Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Pelatihan Budidaya Ikan Tepat Guna Bagi Anak Panti Asuhan Al Maaun PCM Wangon Banyumas M Azharul Rijal1. Ikhsan Pratama2. Fitri Rachmawati3. Sukma Haryogi4. Adhia Rafif Muafa5 1,2,4,5 Fakultas Pertanian dan Perikanan. Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto ARTICLE INFO Article history: DOI: 30595/pspfs. Submited: 05 Mei, 2023 Accepted: 21 Mei, 2023 Published: 04 Agustus, 2023 Keywords: Anak Panti. Budidaya Ikan. Budikdamber ABSTRACT Panti asuhan Al Maaun merupakan panti asuhan bagi remaja pada usia sekolah yang didirkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wangon. Panti asuhan memberikan layanan kepada masyrakat untuk meningkatkan keterampilan, rehabilitasi sosial, pelayanan sosial, perlindungan sosial dan perlindungan Pendidikan. Untuk meningkatkan ketrampilan, anak asuh panti harus diberikan keterampilan sehingga dapat bermafaat bagi mereka kelak. Teknologi budidaya yang tepat guna dapat meningkatkan keterampilan mereka kelak. Budidaya perikanan ramah lingkungan untuk produksi ikan secara efektif saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian menggunakan metode partisipasi langsung dengan melakukan pembenihan ikan lele yang di dalamnya mencakup: pemberian materi budidaya dengan ceramah dilanjutkan dengan diskusi, penerapan budidaya dengan praktek langsung di tempat mitra, pembinaan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman anak asuh panti terhadap kegiatan budidaya dan adanya tambahan ilmu tentang keterampilan mengenai budidaya tepat guna dalam hal ini adalah budidaya ikan dalam Pelatihan ini memiliki kesimpulan bahwa adanya peningkatan keterampilan dari anak asuh panti dan adanya peningkatan pengetahuan untuk kegiatan budidaya ikan. Saran untuk pelatihan ini adalah perlu ada nya peningkatan pemahaman anak asuh panti akan konsep panen dan konsep pemasaran hasil perikanan budidaya dan pelatihan kewirausahaan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: M Azharul Rijal Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan. PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran. Banyumas Email: mazharulrijal@ump. PENDAHULUAN Panti asuhan merupakan tempat untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang belum mampu secara ekonomi untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya. Salah satu karakter yang dapat diberikan pada panti asuhan adalah pembentukan skill yang tepat guna supaya dapat diterapkan anak asuh saat keluar dari panti asuhan. Keterampilan yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah keterampilan kegiatan budidaya ikan yang tepat guna. Panti asuhan Al Maaun merupakan panti asuhan bagi remaja pada usia sekolah yang didirkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wangon. Panti asuhan memberikan layanan kepada masyrakat untuk meningkatkan keterampilan, rehabilitasi sosial, pelayanan sosial, perlindungan sosial dan perlindungan Pendidikan. Muhammadiyah sebagai Lembaga keislaman yang sangat konsentrasi pada keadilan sosial yang Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 sangat memperhatikan anak yatim, yatim piatu dan fakir miskin. Untuk meningkatkan ketrampilan, anak asuh panti harus diberikan keterampilan sehingga dapat bermafaat bagi mereka kelak. Teknologi budidaya ikan dalam ember yang tepat guna dapat meningkatkan keterampilan mereka di masa mendatang. Jumlah anak asuh yang terdapat pada panti asuhan sekitar 30 anak. Kegaitan sehari hari anak asuh adalah pendidikan formal dan informal, misalnya pengajian diniyah. Kegiatan anak asuh hanya mendapatkan pendidikan tersebut, menyebabkan anak asuh belum memiliki lifeskill kewirausahaan yang menjadi bekal setelah selesai dari panti asuhan Al Maauun. Selain itu, kekurangan lain dari panti asuhan adalah tidak adanya keterampilan yang dapat dikembangkan dan diterapkan seusai mereka keluar dari panti asuhan. Hal ini dikarenakan pada saat ada di panti asuhan segala kebutuhan yang dibutuhkan telah dipenuhi oleh pihak panti asuhan. Kebutuhan akan pangan, sandang dan papan. Sementara bagi anak asuh yang telah dewasa dan dianggap layak dan bisa keluar dari panti yang tidak memiliki keterampilan maka akan susah untuk bertahan dan menjadi yang lebih baik lagi. Salah satu solusi dari permasalahan itu adalah pelatihan penerapan teknologi tepat guna pada budidaya Teknologi yang mudah untuk diterapkan adalah Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdambe. Budidaya Dalam Ember (Budikdambe. yang merupakan sistem akuaponik yaitu sistem budidaya yang dikombinasikan dengan penanaman beberapa sayuran seperti kangkung. Penelitian oleh Setyani et al. , . yang dilakukan sistem Bukdidamber ikan lele dumbo dan nila hitam menunjukkan adanya pertumbuhan panjang mutlak pada ikan lele dumbo yang dipelihara yaitu 15,21 cm dan pertumbuhan berat mutlak 87,94 gr/ekor serta tingkat kelangsungan hidup sebesar 66,66 %. Selain itu. Setyaningsih et al. , . juga melakukan penelitian bukdidamber menggunakan ikan lele dengan pemeliharaan selama 30 hari mampu menghasilkan ikan sebanyak 2440 gr . 45 gr/eko. , dan kangkung sebanyak 50 ikat. Program pengabdian masyarakat pada anak panti asuhan Al Maaun Muhammadiyah Wangon ditujukan untuk membekali dan memberikan pengetahuan dan kemampuan dalam bidang budidaya yang tepat guna. Pelatihan keterampilan ini dilaksanakan disusun dan dikembangkan dalam bentuk pelatihan verbal dan praktek langsung bagi peserta anak asuh panti. Pelatihan yang diberikan diharapkan untuk menjadi bekal bagi anak panti asuhan sebagai bekal keterampilan ketika sudah harus keluar dari panti asuhan. METODE PENELITIAN Metode pelaksanaan IbM menggunakan alih teknologi yaitu menerapkan teknologi budidaya ikan dalam ember pada mitra. Kelompok mitra sasaran adalah anak panti asuhan Al Maaun PCM Wangon. Banyumas. Langkah-langkah pelaksanaan IbM adalah dengan sosialisasi, pelatihan dan praktek langsung. Sosialisasi dilakukan dengan menjelaskan secara langsung program IbM yang akan dilaksanakan serta menyiapkan alat dan bahan untuk kegiatan IbM bersama mitra. Pelatihan dilakukan melalui ceramah dan diskusi interaktif bersama Praktek langsung dilakukan untuk mempraktekkan hasil kegiatan pelatihan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Iptek bagi Masyarakat Sosialisasi. Penyuluhan dan Pelatihan ini sudah selesasi dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2023. Kegiatan pengabdian IbM ini terlaksana dengan lancar dan tanpa kendala. Kegaitan IbM ini juga sudah mencapai tahap evaluasi para peserta yang sudah dilakukan pada tanggal 12 Maret Kegiatan IbM ini dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap penyampaian materi dan tahap pelatihan kegiatan. Penyampaian materi dilakukan pada Masjid Panti Asuhan yang diikuti oleh seluruh anak asuh panti. Pada acara ini disampaikan teori dan penjelasan teoritis tentang kegaitan pelatihan budidaya tepat guna yaitu budidaya ikan dalam ember (Budikdambe. Kegiatan penyampaian materi ini berjalan lancar sesuai dengan gambar 1. Gambar 1. Kegiatan Penyampaian Materi Budikdamber Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan. Pada tahap ini seluruh anak panti mulai mempraktekkan materi budidaya ikan yang telah disampaikan sebelumnya. Peserta pelatihan ini telah diberikan alat dan bahan yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Para anak asuh panti secara langsung mempraktekkan cara pembuatan budidaya ikan dalam ember ini. Kegaitan praktek ini didampingi langsung oleh Dosen anggota dari IbM ini serta mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, lihat gambar 2. Gambar 2. Penjelasan dan Pendampingan Kegiatan IbM Langkah awal dari pelatihan budidaya dalam ember adalah membuat dudukan atau tempat untuk tanaman bisa tumbuh dengan menggunakan gelas plastik yang pada bagian bawah telah di tambahkan dengan kain flannel untuk mempermudah memperoleh air, lihat gambar 3. Gambar 3. Proses Pemberian Kain Flannel untuk Sumber Air Tanaman Budidaya Setelah semua gelas plastik telah ditempatkan maka Langkah selanjutnya adalah pengisian air pada media ember budidaya, lihat gambar 4. Pengisian air pada ember hingga mendekati penuh dan bibir ember. Langkah selanjutnya adalah penebaran benih ikan lele. Pada satu ember media budikdamber ditebar sebanyak 60 ekor ikan lele dengan ukuran 12-15 cm, lihat gambar 4. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Gambar 4. Pengisisan air dan Penebaran benih ikan lele Langkah terkahir adalah menaruh bibit tanaman yang telah disiapkan. Tanaman yang digunakan adalah Tanaman pokcoy sebelumnya telah dilakukan penyemaian selama seminggu sebelum kegiatan dilaksanakan, lihat gambar 5. Gambar 5. Peletakkan Benih hasil Semai Pokcoy. Diakhir kegiatan pelatihan budidaya tepat guna, budidaya ikan dalam ember ini para anak panti asuhan diberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai tata cara pemeliharaan ikan dengan baik, cara pemberian pakan sampai proses pergantian air untuk menjaga kualitas air pada media pemeliharaan dapat baik. Pakan yang diberikan pada budidaya ikan diberikan dua kali sehari dengan metoda pemberian pakan seknyangnya. Proses pergantian air dilakukan dua minggu sekali pada sebanyak 50% dari volume air. Tahap akhir yaitu evalusi kegiatan yang dilakukan pada tanggal 12 Maret 2023 ditemukan beberapa temuan penting pada kegaitan IbM ini yang dapat menjadi perhatian. Pada saat kegaitan IbM anak asuh panti diberikan kuisioner yang memperlihatkan kepahaman mereka tentang kegiatan dan pelatihan. Kuisioner terdapat 10 pertanyaan tentang kegiatan pelatihan budidaya ikan dalam ember. Hasil pengisian kuisioner terdapat pada Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Tabel 1. Hasil Analisis Kegaitan Evaluasi Kegiatan IbM Indikator (%) (%) Apakah saudara memahami konsep budidaya ikan dalam ember dengan Apakah saudara paham manfaat dari kegiatan budidaya ikan dalam Apakah saudara memahami praktek pembuatan budidaya ikan dalam Apakah saudara memahami konsep pemeliharaan budidaya ikan dalam Apakah saudara memahami konsep panen ikan dalam budidaya ikan 41,2 35,3 dalam ember ? Apakah saudara memahami pangsa pasar untuk produk budidaya ikan 47,1 23,5 dalam ember ? Keterangan : 1: tidak memahami, 2: cukup memahami, 3: memahami, 4:sangat memahami (%) (%) Tabel 1 menunjukkan hasil evaluasi tingkat kepahaman perserta anak asuh panti terhadap kegaitan IbM Pada setiap pertanyaan terdapat perbedaan tingkat pamahaman para peserta. Secara umum para peserta cukup pemahami konsep dan manfaat yang diberikan pada pelatihan budidaya dalam ember ini. Demikian pula pada konsep dan praktek kegiatan dari IbM ini. Namun dari konsep panen dan pemasaran produk hasil panen kegiatan ini para anak asuh panti masih belum memahaminya. Keadaan ini sangat wajar karena kegaitan evaluasi ini dilakukan masih sebulan dari kegiatan dan para peserta masih awam dan baru pertama kali melakukan kegiatan Saran kedepan mungkin perlu dilakukan kegiatan sosialisasi penenganan dan pengetahuan pangsa pasar dari hasil kegiatan budidaya ikan dalam ember. SIMPULAN Dari kegiatan IbM pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan dan kemahaman akan budidaya ikan dan Teknik budidaya ikan sederhana budidaya ikan dalam Peningkatan keterampilan ditunjukkan dengan aktif dan berhasilnya para peserta untuk membuat budidaya ikan dalam ember dengan baik. Pemahaman akan teknologi dan kegaitan budidaya juga meningkat dengan adanya data evaluasi. Kedepan kegiatan serupa akan dilakukan dengan pendampingan yang lebih baik serta peningkatan pemehaman anak asuh panti akan kegiatan panen, penanganan pasca panen dan kegaitan promosi pemasaran pasca panen kegiatan budidaya. DAFTAR PUSTAKA