AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies P-ISSN: 2622-9897 E-ISSN: 2622-9838 Vol. No. 2, 2025, 247-267 DOI: https://doi. org/10. 58223/al-irfan. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery Riska Amelia Universitas Muslim Indonesia 10220210033@student. Wahyudin Universitas Muslim Indonesia wahyudin@umi. Rosmiati Universitas Muslim Indonesia rosmiati@umi. Nurjannah Abna Universitas Muslim Indonesia abna@umi. Akhmad Syahid Universitas Muslim Indonesia syahid@umi. Abstract Keywords: Implementation. Mumtaz Method. Understanding Nahwu The teaching of Arabic grammar . often poses challenges for students due to its abstract rules and memorization demands, which frequently result in low levels of comprehension and This study aims to address these challenges by examining the effectiveness of the Mumtaz Method in enhancing studentsAo understanding of nahwu. The research employed a Classroom Action Research (CAR) framework to systematically reflect upon and improve classroom practices based on iterative observations and evaluations. The participants were students of class C2 at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Idadiyah Campus i Putri AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 DDI Mangkoso. Soppeng Riaja District. Barru Regency. The Mumtaz Method, which adapts familiar melodies such as religious and childrenAos songs into learning media, was applied to facilitate the memorization and internalization of Arabic grammatical structures. The study was carried out over two cycles, following the stages of pre-cycle . nitial reflectio. Cycle I, and Cycle II. The findings demonstrated a notable improvement in studentsAo comprehension of nahwu. The average score increased from 61. 90 with a completion rate of 33% at the pre-cycle stage to 68. 09 with 52% completion in Cycle I, and further to 77. 38 with a 96% completion rate in Cycle II. These results confirm the effectiveness of the Mumtaz Method in improving Arabic syntax learning. The study contributes to applied linguistics and language pedagogy by offering an innovative, culturally relevant strategy to support grammar acquisition in young learners. Abstrak Kata Kunci: Penerapan. Metode Mumtaz. Pemahaman Nahwu Pembelajaran tata bahasa Arab . sering kali menghadapi tantangan bagi peserta didik karena sifatnya yang abstrak serta tuntutan hafalan yang tinggi, sehingga berakibat pada rendahnya tingkat pemahaman dan capaian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengkaji efektivitas Metode Mumtaz dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nahwu. Penelitian ini menggunakan kerangka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara siklikal melalui refleksi, observasi, dan evaluasi untuk memperbaiki praktik pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas C2 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Idadiyah Kampus i Putri DDI Mangkoso. Kecamatan Soppeng Riaja. Kabupaten Barru. Metode Mumtaz yang digunakan merupakan inovasi pembelajaran yang mengadaptasi lagu-lagu populer, seperti lagu religius dan lagu anak, menjadi media pembelajaran untuk mempermudah hafalan serta internalisasi kaidah tata bahasa Arab. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimulai dari tahap pratindakan . efleksi awa. , siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap nahwu. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 61,90 dengan persentase ketuntasan 33% pada tahap pratindakan, menjadi 68,09 dengan ketuntasan 52% pada siklus I, dan mencapai 77,38 dengan ketuntasan 96% pada siklus II. Temuan ini menegaskan efektivitas Metode Mumtaz dalam meningkatkan pemahaman konsep nahwu pada siswa kelas C2. Kontribusi penelitian ini terletak pada bidang linguistik terapan dan pedagogi bahasa, khususnya sebagai strategi inovatif dan kontekstual dalam mendukung pembelajaran tata bahasa Arab di sekolah dasar. Received: 17-07-2025. Revised: 04-09-2025. Accepted: 16-09-2025 A Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid 248 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Pendahuluan Pendidikan merupakan faktor penentu dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia. Proses pendidikan yang terstruktur dan sistematis memfasilitasi aktualisasi potensi individu, memperkuat kompetensi, dan membentuk karakter yang integral. Sebagai suatu proses yang terencana dan terarah, pendidikan bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi spiritual, moral, intelektual, dan keterampilan yang relevan untuk pengembangan diri, serta kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara (Syahid. , & Bachri, 2. Pendidikan dapat diartikan sebagai proses yang terencana dan sistematis untuk membangun lingkungan belajar yang efektif dan memotivasi. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik secara optimal, meliputi aspek spiritual, moral, intelektual, dan keterampilan, guna mencapai kemandirian dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat (Pristiwanti et , 2. Oleh karena itu, pendidikan merupakan modal utama yang tak ternilai bagi perkembangan individu dan kemajuan masyarakat (Halipa et al. , 2. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang kompleks dan integratif, terdiri dari unsur-unsur tujuan instruksional, strategi pembelajaran, materi terbuka, dan mekanisme evaluasi. Keempat unsur tersebut harus diintegrasikan secara harmonis oleh pendidik untuk mencapai efektivitas pembelajaran (Sudarmanto et al. , 2. Belajar, sebagai proses kognitif dan afektif yang individu dan Perubahan perilaku, baik berupa peningkatan pengetahuan maupun perubahan sikap, menjadi indikator keberhasilan proses belajar (Rusydi & Fitri, 2. Oleh karena itu, pemilihan metode pembelajaran bahasa yang tepat dan selaras dengan tujuan pembelajaran merupakan faktor krusial, baik dalam konteks pendidikan formal maupun informal. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, pendekatan pedagogis harus memperhatikan karakteristik bahasa target serta latar belakang peserta didik. Menurut Mahmud, pembelajaran bahasa Arab yang efektif harus memadukan 249 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 aspek linguistik, psikologis, dan pedagogis, agar mampu mengembangkan empat keterampilan berbahasa: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Selain itu, teori belajar sosial . ocial learning theor. yang dikembangkan oleh Bandura juga relevan dalam konteks ini, karena menggarisbawahi pentingnya model, penguatan, dan interaksi dalam proses belajar Bahasa (Mahmud, 2. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang bersifat audio-visual, kontekstual, dan partisipatif memiliki potensi besar dalam meningkatkan penguasaan bahasa Arab, termasuk dalam aspek nahwu. Metode pembelajaran dapat didefinisikan sebagai pendekatan atau strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Pembelajaran sendiri merupakan serangkaian kegiatan terencana yang dirancang untuk memfasilitasi dan mengoptimalkan proses belajar siswa (Rahman, 2. Dengan demikian, metode pembelajaran dapat dipahami sebagai cara atau teknik penyampaian materi pelajaran yang dipilih dan diterapkan oleh pendidik, baik secara individu maupun kelompok, dengan tujuan agar materi tersebut dapat diakses, dipahami, dikaji, dan diterapkan oleh siswa secara efektif (Hertina et al. , 2. Metode pembelajaran yang efektif menggerakkan dan membangkitkan semangat peserta belajar, memudahkan pemahaman dan penerimaan materi. Metode yang ideal memfasilitasi tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal, menghasilkan hasil terbaik, dan menciptakan proses belajar yang menarik dan berkesan (Ariani, 2. Namun, dalam praktiknya, masih banyak lembaga pendidikan yang mengandalkan metode konvensional seperti ceramah satu arah dalam pengajaran ilmu nahwu. Metode ini seringkali bersifat monoton, minim interaksi, dan kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi siswa, keterbatasan daya serap, serta cepatnya lupa terhadap materi yang telah diajarkan. Gap inilah yang memunculkan kebutuhan mendesak untuk menemukan alternatif metode yang lebih kontekstual dan menarik. 250 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Salah satu metode alternatif yang menjanjikan adalah Metode Mumtaz. Metode Mumtaz merupakan suatu strategi pembelajaran yang dirancang untuk mengoptimalkan fungsi otak kiri dan kanan guna mengatasi hambatan dalam proses belajar. Metode ini memanfaatkan media audio berupa lagu-lagu . eligi dan anak-ana. yang diadaptasi dengan lirik berbahasa asing sesuai dengan materi pembelajaran, khususnya untuk menghafal tata bahasa Arab (Fazira. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan pemahaman konsep dasar nahwu serta meningkatkan daya tarik dan efektivitas pembelajaran. Pentingnya pembelajaran bahasa Arab bagi umat Islam tidak dapat dipungkiri, kedudukannya mengingatnya sebagai bahasa Al-Qur'an dan Hadits, serta sebagai bahasa ilmu pengetahuan yang berperan penting dalam peradaban Islam. Lebih lanjut, status bahasa Arab sebagai bahasa internasional yang digunakan secara luas di berbagai negara semakin mengukuhkan urgensi pembelajarannya (Munip, 2. Dalam konteks ini, ilmu nahwu sangat penting sebagai fondasi untuk memahami teks-teks berbahasa Arab dengan benar dan Namun, karena penyampaiannya tidak sesuai dengan gaya belajar siswa, siswa sering menganggap ilmu nahwu sulit dan membosankan (Sudrajat. Secara esensial, pembelajaran bahasa Arab merupakan proses mempelajari bahasa yang digunakan oleh komunitas penutur asli bahasa Arab. Pembelajaran yang efektif bagi anak-anak adalah yang menyenangkan, interaktif, dan memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi. Metode pemutaran lagu telah terbukti efektif untuk mengatasi kesulitan belajar karena sesuai dengan sifat psikologis siswa usia dini, yang cenderung belajar melalui irama dan gerak (Jabbar et al. , 2. Oleh karena itu. Metode Mumtaz menjadi sangat relevan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran nahwu. Kajian terdahulu menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab, khususnya aspek nahwu, masih menghadapi tantangan serius dalam konteks pendidikan formal. Metode pembelajaran tradisional yang bersifat ceramah satu arah cenderung kurang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan daya ingat terhadap materi (Sudrajat, 2. Beberapa penelitian terdahulu 251 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 menekankan pentingnya pendekatan pedagogis yang mengintegrasikan aspek linguistik, psikologis, dan pedagogis agar pembelajaran bahasa Arab dapat optimal (Mahmud, 2. Selain itu, penggunaan media audio-visual, termasuk musik dan lagu, terbukti memiliki potensi besar untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam mempelajari bahasa (Jabbar et al. , 2. Akan tetapi, penelitian mengenai penerapan metode yang secara khusus mengadaptasi lagulagu populer ke dalam konteks pembelajaran nahwu masih relatif terbatas. Berdasarkan kajian tersebut, tampak adanya gap antara kebutuhan akan metode pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan dengan kenyataan di lapangan yang masih didominasi oleh metode konvensional. Novelty penelitian ini terletak pada penerapan Metode Mumtaz, yakni sebuah strategi yang mengintegrasikan unsur musik dengan lirik bahasa Arab untuk mempermudah hafalan dan pemahaman konsep nahwu (Fazira, 2. Pendekatan ini tidak hanya menawarkan solusi praktis terhadap rendahnya pengembangan inovasi pembelajaran bahasa Arab berbasis linguistik terapan. Dengan demikian, penelitian ini memperkaya literatur tentang metode pembelajaran nahwu yang lebih kreatif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa usia dini maupun madrasah dasar. Dengan demikian, penelitian tentang penggunaan Metode Mumtaz untuk meningkatkan pemahaman nahwu menjadi sangat penting dan relevan. Tujuan dari penelitian ini tidak hanya untuk menguji efektivitas metode secara empiris, tetapi juga untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan inovasi pembelajaran bahasa Arab. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi solusi untuk kurangnya pemahaman siswa tentang nahwu dan menjadi rujukan akademik untuk mengembangkan strategi pembelajaran bahasa Arab yang inovatif dan kontekstual. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti masalah pada penelitian ini. 252 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Metode Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus pada semester ganjil tahun akademik 2024/2025. Dengan 21 siswa di Madrasah Idadiyah Kelas C2. Kampus i Putri di Pondok Pesantren DDI Mangkoso di Kabupaten Barru. Metode PTK menggunakan model siklus Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. KKM sebesar 65 digunakan sebagai kriteria ketuntasan belajar, dengan minimal 70% siswa mencapai nilai tersebut dalam pembelajaran klasik. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara terstruktur dengan wali kelas dan siswa, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, tes tertulis . ra-siklus, siklus I, dan siklus II), dan soal pilihan ganda dan isian singkat. Soal, kunci jawaban, rubrik penskoran, dan lembar observasi adalah bagian dari alat evaluasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui deskripsi interpretatif yang didasarkan pada rubrik observasi dan hasil wawancara. selain itu, persentase ketuntasan dan nilai rata-rata Metode Mumtaz digunakan dengan mengubah lirik lagu religius dan anak-anak menjadi lirik berbahasa Arab yang sesuai dengan materi nahwu. Sebagai contoh, lagu "Balonku Ada Lima" diubah untuk menggunakan hafalan isim dan fi'il, dan ditambahkan gerakan dan kuis untuk meningkatkan partisipasi siswa. Pengenalan lagu, nyanyian untuk menyampaikan materi, penguatan makna gramatikal secara interaktif, dan evaluasi di akhir siklus adalah semua bagian dari proses pembelajaran. Metode ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan aktif sehingga siswa dapat memahami konsep dasar nahwu yang selama ini dianggap sulit dengan pendekatan ceramah konvensional. Pembahasan dan Diskusi Penerapan Metode Mumtaz dalam Meningkatkan Pemahaman Nahwu Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil refleksi setiap siklus digunakan 253 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 sebagai dasar untuk menyempurnakan siklus berikutnya. Setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Metode Mumtaz dalam penelitian ini digunakan melalui media audiovisual, khususnya lagu-lagu populer yang diubah menjadi cara untuk memperkenalkan dan mempelajari konsep nahwu. Lagu-lagu ini disajikan melalui video YouTube pada laptop yang tidak memiliki speaker dan LCD, dan kemudian dinyanyikan bersama siswa dengan gerakan tangan untuk meningkatkan aspek visual dan kinestetik. Pra Siklus Pra-siklus, dilaksanakan pada 18 Desember 2024, bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi awal dan permasalahan pembelajaran nahwu sebelum intervensi Metode Mumtaz. Pada tahap ini, sebuah tes awal yang terdiri dari lima soal mengenai isim, fi'il, dan huruf diberikan kepada siswa untuk mengukur pemahaman mereka sebelum penerapan metode tersebut. Hasil tes awal tersebut kemudian dianalisis untuk menentukan titik awal intervensi. Tabel 1 Hasil Tes Pra Siklus Nilai Jumlah Siswa Keterangan Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Total Siswa Total Nilai Rata-Rata Nilai Belum Tuntas Tuntas Grafik 1 Hasil Tes Pra Siklus 254 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Dari 21 siswa kelas C2, hanya 7 siswa . %) yang mencapai KKM, sementara 14 siswa . %) belum tuntas, dengan rata-rata nilai 61,9. Hasil ini mengindikasikan pemahaman nahwu siswa berada pada kategori "Kurang," sehingga penelitian ini menerapkan Metode Mumtaz untuk meningkatkan pemahaman nahwu. Siklus I . Perencan Tahap perencanaan dalam penelitian tindakan kelas ini memegang peranan Pada tahap ini, peneliti . ang juga bertindak sebagai pengajar Nahw. mempersiapkan berbagai instrumen pembelajaran yang diperlukan. Hal ini mencakup penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pedoman observasi untuk menilai aktivitas guru dan siswa, serta instrumen evaluasi berupa tes tertulis guna menjamin kelancaran proses penelitian. Pelaksanaan Siklus I penelitian ini dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama, pada tanggal 25 Desember 2024, diawali dengan salam, doa, dan pengecekan kehadiran 21 siswa. Pembelajaran menggunakan Metode Mumtaz, memanfaatkan media visual berupa video YouTube untuk menjelaskan materi pengelompokan kata . sim, fi'il, huru. Peneliti memberikan contoh langsung dan pengulangan materi untuk memastikan pemahaman siswa. Pertemuan diakhiri dengan refleksi bersama, penutupan oleh ketua kelas, dan salam penutup dari peneliti. 255 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Pertemuan kedua, pada tanggal 26 Desember 2024, diawali dengan salam dan doa. Peneliti melakukan penguatan materi melalui pengulangan dan dilanjutkan dengan tes uraian untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi Nahwu. Secara keseluruhan, kedua pertemuan Siklus I berjalan lancar, dengan siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran menggunakan Metode Mumtaz. Observasi Berdasarkan hasil observasi pembelajaran siklus I menggunakan Metode Mumtaz menunjukkan aktivitas guru cukup baik . kor rata-rata 3,. , mencakup penyampaian materi, pengaturan kelas, dan pengecekan kehadiran. Namun, aktivitas siswa . kor rata-rata 2,. masih perlu ditingkatkan, terutama partisipasi aktif dalam bertanya, menjawab, dan menyampaikan pendapat. Perbaikan pada siklus berikutnya penting untuk mengoptimalkan efektivitas Metode Mumtaz. Tabel 2 Hasil Tes Siklus I Nilai Jumlah Siswa Keterangan Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Total Siswa Total Nilai Rata-Rata Nilai 68,09 Belum Tuntas Tuntas 256 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Grafik 2 Hasil Tes Siklus I Dari 21 siswa kelas C2, 11 siswa . %) mencapai KKM, sementara 10 siswa . %) belum tuntas, dengan rata-rata nilai 68,09. Hal ini menunjukkan pemahaman nahwu siswa berada pada kategori "Cukup". Refleksi Meskipun hasil siklus I menunjukkan peningkatan, pemahaman nahwu siswa masih dalam kategori "Cukup" karena beberapa kendala: siswa merasa canggung dengan kehadiran peneliti, kurang berani berpendapat dan menjawab pertanyaan, serta belum sepenuhnya menguasai Metode Mumtaz. Oleh karena itu, penelitian dilanjutkan ke siklus II dengan metode yang sama namun disertai Siklus II . Perencanaan Perencanaan Siklus II pada dasarnya mengadopsi kerangka perencanaan Siklus I, namun dengan penyesuaian-penyesuaian yang dianggap perlu. Penyesuaian tersebut didasarkan pada hasil refleksi dan temuan-temuan yang diperoleh selama pelaksanaan Siklus I. Pelaksanaan Pertemuan pertama Siklus II, pada tanggal 4 Januari 2025, melanjutkan implementasi Metode Mumtaz dengan mengulang langkah-langkah Siklus I. Siswa kembali menyimak video pembelajaran, dan materi video tersebut kemudian didiskusikan bersama peneliti. 257 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Pertemuan kedua Siklus II, pada tanggal 5 Januari 2025, menerapkan langkah pembelajaran yang serupa dengan pertemuan sebelumnya. Setelah sesi pembelajaran, peneliti melakukan refleksi bersama siswa. Kemudian, peneliti memberikan tes uraian untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi Nahwu. Observasi Berdasarkan hasil observasi, siklus II menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran Metode Mumtaz. Guru mencapai skor rata-rata 3,7 . ategori "Baik"), menunjukkan efektivitas dalam seluruh aspek Siswa juga mencapai skor rata-rata 3,7 . ategori "Baik"), menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dalam memahami, menghafal, bertanya, menjawab, dan mengikuti evaluasi. Secara keseluruhan, siklus II menunjukan peningkatan kualitas pembelajaran dengan Metode Mumtaz. Tabel 3 Hasil Tes Siklus II Nilai Jumlah Siswa Keterangan Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Total Siswa Total Nilai Rata-Rata Nilai 80,23 Belum Tuntas Tuntas 258 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Grafik 3 Hasil Tes Siklus II Dari 21 siswa kelas C2, 19 siswa . %) mencapai KKM, dan hanya 2 siswa . %) yang belum tuntas, dengan rata-rata nilai 80,23. Ini menunjukkan pemahaman nahwu siswa telah meningkat ke kategori "BaikAy. Refleksi Siklus pembelajaran, mencapai peningkatan kosakata sesuai indikator keberhasilan, dan penerapan Metode Mumtaz berjalan efektif. Pelaksanaan rencana menghasilkan pemahaman nahwu siswa yang memuaskan. Faktor Pendukung dan Penghambat Selama Proses Penerapan Metode Mumtaz Analisis faktor penunjang dan penghambat implementasi penelitian di kelas C2 Madrasah Idadiyah menunjukkan beberapa temuan. Faktor penunjang meliputi motivasi belajar siswa yang tinggi, lingkungan belajar yang suportif dan aman, serta koordinasi yang efektif antara peneliti dan pihak sekolah. Penggunaan Metode Mumtaz, dengan pendekatan audio-visual, terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa. Sebaliknya, faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran yang menuntut efisiensi penyampaian materi, keterbatasan infrastruktur seperti LCD dan speaker, respon awal siswa yang kurang optimal, dan hambatan psikologis berupa rasa malu pada sebagian siswa, terutama dalam aktivitas bernyanyi. 259 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Penerapan Metode Mumtaz dalam Meningkatkan Pemahaman Nahwu Nahwu, sebagai cabang ilmu tata bahasa Arab, memegang peranan krusial dalam pemahaman struktur kalimat dan interpretasi teks Arab, khususnya dalam konteks pendidikan madrasah (Mualif, 2. Kendati demikian, kenyataan empiris menunjukkan tingginya angka kesulitan belajar Nahwu di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif, efektif, dan responsif terhadap karakteristik siswa. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan Metode Mumtaz sebagai salah satu alternatif pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman Nahwu. Metode Mumtaz merupakan pendekatan pembelajaran integratif yang mengombinasikan unsur audio-visual dalam penyajian materi. Karakteristik utamanya terletak pada penggunaan media pembelajaran yang menarik, seperti lagu, video, dan gambar, yang dirancang untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Dengan pendekatan yang variatif dan engaging, metode ini bertujuan untuk memfasilitasi pemahaman konseptual Nahwu sekaligus mendorong aplikasi praktisnya dalam membaca dan menginterpretasi teks Arab (Ramdani et al. , 2. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Mumtaz berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan daya ingat siswa dalam proses pembelajaran. Analisis data penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam memahami ilmu nahwu dari pra-siklus hingga siklus II. Pada pra-siklus, hanya 33% . yang mencapai nilai tuntas, dengan ratarata nilai 61,90%. Hasil ini menunjukkan perlunya perbaikan metode pembelajaran, yang kemudian diimplementasikan pada siklus selanjutnya. Siklus I menandai implementasi awal Metode Mumtaz, disambut dengan antusiasme siswa yang tinggi. Meskipun masih tahap pengenalan, pembelajaran berjalan sesuai rencana. Post-test siklus I menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar menjadi 52% . , dengan rata-rata nilai 68,90%. Namun masih 260 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 terdapat 47% . yang belum tuntas, sehingga peneliti melakukan perbaikan pada siklus II. Siklus II menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pembelajaran, ditandai dengan motivasi dan antusiasme siswa yang lebih tinggi dibandingkan siklus I. Peneliti memberikan perhatian khusus pada siswa yang kurang fokus, sehingga penguasaan materi meningkat. Post-test siklus II menunjukkan ketuntasan belajar mencapai 90% . , dengan rata-rata nilai 80,23%, melampaui indikator keberhasilan kelas . %). Meskipun terdapat beberapa kekurangan teknis, hasil ini menunjukkan efektivitas Metode Mumtaz dalam meningkatkan pemahaman siswa. Tabel 4 Perbandingan Nilai pada Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II No Penilaian Jumlah ketuntasan Tuntas Belum Persentase Tuntas Tuntas Pra Belum RataRata Tuntas 61,90 Siklus Siklus II 68,09 Siklus II 80,20 Grafik 4 Perbandingan Nilai pada Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman Nahwu siswa setelah implementasi Metode Mumtaz. Sebelum intervensi, hanya 261 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 33% . dari 21 sisw. yang mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus I, terjadi peningkatan menjadi 52% . Siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih substansial, dengan 90% . dari 21 sisw. mencapai ketuntasan. Temuan ini mengindikasikan efektivitas Metode Mumtaz dalam meningkatkan pemahaman Nahwu siswa secara bertahap dan signifikan. Penelitian ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Suryani & Andriyani menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivis berbasis media audiovisual mampu meningkatkan pemahaman konsep serta partisipasi siswa secara signifikan, terutama dalam pembelajaran bahasa dan tata Bahasa (Suryani & Andriyani, 2. Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa pembelajaran yang melibatkan keterlibatan aktif, emosi positif, dan media kontekstual efektif dalam mengatasi kesulitan kognitif siswa. Faktor Pendukung dan Penghambat Selama Proses Penerapan Metode Mumtaz Berdasarkan observasi selama penelitian di kelas C2 Madrasah Idadiyah, teridentifikasi beberapa faktor pendukung dan penghambat keberhasilan Diantara faktor pendukung adalah Semangat belajar siswa yang tinggi Minat dan motivasi belajar siswa yang tinggi terhadap materi nahwu merupakan faktor pendukung utama keberhasilan tindakan penelitian. Dukungan dan rasa aman. Suasana belajar yang kondusif dan hubungan positif antara guru, siswa, dan peneliti menciptakan iklim psikologis yang aman dan mendukung keterbukaan siswa dalam proses pembelajaran. Komunikasi dan koordinasi yang baik. Komunikasi yang efektif antara peneliti dengan pihak sekolah, guru, dan siswa, serta koordinasi yang baik, turut menunjang kelancaran seluruh tahapan Penggunaan media yang menarik. Integrasi Metode Mumtaz dengan media visual dan audio terbukti menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memotivasi siswa, sehingga pembelajaran berlangsung lebih efektif dan efisien. 262 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Sedangkan Faktor Penghambat adalah Waktu pembelajaran yang terbatas Keterbatasan durasi pembelajaran menjadi kendala dalam penyampaian materi secara efektif dan efisien. Keterbatasan fasilitas kelas. Keterbatasan LCD dan speaker memaksa peneliti menggunakan laptop untuk menyampaikan materi. Respon awal siswa yang kurang aktif. Pada tahap awal, sikap pasif dan kurang percaya diri sebagian siswa, terutama saat berpartisipasi aktif, memerlukan pendekatan individual yang lebih intensif Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa faktor pendukung seperti motivasi intrinsik siswa dan keterlibatan emosional dalam metode Mumtaz . elalui lagu dan vide. berkontribusi besar pada pencapaian hasil. Di sisi lain, hambatan seperti fasilitas dan waktu berkaitan langsung dengan aspek struktural yang memerlukan dukungan dari institusi. Keberhasilan metode ini dalam konteks terbatas menegaskan pentingnya pendekatan kreatif guru yang adaptif dan solutif terhadap keterbatasan sarana. Penelitian ini senada dengan penelitian Mawaddah, dkk, yang menegaskan implementasi Metode Mumtaz memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pembelajaran Nahwu. Metode ini mendorong kreativitas guru dalam penyampaian materi dan meningkatkan partisipasi aktif serta antusiasme siswa. Selain peningkatan pemahaman konseptual. Metode Mumtaz juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan sosial siswa, termasuk kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan diri (Hudri et al. , 2. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa pendekatan pembelajaran yang engaging mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan bermakna. Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan efektivitas Metode Mumtaz dalam meningkatkan pemahaman Nahwu siswa. Terdapat peningkatan yang signifikan, dari 33% siswa yang mencapai ketuntasan sebelum penerapan metode menjadi 90% setelah dua siklus pembelajaran. Pendekatan audio-visual dan interaktif dari Metode Mumtaz terbukti efektif dalam mengatasi hambatan belajar dan meningkatkan daya serap materi. Oleh karena itu. Metode Mumtaz 263 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 direkomendasikan untuk diadopsi dan dikembangkan lebih lanjut dalam pembelajaran bahasa Arab di lingkungan madrasah. Kesimpulan Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan Metode Mumtaz di kelas C2 Madrasah Idadiyah Kampus i Putri DDI Mangkoso menunjukkan peningkatan pemahaman siswa. Metode Mumtaz terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang materi Nahwu di Madrasah Idadiyah Kampus i Putri DDI Mangkoso. Nilai Nahwu meningkat rata-rata dari 61,90 . engan persentase ketuntasan 33%) pada tahap pra-siklus menjadi 77,38 . engan persentase ketuntasan 96%) pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menekankan pengulangan dan penghafalan kata kunci, terutama melalui media lagu dan audio-visual, dapat menjadi strategi yang efektif untuk belajar Nahwu. Oleh karena itu, disarankan agar Metode Mumtaz diterapkan tidak hanya pada kelas lain di Madrasah, tetapi juga pada mata pelajaran bahasa Arab lainnya seperti sharaf, mufradat, atau qira'ah, yang membutuhkan pemahaman konseptual dan linguistik yang mendalam. Disarankan agar guru bahasa Arab mendapatkan pelatihan khusus dalam mengembangkan dan menerapkan metode kreatif berbasis lagu dan media interaktif lainnya untuk mendukung keberhasilan penerapan metode ini secara lebih luas. Sebagai bagian dari pelatihan, materi dapat dibuat dalam bentuk nyanyian edukatif. memanfaatkan video pembelajaran. dan mencari cara untuk membuat peserta didik berpartisipasi aktif dan membuat suasana belajar yang Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab secara keseluruhan dan membantu siswa belajar dengan cara yang lebih relevan, kontekstual, dan mudah diterima. 264 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 Ucapan Terima Kasih Penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyelesaian penelitian ini. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada pihak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Idadiyah Kampus i Putri DDI Mangkoso. Soppeng Riaja. Barru, yang telah memberikan izin dan fasilitas penelitian. Apresiasi yang mendalam juga diberikan kepada para guru dan siswa kelas C2 yang dengan penuh antusiasme berpartisipasi dalam proses pembelajaran dengan penerapan Metode Mumtaz. Tidak lupa, penulis juga berterima kasih kepada Universitas Muslim Indonesia atas dukungan akademik dan administratif yang diberikan, sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. Pernyataan Kontribusi Peneliti Setiap penulis berkontribusi secara signifikan dalam penelitian ini. bertanggung jawab atas konseptualisasi penelitian, pengumpulan data, serta penyusunan draf awal manuskrip. W memberikan arahan metodologis, supervisi akademik, serta analisis kritis terhadap temuan penelitian. R berperan dalam penyusunan kerangka teoretis dan kajian pustaka. NA melakukan analisis data, interpretasi hasil, serta penyusunan bagian hasil dan pembahasan. bertugas dalam peninjauan akhir, penyuntingan naskah, serta validasi kesesuaian isi dengan standar publikasi ilmiah. Semua penulis telah membaca dan menyetujui naskah akhir serta sepakat untuk bertanggung jawab penuh atas isi artikel ini. 265 | Riska Amelia. Wahyudin. Rosmiati. Nurjannah Abna. Akhmad Syahid. Applying the Mumtaz Method as a Linguistic Strategy to Foster Arabic Syntax (Nahw. Mastery AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 247-267 References