Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. December 2025 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Evaluasi Berbasis Digital Dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Al-Mubaraak Bengkulu Ahmad Arief Hidayatullah1. Ikke Wulan Dari2 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ahmadarif71097@gmail. ikkewulandari@mail. Abstract This study aims to describe the digital-based evaluation in Arabic language learning at MTs Kreatif Al-Mubaraak Bengkulu. Using a qualitative descriptive research method, this study collects data through observation, interviews, and documentation. The subjects of the study in-clude Arabic language teachers and eighth-grade students. The results of the study show that the use of digital evaluation systems, such as Google Forms and other supporting applications, facili-tates teachers in creating, distributing, and compiling evaluation results quickly and accurately. Ad-ditionally, students showed a positive response to the use of digital media in evaluation because it is considered more engaging, flexible, and interactive. The digital evaluation system also enables teachers to provide direct and in-depth feedback to students and helps students identify mistakes and improve their understanding. This aligns with the principles of formative and authentic assessment, which promote continuous improvement in the quality of learning. This study concludes that the implementation of a digital evaluation system in Arabic language learning contributes sig-nificantly to enhancing the effectiveness of assessment, helping both teachers and students to conduct evaluations that are more efficient and aligned with modern educational Keywords: learning assessment. digital systems. qualitative descriptive. How to cite this article: Hidayatullah. Dari. Evaluasi Berbasis Digital Dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Al-Mubaraak Bengkulu. Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10. , 205-213. Received: 7/13/2025 Revised: 10/11/2025 Accepted: 10/31/2025 206 | Ahmad Arief Hidayatullah1. Ikke Wulan Dari2 PENDAHULUAN Pendidikan menjadi hal penting dalam perjalanan suatu bangsa. Semakin baik kualitas pendidikan maka semakin meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memajukan bangsa tersebut. Pendidikan memang menjadi tombak di setiap Melalui pendidikan akan ditetapkan langkah-langkah yang dipilih masa kini sebagai upaya mewujudkan harapan di masa yang akan datang. Pendidikan pula lah yang akan menentukan nasib bangsa ke masa depan. Sejalan dengan hal itu, menurut UU N0. 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 telah ditetapkan antara lain bahwa AuPendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Ay 1 Dijelaskan dalam UU N0. 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang berperan di masa yang akan datang. Melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan maka pendidikan dapat mewujudkan harapan bangsa untuk membangun sumber daya manusia yang lebih baik dari sebelumnya (Suyadi & Dahlia 2. Evaluasi merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembelajaran yang berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, sekaligus menjadi alat bagi pendidik dalam mengevaluasi efektivitas strategi dan metode pengajaran yang Melalui evaluasi yang tepat, guru dapat mengetahui tingkat penguasaan materi oleh peserta didik serta mengidentifikasi kelemahan dalam proses pembelajaran yang harus diperbaiki. Dengan kata lain, evaluasi tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga menjadi refleksi kinerja guru dan institusi pendidikan secara keseluruhan. Namun demikian, dalam praktiknya, sistem evaluasi pembelajaran di banyak lembaga pendidikan, khususnya di tingkat madrasah, masih menggunakan metode konvensional yang sangat bergantung pada penilaian manual. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat keterbatasan waktu dan sumber daya guru, serta kebutuhan akan kecepatan dan akurasi dalam pengolahan hasil belajar siswa. Fenome-na ini juga terjadi di MTs Kreatif Al-Mubaraak Bengkulu, di mana proses evaluasi sebagian be-sar masih dilakukan secara manual, mulai dari penyusunan soal, pelaksanaan tes, hingga koreksi dan rekapitulasi nilai. Masalah-masalah yang muncul dari sistem evaluasi manual ini cukup beragam. Pertama, proses koreksi jawaban siswa memerlukan waktu yang lama, terutama jika jumlah pe-serta didik banyak. Kedua, potensi kesalahan dalam rekapitulasi nilai sangat tinggi karena dil-akukan secara manual tanpa bantuan sistem. Ketiga, tidak adanya umpan balik yang cepat kepada siswa menyebabkan keterlambatan dalam proses perbaikan Selain itu, sistem manual juga tidak memungkinkan analisis data nilai secara mendalam, seperti distri-busi nilai, kecenderungan penguasaan kompetensi, atau identifikasi soal yang terlalu sulit atau terlalu mudah. Dalam era digital seperti saat ini, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu aspek yang dapat dikembangkan adalah sistem evaluasi berbasis digital. Evaluasi digital memung-kinkan guru untuk menyusun soal secara cepat, menyebarluaskan soal kepada siswa melalui perangkat digital, serta mengoreksi dan memberikan hasil secara otomatis dan real-time. Sis-tem seperti ini tidak hanya Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 205-213 | 207 meningkatkan efisiensi, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam Menurut Sadiman . , pemanfaatan media dan teknologi pendidikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan, termasuk dalam aspek evaluasi. Di samping itu. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Na-sional juga mengamanatkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan un-tuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Bahkan dalam Kurikulum Merdeka yang mulai diimplementasikan secara bertahap di berbagai satuan pendidikan, pendekatan berbasis teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa dan responsif terhadap perkembangan zaman. Melihat berbagai permasalahan dan kebutuhan yang ada, maka sangat penting untuk mengembangkan sebuah sistem eval-uasi berbasis digital yang dapat diimplementasikan di lingkungan MTs Kreatif Al-Mubaraak Bengkulu. Sistem ini diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai kendala evaluasi manu-al yang selama ini terjadi, serta dapat mendukung peningkatan mutu proses pembelajaran secara keseluruhan. Menurut Kemendikbudristek . , digitalisasi pendidikan menjadi sa-lah satu strategi penting dalam membentuk pendidikan masa depan yang adaptif, efektif, dan berbasis kebutuhan peserta didik. Dengan mengembangkan sistem evaluasi digital yang sesuai dengan konteks dan karakteristik madrasah, guru dapat lebih fokus pada pengembangan materi ajar dan pendampingan siswa, sementara sistem dapat mengambil alih proses administratif yang repetitif dan menyita waktu. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan sebagai bagian dari inovasi pendidikan berbasis teknologi yang aplikatif dan solutif, khususnya dalam konteks lembaga pendidikan Islam. Oleh karena itu, pengembangan sistem evaluasi berbasis digital bukan lagi sekadar inovasi, melainkan sebuah kebutuhan. Sistem ini diharapkan mam-pu menyelesaikan berbagai permasalahan klasik dalam evaluasi pembelajaran, seperti keterlambatan proses, inefisiensi waktu, rendahnya akurasi, dan minimnya analisis data hasil belajar. Penelitian ini menjadi penting karena tidak hanya menyajikan solusi terhadap masalah yang ada, tetapi juga mendukung terwujudnya sistem penilaian yang adil, transparan, dan akuntabel. METODE Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan sistem evaluasi berbasis digital dalam penilaian mata pelajaran Bahasa Arab di MTs Kreatif Al-Mubaraak Bengkulu. Menurut Sugiyono . , "penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah . atural settin. , di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. " Dalam pendekatan ini, peneliti berperan langsung dalam mengamati fenomena, menggali informasi, dan menginterpretasi data secara mendalam. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dari fenomena yang diteliti, bukan pada generalisasi hasil. Fokus utama penelitian ini adalah pada gambaran sistem evaluasi berbasis digital dalam pembelajaran Bahasa Arab, yang melibatkan analisis kebutuhan guru dan siswa serta tanggapan mereka terhadap sistem evaluasi digital yang diterapkan dalam proses penilaian pembelajaran mata pelajaran tersebut. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 208 | Ahmad Arief Hidayatullah1. Ikke Wulan Dari2 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kualitatif deskriptif di MTs Kreatif Al-Mubaraak Bengkulu, dengan melibatkan guru Bahasa Arab dan siswa kelas Vi sebagai subjek utama. Proses penelitian ini mencakup beberapa tahapan penting, yaitu: observasi awal terhadap proses evaluasi yang ada, pengembangan sistem evaluasi berbasis digital untuk pembelajaran Bahasa Arab, pelatihan guru dalam penggunaan teknologi untuk evaluasi pembelajaran, uji coba sistem evaluasi berbasis digital, serta pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai implementasi sistem tersebut. Permasalahan dalam Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab Hasil observasi awal menunjukkan bahwa proses evaluasi dalam pembelajaran AEEA A( EOABahasa Ara. masih bersifat konvensional. Guru menyusun soal secara manual, mendistri-busikannya dalam bentuk cetak, serta mengoreksi jawaban secara satu per Bentuk soal yang digunakan meliputi A( I Aterjemaha. A( EO E IEAstruktur kalima. , dan A( IEAAkosa-kat. Kondisi ini menimbulkan sejumlah kendala, antara lain: Lambatnya proses koreksi, terutama untuk soal uraian yang menuntut pemahaman struktur dan konteks A( EE EOABahasa Ara. Keterbatasan umpan balik, guru kesulitan memberikan koreksi dan masukan secara me-nyeluruh dalam waktu yang terbatas. Ketiadaan rekapitulasi data hasil belajar yang sistematis, menyulitkan guru dalam menganalisis capaian kompetensi siswa secara spesifik. Kurangnya transparansi hasil evaluasi bagi siswa, yang mengakibatkan minimnya refleksi diri atas kesalahan yang dilakukan. Salah satu guru Bahasa Arab mengungkapkan: AuKalau soal A( I Aterjemaha. , saya butuh waktu lama untuk menilai satu per satu. Apalagi kalau ada 30 siswa, saya bisa habiskan beberapa hari hanya untuk koreksi. Ay (Wawancara. Februari 2. Permasalahan-permasalahan ini menunjukkan urgensi untuk melakukan inovasi evaluasi dengan memanfaatkan teknologi digital, agar proses penilaian menjadi lebih efisien, akurat, dan mampu meningkatkan partisipasi serta pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Implementasi Sistem Evaluasi Digital dan Respon Subjek Penelitian Uji coba sistem dilakukan pada materi A( IEAAkosakat. dan A( COAtata bahas. Siswa mengerjakan soal melalui perangkat digital seperti HP atau laptop. Sistem secara otomatis memberikan skor untuk soal pilihan ganda, sedangkan soal uraian dinilai langsung oleh guru melalui platform yang sama, disertai komentar dan umpan balik. Guru Bahasa Arab menya-takan: AuSaya merasa terbantu sekali, karena sistem langsung memberi tahu soal mana yang banyak salah dijawab siswa. Ini jadi bahan evaluasi saya juga untuk memperbaiki cara Ay (Wawancara. Maret 2. Selain mengurangi beban administratif, sistem ini juga menyediakan laporan hasil bela-jar siswa secara otomatis dan terperinci berdasarkan indikator pembelajaran. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 205-213 | 209 Misalnya, sistem mampu menampilkan seberapa baik siswa dalam memahami kalimat AuIOA . A( AEOAfiAoliya. , dan penggunaan A( I OAdhamir - kata gant. , sehingga guru dapat melakukan ana-lisis diagnostik dan perbaikan pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Dari sisi siswa, sebagian besar menunjukkan antusiasme dalam menggunakan evaluasi digital karena hasil dapat diketahui secara instan dan umpan balik diberikan secara langsung. Evaluasi tidak lagi terasa menegangkan, melainkan menjadi bagian yang menyenangkan dan reflektif dari proses bela-jar. Namun, masih ditemukan kendala seperti ketidakstabilan jaringan internet, serta sebagi-an siswa yang belum terbiasa menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Temuan dalam penelitian ini memperkuat urgensi digitalisasi evaluasi di madrasah, khususnya dalam pembelajaran A( EE EOABahasa Ara. Evaluasi konvensional, seperti yang dikemukakan oleh Sudijono . , tidak hanya menghambat efektivitas waktu, namun juga kurang mendukung refleksi pembelajaran secara berkelanjutan. Padahal, dalam konteks A( EE EOABahasa Ara. sebagai bahasa asing, evaluasi yang komprehensif sangat diperlukan un-tuk menggali kemampuan siswa dalam memahami struktur dan makna bahasa. Melalui sis-tem evaluasi digital, guru dapat: Menyusun soal objektif dan subjektif secara fleksibel. Memberikan penilaian otomatis dan cepat. Memberikan komentar langsung pada soal uraian. Mengakses rekap nilai secara terstruktur dan historis. Melacak capaian siswa berdasarkan indikator dan kompetensi dasar. Model evaluasi semacam ini mendekati prinsip A( EC IO EEoIAevaluasi formati. dan AEC IOA AEA A( AOEAevaluasi otenti. sebagaimana dijelaskan oleh Black & Wiliam . , yang menekankan bahwa penilaian sebaiknya menjadi bagian dari proses belajar, bukan AEA sekadar pengukuran akhir. Lebih lanjut. A( EC IO AOEAevaluasi otenti. juga menuntut keterkaitan an-tara proses penilaian dengan aplikasi dalam konteks dunia nyata. Dalam pembelajaran A( EE EOABahasa Ara. , hal ini mencakup kemampuan siswa dalam menerjemahkan kalimat, memahami konteks makna, hingga menyusun struktur gramatikal yang sesuai. Evaluasi digi-tal yang bersifat fleksibel memungkinkan semua bentuk soal ini diakomodasi secara sistema-tis dan efisien. Temuan ini sejalan dengan pandangan Sugiyono . yang menekankan bahwa inovasi pendidikan harus berbasis pada masalah nyata di lapangan dan melalui tahapan sistema-tis: identifikasi kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan Semua tahapan ini diterapkan dalam pengembangan sistem evaluasi digital di MTs Kreatif Al-Mubaraak. Selain itu, pengembangan sistem evaluasi digital juga mendukung kebijakan AO E OA A( OEEIO OECAAKementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknolog. , khususnya dalam program A( EOE EOIC OA IEADigitalisasi Sekola. dan A( E EOOI EIEOOAAsesmen Nasional Berbasis Komputer - ANBK). Program ini mendorong seluruh satuan pen-didikan untuk mengintegrasikan teknologi dalam seluruh aspek pembelajaran, termasuk evaluasi. Namun demikian, tantangan implementasi tetap ada, antara lain: Kompetensi digital guru yang masih terbatas. Keterbatasan infrastruktur seperti jaringan internet dan perangkat. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 210 | Ahmad Arief Hidayatullah1. Ikke Wulan Dari2 Kurangnya budaya literasi digital di lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan sistem evaluasi berbasis digital memiliki relevansi yang kuat dalam pembelajaran Bahasa Arab di MTs Kreatif AlMubaraak Bengkulu. Relevansi ini muncul sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh guru Bahasa Arab dalam melaksanakan evaluasi yang efektif, efisien, dan relevan dengan perkem-bangan teknologi. Selama ini, evaluasi dilakukan secara manual yang cukup membebani guru, terutama dalam mengoreksi soal-soal seperti terjemahan . dan analisis struktur gramatikal . Hal ini sangat mempengaruhi kualitas waktu yang diberikan kepada guru untuk memberikan umpan balik secara komprehensif kepada siswa. Kondisi ini juga sejalan dengan Sudijono . yang menyatakan bahwa evaluasi pembelajaran harus melibatkan proses pengumpulan data yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan pendidikan, namun implementasi yang masih manual seringkali menghambat hal tersebut. Dengan penerapan sistem evaluasi berbasis digital, kendala-kendala tersebut dapat Sistem ini memungkinkan guru untuk mengembangkan soal secara digital, mengatur soal baik dalam bentuk objektif maupun subjektif, serta memberikan penilaian secara otomatis untuk soal pilihan ganda. Sistem ini juga memungkinkan guru untuk mem-berikan komentar langsung pada soal uraian, memberikan umpan balik yang lebih cepat dan terperinci kepada siswa. Salah satu keunggulan utama dari sistem ini adalah kemampuannya untuk menyimpan dan merekap hasil evaluasi secara sistematis, yang memudahkan guru da-lam melakukan analisis kesalahan siswa berdasarkan jenis soal, indikator kompetensi, dan topik pembelajaran tertentu. Dari sisi siswa, sistem ini memberikan kemudahan akses untuk mengerjakan soal, memperoleh nilai secara langsung, serta melihat di mana letak kesalahan mereka. Hal ini mendorong terciptanya evaluasi yang lebih transparan dan akuntabel, yang mendukung pen-ingkatan kualitas belajar siswa. Evaluasi tidak lagi hanya dipandang sebagai akhir dari proses belajar, melainkan sebagai bagian yang integral dalam proses pembelajaran itu Hal ini sesuai dengan pandangan Black & Wiliam . yang menekankan pentingnya evaluasi formatif, di mana hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran di masa depan. Sistem evaluasi berbasis digital yang dikembangkan dalam penelitian ini sangat sesuai dengan konsep evaluasi otentik dalam pembelajaran Bahasa Arab. Evaluasi otentik ini ber-fokus pada pengukuran kemampuan siswa dalam menerjemah, menyusun kalimat, mengenali struktur gramatikal, serta memahami makna kata dalam konteks tertentu, yang semuanya dapat dipantau dengan baik melalui sistem digital. Evaluasi semacam ini tidak han-ya mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk men-gaplikasikan kemampuan Bahasa Arab dalam situasi nyata. Temuan ini juga mempertegas pendekatan sistem dalam pengembangan teknologi pendidikan, sebagaimana dijelaskan oleh Sugiyono . , yang menyarankan agar inovasi teknologi pendidikan didasarkan pada analisis kebutuhan yang konkret dan dilaksanakan me-lalui tahapan yang sistematis, mulai dari perancangan, pengembangan, hingga Penelitian ini mengikuti tahapan tersebut dengan memastikan bahwa sistem yang dikem-bangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penggunanya, baik guru maupun siswa. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 205-213 | 211 Di sisi kebijakan, sistem ini sejalan dengan agenda transformasi digital yang dipromosi-kan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. , terutama melalui program AuDigitalisasi SekolahAy dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Program-program ini mengarahkan agar seluruh lembaga pendidikan menginte-grasikan teknologi dalam proses pembelajaran, termasuk dalam aspek evaluasi. Oleh karena itu, pengembangan sistem evaluasi berbasis digital ini tidak hanya relevan secara pedagogis, tetapi juga mendukung arah kebijakan nasional yang tengah digagas. Namun demikian, implementasi sistem ini menghadapi beberapa tantangan. Pertama, kompetensi digital guru menjadi hal yang sangat penting. Tidak semua guru Bahasa Arab memiliki keterampilan teknologi yang cukup untuk mengoperasikan aplikasi digital ini secara optimal, baik dalam hal penggunaan perangkat lunak maupun dalam manajemen data eval-uasi. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis untuk memastikan bahwa guru dapat mengintegrasikan teknologi dengan metode evaluasi yang sesuai. Kedua, infrastruktur teknologi di sekolah juga mempengaruhi kesuksesan penerapan sistem ini. Tanpa adanya jaringan internet yang stabil, perangkat yang memadai, serta dukungan administratif, sistem ini tidak dapat dijalankan dengan baik. Oleh karena itu, dukungan dari pihak madrasah sangat diperlukan untuk menyediakan fasilitas yang diper-lukan. Ketiga, literasi digital di lingkungan sekolah harus diperkuat. Transformasi digital da-lam pendidikan tidak hanya melibatkan guru, tetapi juga siswa dan orang tua. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan digital di seluruh ekosistem pendidikan, agar teknologi dapat digunakan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, pengembangan sistem evaluasi digital ini dapat dianggap sebagai langkah strategis dan berkelanjutan menuju peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Arab di MTs Kreatif Al-Mubaraak Bengkulu. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai sarana untuk merefleksikan proses pem-belajaran dan mendorong inovasi pedagogis yang lebih efisien. Dengan demikian, sistem evaluasi digital ini berperan penting dalam menciptakan model pembelajaran yang lebih partisipatif, efektif, dan berorientasi masa depan. Penerapan sistem ini perlu terus didukung secara kelembagaan, dikawal dengan pelatihan yang intensif, dan dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan siswa dan kemajuan teknologi. Dengan demikian, evaluasi berbasis digital ini dapat menjadi fondasi kuat dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi di madras-ah, yang akan membuka peluang untuk pengembangan pembelajaran Bahasa Arab yang lebih dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Penelitian ini diperkuat oleh studi Rohmah . yang menunjukkan bahwa penggunaan Google Form dalam evaluasi A( EE EOABahasa Ara. di MA Nurul Huda mempercepat proses penilaian dan meningkatkan keterlibatan siswa. Rohmah menyimpulkan bahwa digitalisasi evaluasi mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan in-teraktif. Temuan ini relevan dengan kondisi di MTs Kreatif Al-Mubaraak Bengkulu, di mana penerapan sistem evaluasi digital juga meningkatkan motivasi siswa serta efektivitas guru da-lam memonitor hasil belajar. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 212 | Ahmad Arief Hidayatullah1. Ikke Wulan Dari2 KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem evaluasi berbasis digital dalam pembelajaran Bahasa Arab di MTs Kreatif Al-Mubaraak Bengkulu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berhasil mengungkap berbagai persoalan yang dihadapi dalam evaluasi konvensional yang dilakukan secara manual, baik dalam penyusunan soal, proses koreksi, maupun penyampaian umpan balik kepada siswa. Pengembangan sistem evaluasi berbasis digital terbukti menjadi solusi yang efektif terhadap permasalahan tersebut. Sistem ini mempermudah guru dalam membuat dan menilai soal, terutama pada aspek objek-tif yang dapat dikoreksi secara otomatis, serta memberikan ruang untuk komentar langsung pada soal uraian. Selain itu, sistem ini juga menyajikan rekapitulasi nilai dan analisis hasil eval-uasi yang lebih sistematis, memungkinkan guru untuk memahami capaian siswa berdasarkan indikator kompetensi secara lebih mendalam. Dari sisi siswa, sistem ini memberikan kemudahan dalam mengetahui nilai secara lang-sung, mengidentifikasi kesalahan, dan mendapatkan umpan balik yang bersifat Hal ini sejalan dengan konsep evaluasi formatif dan otentik, yang berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Temuan ini memperkuat hasil penelitian Rohmah . mengenai penggunaan Google Form dalam evaluasi pembelajaran Bahasa Arab, yang menunjukkan bahwa penggunaan media digital tidak hanya mempercepat proses penilaian tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar, serta menciptakan sua-sana pembelajaran yang lebih menarik dan Selaras dengan teori yang diungkapkan oleh Sudijono . dan Sugiyono . , evaluasi pembelajaran yang baik harus mencerminkan realitas di lapangan, memberikan umpan balik yang cepat dan objektif, serta berbasis pada kebutuhan pengguna. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan sistem evaluasi berbasis digital dengan pendekatan user-centered design dan pendekatan sistem dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kualitas proses evaluasi di kelas. Namun demikian, implementasi sistem ini memerlukan dukungan in-frastruktur teknologi yang memadai, pelatihan bagi guru, serta peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi sistem evaluasi digital ini sangat bergantung pada dukungan dan kolaborasi seluruh komponen sekolah agar dapat menjadi fondasi dalam transformasi pembelajaran Bahasa Arab yang lebih modern dan berorientasi pada masa depan. DAFTAR PUSTAKA