JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 UJI KUALITAS BATU BATA DI DESA HATU DAN LAHA SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI Aprilia Yunety Lilipaly. Herry Henry Roberth. Musper David Soumokil. 1,2,. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon aprilialilipaly05@gmail. com, . herhero4765@gmai. com, . musper230378@gmail. ABSTRACT Bricks are a building material that has long been known and used by people in both rural and urban areas and has the same function, namely as a construction material. Bricks are used for civil engineering applications such as walls and residential buildings, fences and also channels. Bricks are made from clay which are made using a simple mold made of wood. After being molded, the bricks are dried in the sun to dry. Once dry, the bricks are arranged neatly and burned at a fairly high fire temperature. This burning process can cause the bricks to become hard. This research was carried out to determine the quality of bricks in two villages, namely Hatu village and Laha village using physical and mechanical properties testing on printed brick samples. Based on the results of testing the physical properties in Hatu village, it was found that the specific gravity was 1. 596, the bulk density was 14. 7 gr, the porosity was 37. 8% and in the Laha village the specific gravity was 1. 811, 13. 6 gr Meanwhile, the mechanical test results for the bottom sample in Hatu village were 27. 31 kg/cm2 and the bottom sample was 40. 10 kg/cm2 and the results in the bottom sample village were 19. 16 kg/cm2 and the results for the top sample were 18. 02 kg/cm2. ABSTRAK Batu bata adalah bahan bangunan yang telah lama dikenal dan di pakai oleh masyarakat baik di perdesaan mapun perkotaan yang mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai bahan konstruksi. Penggunaan batu bata digunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti, dinding dan bangunan perumahan,pagar dan juga saluran. Batu bata terbuat dari tanah liat yang di dibuat dengan cetakan sederhana yang terbuat dari kayu, setelah dicetak kemudian batu bata tersebut di jemur hingga kering di bawah sinar matahari, setelah kering kemudian batu batu bata disusun rapi dan di bakar dengan suhu api yang cukup tinggi. Proses pembakaran ini dapat menyebabkan batu bata menjadi keras. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas batu bata pada dua desa yaitu desa hatu dan desa laha menggunakan pengujian sifat fisis dan mekanis pada sample batu bata yang telah dicetak. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisis pada desa hatu diketahui berat jenis 1,596 , berat isi 14,7 gr, porositas 37,8% dan pada desa laha berat jenis sebesar 1,811, 13,6 gr , dan 42,4%. Sedangkan hasil pengujian mekanis sampel bawah pada desa hatu 27,31 kg/cm2 dan sampel bawah 40,10 kg/cm2 serta hasil pada desa laha sampel bawah 19,16 kg/cm2 dan hasil sampel atas 18,02 kg/cm2. Kata kunci: Batu Bata,Pengujian Fisik,dan Mekanis. e-ISSN:2964-5158 Halaman 132 JOURNAL AGREGATE PENDAHULUAN Makin meningkatnya kebutuhan bangunan disaat ini menyebabkan kebutuhan akan bahan bangunan semakin meningkat. Salah satu contoh lapangan saat ini yang perlu diatasi adalah masalah kebutuhan batu bata sebagai dinding. Dinding merupakan elemen yang sangat berpengaruh pada kondisi iklim luar sekitar bangunan, sehingga jenis material yang digunakan akan sangat berpengaruh pada kondisi yang akan diperoleh dalam bangunan. Batu bata terbuat dari tanah lempung atau tanah liat yang di bentuk menggunakan cetakan sederhana yang terbuat dari kayu dengan ukuran yang sudah ada, kemudian di jemur hingga kering dan disusun dengan rapi lalu dibakar dengan suhu api yang tinggi. Batu bata adalah bahan bangunan yang telah lama di kenal dan di pakai oleh masyarakat baik di perdesaan mauun perkotaan yang mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai bahan konstruksi. Dalam konstruksi bangunan, batu bata memiliki fungsi sebagai bahan non structural, serta dipakai sebagai penyangga atau pemikul beban diatasnya, seperti konstruksi rumah sederhana dan pondasi. Batu bata yang terdapat pada pulau Ambon yakni desa Hatu dan Laha ini memiliki kualitas yang berbeda, dan perbedaan itu dapat dilihat pada pada Lempung atau tanah liat yang dipakai pada proses percetakan batu bata yang ada. Tempat percetakan batu bata pada desa Hatu berada di dekat pesisir pantai, sedangkan tempat percetakan batu bata pada desa Laha jauh dari pesisir pantai. Batu bata pada dua desa tersebut memiliki kualitas yang berbeda, sehingga dapat digunakan sebagai bahan uji. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas batu bata pada desa hatu dan desa laha melalui pengujian sifat fisik dan mekanis dengan menggunakan sampel batu bata yang telah di cetak dan di bakar. TINJAUAN PUSTAKA 1 Defenisi Batu Bata Batu bata adalah bahan bangunan yang telah lama dikenal dan dipakai oleh masyarakat baik di perdesaan maupun di perkotaan yang mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai bahan konstruksi. Karena penggunaan batu bata di lakukan dengan menggunakan tangan, untuk itu ukuran batu bata disesuaikan agar mudah di pegang saat proses pekerjaan bangunan di lakukan. Pada umunya ukuran batu bata memiliki ukuran panjang 23 sentimeter, lebar 11 sentimeter dan tebal 6 sentimeter. Batu bata terbuat dari tanah liat yang di dibuat dengan cetakan sederhana yang terbuat dari kayu, setelah dicetak kemidian batu bata tersebut di jemur hingga kering di bawah sinar matahari, setelah kering kemudian batu batu bata disusun rapi dan di bakar dengan suhu api yang cukup tinggi. Proses pembakaran ini dapat menyebabkan batu bata menjadi e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 Adapun beberapa syarat yang harus di penuhi dalam produksi batu bata merah,anatara lain (SNI-10,1. Tampak luar, bentuk yang diisyaratkan pada batu bata ini adalah : Berbentuk prisma segi empat panjang . Mempunyai sudut siku-siku . Tajam permukaan rata 2 Jenis-Jenis Batu Bata Jika diseuaikan dengan bahan pembuatannya, secara umum batu digolongkan dalam 2 jenis Batu bata tanah liat Batu bata yang terbuat dari tanah liat memiliki 2 kategori utama,yaitu bata biasa dan bata muka Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu. Bata ini digunakan untuk dinding dan ditutup dengan semen. Bata biasa sering kali disebut dengan bata merah Bata muka memiliki permukaan yang baik, licin dan mempunyai warna corak yang sama. Meski digunakan untuk dinding juga, namun bata muka tidak perlu di tutup lgi dengan semen. Bata muka biasanya disebut sebgai bata imitasi. Batu bata pasir-kapur Sesuai dengan namanya, batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir serta air ditekankan kedalam campuran sehingga membentuk bata yang sangat padat. Biasa digunakan untuk bagian dinding yang terendam air dalam memerlukan kekuatan tinggi. 3 Pengujian Fisik Dan Mekanis Pengujian fisik yaitu mengujian yang teridiri dari : Berat jenis Berat jenis tanah . pecific gravit. adalah angka perbandingan antara berat isi butir tanah dengan berat isi air suling pada volume yang sama dan suhu tertentu. Berat isi Berat isi adalah perbandingan antara berat benda . berbanding dengan volume alat. Porositas Porositas merupakan suatu perbandingan volumer pori atau volume yan ditempati oleh fluida terhadap volume benda uji. 4 Kuat tekan menurut SNI Pengertian kuat tekan adalah gaya tekan persatuan luas bidang tekan (SNI 03-04164-1. Kuat tekan Batu Bata adalah besarnya beban persatuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila di bebani dengan gaya tekan tertentu, yang di hasilkan oleh mesin tekan ( SNI 03-1974-1. Menurut SNI 15-2094-1991, bata merah adalah unsur bahan bangunan yang digunakan untuk pembuatan konstruksi bangunan. Di buat dari tanah liat . dengan atau tanmpa campuran bahanbahan lain. Dibakar pada suhu yang cukup tinggi,sehingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dengan air. Halaman 133 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Berdasarkan kuat tekannya menurut peraturannya Nama Sampel (Desa Hat. No Piknometer Berat Piknometer Tanah (W. Berat Piknometer (W. Berat Tanah (Wt= W2-W. Suhu 90-100AC Berat Piknometer Air Tanah (W. Berat Piknometer pada suhu 25AC (W. W5=W2-W1 W4 Isi Tanah (W5-W3 ) Berat Jenis Tanah Wt/(W5-W. 1,672 batu bata merah sebagai bahan bangunan (SNI-152094-1. Nama Sampel ( Desa Lah. No Piknometer Berat Piknometer Tanah (W. Berat Piknometer (W. Berat Tanah (Wt= W2-W. Suhu 90-100AC Berat Piknometer Air Tanah (W. Berat Piknometer pada suhu 25AC (W. W5=W2-W1 W4 Isi Tanah (W5-W3 ) Berat Jenis Tanah Wt/(W5-W. 1,811 5 Bahan Dasar Pembuatan Batu Bata Bahan dasar pembuatan batu bata yang di jemur dan di bakar pada desa hatu dan laha adalah tanah lempung dan air. METODOLOGI 1 Lokasi Penelitian Tempat penilitian yang di lakukan untuk tugas ahkir di tediri dari 2 lokasi yaitu : Pembuatan benda uji berupa Batu Bata Mera pada industry rumahan takni desa Hatu dan Laha. Pada lokasi pembuatan benda uji yang terdapat pada desa hatu yang terdapat pada Bpk Atus Marlissa,sedangkan benda uji pada desa laha di ambil di lostela Bpk Femy Tamtalahitu Pengujian kualitas batu bata merah dilaksanakan pada kantor UPTD Laboratorium pengujian bahan dan peralatan berat. 2 Teknik Pengumpulan Data Metode Eksperimen Metode ini dilakukan secara langsung oleh penulis dengan cara pengamatan secara langsung pada lokasi pembuatan batu bata di masing-masing Metode Wawancara e-ISSN:2964-5158 Metode ini juga di lakukan secara langsung oleh penulis yaitu melakukan tanya jawab secara langsung kepada narasumber dari masing-masing Metode Literatur Metode yang di lakukan dengan cara mencari informasi atau mengambil data-data dari buku referensi atau atau literature yang berhubungan dengan judul 3 Teknik Pengolahan Data Data pengujian sifat fisik berupa pengujian berat jenis, berat isi tanah, dan porositas serta pengujian mekanis batu bata di ambil berdasarkan sampel pada kedua lokasi, kemudian dilakukan perhitungan untuk mendapatkan hasil akhir. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Perhitungan Berat Jenis Berat jenis adalah perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni. Dalam perhitungan analisis mekanika tanah, berat jenis diperlukan untuk menentukan jenis tanah yang Tabel 1. Hasil Perhitungan Berat Jenis Sampel A (Desa Hatt. Sumber: Penulis, 2023 Tabel 1 diatas merupakan hasil pengujian berat jenis tanah pada sampel A Desa Hatu dengan hasil 1,672. Tabel 2. Hasil Perhitungan Berat Jenis Sampel B (Desa Lah. Sumber: Penulis, 2023 Tabel 2 diatas merupakan hasil pengujian berat jenis tanah pada sampel B Desa Laha dengan hasil 1,811. 2 Hasil Perhitungan Berat Isi Berat Isi adalah berat tanah utuh dalam keadaan kering dibagi dengan volume tanah, dinyatakan dalam g/cm3 . /c. Berat isi tanah bervariasi tergantung pada kerekatan dan padatan antara partikel Ae partikel tanah . asir, debu, dan lia. dan sangat mempengaruhi perakaran tanaman. Tabel 3. Berat Isi Sampel A ( Desa Hat. Nama Sampel Berat Ring Berat Ring Tanah Berat Tanah Isi Tanah/Ring Berat Isi Tanah A (Desa Hat. 56,52 Sumber: Penulis, 2023 Halaman 134 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Tabel 3 diatas merupakan hasil pengujian berat isi tanah pada sampel A Desa Hatu dengan hasil 14,7 gr. Tabel 4. Berat Isi Sampel B ( Desa Lah. Berat Isi Tanah Berat ring tanah kering Berat tanah Berat air Kadar air Sumber: Penulis, 2023 Tabel 4 diatas merupakan hasil pengujian berat isi tanah pada sampel B Desa Laha dengan hasil 13,6 gr. 3 Hasil Perhitungan Porositas Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui besarnya presentase pori-pori terhadap volume tanah. Tabel 5. Porositas Sampel A (Desa Hat. (Desa Hat. 3= 2-1 5= 3:4 56,52 1,47 7= 6-1 8= 3-7 9= 8:7 y100% 10= 7:4 12= 7:11 0,52 Nama Sampel Berat Ring Berat Ring Tanah Berat Tanah Isi Tanah/Ring Berat Isi Tanah Berat ring tanah kering Berat Berat air Kadar air Berat jenis (G. Volume tanah Isi pori Derajat Porositas 13= 4-12 14= 8:13 y100% 15= 13:4 y100% 0,97 1,569 25,05 21,47 1,33 37,8 % Sumber: Penulis, 2023 Tabel 5 merupakan hasil pengujian porositas tanah pada sampel A Desa Hatu dengan hasil 37,8%. Tabel 6. Porositas Sampel B ( Desa Lah. B (Desa Nama Sampel Laha ) 1 Berat Ring 2 Berat Ring Tanah 3 Berat Tanah 3= 2-1 4 Isi Tanah/Ring 56,52 e-ISSN:2964-5158 Berat jenis Gs Volume tanah Isi pori Derajat Porositas 5= 3:4 1,36 7= 6-1 8= 3-7 9= 8:7 y100% 10= 7:4 12= 7:11 0,30 1,04 1,811 32,52 13= 4-12 14= 8:13 y100% 15= 13:4 y100% 0,75 Sumber: Penulis, 2023 Tabel 6 diatas merupakan hasil pengujian porositas tanah pada sampel B Desa Laha dengan hasil 42,4 %. 4 Pengujian Kuat Tekan Batu Bata Pengertian kuat tekan adalah gaya tekan persatuan luas bidang tekan (SNI 03-04164-1. Kuat tekan Batu Bata adalah besarnya beban persatuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila di bebani dengan gaya tekan tertentu, yang di hasilkan oleh mesin tekan ( SNI 03-1974-1. Hasil Perhitungan kuat Tekan Batu Bata Pada Desa Laha (Sampel Bagian Baw. Kuat tekan Batu Bata dapat kita hitung pada rumus di bawah ini: ycE y 100 Kuat tekan Batu Bata : ya (Kg/cmA) Dimana : P = beban maksimum . A = Luas penampang . mA) Luas penampang di dapat dari : panjang y lebar A = 19,9 y 9,5 = 185,25 cmA Diketahui P = 35,5 A = 185,25 Penyelesaian ycE y 100 Kuat tekan beton = ya (Kg/cmA) 35,5 y 100 185,25 = 19,16 Kg/cmA Hasil Perhitungan kuat Tekan Batu Bata Pada Desa Laha (Sampel Bagian Ata. Kuat tekan Batu Bata dapat kita hitung pada rumus di bawah ini: ycE y 100 Kuat tekan Batu Bata : ya (Kg/cmA) Dimana : P = beban maksimum . A = Luas penampang . mA) Luas penampang di dapat dari : panjang y lebar A = 19,5 y 9,5 = 185,25 cmA Diketahui Halaman 135 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 P = 33,4 A = 185,25 Penyelesaian ycE y 100 Kuat tekan beton = (Kg/cmA) ya 33,4 y100 185,25 = 18,02 Kg/cmA Hasil Perhitungan kuat Tekan Batu Bata Pada Desa Hatu (Sampel Bagian Ata. Kuat tekan Batu Bata dapat kita hitung pada rumus di bawah ini: ycE y 100 Kuat tekan Batu Bata = (Kg/cmA) ya Dimana : P = beban maksimum . A = Luas penampang benda uji . mA) Gambar 1. Grafik Kuat Tekan Batu Bata Desa Laha (Sumber: Penulis, 2. Gambar 1 diatas merupakan gambar grafik kuat tekan batu bata pada Desa Laha. Luas penampang di dapat dari : panjang y lebar A = 19 y 10 = 190 Diketahui P = 51,9 A = 190 Penyelesaian ycE y 100 Kuat tekan = (Kg/cmA) ya 51,9 y100 = 190 = 27,31 Kg/cmA Perhitungan kuat Tekan Batu Bata Pada Desa Hatu (Sampel Bagian Baw. Kuat tekan Batu Bata dapat kita hitung pada rumus di bawah ini: ycE y 100 Kuat tekan Batu Bata = (Kg/cmA) ya Dimana : P = beban maksimum . A = Luas penampang benda uji . mA) Luas penampang di dapat dari : panjang y lebar A = 19 y 10 = 190 cmA Diketahui P = 76,2 A = 190 Penyelesaian ycE y 100 Kuat tekan beton = (Kg/cmA) ya Gambar 2. Grafik Kuat Tekan Batu Bata Desa Hatu (Sumber: Penulis, 2. Gambar 2 diatas merupakan gambar grafik kuat tekan batu bata pada Desa Hatu. 5 Hasil Analisa Karakteristik Fisik Batu Bata Hasil analisa karakteristik fisik batu bata pada kedua Desa dapat dilihat pada tabel 7 dan tabel 8. Tabel 7. Hasil Analisa Karakteristik Fisik Desa Hattu Uraian Berat Hasil 1,596 Standar 2,580 Ae 2,650 Berat 14 Ae 21 Porosit 37,8 % 60 Ae 30 76,2 y100 = 40,10 Kg/cmA e-ISSN:2964-5158 Sumber Hary Chritiady. Mekanika Tanah 1 ,1992 Buku Braia Das / Lambe Buku Braia Das / Lambe Ket Tdk Memenuhi Memenuhi Halaman 136 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Tabel 7 merupakan hasil analisa karakteristik fisik batu bata pada Desa Hatu. Tabel 8 Hasil Analisa Karakteristik Fisik Desa Laha Uraian Hasil Standa Sumber Ket Berat 1,811 2,580 Ae 2,650 Tdk Berat isi 14 - 21 Porositas 42,4 % 60 Ae 30 Hary Chritiad Mekanik a Tanah 1 ,1992 Buku Braia Das / Lambe Buku Braia Das / Lambe Tdk Memenuhi Memenuhi Tabel 8 diatas merupakan hasil analisa karakteristik fisik batu bata pada Desa Laha. 7 Hasil Analisa Karakteristik Mekanis Hasil analisa karakteristik mekanis batu bata pada desa Hattu dan desa Laha dapat dilihat pada tabel 9 dan tabel 10. Tabel 9. Hasil Analisa Karakteristik Mekanis Sampel Atas Nama (Desa Hatu ) Bagia n atas Standa Sumbe Ket 27,31 kg/cmA Memenu (Desa Laha ) 18,02 kg/cmA SNI Ae SNI Ae Tdk Sumber: Penulis, 2023 Tabel 9 diatas merupakan hasil analisa karakteristik mekanis batu bata pada Desa Laha dan Desa Hatu menggunakan sampel bagian atas. Tabel 10. Hasil Analisa Karakteristik Mekanis Sampel Bawah Nama Bagian Standar Sumbe Ket 40,10 SNI Ae Memenu (Desa kg/cmA Hatu ) 19,16 SNI Ae Tdk (Desa kg/cmA e-ISSN:2964-5158 Laha ) Sumber: Penulis, 2023 Tabel 10 merupakan hasil analisa karakteristik mekanis batu bata pada Desa Laha dan Desa Hatu menggunakan sampel bagian bawah. PENUTUP Kesimpulan Dari peneitian yang saya lakukan adapun kesimpulan yang saya dapat yaitu : Hasil pengujian batu bata yang saya lakukan, batu bata Desa Hatu dan Desa Laha Memiliki Kualitas Yang berbeda, perbedaan itu dapat di lihat pada hasil Berdasarkan hasil pengujian sifat fisis pada desa hatu diketahui berat jenis 1,596 , berat isi 14,7 gr, porositas 37,8% dan pada desa laha berat jenis sebesar 1,811, 13,6 gr , dan 42,4%. Sedangkan hasil pengujian mekanis sampel bawah pada desa hatu 27,31 kg/cm2 dan sampel bawah 40,10 kg/cm2 serta hasil pada desa laha sampel bawah 19,16 kg/cm2 dan hasil sampel atas 18,02 kg/cm2. Sehingga berdasarkan hasil uji kuat tekan pada di atas dapat disimpulkan bahwa batu bata pada Desa Hatu memiliki kualitas yang baik dapat di gunakan sebagai bahan konstruksi. Saran Diharapkan pada penelitian berikutnya untuk lebih memperhatikan kualitas produk dan pengembangan produk agar dapat diterapkan secara efisien dan efektif oleh produsen batu bata. DAFTAR PUSTAKA