Pengenalan Aplikasi Si Apik Bagi Umkm Warung Manisan Pak Agung Nenden Restu Hidayah . Karona Cahya Susena . Hesti Riski Rahayu . Cemas Astiana . 1,2,3,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 Nenden@unived. 2 karonacs@unived. id 3hestiriski96@gmail. 4cmsastna26@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Desember 2. Revised . Januari 2. Accepted . Januari 2. KEYWORDS Si Apik Application. MSMEs. Digital Innovation. Financial Statements This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Aplikasi si Apik merupakan inovasi digital yang dirancang untuk memudahkan manajemen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jurnal ini membahas implementasi dan dampak penggunaan aplikasi si Apik di Warung Manisan Pak Agung, sebuah UMKM yang bergerak di bidang penjualan manisan tradisional. Studi ini menggunakan metode kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dengan pemilik dan pelanggan, serta observasi langsung terhadap operasional warung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi si Apik tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, seperti pengelolaan stok dan pencatatan transaksi, tetapi juga memberikan dampak positif pada kepuasan pelanggan melalui layanan yang lebih cepat dan akurat. Selain itu, aplikasi ini juga mampu mengurangi kesalahan manusia dalam pencatatan dan memperbaiki transparansi keuangan. Temuan ini mengindikasikan potensi besar aplikasi si Apik dalam mendukung transformasi digital UMKM lainnya di Indonesia. ABSTRACT Si Apik application is a digital innovation designed to facilitate the management of micro, small, and medium enterprises (MSME. This journal discusses the implementation and impact of using the Si Apik application at Warung Manisan Pak Agung, an MSME engaged in the sale of traditional sweets. This study uses qualitative methods, involving in-depth interviews with the owner and customers, as well as direct observation of the store's operations. The results of the study show that the use of the Si Apik application not only increases operational efficiency, such as stock management and transaction recording, but also has a positive impact on customer satisfaction through faster and more accurate services. These findings indicate the significant potential of the Si Apik application in supporting the digital transformation of other MSMEs in Indonesia. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan unit usaha yang dikelola dan dimiliki perorangan atau dimiliki oleh sekelompok orang yang menghasilkan pendapatan dan keuntungan Fungsi dari Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) ini, pada umumnya sebagai penggerak perekonomian dan sebagai pemberdayaan masyarakat, serta terbukti akan tahan dengan berbagai goncangan krisis ekonomi yang dihadapi. Dalam perkembangannya. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami peningkatan(Neri Susanti et al. , 2. UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah . , "UMKM menyumbang sekitar 60% dari PDB Indonesia dan menyediakan lebih dari 97% lapangan kerja di seluruh negeri. " Peran besar ini menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional tetapi juga sebagai penyedia lapangan kerja yang signifikan bagi Namun, banyak UMKM yang masih menghadapi tantangan dalam manajemen usaha, termasuk dalam hal pencatatan keuangan, pengelolaan stok, dan promosi produk(Sugiyono, 2. Tantangan-tantangan ini perlu segera diatasi untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM. Menurut pendapat Ikatan Akuntansi Indonesia laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan rugi laba, pelaporan perubahan posisi keuangan . ang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, laporan arus kas atau laporan arus dan. Catatan dan laporan lain keuangan disamping itu juga termasuk schedul dan informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga(Siregar et al. , 2. SI APIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuanga. adalah sistem pencatatan keuangan secara online berbasis Android yang diluncurkan oleh Bank Indonesia yang bertujuan untuk mempermudah pelaku UKM melakukan pencatatan laporan keuangan secara online dengan model single enrty, walaupun minim pemahaman mengenai akuntansi(Sofyan & Kumala, 2. Aplikasi si Apik hadir sebagai solusi inovatif untuk membantu UMKM dalam mengelola berbagai aspek operasional Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam manajemen usaha melalui fitur-fitur seperti manajemen stok, pencatatan penjualan otomatis, dan pelaporan keuangan yang terstruktur(Nurhidayah, 2. Dengan adanya aplikasi ini, pemilik UMKM dapat lebih mudah mengelola stok barang, mencatat setiap transaksi penjualan secara otomatis, dan menghasilkan laporan keuangan Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 1 Januari 2025 page: 49 Ae . 49 yang rapi dan terstruktur. Teknologi digital tidak hanya membuat proses operasional menjadi lebih efisien tetapi juga membantu UMKM untuk lebih adaptif terhadap perubahan pasar(Nilasari, 2. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana aplikasi si Apik diterapkan di Warung Manisan Pak Agung dan dampaknya terhadap kinerja usaha tersebut. (Trinanda, 2. menjelaskan bahwa "tutorial aplikasi akuntansi SI APIK dapat membantu para pemilik UMKM memahami penggunaan aplikasi ini secara efektif. " Selain itu, (Kodirin, 2. menunjukkan bahwa "aplikasi ini sangat membantu dalam penyusunan laporan keuangan UMKM jasa. " Keberhasilan penerapan aplikasi si Apik di Warung Manisan Pak Agung dapat menjadi contoh bagi UMKM lainnya dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional. (Hidayah, 2. menambahkan bahwa "pemanfaatan aplikasi akuntansi berbasis Android SI APIK menunjang pelaporan keuangan UMKM secara lebih baik," sedangkan (Novitasari. Ridwan Zulfi Agha. Nedsal Sixpria, 2. menemukan bahwa "penggunaan aplikasi SI APIK berpengaruh positif terhadap efisiensi manajemen UMKM di era digital. " Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengevaluasi penerapan aplikasi si Apik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen terkait(Fadila, 2. Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali informasi secara rinci mengenai manfaat dan tantangan yang dihadapi oleh pemilik warung dalam menggunakan aplikasi ini. Observasi langsung di lapangan dilakukan untuk melihat bagaimana aplikasi tersebut diterapkan dalam operasional sehari-hari warung, sementara analisis dokumen dilakukan untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang potensi penerapan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan di sektor UMKM. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pengalaman dan pandangan subjek penelitian. Metode studi kasus memungkinkan eksplorasi fenomena kompleks dalam konteks dunia nyata, dalam hal ini, penggunaan aplikasi si Apik oleh pemilik warung. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen terkait. Wawancara mendalam dilakukan dengan pemilik warung untuk menggali informasi tentang manfaat dan tantangan yang mereka alami dalam menggunakan aplikasi si Apik. Teknik ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan perspektif langsung dari subjek penelitian dan memahami dinamika yang terjadi. Selain wawancara, observasi langsung di lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana aplikasi si Apik digunakan dalam operasional warung. Observasi ini membantu peneliti untuk memverifikasi informasi yang diperoleh dari wawancara dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin tidak terungkap dalam wawancara. Analisis dokumen terkait juga dilakukan untuk melengkapi data dan memberikan konteks yang lebih luas tentang penggunaan aplikasi si Apik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul terkait manfaat dan tantangan penggunaan aplikasi tersebut. Penelitian ini juga memanfaatkan triangulasi data untuk memastikan keakuratan dan validitas temuan. Triangulasi data dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hal ini membantu peneliti untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif dan mengurangi potensi bias. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam memahami penggunaan aplikasi si Apik oleh pemilik warung serta im plikasinya dalam konteks bisnis kecil di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan Secara keseluruhan Pemilik Warung Manisan Pak Agung menjadi lebih memahami cara menggunakan aplikasi SI-APIK untuk meningkatkan efisiensi usahanya. Aplikasi ini dapat membantu dalam manajemen stok, pengelolaan keuangan, serta pencatatan transaksi yang lebih rapi dan Dengan menggunakan SI-APIK, pemilik dapat lebih mudah dalam memonitor pemasukan dan pengeluaran, serta membuat laporan keuangan yang jelas. Hal ini membantu pemilik dalam mengambil keputusan yang lebih tepat terkait pengelolaan usaha. Aplikasi ini memungkinkan pelaku UMKM untuk melacak dan mengelola berbagai aspek usaha, seperti stok barang, transaksi, dan penjadwalan, yang dapat meningkatkan efisiensi operasional Warung Manisan Pak Agung. Terakhir, tim sosialisasi juga memberikan pelatihan singkat kepada karyawan Warung Manisan tentang cara menggunakan aplikasi si 50 | Nenden Restu Hidayah. Karona Cahya Susena. Hesti Riski Rahayu. Cemas Astiana . Pengenalan Aplikasi Si Apik. Apik. Karyawan diberikan panduan langkah demi langkah untuk memastikan mereka dapat mengoperasikan aplikasi dengan benar dan efisien. Pelatihan ini diterima dengan baik oleh karyawan dan mereka merasa lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi baru tersebut. Melalui data yang tercatat dengan aplikasi SI-APIK, pemilik dapat menganalisis kinerja usaha mereka secara lebih akurat dan menggunakan data tersebut untuk merencanakan strategi bisnis yang lebih baik. Pembahasan Hasil Kegiatan Selain peningkatan efisiensi dan pengurangan kesalahan, aplikasi si Apik juga membantu Warung Manisan dalam merencanakan stok barang dengan lebih baik. Dengan adanya data yang akurat tentang barang yang paling banyak diminati pelanggan. Pak Agung dapat menyesuaikan pembelian barang sesuai dengan permintaan pasar, sehingga mengurangi risiko kehabisan stok dan barang yang tidak Aplikasi si Apik juga memberikan laporan keuangan yang lebih terstruktur, sehingga pemilik warung dapat memantau keuntungan dan pengeluaran dengan lebih mudah. Laporan keuangan ini membantu Pak Agung dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan strategis, seperti menentukan harga jual yang kompetitif dan mengidentifikasi area yang perlu peningkatan. Selain itu, aplikasi si Apik juga memberikan kemudahan dalam melacak tren pembelian pelanggan. Dengan fitur analitik yang tersedia. Pak Agung dapat melihat pola pembelian pelanggan secara berkala dan memahami preferensi mereka. Hal ini memungkinkan Pak Agung untuk merencanakan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran dan memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan penjualan pada periode tertentu. Gambar 1. Foto Dokumentasi Sosialisasi Aplikasi Si Apik Di Warung Manisan Pak Agung Gambar 2. Foto Dokumentasi Laporan Keuangan Di Warung Manisan Pak Agung Sebelum Menggunakan Aplikasi Si Apik Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 1 Januari 2025 page: 49 Ae . 51 Gambar 3. Aplikasi Si Apik Gambar 4. Pembukuan Aplikasi Si Apik 52 | Nenden Restu Hidayah. Karona Cahya Susena. Hesti Riski Rahayu. Cemas Astiana . Pengenalan Aplikasi Si Apik. KESIMPULAN DAN SARAN Aplikasi si Apik terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan di Warung Manisan Pak Agung. Penggunaan teknologi ini dapat menjadi model bagi UMKM lainnya dalam menghadapi tantangan manajemen usaha. Selain memberikan peningkatan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan, aplikasi si Apik juga berpotensi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen keuangan warung. Dengan fitur pelaporan keuangan yang terstruktur, pemilik warung dapat lebih mudah melacak pendapatan dan pengeluaran secara real-time, sehingga meminimalkan risiko kesalahan dan manipulasi data. Penggunaan teknologi seperti aplikasi si Apik juga dapat membantu UMKM dalam menghadapi persaingan di era digital. Dengan memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi berbagai proses bisnis. UMKM dapat lebih fokus pada upaya peningkatan kualitas produk dan layananNamun, untuk memastikan kesuksesan implementasi teknologi ini, diperlukan kerjasama antara pemerintah, penyedia aplikasi, dan pemilik UMKM. Pemerintah dapat memberikan dukungan berupa pelatihan dan pendampingan, sementara penyedia aplikasi perlu terus mengembangkan fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan UMKM. Pemilik UMKM juga perlu berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan digital mereka agar dapat memanfaatkan teknologi secara optimal. Untuk memastikan pelatihan ini efektif, perlu ada evaluasi berkala yang mengukur sejauh mana pemilik UMKM telah menguasai penggunaan aplikasi. Umpan balik dari peserta pelatihan dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memastikan materi pelatihan selalu relevan dengan kebutuhan mereka. Dengan adanya pelatihan rutin, diharapkan pemilik UMKM dapat lebih kompeten dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha mereka. Pengembangan fitur tambahan pada aplikasi si Apik perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan aplikasi tetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan spesifik UMKM. Penambahan fitur-fitur baru yang sesuai dengan feedback dari pengguna dapat meningkatkan kepuasan dan efektivitas penggunaan aplikasi. Misalnya, fitur analisis penjualan yang lebih mendalam dapat membantu pemilik UMKM membuat keputusan bisnis yang lebih tepat dan strategis. Untuk memastikan bahwa pengembangan fitur tambahan tepat sasaran, perlu ada proses konsultasi yang melibatkan pengguna aplikasi. Melalui survei, wawancara, atau kelompok diskusi terarah . ocus group discussio. , pengembang dapat mendapatkan wawasan langsung dari pemilik UMKM tentang kebutuhan dan tantangan mereka. Dengan cara ini, fitur-fitur baru yang dikembangkan akan lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat memberikan manfaat yang maksimal. Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi nonpemerintah, sangat penting untuk memperluas adopsi teknologi di kalangan UMKM. Pemerintah dapat berperan dalam memberikan dukungan kebijakan dan insentif untuk memotivasi UMKM agar lebih terbuka terhadap penggunaan teknologi. Program-program subsidi atau bantuan teknis juga dapat membantu mengurangi beban biaya bagi UMKM dalam mengadopsi teknologi baru. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan hormat, kami dari mahasiswa Universitas Dehasen Bengkulu Jurusan Manajemen mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing Ibu Nenden Restu hidayah S. ,M. Ak. yang telah memberikan bimbingan yang sangat berharga sepanjang proses penyusunan jurnal ini. Ibu Kamelia Astuty tidak hanya memberikan arahan yang jelas dan konstruktif, tetapi juga menyemangati kami untuk selalu berpikir kritis dan mendalam. Tanpa bimbingan dan dukungan beliau, kami mungkin tidak akan mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama proses penelitian dan penulisan jurnal ini. Beliau selalu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan masukan yang detail dan mengoreksi setiap bagian jurnal dengan teliti, sehingga kami dapat menghasilkan karya yang berkualitas. Kami juga ingin menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang tinggi atas kesabaran dan dedikasi Ibu Kamelia Astuty dalam membimbing kami. Komitmen beliau untuk mendukung pengembangan kemampuan akademis dan profesional kami sangatlah menginspirasi. DAFTAR PUSTAKA