Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2721-3838. DOI: 10. 30596/jcositte. The impact of globalization on basic education values in Indonesia Eli Supinta Zega1. Laila Nurfadhila Saragih2. Siti Ashila Lubis3. Elfrianto4 1,2,3,4Universitas Efarina. Indonesia Email: asilasiti371@gmail. elfrianto82@gmail. ABSTRAK Globalisasi merupakan fenomena global yang membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dasar. Arus informasi yang semakin terbuka, kemajuan teknologi digital, serta intensitas interaksi lintas budaya memberikan pengaruh langsung terhadap nilai-nilai pendidikan, pembentukan karakter, dan pola pembelajaran peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak globalisasi terhadap nilai-nilai pendidikan dasar di Indonesia, baik dari sisi positif maupun negatif. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, melalui telaah terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi berkontribusi positif dalam memperluas akses informasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mengembangkan kompetensi abad ke-21. Namun demikian, globalisasi juga berpotensi mengikis nilai-nilai karakter, moral, dan kearifan budaya lokal apabila tidak diimbangi dengan penguatan pendidikan berbasis nilai. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan dasar yang adaptif dengan menempatkan pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam menghadapi tantangan Kata kunci: globalisasi. pendidikan dasar. pendidikan karakter ABSTRACT Globalization is a global phenomenon that brings significant changes to various aspects of life, including primary education. The increasingly open flow of information, advances in digital technology, and the intensity of cross-cultural interactions have a direct impact on educational values, character formation, and learning patterns of primary school students. This study aims to analyze the impact of globalization on the values of primary education in Indonesia, both positively and negatively. The method used is a literature study with a qualitative approach, through a review of various relevant scientific sources, such as journal articles, books, and research reports. The results of the study indicate that globalization has a positive contribution in expanding access to information, improving the quality of learning, and developing 21st-century However, globalization also has the potential to erode character values, morals, and local cultural wisdom if not balanced with the strengthening of values-based Therefore, an adaptive primary education strategy is needed that places character education and Pancasila values as the main foundation in facing the challenges of globalization. Keyword: globalization. basic education. character education Corresponding Author: Siti Ashila Lubis. Universitas Efarina. Jl. Pendeta J. Wismar Saragih No. Bane. Kec. Siantar Utara. Kota Pematang Siantar. Sumatera Utara 21143. Indonesia Email: asilasiti371@gmail. INTRODUCTION Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran yang dilakukan melalui transmisi ilmu pengetahuan yang dirancang secara sistematis untuk mengembangkan potensi, kemampuan, dan kualitas setiap individu. Pendidikan juga dapat menjadi indikator atau tolok ukur tingkat kemajuan suatu negara (Zajda, 2. Oleh Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/HS A Jurnal Nasional Holistic Science karena itu, upaya dalam merealisasikan pendidikan yang berkualitas harus didukung oleh sistem pendidikan yang baik dan terstruktur (Shofwan, 2. Sistem pendidikan nasional saat ini tidak hanya berlaku bagi peserta didik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, tetapi juga mencakup peran negara dalam membentuk karakter, nilai, dan norma yang berlaku bagi pemerintah serta warga negara. Dalam konteks ini, pendidikan berperan dalam memperkaya pemahaman peserta didik terhadap keberagaman. Namun, di sisi lain, pendidikan juga menghadapi tantangan dalam menjaga identitas budaya. Fenomena komersialisasi pendidikan menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai hak dasar manusia, melainkan juga sebagai jasa yang memiliki nilai jual dan berorientasi pada keuntungan ekonomi (Purwaningrum & Subhi, 2. Globalisasi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan di Indonesia, termasuk bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi serta meningkatnya intensitas interaksi lintas budaya menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan dasar sebagai jenjang pendidikan yang berperan penting dalam pembentukan nilai dan karakter peserta didik. Sekolah dasar sebagai institusi pendidikan formal tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai moral, budaya, dan karakter siswa. Oleh karena itu, pendidikan dasar dituntut untuk mampu beradaptasi dengan dinamika global tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur bangsa. Peserta didik sekolah dasar saat ini tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sarat dengan arus informasi digital yang secara langsung memengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku mereka. Nilai-nilai seperti gotong royong, kesantunan, serta kecintaan terhadap budaya lokal cenderung mengalami pergeseran akibat pengaruh budaya instan, individualisme, dan pola hidup konsumtif. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pendidikan dasar yang pada hakikatnya berperan penting dalam menanamkan karakter dan nilai moral sejak usia dini. Dengan demikian, diperlukan kajian yang komprehensif mengenai dampak globalisasi terhadap nilainilai pendidikan dasar di Indonesia sebagai landasan dalam merumuskan strategi pendidikan yang adaptif, sekaligus berorientasi pada penguatan karakter. Pendidikan formal di Indonesia tidak hanya dituntut untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk nilai moral, budaya, dan karakter peserta didik agar tetap berakar pada jati diri bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin cepat (Rinawati, 2. LITERATURE REVIEW Globalisasi merupakan proses keterhubungan antarnegara dan masyarakat dunia yang dipicu oleh kemajuan teknologi, komunikasi, serta pertukaran budaya. Dalam konteks pendidikan, globalisasi tercermin melalui pemanfaatan teknologi digital, keterbukaan akses informasi, serta pergeseran metode pembelajaran dari pendekatan konvensional menuju pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi ini menuntut sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Nilai-nilai dalam pendidikan dasar mencakup aspek moral, sosial, budaya, dan karakter yang menjadi fondasi pembentukan kepribadian peserta didik. Nilai-nilai tersebut meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, kerja sama, kejujuran, rasa nasionalisme, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Pendidikan dasar memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut karena pada jenjang ini anak berada pada fase perkembangan yang menentukan dalam pembentukan karakter dan sikap hidup. RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. Metode ini dipilih untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai dampak globalisasi terhadap nilai-nilai pendidikan dasar di Indonesia melalui kajian terhadap berbagai sumber pustaka dan hasil penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan menganalisis secara mendalam temuan-temuan penelitian yang membahas pengaruh globalisasi terhadap nilai-nilai pendidikan dasar, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, serta proses pembelajaran di sekolah dasar. RESULTS AND DISCUSSION Globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap sistem pendidikan di Indonesia, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Perubahan tersebut tidak hanya menyentuh aspek metode pembelajaran, tetapi juga memengaruhi pembentukan nilai, sikap, dan karakter peserta didik. Pembahasan ini menguraikan secara komprehensif dampak positif dan negatif globalisasi terhadap nilai-nilai pendidikan dasar serta peran sekolah dalam menghadapinya. Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025: 359 Ae 362 Jurnal Nasional Holistic Science A Dampak Positif dan Negatif Globalisasi terhadap Pendidikan Dasar . Dampak Positif Globalisasi dalam Bidang Pendidikan . Kemudahan dalam Mengakses Informasi Perkembangan teknologi informasi, khususnya internet, memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam mengakses berbagai sumber belajar. Peserta didik dapat memperoleh materi pembelajaran, seperti buku digital dan referensi akademik, secara cepat dan mudah. Internet menjadi sumber pembelajaran alternatif yang mendukung proses belajar di sekolah. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Globalisasi mendorong perubahan metode pembelajaran dari pendekatan tradisional menuju pembelajaran berbasis teknologi. Jika sebelumnya guru mengandalkan papan tulis dan kapur, saat ini pembelajaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan komputer, presentasi digital, proyektor, dan media audiovisual lainnya. Pemanfaatan teknologi ini menjadikan pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan efektif, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan (Amini, 2. Mendorong Peserta Didik Menghasilkan Karya Inovatif Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada era globalisasi dapat dimanfaatkan untuk mendorong peserta didik menciptakan karya yang inovatif. Model pembelajaran satu arah cenderung menghambat kreativitas siswa, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik . tudent-centered learnin. Pendekatan ini mampu merangsang daya pikir kritis, kreativitas, dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan Media Pembelajaran yang Variatif Kemajuan teknologi memungkinkan guru mengintegrasikan berbagai media pembelajaran, seperti teks, gambar, audio, video, dan animasi. Hal ini membantu peserta didik memahami materi pembelajaran secara lebih konkret dan kontekstual, termasuk dalam pembelajaran ilmu-ilmu alam dan sosial. Dampak Negatif Globalisasi dalam Bidang Pendidikan . Bahaya Dunia Maya Selain memberikan kemudahan akses informasi, dunia maya juga membawa dampak negatif bagi peserta didik. Internet memuat berbagai konten negatif, seperti pornografi, kekerasan, ujaran kebencian, dan rasisme, yang dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak. Kondisi ini menimbulkan risiko serius bagi perkembangan moral dan psikologis peserta didik. Ketergantungan terhadap Teknologi Penggunaan komputer dan internet yang berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan, baik pada peserta didik maupun pendidik. Ketergantungan ini berpotensi menurunkan semangat belajar dan mengajar, serta mengurangi interaksi sosial secara langsung dalam lingkungan sekolah (Salim, 2. Meningkatnya Kesenjangan Sosial dalam Pendidikan Di negara berkembang, pemanfaatan teknologi pendidikan belum merata. Sekolah-sekolah di wilayah perkotaan umumnya memiliki akses teknologi yang lebih baik dibandingkan sekolah di daerah terpencil. Ketimpangan akses ini menyebabkan kesenjangan kualitas pendidikan semakin lebar. Tergerusnya Budaya Lokal Arus globalisasi yang pesat dapat mengikis budaya lokal. Kontak budaya melalui media massa dan teknologi informasi memungkinkan masuknya budaya asing secara masif, yang berpotensi menggeser nilainilai budaya dan kearifan lokal yang telah lama dijunjung oleh masyarakat. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pendidikan karakter berkaitan erat dengan proses penanaman nilai-nilai luhur. Penanaman nilai merupakan proses pembentukan dan internalisasi nilai yang bertujuan mendidik karakter individu (Azizah. Nilai berasal dari kata valere dalam bahasa Latin yang bermakna berguna, berdaya, dan dianggap baik oleh individu maupun kelompok. Dalam proses pembelajaran, interaksi antara pendidik dan peserta didik harus mencerminkan nilainilai Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan menjadi salah satu mata pelajaran strategis dalam menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan memiliki nilai, individu akan menjalani kehidupan yang terarah dan berprinsip. Pendidikan karakter, yang pada awalnya disebut sebagai pembangunan karakter oleh Soekarno, saat ini menjadi fokus penting dalam sistem pendidikan nasional karena urgensinya dalam membentuk generasi yang berakhlak, berintegritas, dan bertanggung jawab (Muthma'innah. , 2022. Solihah et al. , 2. Peran Sekolah dalam Menghadapi Dampak Globalisasi Sekolah memiliki peran strategis dalam menghadapi dampak globalisasi. Akses informasi yang luas dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan metode dan media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan menyenangkan. Guru dituntut untuk mampu mengelola pembelajaran secara kreatif agar manfaat positif globalisasi dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik. (Siti Ashila Lubi. A Jurnal Nasional Holistic Science Di era globalisasi, pendidik dan peserta didik memiliki peluang besar untuk mengembangkan kompetensi dan wawasan keilmuan. Namun, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter. Pendidikan karakter perlu diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran, khususnya Pendidikan Kewarganegaraan, sebagai sarana membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan serta dinamika kehidupan global. CONCLUSION Globalisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai-nilai pendidikan dasar di Indonesia, baik dalam bentuk dampak positif maupun negatif. Di satu sisi, globalisasi membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kemudahan akses informasi, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, serta pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan Peserta didik memiliki kesempatan untuk memperoleh sumber belajar yang lebih luas dan beragam, sementara guru dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Di sisi lain, globalisasi juga menghadirkan tantangan serius bagi pendidikan dasar, khususnya terkait dengan potensi tergerusnya nilai-nilai karakter dan budaya lokal. Dampak negatif seperti ketergantungan terhadap teknologi, risiko bahaya dunia maya, meningkatnya kesenjangan pendidikan, serta melemahnya nilainilai moral dan sosial dapat memengaruhi pembentukan karakter peserta didik apabila tidak dikelola secara Nilai-nilai luhur bangsa, seperti gotong royong, sopan santun, nasionalisme, dan kecintaan terhadap budaya lokal, berpotensi mengalami pergeseran akibat derasnya arus budaya global yang masuk melalui berbagai media. Oleh karena itu, pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam menyikapi dampak globalisasi dengan menyeimbangkan pemanfaatan kemajuan teknologi dan penguatan pendidikan karakter. Sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan perlu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan, serta kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan dasar tidak hanya mampu menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa. REFERENCES