EVALUASI PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN. ANGGARAN BIAYA DAN WAKTU PEMBANGUNAN STRUKTUR DENGAN METODE BIM DAN KONVENSIONAL (STUDI KASUS: PROYEK REVITALISASI HALTE x TRANSJAKARTA HALTE x JAKARTA TIMUR DKI JAKARTA) 1,2,3 Mohammad Asri Friantori1. Firdaus2. Ely Mulyati3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Bina Darma Jl. Jendral A . Yani No. Kota Palembang. Sumatera Selatan Email: mfriantori@gmail. com, firdaus. dr@binadarma. id, ely. mulyati@binadarma. ABSTRAK Analisis perbandingan biaya menggunakan konsep BIM merupakan hal yang penting untuk diimplementasikan, agar dapat mengetahui seberapa besar pengaruh BIM terhadap biaya proyek dan seberapa efektif penggunaan BIM dalam mengurangi biaya proyek secara maksimal. Penggunaan BIM pada suatu proyek konstruksi dapat menghemat waktu 50% lebih cepat dari pada menggunakan metode konvensional. Ini dikarenakan metode konvensional tidak dapat merencanakan sebuah desain bangunan secara bersamaan, berbeda dengan BIM, metode yang diberikan untuk pengguna/perencana bisa berkolaborasi antar desain yang dibuat secara bersamaan, sehingga pada proses perencanaan tidak ada lagi pekerjaan yang tertunda. Salah satu sarana yang harus ditingkatkan adalah halte bus rapid transit, yang mana transportasi umum yang semakin meningkat terutama di daerah ibukota DKI Jakarta jumlah populasi manusia yang semakin meningkat maka kebutuhan dasar manusia untuk bergerak juga harus ditingkatkan. Oleh karena itu pada tugas akhir ini akan berfokus pada Revitalisasi Halte x Transjakarta Halte x yang mana akan melakukan penelitian terkait biaya dan waktu menggunakan metode Building Information Modelling (BIM) dengan program Autodesk Revit. Berdasarkan hal tersebut maka, penulis yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas penggunaan metode BIM dan konvensioal untuk menghitung volume pekerjaan, anggaran biaya dan waktu. Metode penelitian yaitu dengan melakukan studi literatur untuk mendapatkan data-data yang akan dimodelkan menggunakan perangkat lunak autodesk. Berdasarkan hasil penelitian volume beton total menunjukkan volume konvensional lebih mendekati aktual yaitu -5. 04% atau -37. 90m3 sedangkan volume BIM terhadap aktual yaitu -5. 04% atau -37. 90m3 dan pada volume tulangan total menunjukkan volume konvensional lebih mendekati aktual yaitu 2,52% atau -2. 116,41kg sedangkan volume BIM terhadap Aktual yaitu -3,15% atau -2. 630,59kg. Selanjutnya perhitungan biaya beton total dengan aktual menunjukkan biaya konvensional lebih mendekati aktual yaitu yaitu -5,04% atau -Rp34. 157,91, sedangkan biaya BIM terhadap aktual yaitu -5,19% atau -Rp35. 720,54, sedangkan selisih estimasi harga atau biaya tulangan total dengan aktual menunjukkan biaya konvensional lebih mendekati aktual yaitu -2,52% atau Rp. 093,36, sedangkan biaya BIM atau Revit terhadap aktual -3,15% atau -Rp43. 037,32. Kunci: Building Inovation Modelling (BIM). Autodesk Revit. Volume. Biaya ABSTRACT Cost comparison analysis using BIM concept is important to be implemented in order to find out how much influence BIM has on project costs and how effective the use of BIM is in project cost reduction to the maximum. Using BIM in a construction project can save 50% more time than using conventional methods. This is because conventional methods cannot design a building simultaneously, whereas BIM allows the users/designers to collaborate between designs that are made simultaneously, thus eliminating delayed work in the design process. One of the facilities that need to be improved is the Bus Rapid Transit shelter, where public transportation is increasing, especially in the capital city of DKI Jakarta, the number of human population is increasing, so the basic human needs for moving must also be improved. Therefore, this final project will focus on the revitalization of Transjakarta x Shelter x, which will conduct research related to cost and time using the Building Information Modeling (BIM) method with the Autodesk Revit Based on this, the author aims to determine the comparison of the effectiveness of using BIM and conventional methods to calculate the volume of work, cost and time budget. The research method is to conduct a literature study to obtain data that will be modeled using Autodesk software. Based on the research results, the total concrete volume shows that the conventional volume is closer to the actual, which is -5. 04% or -37. 90m3, while the BIM volume to the actual is 5. 04% or -37. 90m3 and the total reinforcement volume shows that the conventional volume is closer to the actual, which 52% or -2,116. 41kg, while the BIM volume to the actual is -3. 15% or -2,630. Furthermore, the calculation of the total concrete cost with the actual shows that the conventional cost is closer to the actual, which is -5. 04% or Rp34,150,157. 91, while the BIM cost to the actual is -5. 19% or -Rp35,110,720. 54, while the difference in the estimated price or total reinforcement cost with the actual shows that the conventional cost is closer to the actual, which is -2. or -Rp35,145,093. 36, while the BIM or Revit cost to the actual is -3. 15% or -Rp43,683,037. Keywords: Building Innovation Modeling (BIM). Autodesk Revit. Volume. Cost. PENDAHULUAN Analisis perbandingan biaya menggunakan konsep BIM merupakan hal yang penting untuk diimplementasikan, agar dapat mengetahui seberapa besar pengaruh BIM terhadap biaya proyek dan seberapa efektif penggunaan BIM dalam mengurangi biaya proyek secara maksimal . Penggunaan BIM pada suatu proyek konstruksi dapat menghemat waktu 50% lebih cepat dari pada menggunakan metode konvensional . Ini dikarenakan metode konvensional tidak dapat merencanakan sebuah desain bangunan secara bersamaan, berbeda dengan BIM, metode yang diberikan untuk pengguna/perencana bisa berkolaborasi antar desain yang dibuat secara bersamaan, sehingga pada proses perencanaan tidak ada lagi pekerjaan yang tertunda . Manajemen proyek adalah proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengelolaan sumber daya untuk mencapai tujuan proyek dalam batasan waktu, anggaran, dan ruang lingkup yang ditetapkan . Perhitungan volume pekerjaan, anggaran biaya, dan waktu pembangunan struktur merupakan elemen-elemen kunci yang mempengaruhi kesuksesan proyek. Metode yang digunakan untuk perhitungan iniAibaik metode Building Information Modeling (BIM) maupun metode konvensionalAimemiliki dampak signifikan terhadap bagaimana manajemen proyek dijalankan. Dalam dunia konstruksi, perhitungan volume pekerjaan, anggaran biaya, dan waktu pembangunan adalah komponen krusial dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek . Kedua metode yang sering digunakan dalam perhitungan ini adalah metode Building Information Modeling (BIM) dan metode konvensional. Salah satu sarana yang harus ditingkatkan adalah halte bus rapid transit, yang mana transportasi umum yang semakin meningkat terutama di daerah ibukota DKI Jakarta jumlah populasi manusia yang semakin meningkat maka kebutuhan dasar manusia untuk bergerak juga harus Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perhitungan daftar kuantitas dan hasil perhitungan RAB dari modelling yang dihasilkan dari software Autodesk Revit. Selain itu, untuk mengetahui selisih dari volume dan RAB dari perhitungan software Autodesk Revit dengan konvensional dari pihak kontraktor . METODE PENELITIAN Tahapan awal dalam penelitian ini adalah melakukan studi literatur dengan mencari referensi dari jurnal, skripsi atau penelitian terdahulu, buku dan artikel yang berkaitan dengan Building Information Modelling (BIM). Kemudian melakukan identifikasi masalah dan analisa proyek Revitalisasi Halte x Transjakarta (Tahap struktur bawah Pondasi & Pileca. untuk dimodelkan dalam permodelan BIM dengan menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit. Selanjutnya, melakukan pengumpulan data- diantaranya shop drawing dan BOQ gedung dari pelaksana proyek Revitalisasi Halte x Transjakarta (Tahap struktur bawah Pondasi & Pileca. untuk dilakukan pemodelan menggunakan program bantu perangkat lunak Autodesk Revit . Hasil pemodelan dapat digunakan untuk analisis volume pekerjaan dan analisis harga satuan serta membandingkan Rencana Anggaran Biaya Konvensional dengan Rencana Anggaran Biaya menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit . Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah seperangkat laptop yang dilengkapi program Autodesk Revit sebagai alat bantu untuk permodelan Revitalisasi Halte x Transjakarta x (Tahap struktur bawah Pondasi & Pileca. dan Microsoft Excel sebagai alat bantu analisis perbandingan RAB Konvensional dan RAB pada software Autodesk Revit. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah data shop drawing dan BOQ Revitalisasi Halte x Transjakarta (Tahap struktur bawah Pondasi & Pileca. Data tersebut diperoleh dari pelaksana proyek PT. XYZ (Perser. Tbk. Denah Bangunan dari autocad ke autodesk Masukkan denah bangunan dari autocad ke autodesk revit guna membuat grid atau batasan yang sesuai dengan gambar desain. Gambar 3. Tampilan Gird Sesuai Denah Penentuan elevasi Penentuan elevasi sebagai acuan untuk pembuatan pada level ketinggian tertentu. Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Gambar 4. Tampilan Elevasi Sesuai Drawing Pemodelan Pondasi Bored Pile Dan Pile Cap Pemodelan pondasi Bored Pile dan Pile Cap sesuai ukuan dan tempat yang telah ditetapkan pada data drawing dan Pemodelan Bored Pile dan Pile Cap dilakukan dengan cara terpisah yaitu dengan membuat family baru terlebih dahulu lalu diimport ke dalam file project pada Autodesk Revit. Gambar 2. Diagram Alir Pengerjaan Autodesk Revit HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan Menggunakan Software Autodesk Revit Setiap tahapan pemodelan telah dilakukan dengan tahapan yang ada, oleh karena itu penelitian dapat disampaikan dan dijelaskan dengan detail mengenai tahapan atau langkahlangkah yang didapatkan. Gambar 5. Pemodelan 3D Bored Pile Dan Pile Cap Ukuran Pilecap yang digunakan pada pemodelan ini berbeda-beda yang mana perbedaan tersebut berada pada dimensi dan jumlah Bored Pile yang terdapat pada 1 struktur Pile Cap. Untuk perbedaan dimensi nya terdapat pada Tabel 1 dibawah Lokasi Tabel 1. Tipe-Tipe Pile Cap Lobby Utara Halte Utara Halte Selatan Tipe Pilecap . Pilecap PC-1A Pilecap PC-1B Pilecap PC-6 Pilecap PC-1C Pilecap PC-1D Pilecap PC-1F Pilecap PC-8A Pilecap PC-1C Pilecap PC-1D Pilecap PC-4B Pilecap PC-8A Pilecap PC-8B Jumlah Pemodelan Struktur Pedestal. Tie Beam Dan Pit Lift Pemodelan struktur pedestal, tie beam dan pit lift sesuai ukuan dan tempat yang telah ditetapkan pada data drawing dan Pemodelan struktur pedestal, tie beam dan pit lift dilakukan dengan cara yang sama dengan pemodelan boredpile dan pilecap yaitu dengan membuat family baru terlebih dahulu lalu di-import ke dalam file project pada Autodesk Revit. Gambar 7. Pemodelan Ground Slab Dan Plat Lantai Pemodelan Penulangan Pemodelan 3D Revit yang sudah selesai pemodelan penulangan rebar pada tiap masing-masing struktur. Pada pemodelan penulangan rebar pada Revit dibuat dengan berdasarkan gambar drawing. Gambar 8. Pemodelan Penulangan Rebar Volume Kuantitas Dari Software Revit dan Konvensional Ms. Excel Volume kuantitas pada Software Revit dapat dikeluarkan secara otomatis dengan fitur yang Perbedaan pedestal, tie beam dan pit lift terdapat pada Software Revit. Pada perhitungan berada pada tipe dan dimensi atau ukuran ini hal yang harus dilakukan pertama kali ialah dari tiap-tiap tipe nya yang tertera pada memasukkan data-data yang diperlukan pada Tabel 2 dibawah ini. tiap-tiap model struktur yang sudah dibuat. Tabel 2. Tipe-Tipe Pedestal. Tie Beam Dan Pit Adapun data-data yang dimasukkan ialah Lift seperti keterangan nama struktur sampai Lokasi Tipe Pilecap . Tipe Tie Beam Tipe Pit Lift jumlah harga per-masing-masing item. PC-1A TB-1 Lobby PC-1B Volume Kuantitas Bored Pile Dan Pilecap Utara PC-1E Pada perhitungan volume kuantitas Bored PC-6 PC-1C TB-2 Pile & Pilecap dimasukkan beberapa PC-1D Halte PC-1F Utara item untuk menunjang data-data yang PC-8A diperlukan seperti family, count, cost. PC-1C TB-2 PC-1D volume dan jumlah cost. Halte PC-4B Gambar 6. Pemodelan 3D Pedestal. Tie Beam Dan Pit Lift Selatan PC-8A PC-8B Pemodelan Struktur Ground Slab Dan Suspended Slab Pemodelan struktur Ground Slab dan Suspended Slab sesuai ukuran dan tempat yang telah ditetapkan pada data drawing dan koordinat. Pemodelan struktur Ground Slab dan Suspended Slab dilakukan dengan cara yang sama dengan pemodelan sebelumnya yaitu dengan membuat family baru terlebih dahulu lalu di-import ke dalam file project pada Autodesk Revit. = 0. 5yco3/Pilecap Type 1 A, 1B, 1C, 1D & 1F) Dari data perhitungan konvensional dan pengeluaran volume dari Revit didapatkan hasil perbandingan untuk pekerjaan Bored Pile dan Pilecap pada tabel dibawah ini. Gambar 9. Perhitungan Volume Bored Pile dari Revit Pada perhitungan volume kuantitas Bored Pile dari konvensional atau excel dihitung dengan cara menghitung volume yang mana berdasarkan perhitungan berikut: Bored Pile : yco2 = yuUyc2 yco2 = 3. ya/22 yco2 = 3. 4/22 = 0. 1257yco2 : yco3 = 0. 1257ycu19 = 2. 3876yco /Bored Pile (Dia. L19. Uraian Pekerjaan Tabel 3. Perbandingan Volume dan Harga Pekerjaan Bored Pile dan Pilecap Pekerjaan Bored Pile Pekerjaan Bored Pile Pekerjaan Bored Pile Pekerjaan Bored Pile Pekerjaan Pier/Pilecap Pekerjaan Pier/Pilecap Pekerjaan Pier/Pilecap Pekerjaan Pier/Pilecap Satuan Harga Satuan Konvensional BIM Rp. 164,85 Rp. 606,00 Rp. 164,85 Rp. 606,00 Deviasi (BIM Deviasi (BIM dan dan Konv. Konv. /6x100% 317,60 317,54 -0,06 -0,02% Rp. 561,17 Rp. 7,78 -Rp. 773,39 -0,02% 253,69 639,97 386,28 0,87% Rp. Rp. 560,82 0,13 -0,87% Rp. 809,31 97,50 96,66 Rp. Rp. 572,92 612,99 Rp. 380,91 346,68 -0,84 -0,87% -Rp. 780,80 -0,87% -266,32 -3,62 Rp. -Rp. 435,08 5,83 -3,62% Volume Kuantitas Pedestal Pada perhitungan volume kuantitas Pedestal dimasukkan beberapa item untuk menunjang data-data yang diperlukan seperti family, count, structural material, cost, volume dan jumlah cost. Gambar 11. Perhitungan Volume Pedestal dari Revit Gambar 10. Perhitungan Volume Pilecap dari Revit Pada perhitungan volume kuantitas Pilecap dari konvensional atau excel dihitung dengan cara menghitung volume yang mana berdasarkan perhitungan berikut: Pilecap : yco3 = ycEycuyaycuycN yco3 = 1. Pada perhitungan volume kuantitas Pedestal dari konvensional atau excel dihitung dengan cara menghitung luasan terlebih dahulu baru dikali tinggi untuk mencari perhitungan berikut: Pedestal : ya = 2 1 2 ycu yc2 ya = 2 1 2 ycu 0. 2072 ya = = 0. 207yco2 : yco3 = 0. = 0. 22yco3/Pedestal PC-1C Dari data perhitungan konvensional dan Revit didapatkan hasil perbandingan untuk pekerjaan Pedestal pada tabel dibawah . Uraian Pekerjaan . dengan cara menghitung volume yang mana berdasarkan perhitungan berikut: Pit Lift Lobby Utara : yco3 = ycEycuyaycuycN yco3 = 4. = ye. yayeyayeayc yco = ycEycuyaycuycN yco3 = 3. = ya. yiyeyayeayc yco3 = ycEycuyaycuycN yco3 = 3. = ya. yiyeyiyeayc ycyeayeiyeCyes = ya. yiyeyiyea yc Tabel 4. Perbandingan Volume dan Harga Pekerjaan Pedestal Pekerjaan Kolom Pedestal Beton Pekerjaan Kolom Pedestal Beton Pekerjaan Kolom Pedestal Beton Pekerjaan Kolom Pedestal Beton Satuan Harga Satuan Konvensional BIM Rp. 164,85 Rp. 606,00 41,70 Deviasi (BIM Deviasi (BIM dan dan Konv. Konv. /6x100% 41,28 -0,43 -1,03% Rp. Rp. 574,26 37. -Rp. 995,06 -1,03% 867,12 845,25 -21,88 -0,25% Rp. 441,29 Rp. 2,82 -Rp. 288,47 -0,25% Volume Kuantitas Tie Beam Dan Pit Lift Pada perhitungan volume kuantitas Pedestal dimasukkan beberapa item untuk menunjang data-data yang diperlukan family, structural length, count, cost, volume dan jumlah Dari data perhitungan konvensional dan pengeluaran volume dari Revit didapatkan hasil perbandingan untuk pekerjaan Tie Beam dan Pit Lift pada tabel dibawah ini. Gambar 12. Perhitungan Volume Tie Beam dari Revit Pada perhitungan volume kuantitas Tie Beam dari konvensional atau excel dihitung dengan cara menghitung volume yang berdasarkan perhitungan berikut: Tie Beam : yco3 = ycEycuyaycuycN yco3 = 0. = 0. 735yco3/ Tie Beam L = 4. 90m Type 2 Gambar 13. Perhitungan Volume Pit Lift dari Revit Pada perhitungan volume kuantitas Pit Lift dari konvensional atau excel dihitung Uraian Pekerjaan Tabel 5. Perbandingan Volume dan Harga Pekerjaan Tie Beam & Pit Lift Pekerjaan Tie Beam Satuan Harga Satuan Konvensional BIM Pekerjaan Tie Beam Pekerjaan Tie Beam Pekerjaan Tie Beam Pekerjaan Pit Lift Pekerjaan Pit Lift Pekerjaan Pit Lift Pekerjaan Pit Lift Rp. 164,85 Rp. 606,00 Rp. 164,85 Rp. 606,00 51,47 54,63 Deviasi (BIM Deviasi (BIM dan Konv. ) dan Konv. /6x100% 3,16 Rp. Rp. Rp. 658,3 49. 977,43 983,46 Rp. 24,87 199,83 216,37 Rp. Rp. 101,20 4,90 5,78% 2,12% 2,12% Rp. Rp. 969,8 22. 0,43 1,70% Rp. 500,89 1,70% Rp. Rp. 795,0 57. 48,61 1,40% Rp. 266,36 1,40% 428,81 25,30 5,78% 477,42 Volume Kuantitas Caping Beam Dan Slab Pada perhitungan volume kuantitas Pedestal menunjang data-data yang diperlukan family, structural length, count, cost, volume dan jumlah Gambar 14. Perhitungan Volume Caping Beam & Slab Pada perhitungan volume kuantitas Caping Beam dari konvensional atau excel dihitung dengan cara menghitung volume yang berdasarkan perhitungan berikut: Caping Beam : yco3 = ycEycuyaycuycN yco3 = 68. 15ycu1 = 79. 051yco3/ Caping Beam Dari data perhitungan konvensional dan pengeluaran volume dari Revit didapatkan hasil perbandingan untuk pekerjaan Caping Beam dan Slab pada tabel dibawah ini. Gambar 16. Harga Satuan Pekerjaan Struktur . Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Konvensional dan BIM Terhadap Aktual Rencana anggaran biaya akan menjadi acuan Tabel 6. Perbandingan Volume dan Harga pelaksanaan aktivitas mulai dari pemilihan Pekerjaan Caping Beam & Slab berbagai komponen pendukung seperti Uraian Deviasi (BIM Deviasi (BIM dan Satuan Harga Satuan Konvensional BIM Pekerjaan dan Konv. Konv. material, pihak penyedia, alat berat dan lain Pekerjaan Plat Rp. 164,85 83,52 82,11 -1,41 -1,72% Lantai 1 sebagainya hingga pengawasan pelaksanaan Rp. Pekerjaan Plat -Rp. Rp. 011,55 73. -1,72% Maka dari itu penelitian ini Lantai 1 365,67 Pekerjaan Plat melakukan perbandingan antara Rencana Rp. 606,00 152,36 151,32 -1,04 -0,69% Lantai 1 Rp. Anggaran Biaya Konvensional dengan Rencana Pekerjaan Plat -Rp. Rp. 151,07 2. -0,69% Lantai 1 296,45 Anggaran Biaya menggunakan Software Revit Pekerjaan Rp. 164,85 80,20 79,05 -1,15 -1,46% Caping Beam dengan metode Building Information Modelling Rp. Pekerjaan -Rp. Rp. 322,17 71. -1,46% (BIM) terhadap Anggaran Biaya Aktual. Caping Beam 240,74 Pekerjaan Perbandingan Volume Beton Rp. 606,00 971,04 873,68 -97,36 -1,10% Caping Beam Rp. Pekerjaan Rp. -Rp. Perhitungan volume beton berdasarkan data -1,10% Caping Beam 152,40 809,35 3,05 konvensional dan BIM terhadap aktual Pekerjaan Plat Rp. 164,85 54,66 53,90 -0,76 1,41% Lantai 2 dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut Rp. Pekerjaan Plat -Rp. Rp. 670,73 48. -1,41% dibawah ini : Lantai 2 885,29 Pekerjaan Plat Lantai 2 Pekerjaan Plat Lantai 2 Rp. 606,00 658,96 650,14 Rp. Rp. 656,55 10. -8,82 -1,36% -Rp. 422,99 -1,36% Analisis Harga Satuan Pekerjaan Analisa harga satuan yang dibuat dalam pembangunan proyek Revitalisasi Halte x x menggunakan Referensi Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2022. Bagian IV AHSP Bidang Cipta Karya dan Pemukiman. Satuan dapat berdasarkan atas jam operasi untuk tenaga kerja dan peralatan, volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan, adapun kuantitas satuan ialah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari mata pembayaran. Gambar 15. Analisis Harga Satuan Pekerjaan Lm3 Pengecoran Beton Ready Mix Tabel 7. Perbandingan Volume Beton Terhadap Aktual Uraian Pekerjaan Satuan Harga Satuan Konvensional Aktual BIM Deviasi (Konv. Aktua. Pekerjaan Bored Pile 40cm Rp. 164,85 317,60 339,27 Rp. 164,85 97,50 Rp. 164,85 Pekerjaan Pier/Pilecap Pekerjaan Tie Beam Deviasi (Konv. Aktual%) . /6x100% Deviasi (BIM dan Aktua. 317,54 -21,67 -6,82% -21,73 -6,84% 101,22 96,66 -3,72 -3,82% -4,56 -4,72% 51,47 58,76 54,63 -7,29 -14,16% -4,13 -7,56% 9=6-5 Deviasi (BIM dan Aktual %) 10=. x100 Pekerjaan Kolom Pedestal Beton Rp. 164,85 41,70 43,25 41,28 -1,55 -3,72% -1,98 -4,79% Pekerjaan Pit Lift Rp. 164,85 24,87 25,48 25,30 -0,61 -2,45% -0,18 -0,71% Pekerjaan Plat Lantai 1 Rp. 164,85 83,52 85,67 82,11 -2,15 -2,57% -3,56 -4,33% Rp. 164,85 80,20 82,15 79,05 -1,95 -2,43% -3,10 -3,92% Rp. 164,85 54,66 53,62 53,90 1,04 1,90% 0,28 0,52% Pekerjaan Caping Beam Pekerjaan Plat Lantai 2 Tabel 8. Perbandingan Volume Beton Total Terhadap Aktual Uraian Pekerjaan Satuan Harga Satuan Konvensional Aktual BIM Beton 1252,60 Rp. 751,53 Rp. 789,43 Rp. 750,46 Deviasi (Konv. Aktua. Deviasi (Konv. Aktual%) Deviasi (BIM dan Aktua. Deviasi (BIM dan Aktual %) -Rp. 37,90 -5,04% -Rp. 38,96 -5,19% Gambar 17. Perbandingan Volume Beton Metode Konvensional dan BIM Dari Table 7, 8 dan Gambar 18, menunjukkan bahwa perhitungan volume beton total dengan menggunakan metode BIM lebih kecil yaitu 750. 46m3 dari pada menggunakan metode konvensional yaitu 53m3 yang mana dari 2 metode ini, volume keluaran konvensional lebih mendekati volume secara aktual yaitu 5. 04% atau -37. 90m3 sedangkan volume BIM terhadap aktual yaitu -5. 19% atau 38. 96m3, yang jika dilihat dari data tabel serta grafik diatas minus (-) menunjukan volume BIM dan konvensional lebih kecil dari pada volume aktual. Adapun dari hasil perbandingan BIM dan konvensional diatas yang menunjukkan volume konvensional lebih mendekati aktual, dikarenakan pada perhitungan Revit sudah otomatis menghitung dengan sistem aplikasi yang masih perlu ditinjau kembali dengan perhitungan konvensional, dan juga karena BIM atau Revit bisa langsung mengurangi volume beton terhadap menyebabkan volume keluaran dari BIM bisa lebih rendah dari perhitungan Perbandingan Volume Tulangan Perhitungan volume tulangan berdasarkan data konvensional dan BIM terhadap aktual dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut dibawah ini : Gambar 18. Perbandingan Berat Total Tulangan Metode Konvensional dan BIM Dari Table 9, 10 dan Gambar 25, menunjukkan bahwa perhitungan volume tulangan total dengan menggunakan metode BIM lebih kecil yaitu sebesar 83. 416,29kg konvensional yaitu 83. 928,44kg, yang mana dari 2 metode ini volume keluaran konvensional lebih mendekati volume secara aktual yaitu -2,52% atau -2. 116,41kg sedangkan volume BIM terhadap aktual yaitu -3,15% atau -2. 630,59kg, yang jika dilihat dari data tabel serta grafik diatas, minus (-) menunjukan volume BIM dan konvensional lebih kecil dari pada volume Adapun dari hasil perbandingan BIM dan konvensional diatas yang menunjukkan volume konvensional lebih mendekati aktual, dikarenakan pada perhitungan BIM dimasukkan walaupun sudah sesuai panjang berdasarkan drawing. Revit sering otomatis mengurangi panjang nya sendiri walau hanya hitungan centimeter/cm yang mana ini akan menyebabkan berat dari tulangan atau pembesian yang dimodelkan lebih Perbandingan Biaya Beton Perhitungan biaya beton berdasarkan data konvensional dan BIM terhadap aktual dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut dibawah ini : Tabel 9. Perbandingan Volume Tulangan Terhadap Aktual Uraian Pekerjaan Satuan Harga Satuan Konve Aktual BIM Deviasi (Konv. Aktua. Pekerjaan Bored Pile Rp. 606,00 Rp. 606,00 Pekerjaan Pier/Pilecap Pekerjaan Tie Beam Pekerjaan Kolom Pedestal Beton Pekerjaan Pit Lift Pekerjaan Plat Lantai Pekerjaan Caping Beam Pekerjaan Plat Lantai 2 201,05 -2,71% -814,77 -1,83% 612,9 7. 781,2 7. -2,21% -204,56 -2,70% -391,75 -3,92% -175,38 -1,72% Rp. 606,00 867,1 8. 984,5 8. -117,40 -1,32% -139,28 -1,57% Rp. 606,00 428,8 3. 479,9 3. -51,12 -1,49% -2,51 152,36 151,32 -3,52 -2,31% -2,56 -4,56% 971,0 8. 873,6 8. -191,23 -2,13% -288,59 -3,25% 658,96 7,91 1,20% -0,91 -0,14% 253, 45. 454, 43639, 9=6-5 Deviasi (BIM dan Aktual %) 10=. x100 -165,25 Rp. 606,00 /6x100% Deviasi (BIM dan Aktua. 983,4 10. 375, 10. Deviasi (Konv. Aktual%) Rp. 606,00 Rp. 606,00 Rp. 606,00 155,89 650,14 650,14 Tabel 11. Perbandingan Biaya Beton Terhadap Aktual Uraian Pekerjaan Tulangan Tabel 10. Perbandingan Volume Tulangan Total Terhadap Aktual Satuan Konvensional Aktual BIM 928,44 044, 83. Deviasi (Konv. Aktua. Deviasi (Konv. Aktual%) Deviasi (BIM dan Aktua. Deviasi (BIM dan Aktual %) 116,41 -2,52% 630,56 -1,93% . Uraian Pekerjaan . Pekerjaan Bored Pile 40cm Satuan . Konvensional . Aktual Rp. 561,17 Rp. 198,82 Pekerjaan Pier/Pilecap Rp. 572,92 Rp. 906,16 Pekerjaan Tie Beam Rp. 658,35 Rp. 446,61 Pekerjaan Kolom Pedestal Beton Rp. 574,26 Rp. 000,37 Rp. 680,39 Pekerjaan Pit Lift Rp. 969,83 Pekerjaan Plat Lantai 1 Rp. 011,55 Rp. 373,74 Pekerjaan Caping Beam Rp. 322,17 Rp. 117,80 BIM Rp. Rp. 92,12 Rp. 35,78 Rp. 79,20 Rp. 70,72 Rp. Rp. Deviasi (Konv. Aktua. Rp. 637,65 Rp. 333,24 Rp. 788,27 Rp. 426,11 Rp. 10,56 Rp. 362,20 Rp. Deviasi (Konv. Aktual %) . /6x100% Deviasi (BIM dan Deviasi (BIM dan Aktua. Aktual %) 9=6-5 -6,82% Rp. 82% Rp. -14,16% Rp. -3,72% Rp. x100% -6,84% -4,72% -7,56% -4,79% -2,45% -Rp. 209,67 -0,71% Rp3. -4,33% -2,57% -2,43% Rp. -3,92% Pekerjaan Plat Lantai 2 Rp. 670,73 Rp. 774,98 81,43 795,63 Rp. 85,44 Rp. 95,74 1,90% Rp. 010,46 Tabel 12. Perbandingan Biaya Beton Total Terhadap Aktual Uraian Pekerjaan Satuan Konvensional Beton Rp. 340,97 Aktual BIM Rp. Rp. 498,88 1. Deviasi (Konv. Aktua. -Rp. 7,91 Deviasi (Konv. Aktual %) Deviasi (BIM dan Deviasi (BIM dan Aktua. Aktual %) -Rp. 720,54 -5,04% 0,52% Pekerjaan Tie Beam Rp. Rp. 677,44 Pekerjaan Kolom Pedestal Beton Rp. Rp. 441,29 97,41 Pekerjaan Pit Lift Rp. Rp. 795,07 2,50 Pekerjaan Plat Lantai 1 -5,19% Rp. 151,07 Rp. ,16 Pekerjaan Caping Beam Rp. Rp. 152,40 64,12 Pekerjaan Plat Lantai 2 Rp. Rp. 656,55 4,67 Rp. Rp. Rp. 61,43 Rp. 4,62 Rp. Rp. 33,56 Rp. 413,75 -3,92% Rp. 1,72% 12,54 Rp. 556,12 -1,32% Rp. 1,57% 44,60 Rp. 57,43 Rp. 7,09 -1,49% -2,31% Rp. 511,72 -2,13% Rp. 11,88 1,20% Rp. 0,07% Rp75. 3,02% Rp. 3,25% 21,07 Rp. 0,14% Tabel 14. Perbandingan Biaya Tulangan Total Terhadap Aktual Uraian Pekerjaan Tulangan Satuan Konvensional Aktual BIM Rp. Rp. Rp. 650,30 Deviasi (Konv. Aktua. -Rp. 3,36 Deviasi (Konv. Aktual %) -2,52% Deviasi (BIM dan Deviasi (BIM dan Aktua. Aktual %) -Rp. 037,32 -3,15% Gambar 19. Perbandingan Harga Total Beton Metode Konvensional dan BIM Dari Table 11, 12 dan Gambar 20, menunjukkan bahwa perhitungan biaya beton total dengan menggunakan metode konvensional lebih besar yaitu sebesar Rp677. 340,97 dari pada menggunakan metode BIM yaitu Rp676. 778,34, yang mana dari 2 metode ini volume keluaran konvensional lebih mendekati biaya secara aktual yaitu -5,04% atau -Rp34. 157,91, sedangkan biaya BIM terhadap aktual yaitu -5,19% atau -Rp35. 720,54, yang jika dilihat dari data tabel serta grafik diatas, minus (-) menunjukan volume BIM dan konvensional lebih kecil dari pada volume Adapun dari hasil perbandingan BIM dan konvensional diatas yang menunjukkan biaya konvensional lebih mendekati aktual, dikarenakan pada perhitungan volume konvensional sudah lebih besar dari BIM jadi secara biaya atau harga akan mengikuti volume yang tersebut. Perbandingan Biaya Tulangan Perhitungan biaya tulangan berdasarkan data konvensional dan BIM terhadap aktual dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut dibawah ini : Tabel 13. Perbandingan Biaya Tulangan Terhadap Aktual Uraian Pekerjaan Satuan Konvensional Aktual BIM Deviasi (Konv. Aktua. Deviasi (Konv. Aktual %) Deviasi (BIM dan Aktua. /6x100% 9=6-5 Pekerjaan Bored Pile 40cm Rp. 809,31 Pekerjaan Pier/Pilecap Rp. 380,91 Rp. Rp. 365,92 370,13 Rp. Rp. 293,43 Rp. 556,60 Rp. 912,52 -2,71% -2,21% Deviasi (BIM Aktual 10=. x Rp30. 4,16% 995,78 Rp. 2,70% 67,60 Gambar 20. Perbandingan Harga Total Penulangan Metode Konvensional dan BIM Dari Table 13, 14 dan Gambar 28, menunjukkan bahwa perhitungan biaya tulangan total dengan menggunakan metode konvensional lebih besar yaitu sebesar Rp. 650,30 BIM Rp1. 706,34, yang mana dari 2 metode ini volume keluaran konvensional lebih mendekati biaya secara aktual yaitu 2,52% atau -Rp. 093,36, sedangkan biaya BIM/Revit terhadap aktual yaitu -3,15% atau -Rp43. 037,32, yang jika dilihat dari data tabel serta grafik diatas, minus (-) menunjukan volume BIM dan konvensional lebih kecil dari pada volume aAktual. Adapun dari hasil perbandingan BIM dan konvensional diatas yang menunjukkan biaya konvensional lebih mendekati aktual, dikarenakan pada perhitungan volume konvensional sudah lebih besar dari BIM atau Revit, jadi secara biaya atau harga akan mengikuti volume yang tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai Evaluasi Perhitungan Volume Pekerjaan. Anggaran Biaya dan Waktu Pembangunan Struktur Pada Proyek Revitalisasi Halte x Transjakarta Halte x Jakarta Timur DKI Jakarta dengan Metode BIM dan Konvensional, maka didapatkan kesimpulan sebagai Hasil perhitungan daftar kuantitas yang dapat dihasilkan dengan Autodesk Revit pada pekerjaan struktur beton Revitalisasi Halte x Transjakarta Halte x. Jakarta Timur. DKI Jakarta yaitu volume kuantitas bored pile dan pilecap, volume kuantitas pedestal, volume kuantitas tie beam dan pit lift, volume kuantitas capping beam dan slab. Evaluasi perhitungan volume beton total menunjukkan volume konvensional lebih mendekati aktual yaitu -5. 04% atau -37. 90m3 sedangkan volume BIM terhadap aktual yaitu -5. 19% atau 38. 96m3, hal ini dikarenakan pada perhitungan revit sudah sudah otomatis menghitung dengan sistem aplikasi yang masih perlu ditinjau kembali dengan perhitungan konvensional dan juga karena BIM atau Revit bisa langsung mengurangi volume beton terhadap pembesian didalam nya, sehingga menyebabkan volume keluaran dari BIM bisa lebih rendah dari perhitungan konvensional. Evaluasi perhitungan volume tulangan total menunjukkan volume konvensional lebih mendekati aktual yaitu -2,52% atau -2. 116,41kg sedangkan volume BIM terhadap aktual yaitu -3,15% atau 2. 630,59kg, hal ini dikarenakan pada perhitungan pembesian pada BIM data yang dimasukkan walaupun sudah sesuai berdasarkan drawing Revit sering otomatis mengurangi panjang nya sendiri, walau hanya hitungan centimeter/cm yang mana ini akan menyebabkan berat dari tulangan atau pembesian yang dimodelkan lebih kecil. Evaluasi perhitungan harga atau biaya beton total dengan aktual menunjukkan biaya konvensional lebih mendekati aktual yaitu yaitu -5,04% atau Rp34. 157,91, sedangkan biaya BIM terhadap aktual yaitu -5,19% atau -Rp35. 720,54, hal ini dikarenakan pada perhitungan volume beton sebelumnya pada konvensional sudah lebih besar dari BIM jadi secara biaya atau harga akan mengikuti volume yang tersebut. Evaluasi perhitungan harga atau biaya tulangan total dengan aktual menunjukkan biaya konvensional lebih mendekati aktual yaitu -2,52% atau Rp. 093,36, sedangkan biaya BIM atau Revit terhadap aktual -3,15% atau -Rp43. 037,32, hal ini dikarenakan pada perhitungan volume tulangan sebelumnya pada konvensional sudah lebih besar dari BIM jadi secara biaya atau harga akan mengikuti volume yang tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, perhitungan metode konvensional lebih mendekati aktual dibandingkan metode BIM, namun secara waktu penggunan BIM lebih unggul karena bisa membuat gambar, 3D model dan perhitungan dalam 1 kali waktu pengerjaan sehingga lebih efektif dan efisien dalam pengerjaan dan dapat menghemat waktu serta biaya operasional. DAFTAR PUSTAKA