Journal of Elemantary School (JOES) Volume 3. Nomor 2. Desember 2020 e-ISSN : 2615-1448 p-ISSN : 2620-7338 DOI : https://doi. org/10. 31539/joes. PENERAPAN MODEL CHILDRENAoS LEARNING IN SCIENCE BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 SRIKATON Tanti Meifisya1. Asep Sukenda Egok2. Armi Yuneti3 STKIPAePGRI Lubuklinggau1,2,3 meifisya5@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 3 Srikaton Kabupaten Musi Rawas setelah diterapkan model pembelajaran ChildrenAos Learning in Science berbasis kearifan lokal. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain eksperimen Pre-test and Post-test Group. Pengambilan sampel diambil dari jumlah populasi, mengingat populasi hanya ada satu kelas maka total sampling berjumlah 23 Instrumen yang digunakan berbentuk soal uraian yang berjumlah 8 soal. Pengumpulan data diambil dengan teknik tes. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji AuzAy. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh = 3,35 dan dengan taraf signifikan = 0,05 di = 1,64, maka 3,35 1,64 yang berarti ditolak dan Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 3 Srikaton setelah diterapkan model pembelajaran ChildrenAos Learning in Science berbasis kearifan lokal secara signifikan tuntas. Kata Kunci: Model Pembelajaran ChildrenAos Learning in Science. Hasil Belajar. ABSTRACT This research aims to find out the results of science study of grade IV students of Srikaton State 3 Srikaton District Musi Rawas after the study model of Children's Learning in Science based on local wisdom. This research method uses experimental research methods with pre-test and post-test group experiment designs. Sampling is taken from the population, considering that there is only one class, the total sampling is 23 students. The instrument used is a question of description that amounts to 8 questions. Data collection is taken with test techniques. The data is analyzed using the "z" test formula. Based on the hypothetical test results obtained zhitung = 3. 35 and ztabel with a significant level of = 0. 05 in obtained ztabel = 1. 64, then zhitung 3. 35 > ztabel 1. 64 which means Ho is rejected and Ha accepted. So it can be concluded that the results of science study of grade IV students of Srikaton State Elementary School after the completion of the children's learning in science model based on local wisdom are significantly complete. Keywords: Children's Learning in Science Learning Model. Learning Outcomes. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja . sia sekola. agar mempunyai kemampuan kognitif dalam proses pembelajaran yang sempurna serta kesadaran maju yang berguna bagi mereka untuk berada di lingkungan masyarakat, menjalin hubungan sosial, dan memikul tanggung jawab mereka sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial (Soyomukti, 2. Melalui pendidikan pula dapat mengembangkan kemampuan dan potensi yang ada pada setiap individu, agar menjadi individu yang lebih baik lagi. Dalam dunia pendidikan, peserta didik yang melakukan proses belajar tidak melakukannya secara individu, tetapi ada komponen lain yang terlibat seperti pendidik atau guru, media, kurikulum, sumber belajar, dan model pembelajaran. Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang dapat kita gunakan untuk mendesain pola-pola mengajar secara tatap muka di dalam kelas atau mengatur tutorial dan untuk menentukan perangkat pembelajaran termasuk buku-buku, programprogram media komputer dan kurikulum (Trianto, 2. Sedangkan menurut Egok dan Hajani . pembelajaran adalah interaksi yang terjadi antara guru dan siswa. Proses interaksi tersebut untuk menyampaikan materi pelajaran yang ada di dalam kurikulum. Pembelajaran tidak hanya sebatas dalam buku tetapi juga bisa diperoleh dari lingkungan Pembelajaran IPA di sekolah dasar merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang terdapat pada kurikulum suatu sekolah. Menurut Egok dan Hajani . Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mengkaji tentang alam dan untuk mengetahui gejala terjadinya peristiwa tersebut dengan cara melakukan pengamatan, observasi, dan bereksperimen. Kemampuan peserta didik ditentukan oleh hasil belajar, menurut Afandi . hasil belajar merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki seseorang, proses perubahan yang dialami peserta didik meliputi perubahan intelektual, emosional, dan Penguasaan hasil belajar dapat dilihat dari perilaku, baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas IV SD Negeri 3 Srikaton Kabupaten Musi Rawas pada tanggal 13 Juli 2020, ditemukan beberapa fakta yang menjadi permasalahan dalam proses pembelajaran IPA di sekolah diantaranya yaitu cara guru mengajar yang masih menggunakan pembelajaran konvensional dengan Journal of Elemantary School (JOES)3. :129-135 menyampaikan materi melalui metode ceramah, serta kurangnya penerapan model dan strategi pembelajaran. Hal tersebut membuat siswa menjadi bosan dan tidak semangat dalam proses pembelajaran IPA. Guru kelas mengatakan bahwa selama proses pembelajaran jarang menggunakan model ataupun strategi pembelajaran, hanya digunakan pada materi tertentu saja dan yang biasa digunakan yaitu model pembelajaran berkelompok . Proses pembelajaran selama ini hanya berpedoman pada buku guru dan buku siswa, guru juga menyampaikan materi hanya terpaku pada buku. Dampaknya terjadi pada hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPA. Mendapatkan hasil belajar siswa yang sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM), perlu adanya upaya untuk mengatasinya, terutama pemilihan model pembelajaran yang tepat untuk menyampaikan materi. Agar proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pembelajaran, maka dapat menggunakan sebuah model pembelajaran (Febriandi, 2. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran ChildrenAos Learning in Science (CLIS). Menurut Samatowa . ChildrenAos Learning in Science (CLIS) adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam kegiatan praktikum, eksperimen, menyajikan, menginterpretasi, memprediksi dan menyimpulkan. Model pembelajaran CLIS mempunyai karakteristik yaitu dilandasi pandangan konstruktivisme dengan memperhatikan pengalaman dan konsep awal siswa, pembelajaran berpusat pada siswa, melalui aktivitas hands-on/minds-on, dan menghadapi lingkungan sebagai sumber belajar. Melalui Model Pembelajaran CLIS dapat membiasakan siswa belajar mandiri dalam memecahkan suatu masalah. Menciptkan kreativitas siswa untuk belajar sehingga suasana belajar menjadi lebih nyaman dan kreatif serta terjalinnya kerja sama dengan siswa lainnya. Kearifan lokal melekat sangat kuat pada masyarakat/etnis tertentu, karena nilai kearifan lokal teruji dan melalui proses panjang, bahkan usianya hampir menyamai keberadaan sebuah masyarakat atau etnis tertentu. Melalui kearifan lokal yang ada disekitar masyarakat pula dapat digunakan dalam proses pembelajaran IPA. Kearifan lokal juga dapat digunakan sebagai pedoman guru untuk menyampaikan materi. Menurut Samatowa . model CLIS terdiri atas lima langkah, diantaranya yaitu, . Orientasi, orientasi merupakan upaya guru untuk memusatkan perhatian Journal of Elemantary School (JOES)3. :129-135 siswa, misalnya dengan menyebutkan dan mempertontonkan suatu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, . Pemunculan Gagasan, pemunculan gagasan merupakan upaya untuk memunculkan konsepsi awal siswa, . Penyusunan Ulang Gagasan. Tahap ini merupakan upaya untuk memperjelas dan mengungkapkan gagasan awal siswa tentang suatu topik secara umum misalnya dengan cara mendiskusikan jawaban siswa pada langkah kedua dalam kelompok kecil, kemudian salah satu anggota kelompok melaporkan hasil diskusi tersebut kepada seluruh kelas, . Penerapan Gagasan. Pada tahap ini siswa diminta menjawab pertanyaan yang disusun untuk menerapkan konsep ilmiah yang telah dikembangkan siswa melalui percobaan atau observasi, . Pemantapan Gagasan, konsepsi yang telah diperoleh siswa perlu diberi umpan balik oleh guru untuk memperkuat konsep ilmiah tersebut. Dengan demikian diharapkan siswa yang konsepsi awalnya tidak konsisten dengan konsep ilmiah sadar akan mengubah konsepsi awalnya menjadi konsepsi ilmiah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar IPA siswa kelas IV setelah diterapkan Model ChildrenAos Learning in Science berbasis Kearifan Lokal di SD Negeri 3 Srikaton Kabupaten Musi Rawas. Hasil pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberi manfaat yaitu sebagai referensi pada penelitian-penelitian yang berhubungan dengan hasil pembelajaran IPA pada siswa kelas IV serta menjadi bahan kajian lebih lanjut. Bagi pendidik dan calon pendidik Dapat menambah wawasan dan sumbanga pemikiran tentang cara menerapakan model pembelajaran ChildrenAos Learning in Science berbasis kearifan lokal. Bagi anak didik Diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai pembelajaran secara aktif, kreatif, dan menyenangkan melalui model pembelajaran ChildrenAos Learning in Science berbasis kearifan lokal. Bagi Sekolah Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun pembelajaran serta menentukan model yang tepat dalam proses pembelajaran IPA. METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Menurut Sugiyono . mengartikan bahwa penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari hasil dari perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi Journal of Elemantary School (JOES)3. :129-135 yang terkendalikan. Sedangkan menurut Arikunto . penelitian eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengurangi faktor-faktor lain yang mengganggu. Penelitian yang digunakan dilaksanakan tanpa adanya kelas pembanding. Desain eksperimen yang akan digunakan berbentuk desain Pre-Experimental kategori pre-test and post-test group. Tabel 1 Populasi Penelitian Jenis Kelamin No. Kelas Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: Tata Usaha SD Negeri 3 Srikaton Tahun Pelajaran 2020/2021 Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode sampel jenuh. Metode sampel jenuh menurut Sugiyono . adalah teknik atau cara penentuan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. No. Kelas Jumlah Tabel 2 Sampel Penelitian Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: Tata Usaha SD Negeri 3 Srikaton Tahun Pelajaran 2020/2021 Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes. Menurut Arikunto . tes merupakan cara pengumpulan data dimana berisi serangkaian pertanyaan atau soal serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes dilakukan sebanyak dua kali dengan tes awal . re-tes. yang dilakukan pada awal Pre-test bertujuan untuk mengukur kemampuan awal siswa sebelum dilakukan proses pembelajaran. Tes yang kedua yaitu tes akhir (Post-tes. , dilakukan pada akhir pertemuan. Post-test dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa setelah dilakukan proses pembelajaran. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mencari rata-rata, simpangan baku, uji normalitas, dan uji hipotesis . Uji normalitas di gunakan untuk mengetahui apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Setelah data di uji dengan uji normalitas maka berikutnya melakaukan uji hipotesis untuk mengukur Journal of Elemantary School (JOES)3. :129-135 setelah penerapan model pembelajaran ChildrenAos Learning in Science berbasis kearifan lokal hasil belajar IPA kelas IV SD Negeri 3 Srikaton signifikan tuntas. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data yang di gunakan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah di rumuskan. Berikut ini uraian hasil analisis data: Analisis Data Pre-test Analisis data pre-test ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberi pembelajaran dengan model pembelajaran childrenAos learning in science berbasis kearifan lokal. Ou75 Tabel 3 Hasil Belajar Tes Awal (Pret-Tes. Pre-test Keterangan Frekuensi Presentase Tuntas <75 Belum Tuntas Nilai Jumlah Nilai Rata-Rata 23 siswa 30,57 Berdasarkan tabel 1 maka dapat disimpulkan siswa yang mendapat nilai Ou75 dengan kriteria tuntas 0 siswa . %) dan yang mendapat nilai < 75 dengan kriteria tidak tuntas yaitu 30 siswa . %) dan nilai rata-rata 30,57. Analisis Data Post-test Tes akhir atau post-test dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan model childrenAos learning in science berbasis kearifan lokal. Nilai Ou75 <75 Tabel 4 Hasil Belajar Tes Akhir (Post-Tes. Post-test Keterangan Frekuensi Presentase Tuntas Belum Tuntas Jumlah 23 siswa Nilai Rata-Rata 79,83 Berdasarkan tabel 2 maka dapat disimpulkan siswa yang mendapat nilai Ou75 dengan kriteria tuntas 18 siswa . %) dan yang mendapat nilai < 75 dengan kriteria tidak tuntas yaitu 5 orang . %) dan nilai rata-rata 79,83. Journal of Elemantary School (JOES)3. :129-135 Uji Prasyarat Analisis Berdasarkan hasil pre-test dan post-test nilai rata-rata dan simpangan baku dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 5 Nilai Rata-rata dan Simpangan Baku Pre-test dan Post-test Kelas Rata-rata Simpangan Baku Tes Awal (Pre-tes. 30,57 7,47 Tes Akhir (Post-tes. 79,83 6,90 Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan nilai rata-rata data tes awal . re-tes. yaitu 30,57 dan simpangan baku 7,47. Sedangkan nilai rata-rata tes akhir . ost-tes. yaitu 79,83 dan simpangan baku 6,90. Uji Normalitas Data Pre-test dan Post-test Uji normalitas pada penelitian ini untuk mengetahui apakah data hasil tes siswa berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan ketentuan perhitungan statistik mengenai uji normalitas data dengan taraf kepercayaa = 0,05. Jika < maka masing-masing data berdistribusi normal, dapat dilihat pada tabel berikut: Tes Tes Awal (Pre-Tes. Tes Akhir (Post-Tes. Tabel 6 Uji Normalitas Pre-test dan Post-test X2 hitung X2 tabel Kesimpulan 1,0008 9,488 Normal 2,8039 9,488 Normal Dari tabel 6, menunjukan nilai tes awal . re-tes. adalah 1,0008 dan nilai tes akhir . ost-tes. adalah 2,8039 lebih kecil dari pada nilai Xtabel yaitu 9,488. Pengujian normalitas dengan menggunakan uji kecocokan (Chi Kuadra. dapat disimpulkan bahwa data pre-test dan post-test berdistribusi normal dengan taraf kepercayaan = 0,05. Uji Hipotesis Berdasarkan hasil uji normalitas, maka dapat diketahui bahwa data tes awal dan tes akhir berdistribusi normal. Dengan demikian uji hipotesis untuk mengetahui signifikan atau tidaknya penerapan model pembelajaran childrenAos learning in science berbasis kearifan lokal dapat menggunakan uji-z statistik. Hasil perhitungan data dapat dilihat pada tabel 7. Journal of Elemantary School (JOES)3. :129-135 Tabel 7 Hasil Uji Hipotesis Zhitung Ztabel Kesimpulan 3,35 1,64 Zhitung>ZtabelHa diterima dan Ho ditolak Berdasarkan tabel 5 yang menunjukan bahwa hasil analisis uji-z . ampiran D) menunjukan bahwa Zhitung > Ztabel, dengan taraf kepercayaan 5% . = 0,. Karena Zhitung > Ztabel yaitu Zhitung = 3,35 dan Ztabel yaitu 1,64 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa AuHasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Srikaton Kabupaten Musi Rawas setelah diterapkan Model Pembelajaran ChildrenAos Learning in Science berbasis Kearifan Lokal secara signifikan tuntasAy. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dipeoleh rata-rata nilai yaitu 79,83 dan persentase siswa yang tuntas sebesar 78% dengan nilai zhitung > ztabel yaitu 3,35 >1,64, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 3 Srikaton Kabupaten Musi Rawas setelah diterapkan model pembelajaran ChildrenAos Learning in Science berbasis kearifan lokal secara signifikan tuntas. DAFTAR PUSTAKA