Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA YANG AKTIF. KREATIF. DAN INOVATIF BAGI GURU-GURU MGMP BAHASA INDONESIA TINGKAT SMP KABUPATEN PESAWARAN Abdulloh1. Surastina2. Sudarmaji3. Wahyu Febyanto4. Zahra Dhia Nadhifa5 STKIP PGRI Bandar Lampung abdullohaja@rocketmail. com, 2surastina@gmail. com, 3Sudarmaji@stkippgribl. wfebyant@gmail. com, 5nadhifazahra482@gmail. Abstrak: Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk . meningkatkan kompetensi guru, . meningkatkan mutu pembelajaran, . peningkatan profesionalisme, dan . penguatan komunitas guru. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian ini yaitu guru-guru MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran berjumlah 20 Pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah dan latihan/praktik. Metode ceramah digunakan untuk memberikan penjelasan tentang materi pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif, kreatif, dan inovatif. Metode latihan/praktik digunakan untuk memberikan kesempatan kepada para guru dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari dalam situasi pembelajaran yang nyata. Dalam sesi ini, para peserta akan terlibat langsung dalam kegiatan simulasi, pembuatan rencana pembelajaran, serta penerapan metode-metode kreatif dan inovatif yang telah dipelajari. Rasa ingin tau guruguru terhadap pelaksanaan kegiatan ini sangat tinggi. Terlihat dari sambutan dan antusias mereka pada saat kegiatan ini dilaksanakan. Secara keseluruhan, kemampuan guru-guru MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif, kreatif, dan inovatif dengan rerata nilai 80. Kata Kunci: pembelajaran bahasa Indonesia, aktif, kreatif, dan inovatif Abstract: This community service activity are to . enhance teachers' competencies, . improve the quality of learning, . increase professionalism, and . strengthen the teacher community. The target audience for this service activity consists of 30 MGMP Indonesian language teachers at the junior high school level in Pesawaran Regency. The training is conducted using lecture and practice methods. The lecture method is used to provide explanations about active, creative, and innovative Indonesian language learning materials. The practice method allows teachers to apply the theories they have learned in real learning situations. In this session, participants are directly involved in simulations, lesson planning, and the application of the creative and innovative methods they have learned. The teachers showed a high level of curiosity about this activity, as evidenced by their enthusiastic reception and participation during the event. Overall, the MGMP Indonesian language teachers at the junior high school level in Pesawaran Regency demonstrated an average score of 80 in active, creative, and innovative Indonesian language learning. Keywords: Indonesian language learning, active, creative, and innovative Pelatihan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang Aktif. Kreatif, dan Inovatif Bagi GuruGuru MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMP Kabupaten Pesawaran PENDAHULUAN Kegiatan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran merupakan forum atau wadah yang memfasilitasi berkumpulnya guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang sama untuk mengembangkan profesionalitas kerja yang terletak di Desa/pekon Negeri Sakti Kec. Gedong Tataan Kab. Pesawaran Prov. Lampung. Guru-guru MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran. Berdasarkan hasil koordinasi antara Tim Abdimas STKI-PGRI Bandar Lampung dengan Guru-guru MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran maka disepakati untuk melakukan pelatihan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang aktif, kreatif, dan inovatif bagi guru-guru MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran kompetensi guru, mutu pembelajaran, komunitas guru. Peran SMP pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif, kreatif, dan inovatif sangat penting pembelajaran yang menarik, dinamis, dan Sebagai pendidik, guru dituntut untuk mampu merancang strategi pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi pelaku yang terlibat dalam Guru mendorong kreativitas dan inovasi, seperti penggunaan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, atau pendekatan interaktif lainnya yang dapat merangsang minat dan keterlibatan siswa. Menurut Tibahary dan Muliana . , berawal dari asumsi bahwa pendekatan yang berpusat pada pendidik memiliki banyak Sementara itu, pendekatan yang berpusat pada peserta didik . tudent centere. , peran guru adalah membantu siswa menemukan fakta, konsep, atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Guru mendukung pemikiran kritis dan reflektif, dengan mendorong siswa untuk berpikir lebih dalam tentang materi yang dengan kehidupan sehari-hari. Di samping itu, guru harus mampu menyesuaikan materi dan metode pengajaran dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, agar pembelajaran Bahasa Indonesia dapat lebih relevan dan bermanfaat. Guru dituntut untuk menjadikan anak didiknya sumber daya manusia yang mencari informasi kemudian mengelolanya untuk sehari-hari, dengan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain guru dituntut untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang handal baik (Rustaman, 2. Guru SMP tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang menginspirasi dan mengembangkan potensi mereka dalam bidang Bahasa dan Sastra Indonesia secara kreatif dan inovatif. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif, kreatif, dan inovatif berguna untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang aktif, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi pasif, tetapi juga pembelajaran melalui diskusi, debat, dan proyek kolaboratif. Hal ini membantu mereka untuk lebih memahami materi Abdulloh. Surastina. Sudarmaji. Wahyu Febyanto. Zahra Dhia Nadhifa Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima. Kreativitas yang mendorong siswa untuk berpikir out-ofthe-box, menemukan solusi atas berbagai masalah, dan menciptakan karya yang Metode pembelajaran yang pengintegrasian teknologi dan media pengalaman belajar lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Pendekatan yang aktif, kreatif, dan inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia keterampilan komunikasi siswa, baik lisan maupun tulisan. Keterampilan ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks akademik, sosial, maupun Dengan kemampuan berbahasa, siswa menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, menyelesaikan masalah, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan keterampilan ini juga akan menghadapi tantangan global, di mana kemampuan berbahasa Indonesia yang baik menjadi salah satu aset utama dalam Pembelajaran adalah inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, dengan guru sebagai pemegang utama Pembelajaran merupakan proses yang terdiri dari berbagai kegiatan antara guru dan siswa yang didasarkan pada hubungan timbal balik yang terjadi lingkungan pendidikanuntuk mencapai tujuan tertentu (Nisa, 2. Menurut Kurniawan dkk. kualitas proses dan hasil belajar mengajar yang buruk menunjukkan bahwa interaksi siswa dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya tidak efektif. Jika ini terjadi, hasil belajar yang dicapai tidak optimal, yang pada akhirnya menyebabkan kualitas belajar buruk. Pendapat yang serupa juga disampaikan Widoyo dkk. bahwa roses pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa sebagai hubungan timbal balik pada situasi dan kondisi tertentu demi mencapai suatu tujuan. Menurut Asrari dkk. pembelajaran aktif, inovatif, dan kreatif merupakan pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat Pertama. Interaksi . eserta didik berinteraksi secara aktif dengan guru, rekan peserta didik, multi-media, referensi, lingkungan ds. Kedua, proses Komunikasi . eserta didik mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan peserta didiklain melalui cerita, dialog atau melalui simulasi role-pla. Ketiga, proses Refleksi, . eserta kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari, dan apa yang mereka telah lakuka. Keempat, proses Eksplorasi . eserta langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan dan/atau wawancar. Proses menggunakan metode PAIKEM dapat memungkinkan peserta didik melakukan berbagai aktivitas dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan, sikap dan pembelajaran dan alat yang disertakan menjadikan pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif. Pembelajaran metode PAIKEM mau tidak mau guru harus berperan aktif dan kreatif dalam Pelatihan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang Aktif. Kreatif, dan Inovatif Bagi GuruGuru MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMP Kabupaten Pesawaran mencari dan merancang alternatif bahan ajar dan bahan ajar yang sederhana, murah, dan mudah (Putri dkk. , 2. Menurut Jauhar . PAIKEM merupakan pendekatan mengajar yang digunakan bersama yang disertai dengan penataan sedemikian rupa agar pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif efektif dan menyenangkan. Sedangkan menurut Suprijono . alam Susanti, 2. PAIKEM dikembangkan dengan cara membantu peserta didik membangun keterkaitan antara informasi . dengan pengalaman. engetahuan lai. telah dimiliki dan dikuasai peserta didik. Menurut Anies Baswedan . bahwa pembelajaran aktif mendorong partisipasi siswa secara langsung, yang meningkatkan pemahaman dan retensi Sementara Suharsimi Arikunto . menekankan bahwa kreativitas dalam pembelajaran mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menemukan solusi inovatif terhadap Inovasi dalam pembelajaran, seperti yang diuraikan oleh Munif Chatib . , membantu siswa untuk lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan menjadikan proses belajar lebih relevan dan menarik. Meskipun pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif memiliki banyak keunggulan, beberapa pakar pendidikan di Indonesia mengidentifikasi beberapa kelemahan dari pendekatan ini. Salah satu kelemahannya adalah kebutuhan akan persiapan yang lebih intensif oleh guru. Guru harus merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, yang memerlukan waktu dan sumber daya Selain itu, pendekatan ini bisa menjadi kurang efektif jika tidak didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang memadai, seperti akses ke teknologi dan bahan ajar yang inovatif. Kelemahan lain yang sering disebutkan adalah tantangan dalam mengelola kelas. Menurut Purwanto . , pembelajaran yang melibatkan banyak aktivitas kreatif dapat mempersulit guru dalam menjaga disiplin dan fokus siswa. Beberapa siswa mungkin juga merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan metode pembelajaran yang baru dan berbeda dari yang biasa mereka alami, yang dapat METODE Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan pada hari Rabu, 11 September 2024 di Desa/pekon Negeri Sakti Kec. Gedong Tataan Kab. Pesawaran Prov. Lampung merupakan Pelatihan pembelajaran yang aktif, kreatif dan Metode yang digunakan adalah: Ceramah/sosialisasi Metode ceramah dapat dipandang pembelajaran dengan melalui penuturan. Kegiatan pemberian materi kepada MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran yang berkaitan dengan pembelajaran aktif, kreatif dan inovatif. Tim memberikan materi berkaitan proses belajar mengajar, dari metode, model, teknik dan mengembangkan bahan ajar dengan teori-teori yang berkaitan, sehingga akan menambah pemahaman dari MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran. Abdulloh. Surastina. Sudarmaji. Wahyu Febyanto. Zahra Dhia Nadhifa Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Diskusi Kegiatan ini mengarahkan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran untuk saling berdiskusi berkaitan dengan proses pembelajaran, salah satu manfaat diskusi adalah menarik minat peserta yang sesuai dengan Anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran di bagi dalam kelompok-kelompok kecil. Tujuan mempermudah setiap anggota dalam mengerjakan tugas pada saat pelatihan. Praktik Praktik MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran pembelajaran yang aktif, kreatif dan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran lebih ditekankan untuk langsung mendemonstrasikan dan menerapkan dari teori-teori yang sudah Mereka pembelajaran yang aktif, kreatif dan Kegiatan praktik dilakukan secara terus menerus sesuai dengan meteri berlangsung dengan cara mengulangulang suatu hal sehingga terbentuk kemampuan yang diharapkan, sedangkan praktek biasanya dilakukan suatu kegiatan dalam situasi sebenarnya, sehingga memberi pengalaman belajar yang bersifat langsung. Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat, yaitu: Melakukan studi pustaka tentang materi pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif. Melakukan persiapan bahan dan alat pendukung pelatihan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif. Melakukan uji coba desain materi yang akan disampaikan. Menentukan waktu pelaksanaan dan bersama-sama tim pelaksana. Mengirim surat kepada MGMP bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran kesediaannya untuk mengikuti Kesepakatan bersama dengan mitra tentang pelaksanaan kegiatan yaitu tanggal 11 September 2024. Tanggal 10 September 2024 melakukan pengecekan terkait kesiapan tempat dan peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan. Menyiapkan perlengkapan yang Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pada tanggal 11 September 2024, kegiatan pelatihan dimulai dari pukul 00 hingga 15. 00 WIB dengan susunan Peserta menempati ruangan Pembukaan pelatihan oleh ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pesawaran yaitu Bapak Anton Suwarjo. Pd. Pd. Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat Abdulloh. Pd. Pd. Penyampaian materi oleh Abdulloh. Pd. Pd. Prof. Dr. Surastina. Hum. , dan Drs. Sudarmaji. Pd. dibantu dengan 2 mahasiswa dalam kegiatan pengabdian ini. Kegiatan bersifat tutorial dan praktik bagi para peserta. Penyampaian materi dan latihan pembelajaran yang aktif. Pelatihan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang Aktif. Kreatif, dan Inovatif Bagi GuruGuru MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMP Kabupaten Pesawaran kreatif, dan inovatif setiap peserta mendapatkan handout pelatihan. Akhir kegiatan ditutup dengan foto bersama pihak penyelenggara. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, tim pengabdi memperoleh hasil sebagai berikut: Meningkatnya pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang aktif, kreatif, dan inovatif bagi guru-guru MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memotivasi guru dalam meningkatkan semangat mereka dalam mengajar. Sebanyak 20 guru-guru MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran yang terlibat dalam pengabdian ini. Dalam praktik ini guru terlihat lebih antusias dan termotivasi. Evaluasi keberhasilan kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan selesai. Indikator keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari respon positif peserta berdasarkan sikap peserta saat mengikuti Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner yang telah diberikan kepada guru-guru MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan dilaksanakan. Hasil evaluasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Hasil Evaluasi Nama Pra Post Peserta Test Test P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 SIMPULAN Berdasarkan uraian di atas dapat pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif sangat dibutuhkan oleh setiap anggota MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran hal ini terlihat dari antusiasme peserta dari awal sampai akhir kegiatan. Salah satu yang dilakukan tim PKM dari STKIP PGRI Bandar Lampung adalah melakukan pelatihan kepada setiap anggota MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran kemampuan dan pengalaman baru berkaitan dengan pembelajaran di Tim telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran, dan menumbuhkan antusias dari setiap guru, oleh sebab itu untuk kedepanya pelatihan ini akan terus kemampuan setiap anggota MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Pesawaran, sehingga kedepanya akan memunculkan guru-guru yang aktif. Abdulloh. Surastina. Sudarmaji. Wahyu Febyanto. Zahra Dhia Nadhifa Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. kreatif, inovatif. DAFTAR PUSTAKA