NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 PERMASALAHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI KELAS V B SDN 34/1 TERATAI Siti Marwiyah1*. Syarifah Syafitri1. Puji Isratulhasanah1. Hanif Darmawan1. Afiona Fransiska1. Silva Nurrahmah1. Khoirunnisa1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Jambi. Indonesia *Corresponding author email: sitimarwyh87@gmail. Article History ABSTRACT Received: 27 April 2024 Revised: 20 May 2024 Published: 29 May 2024 The Merdeka Curriculum is a curriculum launched by the Ministry of Education. Culture. Research, and Technology (Kemendikbudriste. in 2022 as an effort to address the challenges and crises in education caused by the COVID-19 pandemic. This study aims to investigate the implementation of the Merdeka Curriculum at SDN 34/1 Teratai, particularly in class 5B. The methodology used is a qualitative approach using descriptive methods with data collection methods through observation, interviews, and document analysis. The findings of this research are: . Implementation of the Merdeka Curriculum, . Challenges related to the implementation of the Merdeka Curriculum, . Solutions to overcome challenges in implementing the Merdeka Curriculum in class VB of SDN 34/1 Teratai. Keywords: Merdeka Curriculum. Challenges. Elementary School. Implementation Copyright A 2024. The Author. How to cite: Marwiyah. Syafitri. Isratulhasanah. Darmawan. Fransiska. Nurrahmah. , & Khoirunnisa. Permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kelas V B SDN 34/1 Teratai. NUSRA : Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 743Ae750. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2023 LATAR BELAKANG Sejak diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. pada tahun 2022. Kurikulum Merdeka menjadi perhatian sebagai suatu inovasi pendidikan Dijelaskan Kemendikbudristek. Kurikulum Merdeka merupakan suatu pendekatan kurikulum yang menekankan keragaman dalam pembelajaran intrakurikuler, yang bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi konten pembelajaran sehingga peserta didik memiliki kesempatan yang memadai untuk memahami konsep secara mendalam dan mengembangkan kompetensi yang kuat. Kurikulum Merdeka sendiri merupakah sebuah upaya oleh Kemendikbudristek untuk mengatasi tantangan dan krisis yang terjadi karena pandemi COVID-19. Di setiap wilayah, baik di Indonesia maupun negara lainnya, pasti terdapat kesenjangan pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan akses pendidikan di setiap daerah, kualitas pendidikan setiap sekolah, dan prestasi belajar siswa. Demikian kondisi kesenjangan pendidikan di Indonesia ini semakin diperparah saat COVID-19 melanda seluruh belahan dunia, karena akses pendidikan peserta didik dan pembelajaran . Khoirunnisa & Hayati . menekankan bahwa meskipun terdampak pandemi, proses pendidikan harus berjalan terus agar mencapai tujuannya secara optimal, yaitu individu dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam upaya meningkatkan kecerdasan dan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak yang mulia, kesehatan yang baik, pengetahuan yang luas, kreativitas yang tinggi, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung Kurikulum Merdeka adalah solusi yang diluncurkan Kemendikbudristek untuk menangani learning loss yang dihadapi Indonesia, dengan beberapa kelebihan sebelumnya, yaitu sederhana, fleksibel, dan relevan (Almarisi, 2. Dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Kurikulum Merdeka menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif, memungkinkan pembelajaran yang lebih relevan dan efektif bagi peserta didik. Dengan memberikan keleluasaan kepada sekolah dan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan konteks lokal. Kurikulum Merdeka dapat pendidikan antar wilayah dan kelompok Selain itu, fokus Kurikulum Merdeka yang lebih mengutamakan pengembangan kompetensi holistik dan keterampilan abad ke-21 juga dapat membantu meningkatkan daya saing siswa di era globalisasi. Namun, meski diakui memiliki potensi yang signifikan. Kurikulum Merdeka juga memiliki kekurangan. Salah satunya yaitu dalam hal implementasi kurikulum tersebut yang masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang memengaruhi efektivitasnya di lapangan. Sunarni & Karyono . menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah, yaitu akses internet yang sulit di daerah-daerah dengan geografis sulit, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknologi guru terutama yang Permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kelas V B SDN 34/I Teratai . Oe Marwiyah et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan telah berusia lanjut, dan guru masih resistan terhadap kurikulum ini. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih terperinci terkait penerapan Kurikulum Merdeka di SDN 34/1 Teratai, dengan fokus penelitian di kelas VB. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan dan potensi solusi dalam penerapan kurikulum tersebut di tingkat sekolah dasar. Diharapkan bahwa hasil dari penelitian ini akan memberikan kontribusi yang berharga kepada pembaca dengan menyajikan informasi yang dapat menjadi pertimbangan bagi penelitian lanjutan di masa mendatang. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif karena hasil penelitian disajikan secara deskriptif berupa kata-kata. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang mengeksplorasi, mengidentifikasi, atau menjelaskan fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara keseluruhan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa dari narasi partisipan penelitian (Renjith dkk. Alele & Malau-Aduli, 2. Metode penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang mempelajari fenomena alamiah dari objek penelitian dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dalam metode ini bersifat induktif atau kualitatif, dan fokus utamanya adalah pada penemuan makna dari data yang diperoleh, bukan pada pembuatan generalisasi yang (Sugiyono, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi sebagaimana yang dialami oleh subjek. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 yakni memperoleh pemahaman mendalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 34/1 Teratai. Oleh karena itu, penelitian ini bersifat deskriptif, yang berarti bahwa data dikumpulkan dalam bentuk kata-kata atau gambar, kemudian dijelaskan secara rinci dalam bentuk laporan yang jelas, terperinci, dan menyeluruh. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup wawancara, observasi, dan dokumentasi. Observasi yang diterapkan adalah observasi partisipan, di mana peneliti secara aktif terlibat atau berada dalam lingkungan objek yang diamati untuk mengamati peristiwa secara alamiah. Penelitian ini menggunakan jenis observasi sistematis dengan pedoman observasi sebagai panduan agar observasi tetap Pengumpulan data melalui wawancara dilakukan secara langsung dengan guru menggunakan pedoman wawancara semiterstruktur. Selama proses wawancara, pencatatan dilakukan secara tertulis atau keakuratan dan kredibilitas hasil wawancara. Untuk memudahkan kegiatan wawancara, peneliti menyiapkan perangkat kamera dan perekam audio. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, mengacu pada model analisis data Miles dan Huberman, yang terdiri dari empat tahap utama: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengenalan dan Konsep Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka adalah kurikulum Kemendikbudristek pada tahun 2022 untuk mengatasi learning loss dan learning crisis Permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kelas V B SDN 34/I Teratai . Oe Marwiyah et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan di Indonesia yang semakin diperparah karena pandemi COVID-19. Kurikulum Merdeka adalah sebuah kurikulum prototipe yang menjadi opsi sebagai kurikulum darurat yang diterapkan di era pandemi COVID-19 sejak bulan Juli 2021, dengan implementasi terbatas yang telah dilakukan 499 satuan pendidikan peserta Program Sekolah Penggerak dan 901 SMK dari Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), dengan 75% di antaranya merupakan sekolah-sekolah negeri dan sisanya swasta (Anggraena dkk. , 2. Anggraena dkk. menguraikan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka secara terbatas bertujuan untuk tiga hal, yaitu: . Sebagai bagian dari proses peningkatan kurikulum untuk mencapai dampak optimal dalam mengurangi risiko kehilangan pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia di masa mendatang, . Untuk menghasilkan praktik terbaik bagi guru dan kepala sekolah yang telah berpengalaman dalam mengadopsi kurikulum ini, yang nantinya dapat dipertukarkan dengan sekolah lain, . Untuk memberikan kesempatan bagi daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia selama fase adopsi, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat kurikulum yang akan digunakan di masa Pengenalan Kurikulum Merdeka pembaharuan pendidikan di Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta Kurikulum Merdeka perubahan paradigma dalam pendidikan di Indonesia, memberikan keleluasaan yang lebih besar Volume 5. Issue 2. Mei 2024 kepada sekolah, guru, dan peserta didik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang relevan dan efektif sesuai dengan kebutuhan serta potensi masingmasing. Atas dasar itu, struktur kurikulum dan prinsip pembelajaran yang ditetapkan Pemerintah diatur dengan sangat umum dan abstrak sehingga satuan pendidikan memiliki banyak keleluasaan untuk mengembangkannya sesuai dengan konteks dan kebutuhan belajar peserta didik. Hidayat menjelaskan bahwa dalam hal kurikulum Merdeka. Pemerintah Pusat menetapkan profil pelajar Pancasila, capaian Pembelajaran, struktur kurikulum, dan prinsip pembelajaran dan asesmen sebagai diimplementasikan di satuan pendidikan dan di kelas (Hehakaya & Pollatu, 2. Untuk menjawab tantangan dan kebutuhan pendidikan yang semakin kompleks dan beragam di era sekarang ini, struktur Kurikulum Merdeka dirancang fleksibel, jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun, kemudian lebih fokus pada materi yang esensial, artinya capaian pembelajaran di atur per fase bukan per tahun serta memberikan keleluasaan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan karakteristik peserta didik dan aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk dapat terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri (Damayanti dkk. , 2. Dalam Kurikulum Merdeka, salah satu poin pentingnya adalah penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran, yang dikenal sebagai profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila, seperti gotong royong, keadilan, demokrasi, dan persatuan dan diharapkan Permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kelas V B SDN 34/I Teratai . Oe Marwiyah et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan menjadi penuntun arah kompetensi tidak hanya bagi peserta didik, namun juga berbagai unsur yang terlibat dan pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Selain itu. Kurikulum Merdeka juga menekankan pada pengembangan kompetensi holistik peserta didik, yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, untuk menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, sosial, dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dunia nyata. Kurikulum Merdeka, penerapannya di kelas, menempatkan guru sebagai fasilitator pembelajaran yang memberikan bimbingan dan dukungan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran mereka. Guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang menginspirasi, merangsang, dan memotivasi peserta didik untuk aktif belajar dan mengembangkan potensi mereka secara Implementasi Kurikulum Merdeka dan Peran Pendidik Pengimplementasiannya di SDN 34/I Teratai Implementasi kurikulum merupakan proses operasionalisasi atau penerapan konsep, prinsip, dan tujuan yang terkandung dalam kurikulum secara nyata dalam proses Dalam implementasi kurikulum, terdapat tiga pokok cakupan, yaitu: pengembangan program, pelaksanaan pembelajaran, serta Pengembangan program melibatkan perencanaan dan penyusunan kurikulum mencakup rancangan struktur kurikulum, pengembangan kurikulum dan materi pembelajaran, serta penyusunan strategi pembelajaran yang sesuai dengan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 tujuan pendidikan yang diinginkan. Untuk pokok pelaksanaan pembelajaran mencakup implementasi rencana pembelajaran yang telah disusun dalam kelas-kelas. Dan terakhir evaluasi, yang merupakan tahap penting dalam implementasi kurikulum yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan yang telah ditetapkan. SDN 34/1 Teratai, yang merupakan salah satu sekolah dasar di Kota Muara Bulian. Kabupaten Batanghari. Provinsi Jambi, telah menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai dasar dalam melakukan pembelajaran di beberapa kelasnya, salah satunya di Kelas VB. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan di lapangan, wali kelas VB. Ibu Rina telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui penerapan 6 Profil Pelajar Pancasila, yaitu: . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . bergotong-royong, berkebhinekaan global, . bernalar kritis, dan . Keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila tersebut diintegrasikan ke dalam pembelajaran, salah satu contohnya adalah diskusi dalam pembelajaran IPAS, yang termasuk ke dalam dimensi Profil Pelajar Pancasila bergotong-royong. Dalam proses pembelajaran, guru juga telah menerapkan penggunaan media dan teknologi pembelajaran sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Media dan teknologi pembelajaran digunakan pembelajaran, serta untuk memfasilitasi akses terhadap sumber belajar yang lebih beragam dan dinamis. Penerapan lainnya dari Kurikulum Merdeka di sekolah tersebut adalah pelaksanaan program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. setiap Permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kelas V B SDN 34/I Teratai . Oe Marwiyah et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan hari Sabtu, yang bertujuan untuk menguatkan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan peserta didik melalui kegiatan-kegiatan bermakna yang dirancang untuk memperkuat karakter dan kompetensi mereka. Hambatan dan Tantangan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 34/1 Teratai Pelaksanaan proses pendidikan tidak terlepas dari hambatan dan tantangan. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum sebagai upaya revolusi dalam sistem Indonesia, implementasinya di lapangan menghadapi sejumlah kendala yang perlu diperhatikan. Berdasarkan wawancara dan observasi di lapangan, masih terdapat tantangan dalam pengimplementasian kurikulum merdeka di SDN 34/1 Teratai. Pada penerapan Kurikulum Merdeka ini. Ibu Rina menjelaskan bahwa ia mengalami berbagai tantangan pada saat menerapkan kurikulum tersebut di kelas VB. Salah satu tantangan yang beliau hadapi yaitu karakteristik peserta didik yang berbeda-beda. Dalam kelas tersebut, terdapat beragam tingkat pemahaman, minat, dan gaya belajar di antara siswa-siswanya. Hal ini membuat Ibu Rina kesulitan dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu masing-masing peserta didik. Selain itu, dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka di kelas, peserta didik dituntut untuk kreatif dan bisa bernalar sendiri . , sedangkan guru hanya menjadi fasilitator yang membimbing Namun, di dalam kelas VB, yang terdiri dari 21 peserta didik, hanya sebagian kecil, yakni 2-3 peserta didik, yang menangkap dengan cepat atau memiliki kemampuan berpikir kritis, sementara Volume 5. Issue 2. Mei 2024 sisanya masih memerlukan bimbingan guru. Di samping itu, dalam proses pembelajaran, ditemukan tantangan lain yaitu ketika metode diskusi atau kerja kelompok diterapkan, hanya sebagian kecil siswa yang aktif berpartisipasi, sementara yang lainnya lebih fokus pada aktivitas individu masingmasing. Solusi Hambatan Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 34/1 Teratai Untuk implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 34/1 Teratai, terdapat beberapa solusi yang dapat diterapkan. Pertama, perlu dilakukan penyesuaian dan diferensiasi dalam strategi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individu masing-masing peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan menyusun rencana pembelajaran yang fleksibel dan pemahaman, minat, serta gaya belajar siswa. Guru juga dapat menggunakan metode pembelajaran yang beragam dan inklusif untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang berbeda di antara siswa-siswanya. Kedua, bimbingan dan pembimbingan yang intensif bagi peserta didik yang memerlukan bantuan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas Guru perlu memberikan dukungan yang lebih aktif dan mendalam dalam membimbing peserta didik yang masih memerlukan bantuan dalam meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, kolaborasi dengan pihak lain seperti orang tua dan ahli pendidikan juga dapat membantu dalam memberikan dukungan tambahan bagi peserta didik yang memerlukan bantuan Ketiga, perlu dilakukan penguatan pelatihan dan pengembangan profesional Permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kelas V B SDN 34/I Teratai . Oe Marwiyah et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan bagi guru dalam mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dengan lebih efektif. Pelatihan ini mencakup penggunaan pembelajaran, serta strategi pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 34/1 Teratai dapat berjalan dengan sukses jika semua pihak, baik guru, sekolah, maupun orangtua, terlibat aktif dan bekerja Dengan mengatasi hambatan yang ada dan menerapkan solusi yang tepat, diharapkan Kurikulum Merdeka dapat mencapai tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk masa depan. KESIMPULAN Dalam era di mana pendidikan terdampak dan kegiatan pembelajaran menjadi terbatas oleh pandemi COVID-19. Kurikulum Merdeka menjadi solusi untuk mengatasi learning loss yang dihadapi Indonesia. Dengan pendekatan yang sederhana, fleksibel, dan relevan. Kurikulum Merdeka menawarkan peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan pendidikan antar wilayah dan kelompok masyarakat. Fokus pada pengembangan kompetensi holistik dan keterampilan abad ke-21 pada kurikulum ini juga membantu meningkatkan daya saing siswa di era globalisasi. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan masih dihadapkan pada sejumlah Dari akses internet yang sulit di daerah-daerah terpencil hingga keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknologi guru, berbagai hambatan perlu diatasi agar Volume 5. Issue 2. Mei 2024 kurikulum ini dapat berjalan secara efektif. Tantangan lainnya yang ditemukan di SDN 34/1 Teratai termasuk karakteristik peserta didik yang beragam, kemampuan nalar siswa yang masih rendah, serta kurangnya partisipasi aktif peserta didik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan solusi yang terintegrasi. Penyesuaian dan diferensiasi dalam strategi pembelajaran, penguatan bimbingan dan pembimbingan peserta didik, serta pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru adalah beberapa solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka di SDN 34/1 Teratai semua pihak, baik guru, sekolah, maupun orangtua, juga perlu untuk terlibat aktif dan bekerja sama sehingga Kurikulum Merdeka dapat menjadi landasan yang kokoh dalam menghadapi tantangan pendidikan di era yang terus berubah dan memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik Indonesia. DAFTAR PUSTAKA