Ahmad Iffan. M Ridho Nur. Asrizal Konseptualisasi Moderasi Beragama Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu ISSN 2656-7202 (P) ISSN 2655-6626 (O) Volume 3 Nomor 2. Juli-Desember 2020 DOI: https://doi. org/10. 35961/perada. KONSEPTUALISASI MODERASI BERAGAMA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF TERHADAP PENANGANAN RADIKALISME DI INDONESIA Ahmad Iffan Universitas Bung Hatta Padang alisthick@gmail. Muhammad Ridho Universitas Islam Negeri Imam Bonjol ridhonur@gmail. Asrizal Saiin STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau asrizal@stainkepri. ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk memberikan konsepsi moderasi beragama sebagai langkah preventif dalam penanggulangan radikalisme di Indonesia. Karena tanpa melakukan konseptualiasi moderasi keagamaan yang benar akan berdampak terhadap pemikiran masyarakat yang memiliki fanatisme buta terhadap suatu pemahaman agama, oleh karena demikian hal ini akan melahirkan tindakan tindakan anarkisme yang berakhir dengan melakukan tindakan kriminal. Karena radikalisme lahir dari pemikiran dangkal masyarakat terhadap merespon konflik sosial keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative dengan sifat penelitiannya adalah deskriptif dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder adapun Teknik penelitian pengumpulan data yang digunakan adalah teknik penelitian kepustakaan . ibrary researc. hasil dari penelitian ini akan memperkuat konseptualisasi moderasi dengan mendalami pemahaman moderasi siyasah, mdoerasi fikih dan moderasi ibadah sebagai dasar pergerakan kemoderatan. ABSTRACT This study aims to provide a conception of religious moderation as a preventive step in tackling radicalism in Indonesia. Because without the correct conceptualization of religious moderation it will have an impact on the thinking of people who have blind fanaticism towards a religious understanding, therefore this will give birth to acts of anarchism that end in committing crimes. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Ahmad Iffan. M Ridho Nur. Asrizal Konseptualisasi Moderasi Beragama Because radicalism is born from the shallow thinking of society in responding to socio-religious The research method used is juridical normative with the nature of the research is descriptive and the source of the data used is secondary data. The data collection research technique used is the library research technique. The results of this study will strengthen the conceptualization of moderation by deepening the understanding of siyasa moderation, fiqh moderation and moderation of worship as the basis for moderation movements . Keywords: Religious Moderation. Preventive Measures. Radicalism Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Ahmad Iffan. M Ridho Nur. Asrizal Konseptualisasi Moderasi Beragama PENDAHULUAN Agama di Indonesia telah menjadi satu kesatuan dengan Negara karena berbagai unsur dan aspek kenegaraan diwarnai dengan hal hal keagamaan. Konsepsi ini merupakan bukti bahwa keberadaan Negara ini tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia yang telah melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan pihak yang telah Indonesia keseluruhan merupakan pemuka agama dan aktor kemerdekaan yang memiliki tingkat religiusitas tinggi. Persebaran pemahaman keagamaan di Indonesia memerlukan langkah antisipatif terhadap penafsiran yang extreme dari suatu norma agama, karena pada dasarnya tidak ada satupun agama yang menganjurkan untuk kesewenangan hingga bersifat ekstrimisme. Kelembutan, perdamaian merupakan ajaran pokok semua agama tanpa memilah ras dan Adapun orang orang yang melaksanakan tindakan buruk dengan dalih keagamaan merupakan kesalahan pemaha-man yang keliru, bahkan tidak jarang kesalah-pemahaman ini berbentuk sebuah organisasi aliran kiri yang melakukan tindakan tindakan pelanggaran Dalam masyarakat Indonesia yang multibudaya, etnis, suku bangsa dan beragam kepercayaan agama, maka sikap keber-agamaan yang ekslusif seperti hanya mengakui kebenaran hanya milik sepihak agama, tentu dapat mengakibatkan gesekan antar kelompok kepercayaan agama. Berbagai konflik keagamaan yang terjadi di Indonesia, umumnya di awali dengan adanya sikap keberagamaan yang ekslusif antar agama, serta adanya persaingan yang kompetitif antar kelompok agama dengan tujuan untuk meraih dukungan masa tanpa dilandasi sikap toleran, karena keeklusifan antar agama menggunakan kekuatannya untuk meraih kemenangan sehingga memicu konflik keagamaan. 1 Banyaknya budaya dan keberagaman bukanlah sebuah alasan untuk melakukan ketidak sepakatan terhadap sebuah persatuan karena Indonesia telah lahir dari sebuah bangsa yang berbeda etnis, suku dan budaya menjadi sebuah Negara kesatuan dengan banyaknya perbedaan. Karena keberagaman ini maka perlu adanya kerpercayaan dan keyakinan seperti konsepsi keagamaan yang merupakan pedoman hidup yang berkeadilan dalam menghadapi konflik kehidupan dan kemasya-rakatan, persepektif keagamaan telah menjadi cara pandang dan pedoman yang dijadikan solusi untuk urusan dunia dan akhirat. Hal ini sesuai dengan tujuan entitas sebuah agama yaitu diturunkan ke dunia ini agar menjadi tuntunan dan pedoman hidup, norma agama diturunkan ke bumi untuk menjadi solusi dari berbagai konflik kehidupan, baik dalam skala mikro maupun makro, ruang lingkup keluarga . maupun level negara . Memer-hatikan dan mengetahui pengertian moderasi agama merupakan langkah awal untuk memahami keberbedaan. Moderasi beragama merupakan suatu pemahaman yang diambil dari norma dan aturan keagamaan kemudian ditesrapkan secara adil dan berimbang tanpa memahami suatu teks dengan cara yang berlebih lebihan. Karena di Indonesia tidak sedikit yang melakukan tindakan kekerasan kepada seseorang apabila tidak satu pemahaman dengannya dan organisasi yang diyakininya adalah benar. Pemikiran ketidaksetabilan terhadap eko-nomi, politik hingga keamanan. Bahkan dengan zaman yang serba canggih dan modern dapat Agus Akhmadi. AoMODERASI BERAGAMA DALAM KERAGAMAN INDONESIA RELIGIOUS MODERATION IN INDONESIAAoS DIVERSITYAo, 13. , 11. 2 Ibid, hlm. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Ahmad Iffan. M Ridho Nur. Asrizal Konseptualisasi Moderasi Beragama menyebarkan informasi dengan cepat tanpa ada batasan waktu, hal inipun akan membawa dampak yang kurang produktif karena belum ada alat filterisasi informasi di jejaring internet yang efektif, maka merupakan hal yang wajar ketika sebuah berkembang dengan pesat dan mempunyai masa yang besar. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI memberikan pengertian bahwa moderasi beragama adalah jalan tengah yang dipilih dalam sebuah sebagaimana moderator yang mempunyai sifat untuk tidak memihak kepada salah satu pihak yang berdiskusi dan bersifat adil kepada semua pihak yang terlibat. Moderasi ini juga diartikan sebagai Ausesuatu yang terbaikAy seperti dalam situasi yang diharuskan untuk memilih salah satu yang terburuk ataupun yang 3 Seseorang yang mengambil jalan dan posisi di tengah dari beberapa pilihan dan posisi yang ditawarkan dinamakan Auorang yang moderatAy yaitu orang orang yang menerapkan prinsip moderasi beragama dalam menajalankan dan memahami aturan keagamaan. Dalam ajaran agam Islam mengena konsep larangan untuk tidak berlebih lebihan dalam sesuatu hal sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Al-'An`am . a AaON aaO a eO a a s I e aA AOA s aO a e acA a AaI e aA AOA s aO EI e aE aO E e a aI e a aEAU a aNNauA AOI aO EI aI aI a a a U aO a e ac aI a a a sN o aNaO aIIA a AaO EOe aA Aa aI a aN e a e e aI a aO aaO aCNau O a eO aI a aA a aN n aO aA a aiA a e aO o INau a a au Ee aIA a ea Tim Penyusun Kementerian Agama RI. Tanya Jawab Moderasi Beragama (Jakarta Pusat: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2. AuDan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacammacam buahnya, zaitun dan delima yang serupa . entuk dan warnany. dan tidak sama . Makanlah dari buahnya . ang bermacam-macam it. bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya . engan disedekahkan kepada fakir miski. berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Ay Ayat di atas memberikan gambaran bahwa suatu hal tidaklah boleh dilakukan dan direspon dengan cara yang berlebih lebihan, salah satu pertimbangannya adalah dapat mengakibatkan suatu hati manusia menjadi lalai dan berpengaruh terhadap ketidak seimbangan akal dan fikiran. Sesuatu yang dapat mengganggu hati dan akal fikiran merupakan hal yang wajib untuk dijauhi dan ditinggalkan, bahkan tidak hanya dapat merugikan personality orang melakukan tetapi juga berdampak terhadap orang orang yang berada di lingkungan keluarga dan pekerjaan. Konflik sosial yang terjadi di masyarakat seperti melakukan penistaan agama terhadap agama tertentu, melakukan pengrusakan terhadap rumah ibadah agama lain hingga ujaran kebencian terhadap agama lain di berbagai platform media elektronik dan media cetak. Semua hal ini berawal dari kegagalan pemahaman keagamaan terhadap kondisi dan sosial masyarakat itu sendiri yang dilakukan oleh orang orang dengan kelompoknya yang beraliran garis keras seperti tidak adanya dikarenakan berbeda keyakinan, hal ini ditambah dengan Islam sebagai agama dengan umat terbanyak di Indonesia,4 4 Yunus and Arhanuddin Salim. AoEksistensi Moderasi Islam dalam Kurikulum Pembelajaran PAI di SMAAo. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Ahmad Iffan. M Ridho Nur. Asrizal Konseptualisasi Moderasi Beragama pandangan tidak bias menerima terhadap kebenaran dari pihak lain yang berbeda Salah satu contoh pendangan yang pemahaman moderasi beragama adalah mengafirkan saudaranya sesama pemeluk agama yang sama hanya gara-gara mereka berbeda dalam paham keagamaan, padahal hanya Tuhan yang Maha Tahu apakah seseorang sudah masuk kategori kafir atau Seseorang yang bersembahyang terus-menerus dari pagi hingga malam tanpa mempedulikan problem sosial di sekitarnya bisa disebut berlebihan dalam 5 Hal ini berlaku juga terhada hinaan dan perlakukan tidak baik terhadap pemahaman agama lain yang pada tataran norma memiliki perbedaan. Konsep kemoderatan dalam pilihan ekstrimisme yaitu tidak menjalankan agama secara berlebihan dan juga tindak berlebihan dalam menganggap mudah aturan agama. Karena seharusnya setia manusia tidak boleh mengagungkan teksteks keagamaan dengan cara fanatisme tanpa menghiraukan akal dan logika, juga tidak berlebihan terhadap keagungan akal sehingga mengabaikan norma norma yang terdapat dalam teks. Oleh karena itu keberadaan moderasi beragama bertujuan untuk menjadi solusi tengah terhadap dua kutub ekstrem dalam beragama, seharusnya setiap manusia haruslah kembali pada esensialitas suatu ajaran agama, yaitu memanusiakan manusia. 6 Ekstrimisme yang dihasilkan dari ketidak moderatan akan membawa suatu pehaman kepada konsep Radikalisme, karena Radikalisme dalam agama (Isla. akan menjadi bagian . ,