Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS) Volume 9. Nomor 1. Januari-Februari 2026 e-ISSN: 2598-7453 DOI: https://doi. org/10. 31539/t5qs1z77 STRATEGI KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN IPA DI SMP IT AL QUDWAH MUSI RAWAS Erni Wibowo1. Episiasi2. Donni Pestalozi3 Universitas PGRI Silampari1,2,3 erniw433@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP IT Al Qudwah Musi Rawas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah serta guru IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan strategi kepemimpinan instruksional melalui lima dimensi utama, yaitu penetapan misi melalui visi pembelajaran mendalam . eep learnin. , pengelolaan program instruksional melalui supervisi klinis rutin dan visitasi kelas secara acak, pengembangan iklim belajar melalui program berbasis STEM dan komunitas belajar . esson stud. , pengelolaan sarana pembelajaran dengan memprioritaskan anggaran laboratorium serta pemanfaatan laboratorium alam, serta integrasi nilai-nilai khas Sekolah Islam Terpadu melalui pendekatan ADLX Terpadu dan internalisasi ayat kauniyah. Simpulan, kepemimpinan instruksional kepala sekolah yang efektif mampu meningkatkan disiplin guru, memotivasi siswa dalam belajar, serta membangun identitas mutu sekolah melalui integrasi pembelajaran sains dan nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Kepemimpinan Instruksional. Mutu Pembelajaran IPA. Sekolah Islam Terpadu ABSTRACT This study aimed to describe and analyze the principalAos instructional leadership strategies in improving the quality of science learning at SMP IT Al Qudwah Musi Rawas. The research used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through questionnaires, in-depth interviews, and documentation involving the principal and science teachers. The results show that the principal implements instructional leadership strategies through five main dimensions: setting the mission through the vision of deep learning. managing the instructional program through routine clinical supervision and random classroom visitations. developing a learning climate through STEM-based programs and learning communities . esson stud. managing learning facilities by prioritizing laboratory budgets and utilizing a natural laboratory. and integrating the distinctive values of Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS) 9. :354-364 Integrated Islamic Schools through the ADLX integrated approach and the internalization of ayat kauniyah. In conclusion, effective instructional leadership contributes to improving teacher discipline, enhancing studentsAo learning motivation, and strengthening the schoolAos quality identity through the integration of science learning and Islamic values. Keywords: Integrated Islamic School. Instructional Leadership. Science Learning Quality PENDAHULUAN Pendidikan di era abad ke-21 menuntut kualitas pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan kognitif, tetapi juga pada pengembangan literasi sains dan pembentukan karakter peserta didik. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki peranan penting dalam membentuk pola pikir kritis, sistematis, dan objektif pada siswa. Sebagaimana dinyatakan oleh Tursinawati . , pembelajaran IPA pada hakikatnya mencakup empat dimensi utama, yaitu sikap, proses, produk, dan aplikasi. Keempat dimensi tersebut menuntut peserta didik untuk aktif dalam proses penemuan . dan eksplorasi ilmiah, bukan sekadar menghafal konsep. Namun demikian, pembelajaran IPA di sekolah sering menghadapi berbagai tantangan, seperti kompleksitas materi, keterbatasan sarana praktikum, serta perlunya inovasi metode pembelajaran yang mampu mengaitkan konsep sains dengan nilai-nilai spiritual, khususnya pada lembaga pendidikan berbasis Sekolah Islam Terpadu (SIT). Di tengah berbagai tantangan tersebut, peran kepala sekolah menjadi faktor yang sangat menentukan dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Kepemimpinan instruksional . nstructional leadershi. merupakan paradigma kepemimpinan yang berfokus langsung pada peningkatan kualitas proses pembelajaran. Menurut Daryanto . , kepemimpinan instruksional merupakan bentuk kepemimpinan yang memfokuskan perhatian pada pengembangan komponen-komponen yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran, meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, evaluasi pembelajaran, serta pengembangan profesional guru. Hallinger . menegaskan bahwa kepemimpinan instruksional merupakan faktor kunci dalam menciptakan sekolah yang efektif, di mana fokus utama pemimpin adalah memengaruhi hasil belajar siswa melalui peningkatan kapasitas guru. Hallinger merumuskan tiga dimensi utama kepemimpinan instruksional, yaitu: . menetapkan misi sekolah, yang mencakup perumusan serta pengkomunikasian tujuan sekolah secara jelas. mengelola program instruksional, yang meliputi kegiatan supervisi dan evaluasi pembelajaran, koordinasi kurikulum, serta pemantauan kemajuan belajar siswa. mempromosikan iklim belajar yang kondusif, yang mencakup perlindungan waktu instruksional, pengembangan profesional guru, serta pemberian penghargaan bagi guru dan siswa. Sejalan dengan hal tersebut. Bush dan Glover . berpendapat Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS) 9. :354-364 bahwa pemimpin instruksional harus berfokus pada kualitas pengajaran dan pembelajaran, termasuk pada perilaku guru dalam mengelola proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manajer administratif, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran yang bertanggung jawab dalam mengarahkan dan meningkatkan mutu proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran IPA di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak hanya menekankan pada penguasaan fakta ilmiah, tetapi juga pada proses penemuan . Carin dan Sund . mendefinisikan IPA sebagai suatu sistem pengetahuan untuk memahami alam semesta melalui kegiatan observasi dan eksperimen yang terkontrol. Dalam perspektif tersebut. IPA memiliki tiga komponen utama, yaitu produk . akta, konsep, prinsip, dan huku. , proses . etode ilmia. , serta sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, kejujuran, dan objektivitas. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2026 menegaskan bahwa pembelajaran IPA diarahkan agar peserta didik mampu mencari tahu dan melakukan eksplorasi ilmiah sehingga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena alam di sekitarnya. Selain itu, teori konstruktivisme yang dikemukakan oleh Piaget dan Vygotsky menjelaskan bahwa peserta didik membangun pengetahuannya melalui pengalaman nyata dan interaksi sosial. Oleh karena itu, strategi kepemimpinan kepala sekolah perlu mendukung penyediaan sarana pembelajaran yang memadai, seperti laboratorium IPA, serta mendorong penerapan metode pembelajaran inovatif seperti Project-Based Learning. Berdasarkan uraian konsep pembelajaran IPA tersebut, peran kepala sekolah menjadi semakin penting dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran IPA. Mulyasa . menyatakan bahwa kepala sekolah harus mampu bertindak sebagai agent of change yang mampu menggerakkan seluruh sumber daya sekolah untuk mencapai standar mutu pendidikan yang diharapkan. Mutu pembelajaran IPA dapat diukur melalui beberapa indikator yang berkaitan dengan konsep manajemen mutu (Total Quality Managemen. , yaitu: . mutu proses, yang meliputi kualitas interaksi antara guru dan siswa, penggunaan metode eksperimen, serta integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran. mutu output, yang tercermin dari pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), tingkat literasi sains siswa, serta prestasi dalam kompetisi sains. mutu lingkungan belajar, yang ditunjukkan melalui ketersediaan sarana laboratorium yang fungsional serta sumber belajar yang memadai (Sallis, 2. Dalam konteks Sekolah Islam Terpadu (SIT), peran kepala sekolah menjadi lebih kompleks karena adanya tuntutan integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilainilai keislaman. SMP IT Al Qudwah Musi Rawas sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Kabupaten Musi Rawas memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran IPA di tengah kurikulum yang mengintegrasikan sains dengan nilai-nilai keislaman. Strategi integrasi ini sejalan dengan pemikiran Al-Attas . mengenai islamisasi ilmu pengetahuan. Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS) 9. :354-364 yang menekankan bahwa pendidikan sains perlu dikembangkan dalam kerangka nilai-nilai tauhid. Selain itu. Purwanto . melalui konsep nalar ayat-ayat semesta menegaskan bahwa fenomena alam yang dipelajari dalam IPA merupakan bagian dari ayat kauniyah yang dapat menumbuhkan kesadaran spiritual peserta didik terhadap kebesaran Allah SWT. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa fluktuasi mutu pembelajaran sering kali dipengaruhi oleh sejauh mana kepala sekolah memberikan dukungan melalui supervisi akademik, pengembangan profesionalisme guru IPA, serta penyediaan sarana laboratorium yang memadai. Oleh karena itu, penelitian mengenai strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA menjadi penting untuk dikaji secara mendalam sebagai model pengembangan mutu pendidikan di sekolah berbasis nilai-nilai Islam. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: . mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan strategis kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran IPA. menganalisis peran kepala sekolah dalam menjalankan fungsi kepemimpinan instruksional melalui pembinaan dan supervisi terhadap guru IPA. mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas strategi kepemimpinan instruksional di SMP IT Al Qudwah Musi Rawas. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data yang dihasilkan bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang serta perilaku yang diamati (Kristiawan & Elnanda, 2. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti dalam konteks yang alami. Studi kasus merupakan metode penelitian yang digunakan untuk memahami suatu individu, kelompok, atau fenomena secara integratif dan menyeluruh sehingga diperoleh pemahaman yang mendalam mengenai kondisi serta permasalahan yang dihadapi (Yuliani & Kristiawan, 2. Oleh karena itu, metode ini dipilih untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus . ase stud. , yang difokuskan pada fenomena kepemimpinan instruksional kepala sekolah di SMP IT Al Qudwah Musi Rawas sebagai unit analisis tunggal. Penelitian ini dilaksanakan di SMP IT Al Qudwah Musi Rawas. Provinsi Sumatera Selatan. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa sekolah tersebut merupakan lembaga pendidikan berbasis Sekolah Islam Terpadu yang memiliki komitmen dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pembelajaran sains, khususnya mata pelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS) 9. :354-364 Data penelitian diperoleh secara langsung melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri atas kepala sekolah, guru mata pelajaran IPA, serta wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Untuk memperoleh data yang valid dan komprehensif, peneliti menggunakan teknik triangulasi metode, yaitu wawancara mendalam . n-depth intervie. , observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles. Huberman, dan Saldana . Model analisis ini meliputi tiga tahapan kegiatan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, peneliti menyeleksi dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian, khususnya yang berkaitan dengan strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah. Selanjutnya, data yang telah direduksi disajikan dalam bentuk narasi deskriptif untuk memudahkan peneliti dalam memahami pola dan hubungan antar temuan penelitian. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan hasil analisis data untuk mengidentifikasi strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA di SMP IT Al Qudwah Musi Rawas. Keabsahan data dalam penelitian ini dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai informan, sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Melalui teknik tersebut diharapkan data penelitian memiliki tingkat validitas dan kredibilitas yang tinggi. HASIL PENELITIAN Strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah di SMP IT Al Qudwah Musi Rawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA dianalisis melalui lima dimensi utama, yaitu penetapan misi dan fokus akademik, pengelolaan program instruksional, pengembangan iklim belajar, pengelolaan sarana pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai kekhasan Sekolah Islam Terpadu (SIT). Kelima dimensi tersebut sejalan dengan konsep kepemimpinan instruksional yang menekankan pada peran kepala sekolah dalam mengarahkan visi akademik, mengelola program pembelajaran, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peningkatan mutu pendidikan (Hallinger, 2011. Bush, 2. Penetapan Misi dan Fokus Akademik Kepala sekolah mengintegrasikan target mutu pembelajaran IPA melalui visi sekolah yang menekankan pada konsep deep learning. Strategi yang dilakukan meliputi: . penyusunan program strategis pada awal tahun ajaran yang diawali dengan analisis kebijakan pemerintah dan diselaraskan dengan kekhasan sekolah guna memenuhi kebutuhan siswa dan guru. internalisasi target mutu melalui rapat rutin, briefing, monitoring dan evaluasi . berkala, serta pembinaan Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS) 9. :354-364 profesional secara berkelanjutan. penekanan pada peningkatan kompetensi guru, baik melalui pelatihan internal maupun eksternal. Hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa mereka memahami sasaran mutu pembelajaran yang telah ditetapkan oleh kepala sekolah secara jelas. Hal ini menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menjalankan fungsi kepemimpinan instruksional dalam menetapkan dan mengomunikasikan tujuan akademik secara efektif kepada seluruh warga sekolah. Menurut Hallinger . , salah satu fungsi utama kepemimpinan instruksional adalah mendefinisikan misi sekolah dan memastikan seluruh guru memahami tujuan pembelajaran yang ingin Pengelolaan Program Instruksional Kepala sekolah juga menjalankan fungsi supervisi dan pemantauan kurikulum secara intensif. Hal ini diwujudkan melalui beberapa strategi, yaitu: . pelaksanaan supervisi kelas minimal dua kali dalam satu tahun secara terjadwal serta kunjungan kelas secara acak . andom visitatio. untuk memastikan kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran. fokus pengamatan supervisi yang mencakup pengelolaan kelas, metode pembelajaran, penggunaan alat peraga, serta kesesuaian antara tujuan pembelajaran, langkah kegiatan belajar, dan asesmen. pengambilan keputusan berbasis data dengan menganalisis hasil belajar siswa dan capaian literasi sains sebagai dasar perbaikan strategi pembelajaran. Guru IPA menyatakan bahwa masukan dari kegiatan supervisi sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada kegiatan Hal ini sejalan dengan pendapat Robinson. Lloyd, dan Rowe . yang menyatakan bahwa kepemimpinan instruksional yang berfokus pada pembelajaran dan supervisi akademik memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Untuk mengatasi kepadatan materi pembelajaran IPA, guru menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual yang lebih menyenangkan serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman konsep sains secara lebih mendalam dan bermakna. Pengembangan Iklim Belajar dan Profesionalisme Guru Pengembangan iklim akademik di sekolah dilakukan melalui dukungan terhadap inovasi pembelajaran dan peningkatan kapasitas profesional guru. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain: . pengembangan budaya riset yang mendorong literasi sains melalui program proyek inovasi berbasis STEM serta pembentukan kegiatan ekstrakurikuler Karya Tulis Ilmiah. pembentukan komunitas belajar guru yang mendorong diskusi sejawat dan kolaborasi dengan akademisi dalam kegiatan lesson study. pemberian dukungan terhadap inovasi pembelajaran yang membutuhkan biaya, seperti proyek STEM, dengan tetap memperhatikan efisiensi penggunaan anggaran sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga memberikan sistem apresiasi kepada guru yang berprestasi melalui berbagai bentuk penghargaan, seperti pujian secara Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS) 9. :354-364 langsung, publikasi prestasi guru melalui media sosial sekolah atau media cetak, serta pemberian reward melalui yayasan sekolah. Upaya tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan aktif dalam menciptakan iklim kerja yang mendukung profesionalisme guru. Hal ini sejalan dengan pendapat Leithwood dan Louis . yang menyatakan bahwa kepemimpinan sekolah yang efektif mampu menciptakan lingkungan profesional yang mendukung kolaborasi, inovasi, dan pengembangan kompetensi guru. Pengelolaan Sarana dan Lingkungan Pembelajaran IPA Kualitas pembelajaran IPA di SMP IT Al Qudwah juga didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Kepala sekolah memprioritaskan penggunaan anggaran, baik yang bersumber dari dana BOS maupun non-BOS, untuk pengadaan bahan habis pakai laboratorium. Pengadaan tersebut dilakukan melalui mekanisme laporan kebutuhan rutin dari laboran kepada pihak sekolah. Selain pemanfaatan laboratorium sekolah, guru juga diarahkan untuk memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai laboratorium alam guna meningkatkan pemahaman kontekstual siswa terhadap konsep-konsep sains. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterkaitan antara konsep ilmiah dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa (Trianto, 2. Integrasi Nilai-Nilai Khas Sekolah Islam Terpadu Sebagai lembaga pendidikan berbasis Sekolah Islam Terpadu, integrasi nilai-nilai keislaman menjadi indikator penting dalam peningkatan mutu Guru diwajibkan menyusun modul ajar mandiri dengan pendekatan Active Deep Learner eXperience (ADLX) yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran IPA. Kepala sekolah memberikan arahan secara konkret mengenai integrasi ayatayat Al-QurAoan yang relevan dengan materi IPA. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep sains, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai spiritual siswa. Keberhasilan integrasi tersebut dipantau melalui perubahan sikap dan perilaku siswa terhadap lingkungan alam yang tercermin dalam Profil Pelajar Rabbani. Evaluasi dilakukan melalui angket siswa, observasi perilaku, serta hasil supervisi pembelajaran. Integrasi nilai-nilai agama dalam pembelajaran sains merupakan ciri khas pendidikan Islam terpadu yang bertujuan untuk membentuk peserta didik yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral (Suyatno, 2. PEMBAHASAN Strategi kepemimpinan instruksional di SMP IT Al Qudwah menunjukkan model yang komprehensif dan berdampak signifikan terhadap mutu pembelajaran. Beberapa strategi yang menjadi kekuatan kepemimpinan di sekolah ini yaitu sebagai berikut. Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS) 9. :354-364 Pertama, kepemimpinan berorientasi standar tinggi . igh expectation. Kepala sekolah menetapkan indikator mutu yang lebih unggul dibandingkan sekolah umum melalui konsep Aupembelajaran mendalamAy . eep learnin. Hal ini merefleksikan teori Philip Hallinger . mengenai pentingnya Defining the School Mission, di mana kepala sekolah harus mampu mengomunikasikan tujuan akademik yang jelas untuk mengarahkan staf dan siswa. Kebijakan ini berdampak pada meningkatnya disiplin dan tanggung jawab guru dalam menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Hasil kajian dari Wahidin dan Episiasi . juga menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan ini secara sinergis menciptakan iklim sekolah yang kondusif, terorganisir, dan penuh motivasi, yang berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa secara akademik maupun non-akademik. Kedua, supervisi klinis dan umpan balik konstruktif. Kegiatan supervisi rutin yang dilakukan minimal dua kali setahun, termasuk visitasi acak, menunjukkan peran kepala sekolah sebagai pengawas instruksional. Menurut Carl Glickman dkk. , supervisi yang efektif bukan sekadar kontrol, melainkan upaya pemberian umpan balik untuk perbaikan pedagogis. Temuan bahwa guru merasa masukan kepala sekolah sangat relevan untuk memperbaiki kualitas praktikum mendukung teori bahwa supervisi klinis dapat meningkatkan efikasi mengajar guru. Ketiga, sinergi dukungan manajerial dan instruksional. Kepala sekolah tidak hanya menuntut kualitas, tetapi juga memfasilitasi kebutuhan dasar guru melalui pelatihan . orkshop/MGMP) dan penyediaan sarana teknologi seperti LCD serta alat laboratorium yang lengkap. Prioritas anggaran pada alat laboratorium dan pemanfaatan Aulaboratorium alamAy merupakan strategi pengelolaan sumber daya yang krusial dalam pendidikan sains. Teori kepemimpinan sumber daya . esource leadershi. menyatakan bahwa ketersediaan materi dan fasilitas yang tepat merupakan prasyarat utama agar inovasi kurikulum dapat terlaksana secara maksimal di kelas. Dukungan ini terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa serta skor rata-rata nilai IPA. Keempat, keunikan model integrasi sainsAeIslam. Kekhasan SMP IT Al Qudwah terletak pada integrasi nilai Islam melalui pendekatan ADLX Terpadu dan evaluasi Profil Pelajar Rabbani. Dalam konteks ini, kepala sekolah menerapkan values-based leadership. Menurut Jennifer J. Dose . , kepemimpinan berbasis nilai sangat efektif dalam membangun budaya organisasi yang kuat, di mana nilainilai spiritual menjadi pedoman dalam interaksi manusia dengan lingkungan Literasi sains tidak berdiri sendiri, melainkan diseimbangkan dengan pembentukan karakter Rabbani melalui evaluasi akhlak terhadap alam. Pola ini menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional di SMP IT Al Qudwah berhasil menciptakan identitas mutu yang kuat melalui kolaborasi yang efektif antara kepala sekolah dan guru. Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS) 9. :354-364 SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi kepemimpinan instruksional yang diterapkan oleh kepala sekolah di SMP IT Al Qudwah Musi Rawas berperan penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA. Kepala sekolah berhasil mengintegrasikan visi dan misi sekolah yang berfokus pada pembelajaran mendalam . eep learnin. , dengan memastikan bahwa guru memahami dan menerapkan target mutu yang jelas melalui rapat rutin, briefing, serta evaluasi berkala. Pengelolaan program instruksional yang meliputi supervisi kelas secara terstruktur serta pemanfaatan data literasi sains untuk perbaikan proses pembelajaran menunjukkan komitmen kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga berhasil menciptakan iklim belajar yang mendukung inovasi melalui program berbasis STEM, pengembangan kompetensi guru, serta pemberian apresiasi yang memotivasi guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran. Dalam hal pengelolaan sarana dan lingkungan pembelajaran IPA, kepala sekolah memprioritaskan ketersediaan alat dan bahan laboratorium serta pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai laboratorium alam. Upaya ini memungkinkan siswa menghubungkan konsep-konsep IPA dengan fenomena alam di sekitarnya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan Selain itu, integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran IPA menjadi kekhasan sekolah ini yang tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan literasi sains siswa, tetapi juga pembentukan karakter moral dan spiritual mereka. Dengan demikian, kepemimpinan instruksional kepala sekolah di SMP IT Al Qudwah Musi Rawas telah mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang holistik, yang tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik siswa tetapi juga memperkuat nilai-nilai karakter yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Secara keseluruhan, strategi kepemimpinan yang diterapkan di sekolah ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran IPA dapat dicapai melalui kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan siswa. Kolaborasi tersebut didukung oleh kebijakan yang mendorong pengembangan profesionalisme guru, pemanfaatan sarana pembelajaran yang memadai, serta integrasi nilai-nilai agama dalam setiap aspek pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA