DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 ANALISIS MARKETING MIX TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAN TERNAK AYAM PADA PT. BALING-BALING BAMBU DI KABUPATEN BIMA MARKETING MIX ANALYSIS OF PURCHASE DECISION ON CHICKEN FOOD IN. BAMBOO PROVIDERS IN BIMA DISTRICT Jainudin 1. Intisari Haryanti2 (Prodi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima. Indonesia stiebima16@gmail. Abstrak Bisnis yang ketat memacu setiap perusahaan untuk saling berkompetisi untuk maju, sehingga dalam h a l i ni u nt uk menangani masalah tersebut adalah dengan mencapai keputusan pembelian dengan solusi yaitu menggunakan cara marketing mix sebagai daya tarik konsumen. Tujuan dari penel it ia n i n i a d al ah u n tuk men getah ui p en garuh marketing mix pada keputusan pembelian pakan ternak ayam pada PT. Baling-Baling Bambu di Kabupaten Bi ma . Peneliatian ini mengambil sampel 50 ditentukan dengan ketentuan atau referensinya. Instrumen penelitian menggunakan metode kuesioner dengan skala liker yang dimana kuesio ner d i ba gikan kepada ko nsumen a t au pembeli yang pernah membeli produk pakan ternak ayam PT. Baling-Baling Bambu. Meto de a nal isi s d at a ya ng digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan cara pengolahan data menggunakan b ant uan a pl ikasi SPSS 16, 2020. Dan hasil penelitian di dapatkan bahwa marketing mix terpengaruh secara si g nif ikan t erh adap keputusan pembelian pakan ternak ayam pada PT. Baling-Baling Bambu di Kabupaten Bima. Katakunci: Marketing Mix. Keputusan Pembelian Abstract A tight business spurs every company to compete with each other to move forward, so in this case to deal w i t h t h is problem is to reach a purchasing decision with a solution, namely using the marketing mix as a cons umer The purpose of this study was to determine the effect of the marketing mix on purchasing d eci si ons f o r chicken feed at PT. Bamboo Propeller in Bima Regency. This research takes a sample of 50 determined by the terms or references. The research instrument used a questionnaire method with a liker scale in which the q u est ion nai re was distributed to consumers or buyers who had purchased chicken feed products from PT. Bamboo Propeller. Th e data analysis method used is multiple linear regression analysis by processing data using the help of the S PSS 1 6, 2020 application. And the results of the research show that the marketi ng mi x i s si g n if icant ly a ff ected b y t h e decision to purchase chicken feed at PT. Bamboo Propeller in Bima Regency. Keywords: Marketing Mix. Buying decision PENDAHULUAN Untuk mampu bertahan dalam ketatnya persaingan perindustrian maka sebuah industri harus mampu bersaing dengan segala potensi yang dimilikinya. Jika industri ingin mampu bertahan maka strategi yang harus diterapkan dalam pemasaran produknya harus dengan tepat serta guna sehingga mampu meningkatkan produk-produk akan dipasarkan. Dalam pemasaran Strategi yang tepat guna dapat ditentukan melalui evaluasi diri yang meliputi faktor internal dan faktor eksternal dalam industri. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Salah satu industri yang mendukung industri peternakan yang ada dalam negeri adalah industri pakan ternak dalam upaya menjamin ketersediaan pakan demi menjamin ketersediaan penggunaan daging dan produk-produk turunan linnya sebagai penunjang protein bagi Kontribusi pakan dari keseluruhan biaya produksi peternakan sebesra 70%, sehingga industri pakan menjadi bisnis yang menjanjikan. PT. Baling-baling bambu merupakan satu diantara banyak perusahan yang bergerak dalam bidang perindustrian pakan ternak. kemajuan PT. Baling-baling bambu saat ini sudah mampu mencakup semua wilayah dan sudah memiliki cabang di wilayah Kabupaten Bima. Dimasa yang akan datang tantangan yang akan dihadapi oleh perusahaan adalah dalam upaya meningkatkan volume penjualan untuk semua produk yang dihasilkan dan disertai dengan meningkatkan profit perusahaan di tengah persaingan industri saat sekarang ini. Perusahaan yang melakukan tantangan tersebut merupakan perusahaan yang sedang bergerak dalam pemasaran yang terfokus pada kepuasan pelanggan. Diman a menurut Kotler dan Amstrong . mengungkapkan bahwa Aupemenuhan kebutuhan adalah tecapainya rasa senang atau kecewa seseorang yang bedasarkan penilaian antara kesan antara kinerja . suatu produk dan harapandari pembeliAy. Berikut ini adalah data tentang penjualan pakan ternak ayam pada PT. Baling-baling Bambu selama lima bulan terakhir. Gambar 1. Penjualan Pakan Ternak Sumber: Data primer yang diolah, 2019 Pada Gambar 1 terlihat bahwa penjualan pakan ternak PT. Baling-baling Bambu dalam lima bulan terakhir mengalami penurunan. Sehingga dalam hal ini untuk menangani masalah tersebut adalah dengan mencapai keputusan pembelian dengan cara marketing mix sebagai daya tarik Dalam menentukan keputusan dalam membeli barang dan jasa ditemukan faktor-faktor katakteristik konsumen,dorongan perusahaan yang tentang produk, harga, tempat dan promosi DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 serta kondisi dorongan lainnya contonya politik, ekonomi, teknologi, dan budaya. Dampak dari pembeli terhadap dorongan akan mengarah pada keputusan akan sebuah produk akan sebuah produk, keputusan akan sebuah merek, penentuan terhadap waktu dan banyak pembelian. Kotler . mendefenisikan Marketing mix describes the set of tools that management can use to influence sales. Hal ini diartikan pemasaran yakni menjelaskan alat manajemen untuk mengukur penjualan. Bauran pemasaran produk (Produc. , harga . , tempat . , promosi . yang digunakan dan dipahami dengan baik oleh perusahaan agar tetap bisa berkembang di dalam kompetisi pemasaran. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Apakah Marketing Mix berpengaruh terhadap keputusan pembelian pakan ternak ayam pada PT. Baling-baling Bambu di Kabupaten Bima? Penelitian ini memeiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh Marketing Mix terhadap keputusan pembelian pakan ternak ayam pada PT. Baling-baling Bambu di Kabupaten Bima. Marketing Mix (Bauran Pemasara. Marketing Mix atau yang dikenal oleh orang-orang dikalangan pembisnis sebagai bauran Kotler . mengatakan bahwa Bauran Pemasaran merupakan seperangkat cara teknik penjualan yang dilakukan oleh tempat pembisnis guna untuk mendapatkan tujuan penualannya sesuai target pasar. Marketing Mix merupakan salah satu variabel yang dilakuikan perusahaan yang dapat digunakan agar bisa member dampak respon konsumen dari bagian pasar tertentu yang dituju oleh tempat usaha dan diantaranya terdiri dari: Produk Sesuatu yang dapat ditawarkan pada pasar untuk menarik perhatian konsumen, penggunaan atau konsumsi dan akusisi yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Nana, . secara umumproduk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan pada pasar untuk diperhatikan, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi dan dapat memuaskan keinginan dan Dalam artian secara luas Kotler dan Amstrong . menyatakan bahwa produk meliputi objek-objek fisik, jasa, orang tempat, organisasi, ide atau bauran entitas-entitasnya. Harga Uang yang memiliki fungsi sebagai alat tukar produk atau jasa disebut sebagai penentuan Penetapan nilai barang atau jasa bagi konsumen disebut juga sebagai harga (Nana, 2. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Faktor- faktor secara umum yang harus diperhatikan dalam menentukan dan menetapkan harga antara lain menurutKotler dan Astrong . 8, . adalah: . Faktor dalam perusahaan meliputi: untuk mencapai pemasaran, dan strategi bauran pemasaran dan harga produksi. Faktor luar atau eksternal : sifat pasar dan permintaan, adanya kompitisi, kebijakan dan peraturan Promosi Menurut Kotler dan Amstrong . bauran promosi . romotion mi. biasa diartikan sebagai komunikasi alur pemasaran . arketing communication mi. yang dilakukan oleh perusahaan yang merupakan kolaborasi iklan, pemasaran, penjualan personal, hubungan dengan masyarakat dan sarana penjualan secara langsung menggunakan nilai untuk di komunikasikan dalam penetapan nilai konsumen dalam persuasif untuk membangun relasi dengan konsumen . Barang dan jasa yang dihasilkan dapat dipromosikan, diilklankan dan diminta oleh konsumen, menurut Suryana . , usaha dan cara yang dapat ditempuh untuk memperkenalkan produk adalah: Menginformasikan brang atau jasa yang diproduksi kepada konsumen. Memujuk pelanggan supaya membeli barang atau jasa yang diproduksi. Mempengaruhi pelanggan dapat tertarik terhadap produk barang atau jasa yang dihasilkan. Tempat Lokasi atau tempat buat pelanggan merupakan tempat yang strategis, senang efektif (Suryana. Untuk mencapai tujuan tempat yang baik untuk dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Meningkatkan distribusi. Menjangkau luasan batasan atau wilayahnya. Mendesai tampilan lokasi usaha. Implementasi cara penyampain barang sefektif dan seefisien. Merevisi stock barang dalam gudang anatara satu gudang dengan lainnya. Dalam hal ini sangat penting untuk mengawasi transaksi produk. Keputusan Pembelian Proses keputusan pembelian yang digunakan oleh pembeli yaitu melalui lima tahap an antara lain: . pengenalan kebutuhan, . pengumpulan informasi, . evaluasi alternatif, . keputusan pembelian dan . perilaku setelah pembelian. Tahap ini memasukan semua yang mungkin akan terjadi pada seseorang pembeli melakukan proses pembelian produk yang baru dengan konsekuensi yang tinggi. Dalam kasus produk dengan keterlibatan perilaku pembeli melalui prilaku umum prilaku terhadap pembeli yang rendah. Kotler . mengungkapkan bahwa pembeli tidak DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 mengumpulkan data yang besrsifat aktif melainkan mendaptakan data secara pasif . Kolter mengungkapkan beberapa urutan dalam proses diambil keputusan oleh pembelian yang disimpulakan dengan menggunakan lima Tahap Pembelian. Adanya rasa butuh, pada tahapan ini merupakan tahap awl pembeli yang melakukan pembelian atas dasar dorongan yang berarti motivasi untuk mendapatakan sesuatu. Motivasi didapat dari keinginan dari dalam yang timbul dari dalam diri itu sendiri maupun rangsangan luar atau biasa disebut dorongan extrnal. Dalam tahap menemukan kebutuhan atau menganalisis kebutuhan akan terjadi saat pembeli memiliki keinginan untuk pemenuhan barang atau jasa. produsen harus memilki kemampuan identifikasi keadaan yang bias member dorongan keperluan tertentu lewat komunikasi pemasaran interpersonal menggunakan media reklame, media iklan dan komunikasi pemasaran personal pada keanggotan promotor. Yang menjai poin utama dalam proses ini yaitu terjadinya komunikasi dari pemasaran kebutuhan untuk mendorong orang untuk membeli barang atau jasa yang disediakan. Pencarian Informasi. Pada saat pembeli menyadari bahwa kebutuhan belum tercukupi dengan sendirinya pembeli akan mengumpulkan informasi untuk pemenuhan Pencarian informasi oleh pembeli merupakan sikap aktif dan sikap pasif, sesuai dengan motivasi / rangsangan terhadap kebutuhan pembeli. Sebagian besar pengumpulan informasi yang dilakukan konsumen, itu semua bergantung pada pandangan konsumen terhadap dampak terhadap produknya. Sumber Ae sumber informasi pokok yang menjadi tujuan utama pemasar adalah sumber acuan konsumen dan pengaruh relative pada keputusan konsumen dimasa mendatang. Yang menjadi dasar pengumpupulan informasi pembeli diuraikan dalam kategori, yaitu : sumber yang beasal pribadi pemasar, komersial, historis khalayak. Media iklan adalah solusi untuk menyebakan informasi dibandingkan dengan penjualan perorangan dikarenakan menjangkau target konsumen yang lebih luas dan murah dalam pembiayaan , terlebih bila informasi tersebut menggunakan media elektronik atau online dan media cetak berupa Koran dll. Evaluasi Alternatif. Dalam proses evaluasi alternatif konsumen atau pengguna mempunyai banyak data informasi untuk menggunakan alternatif dari beberapa barang yang sediakan oleh Tersedia konsep - konsep dasar yang dapat digunakan untuk membantu konsumen dalam proses ini, untuk menggunakan konsep yang menhasilkan keputusan yang berkaitan dengan jenis produk, derajat fungsi dan pandangan konsumen terhadap suatu produk yang DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Hal ini merupakan suatu hal yang tidak sulit apabila ada cara yang superior. Salah satu hal yang membuat konsumen mudah menentukan hasil evaluasi alternatifnya adalah dengan produk yang berkualiatas prima dan harga yang murah. Salah satu cara yang dapat membantu pembeli atau konsumen untuk mengevaluasi produk-produk atau merek-merek adalah dengan cara promosi. Keputusan Pembelian. Seorang konsumen apabila telah mendapatkan hasil dari evaluasi alternatif produk atau merek yang tersedia, maka setelah itu akan siap melakukan atau menentukan keputusanbarang yang akan dibeli. Berdasarkan perpektif retail keputusan dalam pembelian adalah tahapan yang paling penting, di karenakan seorang konsumen akan mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum melakukan pembelian, termasuk diantaranya adalah faktor bauran pemasaran yang menyangkut karakteristik, jenis dari produk, waktu melakukan pembelian, dan cara konsumen melaukan pembayaran dan kondisi saat itu, serta yang lebih penting adalah ketersediaan produk yang di tawarkan. Beberapa Faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli adalah dari sikap seseorangpada saat yang tidak diduga. Promosi yang dilakukan secara langsung dengan meperagakan fungsi produk secara gratis sehingga dapat menarik calon konsumen. Perilaku Setelah Pembelian. Biasanya prilaku konsumen setelah melakukan keputusan pembelian ini akan terjadi penigkatan kepuasan atau tidak puas pada produk yang telah dibeli. prilaku ini menjadi sangat krusial untuk diperhatikan oleh pemasar agar produknya bisa terus digunakan secara terus menerus. Kerangka Pikir Dari teori-teori yang sudah diuraikan di atas dan beberapa hasilnya, bahwa kualitas layanan merupakan dasar yang mempengaruhi kepuasan konsumen, sehingga dapat peneliti tuangkan ke dalam kerangka piker berikut ini. Marketing Mix Keputusan Pembelian Gambar 1. Kerangka Pikir Hipotesis penelitian ini sebagai berikut: H0 : Diduga Marketing Mix Tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 pada PT. Baling-Baling Bambu Ha: Diduga Marketing Mix berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian pada PT. Baling-Baling Bambu METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan metode terjun langsung kelokasi. Dan pada jenis penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian kausal. Menurut Husein . desain kausal digunakan untuk mengukur kuat hubungan dan pengaruh antara variabel independent . eputusan pembelia. Populasi dalam penelitian ini adalah sampel ditentukan dengan ketentuan atau referensinya (Amirullah, 2. Jumlah sumber yakni sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 50 sumber yang memberikan tanggapan, pada penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai bahan acuan . dengan Skala Likert. Penelitian ini dilakukan di PT. Baling-baling Bambu Jl. Lintas Sumbawa Desa Rato Kel Bolo Kabupaten. Bima. dalam pengumpulan data ada cara-cara yang ditempuh dalam suatu penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : . Observasi, . Kuesioner dan . Study Pustaka. Teknik Analisa data menggunakan: Uji validitas dan reliabilitas. Uji regresi linear sederhana. Uji determinasi. Uji korelasi. Uji T. HASIL DAN PEMBAHASAN Ujivaliditas Tabel 1. Hasil uji validitas Variabel Marketing Mix . Variabel Penelitian Pernyataan MARKETING MIX (X) X10 Sumber: Output SPSS versi 20 diolah, 2020 0, 624 0, 596 0, 608 0, 751 0, 594 0, 674 0, 730 0, 654 0, 691 0, 635 0,730 0, 608 Rtabel DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 pada pengujian uji validitas di atas yang dipakai menggunakan Program SPSS versi 20. 0 maka dapat simpulkan variabel Marketing Mix pada seluruh instrument yang dipakai dinyatakan Valid, karena nilai r tabelnya >0. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Keputusan Pembelian (Y) Variabel Penelitian Pernyataan R hitung R tabel Keterangan 0,383 0, 525 0, 692 0, 460 0, 692 0, 668 KEPUTUSAN 0, 664 PEMBELIAN 0, 743 (Y) 0, 692 0, 688 0, 358 0, 401 0, 401 0, 525 0, 664 Sumber: Output SPSS versi 20 diolah, 2020 Pada pengujian uji validitas yang dipakai menggunakan Program SPSS versi 20. 0 maka dapat simpulkan variabel Keputusan Pembelian pada seluruh instrument yang dipakai dinyatakan Valid, karena nilai r tabelnya >0. Uji Reliabilitas Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian Chrombach's Alpha Batas Norma Keterangan Marketing Mix 0,879 Keputussan Pembelian 0,852 Sumber: Output SPSS versi 20 diolah, 2020 Sehingga dihasilkan semua isi dari instrumen penelitian dihasilkan reliabilitas dikarenakan telah mencapai kriteria pengujian reliabilitas dengan nilai ChrombachAos Alpha >0,600. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Uji Regresi Linear Sederhana Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. Marketing Mix (Dependent : keputusan pembelia. Standardized Coefficients Beta Sig. Ditinjau dari Tabel 4 t diatas didaptkan persamaan regresi adalah sebagai berikut: Y=20,019 0,805X Interpretasi dari persamaan diatas adalah: : Nilai konstanta bernilai positif sebesar 20,019. Dengan ini dihasilkan apabila variabel marketing mix bernialai Nol maka nilai keputusan pembelin sebesar 20,019. 2 : Nilai koefisien beta pada variabel marketing mix . sebesar 0,805, setiap perubahan veriabel kualitas produk . sebesar satu satuan maka akan mengakibatkan perubahan keputusan pembelian sebesar 0,805 satuan, dengan asumsi-asumsi yang lain adalah tetap. Uji Determinasi Tabel 5. Hasil uji Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Marketing Mix DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Dapat dilihat. dari Tabel 5, hasil uji menunjukkan bahwa. pembelian dapat. variabel marketing mix hanya sebesar 57,7 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh . sebesar 42,2%. Uji Korelasi Tabel 6. Hasil Uji Korelasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Marketing Mix Berdasarkan nilai. korelasi (RA) sebesar. 0,760. menunjukan hubungan antara variabel marketing. mix (X) dengan variabel keputusan. pembelian (Y) dengan tingkat kuat sesuai. dengan Tabel pedoman. interval koefisien. Hasil Uji Parsial (Uji T) Berdasarkan hasil uji parsial diperoleh thitung untuk X sebesar 8,089. Untuk menentukan t t abel dapat dilihat dalam lampiran statistika ttabel, dengan. menggunakan = 5%. : 2 = 2,5% . ji 2 dengan . n-k-1 atau 50-1-1. = 48. Maka diperoleh. ttabel sebesar 2,010. Agar lebih dapat dilihat dalam uraian di bawah ini: Variabel marketing. mix memiliki nilai t hitung 8,089 > ttabel 2,010 dan variabel mix secara. signifikan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. pakan ternak pada PT. Baling-baling Bambu. di Kabupaten Bima yang ditunjukkan pada nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dimana ditolak dan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan. Berdasarakan. penelitian yang dilakukan oleh peneliti . dapat ditarik kesimpulan. mix berpengaruh. secara signifikan. terhadap keputusan. pakan ternak ayam pada PT. Baling-Baling. Bambu di Kabupaten Bima. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 494-504 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Saran Adapun beberapa saran yang bisa diberikan kepada perusahaan PT. Baling-baling Bambu Cabang Bima tentang peningkatan penjualan seperti: 1. Memperluas koneksi distribusi dari satu daerah kedaerah sekitar Kabupaten Bima seperti Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Meningkatkan penjualan melalui promosi di sosial media. REFERENSI