Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Peningkatan Karakter Anak Usia Dini Melalui Implementasi Pendidikan Moral dan Etika di RA Amanah Ummah Surakarta 1,2,3 Anita Wardani 1. Elina Intan Apriliani 2. AnnafiAo Nurul IlmiAo Azizah 3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Islam Mamba'ul Ulum Surakarta. Indonesia Email Korespondensi: aneeta. wayway@gmail. ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian dan moral individu. Dalam konteks perkembangan manusia dan masyarakat, pendidikan karakter memiliki peran yang sangat krusial. Pendidikan moral dan etika adalah salah satu upaya dalam pembentukan karakter anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. yang dalam mengumpulkan datanya dilakukan secara langsung dari lokasi penelitian. Kemudian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif Penelitian ini menunjukan hasil bahwa pendidikan moral dan etika seperti cerita moral, permainan peran, diskusi kelompok kecil, proyek kolaboratif, penanaman kebiasaan positf, penghargaan atas perilaku positif, dan kerjasama dengan orang tua dapat membantu membentuk karakter anak sejak usia dini, membawa manfaat jangka panjang dalam membentuk individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain dan lingkungannya. Hal ini terbukti dengan adanya perbedaan karakter anak ketika sebelum anak masuk di RA Amanah Ummah dan setelah anak lulus dari RA Amanah Ummah. Kata kunci : Karakter Anak. Pendidikan Moral Dan Etika. Anak Usia Dini Improving Early Childhood Character Through the Implementation of Moral and Ethical Education at RA Amanah Ummah Surakarta ABSTRACT Character education is an important aspect of the educational process which aims to shape individual personality and morals. In the context of human and societal development, character education has a very crucial role. Moral and ethical education is one of the efforts in forming children's character. The research method used in this research is field research, which collects data directly from the research location. Then using a descriptive qualitative research type, this research shows the results that moral and ethical education such as moral stories, role playing, small group discussions, collaborative projects, instilling positive habits, appreciation for positive behavior, and collaboration with parents can help shape children's character from an early age. early, brings long-term benefits in forming individuals with integrity, responsibility and care for other people and their environment. This is proven by the differences in children's characters before the child enters RA Amanah Ummah and after the child graduates from RA Amanah Ummah. Key words: Children's Character. Moral And Ethical Education. Early Childhood Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian dan moral individu (Anggraini, 2. Dalam konteks perkembangan manusia dan masyarakat, pendidikan karakter memiliki peran yang sangat Beberapa latar belakang yang menjelaskan pentingnya pendidikan karakter meliputi pertama. Krisis Moral dan Etika di Masyarakat: Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, masyarakat menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis moral dan etika. Berita tentang perilaku tidak etis, korupsi, dan konflik sosial seringkali mencerminkan lemahnya nilai-nilai karakter. Pendidikan karakter hadir sebagai solusi untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat (Toron, 2. , kedua Perubahan Sosial dan Kebutuhan Keterampilan Sosial: Perubahan sosial yang cepat, seperti pergeseran nilai-nilai tradisional dan peningkatan keragaman sosial, menuntut keterampilan sosial dan emosional yang lebih baik. Pendidikan karakter membantu individu untuk beradaptasi dengan perubahan ini, mempromosikan kemampuan berkomunikasi, empati, dan kerjasama, yang semuanya penting dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja, ketiga Peningkatan Kualitas Pendidikan: Fokus pendidikan yang hanya pada aspek akademik sering kali mengabaikan pentingnya nilai-nilai moral dan etika. Pendidikan karakter melengkapi proses pembelajaran dengan membentuk sikap dan perilaku positif (Lubis dkk, 2. yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Individu yang memiliki karakter yang baik cenderung lebih disiplin, berkomitmen, dan mampu menghadapi tantangan akademik dan non-akademik dengan lebih baik, keempat Pencegahan Perilaku Negatif: Pendidikan karakter berfungsi sebagai pencegah perilaku negatif seperti kekerasan, bullying, dan penggunaan zat terlarang. Dengan memberikan pemahaman tentang konsekuensi perilaku dan pentingnya nilai-nilai seperti tanggung jawab dan empati, individu lebih mampu membuat keputusan yang bijaksana dan menjauhkan diri dari perilaku merugikan, kelima Kesejahteraan dan Keseimbangan Hidup: Pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan individu secara menyeluruh (Rachman dkk, 2. Dengan menanamkan nilai-nilai seperti kesehatan mental, keseimbangan hidup, dan kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain, pendidikan karakter membantu individu mencapai kesejahteraan yang lebih baik dan hidup yang lebih seimbang, keenam Pembangunan Identitas dan Kepemimpinan: Pendidikan karakter membantu individu membangun identitas yang kuat dan memahami nilai-nilai yang mereka anut (Kamaruddin dkk, 2. Ini sangat penting untuk pengembangan kepemimpinan, di mana integritas, tanggung jawab, dan keterampilan interpersonal menjadi kunci keberhasilan dalam memimpin dan mempengaruhi orang lain secara positif. Dari pemaparan diatas, jelas bahwa pendidikan karakter memegang peranan penting dalam membentuk individu yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga memiliki kualitas moral dan sosial yang baik. Integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikan diharapkan dapat melahirkan generasi yang lebih bijaksana, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif terhadap masyarakat. Pendidikan karakter sejak dini juga sangat dibutuhkan. Pendidikan karakter sejak usia dini memiliki signifikansi yang sangat besar dalam pembentukan kepribadian anak dan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan dengan cara yang positif. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pendidikan karakter sejak usia dini sangat penting, pertama pembentukan pondasi moral (Rusmiati, 2. Masa kanak-kanak adalah periode krusial di mana dasar-dasar moral dan etika mulai terbentuk. Pada usia dini, anak-anak cenderung lebih terbuka untuk menerima nilai-nilai dan norma-norma sosial. Menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati sejak awal dapat membantu membangun pondasi moral yang kuat yang akan mempengaruhi perilaku mereka sepanjang Kedua peningkatan kemampuan sosial. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan karakter sejak usia dini lebih cenderung mengembangkan keterampilan sosial yang baik Agusniatih & Manopa, 2. Mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan teman sebaya, menangani konflik dengan cara yang konstruktif, dan berempati terhadap perasaan orang lain. Keterampilan ini sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat dan berfungsi dalam berbagai konteks sosial. Ketiga, pengembangan kebiasaan positif. Kebiasaan baik yang dibentuk sejak dini akan lebih mudah dipertahankan seiring bertambahnya usia (Angdreani dkk, 2. Dengan mengajarkan anak-anak kebiasaan positif seperti disiplin, kerja keras, dan menghargai waktu, kita membantu mereka mengembangkan pola pikir dan perilaku yang mendukung pencapaian tujuan jangka panjang serta kesuksesan akademik dan profesional di masa depan. Keempat pencegahan masalah perilaku. Pendidikan karakter yang dilakukan sejak usia dini dapat membantu mencegah munculnya masalah perilaku di kemudian hari (Ismail, 2. Anak-anak yang memahami konsekuensi dari tindakan mereka dan memiliki nilai-nilai yang kuat lebih cenderung menghindari perilaku negatif seperti kekerasan, bullying, dan penyalahgunaan zat. Kelima, pengembangan kepercayaan diri dan kemandirian: Dengan memupuk nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kepercayaan diri sejak usia dini, anak-anak belajar untuk percaya pada kemampuan mereka sendiri dan merasa lebih percaya diri dalam membuat keputusan. Ini juga mendukung pengembangan kemandirian, di mana mereka merasa lebih mampu untuk menghadapi tantangan dan membuat keputusan yang baik dalam kehidupan mereka (Rahman. Keenam, penguatan hubungan keluarga dan lingkungan: Pendidikan karakter yang diterapkan dalam keluarga dan sekolah membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara holistik. Hubungan yang baik antara orang tua, guru, dan anak serta konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai karakter memperkuat rasa saling menghargai dan kepercayaan, serta memberikan teladan yang positif. Ketujuh, kesiapan menghadapi dunia yang kompleks: Dunia yang semakin kompleks dan cepat berubah menuntut individu untuk memiliki keterampilan yang lebih dari sekadar pengetahuan akademik. Pendidikan karakter membantu anak-anak mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi yang tidak terduga, beradaptasi dengan perubahan, dan bertindak dengan cara yang etis dan bertanggung jawab (Toron, 2. Dengan memahami pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini, kita dapat lebih memfokuskan upaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter anak. Ini tidak hanya mempengaruhi masa depan anak-anak itu sendiri, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih baik dan lebih harmonis di masa depan. Pendidikan moral dan etika adalah salah satu upaya dalam pembentukan karakter anak. RA Amanah Ummah telah mengimplementasikan pendidikan moral dan etika dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian ini akan membahas tentang Peningkatan Karakter Anak Usia Dini Melalui Implementasi Pendidikan Moral dan Etika di RA Amanah Ummah Surakarta METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X field researc. yang dalam mengumpulkan datanya dilakukan secara langsung dari lokasi Kemudian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yakni keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Penelitian kualitatif adalah penelitian terhadap suatu proses, peristiwa, atau perkembangan di mana bahan atau data yang dikumpulkan adalah berupa keterangan-keterangan kualitatif, misalnya keterangan tentang adat dan budaya, keterangan tentang proses pengakaran, keterangan tentang riwayat hidup dan sebagainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai pendidikan moral dan etika sebagaimana berlangsung secara alami di lembaga pendidikan nonformal tempat penelitian dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan pembelajaran berbasis STEM oleh guru di lembaga pendidikan nonformal. Penelitian dilaksanakan d RA Amanah Ummah, sebuah lembaga pendidikan nonformal yang berada di lingkungan perkotaan dengan karakteristik peserta didik yang beragam serta fasilitas pembelajaran yang terbatas namun aktif mengembangkan inovasi pembelajaran. Informan penelitian dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam proses Informan terdiri dari 6 guru yang menerapkan model pembelajaran berbasis STEM, 1 orang kepala lembaga yang berperan dalam pengambilan kebijakan pembelajaran, serta 3 orang tua peserta didik memberikan perspektif penerima layanan. Guru yang menjadi informan seluruhnya memiliki kualifikasi pendidikan S1, dengan latar belakang pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, serta pengalaman mengajar antara 3 sampai 12 tahun. Sebagian guru telah mengikuti pelatihan terkait STEM, sedangkan sebagian lainnya mempelajari konsep STEM melalui diskusi internal lembaga dan sumber mandiri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru dan kepala lembaga untuk memahami praktik implementasi STEM, hambatan yang ditemui, serta strategi yang digunakan selama pembelajaran. Selain itu, peneliti melakukan observasi langsung pada kegiatan pembelajaran sebanyak 4 kali pertemuan , mencatat interaksi guruAepeserta didik, serta penggunaan media dan langkah-langkah pembelajaran berbasis STEM. Dokumentasi berupa foto aktivitas pembelajaran, perangkat pembelajaran. RPP, dan catatan lapangan juga dikumpulkan untuk memperkuat data. Prosedur penelitian diawali dengan koordinasi dengan pihak lembaga dan penentuan informan sesuai kriteria, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan wawancara serta observasi sesuai jadwal yang disepakati. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dalam bentuk narasi tematik, dan penarikan kesimpulan berdasarkan pola dan hubungan antar data. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik dengan membandingkan temuan wawancara, observasi, dan dokumentasi sehingga temuan penelitian memiliki tingkat kredibilitas yang memadai. Prosedur penelitian diawali dengan koordinasi dengan pihak lembaga, dilanjutkan dengan penentuan informan sesuai kriteria, kemudian pelaksanaan wawancara dan observasi berdasarkan kesepakatan jadwal. Seluruh data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dalam bentuk narasi tematik, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi antara hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi sehingga temuan yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan moral dan etika yang diterapkan pada anak usia dini di RA Amanah Ummah Surakarta dilakukan melalui berbagai metode dan kegiatan yang dirancang untuk mengajarkan nilai-nilai moral serta membangun karakter mereka. Berikut beberapa contoh konkretnya: Cerita Moral: Guru dapat menggunakan cerita-cerita pendek atau dongeng yang Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X mengandung pesan moral yang jelas. Misalnya, cerita tentang pentingnya jujur atau pentingnya tolong-menolong. Setelah membaca cerita, guru bisa mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersebut dan bagaimana nilai-nilai tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kristanto . yang menyatakan bahwa cerita moral dapat meningkatkan karakter moral dan etika pada anak usia dini. Gambar 1. Kegiatan Mendongeng Permainan Peran : Anak-anak dapat bermain permainan peran di mana mereka mengambil peran karakter dengan nilai-nilai yang berbeda. Contohnya, berperan sebagai seseorang yang jujur atau seseorang yang selalu menghargai perasaan teman-temannya. Melalui permainan ini, mereka belajar tentang berbagai perspektif dan bagaimana perilaku mereka dapat mempengaruhi orang lain. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Febriana . , didalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa bermain peran dapat menanamkan nilai moral dan etika didalamnya. Diskusi Kelompok kecil : Guru bisa mengadakan diskusi kelompok kecil tentang situasi-situasi sehari-hari yang melibatkan dilema moral. Misalnya, bagaimana mereka akan merespon jika melihat teman mereka mengalami kesulitan atau jika mereka berhadapan dengan keputusan sulit tentang apa yang benar atau salah. Shodiq . didalam penelitiannya juga menggunakan diskusi kelompok kecil untuk menanamkan nilai moral dan etika. Gambar 3. Kegiatan diskusi tentang menanamkan nilai moral dan etika Proyek Kolaborasi : Anak-anak dapat bekerja dalam kelompok untuk melakukan proyek yang mempromosikan nilai-nilai moral, seperti proyek amal untuk membantu mereka yang membutuhkan, proyek lingkungan untuk menyelamatkan lingkungan, atau proyek seni untuk menyebarkan pesan positif. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Musyafak & Subhi . yang menyatakan bahwa kegiatan proyek dapat menumbuhkan nilai Gambar 4. Kegiatan rutin positif anak RA Amanah Ummah Penanaman Kebiasaan Positif : Sekolah dapat memasukkan kegiatan rutin untuk menanamkan kebiasaan positif, seperti kegiatan membersihkan lingkungan sekolah, menjaga kebersihan, atau menyediakan waktu untuk refleksi atau meditasi yang membantu anak-anak untuk mengembangkan kesadaran diri dan empati terhadap orang lain. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kristanto . yang menyatakan bahwa penanaman kegiatan positif dapat meningkatkan nilai moral anak. Gambar 5. Kegiatan rutin positif hari jumat Penghargaan Perilaku positif : Guru dapat memberikan penghargaan atau pujian kepada anak-anak yang menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral yang diajarkan. Ini tidak hanya memberi mereka motivasi tambahan untuk berperilaku positif tetapi juga memperkuat nilai-nilai tersebut dalam budaya sekolah. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dialkukan oleh Virdi dkk . yang menyatkan bahwa reward dapat meningkatkan perilaku positif. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Gambar 6. Penghargaan perilaku anak Kerjasama dengan orang tua : Sekolah dapat melibatkan orang tua dalam pendidikan karakter dengan mengirimkan informasi kepada mereka tentang nilai-nilai moral yang sedang dipelajari dan memberikan saran tentang bagaimana mereka bisa mendukung pembelajaran karakter di rumah. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dialkukan oleh Dini . bahwa orang tua juga sangat penting perannya dalam penanaman nilai moral dan etika pada anak usia dini. Gambar 7. Kegiatan bersama Orang tua Wali Berdasarkan wawancara dengan guru- guru di RA Amanah Ummah, melalui pendekatan yang beragam dan konsisten, pendidikan moral dan etika dapat membantu membentuk karakter anak sejak usia dini, membawa manfaat jangka panjang dalam membentuk individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain dan lingkungannya. Hal ini dengan adanya perbedaan karakter anak ketika sebelum anak masuk di RA Amanah Ummah dan setelah anak lulus dari RA Amanah Ummah. SIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pendidikan moral dan etika di RA Amanah Ummah Surakarta berperan penting dalam membentuk karakter anak usia dini melalui pembiasaan yang terstruktur, pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan, serta dukungan lingkungan sekolah dan orang tua. Penerapan nilai-nilai moral yang dilakukan secara konsisten terbukti mampu meningkatkan tanggung jawab, empati, disiplin, dan sikap saling menghargai pada diri anak. Berdasarkan temuan tersebut, lembaga disarankan untuk terus memperkuat program pendidikan karakter melalui kegiatan rutin, pelatihan guru, serta pengembangan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual. Orang tua perlu berperan aktif melanjutkan pembiasaan di rumah agar nilai-nilai moral berkembang secara berkelanjutan. Penelitian ini juga memiliki implikasi teoretis berupa penguatan pemahaman bahwa pendidikan moral harus diwujudkan melalui praktik nyata yang relevan dengan perkembangan anak, serta implikasi praktis berupa model pelaksanaan pendidikan karakter yang dapat diadopsi oleh lembaga PAUD lain. Selain itu, implikasi kebijakan yang dihasilkan menunjukkan pentingnya penyusunan pedoman pendidikan moral yang lebih komprehensif oleh lembaga maupun pemangku kepentingan pendidikan anak usia Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas kajian melalui perbandingan antar Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X lembaga atau pengukuran perkembangan karakter dengan instrumen yang lebih terstruktur agar penelitian mengenai pendidikan moral pada anak usia dini semakin kaya dan mendalam. DAFTAR PUSTAKA