Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan (JKPPK) Vol. No. 3 Juli 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 177-185 DOI: https://doi. org/10. 59031/jkppk. Keterlibatan Guru Agama Dalam Pelaksanaan EvaluasiPembelajaran Sumatif Siswa SD 25 Sungai Geringging Abdul Farid1. Remiswal Remiswal2. Khadijah Khadijah3 1,2,3 UIN Imam Bonjol Padang 1,2,3 Jl. Prof. Mahmud Yunus Lubuk Lintah. Anduring. Kec. Kuranji. Kota Padang. Sumatera Barat 25153 Abdul Farid : abdulfarid369@gmail. Abstract. The purpose of this study, we hope, is to provide a deeper understanding of how PAI teachers are involved in summative evaluation at SD 25 Sungai Geingging and how their involvement shapes students' character and their understanding of religious values. All of this has an impact on students' overall development and reflects the importance of religious education in the context of formal education and its positive impact on students. This research is a field research using the qualitative method with the type of research used is descriptive qualitative type. The data testing used is triagulation, which is a combination of observation, interview and documentation techniques. Interviews will help explore the views and perspectives of PAI teachers, related to the involvement of PAI teachers in summative learning Documents such as evaluation guidelines, test results, and evaluation reports will also be In this context, a single case study was used with SD 25 Sungai Geingging as the main research The results show that the summative evaluation at SD 25 Sungai Geingging reflects comprehensive student achievement, including religious understanding and moral values, and PAI teachers have an important involvement in improving the quality of education in this school. This evaluation has an important involvement in measuring student achievement and the effectiveness of the learning process Keywords: learning, summative, evaluation Abstrak. Tujuan penelitian ini, kami berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana guru PAI berketerlibatan dalam evaluasi sumatif di SD 25 Sungai Geingging dan bagaimana keterlibatan mereka membentuk karakter siswa dan pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama. Semua ini berdampak pada perkembangan siswa secara menyeluruh dan mencerminkan pentingnya pendidikan agama dalam konteks pendidikan formal dan dampak positifnya pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan . ield researc. dengan menggunakan metode kualiatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah tipe deskriptif kualitatif. Pengujian data yang digunakan adalah triagulasi yakni penggabungan antara teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara akan membantu menggali pandangan dan perspektif guru PAI, terkait keterlibatan guru PAI dalam evaluasi pembelajaran Dokumen seperti pedoman evaluasi, hasil ujian, dan laporan evaluasi juga akan dianalisis. Dalam konteks ini, studi kasus tunggal digunakan dengan SD 25 Sungai Geinggingsebagai subjek penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi sumatif di SD 25 Sungai Geinggingmencerminkan pencapaian siswa secara komprehensif, termasuk pemahaman agama dan nilai-nilai moral, dan guru PAI memiliki keterlibatan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah ini. Evaluasi ini berketerlibatan penting dalam mengukur pencapaian siswa dan efektivitas proses pembelajaran. Keterlibatan guru agama dalam evaluasi sumatif melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan analisis hasil ujian, memberikan umpan balik kepada siswa, dan membuat keputusan evaluasi. Kata kunci: pembelajaran, sumatif, evaluasi LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan pondasi utama untuk membangun sebuah peradaban Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan adalah suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi muda bagi keberlangsungan kehidupan Received Juni 10, 2024. Accepted Juli 01, 2024. Published Juli 31, 2024 * Abdul Farid : abdulfarid369@gmail. Keterlibatan Guru Agama Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Sumatif Siswa SD 25 Sungai Geringging masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Keberlangsungan tersebut dapat ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan merupakan proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya karakter bangsa untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa (Siswinarti, 2. Jalur pendidikan adalah sarana yang dilalui oleh peserta didik untuk menggali serta mengembangkan potensi diri dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Ada tiga jalur pendidikan yang dikenal, yakni jalur pendidikan formal, nonformal, dan (Raudatus Syaadah et al. , 2. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang tersusun dan terdiri dari beberapa tingkat, dimulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi. Di sisi lain, pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar kerangka formal yang tetap memiliki struktur dan tahapan tertentu Sementara itu, pendidikan informal melibatkan proses pembelajaran yang terjadi secara tidak resmi dalam lingkungan keluarga dan masyaraka. (Puspo Nugroho, 2. Salah satu unsur penting dalam proses pembelajaran adalah evaluasi pembelajaran, yang bertujuan untuk menilai pemahaman siswa dan efektivitas metode pengajaran. Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang kinerja suatu hal, yang kemudian digunakan untuk menentukan pilihan yang tepat dalam pengambilan keputusan (Wahyuni & Yusuf, 2. Dalam konteks pembelajaran, evaluasi bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam berbagai aspek seperti sikap, keterampilan, dan pengetahuan, sehingga dapat diambil keputusan terkait dengan kemampuan peserta Evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk evaluasi sumatif. (Magdalena & Kumarani, 2. Evaluasi sumatif merupakan sebuah pendekatan untuk mengevaluasi kurikulum pada tahap akhir silabus dengan fokus utama pada hasil pencapaian. Evaluasi sumatif dalam proses pembelajaran digunakan untuk mencatat pencapaian siswa dan memberikan laporan kepada pendidik pada akhir periode belajar peserta (Alhudawi, 2. Bagi siswa SMA/MA, evaluasi sumatif dapat memiliki dampak yang signifikan pada penilaian mereka, serta kemampuan mereka untuk melanjutkan ke tahap pendidikan lebih tinggi. Penilaian sumatif memiliki beberapa JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 177-185 ciri penting yang mencakup tujuannya yang bertujuan untuk memberikan gambaran pembelajaran(Ratnawulan & Rusdiana, 2. Selain itu, penilaian sumatif juga dilakukan pada akhir suatu periode pembelajaran, seperti semester atau tahun ajaran, dan menggunakan berbagai metode evaluasi seperti ujian akhir, proyek penutup, tugas penilaian, dan tes standar(Faujiah & Habsah, 2. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki keterlibatan yang krusial dalam memastikan evaluasi sumatif berjalan dengan baik di SD 25 Sungai Geingging. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan mata pelajaran yang memiliki signifikansi tinggi untuk diajarkan di semua jenjang pendidikan. Selain memperhatikan aspek akademis. PAI juga memiliki peran penting dalam membantu pembentukan karakter siswa (Ramdhani, 2. Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah bagian integral dari sistem pendidikan di banyak negara dengan mayoritas penduduk muslim. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman dalam ajaran Islam kepada siswa (Salim & Utama, 2. PAI bertujuan untuk membentuk karakter, moral, dan nilai-nilai spiritual yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, selain juga memberikan pemahaman tentang ritual, etika, dan hukum-hukum agama Islam. Walaupun evaluasi dilakukan dengan baik, namun jika tidak didasarkan pada tujuan yang telah ditetapkan, maka sasarannya tidak akan tercapai (Sawaluddin, 2. Materi Pendidikan Agama Islam di madrasah Aliyah meliputi: Al-QurAoan dan Hadits. Aqidah. Akhlak. Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam. Diajarkan masingmasing oleh seorang guru. Adapun pemetan mengenai mata pelajaran Pendidikan AgamaIslam di madrasah aliyah, sebagaimana yang tertuang dalam peraturan menteri agama nomor 2 tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan madrasah. Secara umum, peraturan menteri ini mengatur tentang Standar kompetensi lulusan madrasah, standar kompetensi dan kompetensi dasar bahasa arab dan mata pelajaran agama untuk MI. MTs. MA dan MA program keagamaan dan struktur kurikulum pendidikan di madrasah. Turunan keterlibatan seorang guru Pendidikan Agama Islam bisa mencakup pembentukan karakter, pemahaman nilai-nilai moral, dan menjalani kehidupan beragama. Guru Agamajuga berperan dalam membimbing siswa memahamiajaran agama Islam secara mendalam(Alhudawi. JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Keterlibatan Guru Agama Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Sumatif Siswa SD 25 Sungai Geringging Dampak lainnya dari keterlibatan guru Agamamelibatkan pengembangan spiritualitas siswa, penguatan identitas keagamaan, serta penyampaian pemahaman mengenai etika dan etiket berdasarkan ajaran Islam. Turunan keterlibatan guru Agamadalam sumatif melalui peningkatan kualitas Pendidikan agama islam dengan deskripsi dampak evaluasi sumatif membantu dalam meningkatkan standar dan kualitas pengajaran pai dalam keseluruhan(Al-faruq, 2. Pada penelitian ini,akan mengeksplorasi lebih jauh mengenai keterlibatan guru Agama dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran sumatif siswa di SD 25 Sungai Geingging, menganalisis keterlibatan guru Agamadalam memastikan evaluasi sumatif mencerminkan pencapaian siswa secara komprehensif, termasuk aspek pengetahuan agama dan moral. Selain itu, memahami bagaimana guru Agamadapat memberikan keterlibatan berharga dalam meningkatkan kualitas pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian lapangan . ield researc. dengan menggunakan metode kualiatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah tipe deskriptif kualitatif. Kualitatif lebih banyak menjelaskan definisi-definisi yang digunakandi awal penelitian sebelum masuk ke dalam inti persoalan. Pengujian data yang digunakan adalah triagulasi yakni penggabungan antara teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi akan dilakukan untuk memahami praktik evaluasi guru Agamadalam konteks sehari-hari. Wawancara akan membantu menggali pandangan dan perspektif guru PAI, terkait keterlibatan guru Agamadalam evaluasi pembelajaran sumatif. Dokumen seperti pedoman evaluasi, hasil ujian, dan laporan evaluasi juga akan dianalisis. Dalam konteks ini, studi kasus tunggal digunakan dengan SD 25 Sungai Geingging sebagai subjek penelitian utama (Yusuf. Muri, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Keterlibatan guru Agamadalam evaluasi sumatif bukan hanya sebatas penyusunan soal ujian atau penilaian, tetapi juga dalam memahamkan siswa tentang nilai-nilai moral,etika, dan akhlak yang mereka bawa ke dalam evaluasi. Guru Agamamemegang keterlibatan sentral dalam menghubungkan pendidikan formal JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 177-185 dengan nilai-nilai spiritual dan etis. Dalam wawancara yang dilaksanakan di SD 25 Sungai Geingging, dengan Ibuk Elmitawati,S. Pd. Pd selaku narasumber sebagai guru Agamadi sekolah tersebut menghasilkan beberapa aspek yang perlu diperhatikan dan juga hal lain-lain terkait evaluasi pembelajaran sumatif siswa. Dalam evaluasi pembelajaran sumatif, keterlibatan guru Agama memiliki sejumlah aspek penting. Pertama, guru Agamabertanggung jawab merencanakan penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi yang diajarkan, termasuk pemilihan jenis soal, metode penilaian, dan tingkat kesulitan yang sesuai. Tujuan evaluasi dalam pembelajaran adalah untuk mengukur keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, termasuk aspek-aspek seperti tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan, dan sistem penilaian. Selanjutnya, guru Agamaharus menciptakan soal ujian yang mencakup berbagai aspek materi pembelajaran, termasuk pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, dan evaluasi terhadap konsep-konsep agama Islam yang telah diajarkan. Selama pelaksanaan ujian, guru Agamamemiliki keterlibatan penting dalam menjaga suasana yang kondusif dan adil bagi semua siswa, termasuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan ujian, mengawasi pelaksanaan ujian, dan memberikan petunjuk yang jelas. Setelah ujian selesai, guru Agamaakan menilai jawaban siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Selanjutnya, guru Agamaakan menganalisis hasil ujian, baik secara keseluruhan maupun per individu, untuk memahami sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi dan mengevaluasi efektivitas metode pengajaran yang digunakan. Guru Agamajuga memiliki keterlibatan penting dalam memberikan umpan balik kepada siswa, termasuk hasil ujian, poin-poin kuat dan lemah dalam pemahaman mereka, serta saran untuk perbaikan di masa mendatang. Guru dapat mengevaluasi perkembangan kemampuan siswa dengan memahami aktivitas mereka dari awal hingga akhir proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penilaian, guru Agamadapat membuat keputusan evaluasi terkait pencapaian siswa, termasuk menentukan apakah siswa telah mencapai tujuan pembelajaran dan apakah ada kebutuhan untuk Terakhir. Agamaberpartisipasi dalam proses pelaporan hasil evaluasi kepada siswa, orang tua, dan pihak-pihak terkait lainnya, memberikan informasi yang penting dalam JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Dalam Keterlibatan Guru Agama Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Sumatif Siswa SD 25 Sungai Geringging pembelajaran sumatif Pendidikan Agama Islam (PAI) dimadrasah, beberapa permasalahan perlu diakui dan diatasi. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keberhasilan atau kegagalan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga bisa ditemukan strategi perbaikan yang sesuai. Salah satu permasalahan utama adalah kesulitan dalam melakukan penilaian Materi agama sering memiliki dimensi spiritual dan moral yang sulit diukur secara objektif. Ini membuat guru menghadapi tantangan dalam merancang instrumen penilaian yang dapat mengukur pencapaian siswa dengan akurat. Selain itu, keterbatasan waktu juga menjadi permasalahan yang muncul. Mata pelajaran agama seringkali memiliki alokasi waktu yang terbatas dalam kurikulum. Guru perlu melakukan evaluasi sumatif yang komprehensif tanpa mengganggu kelancaran proses pembelajaran lainnya. Hal ini memerlukan perencanaan yang cermat. Permasalahan lain yang perlu diperhatikan adalah keanekaragaman kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan ajaran agama. Setiap siswa memiliki tingkat pemahaman dan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, guru perlu menemukan cara yang tepat untuk mengukur pencapaian setiap siswa sesuai dengan kemampuan dan Hal ini memerlukan pendekatan yang inklusif dalam proses Dalam menghadapi permasalahan-permasalahan ini, guru Agamaperlu menggunakan kreativitas, fleksibilitas, dan kebijaksanaan dalam merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran sumatif yang efektif. Dengan memahami permasalahan ini dan mencari solusi yang sesuai, guru Agamadapat meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran sumatif PAI dan memastikan bahwa siswa dapat dinilai dengan adil dan akurat. Dalam pandangan pengajar PAI di SD 25 Sungai Geringging, hasil evaluasi sumatif siswa di sekolah tersebut dianggap mencerminkan pencapaian siswa secara menyeluruh. Mereka menganggap evaluasi ini sebagai alat penting untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pelajaran PAI serta kemampuan mereka dalam menerapkan nilai-nilai dan prinsip agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pengajar tersebut telah mengamati bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan perkembangan positif dalam pemahaman mereka tentang ajaran Islam, serta dalam pengembangan karakter moral dan spiritual. Meskipun demikian, pengajar menyadari bahwa setiap siswa memiliki tingkat JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 177-185 kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami dan menerapkan ajaran agama Islam. Beberapa siswa mungkin menghadapi tantangan dalam proses ini. Oleh karena itu, pengajar berkomitmen untuk memberikan dukungan ekstra dan bimbingan kepada siswa-siswa tersebut agar mereka dapat mencapai potensi terbaik dalam evaluasi sumatif. Upaya juga dilakukan untuk memastikan bahwa evaluasi ini tetap berjalan secara objektif dan adil bagi semua siswa. Para pengajar meyakini bahwa evaluasi sumatif dalam mata pelajaran PAI membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang agama Islam dan nilai-nilainya. Tujuan utama dari pendidikan agama adalah memberikan pemahaman yang kokoh terhadap agama Islam. Selain itu, hasil evaluasi ini memberikan wawasan berharga bagi pengajar untuk terus meningkatkan metode pengajaran mereka dan memastikan bahwa siswa-siswa di SD 25 Sungai Geingging siap menghadapi masa depan dengan landasan ilmu agama yang kuat. KESIMPULAN DAN SARAN Evaluasi ini berketerlibatan penting dalam mengukur pencapaian siswa dan efektivitas proses pembelajaran. Pendidikan memainkan keterlibatan sentral dalam membentuk karakter dan perkembangan intelektual siswa, terutama di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), yang mempersiapkan siswa untuk tantangan masa Evaluasi pembelajaran, khususnya evaluasi sumatif, adalah elemen kunci dalam proses ini. Evaluasi sumatif adalah jenis evaluasi yang dilakukan pada akhir suatu periode pembelajaran, dengan tujuan mengukur pencapaian siswa dan efektivitas metode pengajaran. Penilaian ini mencakup berbagai aspek, seperti pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan siswa secara keseluruhan, serta digunakan untuk membuat keputusan terkait kelulusan atau promosi siswa. DAFTAR REFERENSI Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi. Defi Anita Listari. Anisa Meilawati, & Inayati. PENERAPAN EVALUASI SUMATIF DALAM PEMBELAJARAN PAI SMPN SURAKARTA. 769Ae778. https://doi. org/https://doi. org/10. 58578/tsaqofah. Al-faruq. Peran Penggunaan Desain Evaluasi Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Ilma Jurnal Pendidikan Islam, 1. , 158Ae171. https://doi. org/10. 58569/ilma. JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Keterlibatan Guru Agama Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Sumatif Siswa SD 25 Sungai Geringging Alhudawi. MODEL EVALUASI SUMATIF PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MA AL MASHDUQI. Journal Of Education. X Nomor X, 1Ae8. https://jurnaledu. com/index. php/jeMODEL Faujiah. , & Habsah. Penerapan Implemetasi Desain dan Evaluasi Sumatif di Sekolah Dasar SDN Pakulanan 2 Tangerang Selatan. Masaliq, 2. , 256Ae265. https://doi. org/10. 58578/masaliq. Fauzi. , & Inayati. Implementasi Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Al Islam di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4. , 272Ae283. https://doi. org/10. 31538/munaddhomah. Herri. Manajemen Pengembangan Mutu Sma Swasta Di Kota Medan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 11. , 12Ae27. https://doi. org/10. 17509/jap. Jannah. Janah. Murtadlo. , & Inayati. IJM : Indonesian Journal of Multidisciplinary Model Evaluasi Sumatif Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kurikulum Merdeka di SMK Batik 1 Surakarta. 2, 375Ae382. Laia. PERAN GURU PPKn SEBAGAI EVALUATOR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 AMANDRAYA. , 16Ae29. Magdalena. , & Kumarani. Pengembangan Model Evaluasi Sumatif Mata Pelajaran PAI di Sekolah Dasar. Anwarul, 3. , 300Ae311. https://doi. org/10. 58578/anwarul. Mahmudi. CIPP: Suatu Model Evaluasi Program Pendidikan. At-TaAodib, 6. https://doi. org/10. 21111/at-tadib. Maulana Ariefky. , & Latifatul Inayati. Peran Guru PAI dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Sumatif Siswa di SMK Negeri 6 Sukoharjo. 4(Junaedi 2. , 2343Ae2350. http://jurnaledukasia. Pahri. Validitas Dan Tingkat Reliabilitas Soal Buatan Pilihan Ganda Tes Sumatif Siswa Kelas Xi Akl 3 Smk Negeri 4. 1Ae9. Ramdhani. EFEKTIVITAS BIMBINGAN KEAGAMAAN DALAM MENGURANGI KENAKALAN PADA SISWA DI SMPN 3 KERUAK. Ratnasari. Lozada. Hakim. , & Surakarta. PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI EVALUSI SUMATIF DI SMP MUHAMMADIYAH PK Al KAUTSAR. , 168Ae172. Ratnawulan. , & Rusdiana. EVALUASI PEMBELAJARAN: Dengan Pendekatan Kurikulum 2013. Pustaka Setia Bandung. JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 177-185 Salim. , & Utama. Evaluasi Sumatif Ketepatan Pemilihan Media Pembelajaran Tepat Guna di Sekolah Dasar (SD) Se-Kota Banjarmasin. Penelitain Tindakan Dan Pendidikan, 6. , 71Ae78. https://rumahjurnal. net/ptp/article/download/886/561 Sawaluddin. Konsep Evaluasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 3. , 39Ae52. https://doi. org/10. 25299/althariqah. Selegi. Evaluasi Input. Proses. Dan Hasil Melalui Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle. JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi Dan Pembelajaran Geografi, 3. , https://doi. org/10. 31851/swarnabhumi. Sidqi. Ramadhan. Santiani. , & Najah. Penerapan Isi Materi Ajar AuAl- Kulliyatu Al-KhamsahAy Pada Mata Pelajaran PAI di Keseharian Peserta Didik (Tinjauan Analisis Evaluasi Sumati. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9. , 218Ae225. https://doi. org/10. 51169/ideguru. Wahyuni. , & Yusuf. ARTIKEL METODE MEDIA EVALUASI PEMBELAJARAN. Jurnal Al-Ilmi: Jurnal Riset Pendidikan Islam, https://doi. org/10. 31857/s013116462104007x 47. , 124Ae134. Widiyarto. , & Inayati. Penerapan Evaluasi Pembelajaran Tes Dan NonTes Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4. 307Ae316. https://doi. org/10. 31538/munaddhomah. Yusuf. Muri. METODE PENELITIAN: Kuantitatif. Kualitatif & Penelitian Gabungan. Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan KDT. JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024