Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) ANALISIS PEMBERIAN TINDAKAN RELAKSASI NAPAS DALAM PADA PASIEN PRE OPRASI HIL (HERNIA INGUINALIS) DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ANSIETAS DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD WANGAYA Gusti Komang Ayu TrisnayantiA. Gede Budi WidiartaA. Made Yos KresnayanaA Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng Program Studi Pendidikan Ners trisnayanti017@gmail. ABSTRAK Hernia inguinalis didefinisikan sebagai penonjolan organ abdomen atau jaringan adiposa preperotoneal melalui kanalis inguinalis. Hernia tipe ini yang paling umum terjadi dan muncul sebagai tonjolan di selangkangan atau skrotum dan sering terjadi pada lakilaki, berdasarkan laporan di Amerika Serikat, insidensi kumulatif hernia inguinalis di rumah sakit adalah 3,9% untuk laki-laki dan 2,1% untuk perempuan. Hernia inguinalis dapat diderita oleh semua umur, tetapi angka kejadian hernia inguinalis meningkat dengan bertambahnya umur dan terdapat distribusi bimodal . ua modu. untuk usia yaitu dengan puncaknya pada usia 1 tahun dan pada usia rata-rata 40 tahun. untuk menjelaskan Asuhan Keperawatan dengan Pemberian Relaksasi Napas Dalam pada Pasien Fre Oprasi HIL (Hernia Inguinalis Latera. dengan Masalah Keperawatan AnsietasMetode yang digunakan dalam Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada klien dengan HIL (Hernia inguinalis Latera. pre Operasi di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Wangaya. Pendekatan yang digunakan merupakan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Tindakan pemberian relaksasi nafas dalam dapat mengurangi rasa cemas yang dirasakan pada pasien HIL (Hernia inguinalis Latera. Diharapkan dapat menjadi kajian dalam memberikan informasi untuk mengoptimalkan pemberian asuhan keperawatan Kata Kunci : Hernia inguinalis, ansietas, relaksasi napas dalam ABSTRACT Inguinal hernia is defined as the protrusion of abdominal organs or preperitoneal adipose tissue through the inguinal canal. This type of hernia is the most common and appears as a bulge in the groin or scrotum, often occurring in males. According to reports in the United States, the cumulative incidence of inguinal hernia in hospitals is 3. 9% for males and 2. 1% for females. Inguinal hernias can occur at any age, but the incidence increases with age and shows a bimodal distribution- peaking at 1 year of age and again around the average age of 40. To describe nursing care by providing deep breathing relaxation to preoperative patients with Lateral Inguinal Hernia (LIH) experiencing anxiety as a nursing problem. The method used in this Final Scientific Work for Nurses is descriptive, in the form of a case study to explore nursing care issues in clients with preoperative Lateral Inguinal Hernia (LIH) in the Central Surgical Installation Room of Wangaya General Hospital. The approach used is a nursing care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, nursing intervention, nursing implementation, and nursing evaluation Deep breathing relaxation therapy was effective in reducing anxiety experienced by patients with Lateral Inguinal Hernia (LIH). It is expected to serve as a reference in providing information to optimize nursing care delivery. Keywords : Hernia Inguinalis. Ansietas. Deep breathing relaxation Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) PENDAHULUAN Hernia inguinalis didefinisikan sebagai penonjolan organ abdomen atau jaringan adiposa preperotoneal melalui kanalis inguinalis. Hernia tipe ini yang paling umum terjadi dan muncul sebagai tonjolan di selangkangan atau skrotum dan sering terjadi pada Hernia inguinalis dapat diderita oleh semua umur, tetapi angka kejadian hernia inguinalis meningkat dengan bertambahnya umur dan terdapat distribusi bimodal . ua modu. untuk usia yaitu dengan puncaknya pada usia 1 tahun dan pada usia rata-rata 40 tahun. (Sampe & Langitan, 2. Hernia inguinalis merupakan kasus di bagian bedah yang memerlukan tindakan operasi dan menimbulkan luka. Proses penyembuhan luka terdiri dari hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Pada luka operasi perlu dilakukan hecting agar jaringan menyatu dan dapat berfungsi Kembali. Ansietas merupakan kondisi yang normal dan merupakan reaksi sehat terhadap stres yang beruhubungan dengan aktivasi respon fight-or-flight dari segi fisik, mental, dan perubahan perilaku yang memungkinkan seseorang untuk menghadapi ancaman atau (Ghozali & Airlangga, 2. Teknik relaksasi yang lebih dipilih untuk menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi yaitu teknik Dalam terapannya terapi relaksasi nafas dalam lebih mudah dipelajari dan diterapkan oleh para pasien nantinya, serta keuntungannya menggunakan terapi nafas dalam ini adalah waktu dan dana yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dibandingkan terapi relaksasi yang lain (Nugroho et al. , 2. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada klien dengan HIL (Hernia inguinalis Lateral pre Operasi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Wangaya. Pendekatan yang digunakan merupakan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini, dikumpulkan dalam suatu format yang diisi oleh peneliti bersumber pada responden penelitian. Metode pengumpulan data pada studi kasus ini yaitu dengan data primer yaitu dengan cara observasi dan melakukan wawancara terhadap pasien langsung dengan menggunakan format pengkajian yang diberikan pada saat stase pengkajian terhadap pasien kelolaan. HASIL Hasil yang didapatkan dari penerapan asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan pada pasien yaitu. pasien merasa khawatir berkurang mengenai tindakan operasi yang dijalani, tandaAetanda ansietas pada pasien berada dalam skala menurun . alam batas norma. PEMBAHASAN hasil pengkajian dan hasil wawancara dengan klien di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Wangaya masalah keperawatan utama yaitu Ansietas, klien mengatakan merasa khawatir terhadap tindakan operasi yang akan dijalani, penulis tidak mengambil masalah keperawatan nyeri karena saat berada di ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Wangaya. Ansietas adalah kondisi emosi dan terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya untuk Kriteria mayornya yang dapat ditemukan berupa data objektif klien tampak tegang dan cemas, data subjektif yang dapat ditemukan pada tanda mayor adalah merasa bingung dan merasa khawatir dengan akibat dan kondisi Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) yang dihadapi. Sedangkan kriteria minornya yang ditemukan berupa data objektif yaitu klien tampak cemas. Verbalisasi gelisah . Verbalisasi kebingungan . Verbalisasi Khawatir akibat kondisi yang dihadapi . , dan Perilaku Tegang . Terapi relaksasi merupakan salah satu intervensi keperawatan secara mandiri untuk mengurangi nyeri yang dirasakan oleh pasien. Beberapa teknik non farmakologi untuk mengurangi nyeri diantaranya distraksi. Relaksasi napas dalam. Teknik relaksasi memberikan individu kontrol diri ketika kecemasan muncul dan dapat digunakan pada seseorang sehat ataupun sakit. Relaksasi napas dalam merupakan pengembangan metode respon relaksasi pernapasan dengan melibatkan sistem pernapasan pasien yang dapat menciptakan suatu lingkungan internal sehingga dapat membantu pasien mencapai kondisi kesehatan dan kesejahteraan lebih Intervensi pre operatif yang diimplementasikan pada klien yaitu Mengidentifikasi mengambil keputusan, memonitor tandaAetanda ansietas, menciptakan menjelaskan prosedur termasuk sensai yang mungkin dialami, melatih tehnik relaksasi napas dalam. KESIMPULAN DAN SARAN Akhir dari proses keperawatan adalah evaluasi terhadap asuhan keperawatan yang diberikan. Evaluasi yang didapatkan pada klien dengan intervensi relaksasi napas dalam terbukti efektif dalam meningkatkan skala ansietas yang dirasakan oleh Evaluasi yang dilakukan oleh penulis pada klien selama 30 menit sudah dibuat dalam bentuk SOAP. Respon klien dalam pelaksanaan setiap tindakan keperawatan baik, klien cukup kooperatif dalam pelaksanaan setiap tindakan keperawatan. Hasil evaluasi yang dilakukan oleh penulis pada klien menunjukkan bahwa Vol. 10 No. 1 Juni 2025 masalah yang dialami oleh klien sudah Hasil Karya Ilmiah Ners (KIAN) menambah ilmu pengetahuan pasien dalam menurunkan skala cemas pada pre operasi dan dapat memberikan inovasi baru bagi pasien pre operasi sehari-hari diharapkan menjadi landasan yang kuat untuk penulis KIAN selanjutnya. Penggunaan instrumen yang lebih mudah dan ringkas akan sangat perawat di ruang Instalasi Bedah Sentral, kemudian untuk penentuan diagnosa semoga penulis KIAN selanjutnya dapat memperluas lagi pengkajiannya guna mendapatkan diagnose keperawatan yang lebih banyak sesuai dengan kondisi klien. REFERENSI