Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Sosialisasi Peran Pemuda Dalam Membangun Desa di Desa Rendu Tutuhbhda Kabupaten Nagekeo Agnesa Marcela Lahi1*. Ivon Yohanes Klau Seran2. Veronika Boleng Kelen3. Hendrikus Liku Sina Kaha4. Yosep Dionisius Lamawuran5 1,2,3,4,5 Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas IlmuSosial dan IlmuPolitik Universitas Katolik Widya Mandira. Kupang *elalahi544@gmail. Abstrak Pemuda merupakan aset penting dalam pembangunan suatu bangsa termasuk dalam lingkup desa. Keberadaan pemuda ditingkat desa memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Desa Tutubhada, yang sedang dalam tahap pengembangan dan peningkatan potensi lokal, mempunyai populasi pemuda yang cukup banyak dan tersebar di seluruh dusun. Adapun potensi lain yang ada di desa ini yakni potensi parawisata di kampung Adat. Masalah yang dihadapi mencakup rendahnya partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial, belum adanya program yang belum terencana dan berkelanjutan, serta lemahnya kapasitas Orang Muda Katolik dalam merancang dan melaksanakan program. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat peran pemuda dalam pproses pembangunan desa, serta mendorong munculnya program-program pemberdayaan yang berbasis pada potensi lokal serta kebutuhan masyarakat. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan, wawancara, dan diskusi bersama. Hasil dari kegiatan ini menujukan adanya respon yang positif dari pemuda dan aparat desa, dibuktikan dengan keterlibatan mereka dalam merancang kegiatan. Kata kunci: pembangunan desa, peran pemuda, sosialisasi Dikirim: 5 Agustus 2025 Direvisi: 9 September 2025 Diterima: 12 Oktober 2025 PENDAHULUAN Pemuda merupakan aset penting dalam pembangunan suatu bangsa termasuk dalam lingkup desa. Keberadaan pemuda ditingkat desa memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial, ekonomi, dan budaya (Nadila, 2. Dalam konteks ini Orang Muda Katolik sebagai organisasi sosial kepemudaan yang tumbuh dan dan berkembang atas dasar kesadaraan dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat khususnya generasi muda memiliki potensi yang sangat penting sebagai penggerak dalam pemberdayaan pemuda di dalamtingkatdesa(Amalia et , 2. Desa Tutubhada, yang sedang dalam tahap pengembangan dan peningkatan potensi lokal, mempunyai populasi pemuda yang cukup banyak dan tersebar di seluruh dusun. Adapun potensi lain yang ada di desa ini yakni potensi pariwisata di Kampung Adat. Kampung Adat Tutubhada menyimpan peluang wisata kebudayaan berupa struktur megalitikum yang masih terjaga keasliannya. Semua bangunan yang terdapat dalam komunitas Tutubhada memiliki ciri khas yang menarik karena bentuknya konsisten dengan desain rumah tradisional yang dikenal sebagai Ji Vao. Penduduk di Kampung Adat Tutubhada merujuk pada rumah adat tersebut sebagai Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Sosialisasi Peran Pemuda Dalam Membangun DesaA | 160 SaAoo. Disebut sebagai rumah adat karena bahan yang digunakan untuk membangun rumah adat tersebut masih berupa alang-alang atau yang disebut ki untuk atap dan juga kayu-kayu tertentu untuk tiang, serta watu/ture . (Dala et al. , 2. Meskipun demikian, potensi yang besar ini tidak diimbangi dengan keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan pembangunan desa. Berbagai tantangan yang dihadapi mencakup rendahnya partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial, belum adanya program yang terencana dan berkelanjutan, serta lemahnya kapasitas Orang Muda Katolik dalam merancang dan melaksanakan program yang dapat memenuhi kebutuhan nyata pemuda dan masyarakat. Situasi ini menunjukkan pentingnya pendampingan yang terencana dan melibatkan partisipasi untuk Orang Muda Katolik di Desa Tutubhada. Menurut Abdillah, . organisasi-organisasi pemuda yang ada di Indonesia memiliki tujuan untuk menampung dan mempersatukan potensi pemuda serta mengarahkan mereka ke aktivitas yang produktif. OMK adalah salah satu organisasi pemuda yang berfungsi sebagai wadah untuk mendorong jiwa sosial di kalangan generasi muda. Kegiatan yang dijalankan mencakup berbagai bidang seperti ekonomi, olahraga, keterampilan, keagamaan, dan seni sesuai dengan Di era reformasi dan pembangunan bangsa saat ini, adalah hal yang disayangkan jika pemuda tidak terlibat aktif dalam partisipasi dan pembangunan, seperti yang dikemukakan oleh (Sawitri, 2. Dari permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan pelatihan pada pemuda desa melalui kegiatan sosialisasi. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat peran pemuda dalam proses pembangunan desa, serta mendorong munculnya program-program pemberdayaan yang berbasis pada potensi lokal serta kebutuhan masyarakat(Suci & Fathoni, 2. Pendekatan yang diterapkan dalam pendampingan ini menekankan keterlibatan aktif oleh pemuda dalam semua tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, pelatihan kepemimpinan, hingga evaluasi dan tindak lanjut (Qodir et al. , 2. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi, pelatihan, wawancara, dan diskusi bersama. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada bulan Mei di Balai Desa Tutubhada, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Pemuda dan Olahraga serta tokoh pemuda lokal bersama ketua Orang Muda Katolik. Data dikumpulkan melalui empat cara utama, yaitu: 1 TahapPersiapan Pada tahap ini yang dilakukan adalah mengumpulkan anak muda. Melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas pemuda sebelum, selama, dan setelah kegiatan sosialisasi. Hal-hal yang diamati antara lain: kehadiran dan keterlibatan pemuda dalam kegiatan desa. respon pemuda terhadap materi yang disampaikan yang sangat bagus. serta inisiatif kegiatan yang muncul pasca Selanjutnya dilakukan wawancara kepada pemuda desa yang hadir dalam kegiatan, tokoh masyarakat yang memahami dinamika sosial pemuda, dan 161 | Nama akhir Penulis-1. Penulis-2 & Penulis-3 perangkat desa (Kepala Desa. Sekretaris Desa, atau Kaur Pemerinta. untuk mengetahui kebijakan dan strategi keterlibatan pemuda. Gambar 1. Pemaparan program kepada Aparat Desa Tahap Pelaksanan Kegiatan ini dilakukan melalui seminar dan diskusi kelompok mengenai pembangunan desa berbasispartisipasi pemuda. Gambar 2. Seminar dan Diskusi kelompok Bersama Pemuda Desa 3 Tahap Pendampingan Gambar 3 . Proses pendampingan terhadap Anak Muda Katolik HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang bertemakan peran pemuda dalam membangun desa berlokasi di Desa Tutubhada Kabupaten Nagekeo. Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahap, tahap yang pertama yaitu tahap persiapan,kedua tahap pelaksanaan dan terakhir tahap pendampingan. Proses Sosialisasi Peran Pemuda Dalam Membangun DesaA | 162 awal untuk sosialisasi mengenai kontribusi pemuda dalam membangun Desa yang dijadwalkan pada bulan Mei 2025 dimulai dengan koordinasi yang mendalam dengan aparat desa, pemuda yang terhimpun dalam komunitas Orang Muda Katolik (OMK). Dalam fase persiapan ini dilakukan pengindentifikasian kebutuhan serta tantangan yang dihadapi pemuda desa dalam berkontribusi pada Pembangunan Penentuan waktu dan lokasi kegiatan berlandaskan pada musyawarah antara pemerintah desa dan OMK, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Fase ini benar-benar krusial untuk menjamin tercapainya tujuan kegiatan, yaitu menumbuhkan kesadaran pemuda akan peran strategis mereka dalam memajukan desa melalui berbagai sector seperti ekonomi, pendidikan, lingkungan dan budaya lokal. Hasil dari persiapan ini menujukan adanya respon yang positif dari pemuda dan aparat desa, dibuktikan dengan keterlibatan mereka dalam merancang kegiatan. Data awal menujukkan bahwa mayoritas pemuda memiliki antusiasme yang tinggi untuk berkontribusi, tetapi belum meliliki pemahaman yang mendalam peran serta peluang dalam system pemerintahan desa. Oleh sebab itu, tahap persiapan ini berhasil memfokuskan sosialisasi untuk memenuhi kebutuhan yang muncul. Pelaksanaan kegiatan pengabdian di Desa Tutubhada dimulai setelah persiapan dan rampung dilaksanakan. Aktivitas ini berlangsung secara baik di desa dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, terutama pemuda yang tergabung dalam organisasi OMK serta aparat desa. Sosialisasi di adakan dalam bentuk pertemuan yang dihadiri oleh ketua OMK, perangkat desa, tokoh masyarakat dan para pemuda Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pemuda mengenai peran penting mereka dalam membangun desa, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun pemerintah. Dalam pelaksanaan sosialisasi, aparat desa memberikan dukungan penuh dengan meyediakan tempat dan waktu untuk melaksanakan kegiatan ini, serta berpera n sebagai narasumber untuk menjelasakan arah dan strategi pembangunan desa, program yang sedang dilaksanakan, dan bagaimana pemuda bias berperan aktif dalam proses tersebut. Materi sosialisasi mencakup pentingnya kolaborasi antara generasi, pengembangan kepemimpinan muda di tingkat lokal, dan contoh nyata kontribusi pemuda dalam pembangunan desa. Proses pendampingan yang dilakukan untuk sosialisasi peran pemuda di Desa Tutubhada pada Mei 2025 merupakan kelanjutan dari fase sebelumnya yang menekan pada peningkatan kesadaran dan pemahaman dikalangan pemuda mengenai pentingnya partisipasi aktif mereka dalam membangun desa. Fokus Utama dari pendampingan ini adalah Orang Muda Katolik (OMK), yang dianggap sebagai kelompok vital dengan dengan potensi signifikat dalam mendorong perubahan social serta budaya di tingkat lokal. Dari potensi ini pemuda OMK akan mendapatkan dukungan motivasional tidak hanya dalam bentuk penyusunan rencana kegiatan pembangunan, tetapi juga dari segi mental dan spiritual melalui pendekatan kontekstual seperti diskusi dengan pemuka agama. Tujuan inti dari tahap pendampingan ini adalah untuk menumbuhkan kemandirian pemuda dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program-program pembangunan yang ada di desa. Pendampingan ini juga dirancang untuk membangunjaringan kerja antara Orang Muda Katolik dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan organisasian agar inisiatif yang dimulai dapat berlanjut. 163 | Nama akhir Penulis-1. Penulis-2 & Penulis-3 Indikator keberhasilan pendampingan terlihat dari ketika pemuda mampu merancang dan menjalankan program secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan eksternal menunjukkan peningkatan kapasitas dan kemandirian. Kedua, keikutsertaan aktif mereka dalam pengambilan keputusan desa memperlihatkan inklusi dan suara pemuda dihargai dalam tahap perencanaan serta evaluasi. Meski demikian, pendampingan pemuda di desa menghadapi sejumlah kendala penting. Salah satunya adalah terbatasnya akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan teknologi misalnya internet yang buruk dan kurangnya perangkat modern yang memperlemah kemampuan pengembangan ide dan keterampilan praktis Gambar 4. Dokumetasi hasil kegiatan SIMPULAN Pengabdian masyarakat ini berhasil mensosialisasikan peran pemuda desa dalam pembangunan Desa Tutubhada dan memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran serta keterlibatan pemuda. Pemuda mulai mengambil inisiatif, membentuk kelompok aksi, serta menjalin kerjasama dengan pemerintah Hal ini menunjukkan bahwa pemuda merupakan elemen strategis dalam menunjang pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan. Diharapkan pemerintah desa dan masyarakat dapat terus mendukung dan memfasilitasi partisipasi pemuda dalam pembangunan desa. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan restunyalah penulis dapat menyelesaikan tulisan ini dari mulai persiapan sampai dengan selesai. penulis juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak pejabat Desa Tutubhada yaitu Bapak Oswaldus Kili beserta bapak/ibuaparat Desa yang telah bersedia menerima dan juga membimbing saya selama melakukan kegiatan di Desa Tutubhada serta masukan-masukan yang telah diberikan kepada saya agar menjadi lebih baik lagi kedepannya. Terima kasih juga kepada kakak dan adik-adik yang di Desa Tutubhada. Ucapan terimakasih juga dari penulis untuk Ibu Dosen dan juga ucapan terimakasih kepada dosen pembimbing, ibu Veronika Boleng Kelen untuk membuat artikel, saya mengucapkan terimakasih untuk bimbingan, masukan, pengajaran,serta masukan masukan lainnya selama melakukan persiapan sampai kepada selesainya kegiatan. Penulis juga berterima Sosialisasi Peran Pemuda Dalam Membangun DesaA | 164 kasih kepada teman-teman kelompok yang sudah bersedia membantu mulai dari pendekatan dan juga sampai menjalankan program selama kegiatan berlangsung. DAFTAR PUSTAKA