LAPORAN PENELITIAN Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia April 2020. Volume 4. Nomor 1: 23-6 P-ISSN. 2685-0249 | E-ISSN. http://jurnal. id/index. php/jrdi/index Penilaian kualitas kortikal mandibula pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan analisis radiomorfometrik pada radiograf panoramik Annisa Putri1*. Aga Satria Nurrachman1. Lusi Epsilawati2. Azhari2 ABSTRACT Objectives: This research aims to evaluate radiological finding on bone of patients with T2DM . ype 2 Diabetes Mellitu. by evaluating mandibular assessment specifically MCI (Mandibular Cortical Inde. and AI (Antegonial Inde. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Material and Methods: This research is a cross-sectional populations and samples using secondary data radiographs of T2DM patients that have been proven by medical statement from a doctor and normal sample were selected according to specified patients, both have dominant result of MCI assessment type C2. While the result of Antegonial Index assessment there were a difference of cortical thickness between two groups. The average AI value from normal patients were 4,179 with standard deviation of 0. 420, while another group with T2DM were 3,641 with standard deviation of 0. Conclusion: Based on the results of the study, it was found that there has been a significance difference of cortical bone qualities between two groups of samples which can be seen from the result of Antegonial Index, a T2DM patients has average values lower than normal patients, while for the results of MCI assessment between two groups have Results: It showed between group consisting of similar types. patients with T2DM and another one with normal Keywords: Diabetes mellitus, panoramic radiographs, mandibular cortical index, antegonial index Cite this article: Putri A. Nurrachman AS. Epsilawati L. Azhari A. Penilaian kualitas kortikal mandibula pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan analisis radiomorfometrik pada radiograf panoramik. Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia 2020. https://doi. org/10. 32793/jrdi. PENDAHULUAN PPDGS Radiologi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia. Departemen Radiologi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia. Correspondence to: Annisa Putri uO annisa. putri@iik. Received on: February 2020 Revised on: March 2020 Accepted on: April 2020 Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di seluruh dunia. Penyakit ini dapat diakibatkan oleh defisiensi insulin karena adanya kerusakan sel beta pankreas (DM tipe . atau keadaan resistensi insulin (DM tipe . Keadaan hiperglikemia atau kadar gula darah yang tinggi merupakan karakteristik utama pada kedua tipe diabetes. 1 Kondisi tersebut secara tidak langsung juga mengakibatkan hypercalciuria yang menyebabkan penurunan level kalsium tubuh sehingga kualitas tulang menurun. Selain itu DM microvaskular yang menggangu proses laju aliran transportasi nutrisi pada tulang yang terganggu sehingga terjadi kerusakan fungsi tulang. Hingga saat ini variable assessment kualitas tulang yang menjadi gold standard adalah pemeriksaan BMD . one mineral densit. menggunakan Dual-Energy X-ray Absorptiometry (DEXA). Namun penggunaan DEXA sebagai diagnostic tool masih terbatas karena biaya operasional yang tidak murah sehingga belum menjangkau semua kalangan. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa pada kasus penurunan BMD di skeletal secara langsung juga akan mempengaruhi kualitas tulang di mandibula. Radiograf Panoramik merupakan salah satu tindakan radiografi yang rutin dan sering dilakukan oleh klinisi, selain dapat digunakan sebagai pemeriksaan penunjang radiograf panoramik juga dapat dimanfaatkan sebagai screening tool dalam menganalisis kualitas tulang. Analisis radiomorfometrik merupakan salah satu analisis yang banyak dipilih dan diterapkan oleh banyak peneliti dalam menilai kualitas tulang, baik secara kualitatif dan kuantitatif. Salah satu penilaian kualitatif ialah menggunakan metode Klementti atau yang lebih dikenal dengan indeks MCI (Mandibular Cortical Inde. , dimana penilaian dilakukan secara visual dengan mengklasifikasikan korteks mandibula ke dalam beberapa kategori sesuai dengan morfologinya. Selain itu terdapat beberapa penilaian kuantitatif, salah satunya merupakan indeks AI (Antegonial Inde. yang mengukur ketebalan kortikal pada daerah anterior Kedua parameter ini telah banyak digunakan dalam menilai kualitas dan tanda resorpsi tulang, dimana telah dibuktikan mempunyai korelasi yang erat dengan BMD A 2020 JRDI. Published by Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia. All rights reversed. LAPORAN PENELITIAN skeletal, yang dapat menggambarkan keadaan 1,4Ae7 Berdasarkan informasi dari penelitian terlebih dahulu dijelaskan bahwa gambaran tulang mandibula yang terlihat pada radiograf panoramic dapat membantu sebagai salah satu assessment penilaian kualitas tulang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi tulang pada penderita diabetes mellitus tipe 2 melalui penilaian kualitas tulang kortikal mandibula dengan menggunakan analisa morfometrik metode MCI dan AI. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel yang digunakan adalah data sekunder dari radiograf panoramik kelompok normal sebanyak 25 orang dan pasien DM tipe 2 sebanyak 25 orang yang telah dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter. Adapun sampel yang terpilih adalah semua radiograf yang memenuhi kriteria berikut: . pasien penderita DM tipe 2 minimal 1 tahun, . data radiografi berkualitas baik sehingga dapat dilakukan penilaian. Dalam penelitian ini, usia dan jenis kelamin termasuk dalam kriteria eksklusi. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Universitas Padjadjaran Bandung dimana studi ini dilakukan. Selain itu sebagai kelompok normal dilakukan pemeriksaan pada pasien dengan usia yang sama pada kelompok tanpa penyakit sistemik. Variabel yang dinilai adalah kualitas tulang kortikal mandibula dengan cara mengukur ketebalan tulang menggunakan metode Mandibular Cortical Index (MCI). Penilaian dilakukan secara visual dengan mengklasifikasikan bentuk morfologi korteks inferior mandibula sepanjang foramen mentalis hingga regio antegonial ke dalam tiga kategori: C1, margin endosteal dari korteks terlihat tajam dan tegas pada kedua sisi, menandakan bahwa korteks dalam kondisi normal dan tidak terjadi perubahan. C2, margin endosteal memiliki defek semilunar atau membentuk residu . atu hingga tiga lapisa. pada satu atau kedua sisi . ild to moderately eroded corte. C3, lapisan kortikal membentuk endosteal dengan residu yang lebih tebal dan berporus dengan ketebalan yang berkurang . everely eroded corte. 8,9,10 Pengukuran ketebalan kortikal mandibula menggunakan Antegonial Index dilakukan pada area yang terletak pada anterior sudut gonial, yakni berupa garis yang tegak lurus terhadap korteks pada garis yang menghubungkan batas anterior dari ramus ascendens hingga batas bawah mandibula. Pengukuran dilakukan pada sisi kanan dan kiri mandibular, yang kemudian diambil nilai rata-rata sebagai hasil akhir menggunakan software Image-J (National Institute of Health. Bethesda. MD. USA). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS for Windows, version 21. IBM Inc. Amonk. NY. USA). Antegonial Index kelompok normal dengan kelompok DM tipe 2 dilakukan uji beda chisquare untuk melihat hubungan signifikansi Gambar 1. Kategori bentuk morfologi kortikal pada penilaian MCI 8 Gambar 2. Area pengukuran AI pada radiograf panoramik ditandai oleh garis C 9 Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia 2020. 23-6 | DOI: 10. 32793/jrdi. LAPORAN PENELITIAN HASIL signifikan pada perhitungan Antegonial Index antara kelompok pasien normal dengan kelompok Penelitian ini dilakukan terhadap 50 radiograf pasien DM tipe 2. panoramik yang telah dikumpulkan sesuai kriteria yaitu 25 radiograf panoramik kelompok normal dan 25 radiograf panoramik kelompok pasien DM tipe 2. DISKUSI