ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Diterima: 24 Mei 2026 Direvisi: 12 Juni 2026 Dipublikasi: 26 Juni 2026 DOI: https://doi. org/10. 58518/darajat. PROBLEMATIKA GLOBAL PENDIDIK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL DAN ABAD 21 Ulul Azmi Taufiqur Rohmah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya. Indonesia truhimza05@gmail. Nasywa Annisa Syabana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya. Indonesia nasywaanisa504@gmail. Moh. Faizin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya. Indonesia faizin7172@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi guru pendidikan agama islam dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur melalui kajian terhadap berbagai artikel ilmiah, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pendidikan agama islam menghadapi beberapa tantangan utama antara lain keterbatasan literasi digital, kurangnya oenguasaan metode pembelajaran inovatif, serta kendala dalam pemanfaatan teknologi dalam proses Selain itu perbedaan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan terbatasnya dukungan institusi juga menjadi faktor yang memperkuat tantangan tersebut. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran yang cenderung kurang interaktif dan belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis seperti peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, pelatihan berbasis digital, serta penguatan dukungan institusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi transformasi pendidikan abad 21. Kata kunci: Literasi Digital. Pembelajaran Abad 21. Pendidikan Agama Islam. Tantangan Guru. Teknologi Pendidikan. Abstract This study aims to analyze the challenges faced by islamic religious education teachers in responding to the demands of 21st-century learning. This research uses a qualitative descriptive approach with a literature study metode by reviewing various scientific articles, books, and relevant research findings. The results show that islamic religious education teachers face several major challenges, including limited digital literacy skills, lack of mastery of innovative learning methods, and constraints in utilizing technology in the learning In addition, differences in teachers adaptability to technological developments and limited institutional support also contribute to these challanges. This conditions impact the affectivines of learning, where the learning process tends to be less interactive and less able to develop students critical thinking skills. Therefore strategic efforts are needed, such as 58 Problematika Global Pendidik. | Ulul Azmi Taufiqur Rohmah et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat continuous professional developments, digital-based training, and strengtthening institutional support to improve teachers competencies. This study highlights the importance of teacher readiness in facing the importance of transformation of education in the 21stcentury. Keywords: Digital Literacy. Educational Technology. Islamic Religious Education. Teacher Challenges. 21st Century Learning. PENDAHULUAN Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral dan spiritual peserta didik di tengah dinamika perubahan zaman. Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang pesat, pendidik PAI dihadapkan pada berbagai tantangan baru yang tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga berskala global. Transformasi digital yang ditandai dengan hadirnya internet, media sosial, serta berbagai platform pembelajaran berbasis teknologi telah mengubah pola interaksi, cara belajar, sera orientasi nilai generasi abad ke-21. Di satu sisi, perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi pendidik PAI untuk mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan kontekstual. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga memunculkan berbagai problematika, seperti krisis moral akibat arus informasi yang tidak terfilter, menurunnya otoritas guru, serta tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan budaya digital yang cenderung bebas. Hal ini menunjukkan bahwa peran pendidik PAI tidak lagi sekadar sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan filter nilai di era Selain itu, karakteristik peserta didik abad ke-21 yang dikenal sebagai generasi digital native menuntut adanya perubahan paradigma dalam pembelajaran PAI. Peserta didik cenderung lebih kritis, cepat bosan dengan metode konvensional, serta lebih tertarik pada media visual dan interaktif. Kondisi ini menuntut pendidik untuk memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang adaptif terhadap perkembangan Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak pendidik PAI yang belum sepenuhnya siap menghadapi tuntutan tersebut, baik dari segi literasi digital maupun inovasi pembelajaran. Berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji tantangan pendidikan islam di era digital, namun sebagian besar masih berfokus pada aspek kurikulum atau penggunaan teknologi secara umum. Kajian yang secara spesifik membahas problematika global yang dihadapi pendidik PAI dalam perspektif abad ke-21 masih relatif terbatas. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi berbagai problematika tersebut sekaligus menawarkan pemahaman yang relevan dengan konteks Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis problematika global yang di hadapi oleh pendidik Pendidikan Agama Islam di era digital dan abad ke-21. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian pendidikan agama islam serta menjadi rujukan praktis bagi pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada analisis konseptual terkait problematika global yang dihadapi pendidik Pendidikan Agama 59 Problematika Global Pendidik. | Ulul Azmi Taufiqur Rohmah et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Islam di era digital dan abad ke-21. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan pendidikan islam dan perkembangan teknologi digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, yaitu dengan menelusuri dan mengkaji berbagai sumber tertulis yang memiliki keterkaitan dengan topik Sumber-sumber tersebut dipilih berdasarkan kriteria kredibilitas, relevansi, dan kebaruan informasi agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara Selain itu, peneliti juga memanfaatkan database jurnal nasional maupun internasional sebagai bahan rujukan utama dalam memperkuat analisis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. , yaitu dengan mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menginterpretasikan data yang telah dikumpulkan untuk menemukan pola, tema, serta hubungan antar konsep yang berkaitan dengan problematika pendidik PAI di era digital. Proses analisis dilakukan secara sistematis melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan guna menghasilkan temuan yang komprehensif dan mendalam. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu membandingkan berbagai referensi dari sumber yang berbeda guna memperoleh pemahaman yang lebih objektif dan valid. Dengan demikian, hasil penelilitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang akurat mengenai problematika global yang dihadapi pendidik Pendidikan Agama Islam serta strateginya dalam konteks pembelajaran abad ke-21. PEMBAHASAN Problematika Global dan Krisis Nilai Pendidik PAI di Era Digital Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada abad ke-21 telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Digitalisasi tidak hanya mengubah sistem pembelajaran, tetapi juga memengaruhi pola pikir, perilaku, dan karakter peserta didik. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru bagi pendidik dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing moral dan spiritual. Era digital ditandai dengan kemudahan akses informasi melalui internet dan media Peserta didik dapat memperoleh berbagai pengetahuan secara cepat tanpa batas ruang dan waktu. Namun, kemudahan tersebut tidak selalu berdampak posistif. Arus informasi yang tidak terkontrol seringkali memuat konten yang bertentangan dengan kebencian, budaya konsumtif, hingga perilaku individualistik. 2 Kondisi ini menyebabkan terjadinya krisis nilai di kalangan generasi muda yang ditandai dengan menurunnya etika, rasa hormat kepada guru, serta rendahnya kesadaran spiritual. Dalam situasi tersebut, pendidik PAI menghadapi problematika yang semakin Jika pada masa sebelumnya guru dipandang sebagai sumber utama ilmu pengetahuan, maka di era digital posisi tersebut mulai mengalami pergeseran. Kehadiran internet membuat peserta didik lebih sering mecari jawaban melalui mesin pencari atau media sosial dibandingkan bertanya langsung kepada guru. 3 Hal ini mengakibatkan otoritas pendidik mengalami tantangan baru, terutama ketika peserta didik lebih mempercayai informasi digital daripada penjelasan guru di kelas. 1 Azyumardi Azra. AuPendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Di Tengah Tantangan Milenium i,Ay in Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2. , 58. 2 Ziauddin Sardar. Islamic Futures: The Shape of Ideas to Come (London: Mansell Publishing, 1. 3 Don Tapscott. Grown Up Digital: How the Net Generation Is Changing Your WorldNo Title (New York: McGraw-Hill, 2. 60 Problematika Global Pendidik. | Ulul Azmi Taufiqur Rohmah et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Selain itu, globalisasi budaya melalui media digital juga membawa pengaruh terhadap pola kehidupan peserta didik. Budaya asing yang masuk tanpa filter dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku generasi muda muslim. Fenomena westernisasi, gaya hidup bebas, serta kecenderungan mengikuti tren media sosial menjadi tantangan serius bagi pendidikan islam. 4 Dalam hal ini, pendidik PAI dituntut untuk mampu menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas religius. Problematika lainnya adalah munculnya feneomena degradasi moral di lingkungan Banyak kasus seperti perundungan . , kurangnya sopan santun terhadap guru, hingga penyalahgunaan media digital menunjukkan bahwa perkembangan teknologi belum diimbangi dengan penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran PAI tidak cukup hanya berorientasi pada transfer pengetahuan agama, tetapi juga harus mampu membangun kesadaran moral dan penguatan akhlak peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Menghadapi kondisi tersebut, pendidik PAI perlu melakukan adaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan islam. Guru harus mampu memanfaatkan media digital sebagai sebagai saran pembelajaran yang edukatif sekaligus menjadi filter terhadap berbagai pengaruh negatif globalisasi. Dengan demikian, pendidik PAI tetap memiliki peran penting sebagai pembimbing moral dan penjaga nilai-nilai keislaman di tengah tantangan era digital. Keterbatasan Kompetensi Digital Pendidik Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan dari sistem pembelajaran konvensional menuju pembelajaran berbasis teknologi. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, pendidik dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21. 6 Kompetensi digital menjadi salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki guru, karena teknologi tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembelajaran modern. Namun, realitas menunjukkan bahwa masih banyak pendidik PAI yang mengalami keterbatasan dalam penguasaan teknologi digital. Sebagian guru masih kesulitan dalam mengoperasikan media pembelajaran berbasis digital seperti learning management system (LMS), aplikasi presentasi interaktif, maupun platform pembelajaran daring lainnya. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran kurang inovatif dan cenderung monoton sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar peserta didik. Keterbatasan kompetensi digital pendidik juga dipengaruhi oleh rendahnya literasi Tidak sedikit pendidik yang masih memandang teknologi sebagai sesuatu yang rumit dan sulit diterapkan dalam pembelajaran. 9 Akibatnya, penggunaan media digital seringkali hanya sebatas formalitas tanpa adanya pengembangan metode pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Padahal, pemanfaatan teknologi secara tepat dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi PAI secara lebih menarik dan mudah dipahami peserta didik. Selain itu, faktor usia dan latar belakang pendidikan juga memengaruhi kemampuan digital pendidik. Guru yang telah lama mengajar dengan metode konvensional umumnya 4 Abdullah Idi. Pengembangan Kurikulum: Teori Dan Praktik . ogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. 5 Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. 6 E. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. 7 Munir. Pembelajaran Digital (Bandung: Alfabeta, 2. 8 Rusman. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2. 9 Yusufhadi Miarso. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2. 10 Deni Darmawan. Teknologi Pembelajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. 61 Problematika Global Pendidik. | Ulul Azmi Taufiqur Rohmah et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dibandingkan generasi pendidik yang lebih muda. 11 Disisi lain, pelatihan terkait penggunaan teknologi pembelajaran masih belum merata, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan dan akses internet. Problematika kompetensi digital juga berkaitan dengan kesiapan pendidik dalam menghadapi karakteristik peserta didik digital native. Peserta didik saat ini lebih terbiasa dengan penggunaan teknologi, media visual, serta akses informasi yang cepat melalui Oleh karena itu, pendidik PAI perlu memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi dengan metode pembelajaran yang sesuai agar pembelajaran tidak tertinggal dari perkembangan zaman. Dalam perspektif pendidikan islam, penguasaan teknologi harus tetap diimbangi dengan nilai-nilai etika dan moral. Pendidik tidak hanya di tuntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus dapat mengarahkan peserta didik agar memanfaatkan media digital secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kompetensi digital dalam pendidikan islam bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan juga kemampuan dalam membangun pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter islami. Untuk mengatasi berbagai keterbatasan tersebut, diperlukan upaya peningkatan kompetensi digital melalui pelatihan, seminar, dan pengembangan profesional secara Lembaga pendidikan juga perlu memberikan dukungan berupa fasilitas teknologi yang memadai agar pendidik dapat mengembangkan pembelajaran digital secara Karakteristik Peserta Didik Abad ke-21 Perkembangan teknologi digital dan globalisasi telah membentuk karakteristik baru peserta didik abad ke-21. Generasi saat ini dikenal sebagai digital native, yaitu generasi yang sejak kecil telah terbiasa menggunakan teknologi digital seperti internet, media sosial, dan perangkat elektronik modern. 14 Kondisi tersebut memengaruhi pola belajar, cara berpikir, serta interaksi sosial peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik abad ke-21 cenderung lebih aktif, kritis, dan menyukai pembelajaran yang interaktif. Mereka lebih tertrik pada media visual dan teknologi dibandingkan metode pembelajaran konvensional yang hanya berpusat pada ceramah. 15 Oleh karena itu, pendidik PAI perlu mengembangkan pembelajaran yang kreatif melalui penggunaan media digital, diskusi interaktif, serta pendekatan kontekstual agar pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami. Disisi lain, kemudahan akses informasi juga membawa tantangan tersendiri. Peserta didik dapat memperoleh berbagai informasi secara cepat melalui internet, namun tidak semua informasi memiliki nilai edukatif dan sesuai dengan ajaran islam. Hal ini menuntut pendidik PAI untuk membimbing peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, tingginya penggunaan media sosial juga memengaruhi pola interaksi sosial peserta didik. Sebagian peserta didik lebih aktif berinteraksi di dunia maya dibandingkan di lingkungan nyata. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya sikap empati, etika komunikasi, serta rasa hormat kepada guru dan orang tua. Oleh sebab itu, pendidikan islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik di 11 Imam Machali. AuAoPendidikan Islam Di Era Revolusi Industri 4. 0,AoAy Jurnal Pendidikan Islam 28, no. 12 Siti Fatimah. AuAoLiterasi Digital Dalam Pembelajaran PAI Di Era Society 5. 0,AoAy Jurnal Pendidikan Islam 8, no. : 144. 13 Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Kuantitatif. Dan R&D . andung: Alfabeta, 2. 14 Marc Prensky. AuAoDigital Natives. Digital Immigrants,AoAy On the Horizon 9, no. : 1. 15 Rusman. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi. 62 Problematika Global Pendidik. | Ulul Azmi Taufiqur Rohmah et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat tengah perkembangan budaya digital. Dengan demikian, pemahaman terhadap karakteristik peserta didik abad ke-21 menjadi hal penting bagi pendidik PAI agar mampu menciptakan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai keislaman. Transformasi Peran Pendidik PAI di Era Digital Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat menuntut para pendidik PAI untuk bertransformasi secara signifikan, tidak hanya dalam penguasaan materi keagamaan, tetapi juga dalam kemampuan memanfaatkan berbagai platform dan media digital sebagai instrumen pembelajaran yang efektif. 16 Transformasi ini bukan sekadar pilihan adaptif, melainkan sebuah keniscayaan yang harus direspons secara strategis agar nilai-nilai Islam tetap dapat disampaikan secara relevan dan bermakna kepada generasi digital. Pendidikan Islam di era digital menghadapi peluang sekaligus tantangan pada abad ke-21, sehingga pendidik PAI dituntut mampu menjembatani antara tradisi keilmuan Islam dan modernitas teknologi. Transformasi peran pendidik PAI di era digital mencakup pergeseran paradigma dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar . eacher-centere. menuju fasilitator pembelajaran berbasis teknologi . tudent-centere. Perubahan sosial akibat perkembangan digital secara langsung memengaruhi peran guru PAI, yang kini harus mampu mendesain pengalaman belajar yang interaktif, adaptif, dan berbasis nilai-nilai 18 Perubahan paradigma ini mensyaratkan guru PAI untuk memiliki kompetensi pedagogis digital, yaitu kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran secara bermakna dan bertanggung jawab. Kondisi ini sejalan dengan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang menekankan pentingnya integrasi antara pengetahuan konten, pedagogik, dan teknologi dalam praktik Upaya transformasi pendidik PAI di era digital juga tampak pada pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi. Berbagai platform digital seperti Google Classroom. Canva. YouTube. Quiziz, hingga aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai diintegrasikan dalam proses belajar mengajar PAI. Adapun kajian literatur yang mengungkapkan bahwa pemanfaatan aplikasi Canva dalam pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis digital mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran PAI secara signifikan. 20 Inovasi semacam ini mencerminkan bahwa transformasi pendidik PAI tidak sekadar mengadopsi teknologi, melainkan menggunakannya sebagai wahana internalisasi nilai-nilai Islam secara kreatif dan Di sisi lain, transformasi pendidik PAI di era digital juga menuntut adanya keseimbangan antara kompetensi teknologi dan penguatan nilai-nilai spiritual. Meskipun transformasi digital didukung oleh pelatihan guru dan fasilitas modern, nilai-nilai spiritual dan pembinaan karakter peserta didik harus tetap dijaga secara proporsional di tengah 16 Arie Surachman. Desfita Eka Putri, and Adi Nugroho. AuTransformasi Pendidikan Di Era Digital Tantangan Dan PeluangAy . 17 A L Mikraj and Muhammad Fatkhul Hajri. AuPendidikan Islam Di Era Digital : Tantangan Dan Peluang Pada Abad 21Ay 4, no. : 33Ae41. 18 Dewina Rakhma. Alfina Damayanti, and Auliya Ridwan. AuSocial Studies in Education Perubahan Sosial Dan Pendidikan Dalam Peran Guru PAI Di Era DigitalAy 02, no. : 123Ae138. 19 Revolusi Industri et al. AuTPACK SEBAGAI BEKAL GURU PAI DI ERA Pendahuluan Dunia Saat Ini Sedang Memasuki Era Revolusi Industri 4 . 0 Dimana Berbagai Perubahan Termasuk Perubahan Dalam Dunia Pendidikan . Perubahan Tersebut Dapat Berkaitan Dengan Pengajaran ,Ay 08 . : 333Ae352. 20 Frizka Amalia. Rahmad Salahuddin, and Anita Puji Astutik. AuUtilisation of Canva Application and Student Worksheet Digital-Based Islamic Learning during the Learning Process . Ay 5, no. : 70Ae83. 63 Problematika Global Pendidik. | Ulul Azmi Taufiqur Rohmah et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat penggunaan teknologi. 21 Hal tersebut didukung oleh sebuah kajian literatur bahwa transformasi pendidik PAI bersifat holistik, di mana penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan pendalaman kompetensi spiritual dan pedagogis agar pembelajaran PAI tidak kehilangan esensi dan rohnya sebagai pendidikan yang membentuk insan kamil. Strategi Pendidik PAI dalam Menghadapi Tantangan di Abad Ke-21 Tantangan yang dihadapi pendidik PAI di abad ke-21 bersifat multidimensional, mencakup dimensi teknologi, pedagogis, sosial-budaya, hingga teologis. Dalam konteks ini, para pendidik PAI perlu merumuskan dan mengimplementasikan strategi yang sistematis dan komprehensif agar mampu menjawab berbagai tantangan tersebut secara efektif. Pendidik PAI perlu mengintegrasikan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21 meliputi berpikir kritis . ritical thinkin. , komunikasi . , kolaborasi . , dan kreativitas . atau yang dikenal sebagai 4C ke dalam seluruh desain pembelajaran PAI. 24 Keempat keterampilan tersebut dinilai esensial untuk mempersiapkan peserta didik yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi keimanan yang kuat. Strategi pertama yang perlu dikembangkan pendidik PAI adalah penguatan kompetensi profesional dan pedagogis secara berkelanjutan. Penguatan kompetensi pedagogis, profesional, dan sosial merupakan pondasi utama dalam menghadapi tantangan pendidikan modern, di mana penguasaan teknologi digital terbukti mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan motivasi peserta didik terhadap nilai-nilai Islam. 25 Sejalan dengan itu, perlu adanya penekanan terhadap pentingnya strategi pembelajaran berbasis teknologi bagi guru PAI di era digital sebagai respons terhadap karakteristik dan kebutuhan belajar generasi Z dan Alpha yang tumbuh dalam lingkungan serba digital. Tidak hanya itu, selanjutnya strategi yang tidak kalah penting adalah pengembangan pendekatan pembelajaran integratif yang memadukan nilai-nilai Islam dengan pemanfaatan teknologi. Pendidik PAI perlu merancang pengalaman belajar yang tidak hanya mentransfer pengetahuan agama secara tekstual, tetapi juga melatih peserta didik untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan digital yang nyata. 27 Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidik PAI yang berperan sebagai fasilitator mampu membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan penerapan teknologi dalam berbagai konteks keagamaan, sehingga peserta didik tidak hanya menjadi objek penerima informasi, tetapi juga subjek pembelajaran yang aktif dan bertanggung jawab. Strategi ketiga mencakup peningkatan literasi digital pendidik PAI sebagai fondasi transformasi pembelajaran. Literasi digital bukan hanya sekadar kemampuan teknis mengoperasikan perangkat, melainkan mencakup kemampuan menganalisis. Jurnal Inovasi and Penelitian Pendidikan. AuLEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan PembelajaranAy 6, no. : 394Ae404. 22 Nazila Mumtaza Zamhariroh. Annisa Rahmania Azis, and Balqisa Ratu Nata. AuRelevansi Pemikiran Pendidikan Al-Ghazali Dengan Pendidikan Islam Kontemporer Tentang Keseimbangan Intelektual Dan SpiritualAy 12, no. : 169Ae181. 23 Jurnal Kajian and Deny Hendrik. AuISTINBATH :Ay . : 117Ae129. 24 Etistika Yuni Wijaya et al. AuTransformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Era GlobalAy 1 . : 263Ae278. 25 Pendidikan Guru et al. AuJurnal BasiceduAy 9, no. : 574Ae580. 26 Strategi Pembelajaran et al. AuJurnal EdukatifAy 3, no. : 112Ae118. 27 Aulia Khairani et al. AuIntegrasi Teknologi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) Di Era DigitalAy 02 . : 444Ae451. 28 Serliana Dewi Sartika. Melynda Afriandini, and Achmad Muhtadin. AuPeran Guru Sebagai Fasilitator Dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa Pada Pembelajaran Abad Ke-21 : Studi LiteraturAy 10 . : 10683Ae 64 Problematika Global Pendidik. | Ulul Azmi Taufiqur Rohmah et. Darajat. Volume 9. Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat mengevaluasi, dan menciptakan konten digital secara kritis dan bertanggung jawab. Literasi digital merupakan jalan penguatan pendidikan karakter di era Society 5. sehingga guru PAI yang melek digital dapat membimbing peserta didik untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana penguatan identitas keislaman mereka. 29 Oleh karena itu, kompetensi literasi digital dalam pembelajaran, sangat penting di mana kemampuan ini menjadi prasyarat mutlak bagi efektivitas proses belajar mengajar berbasis Terakhir, yaitu dengan membangun kolaborasi sinergis antara pendidik PAI, orang tua, dan komunitas dalam membentuk ekosistem pendidikan Islam yang kondusif di era digital Kolaborasi yang baik antara guru, orang tua, dan masyarakat berperan penting dalam pembentukan karakter religius dan moral peserta didik. 30 Kolaborasi ini menjadi semakin krusial mengingat peserta didik saat ini menghabiskan sebagian besar waktunya dalam ekosistem digital yang sulit dikontrol secara sepihak oleh sekolah semata. Dalam kerangka ini, pendidik PAI dapat berperan sebagai penghubung . antara nilainilai Islam yang diajarkan di sekolah dengan praktik kehidupan digital peserta didik di rumah dan lingkungan sosialnya. KESIMPULAN Perkembangan teknologi digital dan pendidikan abad ke 21 telah menghadirkan berbagai tantangan bagi pendidik PAI. Tantangan utama yang dihadapi pendidik PAI meliputi krisis nilai dan moral peserta didik, keterbatasan kompetensi literasi digital guru, perubahan karakteristik peserta didik, serta tuntutan transformasi pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif. Merespon tantangan yang muncul tersebut, terjadinya transformasi peran pendidik PAI menjadi sangat krusial dalam menghadapi era digital abad-21. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengahadapi tantangan tersebut antara lain melalui peningkatan kompetensi digital pendidik, pengembangan pembelajaran berbasis teknologi kreatif dan inovatif, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga dan masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan Islam di era digital sangat bergantung pada kesiapan pendidik dalam beradaptasi terhadap perubahan Pendidik PAI yang memiliki kemampuan pedagogik digital dan pemahaman nilainilai keislaman secara proporsional berpeluang tinggi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang relevan, humanis dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital. Oleh sebab itu, pendidikan agama islam di era abad ke-21 diharapkan tidak hanya mewujudkan peserta didik yang cerdas intektual, tetapi juga berkarakter dan bermoral. DAFTAR PUSTAKA