Jayapangus Press Jurnal Penelitian Agama Hindu Volume 9 Nomor 2 . ISSN : 2579-9843 (Media Onlin. Pengembangan Komik Digital Sebagai Media Pendidikan Moderasi Beragama Berbasis Teks Susastra Hindu di Kota Denpasar Komang Agus Triadi Kiswara Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Indonesia aguskiswara@unhi. Abstract The aim of this research is to develop religious moderation educational media based on Hindu literary texts in Denpasar City. The teachings of Hinduism, which are universal and constitute the majority of its adherents in the city of Denpasar, must of course be able to become role models in developing an attitude of moderation. The current weakness is the moderation discourse which is still felt to be exclusive, as well as the lack of moderation learning media that is interesting to the general public. Based on this problem, it is important to develop a media moderation in the form of digital comics. The methodology in this research uses the triagjhan 4D development research methodology with the development flow of Define. Design. Develop, and Disseminate. The research results show that the value of religious moderation in Hindu literary texts is in line with the components of religious The development of religious moderation comics at the define stage found a lack of public understanding about religious moderation. Design stage . preparation of test standards, media selection, material format selection. The validation results from media experts show a percentage of 96. 92%, which means it is very feasible, validation from material experts with a percentage of 84. 61%, meaning it is very feasible, user testing shows a score of 84. 8%, meaning it is very feasible, so this comic can be said to be very feasible. Dissemate . where the dissemination stage is carried out using QR Code media in the catus pata field in Denpasar City. The effectiveness of using comics where comics are effective in supporting religious moderation material based on Hindu literary texts so that they are easy to learn. The conclusion is that religious moderation education must always be improved through various media, one of which is digital comic media. The results of the development of digital comic educational media based on Hindu literary texts show that digital comics are very suitable for use as a medium for religious moderation education in Denpasar City. Key Word: Comic. Moderation. Literary Text Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pendidikan moderasi beragama berbasis teks susastra Hindu di Kota Denpasar. Ajaran Agama Hindu yang bersifat universal dan merupakan mayoritas pemeluknya dikota Denpasar tentunya harus mampu menjadi suri tauladan dalam mengembangkan sikap moderasi. Kelemahan saat ini adalah pewacanaan moderasi yang masih dirasa eksklusiv, serta kurangnya media belajar moderasi yang bersifat menarik untuk masyarakat umum. Dari permasalahan inilah kemudian penting sekiranya untuk mengembangkan sebuah media moderasi berupa komik digital. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan metodologi penelitin pengembangan 4D triagjhan dengan alur pengembangan Define. Design. Develop, dan Disseminate. Hasil penelitian menunjukan nilai moderasi beragama dalam teks susatra Hindu sejalan dengan komponen moderasi https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH beragama. Pengembangan komik moderasi beragama pada tahap define ditemukan kurangnya pemahaman masyarakat tentang moderasi beragama. Tahap Design . penyusunan standar test, pemilihan media, pemilihan format materi. Hasil validasi ahli media menunjukan presentase 96,92 % yang artinya sangat layak, validasi ahli materi dengan presentase 84,61% artinya sangat layak, uji coba pengguna menunjukan skor 84,8% artinya sangat layak, sehingga komik ini dapat dikatakan sangat layak. Dissemate . enyebar luasa. dimana tahap penyebarluasan dilakukan dengan menggunakan media QR Code pada lapangan catus pata Kota Denpasar. Efektifitas penggunaan komik dimana komik efektif dalam mendukung materi moderasi beragama berbasis teks susatra Hindu sehingga mudah untuk dipelajari. Kesimpulan pendidikan moderasi beragama harus senantiasa ditingkatkan melalui berbagai media, salah satunya adalah dengan media berbentuk komik Hasil pengembangan media pendidikan komik digital berbasis teks susatra Hindu menunjukan komik digital sangat layak dipergunakan sebagai media pendidikan moderasi beragama di Kota Denpasar. Kata Kunci: Komik. Moderasi. Susastra Hindu Pendahuluan Agama sering dianggap berwajah ganda . disatu sisi agama dapat sebagai penuntun umatnya kearah yang lebih baik, namun disisi lain agama dapat menjadi sumber konflik dalam kehidupan. Febriyandi . Asmara . berbagai konflik agama terjadi di Indonesia akibat kekurang pahaman masyarakat tentang bagaimana dapat hidup bersama dalam perbedaan . erutama dalam perbedaan agam. Bali sebagai pulau yang dihuni oleh masyarakat multikultur juga tidak bisa terhindar dari konflik beragama, seperti yang diungkapkan oleh Fahham . meskipun Bali memiliki nilai indeks kerukunan umat beragama cukup tinggi, tidak berarti bahwa hubungan social antar umat beragama dalam masyarakat di Bali sama sekali tidak ada masalah. Munculnya konflik tersebut diantaranya dipicu oleh pembangunan tempat ibadah, pembangunan sarana pendidikan keagamaan, penggunaan jilbab disekolah. Konflik lainya adalah kasus penodaan hari raya Nyepi di Tahun 2023 dimana masyarakat Sumber Klampok digegerkan dengan aksi buka paksa portal yang tidak boleh dilalui kendaraan pada saat pelaksanaan hari raya Nyepi. Masih dalam suasana nyepi di tahun 2023 tentang adanya aktivitas berjualan, pada saat nyepi oleh warga muslim Kepaon padahal pada saat pelaksanaan hari raya Nyepi segala bentuk aktivitas diruang publik harus ditiadakan, tentu hal ini menimbulkan reaksi negativ dari umat Hindu diwilayah tersebut. Salah satu konflik beragama tersebut muncul dikota Denpasar, dalam renstra Kantor Kementrian Agama Kota Denpasar tahun 2020-2024 dalam indikator peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama diungkapkan bahwa salah satu ancaman dalam kehidupan beragama adalah dimana masih ada kegiatan keagamaan yang mengarah pada penyimpangan dan konservatisme ajaran agama yang mengarah kepada ekslusivisme dan ekstrimisme beragama. Pada bagian indikator pengukuhan suasana kerukunan Hidup umat beragama yang harmonis, ancamanya adalah pemahaman yang dangkal tentang peraturan perundang-undangan tentang kerukunan beragama yang disertai asumsi atau pra pemahaman yang sempit dikhawatirkan dapat mengarah kepada pemicu konflik, terutama bagi para personal dilingkaran aktor agama atau pemerintahan (Penyusun, 2. Situasi seperti ini tentu bisa kita pahami karena Denpasar merupakan ibu kota Provinsi yang kerap menjadi tujuan bagi para kaum urban untuk meningkatkan taraf https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH kehidupan. Permasalahan yang kerap muncul bagi para pendatang baru adalah ketidak tahuan mereka tentang adat dan tradisi yang berlaku diwilayah setempat. Sebenarnya guna mengikis munculnya konflik antar agama pemerintah telah mewacanakan tentang moderasi bergama. Girivirya . moderasi beragama adalah sebuah persefektif sikap dan pengalaman keagamaan dalam kehidupan bersama, yang mewujudkan hakikat beragama yang melindungi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan serta membangun kemanfaatan bersama berdasarkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan ketatan pada konstitusi sebagai warga negara. Moderasi merupakan jalan tengah dalam kehidupan beragama dalam masyarakat yang multikultur dimana dilandasi pada komitmen ketaatan pada bangsa negara, hidup harmonis dengan sesama pemeluk agama, mengesampingkan kekerasan serta arif dan bijaksana terhadap adat istiadat yang berlaku. Kendala saat ini adalah pendidikan moderasi agama cenderung dihadirkan secara eksklusiv pada lembaga tertentu dan juga momentum Sehingga implikasinya adalah tidak semua masyarakat memahami secara baik tentang moderasi beragama tesebut, sangat wajar jika Kementrian agama kota Denpasar menyatakan bahwa salah satu ancaman munculnya potensi konflik beragama adalah ketidak pahaman masyarakat tentang peraturan kerukunan beragama. Hindu sebagai agama yang mayoritas dipulau Bali khususnya di Kota Denpasar sejatinya harus dapat menjadi suri tauladan dalam aktualisasi moderasi beragama, terlebih nilai-nilai dalam ajaran Hindu banyak yang memuat tentang ajaran moderasi beragama, disamping itu nilai-nilai dalam ajaran agama Hindu juga bersifat universal. Menurut Darsana . Agama Hindu sebagai salah satu agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia memiliki kekayaan khazanah spiritual yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Secara umum kemanusiaan universal ini memiliki persinggungan dengan moderasi seperti kebenaran, kebajikan, kedamaian, kasih sayang dan tanpa kekerasan. Pandangan moderasi Hindu di sampaikan dalam penelitian Yasa . Prabawati . wacana moderasi beragama dalam keyakinan Hindu secara teologis sesunguhnya merupakan wacana yang telah muncul begitu lama, bahkan muncul setiap jaman . Seperti misalnya nilai wasudewa kutumbhakam. Tri Kaya Parisudha dan lainnya, adalah cara pandang menerima perbedaan itu sebagai sebuah anugrah yang harus diterima untuk dapat memajukan bangsa dan negara. Penelitian Moderasi Hindu di Bali juga diungkapkan Candrawan . bahwa moderasi beragama dibangun oleh kearifan lokal yang bersumber dari teks susatra Hindu. Kearifan dalam kehidupan multi etnik yang terdapat dalam tempat peribadatan umat mayoritas yakni Hindu juga memberikan andil bagaimana moderasi tersebut di bangun di Bali. Dilematisnya kedalaman makna yang tertuang dalam teks susatra sebagai bentuk moderasi beragama tersebut juga masih belum banyak diketahui, hal ini bisa dipahami mengingat dalam teks susatra Hindu menggunakan bahasa yang sublim sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menterjemahkanya. Kehati-hatian dalam menterjemahkan teks susatra Hindu Ini setidaknya secara eksplisit kita temukan pada Sloka 39 Saracamuscaya dikatakan sebab Weda itu merasa takut akan orang-orang yang sedikit pengetahuannya, sabdanya wahai tuan-tuan, janganlah tuan-tuan datang kepadaku demikian konon sabdanya, karena takut (Wijaya, 2. Terjemahan kutipan sloka tersebut merupakan sebuah kiasan bahwa dalam teks susatra Hindu (Wed. diperlukan pendalaman yang mantap untuk memahami isi sebuah teks susatra, hal inilah kemudian menjadi dilema dimana teks susatra Hindu jarang dimunculkan sebagai media pendidikan dalam moderasi Bergama pada masyarakat umum. Muara dari serangkain permasalahan tersebut mengindikasikan bahwa pendidikan moderasi beragama masih perlu ditingkatkan dalam wajah yang familiar, tidak hanya diajarkan forum-forum https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH ilmiah atau ceramah umat beragama semata, yang terkesan kaku untuk kalangan sendiri. Disamping itu internalisasi nilai-nilai moderasi dalam teks susatra Hindu juga nampaknya penting untuk dilakukan, sehingga umat memiliki pemahaman tentang bagaimana aktualisasi dari moderasi dalam Hindu. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pendidikan moderasi yang berbasis pada teksusatra Hindu, sehingga umat semakin tertarik untuk dapat mendalami ajaran Hindu yang bersumber pada susastra. Guna menjawab permasalahan tersebut maka perlu sekiranya untuk dikembangkan sebuah media pendidikan moderasi yang menarik, untuk semua kalangan. Media juga dapat berfungsi dalam mendukung internalisasi nilai pendidikan moderasi dalam teks susatra Hindu, tanpa menghilangkan substansi ajaran tersebut. Sehingga media yang dikembangkan untuk dapat dijadikan sebagai media pendidikan moderasi adalah komik digital yang berbasis teks susatra Hindu yang kemudian dihubungkan dengan Qr Code. Beberapa penelitian menyampaikan bahwa pemilihan media komik digital sebagai media pendidikan moderasi setidaknya ada beberapa alasan diantaranya, komik memberikan kesan menarik dan juga meningkatkan antusiasme dalam memahami sesuatu yang bersifat abstrak (Febrianti, 2023. Jahena, 2. Lebih lanjut disampaikan komik terdiri dari rangkaian gambar visual dan juga teks sehingga disamping memahami secara teoritis pembaca juga akan memperoleh sebuah gambaran penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran komik yang terdiri dari lembaran-lembaran bergamabar dengan balon teks, dengan kemajuan teknologi dapat di efektifkan dengan menyimpan pada Qr Code. Qr code adalah singkatan dari quick respon code . ode respon cepa. , adalah sejenis barcode dua dimensi yang berfungsi untuk menyimpan data dan dapat diakses dengan smart phone. Penggunaan Qr Code sebagai media pendidikan telah banyak digunakan hal ini dikarenakan Qr code efektif digunakan untuk menyimpan data yang jumlahnya banyak hanya dengan menggunakan smart phone data tersebut dengan mudah diakses. Handayani . Penggunaan media Qr Code dalam proses pendidikan membantu memudahkan pengguna untuk menerapkan dan mengakses. Dimana informasi yang sebelumnya banyak dengan memanfaatkan Qr Code akan dapat disimpan dengan kode yang sederhana dan dapat diakses dengan cepat. Qr Code juga dapat ditempatkan di berbaagai media, termasuk buku teks, poster, lembar kerja atau presentasi. Seperti yang telah diuangkapkan diatas pentingnya pengembangan media pendidikan moderasi Beragama ini dilakukan di Kota Denpasar adalah, mengingat Denpasar merupakan Ibu Kota Provinsi Bali sehingga akan menjadi barometer untuk Kabupaten lain. Tingkat heterogen penduduk kota Denpasar yang cukup tinggi menjadikan pendidikan moderasi harus selalu dilakukan dengan berbagai bentuk. Sebagai lokus penelitian Catus pata kota Denpasar sendiri memiliki keunikan dimana catus pata yang secara historis merupakan tempat interaksi sosial masyarakat, sangat tepat untuk disematkan qr code tersebut. Catus Pata Kota Denpasar merupakan sebuah ruang budaya dimana ruang budaya oleh Suhendro . merupakan ruang yang dimaknai oleh kelompok serta dipengaruhi oleh masa lalu yang sarat dengan kebudayaan. Kehadiran catus pata sendiri tentunya didukung berbagai objek yang dapat mendukung proses pendidikan moderasi seperti misalnya kehadiran lapangan puputan badung, yang sering difungsikan sebagai tepat pentas budaya, pusat perayaan Nyepi, sarana olah raga dan rekreasi. Demikian juga dengan adanya Pura Jagat nata yang merupakan pusat kegiatan religious umat beragama Hindu. Hal inilah yang mendukung efektifitas dari pendidikan moderasi beragama dengan komik dapat berjalan dengan baik. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Metode Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan, dalam penelitian ini model penelitian pengembangan yang dipakai adalah model 4-d Thiagarajan dimana dalam model 4-D ini langkah-langkah yang dipakai melalui empat tahapan yaitu Define. Design. Develop, dan Disseminate. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara purvosive sampling, dan observasi secara non partisipan. Instrumen penelitian dalam pengumpulan data penelitian terdiri dari angket validasi ahli media, ahli materi dan angket responden. Olah data dalam setiap angket penelitian dengan cara kuantitatif. Dalam penelitian ini jawaban butir diklasifikasikan menjadi lima pilihan dimana setiap yang diukur diberikan skor skala 1-5. sangat layak, 4 layak, 3 kurang layak, 2 tidak layak, 1 sangat tidak layak. Kemudian untuk melihat bobot masing-masing tanggapan dan menghitung skor reratanya dengan rumus sebagai berikut Kemudian untuk rumus presentase hsil dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Hasil = total skor yang diperoleh x 100% Skor maksimum Tabel 1. Kategori Kelayakan berdasarkan kriteria sebagai berikut: Skor dalam Persen % Kategori Kelayakan 1 < 21% Sangat Tidak Layak 2 21-40% Tidak Layak 3 43-60% Cukup Layak 4 61-80 % Layak 5 81-100% Sangat Layak Dalam penelitian ini kolaborasi dilakukan dengan ahli media yang bertugas untuk membuat design komik. dan juga ahli IT yang bertugas untuk mengimplementasikan komik digital pada Qr Code. Hasil dan Pembahasan Peranan penting agama salah satunya adalah sebagai media sosialisasi individu. Dalam hal ini agama diupayakan untuk dapat mensosialisasikan individu dalam lingkungan Interaksi antar individu dengan individu lain tenunya akan melibatkan nilainilai agama. Pelibatan nilai agama ini menjadi prioritas oleh masyarakat beragama karena nilai tersebut memberikan aturan yang paling luhur mengenahi hubungan antar manusia. Demikian juga dengan moderasi beragama dalam teks susastra Hindu tertuang nilai-nilai yang memang mengedapankan prinsip bagaimana beragama dalam jalan tengah yang dipakai sebagai menjalin hubungan harmonis antar pemeluk agama. Nilai Moderasi Agama Hindu dalam Teks Susatra Hindu Moderasi merupakan jalan tengah dalam beragama dalam hal ini yang dimaksud dengan jalan tengah adalah tidak mengedepankan egosentrime dalam kehidupan beragama. Tentu pandangan ini didasarkan pada situasi bangsa Indonesia yang pluralis dengan berbagai https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH macam agama dan juga suku bangsa. Dengan menjalankan sikap moderasi Bergama seseorang diajak untuk bagaimana tidak megklaim bahwa ajaran agamanya yang paling benar serta mengkerdilkan ajaran agama lain. Moderat dipahami sebagai kompromi keyakinan teologis beragama dengan pemeluk agama lain (Libang 2. Latifa & Fahri . Pandangan moderasi tentunya memiliki beberapa poin indicator yang dirumuskan menjadi empat konsep ke empat konsep tersebut adalah: Komitmen kebangsaan, merupakan dimensi utama untuk melihat sejauh mana cara pandang, sikap, dan praktik Bergama seseorang berdampak pada kesetiaan serta konsesnsus dasar kebangsaan di Indonesia. Toleransi, yang merupakan sikap untuk meberi ruang dan tidak mengganggu hak orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat, meskipun hal tersebut berbeda denga napa yang kita Yakini. Anti-kekerasan, yang merupakan sikap dan perilaku penolakanterhadap segala bentuk kekerasandalam atas nama agama. Akomodatif terhadap budaya lokal, yang merupakan sikap kecenderungan lebih ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaanya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama. Nilai Komitmen Kebangsaan Dalam Teksusatra Hindu Nilai menjaga keutuhan negara dituangkan dalam beberapa teks susatra Hindu didalam kitab Bhagavad Gita juga disampaikan: yasmAnnodvijate loko lokAnnodvijate ca yau, harAmarabhayodvegairmukto yau sa ca me priyau (Bhagavad Gita XII-. Terjemahannya: Ia yang tidak membuat dunia menjadi gelisah dan ia yang tak gelisah karena dunia, yang bebas dari suka cita dan iri hati, ketakutan dan kegelisahan, ia juga adalah yang Kucintai. Keutuhan dan kesatuan bangsa merupakan hal yang penting untuk dapat diutamakan, demikian juga manakala pergolakan terjadi dalam sebuah wilayah maka tidak larut dalam situasi tersebut namun seyogyanya mencari solusi tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut merupakan pandangan Hindu tentang kebangsaan. Nilai Toleransi Dalam Susatra Hindu Salah satu aktualisasi dalam kehidupan toleransi adalah pertemanan. Hindu mengenal istilah pertemanan dengan sebutan Mitra. Pertemanan dalam agama Hindu tidak bersifat sectoral atau berbasis komunitas tertenu, berdasarkan keyakinan, suku, ras, maupun Persaudaraan itu menyeluruh melampaui sekat apa saja (Joyo, 2. Drte drha ma Mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantam Mitrasyaham caksusa sarvani bhutani samikse Mitrasya caksusa samiksamahe (Yajurveda 36. Terjemahannya: Semoga semua mahluk memandang kami dengan pandangan mata seorang sahabat, semoga ya memandang semua mahluk sebagai seorang seorang sahabat, semoga kami saling berpandangan penuh persahabatan (Samiadi, 2. Pada pandangan persahabatan toleransi tidak hanya sebatas menghormati perbedaan namun memberikan dukungan terhadap orang lain dalam menjalankan perbedaanya merupakan hal yang penting. Susatra Hindu juga memberikan pondasi dalam menjalani persahabatan dengan ajararan catur paramita. Samiadi . Catur paramitha dapat https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH diartikan sebagai empat macam sifat dan sikap utama yang patut dijadikan landasan dalam Adapun rincianya adalah maitri artinya lemah lembut, karuna belaskasih, muditha berbahagia dengan sekitar dan upeksa adalah saling menghargai . Anti Kekerasan Anti kekerasan dalam agama Hindu disebut juga dengan Ahimsa dimana secara harfiah ahimsa berasal dari kata a yang berarti tidak dan himsa yang berarti membunuh, menyakiti atau melakukan kekerasan sehingga Ahimsa yang berarti berarti tidak membunuh, tidak menyakiti, atau tidak melakukan kekerasan. Anti kekrasan diungkapkan dalam Kita Wana Parwa yaitu: ahimsA satyavacanam sarvabhtahitam param ahimsA paramo dharmah sa ca satye pratisthitah satye krtvA pratisthAm tu pravartante pravrttayah Terjemahannya: Mereka yang bathinnya mulia tidak menyakiti dan penuh kebaikan kepada semua Ahimsa . idak menyakit. adalah dharma yang tertinggi, mereka tidak pernah menyakiti dalam perbuatan, perkataan dan pikiran (Joyo, 2. ahiAsA satyamakrodhastyAgau uAntirapaiuunam, dayA bhtevaloluptaA mArdavaA hrracApalam (Bhagavadgita XVI-. Terjemahannya: AhiAsA, kebenaran, bebas dari kemarahan, melepaskan diri dari ikatan duniawi, ketenangan, tidak suka memfitnah, kasih pada makhluk, bebas dari kelobaan, baik dan halus hati, keteguhan iman (Penyusun, 2. Hindu mengajarkan kepada umatnya untuk dapat melakukan tindakan untuk tidak menyakiti sesama terlebih melakukan tindakan kekerasan dan mengarah kepada pembunuhan tidak hanya dalam konteks perbuatan akan tetapi juga dalam ranah pikiran dan Dalam pandangan Hindu bahwa segala sesuatu yang ada dalam diri manusia merupakan satu kesatuan diantara badan dan pikiran dengan pengetahuan kebijaksanaan tindakan untuk tidak melakukan perbuatan menyakiti senantiasa akan tercapai. Akomodatif Dengan Budaya Lokal Agama harus dipahami tidak hanya sebagai dogma dan sistem moral saja, tetapi juga sebagai fenomena kehidupan karena agama bukan hanya nilai-nilai pribadi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial pada manusia. Akomodatif terhadap budaya lokal adalah penerimaan kita sebagai umat beragama terhadap budaya yang telah berkembang secara turun menurun dan budaya tersebut juga dapat mendukung kerukunan kehidupan Salah satu bentuk akomodatif terhadap budaya lokal adalah adanya pndangan menyama braya yang memandang semua umat beragama sebagai saudara. Wawancara dengan Anom Ranuara yang juga merupakan tokoh Budaya Kota Denpasar menyebutkan melalui konsep menyama braya akhirnya melahirkan berbagai bentuk budaya seperti ngejot mepitulung, mejenukan semua realisasinya adalah bentuk merekatnya nyama . dari berbagai lintas agama. Dalam konteks ini konsepsi menyama braya menjadi sangat penting dan berarti bagi kehidupan umat manusia, sebagaimana dalam kitab Reg Weda Sam gacchadhvan sam vadadhvam. Sam vo manamsi janatam. Deva bhagam yatha purvo. Sanjanano upasate https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Terjemahannya: Berkumpul-kumpullah, bermusyawarahlah satu sama lain, satukanlah semua pikiranmu. Dewa pada jaman dahulu senantiasa dapat bersatu (Basyir, 2. Senada dengan hal tersebut Basyir . Oleh karena tradisi menyama braya telah diwariskan secara turun-temurun, seluruh elemen masyarakat beragama yang ada di Bali turut dalam membantu proses pelaksanaan Nyepi di daerah masing-masing, mulai dari perlengkapan sampai pada sistem keamanan. Demikian juga, perayaan keagamaan bagi masyarakat Muslim di Bali, tradisi menyama braya dapat dengan mudah ditemukan. Misalnya, saat umat Islam memperingati IsraAo MiAoraj di Masjid Darussalam Ubung dan Masjid Raya Suci, komunitas Hindu memberikan bantuan baik makanan maupun keamanan, bahkan yang memegang keamanan adalah para pecalang . olisi lokal Hindu Bal. yang berpakaian adat Hindu untuk menjaga keamanan demi kelancaran acara berlangsung. Moderasi beragama yang dsampaikan oleh pemerintah sebagai jalan tengah dalam beragama terdapat keselarasan dengan ajaran Agama Hindu. Disamping itu ajaran dalam teks susatra memiliki nilai yang universal sehingga dapat dijalankan oleh semua pemeluk agama. Aktualisasi ajaran teks susastra Hindu diperkuat lebih banyak dengan kearifan lokal yang telah berlangsung secara turun temurun. Alur Pengembangan Komik Moderasi Beragama Pengembangan komik digital berbasis teks susatra Hindu menggunakan model pengembangan 4D (Triagjha. Model pengembangan komik 4d ada beberpa tahapan yang dilalui dalam penelitian ini yaitu define. Design. Develop, dan Desseminate. Secara sederhana pengembangan komik moderasi beragama berbasis teks susatra Hindu ini adalah, komik yang telah jadi, kemudian di inputkan kedalam Qr Code. Qr code ini kemudian di tampilkan kedalam poster moderasi beragama. Tujuan penampilan poster ini adalah untuk menarik minat pengunjung di Catus Pata Kota Denpasar, disamping itu juga untuk memberikan informasi awal tentang moderasi beragama. Kemudian poster yang telah terisi Qr code inilah yang dipasang di beberapa titik catus Pata Kota Denpasar utamanya titik yang lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat. Sebagai bentuk antisipasi kepada pengguna yang terkendala oleh media smart phone, komik digital tersebut setelah di scan dapat di download sehingga komik dapat ditampilkan dalam media computer ataupun dicetak secara manual. Alur pengembangan media komik digital disajikan seperti gambar di bawah. Gambar 1. Alur Pengembangan Komik Digital Konsep pendidikan yang dibangun dalam penelitian pengembangan media komik digital ini adalah pendidikan berbasis masyarakat. Sehingga komik digital moderasi beragama ini dapat dikatakan sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat umum. Aisyah . secara konsep pendidikan berbasis masyarakat merupakan usaha peningkatan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH kesadaran, kepedulian, kepemilikan, keterlibatan dan tanggung jawab masyarakat. Tujuan dari pendidikan berbasis masyarakat sendiri adalah terwujudnya masyarakat yang cerdas, terampil, mandiri dan memiliki daya saing. Oleh karenanya pengembangan media komik digital ini merupakan media pendidikan yang ditujukan kepada masyarakat umum sebagai Tahapan Pengembangan Media Komik Digital Sebagai media Pendidikan Moderasi Berbasis Teks Susastra Hindu di Kota Denpasar Tahap Define Analisa awal (Front-end Analysi. melalui wawancara yang dilakukan dengan beberapa masyarakat di kota Denpasar ditemukan beberapa permasalahan awal dimana ratarata masyarakat memahami tentang modersi Bergama namun masih terbatas hanya dalam bentuk saling menghormati dengan umat beragama lain. Demikian halnya dengan teks susatra Hindu yang memuat tentang moderasi beragama yang tercakup dalam empat komponen moderasi beragama, masyarakat masih belum secara detail memahami. Leaner analysis . nalisis penggun. adapun pengguna dari media komik ini adalah masyarakat secara umum yang sedianya melakukan aktifitas pada wilayah Catus Pata Kota Denpasar. Design (Perancanga. Tahap perancangan merupakan kelanjutan dari tahap pendefenisian pada tahapan inti dilakukan perancangan produk yang dilakukan dengan beberapa proses yang dimulai penyusunan standar test, pemilihan media, pemilihan format, rancangan awal . Penyususnan Standar Test Validasi Media Komik Pada tahapan ini peneliti membuat membuat instrument penilaian media yang yang terdiri dari 13 . iga bela. Indikator yang meliputi dua aspek penilaian yaitu aspek tampilan dan aspek bahasa. Kemudian instrumen ahli materi yang terdiri dari 13 indikator dengan 2 apek nilaian yaitu aspek isi dan aspek penyajian. Penilaian media komik oleh pengguna juga dilakukan uji validasi dengan 10 Indikator dengan 3 aspek yaitu materi, penyajian media, dan Adapun skor penilaian media komik moderasi ini menggunakan skala likert. Angket penilaian validasi juga disertai dengan saran dan juga masukan dari penilai. Pemilihan Media Media yang dipergunakan dalam penelitian adalah komik hal ini disebabkan pada komik merupakan media yang bergambar memudahkan pembaca untuk memahami materi yang berifat abstrak. Pemilihan Format Pemilihan format yang dilakukan dengan mengklompokkan teks ustra Hindu berdasarkkan kesesuaiannya dengan komponen moderasi Bergama. Format materi disajikan dalam table berikut. Tabel 2. Format Materi dalam Komik Komitmen Mengutamakan kepentingan negara merupakan hal yang harus Kebangsaan diutamakan dari kepentingan pribadi Toleransi Persahabatan hendaknya dijalin dengan semua golongan tanpa mebeda-bedakan ras, suku dan agama Berteman dengan siapa saja merupakan kebajikan Bersahabat dengan siapapun hendaknya didasari oleh sikap https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Anti Ahimsa merupakan ajaran untuk tidak melakukan kekerasan terhadap siapapun Tidak menyakiti dengan siapapun merupakan dharma . tertinggi dalam kehiduapn. Mampu bertoleransi terhadap kebudayaan lokal Tidak fanatic dengan budaya yang merupakan warisan turun Mendukung budaya yang mampu mengedapankan toleransi Adaptif Budaya . Rancangan Awal Pada rancangan awal pembuatan komik ditentukan dengan beberapa hal . Tema (Story Boar. Tema pada komik ini mengambil tema Vaisudeva Kutumbakam yang berarti kita semua adalah bersaudara. Dimana kita diharapkan untuk mapu memiliki pandangan persaudaraan terhadap semua mahluk cipptaan tuhan, tanpa harus membedakan antar pemeluk agama. Pada cerita komitmen kebangsaan pesan moral yang ingin disampaikan adalah kita harus mendahulukan kepantingan bersama daripada kepentingan pribadi. Pada cerita anti kekerasan pesan moral tentang Ahimsa atau tidak menyakiti umat manapun sehingga terciptanya sebuah perdamian. Toleransi Pesan moral yang ingin disampaikan adalah bahwa dalam hindu hendaknya memandang semua orang dengan pandangan sahabat dan bisa saling membantu dalam setiap kegiatan. Akomodatif terhadap Budaya lokal Pesan moralnya adalah kebudayaan yang berkembang dimasyarakat senantiasa harus dijaga dan juga dirawat sebab dalam kebudayaan tersbut juga tertuang nilai-nilai yang dapat mendukung kehidupan moderasi beragama. Membuat Sketsa Komik dan Pewarnaan Dalam pembuatan sketssa komik baik dalam gambar membuat tepi kolom komik sampai dengan pewarnaan dan pembuatan balon teks menggunakan media ibis paint. Sehingga gambar yang dihasilkan tampak jelas dan juga menarik Gambar 2. Media Pemuatan Komik . Develop (Pengembanga. (Pengembanga. Tahap ketiga dalam pengembangan perangkat pembelajaran model 4D adalah pengembangan . Tahap pengembangan merupakan tahap untuk menghasilkan sebuah produk pengembangan. Tahap ini terdiri dari dua langkah yaitu expert appraisal . enilaian ahl. yang disertai revisi dan developmental testing . ji coba Pada tahap ini juga dilakukan validasi yang berfungsi untuk memvalidasi kriteria pengujian yang ditetapkan. Apabila kriteria kelayakan produk belum terpenuhi, maka hasil validator dapat digunakan sebagai dasar melakukan revisi. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH . Validasi ahli media Produk awal yang telah diselesaikan kemudian divalidasikan dengan ahli media yang memiliki rekam jejak sebagai komikus I Putu Ujiana. Cokorda Alit artawan. Sn. ,M. Sn, yang merupakan dosen design komunikasi visual Institut Seni Indonesia Denpasar, dan Ni Luh Putu Trisdyani. Sn. ,M. Sn dosen seni rupa Universitas Hindu Indonesia dalam penilaian ahli media adapun skor rata-rata dari ketiga validator tersebut adalah sebesar 63 dengan presentase 96,92 % sehingga komik moderasi berbasis teks susatra Hindu dari penilaian ahli validasi media dikatakan sangat layak. Validasi ahli Materi Produk awal yang telah diselesaikann dan divalidasi oleh 3 ahli media selanjutnya divalidasi oleh materi Dari Universitas I Gusti Bagus Sugriwa dan Sekolah Tinggi Empu Kuturan Singaraja adapun penilai ahli materi tersebut merupakan Ketua Moderasi Beragama di masing-masing instansi. Penilai I Kadek Aria Prima Dewi. PF. Penilai II Putu Sanjaya. Penilai i Ida Bagus Putu Eka Suadnyana Adapun skor rata-rata dari ketiga validator tersebut adalah sebesar 55 dengan presentase 84,61% % sehingga komik moderasi berbasis teks susatra Hindu dari penilaian ahli validasi materi dikatakan sangat layak. Uji Coba Pengguna Komik moderasi beragama yang telah selesai selanjutnya diujicobakan terhadap pengguna, hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut Total nilai dari responden adalah 272 sedangkan rata-rata nilai responden adalah 42,4. Untuk Prsentase nilai responden adalah sebesar 84,8% sehingga kelakayakan komik adalah sangat layak. Revisi Produk . Revisi Ahli Media Sesuai dengan hasil validasi media komik mka dilakukan revisi sesuai dengan masukan hali media maka ada beberapa komponen komik yang sekiranya perlu direvisi Tabel 3. Tabel Revisi ahli Media Tabel revisi ahli media I Putu Dian Ujiana Pada Back Ground Di Komik Agar Dipertegas Lagi Sehingga Detail Agar Suasana Lebih Berwarna Sebelum di revisi Sesudah direvisi . Revisi Ahli Materi Dari asukan ahli materi maka ada beberapa hal yang direvisi diantaranya. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Tabel 4. Revisi Ahli Materi Tabel Revisi Ahli Materi I Kadek Aria Prima Dewi PF Terdapat satu konsep yang harus disesuaikan terkait indikator moderasi beragama yang keempat sesuai perpres yakni penerimaan terhadap tradisi. Pada bagian komik yang menguraikan tentang penjelasan tersebut mohon disesuaikan menjadi penerimaan terhadap tradisi. Menerima bukan juga berarti sepenuhnya kita mau melaksanakan tradisi yang bukan menjadi tradisi kita, namun juga bisa dalam bentuk menghormati ketika tradisi tersebut dilaksanakan dalam lingkungan masyarakat kita, bertoleransi terhadap praktik-prakit budaya yang beragam sepajang sesuai dengan nilai universal. Sebelum di revisi Sesudah direvisi . Tahap Akhir Komik Komik yang telah di revisi kemudian di upload kedalam Qr Code Sehingga memudahkan untuk mengakses komik tersebut. Qr code dapat diakses dengan menggunakan smart phone, sehingga komik yang di upload dalam Qr code dapat di buka. Gambar 3. Qr code Komik Digital . Tahap Penyebar Luasan Penyebar luasan dilakukan pada lapangan Puputan Badung di sekitar wilayah Catuspata kota Denpasar. Tahapan pertama yang dikukan adalah dengan melakukan permohonan ijin kepada pihak terkait yaitu dinas kebersihan dan pertamanan Kota Denpasar. Komik yang telah dimasukan kedalam qr code. kemudian dikemas dalam bentuk poster hal ini bertujuan untuk dapat memberikan informasi awal terkait dengan moderasi beragama, disamping itu juga bertujuan untuk menarik minat pengguna untuk membaca komik moderasi beragama berdasarkan teks susatra Hindu. Qr code tersebutlah yang kemudian dapat diakses dengan menggunakan smart phone selanjutnya dapat menampilkan komik moderasi Bergama berbasis teks susastra Hindu. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Gambar 4. QR Code Komik Moderasi Yang Ditampilkan Dalam Poster . Efektifitas Pengguna Komik Sebagai media pendidikan moderasi sekiranya penting dilakukan sebuah pendalaman sejauh mana efektifitas pengembangan komik moderasi beragama yang bersumber dari teks susatra Hindu dapat dipergunakan sebagai media pendidikan. Hasil wawancara dengan Dharmika salah satu pengguna mengungkapkan. Komik moderasi beragama ini dirasa efektif sebagai media pendidikan moderasi karna cerita menarik bahasanya juga luwes tidak kaku karakternya juga menarik sehigga lebih bis akita menikmati dalam membacanya pewarnaan juga mendukung isi komik komik, aksi yang dilakukan tikoh dalam komik juga tidak kaku mencerminkan kehidupan sehari-hari (Wawancara, 24 Agustus 2. Evektifitas Media Komik sebagai media pendidikan moderasi beragama ditemukan materi yang efektif dan menarik, dengan sajian komik materi yang disampaikan dapat lebih ringkas dan menukik sedangkan kehadiran gambar serta pewarnaan menjadikan media komik lebih menarik sebagai media pendidikan. Tampilan media yang yang jelas dan mendukung materi, dengan media komik materi yang disajikan dapat lebih luwes dan tidak kaku demikian juga dengan alur cerita yang disajikan memberikan gambaran pada pembaca untuk lebih mudah memahami aktualisasi dari materi. Efektifitas dalam mengembangkan daya imajinatif kehadairan media komik mampu menumbuhkan ide krativitas bagi pembaca. Media komik efektif dalam meberikan gambaran bagaimna materi moderasi dalam teks susastra hindu dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai sebuah media pendidikan yang berbentuk media visual. Sukiman . fungsi media khususnya media visual setidaknya memiliki empat fungsi yaitu fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris. Fungsi atensi media fisual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian pennguna untuk dapat berkonsentrasi kepada isi materi. Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan pengguna ketika menggunakan media hal ini disebabkan karena dalam materi disamping memuat teks juga terdapat unsur Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap pengguna, misalnya informasi yang menyanngkut masalah social atau ras. Fungsi kognitif media visual dimana lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Fungsi kompensatoris media pembelajaran, bahwa media visual yang meberikan konteks memahami teks membantu pembaca dari berbagai lapisan masyarakat sehingga mampu mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Kesimpulan Moderasi beragama dalam teks susastra Hindu sangan penting dijadikan sebagai pondasi dalam kehidupan beragama di kota denpasar. Masifnya pendatang dari luar kabupaten dan luar pulau Bali menyebabkan Denpasar rawan terjadi konflik beragama. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Munculnya beberpa konflik beragama dalam rentang tahun belakangan ini mengindikasikan bahwa pendidikan moderasi harus ditingkatkan. Muaranya adalah dengan mengembangkan media pendidikan yang berbasis pada masyarakat berupa komik digital berbasis teks susatra Hindu. Nilai moderasi dalam teks susatra Hindu diantaranya komitmen kebangsaan dalam Hindu diajarkan untuk dapat mendahulukan kepentingan bersama dan mencari solusi dalam setiap permasalahan yang muncul. Toleransi dalam ajaran Hindu dengan menjalin pertemanan kepada semua pemeluk agama apapun yang dilandasi oleh ajaran catur Anti kekerasan dalam ajaran Hindu dengan jalan Ahimsa tidak menyakiti siapapun kendatipun hal tersebut dalam pikiran. Akomodatif dalam Hindu dengan menerima setiap kebudayaan yang dapat mengarahkan kearah persatuan setiap pemeluk agama. Bentuk Pengembangan Media Komik Sebagai media pendidikan moderasi beragama berdasarkan teks susastra Hindu berdasarkan metode 4d Tahap pengembangan yaitu validasi ahli materi dengan nilai rata-rata 63 dengan presentase 96,94% katagori sangat layak. Validasi ahli materi dengan rata-rata nilai 55 dengan presentase 84, 61% dengan kriteria sangat layak, dan validasi pengguna dengan nilai 42. 4 dengan presentase 84,8% dengan kriteria sangat layak. Evektifitas Media Komik sebagai media pendidikan moderasi beragama ditemukan materi yang efektif dan menarik. Tampilan media yang yang jelas dan mendukung materi,. Efektifitas dalam mengembangkan daya imajinatif. Media komik efektif dalam meberikan gambaran bagaimna materi moderasi dalam teks susastra hindu dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Daftar Pustaka