Gerakan SADARI Dan SADANIS Sebagai Upaya Pencegahan Kanker Payudara Untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Wanita Des Metasari . Diyah Tepi Rahmawati . Ice Rakizah Syafrie . 1,2,3,4,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 Desdesmetasari@unived. 2 cecoatepay@gmail. 3 icerakizah@unived. ARTICLE HISTORY Received . Maret 2. Revised . Juli 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS SADARI. SADANIS. Breast Cancer. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Kematian akibat kanker serviks terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia tinggi. GLOBOCAN . bahwa kanker payudara menduduki urutan kedua di Indonesia sebagai penyebab kematian akibat kanker. Kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya deteksi dini kanker mengakibatkan banyak pasien kanker yang tidak mengetahuinya dan hanya memanfaatkan layanan kesehatan pada pada stadium akhir, akibtanya tidak dapat dilakukan penanganan maksimal. Pencegahan kematian dapat diatasi dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan upaya deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS)Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan WUS dan mengajarkan pemeriksaan SADARI dan SADANIS. Kegiatan ini dilakukan bulan Mei s/d Juli 2024 di Kota Bengkulu pada 50 orang WUS, dengan memberikan edukasi tentang kanker sampai menggerakkan masyarakat melakukan SADARI secara mandiri dan memfasiltasi kegiatan SADANIS di fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi rujukan jaminan kesehatan WUS. Hasilnya 80% pengetahuannya meningkat, 100% mampu memperagakan SADARI sesuai SOP, 78% melakukan SADANIS di pelayanan kesehatan setempat dengan hasil tidak ada yang beresiko kanker payudara. Pemberian edukasi dan simulasi kegiatan SADARI dan SADANIS efektif menggerakkan masyarakat melakukan upaya deteksi dini kanker payudara. Peran tenaga kesehatan menyebarkan informasi kesehatan dan simulasi dengan masyarakat secara lansgung dapat meningkatkan derajat kesehatan optimal. ABSTRACT Deaths from cervical cancer occur in low and middle income countries such as Indonesia. GLOBOCAN . states that breast cancer ranks second in Indonesia as a cause of death from cancer. Public awareness to carry out early detection efforts for cancer results in many cancer patients who do not know about it and only use health services at a late stage, as a result of which maximum treatment cannot be carried out. Prevention of death can be overcome by increasing public knowledge and early detection efforts through breast self-examination (SADARI) and clinical breast examination (SADANIS). The purpose of this activity is to increase WUS knowledge and teach SADARI and SADANIS examinations. This activity was carried out from May to July 2024 in Bengkulu City on 50 WUS, by providing education about cancer to mobilizing the community to carry out SADARI independently and facilitating SADANIS activities in health service facilities that are referrals for WUS health insurance. The result is 80% of their knowledge increased, 100% were able to demonstrate SADARI according to SOP, 78% performed SADANIS in local health services with the result that no one was at risk of breast Providing education and simulation of SADARI and SADANIS activities effectively mobilizes the community to make efforts for early detection of breast cancer. The role of health workers in disseminating health information and simulations with the community directly can improve optimal health levels. PENDAHULUAN Kanker payudara memiliki jumlah kasus baru tertinggi di Indonesia sebesar 65. 858 kasus atau 16,6 % dari total 396. 914 kasus kanker. Menurut Yayasan Kanker Indonesia (YKI), penyebab tinggiya kasus kanker di Indonesia adalah bahan karsinogenik, seperti rokok, daging olahan dan sebagainya, kebiasaan bergadang, kurang olahraga dan makan terlalu banyak (Triana. Aulia and Handayani, 2. Kanker menyebabkan kematian, tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut sehingga mortalitasnya sangat tinggi, makanya penting untuk kita pemeriksaan skrining atau cek kesehatan secara berkala, agar kanker dapat terdeteksi secara dini (Kemenkes RI, 2. Upaya deteksi dini kanker payuadra dapat dilakukan dengan memeriksa payudara sendiri (SADARI) dan melakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Di Kota Bengkulu Wanita Usia Subur (WUS) yang melakukan deteksi dini kanker payudara 68%, belum mencapai target nasional 78% (Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, 2. Hasil survey awal banyak WUS tidak melakukan upaya deteksi dini kanker payudara karena tidak mengetahui cara melakukan SADARI, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara karena rendahnya rasa ingin tahu masyarakat dan kurangnya informasi tentang kanker payudara, sebagian WUS yang sudah mengetahui cara melakukan SADARI dan SADANIS tetap tidak melakukannya karena takut dengan hasil yang akan dia dapatkan, masyarakat masih menaggap bahwa kanker meruapakan penyakit yang mematikan. Berdasarkan uraian permasalahan diatas perlu dilakukan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kepada WUS dengan meningkatkan pengetahuan melalui edukasi dan simulasi serta Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 183 Ae186 | 183 menggerakkan untuk melakukan SADARI dan SADANIS. Tujauan kegiatan PkM ini untuk meningkatkan penegtahuan WUS tentang kanker payudara dan melakukan gerakan beruapa praktik langsung pada WUS untuk deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS. METODE Metode kegiatan PkM ni terjadi beberapa tahapan yang dapat dilihat dari bagain berikut Gambar 1. Work breakdown structure Pengabdian kepada Masyarakat Kegiatan PkM ni tentunya melibatkan berbagia pihak sebagai sumber daya manusia untuk mendapatkan hasil yang optimal. Gambar 2 Kegiatan PkM (SADARI&SADANIS) Tabel 1. Sumber Daya Penelitian Aktivitas Penyuluhan kanker payudara Pembgaian kuesioner dan rekap kuesioner pre dna post test Simulasi SADARI Koordinasi dna persiapan SADANIS Kegiatan SADANIS Manusia Des Metasari (Dosen ketua PkM) Mahasiswa anggota PkM Perangkat LCD dan laptop Diyah Tepi Rahmawat (Dosen Anggita PkM) Ice Rakizah Syafrie Panthom payudara Petugas puskemas kota Bengkulu Kuesioner Dna alat tulis Alat koordinasi dna komunikasi . Alat pemeriKsaan SADANIS 184 | Des Metasari. Diyah Tepi Rahmawati. Ice Rakizah Syafrie. Gerakan SADARI Dan SADANIS Sebagai Upaya Pencegahan Kanker A. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Hasil kegiatan PkM ini sbb: 80% pengetahuannya WUS meningkat setelah dilakukan edukasi tentang kanker payudara dan upaya deteksi dini kanker payudara, 60% WUS mempunyai tingkat pengetahuan rendah meningkat menjadi tingkat pengetahuan sedang setelah diberikan edukasi, 20% WUS dengan pengetahuan sedang berubah menjadi tingkat pengetahuan baik setelah dilaukan edukasi. Namun masih teradapat WUS yang tingkat pengetahuannya tidak berubah akibat beberap alasan, kurang fokus mendengarkan dan menyimak saat edukasi dilakukan, merasa sehat-sehat saja sehingga membutuhkan informasi yang diberikan. 100% mampu memperagakan SADARI sesuai SOP setelah sebelumnya dilakukan simulasi, 78% melakukan SADANIS di pelayanan kesehatan setempat dengan hasil tidak ada yang beresiko kanker payudara, 22% menolak melakukan SADANIS dengan alasan mash sibuk, belum siap, takut hasilnya positif. Kesadaran Perempuan yang kurang untuk segera memeriksakan kondisi payudara jika merasa atau mengalami kelainan pada payudaranya menjadi penyebab tingginya angka kejadian kasus kanker Para pasien dari kanker payudara kebanyakan datang untuk memeriksakan diri disaat kanker telah memasuki stadium sudah lanjut, sehingga kemungkinan untuk sembuh menjadi lebih kecil. (Kemenkes RI, 2. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat Nurhayati, dkk berupa penyuluhan mengenai kanker payudara, penyebab dan cara pencegahannya disertai pelatihan melakukan SADARI dan fasilitas SADANIS telah meningkatkan pengetahuan mengenai kanker payudara, penyebab dan pencegahannya secara signifikan. (Nurhayati, 2. Hasil PkM ini sejalan dengan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Des Metasari, dkk bahwa peningkatan pengetahuan sangat berakitan dengan upaya deteksi dini kanker sistem reproduksi untuk menurunkan mortalitas pasien kanker. Penelitian yang dilakukan yang Anna triana, dkk tahun 2022 bahwa dari 86% yang pernah melakukan SADARI hanya 20,43% diantaranya yang rutin melakukan SADARI karena persepsi yang kurang tepat dan hambatan dalam elakukan SADARI(Triana. Aulia dan Handayani, 2. Faktor-Faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI di kelurahan Sempidi menujukkan diantaranya pengetahuan tentang SADARI (Pradnyandari. Sanjiwani dan Astuti, 2. Penyelesaian Masalah Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi WUS dikota Bengkulu, terjadi peningkatan pemgetahuan dan keasadran serta perilku WUS untuk melakukan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS, masyarakat menjadi lebih mengutamakan preventif sebagai hasil atau ouput dari peromotif, namun perlu dialkukan kegiatan ni secara berkesimbungan agar WUS menjadikan kegiatan deteksi dini kanker payudara menjadi sebuah kebutuhan dan gaya hidup yang akan dilakukan secara berkelanjutan. Permasalahan dari WUS yang ada dkota Bengkulu dapat dilihat hasil pencapaiannya berupa Menigkatknya pengetahuan WUS tentang kanker payudara dan SADARI serta SADANIS. WUS sudah melakukan upaya deteksi dini aknker payudara dengan keasadran sendiri, secara rutin, telah dimafaatkannya pelayanan kesehatan oleh WUS untuk melakukan SADANIS KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan PkM ini dapat disumpulkan bahwa Peningkatan pengetahuan akan menyebabkan perubahan perilaku, jika tingkat pengetahuannya tinggi maka perilakunya cenderung baik. WUS yang mengetahui pentingnya pemeriksaan SADARI dan SADANIS untuk mendeteksi dini kanker payudara akan berperilaku memeriksakan dirinya ke pelayanan Kesehatan. Dengan demikian pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI merupakan salah satu upaya deteksi dini yang dapat dilakukan oleh setiap Wanita dengan mudah untuk menemukan benjolan ataupun kelainan lainnya pada payudara. Jika SADARI dilakukan secara teratur, maka akan diketahui ada tidaknya benjolan ataupun kelainan pada payudara lebih awal walaupun dengan ukuran yang masih kecil. Pengobatan yang akan dilakukan menjadi efektif. Disarankan Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan tenaga kesehatan aktif memberikan informasi tentang kanker payudara dan pentingnya melakukan deteksi dini kanker serviks serta memberikan fasilitas SADANIS dengan mudah, bagi masyarakat terutama perempuan khususnya wanita usia subur > 20 tahun atau sedini mungkin . -49 tahu. mampu melakukan upaya deteksi dini secara mandiri atau SADARI dalam rangka mencegah atau meminimalkan resiko kejadian kanker payudara. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 183 Ae186 | 185 UCAPAN TERIMA KASIH Dalam kegaitan PkM ini melibatkan berbagai pihak, sehingga penulis mengucapkan teriamsih yang sebesar-besarnya kepada: Rektr Universitas Dehasen Bengkulu yang memberikan izin penugasan kegiatan PkM Kepala BPM. Z-Muharramah yang telah memfasilitasi ke pelayanan esehatan untuk melakukan SADANIS Kepala dinas Kesehatan kota Bengkulu yang telah memberikan izin kegiatan PkM WUS yang ada dikota Bengkulu yang sudah kooperatif dalam Kerjasama kegiatan PkM DAFTAR PUSTAKA