Tahun . Vol. Nomor . Bulan (Novembe. Halaman . https://doi. org/10. 53544/sapa/v9i2. Pendampingan Pastoral Gereja dalam Meningkatkan Spiritualitas Kaum Bapak Menggunakan Pendekatan AIDAS oleh Richard R. Still dan Edward W. Cundiff Alan Kusuma Banjarnahor1* Sekolah Tinggi Teologi HKBP. Pematangsiantar. Indonesia Abstrak Penulis koresponden Nama : Alan Kusuma Banjarnahor Surel : Alanmarbun890@gmail. ManuscriptAos History Submit : Agustus 2024 Revisi : September 2024 Diterima : Oktober 2024 Terbit : November 2024 Kata-kata kunci: Kata kunci 1 Gereja Kata kunci 2 Kaum bapak Kata kunci 3 Pendampingan pastoral Kata kunci 4 Spiritualitas Copyright A 2024 STP- IPI Malang Dewasa ini, aspek pastoral turut mendominasi dalam setiap kegiatan gereja yang holistik. Salah satu tugas dan tanggung jawab gereja ialah melakukan pendampingan pastoral kepada seluruh lapisan jemaatnya, termasuk kaum Bapak guna meningkatkan pertumbuhan spiritualitasnya. Gereja sebagai mitra Allah dipercaya untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan spiritual kaum Bapak . Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah hakikat gereja di masa kini sudah menjadi gereja yang sempurna dalam pemenuhan kebutuhan spiritual bagi kaum Bapak. Penelitian ini dikembangkan dengan metode kualitatif yang menggunakan pendekatan pastoral oleh teori Still dan Cundiff. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya partisipasi kaum Bapak dalam mengikuti persekutuan gereja, artinya gereja masih bergumul dalam pemenuhan kebutuhan spiritual kaum Bapak. Ini dapat disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal menyangkut iman, motivasi dan minat serta faktor eksternal menyangkut rutinitas kegiatan program Untuk itu, pentingnya pendampingan pastoral gereja dengan pendekatan AIDAS ini diselaraskan dengan gereja yang terus berbenah menjadi jawaban akan kebutuhan mengajak kembali kaum Bapak turut aktif beribadah di gereja dan pertumbuhan spiritualnya. Abstract Corresponding Author Name : Alan Kusuma Banjarnahor E-mail : Alanmarbun890@gmail. ManuscriptAos History Submit : August 2024 Revision : September 2024 Accepted : October 2024 Published : November 2024 Keywords: Keyword 1 Church Keyword 2 Fathers Keyword 3 Pastoral care Keyword 4 Spirituality Copyright A 2024 STP- IPI Malang Nowadays, the pastoral aspect also dominates every holistic church One of the duties and responsibilities of the church is to provide pastoral assistance to all levels of its congregation, including fathers, in order to increase their spiritual growth. The church as God's partner is trusted to care for and fulfill the spiritual needs of the fathers . This article aims to find out whether the essence of the church today has become a church that is perfect for fulfilling the spiritual needs of men's people or is it the opposite. This research was developed using a qualitative method using a pastoral approach based on Still and Cundiff's theory. Research informants were determined using purposive sampling technique. Data collection was carried out through observation and semi-structured interviews. The results of the research show that the low participation of fathers in attending church fellowship, both Sunday worship and neighborhood worship, shows that the church is still struggling to meet the spiritual needs of fathers. This can be caused by two main factors, namely internal factors regarding faith, motivation and interest and external factors regarding routine church program For this reason, the importance of church pastoral assistance using the AIDAS approach is aligned with the church continuing to improve in response to the need to invite fathers back to actively participate in church worship and its spiritual growth. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Alan Kusuma Banjarnaho. Pendampingan Pastoral Gereja Pendahuluan Pendampingan pastoral secara sederhana dapat dipahami sebagai penggembalaan. Kata pendampingan selalu dihubungkan dengan AucareAy yang berarti peduli merujuk pada tindakan mengasuh, melindungi, memelihara sesuatu agar tetap dalam kondisi yang baik. Sedangkan kata pastoral dihubungkan dengan AupastorAy (Latin: Poime. yang berarti gembala merujuk pada tindakan sifat dan karakter seseorang yang mempunyai sifat gembala untuk menggembalakan kawanan dombanya. Nomenklatur konteks gereja. Loren Townsend mengutip pandangan Clebsch dan Jaekle dalam bukunya Introduction to Pastoral Counseling, yang mengatakan Aupendampingan pastoral gereja menggambarkan suatu konstelasi khusus yakni tindakan menolong yang dilakukan oleh Pendeta, diarahkan pada penyembuhan, pemeliharaan, bimbingan dan rekonsiliasi terhadap jemaatnya yang masalahnya muncul dalam konteks makna dan perhatian utamaAy (Townsend, 2. Pendampingan pastoral terintegrasi mengarah kepada bimbingan rohani. Ini menjadi fokus utama dalam pendampingan pastoral yang berkontribusi untuk meningkatkan spiritualitas terhadap jemaat gereja. Spiritualitas dianggap penting untuk memelihara hubungan dengan Allah serta membantu dalam menemukan makna dan tujuan hidup (Maynard & Snodgrass. Oleh sebab itu, gereja tidak boleh abai dan usai untuk melakukan pendampingan pastora l terhadap semua kalangan warga jemaatnya, termasuk kaum Bapak. Kaum Bapak merupakan elemen tertinggi dalam sebuah keluarga. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Timotius menyebutkan kaum Bapak sebagai pemimpin keluarga memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengatur keluarganya dengan baik serta mendidik anak-anaknya untuk hormat dan taat kepadanya . Tim. 3:4-. Di sisi lain. Yesus juga membentuk kelompok kaum Bapak dengan maksud agar mereka mampu menghidupkan nilai, pengajaran, perbuatan dan karya-karya pembebasan Yesus sebagai kesaksian iman mereka di tengah keluarganya (Tanaem, 2. Dalam hal ini, kaum Bapak sebagai pemimpin . memiliki peranan besar dalam menentukan kesejahteraan Menurut James Dobson yang adalah seorang penulis Kristen dari Amerika sekaligus pendiri Focus on the Family . dalam bukunya yang diterjemahkan Mendidik Putra Anda mengatakan ada empat peranan yang dimainkan Bapak dalam keluarga, yakni: Pertama, melayani sebagai pencari nafkah bagi keluarga. Kedua, melayani sebagai seorang pemimpin keluarga. Ketiga, melayani sebagai pelindung. Keempat, memberi bimbingan rohani bagi keluarga. Fokus pada peranan yang keempat, dimana seorang Bapak harus mampu memberikan bimbingan rohani bagi keluarganya. Dobson juga mengatakan bahwa Bapak sebagai pemimpin keluarga harus terlebih dahulu belajar bagaimana konsistensi dan komitmen iman dalam dirinya, yang kemudian baru bisa memimpin melalui teladannya (Dobson, 2. Keteladanan iman kaum Bapak senantiasa akan diikuti dan dipelihara bagi setiap anggota keluarga. Dari sana nantinya akan tercipta suasana kehidupan keluarga yang harmonis serta berkenan bagi Allah. Lebih jauh. Nety menyebutkan salah satu tonggak kesuksesan dalam keharmonisan keluarga ialah menempatkan Kristus sebagai fondasi rumah Kaum Bapak diharapkan harus mampu mengembangkan hubungan erat keluarga dengan Allah, saling mengasihi seperti Kristus mengasihi umat-Nya dan mengaktualisasikan https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Alan Kusuma Banjarnaho. Pendampingan Pastoral Gereja moral dan nilai Kekristenan. Dengan itu, nantinya akan mendorong kepastian untuk pertumbuhan iman dan spiritualitas anggota keluarga yang harmonis (Utan et al. , 2. Berkaca pada realitas masa kini, kaum Bapak sebagai pemimpin keluarga Kristen justru seringkali kehilangan identitas akan imannya . dentity crisis of fait. Figur Bapak acapkali diperlihatkan bukan lagi sebagai panutan maupun teladan yang dinomor-satukan dalam keluarga, melainkan sudah menjadi boomerang khususnya dalam degradasi moral maupun Kenyataan degradasi moral maupun spiritualitas yang terjadi pada kaum Bapak menunjukkan kualitas iman mereka semakin menurun. Pada akhirnya mengakibatkan kaum Bapak kurang bisa menjadi garam dan terang dunia khususnya bagi keluarganya. Hal ini ditandai dengan cerminan menurunnya partisipasi kaum Bapak dalam mengikuti kegiatan dan ibadah minggu di gereja. Realitas kehadiran kaum Bapak di dalam gereja setiap minggunya rata-rata hanya sekitar 48%. 35% diantaranya mengakui kehadirannya dalam gereja hanya 1 x 1 bulan, sedangkan 17% hanya hadir 1 x 1 tahun khususnya dalam suasana tahun baru maupun natal (Siagian et al. , 2. Kecenderungan kaum Bapak bila diperhadapkan dengan ibadah minggu di gereja, mereka lebih memilih untuk menyibukkan dirinya sendiri daripada ikut ibadah bersama keluarganya. Eksistensi gereja menyikapi ini sudah seharusnya khawatir akan hal ini. Gereja diharapkan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan melakukan pembinaan warga gereja (PWG) melalui pendampingan pastoral terhadap kaum Bapak. Tugas ini pada dasarnya hendak menjelaskan bagaimana gereja melakukan pendampingan pastoral untuk menolong kaum Bapak dalam memulihkan krisis identitasnya menuju pertumbuhan dan kedewasaan imannya . piritual growt. Untuk itu, dibutuhkan rancangan program pendampingan pastoral yang teratur dan terencana dalam mendorong keberhasilan gereja untuk meningkatkan spiritualitas terhadap kaum Bapak. Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protesta. memahami pelaksanaan pendampingan pastoral yang diatur dalam dokumen hukum gereja dan dikenal sebagai Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon (RPP HKBP). RPP HKBP didefinisikan sebagai kumpulan sejumlah perangkat aturan yang harus dilaksanakan untuk menggembalakan (Parmahanio. dan menegur (Paminsango. jemaat yang menyimpang dari firman Tuhan guna membimbing dan membangun kehidupannya (Dwi Natalia L. Gaol et al. , 2. Melalui hukum gereja ini. HKBP mengharapkan para majelis gereja (Penatua atau Pendeta sebagai konselo. mampu memahami dan melaksanakan pendampingan pastoral atau tatanan penggembalaan dan siasat gereja dengan benar, secara khusus dalam membimbing dan meningkatkan spiritualitas kaum Bapak. Sebelumnya, hukum gereja ini dikenal dengan sebutan AuRuhut PaminsangonAy HKBP sejak tahun 1987 dan kini sudah mengalami beberapa kali revisi. Seturut dengan itu, kegiatan pendampingan pastoral selain membimbing dan menegur. Wayne E. Oates dalam bukunya Pastoral Counseling juga menyebutkan bahwa kegiatan Aumembujuk - persuasiveAy juga termasuk dalam salah satu tindakan pendampingan pastoral (Oates, 1. Kegiatan membujuk menjadi kerangka acuan rasional dan reflektif dalam https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Alan Kusuma Banjarnaho. Pendampingan Pastoral Gereja pendampingan pastoral, sebab membujuk bukan hanya kegiatan untuk mempengaruhi pikiran dalam melakukan sebuah tindakan, melainkan juga kemampuan untuk ikut merenungkan atau mengalami suasana hati seseorang guna mengajak mereka untuk mengatakan kebenaran (Adams, 2. Richard R. Still dan Edward W. Cundiff yang merupakan lulusan Pascasarjana Administrasi Bisnis dari Amerika mengemukakan sebuah teori yang kemudian sangat poluler dalam melakukan pendekatan . dari seorang penjual kepada kliennya. Still dan Cundiff menamakan teorinya yakni Ausales managementAy dengan metode AIDAS (Attention. Interest. Desire. Action. Satisfactio. yang harus dilalui secara utuh dan berurutan (Still & Cundiff, n. , 1. Teori ini ingin menjelaskan bahwa setiap orang yang beraktivitas dalam melakukan sebuah kegiatan yang ada unsur AumembujukAy seseorang untuk melakukan sebuah tindakan tertentu adalah termasuk bagian dari Ausales peopleAy (Gunawan. Penulis merasa bahwa teori yang dikemukakan Still dan Cundiff ini adakalanya dapat dipandang sebagai sebuah metode baru dalam melakukan kegiatan pendampingan pastoral terhadap kaum Bapak. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk mengelaborasi . teori AIDAS oleh Still dan Cundiff ini serta mengkolaborasikannya . dalam sebuah metode pendampingan pastoral terhadap kaum Bapak di gereja. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penulis memilih metode penelitian kualitatif karena penelitian ini mengandalkan pada analisis dan pemahaman mengenai perilaku dan proses sosial masyarakat yang real, spesifik dan teratur sebagai tujuan Penulis juga merasa bahwa penelitian kualitatif ini sebagai penelitian alternatif yang didasarkan pada anggapan bahwa realita sosial bercorak banyak . ulty-face. , kompleks, holistik, dinamis serta memiliki hubungan interaktif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Gereja HKBP PT. Adei yang terdiri dari beberapa informan penelitian yang dikenal sebagai narasumber. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi dan wawancara. Data yang telah diperoleh diinterpretasi dan disusun secara sistematis guna menjawab dan menjelaskan masalah yang diteliti. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang diperoleh penulis dari lapangan, minimnya partisipasi kaum Bapak dalam mengikuti persekutuan di gereja terdapat dalam ibadah minggu umum dan ibadah lingkungan (Batak: Partangianga. yang biasanya dilakukan 1-2 kali tiap minggunya. Antusiasme kaum Bapak dalam mengikuti persekutuan gereja cukup kecil, terlihat dari jumlah mereka yang sedikit dibandingkan dengan kaum Ibu. Antusiasme partisipasi kaum Bapak yang cenderung tinggi terlihat hanya pada saat hari besar gerejawi seperti Natal. Paskah maupun Tahun Baru. Untuk itu berdasarkan fakta di lapangan, penulis akan membahas dibawah ini mengenai faktor atau masalah seputaran lunturnya https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Alan Kusuma Banjarnaho. Pendampingan Pastoral Gereja spiritualitas kaum Bapak dan upaya mengatasinya dalam pendampingan pastoral dengan melakukan metode AIDAS (Attention. Interest. Desire. Action. Satisfactio. Faktor-Faktor Lunturnya Spiritualitas Kaum Bapak Berimbas pada Gereja dan Keluarga Iman menurut Martin Luther secara sederhana didefinisikan sebagai hubungan pribadi manusia dengan Allah. Iman menjadikan manusia benar di mata Allah, bukan karena perbuatan manusia melainkan belas kasihan-Nya . ola grati. Untuk itu, respon yang tepat sebagai orang Kristen yang beriman ialah setia dan percaya kepada Allah (Kolb, 2. Salah satu ciri orang yang hidup dalam setia dan percaya kepada Allah ialah berperan aktif dalam kehidupan bergereja, seperti ibadah minggu. Berdasarkan wawancara terhadap narasumber. MS yang merupakan seorang kepala rumah-tangga lebih memilih untuk mengisi kegiatan di hari minggu dengan berkumpul di lapo tuak daripada mengikuti ibadah minggu bersama MS menyebutkan bahwa gereja sudah tidak menarik perhatiannya lagi. Kehidupan bergereja dianggap sebagai seremoni agama semata yang tidak membawa pengaruh terhadap pertumbuhan imannya. Bagi MS, tidak ada tolak ukur seseorang yang dapat dikatakan beriman, kehidupan manusia akan begitu-begitu saja tanpa ada perubahan yang signifikan karena iman. Menyikapi ini, pendampingan pastoral diharapkan mampu memberikan manifestasi iman sebagai pegangan hidup orang Kristen terhadap kaum Bapak di gereja. Setelah iman, minat dan motivasi merupakan dua hakikat yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Minat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah kesadaran hati yang tinggi terhadap sesuatu, sedangkan motivasi berarti dorongan yang timbul cenderung dari dalam diri sendiri untuk melakukan sebuah tindakan. Minat dapat mempengaruhi motivasi. Semakin tinggi minat seseorang terhadap sesuatu, maka semakin tinggi motivasinya (Hamalik: 2. Secara psikologi, minat memang harus lahir dari kesadaran dalam diri seseorang, untuk itu minat tidak bersifat rekayasa melainkan Dalam kehidupan bergereja khususnya bagi kaum Bapak, rasa rindu untuk mengalami perjumpaan dan membangun hubungan dengan Allah haruslah lahir dari kesadaran hati diri sendiri. Hal ini memberikan kekuatan spiritual dan motivasi semangat bagi kaum Bapak dalam menjalani kehidupan bergereja dan berkeluarga. Sebaliknya, jika kehidupan bergereja dan berkeluarga bukan lagi didasarkan pada minat maupun motivasi, justru akan mengakibatkan kemunduran kualitas spiritual terhadap kaum Bapak dan menimbulkan rasa AumalasAy untuk beribadah. Selain rasa malas . Edison menyebutkan ada banyak faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi kaum Bapak untuk beribadah seperti: masalah keluarga, ekonomi dan pekerjaan . (Tafonao & Waruwu, 2. Di lain sisi, berdasarkan wawancara penulis dengan PH, menyebutkan bahwa faktor dominan yang apatis untuk beribadah ialah kejenuhan. Bagi PH, yakni seorang kepala rumah-tangga yang berprofesi sebagai karyawan kebun lebih memilih untuk menyibukkan dirinya sendiri dengan hobi atau Aume timeAy daripada ikut ibadah minggu. Kelelahan dalam rutinitas pekerjaan senin sampai sabtu, menimbulkan efek kejenuhan dalam dirinya dan ia juga menganggap bahwa gereja sudah tidak lagi membawa pertumbuhan bagi https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Alan Kusuma Banjarnaho. Pendampingan Pastoral Gereja imannya, disebabkan liturgi maupun khotbah yang cenderung kaku dan monoton sehingga menyebabkan kejenuhan yang berdampak pada lunturnya minat maupun motivasinya ke Di samping itu, peran istri dan anak-anaknya juga tidak menumbuhkan minat dan motivasinya untuk datang beribadah ke gereja. Ia menganggap perjalanan kehidupan gereja dan keluarga hanyalah begitu- begitu saja. Untuk itu. PH lebih memilih mengisi aktivitas di hari minggu . sebagai hari yang tepat untuk waktu Aume timeAy baginya seperti pergi memancing atau ke ladang daripada ikut beribadah bersama keluarganya. Pada akhirnya peran Bapak dalam keluarga menjadi terabaikan sebagai figur yang diharapkan untuk mampu menjadi teladan dan pembimbing rohani. Kegiatan pendampingan pastoral gereja terhadap kaum Bapak diharapkan mampu membangkitkan antusias dan semangat dalam memberikan rasa damai dan hidup di gereja dan berdampak dalam keharmonisan keluarga. Gereja dalam pemahaman praktis yakni sebagai organisme dan organisasi. Secara organisme, gereja menunjuk pada persekutuan setiap pribadi yang terpanggil keluar untuk misi Injil Kerajaan Allah di dunia, sedangkan organisasi merujuk pada lembaga yang Gereja yang dimaksud sebagai organisme dan organisasi adalah gereja yang terus hidup, bertumbuh, dan berbuah yang diupayakan melalui proses pertumbuhan yang terarah dan diorganisasi oleh manusia dengan peran aktif dari Roh Kudus. Oleh karena itu, tanda gereja yang bertumbuh ialah gereja yang memerhatikan segala aspek kualitas, kuantitas, serta kompleksitas struktur organisasinya (Oloria Marbun, 2. Lebih jauh. Lie dalam bukunya AuMereformasi GerejaAy menyebutkan bahwa seiring perkembangan gereja, justru banyak gereja yang terjebak atau kehilangan fokusnya. Kecenderungan gereja masa kini lebih memerhatikan gereja sebagai organisasi daripada organismenya. Tanpa sadar, fokus gereja masa kini ialah kegiatan atau program gerejanya yang membutuhkan waktu, tenaga dan dana yang ekstra, sedangkan pertumbuhan iman warga jemaatnya kurang mendapat perhatian yang serius (Lie, 2. Padahal, pergumulan hidup dan pertumbuhan spiritualitas setiap warga jemaat haruslah menjadi fokus utama gereja. Kerentanan yang timbul akibat dari situasi seperti ini turut dialami dominan oleh kaum Bapak. Wawancara dengan narasumber HP mengatakan bahwa gereja sibuk dengan kegiatan maupun programnya yang berdasar pada pembangunan fisik, seperti: pesta pembangunan, pesta panen dan sebagainya yang kadang esensinya dipahami tidak untuk meningkatkan spiritualitas jemaat melainkan sebagai upaya dalam penggalangan dana, sehingga pergumulan gereja bukan lagi pertumbuhan iman jemaat melainkan uang. Pendampingan Pastoral Terhadap Kaum Bapak dengan Metode AIDAS (Attention. Interest. Desire. Action. Satisfactio. Adapun metode AIDAS adalah attention (Perhatia. : Pada tahap ini. Pendeta berusaha menempatkan kaum Bapak dalam kondisi pikiran yang reseptif sehingga inti presentasi dapat Seorang Pendeta haruslah berusaha menempatkan kaum Bapak sebagai perhatian utama untuk mengajak diskusi dengan pikiran yang terbuka dan mau menerima guna keberhasilan pendampingan pastoral. Kegiatan itu dapat dilakukan dengan melakukan kunjungan pastoral. Kunjungan pastoral Pendeta terhadap kaum Bapak menunjukkan perhatian untuk mendengarkan pengalaman mereka, memberikan tempat untuk berbagi https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Alan Kusuma Banjarnaho. Pendampingan Pastoral Gereja beban bersama serta membantu mencari solusi dari pergumulan yang mereka hadapi. Berdiskusi atau wawancara menjadi sangat penting mencari penyebab atau alasan lunturnya identitas akan iman . dentity crisis of fait. kaum Bapak. Untuk itu Pendeta harus tampil dengan meyakinkan, dibutuhkan kewaspadaan mental yang cukup tinggi dan menjadi pembicara dan pendengar yang terampil. Kegiatan tahap ini bertujuan untuk membangun dan menciptakan hubungan yang baik, memberikan dorongan spiritual dan mengingatkan kaum Bapak memahami eksistensi Allah sebagai sumber kehidupan Ausource of lifeAy. Seorang Pendeta harus menyiapkan persediaan topik pembicaraan yang cukup dan harus berusaha untuk membuat kesan pertama Aufirst impressionAy yang baik. Kesan pertama yang baik seperti: pakaian yang pantas, kerapian, keramahan dan senyum yang tulus. Dalam tahap ini. Pendeta sebagai konselor diharuskan berhati-hati dalam menjaga topik pembicaraan yang terarah, agar pembicaraan tidak menjadi lari atau menyimpang. Perhatian seperti ini . unjungan pastora. menunjukkan figur keteladanan seorang Pendeta memotivasi kaum Bapak untuk beribadah ke gereja (Marbun et al. , 2. Interest (Mina. : Tahap kedua Pendeta ialah mengintensifkan perhatian kepada kaum Bapak sehingga berkembang menjadi minat yang kuat. Antusiasme dan perhatian lebih menjadi kunci utama Pendeta dalam menginspirasi kaum Bapak beribadah ke gereja. Salah satu tujuan utama Pendeta ialah mencari apa yang sesungguhnya daya tarik dalam gereja. Gereja sudah seharusnya memikirkan dan memiliki daya tarik untuk memotivasi dan menumbuhkan minat semangat kaum Bapak beribadah ke gereja. Ika dan kawan-kawan menyebutkan setidaknya ada 3 aspek yang perlu diperhatikan dan dikembangkan gereja dalam menciptakan daya tarik gereja bagi kaum Bapak. Pertama, gereja harus mampu menciptakan suasana peribadahan . eelings in worshi. dengan tenang, damai, lembut dan hidup guna mewujudkan peribadahan yang hikmat dan kudus dalam mengikuti setiap alur liturgi saat ibadah. Kedua, gereja melalui Pendeta harus mampu memberikan khotbah yang Khotbah menjadi klimaks dalam ibadah yang menggambarkan Allah sedang berfirman (Theos en ho logo. Khotbah dapat digunakan menjadi salah satu cara untuk menyapa, memelihara dan menumbuhkan iman dari setiap pendengar khususnya kaum Bapak. Untuk itu, khotbah haruslah dipersiapkan dengan matang serta dapat direlevansikan dengan konteks situasi di masa kini. Esensi khotbah bersifat konstruktif AumembangunAy, bukan destruktif Aumerusak - agitatifAy. Ketiga, gereja diharapkan untuk mampu memfasilitasi dan memberikan pelayanan musik atau nyanyian yang baik dan inovatif (Panggabean et al. , 2. Musik menjadi nafas jemaat dalam mengekspresikan iman dan perasaan ke dalam bentuk nyanyian. Fungsi musik dan nyanyian dalam gereja ialah untuk memuji Allah, menarik hati mengucap syukur serta menyadari akan keberadaan Tuhan yang maha agung. Musik dan nyanyian juga memiliki hubungan dengan pengembangan kehidupan spiritual jemaat (Tambunan. Untuk itu, ketiga aspek ini menjadi unsur penting yang harus ada dan diperhatikan oleh Pendeta untuk membangkitkan minat beribadah yang berdampak pada pertumbuhan spiritualitas kaum Bapak. Desire (Gaira. : Tahap ketiga Pendeta ialah membangkitkan gairah kaum Bapak sehingga ia siap kembali untuk beribadah. Pendeta harus tetap mengendalikan situasi, dan https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Alan Kusuma Banjarnaho. Pendampingan Pastoral Gereja menjaga agar pembicaraan dalam rangka pendampingan pastoral ini tetap pada jalur utama menuju pertobatan. Perkembangan hambatan untuk bertobat yang dialami kaum Bapak . aktor malu, rasa bersalah, dan keragua. harus menjadi fokus seorang Pendeta untuk membantu mengatasinya. Pendeta harus mampu meyakinkan kaum Bapak bahwa pertobatan adalah bukan sebagai hal yang sulit dan menakutkan, melainkan melegakan dan Proses pertobatan menjadi aspek penting bagi kaum Bapak, sebab pertobatan bukan hanya tentang mengakui dan menyesali dosa, melainkan juga upaya perubahan hidup menjadi manusia baru dalam kebenaran dan kekudusan Allah (Ef. 4:22-. Untuk itu, pertobatan harus didasarkan oleh kesadaran diri untuk merubah hidup. Kesadaran diri lahir karena adanya sebuah proses refleksi dan introspeksi diri yang merujuk pada perbuatan maupun pikirannya yang salah. Oleh karena itu, tanpa kesadaran diri, kaum Bapak tidak akan mampu sampai pada pertobatan sejati. Dalam hal ini, peran seorang Pendeta menjadi aspek penting dalam kerberhasilan kaum Bapak untuk bertobat. Pendeta dalam pendampingan pastoral harus mampu mengembalikan dan membangkitkan gairah kaum Bapak menuju pertobatan. Pendeta membantu untuk menyadarkan dan merefleksikan akan perjalanan kehidupan kaum Bapak yang menyimpang dari jalan Tuhan. Salah satu strategi yang dapat digunakan oleh Pendeta menuju pertobatan bagi kaum Bapak ialah pembinaan dan pemuridan . evelopment and discipleshi. Ini bertujuan untuk menuntun kaum Bapak memiliki kedewasaan rohani. Dimensi pembinaan dan pemuridan tidak lekang pada perintah Tuhan dalam amanat agung-Nya Injil Matius 28:19-20. Pertama, menjadikan : tahap ini menunjukkan sebuah komponen relasi antara guru (Pendet. dan murid . aum Bapa. , dimana aktivitasnya menitikberatkan pada pengajaran guna pembinaan iman yang di inisiasi pada pengenalan dan penerimaan kembali Kristus dalam hidup kaum Bapak. Kedua, membaptiskan: tahap ini Pendeta terus berupaya meyakini kaum Bapak untuk percaya bahwa Kristus telah mati bagi dosa manusia, oleh karena itu pertobatan menjadi respon bagi kaum Bapak untuk mengimani Kristus. Ketiga, mengajarkan: tahap ini berkorelasi pada tugastugas pembinaan terhadap kaum Bapak dengan mengajarkan ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari dalam prinsip moral dan spiritual (Marbun, 2. Pada akhirnya pembinaan dan pemuridan membangkitkan gairah dan komitmen kaum Bapak untuk kembali bertobat dan bersaksi menjadi pengikut Kristus. Action (Aksi atau Tindaka. : Tahap keempat ini menjadi aspek penting bagi keberhasilan pendampingan pastoral Pendeta terhadap kaum Bapak. Pada tahap ini. Pendeta perlu merasakan waktu yang tepat untuk mendorong aksi kaum Bapak kembali bertobat dan mengikuti ibadah persekutuan di gereja. Hasil pembinaan dan pemuridan dalam esensi menuju pertobatan mengharapkan kaum Bapak mengalami pertumbuhan spiritualitas yang lebih baik. Pertumbuhan spiritualitas bukan hanya dalam pemahaman belaka . al kogniti. , melainkan menembus sampai ranah sikap dan aksi. Untuk menjamin keberhasilan pendampingan pastoral gereja dalam meningkatkan spiritualitas kaum Bapak, maka dibutuhkan refleksi yang terwujud dalam implikasi dari berbagai aksi. Ketika perhatian, minat dan gairah kaum Bapak secara terbuka untuk mau menuju pertobatan, maka Pendeta diharapkan untuk mampu mengapresiasi dan mendukung pada pertobatan kaum Bapak. Semestinya Pendeta haruslah memikirkan aksi terhadap kaum Bapak yang berorientasi pada https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Alan Kusuma Banjarnaho. Pendampingan Pastoral Gereja Dalam hal ini, peran gereja menjadi tidak hanya sekedar membahas rohani spiritual, melainkan juga pada pemberdayaan jasmani akan pengembangan potensi serta menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab sebagai seorang Bapak di dalam Salah satu cara untuk memberdayakan . kaum Bapak di gereja ialah dengan mengadakan program pelatihan kepemimpinan dan pengembangan diri serta melibatkan kaum Bapak dalam pelayanan gereja. Pelatihan kepemimpinan dan pengembangan diri terhadap kaum Bapak mendorong kaum Bapak untuk memahami bagaimana seharusnya aksi yang ditunjukkan kaum Bapak Kristen sebagai cerminan Allah dan teladan Kristus dalam Mengembalikan fungsi sebagai seorang Bapak Kristen yang menjalin hubungan erat keluarganya dengan Allah. Di sisi lain, peran kaum Bapak dalam gereja juga sebagai panutan dengan aktif dalam pelayanan dan persekutuan gereja dalam aspek koinonia, marturia dan diakonia. Satisfaction (Kepuasa. : Tahap akhir ini menjadi afirmasi kaum Bapak dalam keberhasilan pendampingan pastoral (Still & Cundiff, n. , 1. Pendeta harus meyakinkan bahwa keputusan kaum Bapak untuk bertobat dan kembali aktif dalam mengikuti persekutuan di gereja merupakan keputusan yang di kehendaki oleh Allah. Pertobatan menjadi panggilan Allah untuk merekontruksi krisis identitas akan iman . dentity crisis of fait. serta membangun spiritualitas bagi kaum Bapak dalam menjalani kehidupan berkeluarga dan bergereja. Kepuasan yang dimaksudkan dalam hal ini bukanlah kepuasan semata-mata akan berjalannya proses pendampingan pastoral dengan baik, melainkan kepuasan juga menyangkut bagaimana hasil tindakan praktis kaum Bapak yang mengalami pertobatan mampu diaktualisasikan dalam kehidupannya. Untuk itu, pertobatan kaum Bapak yang dimediasi dalam pendampingan pastoral akan tercermin dalam kehidupannya yang merasakan kasih anugerah Allah dan menyatu dengan Allah. Pemaknaan akan pentingnya beribadah di gereja menjadi kebutuhan pokok dalam pertumbuhan spiritual dan mendorong kerinduan untuk berjumpa dengan Allah. Dengan itu kaum Bapak akan menjadi pemimpin teladan dalam keluarga dan anutan dalam gereja. Simpulan Dalam konteks saat ini, kaum Bapak mendominasi peran yang sangat signifikan. Sebagai pemimpin keluarga, kaum Bapak memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengatur keluarga dan mendidik anak-anaknya untuk hormat dan taat . Tim. 3:4-. Dalam gereja, kaum Bapak diharapkan mampu menjadi anutan dalam konsistensi dan komitmen iman yang lebih tinggi. Tanggung jawab kaum Bapak mendorong dan memberikan bimbingan rohani kepada anak-anak dan istrinya mewujudkan keluarga sebagai bagian terkecil dari persekutuan gereja . ouse churc. Untuk itu, kaum Bapak menjadi patron (Yun : Pater AuAyahA. keberhasilan dalam keharmonisan rohani keluarga Kristen. Peran gereja terhadap kaum Bapak berfungsi sebagai pembentuk moral, spiritualitas dan memperkuat peran kaum Bapak dalam keluarga dan gereja. Pentingnya pendampingan pastoral gereja dengan menggunakan pendekatan AIDAS (Attention. Interest. Desire. Action. Satisfactio. ini guna menjamin pengembangan potensi diri dan penguatan spiritual terhadap kaum Bapak. Kehidupan gereja yang terus berbenah https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Alan Kusuma Banjarnaho. Pendampingan Pastoral Gereja dan memberikan perhatian . endampingan pastora. menjadi jawaban akan kebutuhan dalam mengajak kembali kaum Bapak untuk turut aktif dalam persekutuan di gereja. Oleh karena itu, dalam konfessi HKBP 1951 & 1996 menyebutkan salah satu pertanda gereja yang benar ialah dimana hukum penggembalaan . endampingan pastora. itu dijalankan dengan baik. Dalam hal ini juga termasuk penggembalaan terhadap kaum Bapak dalam gereja. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung diselesaikannya artikel ini. Referensi