PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI MAN 2 ALOR Inrawati Ena Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Author: inrawatiena@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . strategi kepala sekolah dalam mengembangkan Pendidikan karakter . faktor yang menghambat strategi kepala sekolah dalam mengembangkan Pendidikan karakter di MAN 2 Alor. Jenis penelitian mengunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, gurudan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, . strategi kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakteryaitu: pengelolaan sumber daya manusia, menyusun peraturan sekolah, berkolaborasi dengan wali murid, pengembangan kurikulum, dan pengembangan . faktor yang menghambat strategi kepala sekolah dalam mengembangkan Pendidikan karakter yaitu: tingkat kedisiplinan guru yang masih kurang dan rendahnya tingkat kesadaran para guru dalam melaksanakan tugasnya, kepala sekolah sudah melaksanakan tugasnya namun pada pelaksanaannya belum maksimal. Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah. Pendidikan Karakter PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar mampu mnyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara memadai dalam kehidupan bermasyarakat. Pengajaran bertugas untuk mengarahkan proses ini agar sasaran dari perubahan itu dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Harmalik . Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 1 Ayat 1, menyatakan pendidikan adalah: Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat dan Negara. Hakim . Pendidikan karakterdilakukan untuk kemajuan Pendidikan moral di Indonesia ini. Karakter itu suatu ciri khas seseorangatau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegangan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Pendidikan yang berkualitas memerlukan ketersediaan layanan guru dantenaga kependidikan yang profesional. Maka, seluruh generasi Indonesia akan memiliki karakter yang kuat dan menghormati keragaman. Salahudin . Kepala sekolah sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah yang diselenggarakan proses belajar mengajar, atau interaksi antara E-ISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. guru dan siswa. Seorang Kepala sekolah merupakan komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kualitas kepala sekolah akan sangat erat sekali hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan kepala sekolah, salah satunya yang penting adalah mengenai pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Pendidikan karakter itu sebuah upaya untuk membantu perkembangan jiwa anak baik lahir maupun batin, dari sifat menuju ke arah peradaban yang manusiawi dan lebih baik. Kepala sekolah adalah seorang guru . abatan fungsiona. yang diangkat untuk menduduki jabatan struktural . epala sekola. disekolahNur Aedi, . 6: . Kepala sekolah salah satu komponen pendidikan yang sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitaspendidikan. Dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah adalah seseorang yang diberikan kewenangan untuk memimpin suatu lembaga negeri maupun swasta, tentunya yang memeliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan memadai serta mempunyai banyak pengalamandalam ruang lingkup pendidikan. Strategi kepala sekolahadalah suatu rencana untuk pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sarana yang ada untuk mengatasi tantangan saat ini dan sekaligus prilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesional. Slameto, dalam (Riyanto 2010: . Strategi itu sebagai suatu garis besar acuan dalam melakukan tindakan untuk mencapai sasaran yng di inginkan, kalau di artikan dengan pembelajaran dan belajar mengajar maka strategi bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan antara guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang digariskan. Sedangkan dalam kegiatan militer istilah strategi diartikan sebagai seni untuk merancang oprasi peperangan yang erat kaitannya dengan Gerakan pasukan dalam posisi perang yang dipandang paling menguntungkan untuk memperoleh kemenangan. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti,terdapat permasalahan masih banyak siswa bolos sekolah, kurang disiplin, suka menyontek,tidak mengunakan atribut lengkap, berkeliaran di sekolah saat jam pelajaran, dan mengucapkan kata-kata tidak baik. Hal ini diduga karena tidak adanya sangsi sehingga iklim sekolah yang kurang kondusif. Mengatasi persoalan di atas perlu kirannya dilakukan usaha yang dapat menurunnya prilaku moral para siswa ini dapat ditekan dan dicarikan jalan keluar agar tidak terjerumus kedalam dekadensi moral yang berkepanjangan. Salah satu cara yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah mengoptimalkan Pendidikan karakter di sekolah. Pendidikan karakter dilingkungan sekolah merupakan program yang berkesinambungan dan terintegrasi kedalam keseluruhan system pengelolaan pendidikan. Disamping itu keberhasilan sekolah dalam Pendidikan karakter akan sangat tergantung berperannya kepemimpinan kepala sekolah. Selain itu kepala sekolah meberikan dorongan dan menciptakan komunikasih yang efektif kepada PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. semua warga sekolah. Dalam mewujudkan strategi Pendidikan diperlukan seorang pemimpin dan pengelolah lembaga Pendidikan karena kepala sekolah sebagai pemimpin dalam sebuah Lembaga Pendidikan mempunyai andil yang sangat dominan dalam meningkatkan Pendidikan maka diperlukan seorang kepala sekolah yang mempu mengelolah segala sumber daya sekolah agar dapat berfungsi dengan baik untuk mendukung tercapainya tujuan sekolah yang Karena keberhasilan suatu tujuan pendidikan tidak lain adalah merupakan kesuksesan dan keteladanan kepala sekolah dalam mempimpin. Ekosiswoyo . Pengamatan yang peneliti lakukan hingga saat ini ada beberapa hasil penelitian yang didukung oleh Achmad Nurhuda, dkk . dengan judul Strategi Kepala Sekolah Dalam Penguatan Pendidikan Karakter. Menunjukan bahwa strategi kepala sekolah dalam penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pengintegrasian kedalam intrakurikuler, keteladanan serta perlibatan orang tua dan masyarakat. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Santi Susanti . dengan judul Implementasi strategi kepala sekolah dalam penguatan pendidikan karakter peserta didikan. Menunjukan bahwa hasil implementasi strategi kepala sekolah dalam penguatan pendidikan karakter dapat diintegrasikan kedalam kegiatan ekstrakurikuler dan intrekurikuler yang dapat dilihat pada penilaian afektif, nilai rapor siswa, dan buku konseling . bahwa termasuk kategori baik. Dengan melihat pentingnya strategi kepala sekolah dalam suatu proses pendidikan, dimana kepala sekolah harus mampu menciptakan usaha mengembangkan karakter. Selain itu masih banyak siswa yang melanggar disiplin sekolah. Maka dari itu peneliti ingin mengetahui lebih jauh tentang strategi kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakter. METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sugiyono . penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . Pada penelitian kualitatif ini dipilih oleh peneliti untuk mengethui bagaimana strategi kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakter. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksankan di MAN 2 ALOR di Jln Marinir No. 01Desa Blangmeran Kecematan Pantar Batar Kabupaten Alor. Peneliti memilih lokasi ini dikarenakan pada lokasi PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. tersebut belum pernah dilakukan suatu penelitian tentang strategi kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakter. peneliti terterik untuk mengetahui startegi kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karater tersebut. Waktu Penyajian data dilaksanakan selama 3 bulan pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023 prosedur waktu Penelitian terlampir. Subjek Penelitian Menurut (Sidiq,2. subjek penelitian adalah orang yang dijadikan sebagai narasumber data atau sumber informasi oleh peneliti untuk riset yang dilakukanya. Maka yang akan dijadikan sebagai informan atausubjek dari penelitian ini adalah kepala sekolah,guru, dan siswasubyek penelitian. Adapun penentuan subjek penelitian ini dengan carapurposive sampling. itunjuk langsun. dengan pertimbangan bahwa dari subjek ini dapat memberikan gambaran/informasi yang terperinci mengenai kondisi yang sebenarnya pada saat peneliti berada di lapangan. Teknik Pengumpulan Data Salah satu faktor tercapainya keberhasilan suatu penelitian terletak pada pemilihan metode atau pendekatan penelitianserta informasi yang telah dikumpulkan peneliti sebagai penentu hasil penelitian. Menurut (Arikunto, 2. data adalah hasil pencatatan penelitian baik yang berupa fakta maupun angka. Pada tahap ini teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling baik karena tujuan utama dari penelitian ini adalah suatu metode untuk mendapatkan Menurut Sugiyono, . pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi yaitu sebagai berikut: Observasi Menurut Utami, . observasi merupakan metode penelitian dimana melakukan pengamatan dengan secara langsung pada objek penelitian. Dalam pelaksanaan observasi peneliti melibatkan diri langsung pada subjek guna melihat keadaan yang terjadi pada tempat penelitian yang akan diteliti dalam hal ini strategi kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karatekter. Peneliti melakukan observasi dengan melihat langsung Man 2 Alor Negeri didalam kelas saat kegiatan pembelajaran didalam kelas maupun diluaruntuk mengamati serta mengamati strategi kepala sekolah . pengamatan ini dimaksudkan agar penulis dapat memperoleh data secara detail dan valid. Keberhasilan observasi sebagai teknik dalam pengimpulan data sangat banyak di tentukan oleh peneliti itu sndiri, karena peneliti melihat dan mendengarkan objek penelitian dan kemudian peneliti menyimpulkan dari apa yang di amati. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Peneliti yang memberi makna tentang apa yang di amatinya. Dalam realitas dan dalam konteks yang alami, ialah yang bertanya dan juga yang melihat bagaimana hubungan antara satu aspek dengan aspek yang lain pada objek yang di telitinya. Wawancara Menurut Moleong, . Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu peneliti sebagai pewawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada individu secara langsung dan berusaha mencari data informasi yang bersangkutan sesuai dengan topik pembahasan. Wawancara bertujuan untuk menemukan permasalahan secara terbuka dimana pihak yang diwawancari diminta pendapat dan ide-idenya guna melengkapi data yang di peroleh denganwawancara terstruktur yang akan dilakukan pada beberapa subjek diantaranya kepala sekolah, guru, . dan siswa berjumlah 4 orang. Pada tahap ini peneliti mengambil data yang diperoleh dengan cara komunikasi langsung dengan subjek penelitian yang telah ditentukan. sehingga dengan adanya wawancarasangat membantu peneliti untuk mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang pokok permasalahan yang terjadi Dokumentasi Langkah terakhir dalam teknik pengumpulan data adalah dengan melakukan Dokumentasi dalam penelitian ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk melengkapi data dari metode wawancara dan observasi dengan mencatat peristiwa atau berbagai kegiatan yang dilakukan saat melakukan obesarvasi di lapangan yang hasilya berupa gambar dan tulisan. Selanjutnya Widodo, . mengatakanbahwa dokumentasi digunakan untuk mengetahui kegiatan pengumpulan data yang dilakukan dengan memanfaatkan dokumen-dokumen tertulis gambar, foto atau benda lainya dengan aspek-aspek yang diteliti. Hal ini dilakukan guna memperoleh serta memperjelas sebuah data yang diteliti. Dokumentasi yang dilakukan peneliti adalah berupa dokumen tertulis dan dokumen tidak tertulis. Teknik Analisis Data Menurut (Mashuma,2. Teknik analisis kualitatif merupakan suatu proses pencarian serta penyusunana suatu data secara sistematis sehingga data yang didapati dari catatan lapangan dan hasil wawancara serta bahan-bahan lainya yang dapat dengan mudah dipahami dan temuanya dapat diinformasikan kepada orang lain. Data yang digunakan adalah data kulitatif deskriptif dimana dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan terus-menerus sampai tuntas, sehingga datnya sudah jenuh. Aktivitas yang dilakukan dalam analisis data yaitu tahap nalisis model Miles dan Huberman meliputi: PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. 1 Pengumpulan Data Pada penggumpulan data dilakukan sebelum penelitian, dan bahkan diakhir penelitian. Dalam penelitian ini penulis mulai melakukan pengumpulan data dengan studi pendahuluan kesekolah dengan yang pertama melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi untuk menemukan data yang kredibel yang dicatat dalam lapangan yang terdiri dari aspek yaitu deskriptif dan refleksi. Dimana catatan dekriptif merupakan data alami yang berisis tentang apa yang dilihat, didengar, dirasakan,disaksikan dan dialami peneliti tentang fenomena yang Sedangkan catatan refleksi yaitu catatan yang memuat kesan komentara dan tafsiran peneliti tentang temuan yang dijumpai dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap berikautnya. 2 Reduksi Data Mereduksi data bearti merujuk pada proses pemilihan, pemokusan atau penyederhanaan, abstraksi dan pentransformasian data mentah yang terjadi dalam catatan-catatan lapangan yang tertulis serta memfokuskan pada hal-hal penting dan dicari tema serta polanya. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran lebih jelas dan memudahkan untuk melakukan pengumpulan data 3 Penyajian Data Langkah selanjutnya yaitu penyajian data yakni sebuah tahap lanjutan analisis dimana peneliti menyajikan temuan peneliti berupa kategori atau pengelompokan yang diperoleh dari hasil penelitian atau pengematan kemudian mengelompokanya dalam sebuah pola, inti tema atau kategori atau tema utama yang dirancang dapat diketahui dengan mudahlalu mendekripsikan sesui dengan materi penelitian tersebut. Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat. Penyajian data yang dilakukan serta di dukung dengan kutipan wawancara, dengan orang yang memberi informasi secara langsung sehingga data yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. 4 Penarikan Kesimpulan Atau Verifikasi Langkah terakhir yaitu tahap penarikan kesimpulan atau verifikasi adalah suatu tahap lanjutan dimana pada tahap ini peneliti menarik kesimpulan dari temuan data. Kesimpulan adalah pernyataan singkat jelas dan sistematis dari keseluruhan hasil analisis, pembahasan dan pengujian hipotesis dalam sebuah penelitian yang berkaitan dengan masalah objek yang menjadi peneliti ataupun kemungkinan penelitian lanjutan. (Lestari, 2. Maka peneliti membuat kesimpulan untuk lebih memperjelas tahap-tahap yang dilakukan peneliti tersebut HASIL DAN PEMBAHASAN PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter di MAN 2 Alor Pendidikan karakter adalah suatu system pengembangan nilai-nilai fitra kepada warga sekolah yang meliputih komponen pengetahuan, kesadaran dan kemauan serta tindakan untuk Dalam pemdidikan karakter di sekolah semua komponen harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen Pendidikan itu sendiri, yang diantaranya meliputi isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas dan kegiatan non kurikulum, pemberdayaan sarana dan prasarana, juga ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Mutohar, . mengemukakan bahwa aspek yang sangat penting dan kreatifitas yang ada disekolah adalah. Au kepala sekolah dan proses itu sendiri. Namun dalam penelitian ini peneliti hanya membahas kepala sekolah pengembangan kurikulum. Dalam hal ini peneliti menyusun berdasarkan hasil temuan tentang strategi kepala sekolah dalam mengembangkan Pendidikan karakter di MAN 2 Alor yang peneliti dapatkan melalui wawancara, observasi langsung ke lapangan, dan dokumentasi. Berikut merupakan hasil temuan penelitian berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, waka kurikulum dan guru di MAN 2 Alor yaitu : Pengelolaan Sumber Daya Manusia Sember daya manusia merupakan aset penting untuk membagun sekolah yang lebih baik lagi dan maju. Namun untuk pencapaian itu, sumberdaya manusia harus berkarakter. Sumber daya manusia yang berkarakter kuat dicirikan oleh kapasitas mental yang berbeda dengan orang lain seperti keterpercayaan, ketulusan, kejujuran, keberanian, ketegasan dalam memegang prinsip, yang melekat dalam pemimpin sekolah. Ciri-ciri karakter sumber daya yang kuat seperti, . religious yaitu memiliki sikap hidup dan kepribadian yang taat beribadah, jujur, dermawan, saling tolong menolong, dan toleran. moderat, yaitu memiliki sikap hidup yang tidak radikal dan tercermin dalam kepribadian yang tegahan antara individu dan sosial. cerdas, yaitu memiliki sikap hidup dan kpribadian yang rasional, terbuka dan berpikiran maju. mandiri, yaitu memiliki sikap hidup dan kepribadian disiplin, kerja keras. Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasioanal berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang martabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sumber daya manusia dibutuhkan dalam mengelola Pendidikan karakter supaya menghasilkan produk yang memiliki PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. kualitas baik. Tentunya sumber dayamanusia itu harus mempunyai kemampuan serta keterampilan yang bermutu. Olehkarena itu, pendidikan karakter memiliki peran yang sangat krusial sebagai upayameningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sehubungan dengan hal tersebut pendidikankarakter juga dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan mutu SDM di Indonesia. Pendidikan karakter dapat didefinisikansebagai upaya dilakukan untuk membantu seseorang dalammemahami serta bertindak sesuai dengan nilai etika. Dalam kaitaannya dengan Pendidikan karakter, bangsa Indonesia sangat memerlukan sumber daya manusia yang besar dan bermutu dalam mendukung terlaksananya program pembangunan sekolah dengan baik. Disinilah dibutuhkan pendidikan yang berkualitas, untuk dapat mendukung tercapainya cita-cita bangsa dalam memiliki sumber daya yang bermutu, dan dalam membahas tentang SDM yang berkualitas serta hubungannya dengan pendidikan, maka yang dinilai pertama kali adalah seberapa tinggi nilai yang sering diperolehnya, dengan kata lain kualitas diukur dengan angka-angka, sehingga tidak mengherankan apabila dalam rangka mengejar target yang ditetapkan sebuah Lembaga pendidikan terkadang melakukan kecurangan dan manipulasi. Hasil wawancaa dengan Jakaria Jaka. Pdmengatakan bahwa: AuSebagai sekolah tentunya saya memiliki strategi untuk mengembangkan Pendidikan karakter yaitu, perlu kerja keras bersama untuk memastikan sumber daya manusia di sekolah terampil dan bersaing dengan baik. merencanakan setiap aktivitas dan program SekolahAy (Wawancara: Tanggal, 25 Januari 2. Selanjutnya hasil wawancara dengan AbdurahmanAlamsyah. Ag,mengatakan bahwa: AuStrategi yang dilakukan kepala sekolah adalah bekerja sama dangan bidang kesiswaan untuk merancang sumber daya manusia yang berkaitan dengan Pendidikan karakterAy (Wawancara: Tanggal 25 Januari 2. Berikutnya hasil wawancara dengan Hamdan Mau mengatakan bahwa: AyPenanaman nilai dan etika pada pagi hari sebelum KBM bersalaman antara guru dan siswaAy (Wawancara: Tanggal 25 Januari 2. Hasil wawancara diatas di dukung oleh hasil observasi yang peneliti dapatkan di MAN 2 Alor perencanaan yang dibuat oleh kepala sekolah mengikuti 8 standar nasional pendidikan diantaranya yaitu: . Sekolah mengikuti standar isi, yaitu melakukan pengembangan dan pelaksanaan kurikulum, . Sekolah mengikuti standar proses, yaitu melakukan proses pembelajaran di sekolah, . Sekolah mengikuti standar penilaian pendidikan, yaitu melakukan penilaian, menganalisis, dan mengevaluasi hasil belajar siswa, . Sekolah mengikuti standar kompetensi lulusan, yaitu berkaitan pencapaian hasil belajar para peserta didik, . Sekolah mengikuti standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu terkait dengan kualifikasi, dan kompetensi tenaga pendidik, . Sekolah mengikuti standar pengelolaan, yaitu terkait dengan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. pengelolaan yang diperlukan sekolah, . Sekolah mengikuti standar pembiayaan pendidikan, yaitu terkait dengan anggaran sekolah, . Sekolah Mengikuti standar sarana dan prasarana, yaitu terkait dengan infrastruktur yang ada dalam sekolah. Hal ini sesuai dengan penelitian (Prasetyo, 2. menyatakan bahwa Autugas kepala sekolah adalah merencanakan, mengorganisasikan, mengatur, mengkoordinasikan dan mengendalikan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkanAy. Sebagai perencana, kepala sekolah harus benar-benar memikirkan dan merumuskan suatu program tujuan dan tindakan yang harus dilakukan. Dalam mengorganisasikan, kepala sekolah harus mampu menghimpun dan mengkoordinasikan sumber daya manusia dan sumber-sumber material sekolah, sebab keberhasilan sekolah sangat bergantung pada kecakapan kepala sekolah dalam mengatur dan mendayagunakan berbagai sumber dalam mencapai tujuan. Sebagai memimpin, kepala sekolah harus mampu mengarahakan dan mampu mempengaruhi seluruh sumber daya manusia untuk melakukan tugas-tugasnya yang esensial. Dalam mengendalikan, kepala sekolah memperoleh jaminan bahwa sekolah berjalan mencapai tujuan, apabila terdapat kesalahan di antara bagian-bagian yang ada dari sekolah tersebut, kepala sekolah harus memberikan petunjuk dan meluruskannya. Dari pembahasan di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pendidikan karakter mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia menjadi lebih berkualitas dan berkarakter. Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kuaslitas sumber daya manusia karena kualitas karakter bangsa menentukan kemajuan suatu bangsa. Menyusun Tata Tertib Sekolah Kepala sekolah harus menyusun peraturan-peraturan sekolah yang berhubungan dengan pendidikan karakter. Tata tertib sekolah merupakan peraturan yang diterapkan dan harus ditaati atau dilaksanakan di sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lancar. Tata tertib sekolah dibuat untuk dipenuhi oleh warga sekolah, sedangkan sekolah adalah institusi pendidikan yang melaksanakan sebuah proses belajar mengajar. Tata tertib sekolah memuat aturan-aturan seperti, tingkah laku yang diharuskan dan dilarang, sanksi atau akibat yang menjadi tanggung jawab pelanggar peraturan, prosedur untuk menyampaikan tata tertib kepada subjek yang dikenai tata tertib tersebut. Hal ini menunjukan tata tertib sekolah sangat penting bagi semua warga sekolah karena merupakan seperangkat aturan yang dibuat dan ditetapkan pihak sekolah untuk dilaksanakan dan dipatuhi dengan tujuan menanamkan jiwa kedisiplinan terutama peserta didik sehingga suatu hubungan yang harmonis terpancar lewat suatu karakter yang baik. Pembentukan karakter melalui perilaku disiplin sangat penting untuk masa depan siswa. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Perilaku disiplin memiliki karakter seperti ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban menjadi hal terpenting untuk mencapai tujuan pendidikan karakter. Pembentukan karakter siswa melalui perilaku disiplin oleh kepala sekolah bertujuan mendorong siswa semakin berprestasi, berkepribadian baik, dan bermartabat sebagai individu. Hasil wawancara dengan Jakaria Jaka. Pd mengatakan bahwa: AuSebagai kepalasekolah saya harus membuat peraturan sekolah yang sesuai dengan strategi yang adauntuk mengembangkan pendidikan katakterAy (Wawancara: Tanggal 25 Januari 2. Selanjutnya hasil wawancara dengan Abdurahman Alamsyah. Ag, mengatakan bahwa. AuKepala sekolah membuat tata tertib sekolahseperti kepatuhan, keteraturan dan keteriban untk pembentukan karakter sehinggatercapainya tujuan sekolahAy. awancara: Tanggal 26 Januari 2. Berikutnya hasil wawancara dengan Hamdan Mau mengatakan bahwa: AuKepala sekolah mampu meningkatkan disiplin siswa baik dalam kehadiran disekolah kepada peserat didik maupun para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinyaAy . awancara: Tanggal 26 Januari2. Hasil wawancara didukung oleh observasi penelitian bahwa:Memberikan bimbingan kepada siswa atau guru yang datang terlambat atau tidak mengikuti atauran disekolah. Dengan demikian dapat dipahami bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin memberikan motivasi serta dorongan kepada seluruh warga sekolah agar dapat mengembangkan pendidikan karakter. Hal tersebut berkaitan dengan (Ki Hajar Dewantoro, 1. peraturan tata tertib yang dilakukan secara tegas dan ketat. Disetiap sekolah memiliki tata tertib, baik dalam waktu, berpakain, dan prilaku yang semua itu akan membentuk karakter pada peserta didik. Tata tertib di sekolah merupakan suatu aturan yang mengikat yang harus ditaati atau dilaksanakan oleh peserta didik serta larangan yang harus tidak dilaksanakan oleh peserta didik dan juga bagi karyawan yang ada di lingkungan sekolah untuk selalu bersama-sama mengembangkan pendidikan karakter. Dalam mengembangkan pendidikan karakter kepala sekolah wajib memberikan arahan dan contoh yang baik tidak hanya prilaku disiplin tetapi penerapan nilai-nilai, kepercayaan, dan Pendidikan karakter tidak hanya dibuat tetapi diterapkan dengan baik dan dijalankan oleh seluruh warga sekolah, peserta didik dan staff guru di lingkungan sekolah. Dari pembahasan di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa peraturan sekolah adalah hal yang sangat baik dan memang harus ada karena dengannya peraturan sekolah maka itu akan menolong warga sekolah untuk sebagai patokan yang harus di ikuti. Berkolaborasi Dengan Wali Murid Keluarga adalah pembentuk sebuah pondasi awal bagi anak dimana karakter yang dibangun sejak kecil akan berpengaruh kepada anak sampai dewasa nanti. Sekolah adalah PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. tempat dimana dibangun fondasi tersebut. Sehingga sekolah harus terus bekerjasama dengan orang tua dalam membentuk karakter anak yang baik. Keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan dalam membentuk sebuah karakter anak yang baik karena orang tua harus dilibatkan dalam perancangan program pendidikan karakter karena, ini akan menjadi sebuah awal atau dasar dalam membangun kepercayaan. Berikan kesempatan kepada orang tua untuk berinteraksi dengan pihak sekolah serta membebaskan orang tua untuk memberikan masukan mengenai nilai karakter apa saja yang harus diterapkan, diganti ataupun dikembangkan. Tujuan dari diadakannya hubungan sekolah dengan orang tua murid dalam meningkatkan kualitas suatu pertumbuhan anak dan kualitas belajarnya. Bukan hanya itu, hubungan antara sekolah dengan wali murid ini dapat meningkatkan pemahaman serta pengetahuan pendidikan tentang pentingnya sebuah pendidikan untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Setelah masyarakat paham mengenai pentingnya pendidikan, maka diharapkan seluruh masyarakat dapat bekerjasama dan saling membantu. Hasil wawancara dengan Jakaria Jaka mengatakan bahwa: AyKeterlibatan orang tua sangat dibutuhkan bagi sekolah dalam mengikuti semua rangkaian acara yang diadakan oleh sekolah secara khusus dengan tujuan untuk memperkuat hubungan sekolah dengan orang tua, sehingga meminimalisir kesalahpahaman yang akan terjadiAy . awancara 26 Januari 2. Selanjutnya wawancara dengan Abdurahman Alamsyah mengatakan bahwa: AyOrang tua juga harus dilibatkan dalam merancang sebuah program pendidikan karakter yang akan diterapkan di sekolahAy. awancara: Tanggal 25Januari Berikut hasil wawancara dengan Hamdan Mau mengatakan bahwa: AyKepala sekolah melakukan kolaborasi wali murid dengan tujuan supaya dapat terjalin hubungan yang baik dan memiliki tujuan yang sama diantara kedua pihak tersebutAy . awancara 27 Januari 2. Hasil wawancara diatas di dukung oleh hasil observasi yang peneliti dapatkan di MAN 2 Alor Kepala sekolahmenerapkan karakter anak yang baik tentunya dibutuhkan dukungan dari semua pihak, yaitu orang tua, sekolah, dan masyarakat. Harapan-harapan yang meningkat dalam pelaksanaan pendidikan karakter pastinya dibutuhkan dukungan yang sangat kuat dari semua Untuk meningkatkan motivasi orang tua agar mau ikut serta dalam pelaksanaan pendidikan karakter, sekolah dapat memberikan sebuah reward yaitu, seperti membuat kebijakan bahwa hanya orang tua yang datang ke sekolah saja yang dapat mengambil rapor Adanya kebijakan tersebut, pastinya orang tua akan datang ke sekolah untuk mengambil rapot anak mereka. Hal ini dapat sekolah manfaatkan untuk membicarakan bagaimana proses serta hambatan perkembangan yang terjadi pada anak. Sekolah juga dapat merencanakan tentang pencapaian nilai moral yang harus dilakukan oleh anak selama di sekolah dan di rumah. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Hal ini disampaikan oleh Menurut Briggs dan Potter dalam (Mumu,2. menjelaskan bahwa kerjasama yang dilakukan sekolah dengan orang tua pada program sekolah dikelompokkan menjadi dua, yaitu keterlibatan dan partisipasi. Keterlibatan termasuk ke dalam kerjasama yang minimum, misalnya yaitu orang tua datang ke sekolah dan membantu sekolah jika diundang dalam bentuk rapat. Sedangkan partisipasi termasuk ke dalam kerjasama yang paling luas dan tinggi tingkatannya, yaitu dimana orang tua dan pihak sekolah duduk bersama membahas tentang program dan kegiatan anak. Dari pembahasan peneliti dapat menyimpulkan bahwa menerapkan karakter anak yang baik tentunya di butuhkan dukungan dari semua pihak, yaitu orang tua , sekolah dan masyarakat. Terwujudnya sebuah harapan yang meningkat dalam pendidikan karakter pastinya dibutuhkan dukungan yang sangat kyat dari semua pihak. Untuk meningkatkan motivasi orang tua agar mau ikut serta dalam pelaksanaan pendidikan karakter sekolah dapat memberikan sebuah reward yaitu seperti membuat kebijakan bahwa hanya orang tua yang dapat mengambil rapotr anaknya. SIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka kesimpulan yang dapat diuraikan adalah sebagai berikut: strategi kepala selolah dalam mengembangkan Pendidikan karakter di MAN 2 Alor yaitu pengelolaan sumber daya manusia, menyusun peraturan sekolah, berkolaborasi dengan wali murid, pengembangan kurikulum, dan pengembangan ekstrakulikuler. Faktor yang menghambat strategi kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakter yaitu: tingkat kedisiplinan guru yang masih kurang. Tidak semua guru memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya, ada beberapa guru yang masih lalai dan terkadang kurang serius dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar, sehingga hal ini membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Rendahnya tingkat kesadaran para guru dalam melaksanakan tugasnya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Oleh karena itu guru selalu diberikan motivasi dan bimbingan dalam melaksanakan program pengajaran oleh kepala sekolah. Karna hal tersebut adalah tugas yang harus diemban kepala sekolah sebagai pemimpin demi meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya. Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan dapat menghambat kepala sekolah dalam mengembangkan pendidkan karakter. Dengan sarana dan prasarana yang memadahi dapat menudukung kinerja guru yang berkualitas. Karena, setiap guru melakukan pembelajaran yang berbeda-beda dan dibutuhkan sarana dan prasarana yang berbeda juga. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. (Djehalut et al. , 2022. Julyyanti et al. , 2022. Syahrul, 2019. Syahrul. Zahrawati, et al. , 2023. Syahrul et al. , 2020. Syahrul. Yusuf, et al. , 2023. Zahrawati et al. , 2. (Allen & Bull, 2018. Bates, 2019. Birhan et al. , 2021. McGrath et al. , 2021. Muhtar & Dallyono, 2020. Qoyyimah, 2016. Watson, 2. (Banele, 2023. Imul, 2023. Iraji & Far, 2023. Malaifani, 2023. Mardon & Ahmed, 2023. Senge, 2023. Suparman, 2. DAFTAR PUSTAKA