P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Mei 2022 Page: 25 - 34 Linggau Jurnal Language education and literature Penerapan Model Role Playing pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Negeri 2 Rantau Bingin Sri AstutiA. Drajat FriansahA. Armi YunetiA. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP PGRI Lubuklinggau. Indonesia 1,2,3. Email: astutysri6@gmail. com1,dfriansah49@gmail. comA,armiyueneti@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tuntasnya hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 2 Rantau Bingin. Metode penelitian yang digunakan berbentuk eksperimen semu. Populasinya adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 2 Rantau Bingin dan sekaligus sampel penelitian yang berjumlah 22 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan tes. Berdasarkan hasil analisis data dengan taraf signifikan a= 5% dk=21 menunjukkan besar ycEaycnycycycuyci = 4,48 dan ycycycaycayceyco = 1,64. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 2 Rantau Bingin setelah penerapan model pembelajaran role playing signifikan sudah tuntas. Nilai ratarata tes akhir siswa sebesar 74,33 serta persentase siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa . ,27%). Kata Kunci: Penerapan, role playing. Bahasa Indonesia. ABSTRACT This study aims to determine the completion of the Indonesian language learning outcomes for fifth grade students of SD Negeri 2 Rantau Bingin. The research method used is in the form of a quasi-experimental. The population is all fifth grade students of SD Negeri 2 Rantau Bingin and the research sample is 22 students. Data was collected by using saturated sampling technique. The collected data were analyzed using tests. Based on the results of data analysis with a significant level = 5% dk = 21, it shows the magnitude of ycycaycuycycuyc = 4,48 and ycycycaycaycoyce = 1. Thus, it can be concluded that the learning outcomes of the fifth grade Indonesian students of SD Negeri 2 Rantau Bingin after the implementation of the role playing learning model have been significantly completed. The average value of the final test of students is 74,33 and the percentage of students who complete is 17 students . 27%). Keywords: Application, role playing, language Indonesia. PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu hal yang terpenting dalam keberlangsungan kehidupan manusia, dengan adanya pendidikan manusia mampu untuk memajukan peradabannya, dunia pendidikan tidak lepas dari kegiatan belajar baik dalam pendidikan formal maupun nonformal, kegiatan belajar dilakukan oleh seseorang untuk memperluas ilmu pengetahuan atau pemahaman yang memungkinkan timbulnya suatu perubahan perilaku dalampembelajaran tersebut, dan siswa dapat memperoleh, menambah wawasan serta mengembangkan pengetahuan, dan keterampilannya. Ernani & Ahmad . mengatakan bahwa Pendidikan merupakan faktor utama dalam membentuk pribadi Karena, pendidikan merupakan sebuah proses bagi seseorang untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan tingkah laku yang membentuk baik atau buruknya pribadi seseorang. Menurut Khair . Pembelajaran merupakan tindakan instruktif di sekolah yang berfungsi membantu perkembangan dan kemajuan generasi muda untuk mengisi daya dukung yang positif. Basri . 7:38-. mengemukakan Bahasa Indonesia digunakan dalam interaksi belajar mengajar. Dalam dunia pendidikan bahasa indonesia adalah bahasa resmi yang harus dipergunakan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh penulis di SD Negeri 2 Rantau Bingin, melihat proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang berlangsung di kelas V lebih berfokus kepada guru. Siswa hanya mendengarkan, memperhatikan, dan tidak aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa kurang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan serta potensi yang ada dalam dirinya. Guru juga tidak memvariasikan kegiatan pembelajaran ataupun menggunakan media pembelajaran yang mengakibatkan siswa menjadi merasa bosan, mengantuk, tidak bersemangat, dan ribut selama proses pembelajaran. Hal ini memberikan dampak terhadap hasil belajar siswa menjadi kurang maksimal/rendah sehingga terdapat hasil belajar siswa yang masih belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. yang ditetapkan yaitu 65. Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas V pada semester ganjil tema 2 subtema 2 tahun ajaran 2021/2022,data menunjukkan bahwa dari 22 siswa, terdapat 10 siswa yang tuntas dengan presentase . %) dan yang belum tuntas sebanyak 12 siswa dengan presentase . %) dengan nilai rata-rata sebesar 63 sehingga dapat diketahui masih banyak siswa yang belum tuntas pada hasil belajarnya. Dari permasalahan tersebut, guru harus dapat memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kemampuan siswa, dengan memilih model pembelajaran yang dapat meningkatkan belajar siswa secara aktif dan mandiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiapa model pembelajaran memiliki suatu implikasi strategi untuk mengembangkan potensi belajar siswa. Menurut (Gunatama 2015:3-. mengatakan bahwa Metode role playing memiliki banyak keunggulan, diantaranya adalah meningkatkan minat siswa, meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, mengajarkan siswa untuk berempati dan memahami suatu hal melalui berbagai sudut pandang, memberikan kesempatan kepada siswa untuk memerankan tokoh yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari, diterapkan dalam berbagai setting. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, agar proses pembelajaran dapat mencapai hasil yang diinginkan dan tujuan yang telah direncanakan, guru perlu mempertimbangkan model pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu perlu adanya penelitian tentang AuPenerapan model Role Playing pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD negeri 2 rantau binginAy. METODE Menurut Arikunto . Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah pre exsperimental design, yaitu penelitian yang memiliki satu kelas sampel yaitu kelas eksperimen sebenarnya, akan dilakukan pretes untuk mencari nilai skor awal. Design pada penelitian ini adalah pretest-posttest yaitu hanya memiliki 2 set data hasil yaitu pretest (O. dan Postest (O. Tabel 3. Pretest-Posttest Design Kelompok Exsperimen Pretest Perlakuan Posttest Keterangan: ycU = Teatment atau perlakuan dengan menerapkan model role playing ycC1 = Pretest ycC2 = Postest Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2013:. Tabel 3. Populasi Penelitian Kelas Jenis Kelamin Laki-laki Jumlah Siswa Jumlah Perempuan (Sumber: Staff TU SD N 2 Rantau Bingin. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang dikatakan valid berarti memiliki validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang tidak valid berarti memiliki validitas yang rendah. Suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto, 2010:. Untuk menghitung koefisien validitas, digunakan rumus korelasi product moment yaitu sebagai berikut: ycycuyc= ycA Oc ycUycU Oe (Oc ycU)(Oc ycU) Oo. cA Oc ycU 2 Oe (Oc ycU )2 }. cA Oc ycU 2 Oe (Oc ycU )2 } (Jakni, 2016:. Keterangan: ycycuyc = Angka indeks korelasi AurAyProduct Moment ycA = Banyaknya subjek Oc ycU ycU = Jumlah hasil perkalian antara X dan Y OcycU = Jumlah seluruh skor X OcycU = Jumlah seluruh skor Y Klasifikasi untuk menginterprestasi besarnya koefisien korelasi terdapat pada tabel Tabel 3. Interprestasi Nilai Validitas Instrumen Koefisien Korelasi 0,80 C ycycuyc O 1,00 0,60 C ycycuyc O 0,80 0,40 C ycycuyc O 0,60 Korelasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup 0,20 C ycycuyc O 0,40 Rendah 0,00 C ycycuyc O 0,20 Sangat Rendah Interprestasi Validitas Sangat Tepat/ Sangat Baik Tepat/Baik Cukup Tepat/ Cukup Baik Tidak Tepat/ Buruk Sangat Tidak Tepat/ Sangat Buruk Reliabilitas soal merupakan suatu ukuran yang menyatakan tingkat kekonsistenan atau keajengan suatu soal tes (Jakni, 2016:. Reliabilitas menunjukkan tingkat keterandalan dan kepercayaan suatu instrument sebagai alat pengumpul data. Instrumen yang telah reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya pula. Apabila data tersebut benar-benar sesuai kenyataan, maka berapa kalipun diambil tetap akan sama. Analisis reliabilitas tes pada penelitian ini diukur dengan menggunakan rumus alpha sebagai berikut: yc yco Oc yc2 11=(. coOe. Oe 2ycn ) yc yc (Arikunto, 2010:. Keterangan: yc11 = Koefisien reliabilitasAlfa Cronbach yco = Jumlah item soal Oc ycycn2 = Jumlah variansi skor tiap ycyc2 = Varian total Interprestasi nilai ycycn terdapat pada tabel 3. Tabel 3. Kriteria KoefisienKorelasi Reliabilitas Instrumen Koefisien Korelasi 0,90 C yc11 O 1,00 Korelasi Sangat Tinggi 0,70 C yc11 O 0,90 0,40 C yc11 O 0,70 Tinggi Cukup 0,20 C yc11 O 0,40 Rendah Sangat Rendah 0,00 C yc11 O 0,20 Interprestasi Validitas Sangat Tepat/ Sangat Baik Tepat/Baik Cukup Tepat/ Cukup Baik Tidak Tepat/ Buruk Sangat Tidak Tepat/ Sangat Buruk Analisis daya pembeda dilakukan untuk mengetahui kesanggupan soal dalam membedakan siswa yang tergolong mampu dengan siswa yang tergolong kurang. Rumus yang digunakan untuk mencari daya pembeda pada butir soal adalah: yaycE = ycIya Oe ycIyaA 1AE ycu. ycoycaycoyc (Arikunto, 2010:. Keterangan: yaycE = Daya pembeda ycIya = Jumlah skor kelompok atas ycIyaA = Jumlah skor kelompok bawah ycu = Jumlag siswa kelompok atas dan kelompok bawah ycoycaycoyc = Skor maksimal butir soal Kriteria klasifikasi daya pembeda dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Kriteria Daya Pembeda Nilai 0,71 Ae 1,00 0,41 Ae 0,70 0,21 Ae 0,40 0,00 Ae 0,20 Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Jelek Tingkat kesukaran butir soal menunjukkan apakah butir soal tersebut tergolong dalam butir soal yang sukar, sedang dan mudah. Butir soal yang baik yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Rumus yang digunakan untuk menghitung Tingkat Kesukaran (TK) setiap butir soal adalah sebagai berikut: ycNya = ycIya ycIyaA ycu ycoycaycoyc (Abdul Haris, 2012:. Keterangan: ycNya = Tingkat kesukaran ycIya = Jumlah skor kelompok atas ycIyaA = Jumlah skor kelompok ycu = Jumlah siswa kelompok atas dan kelompok bawah ycoycaycoyc = Skor maksimal butir soal Kriteria interprestasi tingkat kesukaran butir soal dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Klasifikasi Kriteria Tingkat Kesukaran Nilai 0,00 Ae 0. 0,31 Ae 0,70 0,71 Ae 1,00 Kriteria Sukar Sedang Mudah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Rantau Bingin tanggal 08 September sampai dengan 08 Oktober 2021. Dalam penelitian ini menggunakan satu kelas sampel yaitu kelas V dengan jumlah 22 siswa. Hal ini berarti semua anggota populasi dijadikan Pada penelitian ini proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Role Playing. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama tiga kali pertemuan yaitu dengan satu kali uji coba instrumen di kelas VI di luar sampel pada tanggal 01 September 2021. Satu kali tes kemampuan awal . pada tanggal 02 Oktober 2021, dua kali pemberian perlakuan atau mengadakan pembelajaran dan satu kali melakukan tes kemampuan akhir . 06 Oktober 2021. Pemberian pretest untuk dapat mengetahui kemampuan awal siswa dengan materi cerita pendek. Kemampuan pretest ialah kemampuan yang dimiliki siswa sebelum mengikuti pembelajaran di kelas. Setelah kemampuan pretest siswa diketahui, maka akan di lakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing. kegiatan ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan, pada akhir pertemuan atau penelitian dilakukan posttest untuk mengetahui kemampuan akhir siswa. Kemampuan akhir siswa merupakan kemampuan siswa dalam ranah kognitif dalam penguasaan materi cerita pendek yang dimana merupakan hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. rekapitulasi data hasil Pre-test dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Belajar Pretest Nilai Keterangan Ou 65 O 65 Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Nilai Rata-rata Pretest Frekuensi Persentase 36,08 Berdasarkan tabel 4. 1, maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang mendapat nilai Ou 65 dengan kriteria tuntas 0 orang (%) dan nilai rata-rata secara keseluruhan sebesar 36,08. Jadi secara deskriptif dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal siswa sebelum mengikuti pembelajaran dengan model role playing termasuk dalam kategori belum rekapitulasi data hasil Post-test dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Belajar Posttest Nilai Keterangan Ou 65 O 65 Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Nilai Rata-rata Pretest Frekuensi Persentase 77,27% 22,72% 74,33 Berdasarkan tabel 4. 2, maka dengan hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang mendapat nilai Ou 65 dengan kriteria tuntas 17 orang (%) dan nilai rata-rata secara keseluruhan sebesar 74,33. Jadi secara deskriptif dapat disimpulkan bahwa kemampuan akhir siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model role playing termasuk dalam kategori sudah tuntas. Pengujian Hipotesis Uji Normalitas Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelompok data hasil ini berdistribusi normal atau tidak. Maka dapat digunakan uji normalitas data, dengan taraf a= 0,05 N2Eaycnycycycuyci C N2ycycaycayceyco maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal. Berdasarkan analisis di atas maka rekapitulasi hasil uji normalitas dapat dilihat dari Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Data Data Post-test AA hitung DK . AA tabel Keterangan 7,901 9,4877 Normal Berdasarkan tabel 4. 3, maka menunjukkan bahwa nilai N2Eaycnycycycuyci data pretest dan posttest lebih kecil dari pada nilai N2ycycaycayceyco . Pengujian normalitas dengan menggunakan uji kecocokan NA. hi-kuadra. dapat disimpulkan bahwa pretest dan posttest menunjukkan data berdistribusi normal pada taraf signifikan 5% . = 0,. karena N2Eaycnycycycuyci>N2ycycaycayceyco . Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui efektif tidaknya penggunaan model pembelajaran role playing terdapat hasil belajar Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri 2 Rantau Bingin. Karena data berdistribusi normal dan simpangan baku populasi diketahui, maka untuk menguji hipotesis menggunakan rumus uji-z. Hasil perhitungan data dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis yeuyeOyeOyeiyenyeayeO yeuyeiyeCyeEyeIyes 4,48 1,64 Kesimpulan ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yayca diterima dan yaycu ditolak Berdasarkan tabel 4. 4, menunjukkan hasil analisis uji-z, diketahui bahwa nilai ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco , dengan taraf signifikana = 0,05, karena ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yaitu ycEaycnycycycuyci = 4,48 dan ycycycaycayceyco = 1,64, maka yayca diterima dan yaycu ditolak. Jadi artinya, nilai rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 2 Rantau Bingin setelah diterapkan model pembelajaran role playing secara signifikan tuntas. SIMPULAN Berdasarkan hasil eksplorasi dan percakapan informasi tentang pemanfaatan model pura-pura dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 2 Rantau Bingin, nilai rata-rata siswa terakhir adalah 74,33 dan tingkat siswa yang tuntas . ,27%). Mengingat menunjukkan bahwa Zhitung = 4,48 dan Ztabel = 1,64. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 2 Rantau Bingin setelah pelaksanaan model pembelajaran pura-pura selesai. DAFTAR PUSTAKA