Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 01-09 PENERAPAN FALSAFAH PENDIDIKAN PINTAR TUNTANG HARATI DI SEKOLAH Patricia Angelina Pendidikan Agama Katolik. STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Email : 2019018@stipas. Agnes Angi Dian Winei Pendidikan Agama Katolik. STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Email : angiwinei22@gmail. Fransiskus Janu Hamu STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Abstract. This article was written based on the results of research conducted by the author on teachers and students at SMAN 1 Ampah, which discusses the form of implementing cultural values in schools based on the Central Kalimantan educational philosophy "Pintar Tuntang Harati". The purpose of this study is to find out what are the obstacles and what are the influences and ways to overcome problems that occur in the cultural aspect within the scope of SMAN 1 Ampah schools. The method used in this study is descriptive qualitative using information technology and social media due to the Covid19 situation which prevented the authors from conducting research directly with The results of the research that has been carried out have found several things, including the following: . Schools must strive to instill cultural values in students, one of which is by organizing extracurricular activities. The entry of foreign cultures into Indonesia results in a lack of knowledge of young people regarding cultural values that actually play an important role in the education process. Teachers must play an active role in the process of implementing cultural values to students. The application of the "Smart Tuntang Harati" educational philosophy has so far been going well at SMAN 1 Pematang Karau, although it has not been maximized. Keywords: cultural values, the philosophy of AuSmart Tuntang HaratiAy, culture, schools. Abstrak. Artikel ini ditulis berdasarkan kepada hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis pada para guru dan siswa yang berada di SMAN 1 Ampah, yang dimana membahas tentang bentuk penerapan nilai budaya di sekolah dengan berlandaskan pada falsafah Pendidikan Kalimantan Tengah AuPintar Tuntang HaratiAy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala dan apa saja pengaruh dan cara menaggulangi permasalahan yang terjadi di dalam aspek kebudayaan di ruang lingkup sekolah SMAN 1 Ampah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan media social dikarenakan situasi Covid-19 yang membuat penulis tidak bisa melakukan penelitian secara langsung dengan narasumber. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan ditemukannya beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut : . Sekolah harus Received Juli 07, 2022. Revised Agustus 2, 2022. September 22, 2022 * Patricia Angelina, 2019018@stipas. PENERAPAN FALSAFAH PENDIDIKAN PINTAR TUNTANG HARATI DI SEKOLAH berupaya untuk menanamkan nilai kebudayaan dalam diri peserta didik, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. Masuknya budaya asing ke Indonesia mengakibatkan minimnya pengetahuan insan muda mengenai nilai budaya yang sesungguhnya berperan penting di dalam proses Pendidikan. Guru harus berperan aktif dalam proses implementasi nilai-nilai budaya kepada peserta didik. Penerapan falsafah Pendidikan AuPintar Tuntang HaratiAy sejauh ini sudah berjalan baik di SMAN 1 Pematang Karau, walaupun belum maksimal. Kata kunci: nilai budaya, falsafah AuPintar Tuntang HaratiAy, kebudayaan, sekolah. LATAR BELAKANG Di era sekarang ini perkembangan Indonesia cukup meningkat di berbagai sektor. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang sangat majemuk menghadapi berbagai tantangan baik dari luar maupun dari dalam. Tantangan yang muncul seperti terjadinya perpecahan, lunturnya rasa kekeluargaan, karakter bangsa semakin menurun, nilai-nilai budaya semakin bergeser dan lain sebagianya. Nilai-nilai budaya ini merupakan unsur pembentukan karakter yang khas di tengah keberagaman semakin menurun perannya. Kemajemukan dan keberagaman merupakan modal dasar dari persatuan bangsa, namun juga menyebabkan perpecahan bangsa apabila tidak ditanamkan dan dikenalkan secara mendalam nilai-nilai baik kepada penerus bangsa sejak dini. Keberagaman muncul dari budaya suku bangsa yang ada di Indonesia. Budaya lokal merupakan suatu kebiasaan atau tradisi terkait dengan nilai-nilai yang ditanamkan dan dikembangkan dalam suatu daerah setempat. Suku Dayak Ngaju dari Kalimantan Tengah memiliki falsafah pendidikan yang disebut AuPintar Tuntang HaratiAy, yang dimana nilai yang terdapat di dalam budaya lokal memiliki peranan begitu penting di dalam ruang lingkup Pendidikan dan bertujuan memperbaiki dan memperkuat karakter bangsa. Falsafah yang bersumber dari nilai budaya yang dimiliki suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah yaitu AuPintar Tuntang HaratiAy sesungguhnya berisi makna yang erat kaitannya dengan dengan sikap seseorang, kemudian seseorang dapat dikatakan harati jika orang itu memiliki sikap yang baik, cerdas dalam mengelola emosi, bersikap, dan berbicara. Nilai budaya local Dayak Ngaju Kalimantan Tengah AuPintar Tuntang HaratiAy adalah nilai kecerdasan budaya yamg turun dari leluhur yang kemudian digunakan dan dikembangkan dalam ruang lingkup Pendidikan untuk menumbuhkan sikap damai pada diri siswa dengan menunjukkan rasa SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 01-09 cinta kasih,toleransi dan persahabatan pada dirinya sendiri maupun kepada orang lain yang berbeda dengannya. (Sendayu & Sunaryo,2. Penerapan falsafah Pintar Harati dalam Pendidikan memiliki fungsi yang memiliki kaitan dengan kebudayaan. Falsafah ini sesungguhnya salah satu cara agar insan muda Kalimantan Tengah tidak kehilangan jejak karena diantara mereka tidak memiliki wawasan yang luas berkaitan dengan budaya Dayak. Insan Kalimantan Tengah sesunnguhnya dikenalkan tentang berbagai pengetahuan dan informasi tentang perkembangan bangsa serta penerimaan nilai-nilai budaya yang pada dasarnya menjadi identitas bangsa Indonesia. Menurut Averino . demi mewujudkan insan Kalimantan Tengah pintar dan harati maka tentunya diperlukan peran Pancasila di dalam pendidikan. Implementasi nilai sila Pancasila memiliki peranan penting di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bila kita gagal dalam menerapkan nilai sila Pancasila di dalam kehidupan, maka dapat menyebabkan kerugian pada diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, kita harus hidup dengan berlandaskan pada nilai sila Pancasila dan tetap menjaga keutuhan nilai sila Pancasila. Pancasila merupakan ideologi yang mengatur kehidupan warga negara. Indonesia. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 berisi nilai yang mengatur kehidupan warga negara Indonesia entah di dalam ruang lingkup pendidikan, hukum, politik, ekonomi, seni budaya, dan kemasyarakatan. Pendidikan budaya dan karakter warga negara Indonesia mempunyai tujuan umtuk mempersiapkan insan muda menjadi warga negara yang baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, serta implementasi nilai-nilai Pancasila ( Judiani, 2. Menurut Sidik . para peserta didik perlu dikenalkan tentang berbagai pengetahuan dan informasi tentang perkembangan bangsa serta penerimaan nilai budaya Penerimaan dan penerapan nilai-nilai budaya pada siswa di era abad 21 ini menjadi sangat penting dalam upaya penanaman dan penguatan nilai-nilai karakter bangsa, salah satunya adalah karakter cinta damai. Perkembangan pada kecerdasan budaya dapat dilihat melalui kemampuan siswa untuk memahami, berpikir, dan berperilaku efektif dengan orang lain yang pada dasarnya memiliki perbedaan dalam hal kebudayaan. Kecerdasan budaya meliputi empat factor penting yaitu factor pengetahuan, faktor strategi, faktor motivasi, dan juga factor perilaku (Early & Ang, 2. Mengembangkan kecerdasan budaya merupakan salah satu cara untuk berhasilnya menciptakan insan Kalimantan PENERAPAN FALSAFAH PENDIDIKAN PINTAR TUNTANG HARATI DI SEKOLAH Tengah dengan memiliki karakter cinta damai dalam perbedaan budaya yang dimiliki tiap Berdasarkan pada observasi sebelum penelitian di SMAN 1 Pematang Karau dapat dilihat bahwa para guru saling bekerjasama dalam mempertahankan nilai budaya pada diri siswa-siswi. Hal ini dapat dilihat dari ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh pihak sekolah terutama ekstrakurikuler menari dan bermain alat music tradisional dari Kalimantan Tengah. Disamping itu para siswa dan siswi juga nampaknya tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut karena diantara mereka juga banyak memiliki hobi di bidang menari dan music, dari hasil wawancara juga diketahui bahwa siswa-siswi SMAN 1 Ampah banyak yang ikut terlibat dalam kegiatan sanggar tari menjadi penari atau pun menjadi pemusik. Didasarkan pada hobi yang ada semakin memperkuat minat siswa dan siswi untuk mengikuti kegiatan yang bersifat seni di ruang lingkup sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa guru maupun peserta didik sama-sama memiliki upaya dalam pelestarian nilai budaya walaupun tidak 100 persen di tengah adanya pengaruh dari budaya asing. Mereka masih menunjukkan sikap sebagai insan muda Kalimantan Tengah yang sesuai dengan falsafah Pendidikan AuPintar Tuntang HaratiAy. Dari uraian yang ada di atas membuat peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana bentuk dari penerapan nilai-nilai budaya Kalimantan Tengah, salah satunya dengan menerapkan falsafah AuPintar Tuntang HaratiAy di dalam ruang lingkup pendidikan demi menciptakan insan Kalimantan Tengah yang berkualitas dan memiliki semangat dalam melestarikan budaya yang ada di Kalimantan Tengah. METODE Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk metode penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2021 dengan jumlah delapan orang dan yang dilaksanakan di SMAN 1 Ampah. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi dan wawancara dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui via daring mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukannya wawancara secara tatap muka karena situasi Covid-19 yang sedang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir ini. Peneliti melakukan pengambilan data didukung juga dengan beberapa dokumen. Proses analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi yang dimana SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 01-09 dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara pemanfaatan data-data lain atau dokumen pendukung. HASIL DAN PEMBAHASAN Saat ini falsafah AuPintar Tuntang HaratiAy belumlah benar-benar terealisasikan di beberapa sekolah mau pun perguruan tinggi yang berpusat di Kalimantan Tengah. Para siswa mau pun siswi kurang mendapatkan pendidikan karakter dari guru sehingga siswa dan siswi mengalami ketidakseimbangan. Sejujurnya, masih banyak perubahan yang harus diterapkan dan dikembangkan di dalam system pendidikan. Tetapi, keterbatasan dalam sistem belajar mengajar sekarang ini menyebabkan kesulitannya dalam proses merealisasikan insan yang pintar dan harati. Ditambah juga masih kurang semangat insan Kalimantan Tengah dalam menggali ilmu agar mampu berpikir secara kritis, kreatif, dan Sulang . dalam bukunya yang berjudul AuBudaya Dayak : Permasalahan dan AlternatifnyaAy dikatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai budaya suku Dayak terutama dalam penerapan filosofi Pendidikan pintar harati, seperti menteng ureh yang berarti berani dan pantang menyerah, barendeng yang berarti memiliki perspektif atau kewaspadaan, masi arep yaitu mencintai diri sendiri atau menghargai diri sendiri, dan isen mulang yaitu tangguh dan berprestasi. Pendidikan dan kebudayaan pada dasarnya memang saling berkaitan, kedua hal ini membawa pengaruh positif kepada warga sekolah. Menurut Mulkam . Pendidikan dan budaya berkaitan untuk meningkatkan kualitas hidup individu. Sistem kebudayaan sangat dibutuhkan di dalam proses Pendidikan agar terciptanya stabilitas Penerapan falsafah Pendidikan AuPintar Tuntang HaratiAy merupakan upaya dalam mengembangkan dan melestarikan nilai budaya yang tertuang dalam ruang lingkup Pendidikan. Dewasa ini ada banyak sekali pengaruh-pengaruh dari budaya asing yang mempengerahi stabilitas antara kebudayaan dan Pendidikan. Masuknya budaya asing ke Indonesia mengakibatkan minimnya pengetahuan insan muda mengenai nilai budaya yang sesungguhnya berperan penting di dalam proses Pendidikan mereka. Seorang guru diharapkan berperan aktif dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebudayaan kepada setiap siswa-siswi agar terciptanya generasi pintar tuntang harati yang tidak hanya mampu memiliki toleransi dalam agama tetapi juga mampu PENERAPAN FALSAFAH PENDIDIKAN PINTAR TUNTANG HARATI DI SEKOLAH menghormati perbedaan suku. Dewasa ini tidak jarang kita menemukan situasi dimana kurangnya toleransi antar insan Kalimantan Tengah terutama kurangnya toleransi dan kurangnya kesadaran untuk saling menghargai karena adanya perbedaan terutama dari segi budaya yang dimana memiliki perbedaan suku. Bahasa, ras, bahkan warna kulit. Upaya pelestarian budaya dilakukan demi berhasilnya pembentukan karakter warga negara pada suatu bangsa. Pembentukan karakter di dalam negara merupakan hal penting yang dilakukan untuk menjaga eksistensi suata bangsa atau negara. Eksistensi bangsa akan bertahan apabila bangsa tersebut memiliki identitas yang kuat (Wulan & Affandi. Pembentukan karakter tidak dapat dibentuk dalam waktu singkat, diperlukan keteladanan, kesabaran, pembiasaan, dan pengulangan. Pendidikan karakter dapat dilakukan pada proses pembelajaran atau dengan kegiatan lainnya. Dalam proses belajar mengajar, karakter dapat dibentuk melalui metode, materi, dan strategi yang guru ajarkan (Widyastuti, 2. Bukan hanya melaluoi proses belajar mengajar saja, karakter juga dapat dibentuk melalui kegiatan sekolah yaitu Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dibuat untuk dilaksankan diluar kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk menambah pengetahuan baru, mengasah kemampuan serta menambahkan minat dan bakat siswa (Apriyanti & Hidayat. Begitu halnya yang tengah berlangsung di SMAN 1 Ampah, dimana diterapkannya ekstrakurikuler terutama melalui kegiatan menari dan music yang merupakan bentuk dari pelestarian budaya. Tentunya ada beberapa hal yang sesungguhnya menjadi penghambat di dalam penerapan nilai budaya, terutama maraknya budaya asing yang mulai masuk ke Indonesia dan hal inilah yang mengakibatkan minimnya minat insan muda Kalimantan Tengah dalam melestarikan budayanya sendiri. Contoh nyata yang menunjukkan besarnya minat insan muda terhadap budaya asing dari pada budaya local adalah semakin bertaambah banyaknya peminat K-Pop. Dalam waktu terakhir budaya popular Korea semakin mewabah dan dapat dilihat dari banyaknya drama-drama Korea dan idol-idol baru yang semakin bermunculan pada tahun-tahun terakhir. Dari beberapa hasil penelitian dapat kita ketahui bahwa budaya popular Korea membawa banyak pengaruh terutama dalam perilaku insan muda (Amelita, 2010. Wuryanta,2011. Putri,2012. Saprita,2. Dari sini dapat kita ketahui bahwa guru diharapkan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 01-09 mendorong insan muda Kalimantan Tengah menghargai budaya local terlepas dari besarnya minat mereka pada budaya Korea. Proses penerapan falsafah Pendidikan AuPintar Tuntang HaratiAy sejauh ini berjalan lumayan baik karena SDM (Sumber Daya Manusi. yang dimiliki oleh guru dan siswa sudah sesuai dengan syarat dan standar Pendidikan di Kalimantan Tengah. Memang tidak semua guru dan siswa yang memiliki kualitas sebaik itu, tetapi dengan besarnya minat dan usaha yang dimaksimalkan oleh para guru, nilai kebudayaan benar-benar diterapkan di sekolah. Guru selalu berusaha semaksimal mungkin dalam menerapkan AuPintar Tuntang HaratiAy melalui penanaman nilai karakter di setiap mata pelajaran namun kadangkala hasilnya belum maksimal karena hal tersebut memerlukan proses bagaimana mengubah perilaku siswa pada masa sekarang yang seringkali disebut generasi instan. Insan muda Kalimantan Tengah harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar nantinya mampu dan berhasil dalam mengembangkan negara. Saat ini ada banyak hal yang mempengaruhi sehingga membuat insan muda Kalimantan Tengah kurang memiliki kesadaran akan apa yang menjadi tanggungjawabnya sebagai generasi penerus Bentuk nyata yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah penyalahgunaan media elektronik yang menciptakan banyak sekali kerugian, dimulai dari kasus pornografi yang semakin sering terjadi, pembajakan akun pribadi orang lain, penggunaan pakaian yang tidak sesuai dengan norma yang ada di Indonesia terkhusunya di daerah Kalimantan Tengah. Tetapi, terlepas dari pengaruh negative yang ada sebenarnya ada juga pengaruh positif dari kemajuan teknologi di era globalisasi ini, seperti semakin meluasnya wawasan yang dimiliki siswa sehingga terciptanya generasi muda yang memiliki kreatifitas dan ketangguhan mereka dalam mengikuti perkembangan zaman yang tentunya ada banyak sekali perubahan yang terjadi yang menuntut generasi muda untuk mampu mengikutinya. Nilai budaya yang terus berkembang di SMAN 1 menarik para guru untuk mempertimbangkan apa yang harus dilakukan demi terciptanya insan muda Kalimantan Tengah yang pintar dan harati. Sebagaimana halnya menurut Naniek . dibutuhkannya penerapan metode pendekatan Pendidikan yaitu budaya berkarakter yang tentunya harus sesuai dengan ciri khas atau karakter yang dimiliki oleh para siswa. dalam hasil penelitiannya disimpulkann bahwa terdapat tiga pendekatan Pendidikan budaya berkarakter yang harusnya digunakan oleh tiap sekolah yaitu yang PENERAPAN FALSAFAH PENDIDIKAN PINTAR TUNTANG HARATI DI SEKOLAH pertama adalah prendekatan komunikasi persuasive yang dimanan dilakukan dengan mengajak atau memberi himbauan kepada siswa, yang kedua adalah pendekatan dengan melakukan pendekatan atau menjalin hubungan akrab dengan siwa, dan yang terakhir adalah pendekatan permainan peran. Pendekatan-pendekatan di atas sangat dihimbau untuk dilaksanakan oleh tiap sekolah demi terwujudnya visi dan misi Pendidikan di Kalimantan Tengah, terutama dalam upaya mewujdukan siswa yang memiliki rasa cinta yang besar terhadap budaya. SIMPULAN DAN SARAN Diera digitalisasi sekarang ini dengan bertambah banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia terkhusus di wilayah Kalimantan Tengah membuat insan muda Kalimantan Tengah kurang mampu bersikap bijak dalam menentukan mana yang lebih harus diutamakan. Terutama pada decade terakhir maraknya budaya Korea yang masuk ke Indonesia melalui drama Korea bahkan idol Korea yang menarik banyak minat dari insan muda Kalimantan Tengah. Sesungguhnya hal ini bukan menjadi hal yang terlalu dikhawatirkan jika saja insan muda Kalimantan Tengah mampu bersikap bijak, seharusnya jika mereka mampu menguasai banyak wawasan mengenai budaya asing berarti mereka juga harus mampu menciptakan keseimbangan dengan menguasai wawasan mengenai kebudayaan local terkhususnya yang ada di Kalimantan Tengah. Dari permasalahan di atas maka diharapkan para guru sebagai tenaga pendidik di ruang lingkup sekolah mampu mengajak siswa untuk memiliki kesadaran untuk pentingnya mengembangkan dan melestarikan budaya sendiri, karena jika bukan dari mereka sendiri makia siapa lagi yang mampu memperjuangkan dan mempertahan nilai budaya Kalimantan Tengah. Falsafah Pendidikan AuPintar Tuntang HaratiAy merupakan bentuk dari keistimewaan yang diwariskan oleh budaya untuk insan Kalimantan Tengah dengan harapan mereka menjadi sadar bahwa nilai kebudayaan juga memiliki peranan yang penting dalam proses Pendidikan. Oleh karena itu, diharapkan para guru mampu menerapkan metode pendekatan Pendidikan kebudayaan kepada siswa-siswi dengan upaya yang semaksimal mungkin dengan menjalin relasi dan komunikasi yang baik dengan siswa. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 01-09 REFEERENSI Sendayu. , & Sunaryo. Cultural intelligence model based on value Aupintar tuntang haratiAy for growing peace in senior high school students in Palangka Raya City. AL-ASASIYYA: Journal Basic Education,4. ,151160. doi:http://dx. org/10. 24269/ajbe. Averino. IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN BERSAMA DI INDONESIA. Jakarta : Binus University. Garang. AoPintar harati (Filsafat Pendidikan Orang Daya. Ao. Palangka Raya: Kalteng Pos. Sulang,K. Ao Masi Arep Ah Sebagai Filosofi. Budaya Dayak: Permasalahan dan AlternatifnyaAo. Malang: Bayu Media. doi: https://binus. id/characterbuilding/pancasila/implementasi-pancasila-sebagai-dasar-kehidupan-bersama-diindonesia/ Kalimantan Tengah, , 2010 Naskah Akademik Kalteng Harati. Palangka Raya. & C. Winch, 2008. Philosophy of Education: The Key Concepts. Routledge,. Judiani. , 2010. Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar Melalui Penguatan Pelaksanaan Kurikulum. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9,280 https://doi. org/10. 24832/jpnk. Widiyastuti. Artikel Peran guru dalam membentuk siswa berkarakter. 41Ae53. Wulan. , & Affandi. Memaknai Nilai Kesenian Kuda Renggong dalam Upaya Melestarikan Budaya Daerah di Kabupaten Sumedang. 27Ae35.