Webinar Nasional-Periode 2 AuMewujudkan Indonesia Emas Melalui Pemberdayaan Masyarakat Yang Inovatif dan BerkelanjutanAy. LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Kamis, 19 Desember 2024 PEMERIKSAAN STATUS GIZI DAN PENYULUHAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK DI LKSA AMANAH KOTA TASIKMALAYA Soni Hersoni1*. Enok Nurliawati1. Etty Komariyah1. Asep Robby1. Teti Agustin1. Syaefunnuril Anwar1. Nadia Sintia Wardany1. Aruf Khoerun Nufus Endang1. Rifana Akbar1 *Program Studi D3 Keperawatan Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya *Korespondensi : sonihersoni@universitas-bth. ABSTRACT Child development experts state that the first five years of a childAos life represent the "Golden Period," "Window of Opportunity," or "Critical Period. " Early detection is a screening effort carried out to identify developmental disorders early and to understand and recognize the risk factors for these developmental disorders. Method : Lecture and nutritional status examination. Results and Discussion : After measuring the nutritional status of 36 individuals, the BMI results showed 20 individuals in the underweight category . 5%), 15 individuals in the normal category . 6%), and 1 individual in the obese category . 7%). Before providing counseling on healthy snacks, participants were given a pre-test questionnaire consisting of 10 questions. The average score for knowledge about healthy snacks was 7. After the counseling session, participants were given the questionnaire again as a post-test. The results showed an increase in knowledge about healthy snacks, with an average score of 8. 5 and a percentage increase of 10. Conclusion : Among the 36 individuals whose nutritional status was measured, the BMI results showed 20 individuals in the underweight category . 5%), 15 individuals in the normal category . 6%), and 1 individual in the obese category . 7%). There was an increase in knowledge about healthy snacks among participants after the health counseling session, with an average pretest score of 7. 5 and an average post-test score of 8. 5, resulting in a percentage increase of 10. Keywords: growth, children, education ABSTRAK Para ahli tumbuh kembang anak mengatakan bahwa periode 5 . tahun pertama kehidupan anak sebagai AuMasa Keemasan . olden perio. atau Jendela Kesempatan . indow opportunit. , atau Masa Kritis . ritical perio. Ay. Deteksi dini adalah upaya penyaringan yang dilaksanakan untuk menemukan penyimpangan kelainan tumbuh kembang secara dini dan mengetahui serta mengenal faktor-faktor resiko terjadinya kelainan tumbuh kembang tersebut. Metode : ceramah Pemeriksaan status gizi . Hasil dan pembahasan . Setelah dilakukan pengukuran status gizi pada 36 orang, didapatkan hasil IMT sebanyak 20 orang termasuk kategori kurus . ,5%) , 15 orang kategori normal . ,6%) dan 1 orang kategori obesitas . ,7%). Sebelum dilakukan penyuluhan tentang jajan sehat, peserta diberikan kuesioner pre-test sebanyak 10 soal. Didapatkan hasil pengetahuan tentang jajan sehat dengan rerata nilai 7,5. Setelah dilakukan penyuluhan tentang jajan sehat, peserta diberikan kembali kuesioner untuk post-test. Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan tentang jajan sehat dengan rerata nilai 8,5 dengan persentase kenaikan 10,6 %. Berdasarkan hasil pengukuran dan penyuluhan kesehatan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Pertama sebagian besar IMT anak kategori kurus, dari 36 orang yang dilakukan pengukuran status gizi, didapatkan hasil IMT sebanyak 20 orang termasuk kategori kurus . ,5%) , 15 orang kategori normal . ,6 %) dan 1 orang kategori obesitas . ,7%). Kedua, terdapat peningkatan pengetahuan tentang jajan sehat pada peserta setelah diberikan penyuluhan kesehatan dengan hasil pre-test rerata nilai 7,5 dan hasil post-test rerata nilai 8,5 dengan persentase kenaikan 10,6 %. Kata Kunci : pertumbuhan, anak, edukasi PENDAHULUAN Setiap orang tua menginginkan mempunyai anak yang sehat, cerdas, berkualitas dan sukses di masa depan, demikian juga setiap bangsa menginginkan mempunyai generasi penerus yang mampu bersaing dan unggul di tengah persaingan global yang sangat kompetitif. Deteksi dini adalah upaya penyaringan yang dilaksanakan untuk menemukan penyimpangan kelainan tumbuh kembang secara dini dan mengetahui serta mengenal faktor-faktor resiko terjadinya kelainan tumbuh kembang tersebut. Deteksi dini merupakan upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak prasekolah merupakan tindakan skrining atau deteksi secara dini terutama pada usia anak sebelum 3 tahun. Berdasarkan data survei yang telah Webinar Nasional-Periode 2 AuMewujudkan Indonesia Emas Melalui Pemberdayaan Masyarakat Yang Inovatif dan BerkelanjutanAy. LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Kamis, 19 Desember 2024 dikumpulkan, tercatat sekitar 4 anak-anak mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan setiap bulannya dan 510% anak sekiranya mengalami gangguan tumbuh kembang dan hampir 90% anak-anak dan pengurus tidak mengetahui cara melakukan stimulasi dan deteksi dini perkembangan status gizi. Akibat kurang pengetahuan stimulasi dan deteksi dini bagi para orang tua maupun para kader, oleh karena itu penting dilakukannya kegiatan sosialisasi untuk memeriksa status gizi anak di LKSA Amanah kota Tasikmalaya. IMT didefinisikan sebagai berat badan seseorang dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter ( kg/ m2 ) ( Irianto , 2017 ). IMT yaitu indeks sederhana dari berat badan terhadap tinggi badan yang digunakan untuk mengklasifikasi kelebihan berat badan serta obesitas pada individu ( Kemenkes RI , 2020 ). Komponen IMT menurut Widiastuti dan Risadi ( 2017 ) dibagi dua bagian yaitu tinggi badan dan berat badan. IMT merupakan cara sederhana untuk memantau status gizi, khususnya berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Hal ini akan diterapkan pada anak-anak LKSA Amanah untuk menilai status gizi nya. METODE Metode yang dilakukan diawali dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak dihitung IMT nya, kemudian dilakukan pre test dan post test soal gizi makanan, dilanjutkan dengan penyuluhan edukasi jajanan sehat dengan media video. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran status gizi dan penyuluhan tentang jajan sehat dilakukan kepada Anak LKSA Amanah sebanyak 36 orang. Gambar 1. Penyuluhan Pada Gambar 1, terlihat seorang narasumber sedang memberikan penyuluhan kepada anak-anak LKSA. Narasumber dengan penuh antusias menyampaikan materi, menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Para peserta tampak duduk dengan tertib, menyimak dengan penuh perhatian, dan sesekali mengajukan pertanyaan. Beberapa media pendukung seperti poster atau slide presentasi digunakan untuk memperjelas materi yang disampaikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai topik yang dibahas, sehingga mereka dapat menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Tabel 1. Jenis Kelamin Dan Usia Anak LKSA Amanah NAMA Nur Sulaiman Faqih Shodikin JENIS KELAMIN USIA (Tahu. Webinar Nasional-Periode 2 AuMewujudkan Indonesia Emas Melalui Pemberdayaan Masyarakat Yang Inovatif dan BerkelanjutanAy. LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Kamis, 19 Desember 2024 Rafli Nurjaman Adin Saripudin Muhamad Firza Alusman Syahrul Rajbani Putra Nayla Malika Ilma Kautsar Salwa Siti Nurjanah Tadzlila Salma Minallah Syifa Nabila Ai Siti Salmatusa'adah Syifa Novianti Erlani Ai Tia Setiawati Siti Nurhalisah Indriani Zaskia Syifa Nurdiana Daffa Raihan Ade Lina Riska Sri Mulyani Alfandi Hadi Sulaiman Fajar Septian Ragil Burhan Wahid Helmi Anief Nizar Acep Irham Dari tabel diatas dapat diketahui anak ada 36 orang, 19 orang berjenis kelamin laki-laki dan 17 orang berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia dari 8 Ae 18 tahun. Webinar Nasional-Periode 2 AuMewujudkan Indonesia Emas Melalui Pemberdayaan Masyarakat Yang Inovatif dan BerkelanjutanAy. LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Kamis, 19 Desember 2024 Gambar 2. Pengukuran Berat Badan dan Tinggi Badan Pada Gambar 2, terlihat kegiatan pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dilakukan pada anakanak LKSA. Seorang petugas kesehatan dengan cermat mencatat hasil pengukuran, memastikan setiap anak mendapatkan pemeriksaan yang akurat. Anak-anak tampak mengikuti proses dengan tertib, beberapa di antaranya menunggu giliran sambil memperhatikan teman lainnya. Pengukuran ini bertujuan untuk memantau status gizi dan pertumbuhan mereka, sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya pemantauan kesehatan serta pemberian intervensi yang diperlukan. Tabel 2. Pengukuran Tinggi badan dan Berat badan TB . BB . Rafli Nama Adin Faqih Firza Syahrul Siti Tajlila Ai Tia Malika Ai Salma Syifa Nur Diana Nazla Syifa Novianti Syifa Nabila Siti Nurhalisah Indriani Salwa Erliani Silvia M Daffa M Raihan Webinar Nasional-Periode 2 AuMewujudkan Indonesia Emas Melalui Pemberdayaan Masyarakat Yang Inovatif dan BerkelanjutanAy. LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Kamis, 19 Desember 2024 Ade Lina Riska Sri Mulyani Alfandi Hadi Sulaeman Fajar Septian Ragil Burhan Wahyu Helmi Anief M Nizar Acef Irham Tabel 3. Hasil Penilaian Indeks Massa Tubuh Nama IMT KET Rafli 13,19 Adin 15,59 Kurang Kurang Faqih 12,72 Kurang Firza 15,75 Kurang Syahrul 13,51 Kurang Siti 17,29 Normal Tajlila 20,78 Ai Tia 14,79 Normal Kurang Malika 15,50 Kurang Ai Salma 13,78 Kurang Syifa Nur Diana 16,23 Nazla 12,63 Normal Kurang Syifa Novianti 15,17 Kurang Syifa Nabila 17,75 Siti Nurhalisah 15,52 Normal Kurang Indriani 15,40 Kurang Salwa 18,83 Normal Erliani 18,44 Normal Silvia 17,21 Normal M Daffa 14,39 Kurang M Raihan 13,20 Kurang Ade Lina 18,52 Normal Riska 18,31 Normal Sri Mulyani 15,60 Kurang Alfandi 12,74 Kurang Hadi 13,99 Kurang Sulaeman 19,83 Fajar 16,59 Normal Kurang Webinar Nasional-Periode 2 AuMewujudkan Indonesia Emas Melalui Pemberdayaan Masyarakat Yang Inovatif dan BerkelanjutanAy. LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Kamis, 19 Desember 2024 Septian 15,59 Kurang Ragil 19,47 Normal Burhan 22,00 Normal Wahyu 14,92 Helmi 16,80 Kurang Normal Anief 20,82 Normal M Nizar Acef Irham 27,52 20,15 Obesitas Normal Dari tabel di atas setelah dilakukan pengukuran status gizi pada 36 orang, didapatkan hasil IMT sebanyak 20 orang termasuk kategori kurus . ,5%) , 15 orang kategori normal . ,6 %) dan 1 orang kategori obesitas . ,7%). Gambar 3. Pengisian Quesioner pre tes dan post tes Sebelum dilakukan penyuluhan tentang jajan sehat, peserta diberikan kuesioner pre-test sebanyak 10 soal . Didapatkan hasil pengetahuan tentang jajan sehat dengan rerata nilai 7,5. Setelah dilakukan penyuluhan tentang jajan sehat, peserta diberikan kembali kuesioner untuk post-test. Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan tentang jajan sehat dengan rerata nilai 8,5 dengan persentase kenaikan 10,6 %. Tabel 4. Hasil Penyuluhan Tentang Jajanan Sehat Nilai No. Nama Anak Perubahan Pre test Post test Nilai Presentase Salwa Erlani Apriska Septian Arri A Silvia M Nizar Sri Mulyani Ade Rina Riska Siti Ai Tia Malika Ragil Webinar Nasional-Periode 2 AuMewujudkan Indonesia Emas Melalui Pemberdayaan Masyarakat Yang Inovatif dan BerkelanjutanAy. LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Kamis, 19 Desember 2024 Syifa Nabila Tadzlila Salma Siti Nurhalisah Syifa Novianti Syifa Nurdiana Burhan Fajar M S Siti Nurjanah Alfandi Anief Helmi Indri Ani Zaskia Fakih Ai Siti Salma M Raihan Hadi Abdul Wahid Adin Rafly M Daffa Sulaeman Firza Naila Hasna Acep Irham Arul Rerata Dari tabel diatas dapat diketahui sebelum dilakukan penyuluhan tentang jajan sehat, peserta diberikan kuesioner pre-test sebanyak 10 soal. Didapatkan hasil pengetahuan tentang jajan sehat dengan rerata nilai 7,5. Setelah dilakukan penyuluhan tentang jajan sehat, peserta diberikan kembali kuesioner untuk post-test. Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan tentang jajan sehat dengan rerata nilai 8,5 dengan persentase kenaikan 10,6 %. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengukuran dan penyuluhan kesehatan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, dari 36 orang yang dilakukan pengukuran status gizi, didapatkan hasil IMT sebanyak 20 orang termasuk kategori kurus . ,5%) , 15 orang kategori normal . ,6 %) dan 1 orang kategori obesitas . ,7%). Kedua, terdapat peningkatan pengetahuan tentang jajan sehat pada peserta setelah diberikan penyuluhan kesehatan dengan hasil pre-test rerata nilai 7,5 dan hasil post-test rerata nilai 8,5 dengan persentase kenaikan 10,6 %. Implikasi dari hasil IMT yang kategori kurus anak LKSA Amanah akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang kurang baik, untuk itu direkomendasikan anak yang kategori kurus diharapkan ada peningkatan dalam pemberian menu gizi seimbangan dan pemantauan dari pola makan dan jenis jajanan yang sering di konsumsinya. Webinar Nasional-Periode 2 AuMewujudkan Indonesia Emas Melalui Pemberdayaan Masyarakat Yang Inovatif dan BerkelanjutanAy. LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Kamis, 19 Desember 2024 UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami ucapkan semua pihak yang telah berkontribusi pada pelaksanaan pengabdian masyarakat di LKSA Amanah Tasikmalaya semoga bermanfaat. DAFTAR PUSTAKA