Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Analisis Strategi Guru dalam Meningkatkan Peran Aktif Siswa dalam Pembelajaran Akhlak di Era Covid-19 di Kelas X MAS Jam'iyah Mahmudiyah Tanjung Pura Santi Pratiwi Br. Perangin Angin1. Syahrul Affan2. Diani Syahfitri3 1,2,3 Sekolah Tinggi Agama Islam JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Langkat. Sumatera Utara. Indonesia Email : santipratiwi465@gmail. com1, syahrulaffan10@gmail. com2, syahfitridiani@gmail. Abstrak Guru Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Pada masa belajar daring yang dilakukan, guru menggunakan media whatshapp sebagai sarana belajar dan membuat video terkait materi pelajaran Akidah Akhlak sehingga siswa lebih tertarik dan berminat mengikuti pelajaran Akidah Akhlak yang diberikan guru. Agar siswa lebih disiplin dan motivasi belajarnya baik maka diatur waktu kegiatan belajar mengajar. Bagi siswa yang terlambat maka akan berdampak pada pengurangan nilai khususnya pada saat pembelajaran dari berlangsung. Guru Akidah Akhlak menerapkan strategi melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar sehingga kegiatan belajar daring maupun kegiatan belajar attap muka mampu didominasi oleh siswa. Bentuk melibatkan secara aktif dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, menanggapi, memaparkan materi dan menjawab pertanyaan dari temannya sehingga setiap siswa dituntut untuk terlibat secara langsung. Setiap kegiatan belajar mengajar selalu diisi dengan kegiatan diskusi kelompok sehingga partisipasi siswa tinggi. Guru memposisikan diri sebagai fasilitator dan meluruskan bila terjadi penyimpangan terhadap pembahasan materi. Siswa diminta mengumpulkan tugas secara langsung dan dilakukan tatap muka sehingga guru dapat kembali memberikan motivasi kepada siswa untuk semangat dan giat dalam belajar. Proses belajar Akidah Akhlak lebih ditekankan pada aplikasi langsung dan praktik sehingga tidak membosankan bagi siswa. Siswa diberikan tugas hafalan materi pelajaran sebagai bentuk tanggung jawab siswa pada materi yang telah diberikan dan siswa diberikan riwerd bila memperoleh prestasi dalam beajar. Guru juga menunjukkan semangat dalam mendidik sehingga siswa juga memiliki semangat dalam menerima materi pelajaran yang diberikan khususnya materi pelajaran Akidah Akhlak. Kata kunci: Era Covid-19. Pembelajaran Akidah Akhlak. Strategi Guru. Analysis of Teacher Strategies in Increasing Students' Active Roles in Learning Akhlak in the Covid-19 Era in Class X MAS Jam'iyah Mahmudiyah Tanjung Pura Abstract Akidah Akhlak teachers at Madrasah Aliyah Private Jam'iyah Mahmudiyah Tanjung Pura have made various efforts to increase students' interest and motivation in learning. During the online learning period, the teacher uses WhatsApp as a learning tool and makes videos related to the Akidah Akhlak || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety subject matter so that students are more interested and interested in following the Akidah Akhlak lessons given by the teacher. In order for students to be more disciplined and have good learning motivation, the time for teaching and learning activities is arranged. For students who are late, it will have an impact on reducing grades, especially when learning is taking place. Akidah Akhlak teachers apply strategies to actively involve students in learning activities so that online learning activities and face-to-face learning activities can be dominated by students. The form of actively involving is done by providing opportunities for students to ask, respond, explain the material and answer questions from their friends so that each student is required to be directly involved. Each teaching and learning activity is always filled with group discussion activities so that student participation is high. The teacher positions himself as a facilitator and straightens out if there are deviations from the discussion of the material. Students are asked to collect assignments directly and do it face-to-face so that teachers can again motivate students to be enthusiastic and active in learning. Akidah Akhlak learning process is more emphasized on direct application and practice so that it is not boring for students. Students are given the task of memorizing subject matter as a form of student responsibility for the material that has been given and students are given riwerd if they get achievements in learning. The teacher also shows enthusiasm in educating so that students also have enthusiasm in accepting the subject matter given, especially the subject matter of Akidah Akhlak. Keywords: The Covid-19 Era. Akhlak Akidah Learning. Teacher Strategies. PENDAHULUAN Belajar mengajar akan berjalan secara efektif bila guru mampu menerapkan strategi belajar yang tepat. Guru harus mampu memahami siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok sehingga dapat memilih dan mencocokkan strategi yang tepat untuk digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi dalam belajar yang tepat dapat dilakukan guru dan siswa dalam menghadapi dan mengatasi kejenuhan dan lemahnya mental dalam Strategi pembelajaran adalah spesifikasi untuk seleksi dan mengatur kejadiankejadian dan kegiatan-kegiatan dalam satuan pelajaran (Yamin, 2. Melalui strategi belajar maka proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan mencapai nilai yang Jadi, bagi setiap guru harus bisa memahami juga memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan kerjanya terutama yang berkaitan langsung dengan siswa. Untuk itu ia harus menguasai strategi yang menunjang keberhasilannya ketika mengajar agar ia berhasil dengan tugasnya dan siswa berhasil dengan hak dan kewajibannya. Strategi belajar yang mampu menjadikan proses belajar mengajar menyenangan akan memberikan dampak yang positif terhadap anak didik dan mampu meningkatkan prestasi Penggunaan strategi yang baik akan meningkatkan peran aktif siswa dalam Peran aktif siswa ini sangat penting agar suasana belajar menjadi lebih hidup dan siswa memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan. Partisipasi aktif siswa sangat penting dalam belajar. Siswa harus berperan aktif saat kegiatan belajar. AuPeran aktif yaitu kesediaan siswa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan benar serta memberikan respon positif terhadap materi pelajaran yang dibahas, serta berusaha mencari tahu materi yang belum dipahamiAy (Uno, 2. Suasana yang mesti tercipta dalam proses pembelajaran adalah bagaimana siswa benar-benar berperan aktif dalam belajar. || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Pembelajaran akan menjadi bermakna bagi siswa bila guru mampu melibatkan peran aktif ssiwa saat proses belajar mengajar. Peran aktif siswa dalam pembelajaran akan menjadi dasar dari pembentukan generasi kreatif, yang berkemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain. Selain itu siswa yang belajar dengan aktivitasnya sendiri kesannya tidak berlalu begitu saja akan tetapi siswa akan berusaha untuk memikirkannya dan mengolahnya kemudian mengeluarkan informasi tersebut dengan bentuk yang bebeda sehingga ini akan merangsang siswa untuk bertanya, mengajukan pendapat dan menimbulkan diskusi dengan guru. Belajar memerlukan adanya keaktifan siswa sehingga kualitas belajar meningkat. Keaktifan menunjukkan kesungguhan dan peran serta dalam suatu kegiatan maupun kerja. Kaeaktifan menunjukkan sikap aktif yang dapat dilihat dari kesibukan atau kegiatan yang melibatkan jasmani dan rohani seseorang yang dalam hal ini adalah siswa. Siswa yang aktif akan menunjukkan kemampuannya dalam belajar dan akan mendaptkan pengetahuan yang memadai. Dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Dari hasil pengamatan peneliti, masih terdapat kelemahan dalam pengelolaan sekolah dimana proses belajar masih didominasi guru. Tidak terlihat penggunaan strategi belajar yang tepat dan efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. Siswa masih terlihat pasif saat proses belajar mengajar. Peran aktif siswa baik dalam berdiskusi, berbicara dan bertanya masih rendah sehingga suasana belajar kurang aktif. Penguasaan guru dalam menerapkan strategi yang efektif belum terlihat dengan baik. Guru yang mengajar masih berpaku pada tersampaikannya materi pelajaran kepada siswa. Peneliti tertarik melakukan penelitian di madrasah tersebut dengan berjudul : Analisis strategi guru dalam meningkatkan peran aktif siswa dalam pembelajaran aqidah akhlaq pada era covid 19 di kelas X MAS JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan data kualitatif pada proses pengumpulan datanya dan diuraikan dengan mendeskripsikan data yang diperoleh hingga pada kesimpulan. AuJenis penelitian kualitatif menurut Loflend ialah kata-kata dan tindakanAy. (Meleong, 2. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumen dan mendeskripsikan data yang diperoleh. Wawancara lebih fokus kepada sumber data primer yang ada yaitu orang yang berkaitan langsung dengan variabel penelitian. Untuk observasi dilakukan dengan pengamatan langsung pada objek maupun lokasi penelitian tersebut. Sedangkan, dokumen yang terkumpul adalah proses penelitian yang dilakukan dari awal hingga akhir penelitian yang meliputi dokumen pribadi dan dokumen resmi (Meleong, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Strategi Mengajar Strategi mengajar guru merupakan suatu cara yang diterapkan sebagai suatu materi dan prosedur yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Dengan strategi pembelajaran yang tepat, proses belajar akan lebih terarah dan menarik. Penggunaan strategi mengajar guru sangat penting dilakukan yang dalam aplikasinya dituangkan saat memberikan pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Makna strategi mengajar tentunya diawali dengan pembahasan mengenai makna strategi terlebih dahulu. AuStrategi adalah suatu garis besar haluan bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkanAy (Yamin, 2. Guru harus mengikuti garis haluan tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dengan panduan dari strategi tersebut maka kerja guru sebagai pendidikakan lebih terarah dan mampu mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal. Strategi merupakan rangkaian urutan atas sebuah pembelajaran yang dilakukan dalam batasan waktu tertentu sehingga dapat dilihat hasilnya setelah diterapkannya strategi AuStrategi mengajar merupakan pola pembelajaran berurutan yang ditetapkan dari waktu kewaktu dan diarahkan untuk mencapai suatu hasil belajar siswa yang diinginkanAy(Al-Tabany, 2. Hasil yang diharapkan merupakan wujud dari strategi yang sebelumnya telah dirancang oleh guru untuk mencapai hasil yang maksimal. Strategi dalam mengajar guru yang tepat dapat dilakukan dalam menghadapi dan mengatasi kejenuhan dalam belajar. AuStrategi mengajar adalah spesifikasi untuk seleksi dan mengatur kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan dalam satuan pelajaranAy (Yamin, 2. Melalui strategi mengajar guru maka proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan mencapai nilai yang diharapkan. Jadi, bagi setiap guru harus bisa memahami dan memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan kerjanya terutama yang berkaitan langsung dengan siswa. Untuk itu ia harus menguasai strategi yang menunjang keberhasilannya ketika mengajar agar ia berhasil dengan tugasnya dalam mendidik Strategi mengajar guru yang mampu menjadikan proses belajar mengajar menyenangan akan memberikan dampak yang positif terhadap anak didik dan mampu meningkatkan prestasi belajarnya. Dalam hal ini. Hamdani memberikan penjelasan mengenai makna startegi mengajar. AuSecara umum, strategi mengajar dapat diartikan sebagai suatu upaya yang dilakukan oleh seseorang atau organisasi untuk sampai pada tujuan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus yang diinginkanAy (Hamdani, 2. Strategi guru dalam mengajar merupakan rancangan khusus yang dilakukan dengan penuh konsentrasi dan dengan kecermatan yang tinggi sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran. Bukti sebuah strategi guru itu baik dapat dilihat dari kemampuan siswa dan hasil belajarnya setelah melakukan proses belajar. Joni berpendapat bahwa: AuStrategi mengajar adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang kondusif kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaranAy. Dengan adanya strategi mengajar guru yang baik maka suasana belajar akan baik dan kondusif serta mampu menjadikan siswa aktif saat melaksanakan kegiatan belajar Strategi guru dalam mengajar harus diasah dengan baik sehingga menunjukkan seorang guru yang profesional. Penyelenggaraan pendidikan memerlukan strategi yang baik agar belajar dan pengajaran dapat mencapai target yang diinginkan. AuStrategi pengajaran terdiri atas metode dan teknik atau prosedur yang menjamin siswa mencapai tujuan. Strategi pengajaran lebih luas daripada metode atau teknik pengajaran. Dengan kata lain, metode metode atau teknik pengajaran merupakan bagian dai startegi pengajaranAy (Hamdani, 2. Strategi mengajar guru dapat dipahami sebagai tehnik guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Kata strategi diambil dan digunakan dalam dunia pendidikan sebagai rangkaian kegiatan mendesan pembelajaran. AuDalam dunia pendidikan strategi diartikan sebagai a plan method, or series of activities designed to achieves a particular education goal, yang dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentuAy (Sanjaya, 2. Rangkaian kegiatan belajar mengajar yang diatur secara sistematis sehingga tercapailah tujuan dari pembelajaran yang diinginkan. Pembelajaran yang dilakaukan di sekolah harus memilih dan menggunakan strategi yang tepat agar siswa dapat belajar secara efektif dan efesien. AuSalah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metode mengajarAy. Tehnik mengajar yang baik pada prinsipnya guru telah menjalankan sebuah strategi mengajar yang baik pula. Teknik merupakan cara yang digunakan demikian juga strategi dalam mengajar. Dalam era perkembangan teknologi dan informasi saat ini kita akan menemukan banyak istilah strategi termasuk dalam dunia pendidikan. AuApabila dikaitkan dengan pembelajaran atau belajar mengajar, maka strategi dapat diartikan sebagai pola umum kegiatan antara guru dan murid dalam suatu kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskanAy (Roestiyah, 2. Perkembangan tehnologi tentunya memberikan keuntungan bagi guru untuk dapat memaksimalkan strategi yang ada dengan bantuah tehnologi yang ada saat ini. Pendapat mengenai makna strategi banyak disampaikan oleh para tokoh pendidikan maupun ilmuan pembelajaran yang diantaranya pendapat Dick and carrey yang mengartikan strategi mengajar adalah Auseluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentuAy (Lubis, 2. Pemanfaatan teknologi saat ini dapat mendukung strategi mengajar guru yang diterapkan di sekolah. Dengan demikian akan mempermudah proses belajar dan lebih menarik bagi peserta didik. Keberadaan tehnologi komunikasi dan informasi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pembelajaran. Pencapaian tujuan belajar akan mudah bila mampu memanfatkan tehnologi dengan baik. AuStrategi belajar mengajar mendayagunakan teknologi secara lebih efektif, baik yang berkenaan dengan penggunaan media intruksional maupun dengan pendayagunaan komputer dalam sistem intruksionalAy . Tehnologi akan menjadikan proses belajar lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Penggunaan sebuah strategi menunjukkan karakteristik kegiatan yang dilakukan secara absrak yang dilakukan oleh guru dalam mengajar siswa. AuDengan demikian, konsep strategi menunjukkan pada karakteristik absrak rentetan perbuatan guru dan peserta didik di dalam pristiwa belajar mengajarAy (Hamruni, 2. Sedangkan menurut Sudjana. Au Strategi mengajar secara luas adalah penetapan semua aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan termasuk di dalamnya adalah perencanaan, pelaksanaan dan penilaian terhadap proses, hasil dan pengaruh kegiatan pembelajaranAy (Istarani 2. Dari beberapa uraian tentang strategi belajar yang telah disampaikan maka dapat disimpulkan bahwa strategi mengajar guru merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga akan memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pelajaran. Dengan demikian pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya dengan baik. Pemilihan cara-cara tersebut tentunya || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar dan kebutuhan serta karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi Mengajar yang Efektif Strategi mengajar guru agar dapat dilakukan secara efektif maka harus berpusat pada peserta didik. Strategi ini memiliki beberapa ciri di antaranya: Pembelajaran menitikberatkan pada keaktifan peserta didik Kegiatan belajar dilakukan secara kritis dan analitik Motivasi belajar relatif tinggi Pendidik hanya berperan sebagai fasilitator Peserta didik melakukan kegiatan belajar memerlukan waktu yang memadai . elatif Memerlukan dukungan sarana belajar yang lengkap Strategi belajar ini akan lebih cocok pada pembelajaran lanjutan tentang konsep-konsep yang telah dipelajari sebelumnya. Belajar dari pengalaman peserta didik dalam kehidupannya Untuk pemecahan masalah yang dihadapi bersama dalam kehidupan (Istarani, 2. Strategi belajar harus mampu menjadikan peserta didik terlibat secara langsung pada setiap tahapannya harus menjadikan peserta didik berperan sepenuhnya dalam belajar dan guru menjadi fasilitator dalam mengarahkan peserta didik melakukan aktivitas belajarnya. Dukungan sumber belajar dan media juga penting alam menjadikan suatu pembelajaran berhasil mencapai tujuan. Proses belajar merupakan proses memberikan pengetahuan bagi anak didik sehingga memiliki kemampuan yang lebih baik. Proses belajar akan menjadikan siswa dari tidak mengetahui menjadi mengetahui. Dalam kaitannya dengan agama maka proses tersebut mengeluarkan anak dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Strategi Aktif dan Menyenangkan Untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentunya dapat menggunakan berbagai strategi mengajar terutama strategi belajar aktif yang menarik dan menyenangkan. Penggunaan strategi yang tepat akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik terutama kemampuan kognitif siswa yang berdampak pada hasil belajar. Melalui strategi mengajar guru yang baik maka proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan mencapai nilai yang diharapkan. Jadi, setiap guru harus bisa memahami dan memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan kerjanya terutama yang berkaitan langsung dengan siswa. Strategi mengajar yang mampu menjadikan proses belajar mengajar menyenangan akan memberikan dampak yang positif terhadap anak didik dan mampu meningkatkan prestasi Guru harus memiliki strategi yang baik dalam pembelajaran sehingga tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai dengan baik. Guru merupakan seorang pendidik yang saat ini disebut sebagai tenaga profesional. AuJabatan guru, dikenal sebagai suatu pekerjaan profesional, artinya jabatan ini memerlukan suatu keahlian khususAy (Hamalik, 2. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sangat penting terutama menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga muncul minat dan motivasi belajar siswa. || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Kemampuan profesionalisme ini penting untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar Dalam memberikan pembelajaran, tentunya yang diinginkan bersama adalah keberhasilan belajar. AuBetapa tingginya nilai suatu keberhasilan, sampai-sampai seorang guru berusaha sekuat tenaga dan pikiran mempersiapkan program pengajarannya dengan baik dan sistematikAy(Zain, 2. Guru harus memiliki kemampuan membangkitkan semangat belajar siswa sehingga ia akan senantiasa aktif dalam mengikui pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Strategi guru dalam mendidik seharusnya telah terprogram secara sistematis dan dilakukan dengan prosedural yang tersistem pula. Keberhasilan pembelajaran dapat dicapai bila elemen-elemen terkait dapat dilaksanakan dengan baik. Antara lain bagaimana mengupayakan keberhasilan pembelajaran dengan meningkatkan minat belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang diberikan. Hal ini harus menjadi bahagian dari strategi guru dalam mencapai dan mensuksesnya kegiatan belajar mengajar di Manfaat Strategi Mengajar Pembelajaran yang dikelola dengan strategi mengajar yang baik tentunya sangat bermanfaat dalam mencapai tujuan pembelajaran. Berikut ini diuraikan beberapa manfaat dari strategi mengajar yang dilakukan guru saat melakukan proses pembelajaran di sekolah. Strategi ini bermanfaat bagi siswa dan guru, di antaranya: Manfaat strategi pembelajaran bagi siswa Siswa terbiasa belajar dengan perencanaan yang disesuikan dengan kemampuan diri Siswa memiliki pengalaman yang berbeda-beda dengan temannya, meski ada juga pengalaman mereka yang sama. Siswa dapat memacu prestasi belajar berdasarkan kecepatan belajarnya sendiri secara Terjadi persaingan yang sehat dalam mencapai hasil belajar yang efektif dan efisien. Siswa dapat mencapai kepuasan jika dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Siswa dapat mengulang uji kompetensi . jika terjadi kegagalan dalam uji Manfaat strategi pembelajaran bagi guru Guru dapat mengelola proses pembelajaran untuk mencapai hasil yang efektif dan Guru dapat mengontrol kemampuan siswa secara teratur. Guru dapat mengetahui bobot soal yang dipelajari siswa pada saat proses belajar mengajar dimulai. Guru dapat memberikan bimbingan kepada siswa, ketika siswa mengalami kesulitan, misalnya dengan memberikan teknik pengorganisasian materi yang dipelajari siswa atau teknik belajar yang lain. Guru dapat membuat peta kemampuan siswa sehingga dapat dipakai sebagai bahan || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Guru dapat melaksanakan program belajar akseleratif bagi siswa yang mampu. (Susanti, 2. Peran Aktif Siswa dalam Belajar Kegiatan belajar mengajar merupakan sebuah kegiatan yang melibatkan guru dan siswa seta media pendukung belajar tersebut. oleh sebab itu, maka kegiatan belajar harus mampu menjadikan suasana belajar menjadi aktif dan menyenangkan bagi siswa. Partisipasi aktif siswa sangat penting dalam belajar. Siswa harus berperan aktif saat kegiatan belajar. AuPeran aktif yaitu kesediaan siswa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan benar serta memberikan respon positif terhadap materi pelajaran yang dibahas, serta berusaha mencari tahu materi yang belum dipahamiAy (Koni, 2. Suasana yang mesti tercipta dalam proses pembelajaran adalah bagaimana siswa benar-benar berperan aktif dalam belajar. Pembelajaran akan menjadi bermakna bagi siswa bila guru mampu melibatkan peran aktif siswa saat proses belajar mengajar. Peran aktif siswa dalam pembelajaran akan menjadi dasar dari pembentukan generasi kreatif, yang berkemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain. Selain itu siswa yang belajar dengan aktivitasnya sendiri kesannya tidak berlalu begitu saja akan tetapi siswa akan berusaha untuk memikirkannya dan mengolahnya kemudian mengeluarkan informasi tersebut dengan bentuk yang bebeda sehingga ini akan merangsang siswa untuk bertanya, mengajukan pendapat dan menimbulkan diskusi dengan guru. Belajar memerlukan adanya keaktifan siswa sehingga kualitas belajar meningkat. AuKeaktifan berasal dari kata aktif yang artinya giat berusaha, mampu bereaksiAy (Istikomah. Kaeaktifan menunjukkan sikap aktif yang dapat dilihat dari kesibukan atau kegiatan yang melibatkan jasmani dan rohani seseorang. Dalam mengkategorikan keaktifan dapat ditinjau dari dua hal yaitu keakatifan jasmani dan rohani. Keaktifan jasmani maupun rohani Keaktifan indera yaitu penglihatan, pendengaran, peraba, dan lain-lain. Keaktifan akal Keaktifan ingatan (Istikomah, 2. Siswa yang aktif akan memiliki pengalaman belajar yang mampu mendorongnya untuk selalu ingin tahu atas apa saja informasi yang dipeerolehnya. Peran aktif siswa akan mempermudah guru dalam mengajar dan mendukung keberhasilan belajar siswa. Proses pembelajaran pada hakikatanya adalah untuk mengembangkan keaktifan siswa melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Aktivitas siswa menjadi hal yang penting karena kadangkala guru lebih menekankan pada aspek kognituf, dengan menekankan pada kemampuan mental yang dipelajari sehingga hanya berpusat pada pemahaman bahan Pendidikan harus mengutamakan kebutuhan siswa sebagai manusia dan organisme Siswa merupakan suatu organisme yang hidup yang memiliki banyak potensi Dalam dirinya terkandung banyak kemungkinan dan potensi yang hidup dan sedang berkembang. Dalam diri masing-masing siswa tersebut terdapat prinsip aktif sebagi makluk hidup. Siswa sebagai individu yang pada dasarnya memiliki sifat aktif dan keingintahuan, terlebih ketika mendapatkan rangsangan dari luar dirinya. Prinsip aktif mengendalikan tingkah lakunya siswa. Pendidikan atau pembelajaran perlu mengarahkan tingkah laku || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety menuju ke tingkat perkembangnya yang diharapkan. Potensi yang hidup perlu mendapat kesempatan kearah tujuan tertentu. AuPendidikan modern lebih menitik beratkan pada aktivitas, dimana siswa belajar sambil bekerja, dengan bekerja, siswa memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan serta perilaku lainnya, termasuk sikap dan Sehubungan dengan hal tersebut, sistem pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukanAy (Hamalik, 2. Semua komponen itu harus brjalan dengan baik. Siswa yang aktif dalam belajar terlihat dai aktivitas fisik dan mentalnya. Keaktifan belajar yang dialami oleh peserta didik berhubungan dengan segala aktivitas yang terjadi, baik secara fisik maupun non fisik. Keaktifan akan menciptakan situasi belajar yang aktif. Belajar yang aktif adalah suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan peserta didik, baik secara fisik, mental intelektual, maupun emosional guna memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Belajar aktif sangat diperlukan oleh peserta didik untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Ketika peserta didik pasif, maka ia hanya akan menerima informasi dari guru saja, sehingga memiliki kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan oleh guru. Proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas merupakan aktivitas mentransformasikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, sangat dituntut keaktifan peserta didik, di mana peserta didik adalah subjek yang banyak melakukan, kegiatan, sedangkan guru lebih banyak membimbing dan mengarahkan. Keaktifan peserta didik. Dalam kegiatan pembelajaran terjadi manakala: Pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa. Guru berperan sebagai pembimbing supaya terjadi pengalaman dalam belajar. Tujuan kegiatan pembelajaran tercapai kemampuan minimal peserta didik . ompetensi Pengelolaan kegiatan pembelajaran lebih menekankanpada kreativitas peserta didik, meningkatkan kemampuan minimalnya, dan mencapai peserta didik yang kreatif serta mampu menguasai konsep-konsep. Melakukan pengukuran secara kontiniu dalam berbagai aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan (Priansa, 2. Strategi Active Learning bertujuan meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mencapai keterlibatan siswa agar efektif dan efisien dalam belajar, dibutuhkan berbagai pendukung dalam proses belajar mengajar, yaitu dari sudut pandang siswa, guru, situasi belajar, program belajar, dan dari sarana belajar. Di samping itu pembelajaran aktif (Active Learnin. juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian peserta didik agar tetap tertuju pada proses Dalam belajar aktif, siswa diposisikan sebagai inti dari kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran aktif adalah strategi pembelajaran yang menuntut keaktifan dan partisipasi peserta didik secara optimal, sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara efektif dan efisien (Dalyono, 2. Pembelajaran Active Learning, menuntut peserta didik berfikir dan memahami mata pelajaran bukan sekedar mendengar, menerima, dan mengingat-ingat. Setiap mata pelajaran harus diolah dan di interpretasikan sedemikian rupa sehingga masuk akal (Mulyasa, 2. Pembelajaran aktif menuntut setiap siswa secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran yang memecahkan persoalan atau || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari kedalam suatu persoalan yang ada dikehidupan nyata. Peran dan pelibatan otak sangat penting dalam pembelajaran aktif. Menurut Melvin L. Siberman, sebagaimana dikutif oleh Hisyam Zaini, mengatakan bahwa belajar akan lebih bermakna dan bermanfaat apabila siswa menggunakan semua alat indera mulai dari telinga, mata, dan sekaligus berfikir mengolah informasi dan ditambah dengan mengerjakan sesuatu. Dengan mendengarkan saja kita tidak dapat mengingat banyak dan akan mudah lupa. AuDiperlukan perangkat tertentu untuk mengikat informasi yang baru saja diterima dari guru. Active Learning adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru kemudian menyimpannya ke dalam otak. Keaktifan siswa dalam belajar dapat berupa bentuk yang bermacam-macam ragam, mulai dari kegiatan mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan, dan membahas dengan orang lain. Bukan Cuma itu saja, siswa perlu mengerjakannya yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkan keterampilan dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung efektif manakala dalam suatu proses terjalin komunikasi yang aktif antara guru dan siswa dengan melibatkan asfek intelektual dan emosional. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembelajaran aktif adalah proses keterlibatan intelektual dan emosional peserta didik dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru yang memungkinkan terjadinya: Proses asimilasi dan akomodasi dalam pencapaian pengetahuan. Proses perbuatan serta pengalaman langsung terhadap umpan balik dalam pembentukan Proses penghayatan serta internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan nilai dan sikap. Dengan keterlibatan ketiga aspek tersebut, maka pengetahuan, keterampilan serta nilai dan sikap akan dapat dicapai sehingga tujuan pembelajaran dapat dikatakan berlangsung efektif dan efisien. Pembelajaran aktif akan menghasilkan pembelajaran yang efektif dengan terlibatnya siswa secara aktif dalam belajar. Guru dalam mengajar harus mampu meningkatkan peran aktif siswa dalam belajar. HASIL PENELITIAN Penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura berdasarkan hasil wawancara peneliti diketahui bahwa saat maraknya virus Corona maka pembelajaran dilakukan melalui daring karena terhambat adanya covid 19 yang melanda dunia termasuk Indonesia dan berdampak pada proses pembelajaran. Menurut guru Aqidah Akhlak yang peneliti wawancarai yaitu ibu farida. Pd. I menjelaskan bahwa agar proses belajarnya lebih menarik siswa maka pembelajaran daringnya dilakukan melalui whatshapp dengan memberikan video pembelajaran yang telah dirancang oleh guru sehingga siswa lebih tertarik dan berminat mengikutinya. Siswa diberikan tugas untuk dikerjakan dirumah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Materi akidah kahlak disampaikan kepada siswa dan dilakukan interaksi tanya jawab melalui pesan singkat whatsapp. Tugas-tugas juga diberikan melalui media whatshapp tersebut dan untuk menunjukkan kedisiplinan siswa tersebut maka ditentukan waktu kegiatan belajar mengajarnya. Bila siswa terlambat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring maka nilai akan berkurang. Dalam mengikuti kegiatan belajar || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety tersebut siswa mampu mematuhi dan melaksanakan semua tugas yang diberikan dengan Materi pembelajaran Aqidah Akhlak yang diberikan pada umumnya sesuai petunjuk pemerintah dan kurikulum yang ada namun lebih dipadatkan karena keterbatasan pertemnuan tatap muka di era covid 19 ini. Selama kegiatan belajar mengajar di era covid 19 menurut guru Aqidah Akhlak, siswa mampu menunjukkan peran aktif yang baik dalam belajar dimana interaksi bertanya dan menjawab mampu didominasi siswa melalui pesan whatsap maupun whatsaap voice. Guru Aqidah Akhlak menerapkan stretegi belajar yang melibatkan peran aktif siswa seperti diskusi melalui pesan suara whatshapp. Siswa umumnya mampu bertanya dan menjawab pertanyaan yang muncul baik dari teman kelompok lainnya maupun dari guru. Guru lebih memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pelaksanaan atas materi yang telah diberikan tersebut dengan memanfaatkan pesan dalam whatssapp voice. Dengan demikian siswa dalam prakteknya dapat langsung mempraktekkan materi ajar yang diberikan dalam kehidupan siswa sehari-hari. Motivasi dan minat belajar siswa cukup baik diera covid 19 ini karena didukung program pemerintah dengan adanya paket merdeka belajar dimana masing-masing siswa diberikan paket kuota belajar yang dapat digunakan untuk belajar secara daring. Untuk mengumpulkan tugas maka siswa diberikan kesempatan untuk datang ke sekolah satu minggu sekali sehingga tetap terjadi tatap muka dengan guru dan guru dapat memberikan arahan belajar secara langsung dan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk giat belajar di rumah. Hal ini juga bahagian dari strategi sekolah atau madrasah agar siswa selalu memiliki semangat belajar yang tinggi di manapun berada. Proses pembelajaran Akidah Akhlak yang diberikan oleh guru lebih menekankan pada kemampuan siswa dalam memahami tentang aplikasi akhalqdalam kehidupan dengan memberikan modul belajar dan video sesuai materi kemudian siswa diminta mengerjakan isi materi yang telah diberikan terutama terkait materi Aqidah Akhlak. Penekanan lainnya diberikan kepada siswa untuk melakukan latihan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan serta menekankan pada pentingnya menjaga aqidah. Jadi guru tidak hanya memberikan materi pelajaran semata namun mengutamakan praktek terhadap materi yang diberikan terutama pada pendidikan akhlak yang ada pada pelajaran Akidah Akhlak. Guru berupaya memaksimalkan kreativitas terutama dalam mengelola pembelajaran dengan memaksimalkan tehnologi yang ada. Pada waktu tertentu, misalnya diluar waktu kegiatan belajar yang telah ditetapkan, guru juga tetap membangun interaksi dengan siswa untuk terus mengingatkan tugas yang ada dan memberikan semangat serta motivasi belajar pada siswa melalui pesan whatsapp. Dalam pelaksanaan proses pendidikan di era covid 19 ini, guru tetap menerapkan bentuk belajar kelompok dan diskusi dengan membagi siswa yang berdekatan rumah atau Materi yang akan diajarkan terlebih dahulu di diskusikan oleh siswa sehingga kemampuan siswa terhadap materi tersebut dapat tergali. Guru nantinya tinggal meminta hasil diskusi siswa sehingga aktivitas belajar tidak terhalang oleh virus yang mewabah saat Setelah itu, guru meluruskan bagian yang belum dipahami siswa melalui whatsapp group yang ada. Guru memberikan tugas untuk memperbaiki kesalahan saat membuat kesimpulan dari hasil diskusi tersebut. Pembelajaran yang diterapkan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan tanya jawab melalui whatsapp group baik dengan kelompok lain maupun || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety dengan guru. Hal ini diterapkan untuk meningkatkan patrisipasi siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Untuk menghilangkan kejenuhan dalam belajar, guru menerapkan metode video call saat belajar daring sehingga siswa termotivasi dalam belajar. Proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan rasa tanggung jawab yang tinggi kepada siswa dan memberikan riward atas kemampuan siswa dengan hadiah sehingga minat siswa belajar lebih baik. Siswa diberikan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, baik tugas sekolah maupun tugas menjaga lingkungan sekolah untuk tetap bersih. Siswa diajarkan untuk masuk kelas tetap waktu saat belajar tatap muka yang telah diatur Dengan pendekatan tersebut proses belajar lebih efektif dan tujuan belajar dapat dicapai dengan baik. Interaksi dalam proses pembelajaran dapat terjalin dengan baik. hal ini karena kemampuan guru dalam mengkondisikan kelas baik melalui daring atau saat dilakukan tatap muka sehingga suasana belajar menjadi tertib. Siswa akan menerima pembelajaran dengan baik dan menyenangkan. Kemampuan menenangkan peserta didik dalam kelas penting dikuasai guru. Tujuan pembelajaan akan tercapai bila suasana belajarnya kondusif. Konsentrasi belajar siswa juga akan terwujud dengan baik bila suasana belajar tenang saat dilakukannya pembelajaran tatap muka yang dilakukan dengan membagi jadwal belajar siswa sehingga dapat mengatur jarak dan menghindari kerumunan saat belajar. Kesulitan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran diera covid 19 ini adalah mengatur waktu dan tugas siswa yang sering terlambat diberikan. Selain itu, kemampuan siswa seperti kemampuan intelegensi yang berbeda, tingkah laku siswa beragam yang dipengaruhi lingkungan, keluarga dan teman. Paket data yang sering habis membuat siswa terlambat dalam mendapatkan informasi terkait materi pealajaran menjadi kendalam disaat covid 19 ini. Hal ini tentu butuh kesabaran dari guru. Jumlah murid yang banyak dan proses belajar daring juga menjadikan guru sulit mengawasi secara individual. Tidak semua siswa dapat dikontrol secara detail. Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kemampuan dan profesional guru dalam mendidik sehingga proses pembelajaran yang dilakukan berkualitas. Guru harus mampu berfikir kretaif dan inovatif dalam memberikan materi pembelajaran kepada Guru harus mampu menjadi sosok yang dicontoh dan dihormati oleh siswa. Siswa akan merindukan guru yang mampu memberikan kontribusi besar dalam diri siswa. Guru seperti inilah yang harus dibangun sehingga siswa senantiasa merindukannya. Perkataannya akan didengar dan dilaksanakan oleh siswa bila guru memiliki kpribadian yang baik. Proses pendidikan yang dilakukan guru Aqidah Akhlak di era covid 19 ini tetap mengedepankan penerapan pembiasaan pada materi pada pelajaran Aqidah Akhlak dalam kehidupan dan penanaman akhlaq terhadap siswa. Setiap materi pelajaran yang diberikan tetap memasukkan ajaran akhlaq dalam hidup sehingga siswa secara kontiniu menerimanya dan dapat menerapkannya. Selain itu ada juga metode menceritakan kisah teladan kehidupan rasulullah dalam menjalankan ilmu Aqidah Akhlak yang dapat diambil Guru mencontohkan realita kehidupan masa modern ini yang dapat diambil pelajaran dan mengajak menjauhi periliku hidup yang bertentangan dengan ajaran Islam dan hukum Akidah Akhlak. Keterkaitan pembelajaran dengan kehidupan sangat baik digunakan sebagai metode atau strategi belajar. || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Guru dalam memberikan pembelajaran sebagai fasilitator dan motivator bagi siswa sehingga siswa memiliki semangat untuk meningkatkan kemampuan belajarnya dan mendapatkan ilmu Aqidah Akhlak yang baik sehingga nantinya mampu diamalkan dalam Siswa juga diingatkan agar mampu membesarkan nama Madrasah dan mampu membesarkan nama sekolahnya. Siswa ditanamkan kepedulian yang tinggi di sekolah baik terhadap lingkungan maupun sesama siswa dan guru yang ada di sekolah. Hasil wawancara dengan kepala Madrasah, dalam membangun Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura ini, terutama disaat covid 19 ini maka peran serta masyarakat sangat sangat besar dalam memberikan masukan dan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang mampu memenuhi standart protokol kesehatan. Masyarakat dilibatkan dalam musyawarah terutama orang tua dan tokoh masyarakat sehingga kebijakan yang diambil merupakan harapan dari orang tua dan masyarakat. Masyarakat juga dilibatkan dalam monitoring kinerja pengelola Madrasah melalui komite Peran aktif komite sekolah sangat penting dalam memberikan masukan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas madrasah sehingga dapat ditentukan langkah strategis untuk merealisasikannya. Kesadaran masyarakat terhadap pengawasan pendidikan akan sangat baik dan berdampak terhadap kemajuan pendidikan. Semangat inilah yang dimiliki masyarakat sehingga Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura mampu terus berkembang dengan baik. Dukungan dan support masyarakat ssebagai kekuatan utama berdirinya madrasah ini sampai saat ini terus melekat. Terkait strategi madrasah dalam meningkatkan peran aktif peserta didik pada era pandemic covid 19, maka diberikan paket belajar sehingga memudahkan siswa mengakses internet guna menunjang kegiatan belajar aqidah akhlak. Fasilitas sekolah juga cukup memadai sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar yang dilakukan. Program ektra tetap dilakukan dengan membatasi jumlah siswa dan mampu dikelola dengan baik dan siswa diwajibkan mengikutinya. Hal ini mencirikan adanya keunggulan pada madrasah tersebut dan siwa bangga menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Selanjutnya, menurut kepala sekolah, setiap siswa yang berprestasi dibidang tertentu diberikan penghargaan dan diumumkan saat upacara sehingga timbul semangat belajar bagi siswa lainnya. Hal ini adalah bahagian dari upaya madrasah meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan siswa diperoleh keterangan bahwa siswa memilih Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura karena Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura banyak memiliki prestasi dan adanya program tambahan yang diberikan sehingga minat dan bakat siswa dapat Selain itu, status madrasah bersejarah menjadi motivasi siswa untuk masuk madrasah tersebut. Menurut siswa, belajar dilakukan dengan sangat menyenangkan karena dididik oleh guru-guru yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Belajar yang dialami selama ini berjalan dengan baik dan mudah dipahami setiap materi yang diajarkan oleh guru. Diskusi yang dilakukan dalam proses belajar membuat siswa merasa dilibatkan dalam belajar dan mendorong siswa aktif dalam proses pembelajaran. Menurut siswa, mereka merasakan manfaat belajar agama di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura yang diberikan guru selama ini terutama || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety mengenai akhlaq yang baik. Selain mudah dipahami, materi yang diajarkan juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dirasakan manfaatnya langsung oleh Materi yang diajarkan sangat penting dalam kehdupan sehari-hari di masyarakat. Menurut kepala sekolah, guru-guru yang mengajar di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura saat ini selalu menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengajar dan mendidik. semangat inilah yang kemudian memunculkan semangat pula pada diri siswa untuk belajar. Mereka bekerja dengan tekun dan mampu mencurahkan perhatiannya terhadap pekerjaan yang dijalaninya sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan maksimal. Setiap guru menunjukkan kualitas kerja yang baik sesuai dengan semangat kerja yang telah dicontohkan yang sesuai dengan tuntunan agama dan tanggungjawab sebagai pendidik. Untuk mengetahui harapan dari guru, maka peneliti juga melakukan wawancara dengan guru. Menurut guru yang mengajar di madrasah tersebut, ia selalu bekerja dengan semangat kerja yang tinggi. Pekerjaan sebagai seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia karena memberikan bekal ilmu pengetahuan bagi generasi penerus bangsa. Mengajarkan akhlaq mulia pada generasi saat ini sangat penting sebab tantangan mereka nantinya sangat berat. Jalan yang tepat untuk memberikan benteng terhadap tantangan kemajuan zaman adalah dengan menanamkan akhlak mulia dalam diri anak. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan terhadap kepala Madrasah Tsanawiyah, dewan guru dan siswa maka diperoleh kesimpulan bahwa Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura telah memberikan kegiatan belajar mengajar yang baik dan mampu meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswanya. Fasilitas yang diberikan juga sebagai upaya dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Tujuan utama pendidikan yang diselenggarakan ialah terbentuknya generasi Islam yang memiliki akhlak yang baik dan memiliki daya saing di masa mendatang. Pendidikan Islam tentunya mengutamakan terbentuknya kemampuan intelektual dan spiritual dalam diri siswa yang akan menjadikan siswa memiliki karakter sesuai ajaran Islam dan harapan dari penerapan kurikulum yang ada saat ini. konsep kurikulum tersebut sebenarnya sudah ada dalam Islam. Namun realisasinya selama ini belum maksimal Untuk itu pendidikan Islam menjadi solusi dari perbaikan pendidikan. Siswa di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura pada umumnya telah menunjukkan kemampuan tersebut dalam dirinya. Menurut kepala sekolah, ia selalu mengutamakan proses mendidik siswa sehingga memiliki kepribadian yang baik. Siswa memiliki kepribadian yang baik sangat diperlukan guna melahirkan pemimpin yang berakhlaq dan memiliki karakter seorang muslim. Dalam membentuk karakter pada siswa sangat penting keterlibatan guru dalam memberikan contoh teladan, membiasakan, membina dan mengarahkan siswa untuk terus melakukan perbuatan yang baik dan ajaran agama sehingga ajaran tersebut melekat dalam diri siswa. Guru sendiri juga harus sudah menjalankan ajaran agama dengan baik sehingga siswa juga mau melakukannya. Siswa dibiasakan dengan berperilaku yang baik dan memonitoring dengan baik selama siswa berada di lingkungan sekolah untuk mengikuti pendidikan yang diselenggarakan madrasah. Menurut siswa, mereka menjelaskan mereka senang belajar di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura walaupun ditengah wabah vurus corona 19 karena madrasah tersebut mampu memberikan pendidikan sesuai harapannya seperti || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety pemahaman terhadap ilmu agama Islam. Selain itu perhatian guru pada siswa sangat baik dengan memberikan tauladan dan profesional dalam mengajar. Siswa mengakui bahwa mereka diberikan motivasi untuk belajar terus setinggi-tingginya agar ilmu yang diperoleh dapat diajarkan pada generasi dibawahnya. Guru mengajarkan bahwa dalam belajar tidak hanya mengedepankan pengetahuan namun ada perihal yang tidak kalah pentingnya adalah mempu menerapkan ajaran Islam dengan baik dalam kehidupan. Siswa diharapkan mampu memiliki ilmu pengetahuan yang baik dan juga memiliki kepribadian seorang muslim yang telah diajarkan dalam agama Islam sehingga terbentuklah muslim yang baik. Menurut siswa. Pengajaran Akidah Akhlak yang diberikan oleh pengajar di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura sangat menyenangkan. Guru agama Aqidah Akhlak di sekolah ini mengajar dengan baik dan mampu membuat siswa mudah memahaminya. Siswa merasa bahwa ilmu yang diajarkan guru sangat bermanfaat karena sesuai dengan Al-QurAoan dan hadis. Selain itu yang membuat siswa senang karena dalam belajar pendidikan agama Islam menerapkan praktek ibadah seperti shalat lima waktu dan shalat sunnah. Hal ini menjadikan siswa mudah mengerti dan senang dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan guru di sekolah. Kemudian hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru. Peneliti menemukan bahwa para siswa pada umumnya dalam proses belajar mengajar menunjukkan akhlaq yang baik kepada guru maupun dengan sesama temannya dan memiliki kemampuan dalam memahami materi pelajaran yang diberikan. Berdasarkan keterangan kepala sekolah siswa mampu menghargai orang lain dan mereka menghindari perbuatan yang dilarang agama. Guru juga berperan aktif dalam membina dan mengingatkan siswa untuk menjaga nama baik sekolah dan menghindari perilaku yang tidak baik karena dapat menjelekkan nama sekolah. Nasihat yang diberikan guru masih didengar dan dilaksanakan siswa dengan hal ini menunjukkan siswa memiliki budi pekerti yang baik dengan patuh terhadap nasihat yang diberikan guru. Disiplin dalam belajar dan kehadiran di sekolah juga menunjukkan bahwa siswa masih patuh terhadap aturan yang diterapkan di sekolah. Mereka mampu menghargai aturan sekolah dengan mematuhinya. Semangat belajar siswa juga cukup baik. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka dapat disimpulkan bahwa: Pertama. Guru Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar Di masa belajar daring yang dilakukan, guru menggunakan media whatshapp sebagai sarana belajar dan membuat video terkait materi pelajaran Aqidah Akhlak sehingga siswa lebih tertarik dan berminat mengikuti pelajaran Aqidah Akhlak yang diberikan guru. Kedua. Agar siswa lebih disiplin dan motivasi belajarnya baik maka diatur waktu kegiatan belajar Bagi siswa yang terlambat maka akan berdampak pada pengurangan nilai khususnya pada saat pembelajaran dari berlangsung. Ketiga. Guru Aqidah Akhlak menerapkan strategi melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar sehingga kegiatan belajar daring maupun kegiatan belajar tatap muka mampu didominasi oleh siswa. Bentuk melibatkan secara aktif dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, menanggapi, memaparkan materi dan menjawab pertanyaan dari temannya sehingga setiap siswa dituntut untuk terlibat || Santi Pratiwi Br. Perangin Angin, et. || Analisis Strategi Guru dalam. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 528-543 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety secara langsung. Keempat. Setiap kegiatan belajar mengajar selalu diisi dengan kegiatan diskusi kelompok sehingga partisipasi siswa tinggi. Guru memposisikan diri sebagai fasilitator dan meluruskan bila terjadi penyimpangan terhadap pembahasan materi. Kelima. Siswa diminta mengumpulkan tugas secara langsung dan dilakukan tatap muka sehingga guru dapat kembali memberikan motivasi kepada siswa untuk semangat dan giat dalam belajar. Keenam. Proses belajar Aqidah Akhlak lebih ditekankan pada aplikasi langsung dan praktek sehingga tidak membosankan bagi siswa. Ketujuh. Siswa diberikan tugas hafalan materi pelajaran sebagai bentuk tanggung jawab siswa pada materi yang telah diberikan dan siswa diberikan reward bila memperoleh prestasi dalam belajar. Kedelapan. Guru juga menunjukkan semangat dalam mendidik sehingga siswa juga memiliki semangat dalam menerima materi pelajaran yang diberikan khususnya materi pelajaran Akidah Akhlak. DAFTAR PUSTAKA