P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Kepemimpinan Perempuan Dalam Lingkungan Maskulin: Representasi Ketangguhan Bu Broto Dalam Film Losmen Bu Broto Dinar Putri Ramadhani, 2Rodhatul Assita, 3Erindah Dimisyqiyani, 4 Amaliyah, 5Gagas Gayuh Aji, 6Rizky Amalia Sinulingga Manajemen Perkantoran Digital. Universitas Airlangga. Surabaya E-mail: 1dinar-putri-ramadhani-2023@vokasi. d, 2rodhatul-assita2023@vokasi. id, 3erindah-dimisyqiyani@vokasi. amaliyah@vokasi. id 5gagas-gayuh-aji@vokasi. id, 6rizky-amaliasinulingga@vokasi. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah adanya stereotip gender yang membatasi ruang kepemimpinan perempuan, khususnya dalam lingkungan yang maskulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ketangguhan kepemimpinan transformasional Bu Broto dan kaitannya dengan prinsip SDG 5. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis wacana kritis dan semiotika terhadap film Losmen Bu Broto. Hasil penelitian menunjukkan Bu Broto direpresentasikan sebagai pemimpin transformasional yang tangguh melalui empat dimensinya, mampu menghadapi tantangan patriarki dengan memadukan ketegasan dan empati. Temuan ini memperkaya wacana kepemimpinan perempuan dan media studies dengan menawarkan model representasi alternatif yang memberdayakan. Implikasinya, film berpotensi menjadi alat edukasi untuk mendorong kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan dalam masyarakat. Kata kunci : Kepemimpinan Perempuan. Kepemimpinan Transformasional. Patriarki. SDG 5. Analisis Wacana. Film ABSTRACT The background of this research is the persistent gender stereotypes that constrain women's leadership spaces, particularly in masculine environments. This study aims to analyze the representation of Bu Broto's transformational leadership resilience and its reflection of SDG 5 Using a qualitative approach, critical discourse analysis and semiotics were applied to the film Losmen Bu Broto. The results reveal Bu Broto is represented as a resilient transformational leader through its four dimensions, capable of confronting patriarchal challenges by blending assertiveness and empathy. These findings enrich the discourse on women's leadership and media studies by offering an empowering alternative representation. The film's potential implication is as an educational tool to promote gender equality and women's leadership in society. Keyword : Women's Leadership. Transformational Leadership. Patriarchy. SDG 5. Discourse Analysis. Film. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dan mengarahkan individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan Menurut Robbins & Judge . , kepemimpinan dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi perilaku orang lain secara signifikan melalui kewenangan formal maupun pengaruh personal. Dalam konteks sosial, kepemimpinan perempuan seringkali dipandang berbeda dengan lakilaki karena adanya stereotip gender yang melekat, sehingga perempuan kerap menunjukkan kapasitas kepemimpinan, khususnya di ruang yang didominasi nilainilai maskulin. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki gaya kepemimpinan yang unik dengan menonjolkan sifat-sifat seperti kesabaran, empati, kemampuan multitasking, dan kecenderungan untuk bernegosiasi serta membangun hubungan. Kualitas-kualitas ini berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih inklusif dan berfokus pada keberlanjutan sosial, hubungan antar personal, serta prosedur di samping hasil (Annisa, 2. Namun realitas sosial menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan masih menghadapi banyak hambatan, dimana perempuan seringkali dianggap tidak cocok untuk posisi kepemimpinan dan masih dibebani oleh ekspektasi peran domestik (Dalila et al, 2. Konstruksi sosial tentang kepemimpinan sebagai domain laki-laki, kurangnya dukungan struktural, serta internalisasi nilai patriarki dalam masyarakat menjadi penyebab utama masalah ini (Fakih, 2. Dalam film Losmen Bu Broto. Bu Broto ditampilkan sebagai sosok perempuan tangguh yang mampu memimpin bisnis keluarga sekaligus menjaga keharmonisan rumah tangga. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Berdasarkan menganalisis bentuk-bentuk ketangguhan kepemimpinan transformasional Bu Broto dalam menghadapi lingkungan maskulin dan menginterpretasikannya sebagai bentuk simbolik pencapaian prinsipprinsip SDG 5 tentang Kesetaraan Gender. Secara spesifik, kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk ketangguhan kepemimpinan transformasional yang ditunjukkan oleh karakter Bu Broto dalam menghadapi tantangan di lingkungan maskulin sebagaimana direpresentasikan dalam film Losmen Bu Broto dan ketangguhan kepemimpinan Bu Broto sebagai bentuk simbolik dari pencapaian prinsip-prinsip SDG 5, khususnya dalam hal pemberdayaan perempuan, kesetaraan diskriminasi gender. Dengan demikian, penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan: Bagaimana bentuk-bentuk Broto direpresentasikan dalam film Losmen Bu Broto dalam menghadapi lingkungan yang maskulin? serta Bagaimana representasi ketangguhan kepemimpinan Bu Broto tersebut merefleksikan prinsipprinsip pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender sebagaimana tercantum dalam SDG 5? Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih kepemimpinan perempuan di tengah budaya patriarki serta memperkaya perspektif mengenai peran perempuan dalam ranah publik maupun privat, sekaligus memberikan kontribusi dalam melihat praktik nyata penerapan prinsipprinsip SDG 5 dalam representasi media. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 LANDASAN TEORI Landasan teori sangat penting sebagai dasar yang akurat dan landasan sebuah penelitian. 1 Manajemen Menurut Juliansyah manajemen adalah proses menciptakan dan mempertahankan suasana di mana orang dapat mencapai tujuan tertentu secara efektif sambil bekerja sama dalam Selain itu, studi manajemen memiliki beberapa ciri khas, khususnya bahwa manajemen merujuk pada tugas dan tindakan yang terlibat dalam merencanakan, dan mengatur suatu organisasi atau salah satu komponennya. Pengertian manajemen tersebut d i atas mengandung empat dimensi filosofis (Aristotele. yang sangat Yang pertama adalah manajemen sebagai ilmu dan seni, sebagai penyebab yang efektif, seperti tukang kayu yang membuat kursi. Kedua manajemen adalah menyelesaikan tugas atau proses. misalnya, kursi dibuat agar orang dapat duduk di atasnya. Ketiga, manajemen sebagai penyebab material misalnya, kursi terbuat dari kayu sebagai upaya atau tugas dan aktivitas. Keempat, sebagai penyebab formal, manajemen melibatkan orang lain dan kolaborasi Misalnya, kayu diberi bentuk kursi, sehingga menjadi kursi. 2 Teori Kepemimpinan Kepemimpinan secara tradisional sering dikaitkan dengan figur laki-laki yang berperan sebagai pengarah, pengendali, dan pengambil keputusan Robbins & Judge . adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama. Di antara berbagai DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. kepemimpinan transformasional, yang diasosiasikan dengan kepemimpinan perempuan, menjadi sangat relevan untuk dikaji (Siregar, 2. Pemimpin transformasional tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga menumbuhkan motivasi intrinsik melalui visi, nilai, dan Empat kepemimpinan transformasional adalah: Idealized Influence . pemimpin menjadi teladan moral dan etika. Inspirational Motivation pemimpin memberikan visi yang jelas dan memotivasi anggota. Intellectual Stimulation pemimpin mendorong kreativitas, inovasi, dan pemikiran kritis. Individualized Consideration kebutuhan individu. Model kepemimpinan ini relevan karena lebih menekankan pada kualitas emosional seperti empati, pengasuhan, dan komunikasi yang persuasif. Hal ini kepemimpinan maskulin yang sering diasosiasikan dengan otoritas dan kontrol. 3 Gaya Kepemimpinan Cara pemimpin mempengaruhi dan membimbing bawahan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dikenal sebagai gaya kepemimpinan. Karena setiap strategi mewakili metode unik dalam menginspirasi dan mengawasi bawahan. Kepemimpinan transaksional, menurut Bass (Zakeer et al, menawarkan manfaat kondisional untuk memotivasi karyawan. Model ini juga mencakup manajemen aktif dan pasif merupakan mekanisme untuk mengawasi pelaksanaan tugas. Gaya kepemimpinan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. transaksional umumnya efektif dalam situasi yang memerlukan kepatuhan dan ketertiban tinggi, meskipun dapat mengurangi kreativitas dan kepuasan kerja bawahan jika terlalu dominan. Di sisi lain, kepemimpinan transformasional lebih menekankan pada motivasi, visi, dan pergeseran nilai demi kebaikan semua pihak. Bass (Zakeer et al, 2. menyoroti pentingnya pemimpin dalam memenuhi kebutuhan tingkat tinggi seperti aktualisasi diri. Konsep Burns tentang pemimpin transformasional sebagai individu yang menginspirasi kepentingan pribadi mereka terus dikembangkan dan masih sangat relevan, sebagaimana ditegaskan oleh penelitianpenelitian terkini (Siregar, 2. Menurut Jung et al. (Zakeer et al, 2. , terdapat empat komponen utama stimulasi intelektual, pengaruh ideal, motivasi inspiratif, dan perhatian pribadi. Dengan individu dan inovasi pada pengikutnya, pemimpin tidak hanya bertindak sebagai visioner dan teladan, tetapi juga efektivitas organisasi mereka. 4 Kepemimpinan Perempuan Istilah Auempu,Ay yang berarti Auorang berkuasa,Ay Aupemimpin,Ay atau Auyang terbesar,Ay merupakan akar etimologis dari kata Auperempuan. Ay Selain itu, feminisme perempuan menegaskan bahwa istilah AuperempuanAy merujuk pada konstruksi sosial yang identitasnya dibentuk dan diciptakan melalui representasi. Hal ini menunjukkan bahwa istilah AuperempuanAy pada dasarnya merupakan cara untuk mengidentifikasi suatu kelompok atau jenis dan membedakannya dari jenis lain (Dalila et al, 2. Ketika perempuan menduduki posisi kepemimpinan, mereka mungkin menemukan kekuatan dalam ciri khas kepemimpinan perempuan. Partisipasi. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 pemberdayaan, dan delegasi, pemahaman yang lebih baik terhadap perempuan lain, serta pandangan yang lebih visioner adalah beberapa di antaranya (Nur, 2. Secara umum, ciri khas kepemimpinan perempuan dapat dibagi menjadi dua transformasional-transaksional feminis-maskulin. Namun, dalam prakteknya, hal ini tidak selalu terjadi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa gaya kepemimpinan seseorang dapat dipengaruhi oleh karakteristiknya dan tuntutan posisi yang Misalnya, maskulin-transaksional, feminism-maskulin, dan transaksionaltransformasional (Annisa, 2. 5 Teori Gender dan Patriarki Gender merupakan konstruksi sosial dan budaya yang membedakan peran, perilaku, dan ekspektasi antara laki-laki dan perempuan. Secara historis, laki-laki sebagai figur dominan di ranah publik, sementara perempuan lebih diidentikkan dengan ranah domestik. Selain itu, dalam sistem patriarki, perempuan dianggap dipandang lebih emosional, lemah, atau tidak rasional (Fakih, 2. Fakih . perempuan terhadap sumber daya, kesempatan, dan legitimasi untuk Kepemimpinan perempuan seringkali dianggap menyimpang dari norma sosial Perempuan pemimpin harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pengakuan dan menghadapi stereotip gender yang merugikan. 6 Teori Feminisme Feminisme hadir sebagai kritik terhadap ketidakadilan struktural yang dialami perempuan. Tong . menjelaskan bahwa feminisme tidak hanya menekankan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 menganalisis bagaimana sistem sosial, budaya, dan ekonomi menopang dominasi laki-laki. Dalam kerangka kepemimpinan, membangun otoritas dan identitas di ruang yang dikuasai maskulinitas. Feminisme kesetaraan akses kesempatan, sementara feminisme radikal menyoroti perlunya meruntuhkan struktur patriarki yang membatasi perempuan. Dengan menggunakan perspektif feminis, analisis kepemimpinan Bu Broto dapat perempuan bernegosiasi dengan norma patriarkis, sekaligus mendobrak batasan yang mengekang peran perempuan dalam METODOLOGI Penelitian pendekatan kualitatif dengan dasar memandang realitas sebagai konstruksi sosial yang subjektif, di mana laporan penelitian memiliki format fleksibel dan lebih menekankan pada teknik induktif, makna pribadi, serta pengungkapan kompleksitas situasi (Putu, 2. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada pemaknaan, representasi, kepemimpinan perempuan dalam film Losmen Bu Broto (Creswell, 2. Objek penelitian ini adalah film Losmen Bu Broto . dengan fokus analisis pada tokoh Bu Broto sebagai representasi lingkungan bernilai maskulin, baik dari aspek narasi, dialog, maupun simbol visual (Siti et al, 2. Teknik pengumpulan data meliputi studi berulang film untuk mengidentifikasi adegan, dialog, dan simbol relevan studi literatur terhadap teori kepemimpinan, gender, patriarki, feminisme, dan representasi media (Tong, 2. serta DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. analisis dokumen pendukung seperti artikel, ulasan film. Analisis data dilakukan melalui tahapan Miles et al yang terdiri dari reduksi data representasi visual terkait kepemimpinan Bu Broto, display data dalam bentuk deskripsi dan kutipan dialog, serta analisis wacana kritis model Fairclough yang mencakup analisis teks . ialog/adega. , praktik wacana roduksi-distribusi makna fil. , dan praktik sosial . aitannya dengan struktur patriarki dan budaya HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil 1 Kepemimpinan Dalam Pengambilan Keputusan Gambar 1. Pak Broto meminta arahan untuk makanan yang terlanjur Menit ke 13:15 Pak Broto : AuBukkAy Bu Broto : AuOpo pak?Ay Pak Broto : AuIku piye? Panganane akeh loh buk. Sopo sng ate manganAy Bu Broto : AuKasih mbah gito kek sopo terserah bapak. Ay Bu Broto menunjukkan kepemimpinan yang tegas saat menghadapi masalah operasional losmen, seperti keterlambatan pemasok atau keluhan tamu. Ia langsung mengambil keputusan strategis tanpa menunda, menunjukkan kemampuan analisis situasi dan ketegasan. Tindakan transformasional, yang ditandai dengan motivasi, dan stimulasi intelektual kepada anggota tim (Siregar, 2. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 2 Perhatian Terhadap Bawahan dan Anggota Keluarga Gambar 2. Sri meminta restu kepada Bu Broto saat akan menikah. Menit ke 104:06 Sri : AuSri mau doAoa ibu, bimbingan ibu, supaya sri kuat menjalani hidup dan menjalani pernikahan yang pastinya ga mudah, sri butuh ibu, bapak, tarjo dan mbak pur, sri butuh keluarga ini bu. Ay Bu broto : AuIya sri, maafkan ibu ya, ibu akan restui sri seperti apa yang sri mau, ibu akan adaa untuk sri, kapanpun sri butuh ibu. AoAo Bu Broto : Aumaafkan ibu sri, maafkan Ay Selain Broto memperhatikan kondisi bawahan dan anggota keluarganya. Ia menyesuaikan instruksi dengan kemampuan staf, serta memastikan semua pihak merasa didengar dan dihargai. Hal ini sejalan dengan konsep individualized consideration dalam kepemimpinan transformasional, yang menekankan perhatian terhadap (Bass. Tindakan ini sekaligus memperlihatkan ciri khas kepemimpinan perempuan yang menekankan empati dan pengasuhan (Nur, 2. 3 Menghadapi Stereotip Gender dan Patriarki Bu Broto : AuMo Atmoo. Ay Atmo : AuNjih Bu Broto. Ay Bu Broto : AuPanggil Pur dan Sri kesini. Ay Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Film ini juga menunjukkan tantangan yang dihadapi Bu Broto sebagai perempuan pemimpin. Beberapa pihak awalnya meremehkan kemampuannya karena gendernya, namun melalui ketegasan dan kompetensi, ia berhasil Sikap menentang norma patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai figur dominan (Fakih, 2. Pembahasan Bu Broto digambarkan sebagai sosok pemimpin keluarga yang kuat dan visioner, terutama dalam mengelola losmen yang menjadi tumpuan hidup mereka. Untuk menganalisis representasi ini, penting meninjau teori representasi dalam media. Barker dan Jane . menekankan bahwa representasi adalah praktik signifikasi yang menggunakan bahasa, simbol, dan citra untuk memproduksi makna, yang pada gilirannya membentuk realitas sosial dan pemahaman Sementara itu, teori male gaze yang diperkenalkan Mulvey, dan sebagaimana dikutip serta dikembangkan oleh Siregar . , mengobjektifikasi tubuh perempuan dan menegaskan kekuasaan laki-laki dalam narasi visual, di mana perempuan seringkali hadir sebagai objek untuk dilihat daripada subjek yang aktif. Namun. Losmen Bu Broto menghadirkan representasi alternatif dengan menampilkan Bu Broto bukan hanya sebagai figur domestik, melainkan pemimpin tangguh yang berdaya, sehingga membalikkan logika male gaze tersebut. Kepemimpinannya transformasional, terlihat dari caranya mengambil alih dan memberikan arahan yang jelas saat menghadapi masalah Ia tidak hanya memutuskan, tetapi juga menenangkan keluarga dan mencari solusi kreatif. Adegan ini sekaligus menjadi representasi penting bahwa perempuan mampu menjadi pengambil keputusan utama, menantang menempatkan perempuan hanya sebagai Hal ini menggambarkan kapasitas perempuan sebagai pemimpin P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Kepemimpinan Broto ditunjukkan melalui pendekatan yang Dalam dialog-dialognya dengan anak-anaknya, ia berusaha menjaga kekompakan keluarga dengan memperhatikan kebutuhan emosional masing-masing Hal berlawanan dengan stereotip pengasuhan domestik pasif. Bu Broto justru kehilangan otoritasnya. Ketegasannya terutama terlihat ketika menghadapi konflik dengan pihak luar . amu atau masyaraka. yang Dengan keteladanan dan sikapnya yang tegas dalam menjaga martabat keluarga. Bu Broto membangun citra perempuan tangguh yang pantas dihormati. Selain itu, kepemimpinan Bu Broto bersifat inklusif dan kolaboratif. Dalam adegan rapat keluarga, ia mampu menyeimbangkan suara suami dan anak-anak, sehingga menumbuhkan semangat kerjasama. Ini mengurangi peran laki-laki. Representasi gender semakin kuat melalui simbol visualnya: ia selalu tampil dengan kebaya sederhana namun berwibawa dan ekspresi yang tegas. Film ini secara cerdas menghadirkan sosok pemimpin perempuan tanpa harus meniru gaya maskulin, menyampaikan pesan bahwa perempuan dapat berwibawa dan mempertahankan identitas femininnya. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa Bu Broto direpresentasikan sebagai pemimpin transformasional yang mampu memadukan aspek rasional . eputusan, strategi bisni. dan emosional . mpati, pengasuha. Dengan demikian, film Losmen Bu Broto menjadi ruang DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. tandingan yang menantang stereotip patriarki dengan menghadirkan sosok kehilangan identitas keperempuannya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa film Losmen Bu Broto transformasional perempuan di tengah lingkungan yang diwarnai nilai-nilai maskulin dan patriarki. Bentuk-bentuk ketangguhan kepemimpinan Bu Broto direpresentasikan secara komprehensif melalui keempat dimensi kepemimpinan Idealized Influence melalui keteladanan moral dan ketegasannya. Inspirational Motivation membangun visi kolektif. Intellectual Stimulation dengan mendorong diskusi dan solusi kreatif, serta Individualized Consideration melalui perhatiannya yang mendalam terhadap kebutuhan setiap Kombinasi ini menggambarkan sebuah model kepemimpinan yang memadukan kecakapan rasional dan kecerdasan emosional. Representasi ketangguhan Bu Broto tersebut secara jelas merefleksikan dan prinsip-prinsip pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender dalam SDG 5. Film ini berfungsi sebagai wacana tandingan . yang berhasil membalikkan stereotip patriarki dan logika male gaze. Bu Broto hadir bukan sebagai pemimpin yang meniru gaya maskulin, melainkan mengandalkan kekuatan khas feminin komunikasi yang inklusif untuk merebut otoritas, menghapus diskriminasi, dan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Secara keseluruhan, karakter Bu Broto merupakan simbol dari perempuan Indonesia penting, dan menjaga keharmonisan sosial tanpa terbelenggu oleh konstruksi gender yang membatasi. Representasi ini tidak hanya menghibur tetapi juga berkontribusi dalam mendekonstruksi bias gender dan mempromosikan model kepemimpinan yang setara, inklusif, dan berkelanjutan, yang sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam proses penulisan artikel analisis representasi gender ini. Secara khusus, ucapan terima kasih ditujukan kepada para dosen dan rekan sejawat yang telah memberikan masukan kritis serta ruang diskusi yang konstruktif, sehingga memperkaya perspektif penulisan. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada para pengkaji sastra, film, dan studi gender yang karyanya telah menjadi landasan teoretis yang berharga. Tidak lupa, apresiasi yang mendalam ditujukan kepada tim kreatif film Losmen Bu Broto yang telah menciptakan sebuah narasi visual yang powerful dan sarat makna, menjadi bahan kajian yang Akhir kata, penghargaan yang sebesarbesarnya penulis haturkan kepada Anda, para pembaca yang budiman, atas ketertarikan dan waktu yang diluangkan. Semoga analisis mendalam mengenai figur Bu Broto sebagai pemimpin transformasional ini tidak hanya berhenti sebagai sebuah wacana akademis, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi upaya dekonstruksi stereotip gender dan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 memperkaya khazanah diskusi tentang kepemimpinan perempuan yang inklusif dan autentik dalam konteks media Indonesia. Kritik dan saran dari para pembaca sangat dinantikan untuk penyempurnaan tulisan ke depannya. DAFTAR PUSTAKA