Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 Pengaruh Fasilitas Kerja dan Beban Kerja terhadap Kinerja Pegawai di UPTD Puskesmas Sumbersari Laili Ika Wardani1 *. Andri Mardi Susanto2. Harmawan Teguh Saputra3 1 Program Studi Manajemen. Universitas PGRI Argopuro Jember 2 Program Studi Manajemen. Universitas PGRI Argopuro Jember 3 Program Studi Manajemen. Universitas PGRI Argopuro Jember * Corresponding Author. E-mail: lelika. 2688@gmail. Abstrak Kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas sangat ditentukan oleh tingkat kinerja Dua faktor penting yang berperan dalam meningkatkan kinerja tersebut adalah kecukupan fasilitas kerja serta pengelolaan beban kerja yang sesuai. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh fasilitas kerja dan beban kerja terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Sumbersari. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Seluruh pegawai Puskesmas Sumbersari yang berjumlah 70 orang dijadikan responden dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang sebelumnya telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi persyaratan uji asumsi klasik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh ketersediaan fasilitas kerja. Selain itu, beban kerja juga terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara bersama-sama, kedua variabel tersebut berkontribusi nyata dalam peningkatan kinerja pegawai. Dengan demikian, upaya peningkatan kinerja dapat dilakukan melalui penyediaan sarana kerja yang memadai serta penataan beban kerja yang lebih seimbang dan proporsional. Kata Kunci: Fasilitas kerja. Beban kerja. Kinerja pegawai. Puskesmas. Manajemen SDM Abstract The quality of health services at community health centers is largely determined by the performance level of their employees. Two important factors that play a role in improving this performance are adequate work facilities and appropriate workload management. Therefore, this study was conducted to examine the extent to which work facilities and workload affect employee performance at the Sumbersari Community Health Center. This study applied a quantitative approach with an associative design. All 70 employees of the Sumbersari Community Health Center were used as respondents using a saturated sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire that had previously undergone validity and reliability tests. Furthermore, the data were analyzed using multiple linear regression after meeting the classical assumption test requirements. The results of the analysis show that employee performance is positively and significantly influenced by the availability of work In addition, workload has also been proven to have a significant effect on employee Together, these two variables contribute significantly to improving employee Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 Thus, efforts to improve performance can be made by providing adequate work facilities and arranging a more balanced and proportional workload. Keywords: Work facilities. Workload. Employee performance. Community health center. Human resource management Pendahuluan Sebagai Pada kesehatan primer. Puskesmas dituntut untuk Puskesmas, termasuk UPTD Puskesmas memberikan layanan yang cepat, tepat. Sumbersari, menghadapi tantangan berupa akurat, dan manusiawi. Pencapaian tujuan keterbatasan fasilitas kerja seperti ruang ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pelayanan yang sempit, peralatan medis dan program yang dijalankan, tetapi juga yang kurang mutakhir, serta infrastruktur pada dua faktor penting dalam organisasi, teknologi informasi yang belum optimal. yakni ketersediaan fasilitas kerja yang Di sisi lain, beban kerja pegawai memadai dan pengelolaan beban kerja yang Puskesmas lengkap dan berkualitas memungkinkan pegawai melaksanakan tugasnya dengan melaksanakan program kesehatan nasional . Fasilitas . pegawai harus bekerja lebih dari jam kerja Kondisi pelayanan . Kedua faktor ini memiliki pribadi untuk memastikan pelayanan kepada keterkaitan erat dengan kinerja pegawai, masyarakat tetap berjalan. Dalam situasi yang pada akhirnya menentukan kualitas seperti ini, semangat pengabdian pegawai pelayanan kesehatan masyarakat. Banyak Indonesia. Puskesmas memberikan pelayanan terbaik meskipun promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif menghadapi tekanan kerja yang besar dan fasilitas pendukung yang terbatas . Untuk mewujudkan hal Fenomena ini menunjukkan bahwa faktor tersebut, kinerja tenaga kesehatan maupun fasilitas kerja dan beban kerja memiliki Mereka tidak hanya dituntut bekerja dengan disiplin dan profesional, tetapi juga harus keberlangsungan kinerja pegawai. Supaya sumber daya manusia mampu Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 melaksanakan tugas secara optimal dan Hasil mencapai target yang telah ditetapkan, mendukung pandangan tersebut. Studi yang pegawai perlu memiliki kompetensi serta dilakukan di UPT Puskesmas Sungai Piring, keterampilan yang selaras dengan bidang Kabupaten Indragiri Hilir, membuktikan pekerjaan yang dijalani. Di samping itu, diperlukan upaya pemberian motivasi secara berpengaruh positif dan signifikan terhadap berkelanjutan agar pegawai tetap memiliki Ketersediaan fasilitas dan infrastruktur yang Menurut memadai dapat menunjang pegawai dalam Simanjuntak . kinerja dapat diartikan . dalam menyelesaikan tugas yang menjadi produktivitas, serta membentuk suasana kerja yang lebih nyaman dan kondusif. pendapat tersebut, kinerja juga dipahami Keberadaan fasilitas kerja yang memadai sebagai hasil kerja yang diperoleh individu sesuai dengan tuntutan dan standar yang ditetapkan dalam suatu pekerjaan . tingkat stres, serta meningkatkan kualitas Selanjutnya, menurut Veitzhal Rivai . Selain itu, hasil penelitian di kinerja merupakan istilah umum yang Puskesmas Rawat Inap Merlung juga digunakan untuk menggambarkan sebagian menunjukkan adanya hubungan positif, maupun keseluruhan aktivitas organisasi yang ditunjukkan oleh nilai koefisien dalam suatu periode tertentu. Penilaian korelasi sebesar 0,482 dengan kontribusi kinerja tersebut didasarkan pada berbagai varian mencapai 23,2% . Sementara itu, standar, seperti biaya yang telah dikeluarkan beban kerja terbukti memengaruhi kinerja Sejalan Beban berlandaskan pada aspek efisiensi, tanggung signifikan terhadap kinerja perawat di jawab, serta akuntabilitas manajemen, dan rumah sakit daerah . Produktivitas kerja indikator sejenis lainnya. Tak terkecuali pada bidang kesehatan, tenaga kesehatan mengalami tingkat kelelahan yang tinggi dan pegawai administrasi Puskesmas juga akibat beban tugas yang terlalu besar . dituntut untuk menunjukkan kinerja terbaik Walaupun penelitian mengenai fasilitas demi tercapainya pelayanan yang optimal kerja maupun beban kerja telah banyak bagi masyarakat. dilakukan, sebagian besar masih menyoroti Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 pengaruh salah satu faktor secara terpisah. Kajian yang menelaah secara bersamaan populasi yang tidak terlalu besar, metode hubungan antara fasilitas kerja dan beban pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga semua anggota populasi berperan sebagai responden dalam Puskesmas terbatas, terutama yang berfokus pada Mengingat penelitian ini. penerapan pelayanan kesehatan berbasis Dalam penelitian ini digunakan tiga digital di UPTD Puskesmas Sumbersari. variabel, yang meliputi dua variabel bebas. Kondisi tersebut menunjukkan adanya celah yakni fasilitas kerja (XCA) dan beban kerja dalam kajian ilmiah . esearch ga. yang (XCC), serta satu variabel terikat, yaitu kinerja masih perlu ditelusuri lebih mendalam. Atas dasar itu, penelitian ini diarahkan untuk menjawab beberapa pertanyaan pokok, dengan skala Likert lima tingkat untuk yaitu: . sejauh mana fasilitas kerja mengukur persepsi responden terhadap memengaruhi kinerja pegawai di UPTD masing-masing Puskesmas digunakan pula studi dokumentasi sebagai pengaruh beban kerja terhadap kinerja data pendukung yang berkaitan dengan pegawai di UPTD Puskesmas Sumbersari, profil instansi dan jumlah pegawai. Sumbersari, . (Y). Data Selain serta . bagaimana peran fasilitas kerja dan Sebelum kuesioner digunakan sebagai beban kerja secara bersama-sama dalam alat pengumpulan data, terlebih dahulu menentukan kinerja pegawai di UPTD dilakukan pengujian kualitas instrumen Puskesmas Sumbersari. melalui uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas instrumen dilakukan menggunakan Metode Penelitian teknik korelasi Pearson Product Moment. Penelitian ini menerapkan pendekatan sedangkan keandalan instrumen dinilai kuantitatif dengan desain asosiatif, yang melalui perhitungan koefisien CronbachAos diarahkan untuk menganalisis sejauh mana Alpha. fasilitas kerja dan beban kerja berpengaruh digunakan apabila seluruh item pernyataan Instrumen Penelitian memenuhi kriteria valid dan memiliki UPTD Puskesmas tingkat reliabilitas yang baik. Sumbersari. Kabupaten Jember pada tahun Data yang telah terkumpul selanjutnya 2025Ae2026. Seluruh pegawai Puskesmas dianalisis menggunakan analisis deskriptif yang berjumlah 70 orang dijadikan sebagai Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 Sebelum analisis regresi dilakukan, data pernyataan dalam kuesioner benar-benar terlebih dahulu melalui tahapan pengujian merepresentasikan variabel yang diteliti, terlebih dahulu dilakukan uji validitas. Pengujian multikolinearitas, serta normalitas. Setelah itu, pengujian hipotesis dilakukan dengan Product Moment pada tingkat signifikansi menggunakan uji t untuk melihat pengaruh sebesar 5%. Berdasarkan jumlah responden setiap variabel secara individual, uji F untuk sebanyak 70 orang . f = . , nilai r tabel yang digunakan adalah 0,235. Hasil analisis bersamaan, dan koefisien determinasi (RA) menunjukkan bahwa setiap butir pernyataan untuk mengetahui seberapa besar peran memiliki nilai r hitung yang melampaui r fasilitas kerja dan beban kerja dalam tabel serta tingkat signifikansi kurang dari memengaruhi kinerja pegawai. 0,05. Dengan demikian, seluruh instrumen Pearson dinyatakan memenuhi kriteria validitas dan Hasil dan Pembahasan dapat digunakan sebagai alat ukur dalam 1 Validitas penelitian ini. Untuk Tabel 1. Hasil uji validitas Fasilitas Kerja (X. Beban Kerja (X. dan Kinerja Karyawan(Y) No Kode Pernyataan r hitung . orelasi dengan tota. r tabel . f = 68, = 0,. Keterangan X1_1 0,702 0,235 Valid X1_2 0,686 0,235 Valid X1_3 0,552 0,235 Valid X1_4 0,627 0,235 Valid X1_5 0,763 0,235 Valid X2_6 0,859 0,235 Valid X2_7 0,780 0,235 Valid X2_8 0,805 0,235 Valid X2_9 0,830 0,235 Valid X2_10 0,848 0,235 Valid Y11 0,766 0,235 Valid Y12 0,737 0,235 Valid Y13 0,858 0,235 Valid Y14 0,717 0,235 Valid Y15 0,774 0,235 Valid Berdasarkan hasil uji validitas yang tercantum dalam tabel, dapat diketahui Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 bahwa setiap item pernyataan pada variabel pengumpulan data dalam penelitian ini. Fasilitas Kerja (XCA) yang terdiri dari 5 item 2 Reliabilitas pernyataan (X1_1 hingga X1_. , variabel Selanjutnya, uji reliabilitas dilakukan Beban Kerja (X. yang terdiri dari 5 item jawaban responden terhadap pernyataan variabel Kinerja Pegawai (Y) yang terdiri yang diajukan dalam kuesioner. Pengujian dari 5 item pernyataan (Y11 hingga Y. menunjukkan nilai r hitung > r tabel sebesar CronbachAos Alpha, di mana suatu instrumen 0,235 pada taraf signifikansi = 0,05 dinyatakan reliabel apabila memiliki nilai dengan df = 68. Hal ini menunjukkan CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,70. Berdasarkan (X2_6 X2_. , sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh CronbachAos Alpha di atas batas ketentuan instrumen penelitian yang digunakan untuk Hal ini menunjukkan bahwa mengukur variabel fasilitas kerja, beban kerja, dan kinerja pegawai dinyatakan valid konsistensi yang baik dan dapat dipercaya. Tabel 2. Tingkat Reliabilitas Nilai Alpha Ou 0,90 0,80 Ae 0,89 0,70 Ae 0,79 0,60 Ae 0,69 < 0,60 Tingkat Reliabilitas Sangat tinggi / sangat reliabel Tinggi Cukup Rendah Tidak reliabel Tabel 3. Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan tabel Reliability Statistics. Nilai hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa CronbachAos Alpha tersebut berada pada nilai CronbachAos Alpha mencapai 0,945 rentang 0,90Ae1,00 yang termasuk dalam dengan total 15 butir pernyataan, sehingga kategori sangat tinggi. Temuan tersebut menegaskan bahwa instrumen penelitian Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 yang digunakan dalam mengukur variabel Fasilitas Kerja (XCA). Beban Kerja (XCC), dan penelitian ini juga melakukan analisis Kinerja Pegawai (Y) menunjukkan tingkat statistik deskriptif terhadap setiap butir konsistensi internal yang sangat tinggi. pernyataan pada variabel Fasilitas Kerja Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa (X. Beban Kerja (X. , dan Kinerja seluruh item pernyataan dalam kuesioner Pegawai (Y). Analisis statistik deskriptif ini dinyatakan reliabel dan layak digunakan meliputi nilai minimum, maksimum, jumlah skor, nilai rata-rata . , serta standar Karena instrumen penelitian telah lolos sebanyak 70 orang. masing-masing dinyatakan bahwa alat ukur yang digunakan Untuk memperoleh gambaran awal dalam penelitian ini telah memenuhi standar mengenai kondisi fasilitas kerja, beban Dengan kerja, serta kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Sumbersari, terlebih dahulu instrumen, data yang dikumpulkan melalui kuesioner layak untuk digunakan pada tahap Analisis jawaban responden pada setiap pernyataan Tahapan pengujian hipotesis, yang bertujuan untuk pengisian kuesioner. Temuan dari tahap ini mengetahui sejauh mana fasilitas kerja dan diharapkan dapat menjadi dasar pemahaman beban kerja memengaruhi kinerja pegawai awal sebelum dilanjutkan ke proses analisis di UPTD Puskesmas Sumbersari. berikutnya, yaitu pengujian asumsi klasik 3 Uji Deskriptif dan pengujian hipotesis. meliputi pengujian asumsi klasik serta Sebagai Tabel 4. Uji Deskriptif Fasilitas Kerja Beban Kerja Kinerja Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 Berdasarkan analisis statistik deskriptif, secara ilmiah. Adapun rangkaian uji asumsi variabel Fasilitas Kerja memiliki nilai mean sebesar 20,34 dengan standar deviasi 2,771, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. menilai fasilitas kerja di UPTD Puskesmas Sumbersari berada pada kategori baik Uji Normalitas Sebagai salah satu syarat utama dalam analisis regresi, distribusi normal pada data Variabel Beban Kerja memiliki residual perlu dipastikan terlebih dahulu nilai mean sebesar 20,19 dan standar deviasi melalui uji normalitas. Dalam penelitian ini, 3,351, yang mengindikasikan bahwa beban pengujian dilakukan dengan memanfaatkan kerja dirasakan cukup tinggi dengan variasi grafik histogram. PAeP Plot, serta uji persepsi yang lebih besar dibandingkan KolmogorovAeSmirnov, dengan ketentuan variabel lainnya. Sementara itu, variabel bahwa data dinyatakan normal apabila nilai Kinerja Pegawai memiliki nilai mean signifikansi lebih besar dari 0,05. sebesar 20,70 dan standar deviasi 2,820, yang menunjukkan bahwa tingkat kinerja pegawai tergolong baik. Secara umum, hasil responden terhadap fasilitas kerja dan terhadap beban kerja masih bervariasi, sehingga menjadi dasar untuk analisis Gambar 1. Kurva Hasil Uji Normalitas 4 Uji Asumsi Klasik Untuk Sebaran analisis, penelitian ini terlebih dahulu mengikuti arah garis diagonal pada grafik melaksanakan uji asumsi klasik sebelum Normal PAeP Plot menunjukkan bahwa pola dilakukan regresi linier berganda. Pengujian tersebut bertujuan memastikan bahwa data Oleh karena itu, asumsi normalitas yang digunakan telah memenuhi ketentuan dasar dalam analisis regresi, sehingga terpenuhi, sehingga model tersebut layak temuan yang dihasilkan bersifat akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 Tabel 5. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov Smirnov Test Normal Parametersa,b Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Hasil pengujian normalitas melalui metode One-Sample KolmogorovAeSmirnov Uji Multikolinieritas Untuk memastikan tidak terjadinya menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. sebesar 0,057, yang berarti lebih dengan memperhatikan nilai Tolerance dan tinggi dari batas signifikansi 0,05. Hal ini Variance menandakan bahwa data residual memiliki terdapat pada tabel Coefficients. Nilai-nilai Dengan tersebut digunakan sebagai indikator utama terpenuhinya asumsi normalitas tersebut, dalam menilai ada atau tidaknya hubungan model regresi dinilai layak sehingga proses yang terlalu kuat di antara variabel bebas, sehingga dapat diketahui apakah model Inflation Factor (VIF) dianalisis lebih lanjut. Tabel 6. Uji Multikolinieritas Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Fasilitas 1 Kerja Beban Kerja Dependent Variable: KINERJA Coefficientsa Standardized Coefficients Beta Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Berdasarkan Vol 14 No. 1 Maret 2026 Dalam penelitian ini, uji heteroskedastisitas multikolinearitas yang tercantum dalam dilakukan dengan tabel Coefficients, dapat diketahui bahwa variabel Fasilitas Kerja menunjukkan nilai Standardized Tolerance Regression Studentized Residua 0,636 VIF Predicted Regression Value sebesar 1,573. Nilai yang sama juga diperoleh pada variabel Beban Kerja, yaitu Tolerance sebesar 0,636 dan VIF sebesar 1,573. Apabila nilai Tolerance berada pada angka Ou 0,10 serta nilai VIF tidak melebihi 10, maka hal tersebut mengindikasikan bahwa antar variabel independen tidak Gambar 2. Grafik Uji Heterokedastisitas terjadi gejala multikolinearitas. Berdasarkan pengamatan terhadap hasil Dengan terpenuhinya kriteria tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel bebas dalam model regresi, yaitu fasilitas scatterplot, dapat dilihat bahwa sebaran kerja dan beban kerja, tidak memiliki titik-titik hubungan yang terlalu kuat satu sama lain. adanya pola tertentu. Titik-titik tersebut Oleh karena itu, model regresi yang tersebar secara acak baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y, tanpa diandalkan untuk analisis lebih lanjut, membentuk pola yang mengerucut, melebar, khususnya dalam menguji pengaruh fasilitas kerja dan beban kerja terhadap kinerja mengindikasikan bahwa model regresi tidak pegawai di UPTD Puskesmas Sumbersari. Uji Heteroskedastisitas Dengan Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk Kondisi penyebaran residual yang sistematis, maka mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians residual dari heteroskedastisitas dalam analisis regresi satu pengamatan ke pengamatan lainnya. telah terpenuhi. Oleh karena itu, model Model regresi yang baik adalah model yang regresi yang digunakan dinilai layak untuk dilanjutkan ke tahap analisis berikutnya, sehingga hasil estimasi koefisien regresi khususnya dalam menguji pengaruh fasilitas menjadi tidak bias dan dapat dipercaya. kerja dan beban kerja terhadap kinerja Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 pegawai di UPTD Puskesmas Sumbersari. muncul pada data runtut waktu, namun Uji Autokorelasi Uji mengetahui apakah terdapat korelasi antara memenuhi asumsi klasik. Dalam penelitian ini, uji autokorelasi dilakukan menggunakan periode pengamatan yang berbeda dalam uji Durbin Watson (DW) yang terdapat pada tabel Model Summary. Autokorelasi Tabel 7. Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Beban Kerja. Fasilitas Kerja Dependent Variable: Kinerja Berdasarkan Durbin-Watson belum dapat ditentukan secara pasti. Model autokorelasi yang ditampilkan pada tabel Model Summary, diperoleh nilai Durbin- autokorelasi apabila nilai DW terletak pada Watson (DW) sebesar 2,016. Dengan rentang antara dU sampai dengan 4 Oe dU. jumlah sampel penelitian sebanyak 70 Namun, jika nilai DW berada pada interval responden . = . serta jumlah variabel 4 Oe dU hingga 4 Oe dL, maka kesimpulan independen sebanyak 2 variabel . = . , pengujian juga berada pada daerah yang tidak pasti. Sementara itu, apabila nilai DW dilakukan dengan membandingkan nilai lebih besar dari 4 Oe dL, maka dapat DW tersebut terhadap nilai batas bawah disimpulkan bahwa terjadi autokorelasi . L) dan batas atas . U) yang terdapat pada negatif dalam model regresi. Durbin-Watson signifikansi 5% ( = 0,. Secara Selain mengacu pada tabel DurbinWatson, tidaknya autokorelasi juga dapat dilakukan keputusan dalam uji Durbin-Watson dapat secara praktis dengan melihat posisi nilai dijelaskan sebagai berikut. Apabila nilai DW pada rentang tertentu. Suatu model DW lebih kecil dari nilai dL, maka model regresi umumnya dinyatakan bebas dari regresi dinyatakan mengalami autokorelasi autokorelasi apabila nilai Durbin-Watson Selanjutnya, jika nilai DW berada di berada di antara 1,5 hingga 2,5. Dalam antara dL dan dU, maka hasil pengujian penelitian ini, nilai DW yang diperoleh Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 sebesar 2,016, yang tidak hanya berada (X. memengaruhi kinerja karyawan (Y) di dalam rentang tersebut, tetapi juga terletak UPTD Puskesmas Sumbersari. Melalui di antara nilai dU dan 4 Oe dU. analisis ini, peneliti berupaya mengetahui Berdasarkan kondisi tersebut, dapat arah hubungan yang terbentuk, besarnya disimpulkan bahwa model regresi tidak pengaruh yang diberikan, serta tingkat menunjukkan adanya gejala autokorelasi. signifikansi hubungan antara kedua variabel Dengan demikian, asumsi autokorelasi telah terpenuhi, sehingga model regresi dinilai layak dan dapat digunakan untuk tahap Karyawan (Y) Kerja (X. Ae Kinerja Untuk mengetahui sejauh mana peran menguji pengaruh fasilitas kerja dan beban fasilitas kerja dalam meningkatkan kinerja kerja terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Sumbersari. menggunakan regresi linier sederhana. Hasil 5 Uji Regresi Linier Sederhana dari analisis tersebut kemudian disajikan Analisis Fasilitas dalam beberapa tabel utama, yaitu tabel merupakan metode yang digunakan untuk Coefficients. ANOVA, dan Model Summary, melihat pengaruh satu yang masing-masing memberikan informasi Dalam penelitian ini, teknik tersebut diterapkan model, serta kekuatan hubungan antar untuk menguji bagaimana fasilitas kerja Tabel 8. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Pengaruh Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan Model (Constan. Fasilitas Kerja Berdasarkan Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Coefficients, sederhana sebagai berikut: Sig. Nilai konstanta yang diperoleh sebesar 7,790 menunjukkan bahwa ketika variabel fasilitas kerja berada pada nilai nol, maka tingkat kinerja karyawan tetap berada pada Y = 7,790 0,635 X1 angka 7,790. Sementara itu, koefisien Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 regresi untuk variabel fasilitas kerja sebesar dibandingkan t tabel sebesar 1,668, serta 0,635 didukung oleh nilai signifikansi 0,000 yang kenaikan satu satuan pada fasilitas kerja akan diikuti oleh peningkatan kinerja menunjukkan bahwa fasilitas kerja memiliki karyawan sebesar 0,635 satuan, dengan asumsi variabel lain berada dalam kondisi Berdasarkan hasil uji t, diketahui bahwa 0,05. Temuan Dengan menyatakan adanya pengaruh fasilitas kerja nilai t hitung sebesar 6,578 lebih besar terhadap kinerja karyawan dapat diterima. Tabel 9. Hasil Uji ANOVA Regresi Linier Sederhana Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan ANOVAa Sum of Squares Model Regression 1 Residual Total Dependent Variable: Kinerja Predictors: (Constan. Fasilitas Kerja Berdasarkan Sig. dari 0,05. Hasil tersebut mengindikasikan tercantum dalam tabel ANOVA, diketahui bahwa model regresi linier sederhana yang bahwa nilai F hitung sebesar 43,264 lebih besar dibandingkan nilai F tabel sebesar 3,13, hubungan antara variabel fasilitas kerja dan Mean Square signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil kinerja karyawan secara signifikan. Tabel 10. Ringkasan Model Regresi Linier Sederhana Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan Model Summaryb Model R Square Predictors: (Constan. FASILITAS KERJA Dependent Variable: KINERJA Berdasarkan hasil analisis pada tabel Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Model Summary, diketahui bahwa nilai Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 koefisien korelasi (R) sebesar 0,624, yang kinerja karyawan. mengindikasikan adanya hubungan yang Beban Kerja (X. Ae Kinerja Karyawan tergolong kuat antara variabel fasilitas kerja (Y) dan kinerja karyawan. Sementara itu, nilai R Analisis Square sebesar 0,389 menunjukkan bahwa sebesar 38,9% perubahan atau variasi dalam beban kerja terhadap kinerja karyawan di kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh UPTD Puskesmas Sumbersari. Analisis ini keberadaan fasilitas kerja. bertujuan untuk mengetahui arah pengaruh. Adapun sisanya, yaitu sebesar 61,1%, besar pengaruh, serta tingkat signifikansi dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang hubungan antara variabel beban kerja tidak dimasukkan dalam model penelitian sebagai variabel independen dan kinerja Dengan demikian, meskipun fasilitas karyawan sebagai variabel dependen. Hasil kerja memiliki peran yang cukup besar, analisis regresi disajikan melalui tabel Coefficients. ANOVA, dan Model Summary. penelitian yang turut menentukan tingkat Tabel 11. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan Model Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. 1 BEBAN KERJA Dependent Variable: KINERJA Berdasarkan Coefficients, sederhana sebagai berikut: Sig. menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan beban kerja akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,666 satuan, dengan asumsi variabel lain dianggap Y = 7,256 0,666 X2 Berdasarkan hasil pengujian t, 7,256 diperoleh nilai t hitung sebesar 10,674 yang menunjukkan bahwa apabila beban kerja lebih besar dibandingkan dengan t tabel sebesar 1,668, serta didukung oleh nilai memiliki nilai sebesar 7,256. Nilai koefisien signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa Nilai 0,666 Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 variabel beban kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja Tabel 12. Hasil Uji ANOVA Regresi Linier Sederhana Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan ANOVAa Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: KINERJA Predictors: (Constan. BEBAN KERJA Berdasarkan tercantum dalam tabel ANOVA, diketahui Mean Square Sig. sederhana yang digunakan telah memenuhi kriteria kelayakan. bahwa nilai F hitung sebesar 113,925 lebih Dengan demikian, dapat disimpulkan besar dibandingkan dengan F tabel sebesar bahwa model tersebut secara signifikan 3,13, serta diperkuat oleh nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hasil ini beban kerja terhadap kinerja karyawan. menunjukkan bahwa model regresi linier Tabel 13. Ringkasan Model Regresi Linier Sederhana Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan Model Summaryb Model R Square Predictors: (Constan. BEBAN KERJA Dependent Variable: KINERJA Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan hasil yang ditunjukkan menunjukkan bahwa 62,6% variasi dalam dalam tabel Model Summary, nilai koefisien kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh korelasi (R) sebesar 0,791 mengindikasikan perubahan pada variabel beban kerja. bahwa hubungan antara variabel beban Adapun sisa variasi sebesar 37,4% kerja dan kinerja karyawan termasuk dalam dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang kategori sangat kuat. Sementara itu, nilai R tidak dimasukkan dalam model penelitian Square Dengan demikian, meskipun beban 0,626 Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 dilakukan untuk mengetahui secara simultan terhadap kinerja karyawan, masih terdapat pengaruh fasilitas kerja dan beban kerja variabel lain di luar penelitian yang turut terhadap kinerja karyawan. Hasil analisis berperan dalam menentukan tingkat kinerja regresi linier berganda disajikan melalui 6 Untuk Regresi Linier Berganda Coefficients. Model Summary. ANOVA. Fasilitas Kerja (X. Beban Kerja (X. Ae Kinerja Karyawan (Y) Analisis Tabel 14. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Pengaruh Fasilitas Kerja dan Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 1 Fasilitas Kerja Beban Kerja Dependent Variable: KINERJA Berdasarkan Coefficients, 0,012 sebagai berikut: Nilai konstanta yang diperoleh sebesar Sig. Selain itu, nilai signifikansi sebesar diperoleh persamaan regresi linier berganda Y = 4,855 0,234XCA 0,549XCC 0,05 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa 4,855 menunjukkan bahwa ketika variabel fasilitas kerja dan beban kerja berada pada meningkatkan kinerja karyawan. Variabel beban kerja (X. memiliki nilai nol, maka tingkat kinerja karyawan tetap berada pada angka 4,855. Selanjutnya, koefisien regresi untuk variabel fasilitas mengindikasikan bahwa setiap peningkatan kerja (X. sebesar 0,234 mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan pada fasilitas kerja akan diikuti oleh peningkatan karyawan sebesar 0,549 satuan, dengan kinerja karyawan sebesar 0,234 satuan, asumsi variabel lain tetap konstan. Hasil uji dengan asumsi variabel lain berada dalam t menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar kondisi tetap. 7,304 lebih besar dibanding t tabel sebesar 0,549. Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 1,668, dan didukung oleh nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini karyawan dibandingkan dengan variabel Dengan memberikan pengaruh positif dan signifikan demikian, dapat disimpulkan bahwa beban terhadap kinerja karyawan. Lebih Standardized Coefficients (Bet. , variabel menentukan tingkat kinerja karyawan di UPTD Puskesmas Sumbersari. beban kerja ( = 0,. memiliki pengaruh Tabel 15. Hasil Uji ANOVA Regresi Linier Berganda ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Predictors: (Constan. Beban Kerja. Fasilitas Kerja Berdasarkan Sig. Dengan terpenuhinya syarat tersebut, tercantum dalam tabel ANOVA, diperoleh dapat disimpulkan bahwa secara simultan nilai F hitung sebesar 64,963, lebih besar variabel fasilitas kerja dan beban kerja dibandingkan dengan F tabel sebesar 3,13, serta didukung oleh nilai signifikansi 0,000 terhadap kinerja karyawan. Oleh karena itu, yang lebih kecil dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa model regresi linier adanya pengaruh kedua variabel tersebut berganda yang digunakan telah memenuhi terhadap kinerja karyawan dapat diterima. kriteria kelayakan. Tabel 16. Ringkasan Model Regresi Linier Berganda Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. BEBAN KERJA. FASILITAS KERJA Dependent Variable: KINERJA Berdasarkan hasil yang ditampilkan dalam tabel Model Summary, nilai koefisien Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 korelasi (R) sebesar 0,812 menunjukkan Pengaruh Fasilitas Kerja terhadap bahwa hubungan antara variabel fasilitas Kinerja Pegawai kerja dan beban kerja dengan kinerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan tergolong sangat kuat. Sementara fasilitas kerja berpengaruh positif dan Square 0,660 66,0% Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dalam kinerja karyawan dapat dijelaskan menyatakan bahwa fasilitas kerja yang secara bersama-sama oleh kedua variabel memadai mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja pegawai . Selain itu. Adapun sisanya, yaitu sebesar 34,0%, penelitian juga menemukan bahwa fasilitas dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap tidak termasuk dalam model penelitian ini. Selain itu, nilai Adjusted R Square sebesar kenyamanan dan memperlancar proses kerja 0,650 menunjukkan bahwa kemampuan . model regresi dalam menjelaskan variasi Secara merupakan bagian dari lingkungan kerja fisik yang berfungsi sebagai penunjang Dengan aktivitas pegawai. Ketersediaan sarana dan demikian, model regresi ini dapat dianggap prasarana yang lengkap akan membantu pegawai dalam menyelesaikan tugas secara lebih cepat dan akurat, sehingga berdampak analisis lebih lanjut. pada peningkatan kinerja. 7 Pembahasan Temuan Berdasarkan hasil analisis yang telah observasi di UPTD Puskesmas Sumbersari yang menunjukkan bahwa fasilitas kerja bahwa fasilitas kerja dan beban kerja seperti peralatan medis, ruang pelayanan, pegawai di UPTD Puskesmas Sumbersari. Selain itu, hasil wawancara dengan salah satu pegawai menunjukkan Pembahasan ini mengintegrasikan hasil statistik dengan teori, penelitian terdahulu. AuDengan serta fenomena empiris di lapangan. lengkap, pekerjaan kami jadi lebih mudah dan tidak banyak kendala. Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas Puskesmas kerja tidak hanya berpengaruh secara teknis, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan Namun, pegawai tetap mampu motivasi kerja pegawai. menjalankan tugas dengan baik. Hal ini Namun demikian, nilai R Square diperkuat oleh hasil wawancara: AuMemang sebesar 38,9% menunjukkan bahwa fasilitas pasien banyak, tapi itu sudah jadi tanggung jawab kami, jadi kami terbiasa dan tetap satu-satunya memengaruhi kinerja pegawai. Hal ini berusaha maksimal. Ay sejalan dengan penelitian yang menyatakan Hal ini mengindikasikan bahwa beban bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh kerja yang tinggi dalam penelitian ini masih berada pada tingkat yang dapat dikelola nonfisik . mendorong peningkatan kinerja. Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Pegawai Hasil penelitian menunjukkan bahwa . anageable workloa. , sehingga justru pelayanan publik, dan budaya kerja juga berperan dalam memengaruhi hubungan Pegawai di sektor kesehatan Temuan ini sejalan dengan penelitian yang cenderung memiliki orientasi pelayanan yang tinggi, sehingga tetap menjaga kinerja Selain optimal dapat meningkatkan produktivitas pegawai karena mendorong kedisiplinan dan tanggung jawab . meskipun beban kerja meningkat. Meskipun demikian, hasil ini perlu Tanpa Namun, hasil ini berbeda dengan teori kualitatif yang lebih mendalam, penelitian umum yang menyatakan bahwa beban kerja ini belum mampu menjelaskan apakah yang tinggi cenderung berdampak negatif beban kerja yang tinggi akan berdampak terhadap kinerja. Misalnya penelitian yang positif dalam jangka panjang atau justru menemukan bahwa beban kerja berlebih berpotensi menimbulkan burnout. Oleh menurunkan kinerja pegawai . Perbedaan digeneralisasikan secara luas. penelitian ini. Berdasarkan hasil observasi. Pengaruh Fasilitas Kerja dan Beban Kerja terhadap Kinerja Pegawai Secara Simultan Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 Hasil analisis menunjukkan bahwa fasilitas kerja dan beban kerja secara 8 Keterbatasan Penelitian Penelitian simultan berpengaruh signifikan terhadap keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam kinerja pegawai, dengan nilai R Square sebesar 66%. Temuan ini sejalan dengan Pertama, ruang lingkup penelitian yang Puskesmas kombinasi faktor lingkungan kerja dan menyebabkan hasil penelitian ini kurang dapat digeneralisasikan ke instansi lain bersama-sama signifikan . dengan kondisi yang berbeda. Kedua, jumlah sampel yang relatif Nilai tersebut menunjukkan bahwa kecil, yaitu 70 responden, membatasi model penelitian memiliki kemampuan yang cukup kuat dalam menjelaskan variasi Ketiga, penelitian ini hanya menggunakan kinerja pegawai. Namun, masih terdapat dua variabel bebas, sehingga belum mampu 34% variabel lain yang tidak diteliti. Hal ini menjelaskan secara komprehensif faktor- faktor yang memengaruhi kinerja pegawai. Keempat, secara mendalam motivasi, kepemimpinan, lingkungan kerja, menyebabkan penelitian ini kurang mampu dan kompensasi . menggali alasan atau fenomena di balik Selain Akibatnya, hasil penelitian cenderung menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan memberikan pemaknaan yang mendalam. fasilitas kerja. Hal ini mengindikasikan Selain itu, terdapat inkonsistensi antara bahwa pengelolaan beban kerja menjadi hasil penelitian dengan teori, khususnya meningkatkan kinerja pegawai. menunjukkan pengaruh positif terhadap Dengan demikian, peningkatan kinerja Hal ini menunjukkan bahwa analisis pegawai tidak hanya bergantung pada yang dilakukan masih perlu diperdalam. penyediaan fasilitas kerja, tetapi juga pada sisi lain, referensi yang digunakan juga bagaimana organisasi mengatur beban kerja masih perlu ditingkatkan relevansinya agar secara proporsional dan seimbang. dapat memperkuat argumentasi penelitian. Evolusi: Jurnal Sains dan Manajemen ISSN:2338-8161 E-ISSN: 2657-0793 Vol 14 No. 1 Maret 2026 Kesimpulan yang proporsional, seimbang, dan adil. Hasil penelitian mengenai pengaruh fasilitas kerja dan beban kerja terhadap Ucapan Terimakasih kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Penulis mengucapkan terima kasih Sumbersari menunjukkan bahwa fasilitas kepada pihak UPTD Puskesmas Sumbersari yang telah memberikan izin dan dukungan dalam pelaksanaan penelitian, serta kepada Artinya, semakin lengkap dan memadai menjadi responden. Terima kasih juga penulis sampaikan pegawai dalam menjalankan tugasnya serta kepada keluarga dan teman-teman yang memberikan pelayanan kepada masyarakat selalu memberikan doa, dukungan moral, dengan lebih baik. serta semangat sehingga penulis dapat Di sisi lain, beban kerja juga terbukti menyelesaikan penelitian ini tepat waktu. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Semoga penelitian ini dapat memberikan kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan beban kerja secara tepat sangat diperlukan agar pegawai dapat manajemen sumber daya manusia dan bekerja secara optimal, tanpa mengalami pelayanan kesehatan. menurunkan produktivitas maupun kualitas Daftar Pustaka