaksud adalah mereka yang masuk dalam Tigo Tungku Sajarangan yaitu Ninik Mamak. Alim Ulama, dan Cardik Pandai. Pengertian Persepsi Istilah persepsi berasal dari bahasa Inggris AuperceptionAy, yang diambil dari bahasa Latin AuperceptionAy, yang berarti menerima atau Dalam pengertian sempit persepsi adalah AupenglihatanAy, yaitu bagaimana cara seseorang melihat sesuatu, sedangkan dalam arti luas, perception adalah AupandanganAy, yaitu mengartikan sesuatu. Manusia sebagai makhluk individu pada hakekatnya memiliki berbagai dimensi dalam hidupnya seperti misalnya susunan syaraf, bentuk tubuh, sifat dan kepribadian yang berbeda satu sama lainnya. Faktor-faktor ini menimbulkan adanya berbagai macam perbedaan antar manusia. Sebagai senantiasa membutuhkan orang lain dalam Kebutuhan ini menyebabkan timbulnya kesamaan sikap dan prilaku yang akan berarti mempersempit variasi antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari manusia akan selalu berhadapan dengan berbagai macam rangsangan ( stimulus ) baik yang menyangkut dirinya sebagai individu maupun berkaitan dengan hakeketnya sebagai makhluk sosial. Stimulus ini dapat berupa stimulus fisik, tetapi juga bisa berupa stimulus non-fisik. Reaksi yang ditimbulkan dari suatu stimulus bisa berbeda dari seseorang dengan orang lain karena adanya perbedaan individu. Secara individual manusia menangkap kesan yang berbeda atas suatu stimulus yang sama. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 Perbedaan disebabkan oleh faktor neorologik yang berbeda bagi seseorang dengan orang lain. Akibatnya si penerima stimulus menangkapnya sacara berbeda, terutama terhadap stimulus yang bersifat fisik diman reaksinya lebih bersifat neorologik. Disamping itu kemungkinan disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman, pikiran dan harapan dari masing-masing. Hal ini terutama pada stimulus yang bersifat non-fisik. Dengan kata lain bahwa perbedaan reaksi ini disebabkan adanya perbedaan persepsi bagi individu. Persepsi seseorang dapat timbul dari pengalaman yang telah diperolehnya, baik yang dilakukan sendiri maupun kesan dari orang lain Akumulasi dari persepsi akan mampu membentuk suatu opini asumsi atau kesimpulan tentang sesuatu yang telah dialaminya. Persepsi Setiap orang akan berbeda-beda, oleh karena itu persepsi memiliki sifat subjektif. Persepsi yang dibentuk oleh seseorang dipengaruhi oleh pikiran dan lingkungan Selain itu, suatu hal yang perlu diperhatikan dari persepsi adalah bahwa persepsi secara subtansil bisa berbeda dengan realitas (Setiadi, 2003 . Persepsi didefinisikan sebagai proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur dan menafsirkan stimuli ke dalam gambaran yang berarti dan masuk akal mengenai dunia (Schiffman dan Kanuk 1. Sedangkan menurut Kotler . , persepsi adalah proses dimana menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Walgito . , persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses pengindraan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indra atau juga disebut proses sensoris. Namun proses itu tidak berhenti begitu saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi. Karena itu proses persepsi tidak dapat lepas dari proses pengineraan, dan proses pengindraan merupakan proses pendahulu dari proses persepsi. Pengertian persepsi itu sendiri dapat dilihat dari beberapa defenisi persepsi yang dikemukakan oleh beberapa ahli : Sunaryo,. , persepsi merupakan proses akhir dari pengamatan yang diawali oleh proses pengindraan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh alat indra, kemudian individu ada perhatian, lalu diteruskan ke otak, dan baru kemudian individu menyadari tentang sesuatu yang dinamakan persepsi. Dengan persepsi ISSN : 2337 - 3997 individu menyadari dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada disekitarnya maupun tentang hal yang ada dalam diri individu yang bersangkutan. Menurut Suranto . , persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi, atau menafsirkan informasi yang tertangkap oleh alat indera. Persepsi interpersonal adalah memberikan makna terhadap stimuli indrawi yang berasal dari seseorang . artner komunikas. , yang berupa pesan verbal maupun nonverbal. Persepsi memilliki peran yang sangat penting Artinya, kecermatan dalam mempersepsi stimuli indrawi mengantarkan kepada keberhasilan komunikasi. Sebaliknya, kegagalan dalam mempersepsi stimuli, menyebabkan mis-komunikasi. Oleh karena itu dapat dikatakan, bahwa persepsi adalah inti komunikasi. Menurut Mochammad J. A . AyPersepsi Organisme untuk masukan tertentu . bjek-objek di luar, peristiwa dan lain-lai. , dan dan organism itu berespon dengan menghubungkan masukan itu dengan salah satu kategori . objek-objek atau peristiwa. Proses menghubungkan ini adalah proses aktif dimana individu yang bersangkutan dengan segaja mencari kategorisasi yang tepat, sehingga ia dapat mengenali atau memberi arti kepada masukan tersebut. Dengan demikian persepsi juga bersifat inferensial . engambil Persepsi seseorang menafsirkan stimulus yang diterimanya dan juga merupakan suatu proses seseorang menafsirkan dan mengalami serta mengolah pertanda atau segala sesuatu yang terjadi di Persepsi juga dapat diartikan sebagai proses kognetif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami setiap informasi tentang Dengan kata lain, persepsi dapat dirumuskan sebagai proses yang komplek dan menghasilkan suatu gambaran tentang kenyataan yang sangat berbeda dengan kenyataan Dari penjelasan diatas, dapat ditarik suatu kesamaan pendapat bahwa pada dasarnya persepsi merupakan suatu pengalaman individu atau proses pemberian makna sebagai hasil pengamatan tentang suatu objek, peristiwa, dan sebagainya melalui panca indranya, yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan penafsiran pesan, e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 sehingga seseorang dapat memberikan tanggapan mengenai baik buruknya atau positif negatifnya hal tersebut. Ciri dan Karakteristik Persepsi Angga Rahmanto, . mengemukakan ciri-ciri umum persepsi adalah sebagai berikut : Rangsangan-rangsangan yang diterima harus sesuai dengan moralitas tiap-tiap indra, yaitu sensoris dasar dan masing-masing indra . ahaya untuk pengllihatan, bau untuk penciuman, suhu bagi perasa, bunyi bagi pendegaran, sifat permukaan bagi peraba dan Dunia persepsi mempunyai dimensi ruang . ifat ruan. , kita dapat menyatakan atasbawah, tinggi-rendah, luas-sempit, depanbelakang, dan lain sebagainya. Dimensi persepsi mempunyai dimensi waktu sperti cepat-lambat, tua-muda, dan lain Objek-objek atau gejala-gejala dalam dunia pengamatan mempunyai struktur yang menyatu dengan konteksnya. Struktur dan kontek ini merupakan keseluruhan yang Dunia persepsi adalah dunia penuh arti, kita cendrung melakukan pengamatan atau persepsi pada gejala-gejala yang mempunyai makna bagi kita, yang ada hubungannya . engan tujuan yang ada pada diri kit. Muchtar,T. karakteristik seseorang terhadap suatu objek . Proses mental yang berfikir, yang menimbang hal-hal yang dianggap paling baik dari beberapa macam pilihan. Perseptor dalam mempersiapkan sesuatu tidak terlepas dari latar belakang perseptor. Persepsi dapat dijadikan dasar bagi seseorang untuk menseleksi dan mengambil tindakan. Secara umum dalam mempersepsi sesuatu, seseorang harus dibekali pengetahuan, panca indra, dan kesadaran lingkungan. Dari uraian di atas, maka jelaslah bahwa dunia persepsi mempunyai dimensi ruang dan waktu dengan struktur yang menyatu dalam Pengalaman indra individu akan sangat tergantung kepada intensitas dan sifat-sifat rangsangan yang diterimanya. Luas sempitnya individu dalam mempersepsikan sesuatu akan dipengaruhi oleh latar belakang individu. Proses Terjadinya Persepsi Manusia hidup sekaligus berinteraksi dengan lingkungannya, dengan demikian manusia tangga terhadap rangsangan yang dating dari ISSN : 2337 - 3997 Salah satu bentuk dari tanggapan itu adalah berupa proses pemberian arti atau penafsiran terhadap berbagai objek yang ada. Proses pemberian arti tersebut dinamakan Angga Rahmanto, . menjelaskan AuManusia merupakan mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan lingkungan, manusia atau individu lainnya dengan menggunakan alat indera. Indera tersebut akan dipergunakan untuk berhadapan atau berhubungan dengan suatu objek atau peristiwa. Proses interaksi itu terjadi karena ada stimulus yang tertangkap panca indera, yang kemudian akan menimbulkan respon pada individu tersebut. Dengan stimulus tersebut, individu akan memberikan makna terhadap objek atau peristiwa. Proses pemberian makna ini dapat disebutkan dengan proses mempersepsikanAy. Persepsi pada dasarnya hanya akan terjadi apabila individu menerima rangsangan dari luar dirinya, sehingga persepsi akan timbul setelah adanya pengamatan terhadap objek. Setiap individu mempunyai kecendrungan untuk selalu memberikan makna terhadap rangsangan yang diterimanya dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, yang kemudian individu rangsangan yang diterimanya itu. Kemampuan individu dalam memberikan respon terhadap rangsangan yang diterimanya itu disebut kemampuan mempersepsi. Sementara menurut Ritonga . , menyebutkan ada empat tahapan persepsi Penerimaan pesan atau informasi dari luar. Memberikan kode pada informasi yang Menginterpretasikan informasi yang telah diberikan kode tersebut. Menyimpulka arti dalam ingatan. Persyaratan-persyaratan persepsi ini telah banyak dikemukakan oleh para ahli, pada dasarnya memiliki arti yang sama. Dari beberapa pendapat para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa syarat-syarat terjadinya persepsi adalah: Adanya objek fisik, dimaksudkan yaitu objek tersebut dapat dirasakan, dicium, diraba, didengar sehingga menimbulkan stimulus. Syarat fisiologi, dimaksudkan adanya tiga faktor dominan yaitu adanya alat indra, sarf sensorik dan otak. Syarat psikologis, dimaksutkan yaitu adanya perhatian dari individu sehingga dapat menyadari apa yang diterima. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi dan Menyebabkan Kesalahan Pada Persepsi Persepsi seseorang tidaklah timbul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang bersifat internal maupun yang bersifat Faktor internal merupakan faktor yang berkenaan dengan keberadaan individu yang bersangkutan, sedangkan faktor eksternal adalah faktor pengaruh yang diakibatkan oleh keberadaan rangsangan tersebut. Angga Rachmanto, . dengan rinci mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi adalah sebagai berikut : Faktor yang bersifat fungsionl, diantaranya kebutuhan, pengalaman, motivasi, perhatian, emosi dan suasana hati. Faktor yang bersifat struktural, diantaranya intensitas rangsangan, ukuran rangsangan, perubahan rangsangan dan pertentangan Faktor kultural atau kebudayaan yaitu normanorma yang dianut oleh individu. Walgito . 0 ) mengungkapkan bahwa stimulus merupakan salah satu faktor yang berperan dalam persepsi, diantaranya: Objek yang dipersepsi Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indra atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempresepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor. Namun sebagian terbesar stimulus datang dari luar Alat Indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf Ini merupakan syarat fisiologis dimana alat indera atau reseptor sebagai alat untuk menerima Di samping itu juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf, yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan syaraf Perhatian Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. Perhatian merupakan syarat psikologis dalam mengadakan persepsi. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa persepsi dipengaruhi oleh faktor rangsangan yang datang dari objek maupun ISSN : 2337 - 3997 peristiwa, dan faktor individu yang bersangkutan dengan karakteristiknya. Oleh karena itu, dapat diasumsikan dari persepsi bahwa individu akan menyimpulkan pendapat dan kesan berupa senang atau tidak senangnya, baik ataupun buruk dan adanya kesiapan untuk menerima ataupun menolak rangsangan yang diterimanya. Sedangkan faktor-faktor kesalahan dalam persepsi adalah sebagai berikut : Informasi yang kurang cukup, faktor ini merupakan penyebab utama dalam kesalahan menafsirkan pesan. Stereotype, yaitu merupakan gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat objek yang dikelompokkan pada konsep-konsep Kesalahan dalam logika, kadang-kadang dalam kehidupan sehari-hari kita mempunyai pandangan umum terhadap suatu objek. Misalnya apabila seseorang memperlihatkan sifat-sifat serius, tidak pernah humor, kemudian kita beranggapan bahwa orang tersebut bersifat angkuh, maka hal ini akan menyebabkan kesalahan persepsi. Hallo effect dan devil effect, dalam hal ini orang beranggapan bahwa jika suatu objek atau seseorang berbuat sesuatu, maka selanjutnya orang tersebut akan menambahkan dengan ciriciri tertentu pula. Pengertian Tigo Tungku Sajarangan Istilah Tigo Tungku Sajarangan sangat dekat dengan masyarkat minangkabau. Karena istilah ini dipakai dalam kegiatan memasak. Secara tradisional, peralatan memasak yang digunakan oleh masyarakat minangkabau memakai tungku yang biasanya terbuat dari besi atau batu. Tiga buah batu atau besi yang dibentuk menyerupai segitiga sama sisi ini, merupakan dasar yang kokoh untuk menopang berbagai masakan yang dimasak diatasnya. Deskripsi ini diperkuat dalam pantun adat yang berbunyi : Basilang kayu dalam tungku mangko iduik (Bersilang kayu dalam tungku Di sana api akan hidu. Artinya melalui ketiga pintu ini maka nyala api dari kayu bakar yang disilangkan dalam tungku tersebut akan menjadi bagus. Makna falsafah adat di atas juga mengambarkan kondisi masyarakat minangkabau yang demokrasi. Kayukayu bakar yang saling silang di dalam tungku merupakan gambaran atas perbedaan-perbedaan pendapat dikalangan masyarakat minangkabau. Perbedaan-perbedaan musyawarahkan bersama-sama sehingga akhirnya menghasilkan sebuah keputusan. Tungku yang e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 diumpamakan sebagai tiga unsur pimpinan di atas, sedangkan kayu merupakan gagasan, pendapat, dan nyala api itu adalah sebagai media diskusi, dan periuk yang isinya telah dimasak merupakan hasil keputusan mufakat (Suarman, 2. Kepemimpinan Ninik Mamak Ninik Mamak atau yang lebih dikenal dengan nama penghulu adalah pemimpin adat . ungsional ada. di minangkabau. Jabatan Ninik Mamak adalah sebagai pemegang soko datuk . secara turun temurun menurut garis ibu dalam sistem matrilinear. Sebagai pimimpin adat maka ia memilihara, menjaga, mengawasi, mengurusi dan menjalankan seluk beluk adat. Ia adalah pemimpin dan pelindung kaumnya atau anak kemenakannya menurut sepanjang adat (Arief, 2. Ninik Mamak mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan jabatan lainnya yang ada dalam masyarakat, merupakan tempat sandaran dan tempat bertanya tentang berbagai permasalahan yang dihadapi warga dalam suatu Tugas pokok seorang Ninik Mamak di . anak kemenakannya. Seorang Ninik Mamak mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap anak dan kemenakan. Terhadap anaknya sendiri dia pangku, kemenakannya ia bimbing dan selanjutnya ia arif pula tehadap orang kampungnya yang harus ditenggang atau diperhatikan pula dengan penerapan adat istiadat yang berlaku. Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh Ninik Mamak adalah : Siddiq . Amanah . Tabligh . Fathonah . erilmu dan cerda. Kepemimpinan Ninik Mamak di samping arif bijaksana, ia juga harus pintar memilah-milah diantara sekian banyak kasus yang terjadi di kalangan anak kemenakan atau masyarakatnya. akan mengambil suatu keputusan yang bijak, masuk akal dan menyenangkan dengan ukuranukuran . yang umum. Sedangkan dalam praktek kehidupan seharihari, seorang Ninik Mamak mempunyai kewajiban terhadap anak kemenakan. Korong Kampuang dan Nagari. Gani . 2 :. Dengan mengantisifasi berbagai tantangan dan kendala sejak dini, diharapkan Ninik Mamak tetap menjadi tokoh panutan yang sangat berperan di tengahtengah lingkungan anak dan kemenakannya. Kepemimpinan Alim Ulama Kekuatan filosofi AuAdat Basandi Syarak. Syarak Basandi KitabullahAy merupakan dasar bagi ISSN : 2337 - 3997 kehidupan masyarakat minangkabau. Adat Basandi Syarak. Syarak Basandi Kitabullah yang merupakan buah penghayatan yang dalam, diharapkan tercermin dalam bentuk prilaku yang luhur dan tidak hanya sebatas kebanggaan asshabiyah . ebanggaan sukuism. minangkabau Alim Ulama adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupum masalah sehari hari yang diperlukan baik Dapat http://id. org/wiki/Ulama . ccessed 05 September 2. Konsep kepemimpinan alim ulama dijelaskan dalam pepatah adat di bawah ini : Suluah bendang dalam nagari. Palito nan tak namuah padam. Duduaknyo bacamin kitab. Tagak nan rintang jo pituah (Suluh penerang dalam nagari. Pelita yang tak kunjung padam. Duduknya bercermin Kitabullah. Tegaknya sibuk member pituah. Maksudnya, alim ulama bertindak sebagai obor yang menerangi dari kegelapan. harus akan halal dan haram, tahu akan yang hak dan yang bathil, dan tahu akan syariat dan hakikat,serta mampu menjadi penenang bagi setiap kerusuhan yang terdapat di masyarakat. Kepemimpinan Cerdik Pandai Secara kepemimpinan di Sumatera Barat dipegang oleh kalangan cerdik pandai sebagai kalangan yang berilmu pengetahuan dalam arti yang luas. Dalam kenyataannya sehari-hari Cerdik Pandai adalah orang yang mengusai ilmu, baik ilmu adat, ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. Amir . , mendefenisikan cerdik dalam pengertian orang minang adalah kemampuan menggunakan akal dalam mengatasi keadaan yang rumit. Hal ini erat hubungannya dengan akal pikiran atau kecerdasan otak. Menurut Hakimy . , cerdik adalah pengetahuan tentang seluk beluk hidup dan kehidupan dalam masyarakat demi tercapainya tujuan yang sempurna lahir dan bathin. Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa cerdi pandai adalah orang yang cerdas yang mempunyai kemampuan mengatasi masalah yang rumit, mempunyai keterampilan professional untuk menunjang kehidupan ekonominya. Kelompok Tigo Tungku Sajarangan tersebut Merupakan Kelompok referensi utama e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 masyarakat Minangkabau (Harif Amali Rifai. Pengertian Bank Syariah Secara umum bank Islam adalah bank umum yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang dengan kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dalam konsep umat Islam, istilah bank memiliki konsep tersendiri yaitu bank syariah yang beroperasi atas dasar ajaran syaiat Islam dan memiliki operasional yang berbeda dengan prinsip operasional bank konvensional. Menurut SyafiAoi Antonio . , bank syariah memiliki dua pengertian, yaitu : Bank yang beroperasi sesuai dengan prinsipprinsip syariat islam. Bank yang tata cara beroperasinya mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang berdasarkan Al-QurAoan dan Al-Hadist. Menurut Ahmad dan Abdul . , yaitu bank yang dalam aktivitasnya baik dalam penghimpun dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah. Muhammad . , menyatakan bank Islam atau yang disebut dengan bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga, operasionalnya dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-QurAoan dan Hadist Nabi SAW. Jadi yang dimaksud dengan bank syariah adalah bank yang melakukan kegaiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dengan mengacu kepada Al-QurAoan dan Al-Hadiat, salah satunya yaitu menjauhi praktik penggunaan system bunga untuk menghindari riba dan menggantinya dengan system bagi hasil. Penelitian Yang Relevan Latar belakang yang menginspirasi penulis dalam membuat penelitian ini adalah sejumlah hasil penelitian terdahulu sebagai berikut : Penelitian yang dilakukan oleh Jazim Hamidi dkk dengan judul PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT SANTRI JAWA TIMUR TERHADAP BANK SYARIAH, menemukan sebesar 33,3% masyarakat santri tidak tahu akan perbankan syariah. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Wenda Yulisman tahun 2009 dengan judul PERSEPSI NASABAH TERHADAP KINERJA OPERASIONAL DAN MENAJERIAL BANK MUAMALAT INDONESIA KOTA BOGOR, menunjukkan bahwa nasabah sangat setuju terhadap atribut dana simpanan digunakan oleh ISSN : 2337 - 3997 bank untuk bisnis yang halal tersebut yaitu sebesar 52%, kemudian sebesar 47% nasabah menyatakan setuju terhadap atribut tersebut. Selanjutnya sebesar 1% nasabah menyatakan ragu-ragu terhadap atribut dana simpanan digunakan oleh bank untuk bisnis yang halal. Penelitian Haryadi dalam Jurnal Bisnis & Manajemen . yang meneliti tentang persepsi masyarakat terhadap perbankan syariah di eks Keresidenan Banyumas menunjukkan bahwa preferensi masyarakat terhadap bank syariah dalam kategori AubaikAy dimana 79% memberikan tanggapan baik. Terhadap pertanyaan yang bersifat terbuka . pen questionnair. mengenai pendapat dan saran responden terhadap perkembangan bank syariah selain diarahkan pada maksimalisasi yang berkenaan dengan bauran pemasaran, terdapat saran yang mengindikasikan keraguan tentang kesesuaian system syariah yang ada dengan syariat Islam yang sesungguhnya. Hipotesis Diduga persepsi kelompok rujukan tigo tungku sajarangan bahwa produk perbankan syariah sudah sesuai dengan syariat Islam yang METODE PENELITIAN Motode penelitaan yang digunakan pada penetian ini adalah metode Deskriptif dengan pendekatan Survei. Metode deskriptif menurut Moch. Nasir . , adalah AuSuatu metode untuk meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskriptif, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai faktafakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Penelitian ini dilakukan diseluruh daerah wilayat daulat parit batu kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan waktu penelitiannya dilakukan mulai bulan Juni-Juli. Sedangkan populasi pada penelitian ini adalah semua orang yang termasuk kedalam kelompok rujukan Tigo Tungku Sajararangan di Kabupaten Pasaman Barat. Karena jumlahnya tidak diketahui maka sampel ditetapkan 100 orang secara proporsional atas ketiga unsur. Dengan tehnik penarikan sampel non probability samlping dengan tehnik e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 Devenisi Operasional Variabel Persepsi Penilaian atau persepsi kelompok Togo Tungku Sajarangan di Pasaman Barat terhadap sistem produk perbankan syariah dari pandangan syariat Islam. Persepsi ini diukur dengan menanyakan pendapat atau persepsi responden terhadap produk bank syariah berdasarkan atribut produk yang dikemukakan Schiffman dan Kanuk . Kelengkapan. Sistem Produk. Sistem Akad Kredit. Penamaan. Teknik Pengumpulan Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tahap-tahap sebagai berikut: Riset lapangan (Field Reasearc. Riset lapangan yaitu penelitian langsung pada objek yang diteliti. Hal Ae hal yang bisa dilakukan dalam riset lapangan adalah : - Observasi . bservation lis. Pengumpulan langsung terhadap obyek Teknik yang dipakai dalam penelitian adalah pengamatan langsung terhadap responden. - wawancara . nterview guid. Metode wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin menentukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga ababila peneliti ingin mengetahui hal Ae hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya kecil . ugiyono, 2009:. - angket, (Kusione. Kusioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya . ugiyono, 2009:. Riset kepustakaan (Library Researc. Dengan mempelajari buku-buku, majalahmajalah, jurnal, surat kabar dan situs yang berkaitan dengan rumusan masalah. Metode Analisa Data Metode penelitian bersifat deskriptif. Analisis ini menggambarkan karakteristik masingmasing varnelitian. Proses pengolahan data yang telah didapat dari responden yaitu dinilai dengan pemberian skor, setelah pemberian skor kemudian data tersebut diolah dengan menggunakan rumus persentase (Umar, 1. sebagai berikut: ISSN : 2337 - 3997 Dimana: P = Persentase hasil yang diperoleh F = Frekuensi hasil yang diperoleh N= Jumlah responden yang dijadikan sampel 100% = Angka tetap persentase Untuk mendapatkan rata-rata skor masing-masing indikator dalam pernyataanpernyataan yang terdapat dalam kuisioner dipakai rumus berikut : Rata-rata skor = Eu fi x Wo Euf Dimana : Eu fi = Total frekuensi ke i = Bobot Eu f = Total frekuensi Sedangkan untuk mencari tingkat pencapaian jawaban responden digunakan rumus berikut: TCR = Rata A Rata Skor Untuk pengambilan kesimpulan dari hasil analisis deskriptif digunakan Tingkat Capaian Responden. Kriteria nilai Tingkat Capaian Responden (TCR) dikembangkan dari teori Arikunto . sehingga dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 90% - 100 % : Sangat Setuju 80% - 89,99 % : Setuju 65 % - 79,99 % : Cukup Setuju 55 % - 64,99 % : Kurang Setuju 0 % - 54,99 % : Tidak Setuju Metode kualitatif Yaitu membandingkan antara teori yang ada dengan praktek atau kenyataan yang ditemui pada objek penelitian sehubungan dengan masalah yang dihadapi pada penelitian ini. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 Berdasarkan Tabel I di atas dapat diketahui bahwa dari 102 responden dari unsur ninik mamak sebanyak 27 orang dengan persentase 26,5%, dari unsur cerdik pandai sebanyak 44 orang dengan persentase 43,1%, sedangkan dari unsur alim ulama sebanyak 31 orang dengan persentase 30,4 Metode kuantitatif Adapun metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kuantitatif. Untuk metode penelitian kuantitatif ini. Penulisannya menggunakan metode analisa perhitungan statistik memperkirakan bagaimana Persepsi kelompok Rujukan Tigo Tungku Sajarangan Terhadap Produk Perbankan Syariah di daerah wilayah kabupaten Pasaman Barat. Maka untuk menghitungnya digunakan alat bantu program SPSS for windows evaluations versi 16. Analisis Data Statistik Persepsi Dalam penelitian ini, persepsi kelompok rujukan tigo tungku sajarangan merupakan fokus utama yang akan diteliti. Setuju atau tidaknya responden tergantung pada penilaiannya terhadap produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah di Pasaman Barat. Untuk mengetahui sejauh mana persepsi kelompok rujukan tigo tungku sajarangan, peneliti telah melakukan pengumpulan data terhadap sebagian ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai yang dijadikan responden. Selanjutnya hasil pengumpulan data tersebut akan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi seluruh pernyataan. Dalam rangka menampung penilaian persepsi responden tentang produk perbankan syariah, maka kepada setiap responden diberikan kuesioner dengan 1 indikator yaitu persepsi yang terdiri dari 18 pernyataan. Berdasarkan hasil pengumpulan data terhadap 102 responden, diketahui bahwa pada umumnya cukup setuju tentang produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah di Pasaman Barat. Hal ini dapat ditunjukkan dengan rata-rata skor dan tingkat pencapaian dari penilaian responden yang sangat besar. Sebaran jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan Kosnumen dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Deskriptif Dalam melakukan penelitian analisa ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka penulis akan menggunakan descriptive Statistics yang dikelompokkan dalam karakteristik yang dibatasi hanya berdasarkan unsur dari kelompok Tigo Tungku Sajarangan yang diperlihatkan sebagaimana data berikut : Tabel I : Karakteristik Berdasarkan Unsur Jumlah Unsur Respon Persen Ninik 26,5% Mamak Cerdik 43,1% Pandai 3 Alim Ulama 30,4% Jumlah Sumber: Data penelitian diolah PERNYATAAN KRITERIA JAWABAN ISSN : 2337 - 3997 Bunga dan 16 15, dengan ajaran Islam. Sistim bagi hasil syariah adalah 24 23, halal dan baik. Rat STS TCR Kategori Cukup Setuju Cukup Setuju e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 Untuk memakai sitem jual beli untuk 11 Cara ini adalah halal menurut Islam. Untuk barang itu dan 19 nasabah dengan yang adil. Cara ini adalah halal menurut Islam. Pada yang dipinjam nasabah, bank diawal sebelum usaha dimulai. Hal ini tidak ajaran agama Islam. Bank ngan sejak tidak melanggar ajaran agama Islam. Bank bagiannya dari bukan dari laba ISSN : 2337 - 3997 Cukup Setuju Cukup Setuju Tidak Setuju Tidak Setuju Tidak Setuju e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 Hal ini sesuai dengan ajaran agama Islam. Bank sistem bagi hasil hanya berbagi saja, kalau rugi jadi resiko nasabah. Hal ajaran Islam. Tingkat hasil dari kredit Bank Syariah 24 adil dan sesuai ajaran Islam Cara berpromosi Bank Syariah jujur dan Islami. Kehadiran bankbank syariah di Pasaman Barat kaum muslimin. Pimpinan dan Karyawan Bank Syariah berakhlak baik, taat beribadah dan Islamis. Proses Bank Syariah sesuai prinsip Islam. Sarana suasana gedung lain-lain Islamis. Bank label halal atau tulisan syariah. Tidak Setuju Cukup Setuju Cukup Setuju Cukup Setuju Cukup Setuju Cukup Setuju Cukup Setuju Cukup Setuju ISSN : 2337 - 3997 e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 Seorang Muslim memilih sistim bagi hasil bank 20 syariah karena lebih baik dan sesuai ajaran Memilih ISSN : 2337 - 3997 Cukup Setuju Cukup Setuju Cukup Setuju Cukup Mengajak orang lain untuk 23 22, 60 berpahala dan Allah SWT. Skor rata-rata pernyataan Berdasarkan tabel 2 diatas diperoleh ratarata skor setiap pernyataan yang digunakan untuk persepsi kelompok rujukan tigo tungku Ada 18 pernyataan yang digunakan. Diperoleh skor rata-rata sebesar 3,36 dengan tingkat pencapaian sebesar 67,4 % masuk dalam kategori Cukup setuju. Hal ini berarti bahwa sebagian besar kelomok rujukan tigo tungku sajarangan cukup setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah di Pasaman Barat. Secara umum produk perbankan syariah mendapat respon yang Cukup baik dari responden, sehingga mendapatkan nilai rata-rata sebesar 3,83 dan tingkat pencapaian sebesar 76,6 Yang berarti kelompok rujukan tigo tungku sajarangan cukup setuju . Artinya, secara umum perbankan syariah menawarkan produk yang cukup baik terhadap nasabah maupun calon nasabah yang ada di Pasaman Barat. Selanjutnya apabila penilaian responden dilihat lebih rinci, bahwa yang menyatakan Setuju setuju sebanyak 45,1 % dari seluruh responden yang diteliti. Artinya, mayoritas kelompok rujukan tigo tungku sajarangan yang menjadi responden menyatakan setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah di Pasaman Barat. Sementara itu, untuk responden yang menyatakan sangat setuju dengan produk yang ditawarkan perbankan syariah sebanyak 13,7 % dari seluruh responden. Artinya, sebanyak 13,7 % dari seluruh kelompok rujukan tigo tungku sajarangan yang menjadi responden menyatakan sangat setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah di Pasaman Barat. Namun demikian. Perbankan syariah di Pasaman Barat perlu memperhatikan sebagian kecil penilaian responden yang kurang menggembirakan, karena dari seluruh Responden yang diteliti ternyata masih terdapat beberapa pelanggan yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju dan Netral tentang produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah di Pasaman Barat. Dari hasil pengumpulan data, e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 diperoleh informasi bahwa terdapat sebanyak 18,6 % seluruh responden yang menyatakan tidak setuju, dan sebanyak 8,8 % dari responden menyatakan sangat tidak setuju, sedangkan sebanyak 13,7 % responden menyatakan netral. Artinya, masih terdapat sebagian responden yang menyatakan tidak setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah di Pasaman Barat. Pembahasan Berdasarkan hasil penghitungan rata-rata skor ditemui bahwa sebagian besar kelompok rujukan tigo tungku sajarangan cukup setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan Artinya, bahwa dengan sistim bagi hasil yang diterapkan oleh perbankan syariah, ini akan menghilangkan praktek yang mengandung unsur riba dalam melaksanakan semua kegiatan transaksi, baik bagi masyrakan sebagai penghimpun dana maupun perbankan syariah sebagai penyalur dana. Berdasarkan penelitian ini juga dapat diketahui bahwa sebanyak 41,1% reponden tidak setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah. Tingginya tingkat responden yang tidak setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah, ini disebabkan karena menurut responden masih adanya produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah yang belum sesuai dengan syariat Islam yang sesungguhnya. Seperti pola pembiayaan berbasis bagi hasil, meskipun merupakan jenis pembiayaan yang lebih adil, namun memiliki risiko yang lebih besar dari pada jenis pembiayaan lain seperti Murabahah. Risiko itu antara lain, risiko kegagalan proyek yang dibiayai, dimana bank ikut menanggung kerugian. Akan tetapi dalam kenyataanya ini tidak berjalan seperti apa yang telah ditetapkan, pihak perbankan syariah hanya berbagi keuntungan saja tanpa peduli usaha nasabahnya rugi. KESIMPULAN Dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok tigo tungku sajarangan baik dari unsur ninik mamak, alim ulama maupun cerdik pandai setuju bunga bank itu adalah Dan secara mayoritas kelompok tigo tungku sajarangan menyatakan sistem bagi hasil yang diterapkan oleh bank syariah sudah baik . esuai dengan syariah Isla. ISSN : 2337 - 3997 Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok tigo tungku sajarangan baik dari unsur ninik mamak, alim ulama maupun cerdik pandai menilai masih adanya produk yank ditawarkan oleh perbankan syariah yang tidak sesuai dengan syariat Islam yang Seperti pada kredit modal kerja, bank syariah menetapkan tingkat keuntungan diawal sebelum usaha itu dijalankan. Sehingga membuat penilaian bahwa bank syariah yang ada belum sesuai dengan syariat Islam yang sebenarnya. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok tigo tungku sajarangan baik dari unsur ninik mamak, alim ulama maupun cerdik pandai setuju dengan kehadiran bank syariah di Pasaman Barat akan membuat kegiatan ekonomi menjadi lebih baik dan Dari hasil penelitian ditemukan bahwa masih banyak ditemukan responden yang belum mengerti dengan sistim yang diterapkan oleh perbankan syariah. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok tigo tungku sajarangan baik dari unsur ninik mamak, alim ulama maupun cerdik pandai setuju bahwa dalam proses mendapatkan kredit pada bank syariah sesuai dengan syariat Islam. Saran-saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dibuat, maka penulis mengemukakan beberapa saran kepada perbankan Syariah yang ada di Pasaman Barat yang mungkin dapat berguna sebagai bahan pertimbangan , antara lain : Produk yang ditawarkan oleh perbankan syriah harus benar-benar sesuai dengan syariat Islam yang sesungguhnya, agar masyarakat mempunyai keinginan untuk ditawarkan oleh perbankan Syariah itu. Sebaiknya produk yang ditawarkan perbankan syariah yang belum sesuai dengan syariat Islam menawarkan produk itu kepada masyarakat. Hal ini agar tidak merusak citra Syariah yang Melihat fenomena yang ada, terutama untuk menjembatani perbedan persepsi antara masyarakat dengan perbankan syariah, maka perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus untuk mencapai titik temu sehingga tercapai pemahaman mengenai perbankan syariah yang benar. Dan dengan memberikan sosialisasi mengenai konsep perbankan syariah kepada masyarakat itu. Sehingga kita e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 1 -14 harapkan tidak lagi terdengar kritikan negatif terhadap bank syariah yang bersumber dari Agar ada penelitian lajutan yang serupa, yang populasinya lebih luas dan masyarakat yang potensial sebagai pengguna jasa bank. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam menghasilkan penelitian ini, penulis berterima kasih kepada Pimpinan dan Civitas Akademika STIE Yappas yang memberi bantuan dalam penyelesaian penelitian ini. Terima kasih juga kepada pihak Bank Syariah di Pasaman Barat yang telah memberikan kesempatan bagi peneliti untuk melakukan penelitian di perusahaan ini. DAFTAR PUSTAKA