PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi Mixed TPACK Terhadap Hasil Belajar Rifda Mardian Arif1. Rifda Nur Hikmahwati Arif2. Muhammad Farid3. Awaliyah Ramadhani Hidayanti4 1Universitas Negeri Gorontalo 2,3Universitas Negeri Makassar 4SDN 142 Inpres Lassang II Email: rifdanha@unm. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: . Rata-rata hasil belajar kognitif, afektif, serta psikomotorik IPA siswa kelas V UPT SDN 142 Inpres Lassang II setelah penerapan pembelajaran dengan Pendekatan Berdiferensiasi Mixed TPACK. Penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa kelas V UPT SDN 142 Inpres Lassang II. Penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK terhadap hasil belajar afektif IPA siswa kelas V UPT SDN 142 Inpres Lassang II. Penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK terhadap hasil belajar psikomotorik IPA siswa kelas V UPT SDN 142 Inpres Lassang II. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pra-eksperimental menggunakan metode one shot case study. Populasi penelitian ini merupakan seluruh siswa UPT SDN 142 Inpres Lassang II di Kabupaten Takalar. Teknik sampling yang digunakan merupakan teknik purposive sampling. Siswa kelas V UPT SDN 142 Inpres Lassang II dijadikan sebagai subjek penelitian. Kelas V yang berjumlah 13 siswa merupakan kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen test untuk mengukur hasil belajar kognitif, dan instrumen non test berupa lembar observasi digunakan untuk mengukur hasil belajar afektif dan psikomotorik. Teknik analasis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian pada UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II menunjukkan bahwa: . Rata-rata hasil belajar kognitif yaitu sebesar 61,54 dengan kategori sedang. Rata-rata hasil belajar afektif sebesar 79,49 dengan kategori tinggi, serta Rata-rata hasil belajar psikomotorik sebesar 94,44 dengan kategori sangat tinggi setelah penerapan pembelajaran dengan Pendekatan Berdiferensiasi Mixed TPACK. Penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK tidak meningkat secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa kelas V UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II dibuktikan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,285 yang lebih besar dari 0,05 . Penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK meningkat secara signifikan terhadap hasil belajar afektif IPA siswa kelas V UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II dibuktikan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,01 yang lebih kecil dari 0,05. Penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK meningkat secara signifikan terhadap hasil belajar psikomotorik IPA siswa kelas V UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,02 lebih kecil dari 0,05. Keywords : Pembelajaran Berdiferensiasi. TPACK. Hasil Belajar Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 18 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. ABSTRACT This study aims to describe: . The average cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes of science class V UPT SDN 142 Inpres Lassang II students after the application of learning with the Differentiated Mixed TPACK Approach. The application of the Differentiated Mixed TPACK learning approach to the cognitive learning outcomes of science class V UPT SDN 142 Inpres Lassang II students. The application of a differentiated learning approach mixed TPACK to the affective learning outcomes of science class V UPT SDN 142 Inpres Lassang II. The application of a differentiated learning approach mixed TPACK to the psychomotor learning outcomes of science class V UPT SDN 142 Inpres Lassang II. This research is an experimental research with a pre-experimental design using the one shot case study method. The population of this study were all UPT SDN 142 Inpres Lassang II students in Takalar Regency. The sampling technique used was purposive sampling Grade V students of UPT SDN 142 Inpres Lassang II were used as research subjects. Class V, totaling 13 students, was the experimental class. Data collection techniques use test instruments to measure cognitive learning outcomes, and non-test instruments in the form of observation sheets are used to measure affective and psychomotor learning outcomes. Data analysis techniques use descriptive statistics and inferential statistics. The results of the research at UPT SDN 142 Inpres Lassang II showed that: . The average cognitive learning outcome is 61. 54 with a moderate category, the average affective learning outcome is 79. 49 with a high category, and the average psychomotor learning outcome is 94. 44 with a very high category after the application of learning with the Differentiated Mixed TPACK Approach. The application of a differentiated learning approach mixed TPACK does not significantly improve the cognitive learning outcomes of science class V students of UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II as evidenced by the significance value of 0. 285 which is greater than 0. The application of a differentiated learning approach mixed TPACK significantly increased the affective learning outcomes of science class V UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II students as evidenced by the significance value of 0. 01 which is smaller than 0. The application of a differentiated learning approach mixed TPACK significantly increased the psychomotor learning outcomes of science class V UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II students as evidenced by the significance value of 0. 02 which is smaller than 0. Keywords: Differentiated Learning. TPACK. Learning Outcomes A 2024 Rifda Mardian Arif. Rifda Nur Hikmahwati Arif. Muhammad Farid. Awaliyah Ramadhani Hidayanti Under the license CC BY-SA 4. PENDAHULUAN Hasil Belajar merupakan aspek mendasar dari kerangka pendidikan, merangkum pengetahuan kognitif, keterampilan psikomotorik, dan sikap afektif yang diperoleh peserta didik melalui keterlibatan pendidikan mereka. Hasil ini berfungsi sebagai indikator penting prestasi akademik dan menginformasikan proses desain kurikulum, evaluasi, dan metodologi Selain itu, hasil pembelajaran memainkan peran penting dalam menyinkronkan tujuan pendidikan dengan tuntutan pasar tenaga kerja dan memastikan bahwa siswa diperlengkapi secara memadai untuk menghadapi tantangan yang akan datang (Aggarwal. Laila et al. , 2. Pelajar saat ini memiliki kecenderungan untuk akrab dengan penggunaan alat teknologi Akibatnya, pendidik harus menyesuaikan proses pembelajaran mereka agar selaras dengan keakraban teknologi pelajar. TPACK (Technology Pedagogical Content Knowledg. merupakan kerangka pedagogis yang menggabungkan TIK dalam pendidikan (Hayati, 2. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 19 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. TPACK berfungsi sebagai persiapan yang menjelaskan pengetahuan pengajaran yang efektif . raktik pedagogi. dan pemahaman konsep melalui integrasi teknologi. Kerangka kerja TPACK berkembang dari model pedagogi konten (PCK), menekankan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Dalam kerangka kerja TPACK, ada keterkaitan yang antara konten (C), pedagogi (P), dan teknologi (T) yang secara signifikan mempengaruhi konsep pembelajaran (Safitri et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Irawan . Hayati . , dan Safitri dkk. menunjukkan bahwa pendekatan TPACK memiliki pengaruh untuk meningkatkan pembelajaran IPA di sekolah dasar dan meningkatkan kinerja pembelajaran siswa. Pendekatan TPACK dalam pendidikan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengamati beragam fenomena, video pendidikan, dan animasi yang terkait dengan pembelajaran IPA. Ini memungkinkan mereka untuk merancang, menganalisis, dan bereksperimen dengan berbagai elemen yang mempengaruhi konsep pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membuat proses pembelajaran lebih efektif dibandingkan dengan metode pengajaran tradisional dalam merangsang proses kognitif (Hayati, 2. Terdapat hubungan antara pendekatan pembelajaran tradisional dan hasil belajar. Ketika pembelajaran dilaksanakan dengan cara mengabaikan beragam kemampuan, potensi, minat, dan bakat peserta didik, sangat mungkin bahwa hasilnya tidak akan mencapai potensi penuh Setiap pelajar memiliki gaya dan kecepatan belajar yang beragam. Dalam hal ini, jika pendidik menerapkan pendekatan pengajaran yang sama untuk semua peserta didik tanpa mengakui perbedaan ini, maka potensi unik setiap pelajar mungkin tidak sepenuhnya terwujud (Himmah & Nugraheni, 2023. Safarati & Zuhra, 2023. Wahyuningsari et al. , 2. Pembelajaran berdiferensiasi dilaksanakan untuk memancing potensi setiap siswa dalam mengoptimalkan pengolahan informasi yang diperoleh dalam pembelajaran. Poin nyata yang diharapkan dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi diantara siswa yaitu dengan adanya karakteristik yang berbeda setiap siswa dapat merasakan rasa sambutan dan penghargaan, guru berusaha untuk memfasilitasi kemampuan, karakteristik yang beragam dari siswa, kebutuhan pembelajaran siswa ditangani secara memadai sebagai implementasi nyata dari kesetaraan dalam perlakuan pendidikan, dan adanya kolaborasi antara pendidik dan siswa (Wahyuningsari et al. , 2. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan hasil belajar diantaranya Suwartiningsih . yang menyatakan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IXb SMPN 4 Monta pada materi tanah dan keberlangsungan kehidupan. Nawati et al. menyatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi melalui aspek konten, proses, dan produk menjadikan keaktifan dan hasil belajar siswa meningkat serta kreativitas berkembang. Miqwati et al. menyatakan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA meningkat dengan adanya penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya. Berdasarkan beberapa kajian di atas, maka perlu diadakan penelitian untuk mengukur penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi Mixed TPACK terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai sejauh mana pendekatan ini dapat meningkatkan pencapaian siswa dalam ketiga aspek hasil belajar tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 20 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih efektif, dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pra eksperimental Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa UPT SDN 142 Inpress Lassang II. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling. Kelas V UPT SDN Inpress Lassang II menjadi objek penelitian dengan jumlah peserta didik sebanyak 13 orang. Teknik pengumpulan data hasil belajar koginitif menggunakan instrumen test sebanyak 10 soal, dan Teknik pengumpulan data hasil belajar afektif menggunakan instrumen non test dengan jenis lembar observasi yang menggunakan rubrik penilaian instrumen sikap afektif. Teknik pengumpulan data hasil belajar psikomotorik menggunakan instrumen non test dengan jenis lembar observasi untuk mengukur keterampilan psikomotorik peserta didik UPT SDN 142 Inpres Lassang II. Teknik analisis data menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Statistik deskriptif digunakan mengukur rata-rata nilai hasil belajar kognitif afektif dan psikomotorik serta Uji normalitas hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik menggunakan Uji Shapiro Wilk. Statistik inferensial digunakan untuk mengetahui penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik IPA siswa kelas V UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II. Uji parametrik One Sample T-test digunakan untuk data yang berdistribusi normal, dan Uji non Parametrik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test digunakan untuk data yang berdistribusi tidak normal. Hasil Belajar menggunakan penilaian menurut Purwanto (Lekitoo, dkk: 2018: . sebagai berikut. Skor siswa yang diperoleh Hasil Belajar = ycu 100 Total skor Nilai yang diperoleh dari tes hasil belajar yang telah diketahui akan diklasifikan sesuai dengan tabel konversi nilai skala lima dalam pendekatan penilaian acuan patokan (PAP) seperti yang disajikan pada Tabel 1 berikut ini. Tabel 1. Klasifikasi Konversi Nilai Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Interval x Ou 90 75 O x < 90 60 O x < 75 40 O x < 60 x < 40 (Ratumanan dan Laurens, 2015: . HASIL DAN PEMBAHASAN Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 21 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Penelitian ini dimulai dengan kegiatan belajar mengajar pada 1 kelas. Setelah kegiatan belajar mengajar selasai pada kelas tersebut maka dilakukan tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik pada kelas eksperimen. Adapun hasil belajar siswa pada penelitian ini dikategorikan berdasarkan acuan patokan PAP pada Tabel 1. Hasil Belajar Kognitif Tabel. 2 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Kognitif Mean 61,5385 Median 60,0000 Variance 247,436 Hasil Belajar Kognitif Std. Deviation 15,73010 Minimum 30,00 Maximum 80,00 Hasil belajar kognitif siswa menunjukkan nilai rata-rata sebesar 61,54, dengan kategori sedang dengan median 60,00, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa memperoleh nilai yang relatif dekat dengan angka tersebut, dan distribusi data cenderung simetris. Varians sebesar 247,44 dan simpangan baku 15,73 menggambarkan adanya variasi yang signifikan dalam hasil belajar, yang menunjukkan perbedaan pencapaian antara siswa. Nilai minimum yang tercatat adalah 30,00, sementara nilai maksimum mencapai 80,00, mencerminkan rentang nilai yang cukup luas di antara siswa. Tabel. 3 Uji Normalitas Hasil Belajar Kognitif Shapiro-Wilk Statistic Hasil Belajar Kognitif Sig. Berdasarkan hasil uji Shapiro-Wilk, dengan nilai signifikansi sebesar 0. 285 yang lebih besar dari 0. 05, dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar kognitif berdistribusi normal. Oleh karena itu, penggunaan uji parametrik, seperti uji t, dapat dilanjutkan karena data tidak melanggar asumsi normalitas. Tabel. 4 Statistik Inferensial Hasil Belajar Kognitif One Sample T-test Sig. -taile. Hasil Belajar Kognitif Hasil Uji Hipotesis menggunakan Uji One Sample T-test diperoleh bahwa Berdasarkan hasil statistik deskriptif diperoleh Nilai t-statistik sebesar 0. 793, derajat kebebasan . = 12, dan nilai signifikansi sebesar 0. 443 sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan berdiferensiasi Mixed TPACK tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa. Dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0. 05, kita gagal menolak hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar kognitif siswa setelah penerapan pendekatan tersebut. Hasil Belajar Afektif Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 22 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Tabel. 5 Deskriptif Hasil Belajar Afektif Mean 79,4872 Median 83,3333 Variance 412,215 Hasil Belajar Afektif Std. Deviation 20,30308 Minimum 41,67 Maximum 100,00 Hasil belajar afektif siswa menunjukkan nilai rata-rata . sebesar 79,49, dengan kategori tinggi dan median 83,33, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa memiliki nilai yang lebih tinggi dari rata-rata dan distribusi data cenderung condong ke angka yang lebih Varians sebesar 412,22 dan simpangan baku 20,30 menunjukkan adanya variasi yang cukup besar dalam hasil belajar afektif siswa, dengan penyebaran nilai yang relatif lebar. Nilai minimum tercatat sebesar 41,67, sementara nilai maksimum mencapai 100,00, yang mencerminkan rentang nilai yang cukup luas di antara siswa. Tabel. 6 Uji Normalitas Hasil Belajar Afektif Shapiro-Wilk Sig. Statistic Hasil Belajar Afektif Berdasarkan hasil uji Shapiro-Wilk untuk hasil belajar afektif, diperoleh nilai Statistic 833 dengan derajat kebebasan . = 13 dan nilai signifikansi = 0. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0. ilai signifikansi = 0. menunjukkan bahwa data hasil belajar afektif tidak berdistribusi normal. Dengan kata lain, distribusi data afektif siswa cenderung tidak mengikuti distribusi normal, sehingga uji parametrik seperti uji t mungkin tidak tepat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Untuk analisis selanjutnya digunakan Uji statistik Inferensial non Parametrik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Tabel. 7 Uji statistik Inferensial non Parametrik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Uji statistik Inferensial non Parametrik Hasil Belajar Afektif Mean Std. Deviation Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan hasil uji statistik inferensial non-parametrik, dengan nilai signifikansi 0. yang lebih kecil dari 0. 05, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar afektif siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar afektif siswa. Hasil Belajar Psikomotorik Hasil Belajar Psikomotorik Tabel. 8 Deskriptif Hasil Belajar Psikomotorik Mean 94,4444 Median 91,6667 Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 23 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Variance 23,148 Std. Deviation 4,81125 Minimum 91,67 Maximum 100,00 Hasil belajar psikomotorik menunjukkan nilai rata-rata . sebesar 94,44, dengan kategori sangat tinggi median 91,67, yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh nilai di sekitar angka tersebut, dengan distribusi data cenderung condong ke nilai yang lebih tinggi. Varians sebesar 23,15 dan simpangan baku 4,81 menggambarkan variasi yang relatif kecil dalam hasil belajar psikomotorik, yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa cukup homogen atau seragam. Nilai minimum tercatat 91,67, dan nilai maksimum mencapai 100,00, yang menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa memiliki nilai tinggi dalam ranah psikomotorik. Tabel. 9 Deskriptif Hasil Belajar Psikomotorik Shapiro-Wilk Statistic Hasil Belajar Psikomotorik Sig. 0,000 Berdasarkan hasil uji Shapiro-Wilk untuk hasil belajar psikomotorik, diperoleh nilai Statistic sebesar 0. 750 dengan derajat kebebasan . = 3 dan nilai signifikansi = 0. Karena nilai nilai signifikansi lebih kecil dari 0. ilai signifikansi = 0. , dapat disimpulkan bahwa hasil belajar psikomotorik tidak berdistribusi normal. Artinya, distribusi hasil belajar psikomotorik siswa cenderung tidak mengikuti distribusi normal, yang menunjukkan bahwa uji parametrik seperti uji t tidak tepat digunakan dalam analisis ini. Sebagai alternatif, uji statistik non-parametrik dapat digunakan untuk menganalisis data lebih lanjut yaitu uji OneSample Test Tabel. 10 Uji Statistik Inferensial Hasil Belajar Psikomotorik One Sample T-test Sig. -taile. Hasil Belajar Psikomotorik 7,000 0,020 Berdasarkan hasil uji One-Sample t-Test untuk hasil belajar psikomotorik, diperoleh nilai t-statistik sebesar 7,000 dengan derajat kebebasan . = 2 dan nilai signifikansi sebesar 0,020. Karena nilai signifikansi . lebih kecil dari 0,05, maka hasil uji ini dinyatakan signifikan secara statistik. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar psikomotorik siswa dengan nilai uji yang diharapkan . est value = . Berdasarkan perbedaan yang antara nilai rata-rata hasil belajar psikomotorik dan nilai uji yang diharapkan menunjukkan bahwa pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar psikomotorik siswa. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi Mixed TPACK memberikan dampak yang berbeda pada setiap ranah hasil belajar siswa. Pada ranah kognitif, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan, yang Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 24 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. menunjukkan bahwa pendekatan Mixed TPACK tidak mempengaruhi secara signifikan hasil belajar kognitif siswa. Menurut Hayati . Pendekatan TPACK meningkatkan hasil pembelajaran kognitif siswa dengan mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan pengetahuan konten dalam pendidikan sains. Kerangka kerja TPACK dapat secara efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam sains, yang berpotensi mengarah pada hasil kognitif yang berbeda berdasarkan kebutuhan dan gaya belajar individu (Mandailiana dkk, 2. Pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan dan gaya belajar individu secara efektif meningkatkan kinerja kognitif, terutama dalam memahami materi, sehingga memenuhi beragam kebutuhan siswa dan meningkatkan hasil pembelajaran secara keseluruhan (Samawati dkk, 2. Pada ranah afektif, ditemukan perbedaan yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa pendekatan Mixed TPACK berpengaruh positif terhadap hasil belajar afektif siswa. Penelitian Hidayat . menyatakan bahwa pembelajaran yang berdiferensiasi memiliki dampak positif terhadap hasil pembelajaran afektif siswa, terutama dalam mengatasi beragam kebutuhan emosional dan motivasional mereka. Dengan menerapkan berbagai pengajaran yang disesuaikan dengan karakteristik individu siswa, guru dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung. Pendekatan TPACK dapatt menumbuhkan lingkungan belajar yang lebih interaktif, yang mengarah pada peningkatan motivasi dan investasi emosional dalam materi pelajaran. Integrasi ini mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran mereka, pada akhirnya berkontribusi pada hasil afektif yang lebih baik di samping peningkatan kognitif dalam pembelajaran fisika (Hamid. Terakhir, pada ranah psikomotorik, hasil juga menunjukkan perbedaan yang signifikan, yang berarti pendekatan Mixed TPACK terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis atau psikomotorik siswa. Pembelajaran yang mengakomodasi perbedaan individu pada peserta didik dapat meningkatkan hasil pembelajaran psikomotorik. Dengan mengenali gaya belajar yang beragam guru dapat menyesuaikan metode mereka untuk melibatkan siswa secara Pendekatan ini menumbuhkan kreativitas dan motivasi, memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Ketika peserta didik terlibat dan nyaman, mereka lebih cenderung menguasai keterampilan psikomotorik, yang mengarah pada peningkatan hasil pembelajaran secara keseluruhan. Memahami karakteristik unik setiap siswa sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan ini (Puteri, 2. SIMPULAN Berdasarkan Hasil Penelitan pada UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II diperoleh bahwa,rata-rata hasil belajar kognitif yaitu sebesar 61,54 dengan kategori sedang. Rata-rata hasil belajar afektif sebesar 79,49 dengan kategori tinggi, serta Rata-rata hasil belajar psikomotorik sebesar 94,44 dengan kategori sangat tinggi setelah penerapan pembelajaran dengan Pendekatan Berdiferensiasi Mixed TPACK. Penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK tidak meningkat secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa kelas V UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II dibuktikan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,285 yang lebih besar dari 0,05. Penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK meningkat secara signifikan terhadap hasil belajar afektif IPA siswa kelas V UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II dibuktikan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,01 yang Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 25 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. lebih kecil dari 0,05. Penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mixed TPACK meningkat secara signifikan terhadap hasil belajar psikomotorik IPA siswa kelas V UPT UPT SDN 142 Inpres Lassang II dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,02 lebih kecil dari 0,05. REFERENSI