Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Pendapatan Usaha dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih Periode Triwulan I Tahun 2019-Triwulan I Tahun 2023: Studi Kasus pada PT Indo Pureco Pratama. Tbk Helen. Sari Marliani. July Yuliawati Universitas Buana Perjuangan Karawan. 1 mn19. helen@mhs. id 2sari. marliani@ubpkarawang. yuliawati@ubp karawang. ABSTRACT This study aims to help companies determine the level of performance achieved in achieving net profit, their financial condition and the partial and simultaneous influence of business income and operational costs on net profit for the first quarter of 2019-first quarter of 2023 at PT Indo Pureco Pratama. Tbk. This study uses a quantitative analysis method with multiple linear regression analysis techniques using SPSS Version 24. The population is PT Indo Pureco Pratama. Tbk with a sample of financial reports for the period I quarter 2019-IV quarter 2023 with a sampling technique using purposive sampling. The study results descriptively explain that business income, operational costs and net profit of PT Indo Pureco Pratama. Tbk are in good condition during the period I quarter 2019-first quarter 2023. The results of the hypothesis test analysis show that partially business income has a positive and significant effect on net profit PT Indo Pureco Pratama. Tbk is proven by the calculated t value of 19. 282 > 2. 179 and a significant value of 0. 000 < 0. 05 and operational costs have a negative and significant effect on the net profit of PT Indo Pureco Pratama. Tbk proven by the calculated t value of -15. 975 > 2. and the significant value 0. 000 < 0. 05 and simultaneously business income and operational costs have a positive and significant effect on the net profit of PT Indo Pureco Pratama. Tbk as evidenced by the calculated F value of 2698. 620 > 4. 75 and a significant value of 0. 000 < 0. Keywords: Revenue. Operational Costs. Net Profit ABSTRAK Penelitian ini mempunyai tujuan dalam membantu perusahaan mengetahui tingkat pencapaian kinerjanya dalam mencapai laba bersih, kondisi keuangannya serta pengaruhnya secara parsial maupun simultan pendapatan usaha maupun biaya operasional terhadap laba bersih periode triwulan I tahun 2019-triwulan I tahun 2023 pada PT Indo Pureco Pratama. Tbk. Penelitian ini memakai metode analisis kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda memakai SPSS Versi 24. Populasinya PT Indo Pureco Pratama. Tbk dengan sampel laporan keuangan periode triwulan I tahun 2019-triwulan IV tahun 2023 dengan teknik pengambilan sampel m enggunakan purposive sampling. Hasil penelitian deskriptif menjelaskan pendapatan usaha, biaya operasional dan laba bersih PT Indo Pureco Pratama. Tbk berada pada kondisi baik selama periode triwulan I 2019-triwulan I 2023. Hasil analisis uji hipotesis menunjukan bahwa secara parsial pendapatan usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih PT Indo Pureco Pratama. Tbk dibuktikan dengan nilai t hitung 19,282 > 2,179 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba bersih PT Indo Pureco Pratama. Tbk dibuktikan dengan nilai t hitung -15,975 > 2,179 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 serta secara simultan pendapatan 1401 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. usaha dan biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih PT Indo Pureco Pratama. Tbk dibuktikan dengan nilai F hitung 2698,620 > 4,75 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Kata Kunci: Pendapatan. Biaya Operasional, dan Laba Bersih PENDAHULUAN Kriteria yang umum digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan suatu perusahaan biasanya berpusat pada pemeriksaan keuntungan finansial perusahaan . id, 13 Maret 2. Hal ini memerlukan dilakukannya analisis yang komprehensif terhadap laporan keuangan perusahaan. Analisis keuangan mengacu pada pengumpulan dan penilaian data keuangan secara sistematis untuk mendapatkan wawasan tentang keadaan keuangan perusahaan dan efektivitas operasionalnya (Brigham dan Houston, 2. Laba berfungsi sebagai metrik untuk mengukur keberhasilan atau efektivitas suatu perusahaan, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangannya. Hal ini secara luas dianggap sebagai tujuan utama pendirian sebuah perusahaan. Penilaian terhadap kinerja suatu perusahaan dalam mengelola operasionalnya seringkali didasarkan pada profitabilitas yang dicapai. Oleh karena itu, khususnya bagi manajemen perusahaan dalam peningkatan kinerja perusahaan maupun optimisme aset yang dimiliki agar dapat menopang kelangsungan perusahaan dan menghasilkan surplus pendapatan positif atas biaya dalam jangka waktu tertentu (Indria, 2. Pendapatan dihasilkan melalui pelaksanaan operasi operasional dalam suatu perusahaan dan berfungsi sebagai faktor penting dalam mempengaruhi pertumbuhan pendapatan perusahaan (Evadine, 2. Sumber daya keuangan suatu perusahaan memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlanjutannya. Pendapatan yang lebih tinggi memungkinkan organisasi mengalokasikan lebih banyak dana untuk pengeluaran dan kegiatan operasional lainnya (Kuswindi, et al. Kuswindi, et all . mendefinisikan biaya operasional merupakan beban dengan kaitanya dengan operasional perusahaan yang meliputi beban penjualan dan beban administrasi, hal ini perlu diperhatikan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional agar mencapai tujuan. Terjadinya fluktuasi kinerja keuangan merupakan hal yang lumrah terjadi di kalangan perusahaan, baik yang berdampak pada profitabilitas maupun kerugian. Fenomena ini terjadi di berbagai sektor, termasuk industri dan perdagangan minyak kelapa, seperti yang dicontohkan oleh PT Indo Pureco Pratama. Tbk. Perusahaan manufaktur ini resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 9 Desember 2021 . com, 16 Mei 2. Kinerja keuangan IPPE dapat dilihat dari pendapatan yang di peroleh sebesar Rp 35. 000,- sepanjang tahun 2022. Pendapatan perusahaan ini meningkat 16,66 persen dari Rp 30. 000,- sepanjang tahun 2021. Penjualan IPPE terdiri dari minyak kelapa mentah sebesar Rp 30. 000,- naik 14,39 persen dan bungkil kelapa sebesar Rp 4,. 000,- mengalami kenaikkan 14,39 persen. 1402 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Beban pokok penjualan IPPE meningkat 0,01 persen dari Rp 22. 000,menjadi Rp 22. 000,- sepanjang tahun 2022. IPPE melakukan pencatatan yang disalurkan kepada pemilik laba Rp 4. 000,- selama tahun 2022. Laba tersebut meningkat 22,28 persen dari Rp 2,910. 000,- dibandingkan periode yang sama tahun lalu . com, 17 Mei 2. Berdasarkan fenomena tersebut laba bersih perusahaan IPPE mengalami kenaikkan dari tahun 2021-2022, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh pendapatan usaha maupun biaya operasional naik secara bersamaan laba perusahaan tersebut mengalami kenaikkan juga. Berikut data perkembangan mengenai pendapatan usaha, biaya operasional maupun laba bersih pada perusahaan PT Indo Pureco Pratama. Tbk periode Triwulan I 2019- Triwulan I 2023. Tabel 1. 1 Perkembangan Pendapatan Usaha. Biaya Operasional, dan Laba Bersih Perusahaan IPPE Periode Triwulan I 2019- Triwulan I 2023. Dalam ribuan rupiah Tahun Triwulan Pendapatan Biaya 2,535,837 2,035,624 3,114,012 2,383,175 7,324,565 5,678,321 i 10,764,295 9,124,503 15,363,890 11,970,790 6,504,582 4,923,835 13,527,161 10,119,299 i 20,280,859 15,409,004 30,017,394 22,781,194 13,184,422 9,847,001 25,666,542 18,501,567 i 43,874,204 30,409,233 35,020,275 22,777,356 13,975,508 10,662,737 Sumber : w. Laba Bersih 20,082 300,751 695,762 901,276 1,347,791 515,219 1,204,690 1,981,453 2,915,091 1,135,337 2,523,320 6,045,717 3,564,619 1,541,692 Berdasarkan Tabel 1. 1 PT Indo Pureco Pratama. Tbk memiliki peningkatan pendapatan, biaya, dan laba pada triwulan I 2019-triwulan IV 2020 karena meningkatnya permintaan konsumen atas produk yang di jual oleh perusahaan terdiri dari Crude Coconut Oil (CCO). Virgin Coconut Oil (VCO), dan Copra Meal (CM), hal ini menyebabkan biaya bahan baku juga meningkat dengan waktu bersamaan laba pun ikut meningkat . com, 1 Maret 2. Selama triwulan awal tahun 2021, terjadi penurunan signifikan pada pendapatan, biaya, dan laba akibat berkurangnya permintaan konsumen. Namun perusahaan IPPE berhasil memperbaiki kinerja keuangannya pada kuartal-triwulan berikutnya, tepatnya pada triwulan II-2021 hingga triwulan IV-2021. Peningkatan tersebut khususnya di munculkan oleh naiknya penjualan minyak kelapa mentah 1403 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. yang mencapai Rp26,45 miliar. atau sekitar 88 persen dari total pendapatan IPPE. Selain itu, penjualan bungkil kelapa sebesar Rp2,49 miliar . , sedangkan minyak kelapa murni menyumbang Rp1,08 miliar . terhadap pendapatan perseroan secara keseluruhan . id, 2 Maret 2. IPPE mengalami penurunan kembali pada triwulan I 2022 karena adanya regulasi dari pemerintah mengenai Harga Eceran Tertinggi terhadap minyak goreng berlaku 1 Februari 2022, hal ini membuat IPPE menurunkan harga jual produknya sesuai regulasi tersebut . com, 18 Maret 2. Selain itu berdampak dari meningkatnya Covid-19 yang menyebabkan penurunan permintaan minyak pada perusahaan sehingga direktur IPPE berusaha mengoptimalkan mitramitra supplier bahan baku, peningkatan jumlah produksi, maupun diversifikasi produk menjadi target utama agar pendapatan mengalami pemrtumbuhan yang signifikan pada triwulan berikutnya tahun 2022 . id, 2 Maret 2022. IPPE tidak menyerah dalam mengembangkan bisnisnya dan usahanya berhasil pada triwulan II 2022-triwulan i 2022 pendapatan naik menjadi Rp 000,- di triwulan II dan naik lagi menjadi Rp 43. 000,- karena regulasi HET dihapus pada tanggal 15 Maret 2022, pada saat HET berlaku keberadaan minyak kelapa sawit menjadi langka dan cepat habis di pasaran, hal ini mendukung keberhasilan target direktur IPPE yang direncanakan pada triwulan I 2022 lalu, sepanjang tahun 2022 perusahaan melaksankaan kontrol diantaranya RBD Coconut Oil dalam mendukung penjualan perusahaan sehingga biaya juga naik di triwulan II menjadi Rp 18. 000,- dan di triwulan i menjadi Rp 30. 000,- karena adanya optimalisasi mitra-mitra supplier bahan baku dengan bersamaan laba juga naik di triwulan II menjadi Rp 2. 000,- dan di triwulan i naik kembali menjadi Rp 6. 000,- karena perusahaan meningkatkan kapasitas produksi serta diversifikasi produk terdiri dari penjualan Crude Coconut Oil (CCO) dan Copra Meal (CM) sehingga laba perusahaan meningkat . id, 4 November Pada triwulan IV 2022-triwulan I 2023 IPPE kembali mengalami penurunan laba yang diiringi dengan penurunan pendapatan serta biaya perusahaan juga, pendapatan di triwulan IV 2022 turun menjadi Rp 35. 000,- karena adanya pembatalan kontrak penjualan minyak kelapa mentah, pembatalan tersebut terjadi pada bulan November 2022, setelah IPPE menerbitkan invoice penagihan pro-forma pada tanggal 30 September 2022. Oleh karena itu. IPPE mengakui pendapatan dari pelanggan pada tanggal yang sama . com, 6 April 2. Penurunan terjadi lagi pada triwulan I 2023 menjadi Rp 13. 000,disebabkan pada tahun 2023 IPPE di suspen sementara oleh pihak BEI sejak tanggal 26 Januari 2023, hal ini dilakukan dalam rangka cooling down pasca adanya penurunan harga kumulatif yang signifikan, hal ini menyebabkan penggunaan biaya bahan pokok penjualan dan administrasi di triwulan yang sama turun menjadi Rp 000,- dan kembali turun menjadi Rp 10. 000,- kemudian laba juga ikut turun menjadi Rp 3. 000 dan turun lagi di triwulan I 2023 menjadi Rp 000,-. Penurunan ini karena di tahun 2022 IPPE menggunakan laba sebagai cadangan wajib dan tambahan modal kerja untuk mendukung pengembangan 1404 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. usahanya digunakan sebagai modal kerja dan dicatat sebagai laba ditahan serta disisihkan menjadi cicilan dana cadangan untuk pemenuhan ketentuan dalam anggaran dasar dan UU Nomor 40 Tahun 2007 terkait Perseroan Terbatas . com, 17 Mei 2. Perusahaan IPPE bisa di nilai memiliki kinerja keuangan yang cukup baik karena dari triwulan I tahun 2019 Ae triwulan I 2023 memperoleh pendapatan secara terus menerus secara bersamaan memperoleh laba juga meskipun naik turunnya laba tersebut bersifat fluktuatif. Menurut Suhaemi dan Hasanuh . , terdapat hubungan paradoks antara keuntungan dan biaya. Jika terjadi pengeluaran yang besar, maka akan terjadi penurunan laba. Sebaliknya, peningkatan keuntungan akan mengurangi biaya. Biaya yang memerlukan minimalisasi khususnya adalah biaya variabel, yang bervariasi sesuai dengan volume operasi bisnis. Berdasarkan penelitian oleh Indria . Sundari . , dan Rahmawati dan Kosasih . , diketahui jika pendapatan terdapat pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap laba bersih. Selain itu, biaya operasional diketahui terdapat pengaruh positif terhadap laba bersih, dan beberapa penelitian memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan. Apalagi jika digabungkan, baik pendapatan maupun biaya operasional memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap laba bersih. Namun temuan penelitian ini berbeda dengan penelitian Pasca . Putri . Suhaemi dan Hasanuh . Fahlevi et al. , dan Kuswindi dkk. Penelitian-penelitian tersebut menyimpulkan jika pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih, berbeda halnya biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba bersih. Selain itu, penelitian ini menjelaskan jika pendapatan dan biaya operasional, jika digabungkan, mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih. Temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mutiara . memperlihatkan jika pendapatan terdapat pengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik terhadap laba bersih. Demikian pula, biaya operasional ditemukan mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan secara statistik terhadap laba bersih. Selain itu, ketika pendapatan dan biaya operasional dipertimbangkan secara bersamaan, keduanya ditemukan mempunyai pengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik terhadap laba Kumalasari dan Anwar . mengajukan pernyataan tambahan, yang menyatakan bahwa pendapatan bisnis dan biaya operasional, baik jika dipertimbangkan secara individual atau bersamaan, menunjukkan dampak positif dan besar terhadap laba bersih. Kajian ini merupakan evaluasi ulang atas hasil penelitian sebelumnya terhadap perusahaan yang mengalami pertumbuhan dan penurunan laba sepanjang periode triwulan I tahun 2019 hingga triwulan I tahun Berdasarkan uraian tersebut kondisi laba rugi perusahaan tidak bisa lepas dari pendapatan usaha dan biaya operasional. Selain itu penelitian ini merujuk pada penelitian terdahulu, dimana terdapat inkonsisten diantara penelitian yang satu dengan yang lainnya, maka peneliti melaksanakan penelitian berjudul AuPengaruh Pendapatan Usaha dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih Periode Triwulan I Tahun 2019-Triwulan I Tahun 2023: Studi Kasus pada PT Indo Pureco Pratama. TbkAoAo. 1405 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. KAJIAN LITERATUR Pendapatan Usaha Menurut Indria . , pendapatan diartikan sebagai pendapatan yang dihasilkan dari penjualan barang maupun jasa. Pendapatan ini diukur berdasarkan total beban kepada konsumen dan klaim yang dibuat atas barang maupun jasa yang diberikan kepada mereka. Pendapatan dapat didefinisikan sebagai jumlah total manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh operasi rutin suatu perusahaan selama periode waktu tertentu. Pendapatan dihasilkan oleh arus masuk moneter yang dihasilkan dari penyelesaian suatu usaha tertentu, seperti penyediaan jasa (Hery, 2015:46 sebagaimana dikutip dalam Lesly, 2. Penilaian keuntungan atau kerugian finansial suatu perusahaan merupakan komponen krusial dalam mengevaluasi pendapatannya (Anshari & M, 2019:61 dalam Lesly, 2. Diketahui jika pendapatan perusahaan memiliki dua elemen berbeda, yaitu: Pendapatan Operasi, mengacu pada keuntungan finansial utama yang dihasilkan oleh perusahaan. Pendapatan Lain-lain, mengacu pada pendapatan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan yang tidak terkait dengan operasi atau aktivitas bisnis intinya. Menurut Lesly . , pendapatan usaha dapat diperoleh dengan memanfaatkan rumus di bawah ini. Pendapatan Usaha = Pendapatan Operasi Pendapatan Lainnya. Biaya Operasional Menurut Kuswindi dkk. , biaya hd operasional mencakup berbagai pengeluaran yang terkait dengan berfungsinya suatu perusahaan. Biaya-biaya ini biaya penjualan maupun administrasi, biaya periklanan, biaya penyusutan, serta perbaikan dengan pemeliharaan. Menurut Lesly . , perhitungan biaya operasional dapat diperoleh dengan memakai rumus. Biaya Operasional = Biaya Penjualan Biaya Umum dan Administrasi. Laba Bersih Menurut Akuntansi & Vol 12, 2018, laba bersih merupakan jumlah akhir yang diperoleh dengan mengurangi total pendapatan maupun biaya yang dimasukkan dalam laporan laba rugi selama periode tertentu. Demikian pula Kuswindi dkk. menegaskan jika laba bersih ialah hasil dari berbagai transaksi keuntungan yang melibatkan pemasukan, pengeluaran, pengeluaran, dan kerugian, sehingga menghasilkan pengurangan biaya perusahaan dalam jangka waktu yang ditentukan. Menurut Lesly . , fokus utama suatu perusahaan adalah laba bersih, ditambah dengan peningkatan arus kas masuk yang biasa disebut aset, yang berkontribusi 1406 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. terhadap pertumbuhan ekuitas perusahaan. Rumus penghitungan laba bersih adalah sebagai berikut: Laba Bersih = Pendapatan Usaha Ae Biaya operasional METODE PENELITIAN Penelitian mengaplikasikan metode kuantitatif analisis regresi linear Objek dan populasi penelitian pada PT Indo Pureco Pratama. Tbk yang berlokasi di Batununggul 1 Balimbing. Kecamatan Pagaden Barat. Kabupaten Subang. Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2023 Penelitian yang dimaksud memakai data sekunder untuk sumber informasi. Data sekunder dalam penelitian berasal dari catatan keuangan PT Indo Pureco Pratama. Tbk periode triwulan I 2019-triwulan I 2023 yang terdapat di website resmi perusahaan tersebut yaitu w. Sumber lainnya dari peneliti sebelumnya yang ada kaitannya pada penelitian yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistic Deskriptif Tabel 4. 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Sumber : Hasil Olah Data SPSS 24 . Dari tabel 1. 1 hasil pengujian statistik descriptif menunjukan bahwa jumlah N sebanyak 14 data yang termasuk data pendapatan usaha, biaya operasional maupun laba bersih dalam kurun waktu 3 tahun 2 bulan terhitung, biaya yang diambil merupakan biaya per triwulan sejak 2019 sampai dengan 2023. Pada variabel pendapatan usaha (X. mempunyai nilai rata-rata 17225253. 29 dan nilai minimum 2535837 sedangkan untuk variabel biaya operasional (X. nilai rerata sebesar 50 dengan nilai minimum senilai 2322531 dan untuk variabel laba bersih (Y) rerata seni 1763771. 43 dengan nilai minimum sebesar 20082. Uji Asumsi Klasik 1407 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Normalitas Tabel 4. 7 Hasil Uji Kolomgrov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Sumber : Hasil Olah Data SPSS 24 . Dari Tabel 4. 7 hasil uji normalitas dengan satistik kolmogorovsmirnov diatas bisa diketahui jika variabel pendapatan usaha maupun biaya operasional sudah berdistribusi normal dikarenakan nilai signifikan adalah 0,200 E 0,05 diketahui data berdistribusi normal. Uji Autokorelasi Tabel 4. 8 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Sumber : Hasil Olah Data SPSS 24 . Dalam menentukan nilai durbin-watson digunakan nilai dw tabel dengan rumus mencari dw tabel . dengan sampel penelitian ini sebanyak 14 maupun total variabel dependen sebanyak 2 variabel pada penelitian ini diperoleh berdasarkan pada tabel durbin-watson nilai dL pada penelitian ini sebesar 0. 8122 dan nilai dU sebesar 1. Berdasarkan temuan yang disajikan pada tabel 4. 8, statistik DurbinWatson dihitung sebesar 1,951. Oleh karena itu, hasil uji autokorelasi memperlihatkan bahwa nilai dU < dW, < . -dU), ialah 1,5794 < 1,951 < 1408 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. 2,420. Artinya tidak terdapat autokorelasi antar observasi triwulanan dalam model regresi variabel independen. Uji Multikolinearitas Tabel 4. 9 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF X1_Pendapatan_Usaha X2_Biaya_Operasional Sumber : Hasil Olah Data SPSS 24 . Setelah dilakukannya pengujian Uji multikolinearias, dapat dilihat berdasarkan tabel 4. 9 diatas menunjukan hasil bahwa nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. Pendapatan usaha memiliki nilai tolerance 0,107 dengan nilai VIF 9,318 dan biaya operasional mempunyai nilai tolerance sebesar 0,190 dengan nilai VIF 5,264. Nilai tolerance dua variabel > 0,1 dan nilai VIF dua variabel tersebut < 10, tidak terjadi Uji Heterokedastisitas Tabel 4. 10 Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Sumber : Hasil Olah Data SPSS 24 . Berdasarkan Tabel 4. 10, hasil uji heterokedastisitas pada penelitian ini nilai signifikan dua variabel tersebut lebih besar dari 0,05. Nilai signifikan pendapatan usaha 0,088>0,05 maupun nilai signifikan biaya operasional 0,075>0,05, maka tidak terjadi heterokedastisitas dalam penelitian ini. 1409 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Hasil Analisis Regresi Berganda Tabel 4. 3 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model 1 (Constan. X1_Pendapatan_ Usaha X2_Biaya_Opera Sumber : Hasil Olah Data SPSS 24 . Sig. Berdasarkan Tabel 4. 3 di atas, persamaan regresi linier berganda mengenai pengaruh pendapatan usaha dan biaya operasional yaitu: Y = -110938,749 0,730 X1 Ae 0,715 X2 A Nilai Koefisien variabel pendapatan usaha (X. , biaya operasional (X. , dan laba bersih (Y) dalam persamaan regresi diatas dapat dinyatakan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar -110938,749 jika pendapatan usaha sebesar 0 maupun biaya operasional 0 atau IPPE tidak mendapatkan pendapatan usaha dan tidak mengeluarkan biaya tersebut, maka IPPE mengalami penurunan laba bersih sebesar Rp 110. 938,749. Pendapatan usaha memiliki nilai koefisien sebesar 0,730 artinya apabila terjadi kenaikan pendapatan usaha senilai 1 satuan maka akan menaikkan laba bersih sebesar Rp 730 asumsi biaya operasional tetap. Biaya operasional mempunyai nilai koefisien senilai -0,715 artinya apabila terjadi kenaikan biaya operasional senilai 1 satuan maka akan menurunkan laba bersih Rp 715 dengan asumsi pendapatan usaha tetap. Koefesien Determinasi R2 Tabel 4. 4 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Sumber : Hasil Olah Data SPSS 24 . Berdasarkan temuan yang disajikan pada Tabel 4. 4, koefisien determinasi (RA) menunjukkan bahwa sebagian besar, khususnya 99,8 persen, dari laba bersih (Y) yang diamati di IPPE selama periode yang mencakup kuartal pertama tahun 2019 hingga kuartal pertama triwulan tahun 2023 dapat disebabkan oleh pengaruh pendapatan usaha dan biaya operasional. Sebaliknya, sisa laba bersih 0,2 persen 1410 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dipengaruhi dari aspek tambahan yang tidak diperhitungkan, seperti biaya Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Tabel 4. 5 Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model 1 (Constan. X1_Pendapatan_ Usaha X2_Biaya_Opera Sumber : Hasil Olah Data SPSS 24 . Sig. Dalam menentukan uji t agar diketahuinya pengaruh parsial antara variabel independen tehadap variabel dependen dapat dilihat jika t hitung > t tabel berarti berpengaruh dan sebaliknya jika t tabel < t hitung maka hasilnya tidak berpengaruh, untuk mengetahui t tabel bisa di cari dengan rumus . f= n-. , pada penelitian ini . f=14-. yang berarti . setelah dilakukan perhitungan t tabel pada penelitian ini maka di dapat nilai t tabel = 2,179 dengan uji 2 sisi oleh karena itu berdasarkan tabel di atas bisa disimpulkan jika uji hipotesis secara parsial dan pengaruh tiap variabel independen terhadap variabel dependen dapat dirangkum, seperti dibawah ini: Pengujian Pendapatan Usaha Terhadap Laba Bersih Berdasarkan temuan yang disajikan pada Tabel 4. 13, terlihat jelas bahwa variabel yang mewakili pendapatan usaha menunjukkan nilai signifikansi statistik 0,000, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi konvensional sebesar 0,05. Selain itu, nilai t hitung sebesar 19,282 melebihi nilai t kritis sebesar 2,179. korelasi yang kuat diantara pendapatan perusahaan dan laba bersih. Sebaliknya, jika terjadi penurunan pendapatan usaha, maka laba bersih juga akan turun. Pengujian Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih Berdasarkan temuan yang disajikan pada Tabel 4. 13, terlihat bahwa variabel biaya operasional menunjukkan nilai signifikansi statistik sebesar 0,000, lebih kecil dari tingkat signifikansi konvensional yaitu 0,05. Selanjutnya nilai t-value sebesar -15,973 melebihi nilai kritis sebesar 2,179 menunjukkan bahwa biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba bersih. Dengan kata lain, peningkatan biaya operasional menyebabkan 1411 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. penurunan laba bersih, sedangkan penurunan biaya operasional menyebabkan peningkatan laba bersih. Uji Simultan (Uji F ) Tabel 4. 6 Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression 000 2 16507413610000. Residual Total Sumber : Hasil Olah Data SPSS 24 . Pengaruh secara simultan variabel independen dengan variabel dependen dapat ditentukan dengan uji F dapat diperoleh jika nilai Fhitung > nilai F-tabel maupun nilai sig < 0,05, dalam mendapatkan nilai F-tabel pada penelitian ini digunakan rumus df1= k-1 dan df2 = n-k pada penelitian ini df1= 2-1 yang berarti df1=1 dan df2= 14-2 yang berarti df2=12 didapat nilai F tabel penelitian ini sebesar 4,75. Berdasarkan pada tabel ANOVA diatas diperoleh nilai F-hitung 2698,620 > F tabel 4,75 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, hal ini menunjukan jika secara simultan pendapatan usaha dan biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih pada IPPE. Pendapatan Usaha Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Laba Bersih Hasil variabel pendapatan usaha mempunyai nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sedangkan nilai t hitung 19,282 > 2,179 dapat disimpulkan pendapatan usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih, artinya pada saat pendapatan usaha meningkat maka laba bersih akan meningkat, begitu pula Penelitian ini menegaskan hubungan positif pendapatan usaha terhadap laba bersih, artinya semakin meningkatnya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan akan meningkatkan laba bersih, begitu juga sebaliknya. Temuan penelitian ini memberikan bukti empiris terhadap hipotesis yang diajukan Lestari dkk. , menyatakan hubungan positif antara perolehan pendapatan perusahaan dan kapasitasnya untuk meningkatkan profitabilitas. Temuan penelitian sejalan dengan Indria . dan Sundari . , yang menjelaskan pendapatan usaha mempunyai dampak signifikan terhadap laba Secara khusus, menurut teori-teori ini, ketika pendapatan bisnis suatu perusahaan besar, kemungkinan besar akan menghasilkan peningkatan laba bersih. Biaya Operasional Berpengaruh Negatif dan Signifikan Terhadap Laba Bersih Hasil variabel biaya operasional memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sedangkan nilai t hitung -15,973>2,179 dapat disimpulkan biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba bersih, artinya pada saat biaya operasional meningkat maka laba bersih akan menurun, begitu pula sebaliknya. Hasil 1412 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. penelitian ini memperlihatkan jika peningkatan biaya operasional mengindikasikan penurunan laba bersih karena perusahaan belum mampu mengoptimalkan supplier bahan baku serta meminimalisir penggunaan biaya penjualan dan biaya administrasi. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilaksanakan oleh Pasca . Putri . Suhaemi dan Hasanuh . Fahlevi, et al . , dan Kuswindi, et all . yang menjelaskan jika biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba bersih. Menurut Ratnasih. Suhaemi, dan Hasanuh . , kemampuan manajemen perusahaan dalam menekan pengeluaran berdampak langsung pada laba bersih perusahaan sehingga menyebabkan peningkatan. Sebaliknya jika korporasi tidak mampu menekan biaya maka akan berdampak pada menurunnya profitabilitas. Pendapatan Usaha dan Biaya Operasional Secara Simultan Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Laba Bersih Hasil penelitian dengan ANOVA diatas diperoleh nilai F-hitung sebesar 2698,620 > F tabel 4,75 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, hal ini menunjukan jika secara simultan pendapatan usaha dan biaya operasional berpengaruh positif maupun signifikan terhadap laba bersih pada IPPE. Penelitian ini menegaskan pada saat ada perubahan pendapatan usaha maupun biaya operasional secara serempak akan mempengaruhi laba bersih. Temuan penelitian ini dikuatkan oleh Pasaribu . , yang menggarisbawahi pentingnya pendapatan dan biaya sebagai faktor penentu keuntungan sebagai hasil usaha operasional suatu perusahaan, menentukan apakah perusahaan akan memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian. khususnya jika pendapatan melebihi biaya maka perusahaan akan memperoleh keuntungan. sebaliknya jika pendapatan lebih kecil dari biaya maka perusahaan akan mengalami Wulandari . mengemukakan pernyataan serupa, yang menyatakan bahwa pendapatan dan biaya merupakan komponen fundamental dalam suatu perusahaan sehingga memerlukan estimasi biaya yang efektif dan efisien. Hal ini disebabkan oleh pengaruh yang signifikan dan fungsi beragam yang dimiliki pendapatan dan biaya dalam pencapaian tujuan perusahaan. Laba bersih suatu bisnis dipengaruhi oleh pendapatan bisnis dan biaya operasionalnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Indria . Sundari . , dan Rahmawati dan Kosasih . Pasca . Putri . Suhaemi dan Hasanuh . Fahlevi, et al . Kuswindi, et all . , dan Kumalasari dan Anwar . Laba atau rugi biasanya dipakai dalam menilai prestasi kinerja perusahaan. Faktor-faktor yang mempunyai dampak langsung terhadap penghitungan laba bersih mencakup pendapatan dan beban, yang pada dasarnya saling berhubungan. Pendapatan mewakili hasil yang didapatkan dari upaya operasional yang dilaksanakan oleh organisasi, sedangkan pengeluaran menunjukkan biaya yang dikeluarkan ataupun dipakai dalam mencapai pendapatan yang diantisipasi (Anjarwati & Safri, 2. Pernyataan di atas menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara 1413 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1401-1415 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pendapatan perusahaan, biaya operasional, dan laba bersih suatu perusahaan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian secara statistik menggunkan analisis regresi liniear berganda, uji t, dan uji f bisa dibuktikan dengan jelas bahwa secara parsial pendapatan usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih dengan nilai t hitung 19,282 > 2,179 dan nilai signifikan senilai 0,000 < 0,05. Secara parsial biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba bersih. Hasil variabel biaya operasional mempunyai nilai nilai t hitung -15,973>2,179 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Secara simultan pendapatan usaha maupun biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih. Hasil penelitian dengan ANOVA diatas diperoleh nilai F-hitung senilai 2698,620 > F tabel 4,75 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. IMPLIKASI Berdasarkan hasil penelitian pendapatan usaha dapat membantu perusahaan meningkatkan laba bersih karena memiliki hubungan positif signifikan dan searah dan biaya operasional juga dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan laba bersih karena memiliki hubungan negatif signifikan dan bertolak belakang artinya semakin perusahaan meminimalisir biaya, maka semakin laba meningkat. Perusahaan juga dapat mengetahui bahwa pendapatan usaha maupun biaya operasional memiliki hubungan erat dengan laba bersih. DAFTAR PUSTAKA