E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Pengaruh Capital Intensity. Leverage, dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas (Studi Empiris pada Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019Ae2. Johannes Kristian Siregar. Antonius Bimo Rentor Luntungan Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia Email: johannes@unibi. antoniusbimo@unibi. Diterima: 14 April 2025 Diterima Setelah Revisi: 23 April 2025 Dipublikasikan: 24 April 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh capital intensity, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019Ae2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel terdiri dari 27 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif, regresi data panel, uji asumsi klasik, uji hipotesis, serta pengujian koefisien korelasi dan determinasi menggunakan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, capital intensity dan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Temuan ini menegaskan pentingnya efisiensi penggunaan aset tetap dan manajemen struktur pendanaan untuk meningkatkan kinerja keuangan Kata Kunci: Capital Intensity. Leverage. Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Abstract This study aims to analyze the influence of capital intensity, leverage, and company size on profitability in food and beverage subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019Ae2023 period. The research uses a quantitative approach with secondary data in the form of annual financial statements. The sample consisted of 27 companies selected using purposive sampling techniques. Data analysis was carried out using descriptive statistical methods, panel data regression, classical assumption test, hypothesis test, and correlation and determination coefficient testing using Eviews 13 software. The results of the study show that partially, capital intensity and leverage have a significant negative effect on profitability, while company size has no significant Simultaneously, these three variables have a significant effect on profitability. These findings confirm the importance of the efficient use of fixed assets and the management of funding structures to improve the company's financial performance Keywords: Capital Intensity. Leverage. Firm Size. Profitability. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 PENDAHULUAN Di era global saat ini, perkembangan perusahaan sangat pesat. Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang bermunculan di berbagai bidang, sehingga persaingan antar pelaku usaha semakin kuat (Subarkah, 2. Perusahaan dituntut untuk meningkatkan daya saingnya secara terus menerus. Perusahaan dalam waktu cepat harus mampu mengubah diri menjadi lebih kuat dan mampu menanggapi kebutuhan pasar. Persaingan bisnis yang semakin ketat dan kondisi ekonomi Indonesia saat ini mendorong perusahaan untuk memperkuat fundamental dan beradaptasi dalam meningkatkan profitabilitas guna bersaing dengan perusahaan sejenis (Meliala et , 2. Industri manufaktur merupakan industri pengolahan, atau suatu usaha yang mengolah atau mengubah bahan mentah menjadi barang jadi ataupun barang setengah jadi yang mempunyai nilai tambah, yang akan dilakukan secara mekanis dengan mesin, ataupun tanpa menggunakan mesin. Industri manufaktur memberi peran krusial dalam perkembangan ekonomi saat ini, dengan kata lain sektor manufaktur merupakan sektor penopang bagi pemasukan negara (Maulina, 2. Industri manufaktur memberi peran krusial dalam perkembangan ekonomi saat ini, dalam 5 tahun terakhir industri manufaktur menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB indonesia. Sub sektor barang, makanan, dan minuman atau yang di kenal dengan food and beverage merupakan sektor usaha yang mengolah berbagai produk kebutuhan sehari-hari dengan skala yang besar (Merdeka, 2. Menurut Kementrian Perindustrian . sub sektor barang, makanan,dan minuman merupakan penyumbang kontribusi terbesar terhadap PDB negara dalam 5 tahun terakhir. Gambar 1. Penyumbang kontribusi terbesar terhadap PDB dalam 5 tahun terakhir Sumber: Kemenperin . Data diatas menunjukan bahwa dalam 5 tahun terakhir tingkat kontribusi sub sektor barang, makanan, dan minuman berada di posisi teratas mengungguli sub sektor lainnya, selain itu kontribusi sub sektor barang, makanan, dan minuman selalu mengalami peningkatan. Tahun 2020 sub sektor barang, makanan, dan minuman mengalami peningkatan sebesar 1. 1% pada tahun 2021 sub sektor ini mengalami peningkatan kembali sebesar 2. 32%, pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 73%, dan pada 2023 naik sebesar 0. Alat ukur profitabilitas dalam penelitian ini menggunakan net profit margin karena rasio ini berfungsi sebagai tolak ukur perusahaan dalam memperoleh laba secara menyeluruh. Margin laba bersih (Net profit margi. merupakan ukuran dari profitabilitas perusahaan dari penjualan setelah memperhitungkan semua biaya dan pajak penghasilan. Margin laba merupakan indikator strategi pendapatan harga suatu perusahaan dan seberapa baik pengendalian biaya (Rahmah et al. , 2. Rata-rata tingkat net profit margin pada perusahaan subsektor makanan dan minuman menunjukkan fluktuasi selama periode 2019 hingga 2023. Pada tahun 2019, margin laba bersih tercatat sebesar 0,282. Tahun 2020 mengalami sedikit kenaikan menjadi 0,283 . aik 0,35%), namun Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 kembali menurun pada 2021 menjadi 0,278. Peningkatan signifikan terjadi pada 2022 dengan net profit margin melonjak menjadi 0,44, mencerminkan kenaikan sebesar 58,27% dibandingkan tahun Namun, pada tahun 2023 margin tersebut turun kembali ke angka 0,30, mengalami penurunan sebesar 31,82% dari tahun 2022. Faktor yang mempengaruhi profitabilitas yaitu capital intensity dimana perusahaan dengan capital intensity yang tinggi memiliki biaya tetap yang lebih besar karena investasi besar pada aset tetap seperti pabrik, mesin, atau peralatan sehingga bisa mengurangi keuntungan jika penjualan tidak mencukupi untuk menutupi biaya operasional yang lebih tinggi (Eling, 2. Capital intensity adalah aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan investasi dalam bentuk aset tetap. Aset tetap yang dimiliki perusahaan bisa dimanfaatkan untuk mengurangi pembayaran pajak, yang dilihat dari nilai penyusutan aset tetap (Syntia et al. , 2. Rata-rata capital intensity pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2023 mengalami fluktuasi. Tahun 2019, sub sektor makanan dan minuman memiliki nilai rata-rata yang paling rendah yaitu 0. Rata-rata capital intensity yang paling tinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 1. Tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 1. 27%, kemudian mengalami penurunan di tahun 2021 menjadi 1. 16% dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 1. sedangkan pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 1. Capital intensity yang tinggi cenderung mempengaruhi profitabilitas karena nilai besar aset yang dimiliki dapat menyebabkan rendahnya pengembalian terhadap investasi jika tidak diimbangi dengan peningkatan proporsional dalam pendapatan (Lumbuk & Fitriasuri, 2. Perusahaan yang mengelola asetnya dengan efisien bisa memperoleh keuntungan dari investasi modal tinggi melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional (Nainggolan, 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Safira . menyatakan bahwa capital intensity berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Riana . menyatakan bahwa capital intensity tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Faktor lain yang mempengaruhi profitabilitas yaitu ukuran perusahaan. Menurut Syntia et al. ukuran perusahaan merupakan suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar dan kecilnya suatu perusahaan dengan berbagai cara total aktiva, penjualan, dan kapitalisasi pasar. Ukuran perusahaan dapat mempengaruhi struktur pada suatu pendanaan di perusahaan, perusahaan yang memiliki skala besar relatif lebih stabil dan mampu meningkatkan profitabilitas yang di hasilkan oleh perusahaan tersebut. Peningkatan ukuran perusahaan menunjukkan adanya pertumbuhan dan ekspansi di subsektor makanan dan minuman, tetapi hal ini tidak dapat memastikan bahwa net profit margin juga akan stabil. Semakin besar total aset yang dimiliki perusahaan menunjukan bahwa operasi dan kegiatan perusahaan tersebut relatif berskala besar, selain itu perusahaan yang memiliki aset yang besar akan lebih stabil dan mampu menghasilkan laba yang besar. Sejalan dengan penelitian yang Reynaldi et al. menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Rikalmi . menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Berdasarkan adanya temuan yang tidak konsisten dari penelitian terdahulu, penulis ingin mengkaji lebih lanjut pengaruh capital intensity, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada subsektor makanan dan minuman. Untuk memperkuat kontribusi teoritis, maka gap penelitian ini dilengkapi dengan minimal tiga referensi yang mendukung dan tiga yang bertentangan untuk masing-masing variabel. Misalnya, penelitian oleh Reynaldi et al. Suherman et al. , dan Lestari . menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Namun. Rikalmi . Nugraha . , dan Ardianto . menyatakan tidak ada pengaruh signifikan. Hal serupa juga ditemukan pada variabel capital intensity dan leverage, di mana hasil penelitian cenderung bervariasi antar konteks dan metode. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: Seberapa besar pengaruh Capital Intensity terhadap Profitabilitas. Seberapa besar pengaruh Leverage terhadap Profitabilitas. Seberapa besar pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas. Seberapa besar pengaruh Capital Intensity. Leverage, dan Ukuran Perusahaan secara simultan terhadap Profitabilitas. KAJIAN PUSTAKA Profitabilitas Menurut Kasmir . profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan yang ditunjukkan dari laba yang dihasilkan dari penjualan atau dari pendanaan investasi. Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan dari penjualan barang atau jasa yang diproduksinya (Rahmah et al. , 2. Alat ukur profitabilitas dalam penelitian ini menggunakan net profit margin karena rasio ini berfungsi sebagai tolak ukur perusahaan dalam memperoleh laba secara Margin laba bersih (Net profit margi. merupakan ukuran dari profitabilitas perusahaan dari penjualan setelah memperhitungkan semua biaya dan pajak penghasilan. Margin laba merupakan indikator strategi pendapatan harga suatu perusahaan dan seberapa baik pengendalian biaya (Rahmah et al. , 2. Adapun rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Net profit margin (NPM), rasio ini merupakan rasio yang mengukur seberapa besar keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan dari total penjualannya. Alasan menggunakan indikator tersebut karena mencerminkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya dan menghasilkan keuntungan bersih dari total penjualannya. Adapun rumus yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Net Profit Margin = yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycu 100% ycEyceycuycycycaycoycaycu Laverage Kasmir . leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Sedangkan menurut Fahmi . leverage adalah merupakan rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh kewajiban atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh ekuitas. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa leverage merupakan rasio yang mengukur seberapa besar sumber dana perusahaan dibiayai oleh hutang. Sejalan dengan keadaan profitabilitas perusahaan tersebut yang mengalami penurunan mengindikasikan adanya keterkaitan leverage terhadap profitabilitas, seperti yang telah dikemukakan oleh Setiawan & Widjaja . mengenai hubungan antara leverage terhadap profitabilitas bahwa berpengaruh secara signifikan, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Brahmana . menyatakan bahwa leverage tidak bepengaruh terhadap profitabilitas. Hal tersebut dikarenakan perusahaan lebih toleran terhadap utang, kondisi ekonomi makro yang mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mengelola utang, manajemen utang yang efektif oleh perusahaan, serta struktur modal yang seimbang antara utang dan ekuitas yang mengurangi risiko leverage tinggi. Adapun rumus untuk menghitung laverage menurut Kasmir . adalah sebagai berikut: Debt to Asset Ratio = Economics Professional in Action (E-Profi. ycNycuycycayco yaycycycaycuyci ycNycuycycayco yaycyceyc E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Capital Intensity Capital intensity atau intensitas modal merupakan salah satu bentuk keputusan keuangan yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas. Capital intensity ini mencerminkan seberapa besar modal yang dibutuhkan oleh perusahaan dan modal tersebut diperoleh dari peningkatan aktiva tetap . atau penurunan aktiva tetap . (Safira, 2. Artinasari & Mildawati . Menurut Artinasari & Mildawati . capital intensity menunjukan seberapa besar perusahaan menginvestasikan asetnya dalam bentuk aktiva tetap. Rasio capital intensity berpengaruh terhadap tingkat efisiensi perusahaan dalam menggunakan aktivanya yang bertujuan untuk menghasilkan penjualan. Puspita . menyebutkan rasio intensitas modal menggambarkan rasio aktiva tetap seperti peralatan, mesin dan beberapa properti terhadap total aktiva perusahaan. Perusahaan dengan capital intensity yang tinggi memiliki biaya tetap yang lebih besar karena investasi besar pada aset tetap seperti pabrik, mesin, atau peralatan sehingga bisa mengurangi keuntungan jika penjualan tidak mencukupi untuk menutupi biaya operasional yang lebih tinggi (Eling, 2. Capital intensity adalah aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan investasi dalam bentuk aset tetap. Aset tetap yang dimiliki perusahaan bisa dimanfaatkan untuk mengurangi pembayaran pajak, yang dilihat dari nilai penyusutan aset tetap (Syntia et al. , 2. Adapun rumus untuk menghitung intensitas modal menurut Artinasari & Mildawati . adalah sebagai berikut: Capital Intensity = ycNycuycycayco yaycyceyc ycNyceycycaycy ycNycuycycayco yaycyceyc Ukuran Perusahaan Menurut Sawir . ukuran perusahaan dinyatakan sebagai determinan dari struktur Berdasarkan definisi tersebut maka dapat diketahui bahwa ukuran perusahaan adalah suatu skala yang menentukan besar kecilnya perusahaan yang dapat dilihat dari nilai equity, nilai penjualan, jumlah karyawan dan nilai total aktiva yang merupakan variabel konteks yang mengukur tuntutan pelayanan atau produk organisasi. Ukuran perusahaan . irm siz. menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata tingkat penjualan dan rata-rata total aktiva. Perusahaan yang berskala besar akan lebih mudah memperoleh pinjaman dibandingkan dengan perusahaan kecil. Menurut Syntia et al. ukuran perusahaan merupakan suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar dan kecilnya suatu perusahaan dengan berbagai cara total aktiva, penjualan, dan kapitalisasi pasar. Ukuran perusahaan dapat mempengaruhi struktur pada suatu pendanaan di perusahaan, perusahaan yang memiliki skala besar relatif lebih stabil dan mampu meningkatkan profitabilitas yang di hasilkan oleh perusahaan tersebut. Peningkatan ukuran perusahaan menunjukkan adanya pertumbuhan dan ekspansi, tetapi hal ini tidak dapat memastikan bahwa net profit margin juga akan stabil. Semakin besar total aset yang dimiliki perusahaan menunjukan bahwa operasi dan kegiatan perusahaan tersebut relatif berskala besar, selain itu perusahaan yang memiliki aset yang besar akan lebih stabil dan mampu menghasilkan laba yang Adapun rumus yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut: Ukuran Perusahaan = yaycu . cNycuycycayco yaycycey. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode asosiatif, dan pengumpulan data dilakukan secara sekunder. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menguji hubungan antar variabel dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya (Sugiyono, 2. Metode asosiatif bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara capital Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 intensity, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019Ae2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan Perusahaan terdaftar secara konsisten selama 2019Ae2023. Memiliki laporan keuangan lengkap dan dapat diakses publik. Menyajikan data yang dibutuhkan terkait profitabilitas, aset, utang, dan ukuran perusahaan. Teknik analisis data meliputi Analisis Statistik Deskriptif. Estimasi Model Regresi Data Panel . ji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplie. Uji Asumsi Klasik . ji heteroskedastisitas dan multikolinearita. Uji Determinasi, dan Uji Hipotesis . ji t dan uji F) dengan bantuan perangkat lunak EViews 13. Metode penelitian ini dimulai dengan melakukan analisis statistic deskriptif, estimasi model regresi data panel, pemilihan model estimasi regresi data panel . ji chow, uji hausman dan uji langrange multiplie. , melakukan uji asumsi klasik . ji heteroskedastisitas, uji multikolinearita. , analisis regresi data panel, koefisien determenasi. Pengujian Hipotesis dilakukan dengan uji parsial . dan uji simultan . Spence . menyatakan bahwa pemilik informasi memberikan suatu sinyal berupa informasi yang mencerminkan kondisi suatu perusahaan untuk investor Faktor Yang Mempengaruhi Profitabiitas Laverage (X. Capital Intensity (X. Ukuran Perusahaan (X. Profitabilitas Teknik Analisis Data Eviews: Analisis Statistik Deskriptif Estimasi Model Regresi Data Panel Uji Asumsi Klasik Analisis Regresi Linier Berganda Analisis & Hasil Pembahasan Kesimpulan & Saran Gambar 2. Metode penelitian Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Objek penelitian ini adalah perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023, dengan menggunakan data sekunder yaitu laporan keuangan yang bersumber dari website resmi Bursa Efek Indonesia yaitu w. id dan website resmi perusahaan yang terdaftar sebagai sampel di penelitian ini. berdasarkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method diperoleh sampel sebanyak 27 perusahaan manufaktur dengan menggunakan 135 Laporan Keuangan. Sustainibility Report dan Annual Report. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data panel, yakni hubungan antara dua runtut waktu . ime serie. dan data silang . ross sectio. Tabel 1. Analisis Statistik Deskriptif Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel leverage memiliki nilai maksimum pada PT FKS Food Sejahtera Tbk sebesar 1,887, sedangkan nilai minimun pada variabel leverage yaitu pada PT Campina Ice Cream Industry Tbk sebesar 0,097 dan nilai rata-rata pada variabel leverage yaitu 0,405. Angka tersebut lebih besar dari nilai standar deviasi yang memiliki nilai sebesar 0,214632 yang artinya bahwa tidak terjadinya sebuah kesenjangan pada variabel Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel capital intensity memiliki nilai maksimum pada PT Cisarua Mountain Dairy Tbk sebesar 9,75, sedangkan nilai minimun pada variabel capital intensity terdapat di perusahaan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk yaitu sebesar 0,26 dan nilai rata-rata pada variabel capital intensity yaitu 1,247. Angka tersebut lebih besar dari nilai standar deviasi yang memiliki nilai sebesar 1. 091523 yang artinya bahwa tidak terjadinya sebuah kesenjangan pada variabel capital intensity. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki nilai maksimum sebesar 13,664 yang terdapat pada PT Mulia Boga Raya Tbk, sedangkan nilai minimun pada Sekar Laut Tbk yaitu sebesar 6,65 dan nilai rata-rata pada variabel ukuran perusahaan yaitu 9,049. Angka tersebut lebih besar dari nilai standar deviasi yang memiliki nilai sebesar 2,092441 yang artinya bahwa tidak terjadinya sebuah kesenjangan pada variabel ukuran perusahaan. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel profitabilitas memiliki nilai maksimum sebesar 4. 18 pada Akasha Wira International Tbk, sedangkan nilai minimun di variabel profitabilitas yaitu sebesar 0,012 pada PT Budi Starch & Sweetener Tbk dan nilai rata-rata pada variabel profitabilitas yaitu 0,316. Angka tersebut lebih kecil dari nilai standar deviasi yang memiliki nilai sebesar 0,380 yang artinya bahwa data yang di gunakan memiliki sebaran yang kurang beragam. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Tabel 2. Hasil Pengujian Model Regresi Common Effect Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Tabel 3. Hasil Pengujian Model Regresi Fixed Effect Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Tabel 4. Hasil Pengujian Model Regresi Random Effect Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Tabel 5. Hasil Uji Chow Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Hasil uji chow pada tabel 5 dapat dilihat hasil bahwa nilai probabilitas Cross Section ChiSquare adalah 0,00 (<0,. artinya H1 diterima, dengan demikian H0 ditolak. Menurut uji chow, model yang tepat untuk uji data panel ini adalah fixed effect model. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Tabel 6. Hasil Uji Hausman Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Hasil uji hausman pada tabel 6 dapat dilihat hasil bahwa nilai probabilitas Cross Section Random adalah 0,0002 (<0,. artinya H1 diterima, dengan demikian H0 ditolak. Menurut uji hausman, model yang tepat untuk uji data panel ini adalah fixed effect model. Tabel 7. Hasil Uji Lagrange Multiplier (LM) Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Hasil uji lagrange multiplier (LM) pada tabel 7 dapat dilihat bahwa nilai probabilitas Both adalah 0,00 (<0,. artinya H1 diterima, dengan demikian H0 ditolak. Menurut uji lagrange multiplier (LM), model yang tepat uji data panel ini adalah random effect model. Tabel 8. Hasil Uji Heterokedasitas Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Uji heterokedasitas, menunjukkan Obs*R-squared pada Prob. Chi-Square sebesar 2,850059 yang artinya . ,850059 > 0,. sehingga dapat dikatakan bahwa model penelitian ini tidak terjadi gejala heterokedasitas. Tabel 9. Hasil Uji Multikolinearitas Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Uji multikolinearitas menunjukan bahwa nilai centered VIF untuk variabel leverage memiliki nilai sebesar 1. 054940 yang artinya . 054940< . , capital intensity memiliki nilai sebesar 1. yang artinya . 0161 < . , dan variabel ukuran perusahaan memiliki nilai sebesar 1. 039393 yang artinya . ,039393 > . Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikoliniearitas pada variabel penelitian. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Tabel 10. Hasil Pengujian Signifikansi Fixed Effect Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Hasil dari regresi data panel sebagai berikut: Y = (-0,770. -0,090301 (X. 0,295278 (X. 0,083460 (X. Tabel 11. Hasil Uji Koefisien Determinasi Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Koefisien determinasi dapat dilihat bahwa Adjusted R-squared sebesar 0. menunjukkan bahwa leverage, capital intensity dan ukuran perusahaan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan profitabilitas sebesar 0. 722265 atau 72% dan sisanya yaitu 28% dijelaskan oleh variabel lain yang ada diluar model penelitian. Tabel 12. Koefisien Determinasi Parsial Leverage Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Tabel 13. Koefisien Determinasi Parsial Capital Intensity Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Tabel 14. Koefisien Determinasi Parsial Ukuran Perusahaan Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Berdasarkan tabel 12, dapat dilihat bahwa kontribusi variabel leverage terhadap protabilitas sebesar 0,148 atau 14,8%. Berdasarkan tabel 13, dapat dilihat bahwa kontribusi variabel capital intensity terhadap protabilitas sebesar 0,722 atau 72,2%. Berdasarkan tabel 14, dapat dilihat bahwa kontribusi variabel ukuran perusahaan terhadap protabilitas sebesar 0,244 atau 24,4%. Tabel 15. Hasil Uji Parsial Fixed Effect Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Berdasarkan hasil uji parsial . pada tabel 15, dapat dijabarkan hasil dari uji parsial menyatakan bahwa variabel leverage memperoleh nilai thitung sebesar -. 626560 < 1. 97824, dengan nilai probabilitas sebesar 0,5323 > 0,05, maka dapat menunjukkan bahwa hipotesis ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Hasil dari uji parsial menyatakan bahwa variabel capital intensity memperoleh nilai thitung sebesar 13. 97824, dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat menunjukkan bahwa hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap profitabilitas. Hasil dari uji parsial menyatakan bahwa variabel ukuran perusahaan memperoleh nilai thitung sebesar 1,145645 < 1. 97824, dengan nilai probabilitas sebesar 0,2545 > 0,05, maka dapat menunjukkan bahwa hipotesis ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Tabel 16. Hasil Uji Simultan Fixed Effect Sumber: Output Eviews 13, data diolah penulis Berdasarkan hasil uji simultan pada tabel 16, maka dapat dilihat bahwa nilai fhitung sebesar 01633 > 2. 67321, dengan nilai probabilitas sebesar 0,00 < 0,05, maka dapat menunjukkan bahwa hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel independen yaitu leverage, capital intensity dan ukuran perusahaan terhadap Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap Temuan ini mengindikasikan bahwa proporsi utang yang tinggi dalam struktur modal tidak otomatis berdampak negatif terhadap laba bersih, terutama jika perusahaan mampu mengelola beban bunga secara efisien. Hasil ini sejalan dengan penelitian Oktarianus . Rukmana & Wicaksono . , dan Pratama . yang menyatakan bahwa leverage tidak selalu menurunkan profitabilitas jika manajemen mampu mengoptimalkan pembiayaan. Namun, hasil ini bertentangan dengan Permana . dan Wulandari . yang menemukan bahwa leverage yang tinggi dapat menurunkan margin laba akibat meningkatnya risiko keuangan. Capital intensity dalam penelitian ini berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas. Artinya, semakin besar porsi aset tetap dalam struktur aktiva, semakin rendah laba yang Hal ini menunjukkan bahwa investasi dalam aset tetap belum dimanfaatkan secara Temuan ini diperkuat oleh hasil penelitian Iskandar . Supriyanto . , dan Hidayat . yang menyatakan bahwa capital intensity dapat menurunkan profitabilitas jika tidak disertai dengan efisiensi operasional dan utilisasi aset. Namun demikian, penelitian oleh Firmansyah . dan Manurung . menemukan hasil berbeda, yakni capital intensity dapat meningkatkan profitabilitas jika diikuti oleh peningkatan kapasitas produksi dan penjualan. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Hal ini menunjukkan bahwa skala perusahaan besar tidak menjamin keuntungan tinggi, jika tidak diiringi oleh efisiensi operasional. Temuan ini konsisten dengan studi oleh Rikalmi . Tanjung . , dan Maharani . yang menyatakan bahwa ukuran tidak menjadi faktor utama laba bersih perusahaan. Sebaliknya, hasil ini bertentangan dengan penelitian Reynaldi et al. dan Wijaya . yang menyebutkan bahwa perusahaan besar cenderung memiliki profitabilitas tinggi karena efisiensi skala dan akses pembiayaan lebih luas. SIMPULAN Hasil analisis dan pembahasan mengenai leverage, capital intensity dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas, maka dapat ditarik kesimpulan dimana leverage tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Capital intensity memiliki pengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20192023. Ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Leverage, capital intensity, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Penelitian ini memiliki implikasi teoritis dan praktis. Secara teoritis, hasil temuan ini memperkuat pemahaman terhadap teori sinyal . ignaling theor. , khususnya bahwa informasi internal seperti struktur aset . apital intensit. , struktur modal . , dan ukuran perusahaan dapat menjadi sinyal yang memengaruhi persepsi profitabilitas. Secara praktis, hasil ini bermanfaat bagi manajer keuangan perusahaan dalam mengevaluasi efisiensi penggunaan aset tetap dan struktur pembiayaan, serta bagi investor untuk mempertimbangkan indikator keuangan sebelum mengambil keputusan investasi di sektor makanan dan minuman. Keterbatasan dalam penelitian ini terletak pada cakupan populasi yang hanya berfokus pada satu subsektor industri, yaitu makanan dan minuman. Selain itu, variabel yang digunakan masih terbatas pada leverage, capital intensity, dan ukuran perusahaan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan rasio keuangan lain seperti current ratio, return on assets (ROA), atau interest coverage ratio, serta membandingkan hasil antar sektor industri agar menghasilkan pemahaman yang lebih luas dan generalisasi yang lebih kuat. DAFTAR PUSTAKA