Efektivitas Penurunan Kadar Besi (F. pada Sumur Gali dengan Metode Filtrasi Effectiveness of Iron (F. Reduction in Dug Wells Using Filtration Erna Safitri1. Samino2. Khoidar Amirus2. Lensoni2. Ambia Nurdin2 Prodi Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Malahayati. Lampung. Indonesia Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Lampung. Indonesia Universitas Korespondensi Penulis : ernasafitri89@gmail. ABSTRACT This research aims to evaluate the existing water quality standards and understand the challenges faced in meeting the clean water needs in the region. Data collection methods include direct observation and water quality analysis. Preliminary results indicate that the quality of water from dug wells is a major concern, with potential health risks to the The study aims to determine the effectiveness of filtration methods with sampling times at the 1st, 5th, and 10th minutes in reducing iron (F. levels in This quantitative research employs an experimental method with a pre-testpost-test control group design. The population in this study is all wells in Gampong Anoi Itam. Sabang City. Based on statistical tests, the p-value is less than 0. 05, indicating a significant effect of filtration treatment in reducing iron (F. levels in dug wells. It is hoped that the aeration method can be used as an alternative water treatment to reduce iron (F. Keyeords : Iron. Filtration. Water ABSTRAK Kebutuhan akan air bersih adalah hak setiap makhluk hidup, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi standar kualitas air yang tersedia dan memahami tantangan yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung dan analisis baku mutu Hasil awal menunjukkan bahwa kualitas air dari sumur gali masih menjadi perhatian utama, dengan potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian adalah diketahui efektivitas metode filtrasi dengan waktu pengambilan sampel air pada menit 1, menit ke 5 dan menit ke 10 dalam menurunkan kadar besi (F. air tanah. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian berupa pretes-postest with control group. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh air sumur yang terdapat di Gampong Anoi Itam Kota Sabang. Berdasarkan uji statistik diketahui bahwa nilai p-value < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh sesudah di berikan perlakuan filtrasi dalam menurunkan kadar besi (F. air sumur gali. Diharapkan metode aerasi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengolahan air untuk menurunkan kadar besi (F. Kata Kunci : Besi. Filtrasi. Air PENDAHULUAN Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta mahkluk hidup Untuk menjaga atau mencapai kualitas air sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai kelestarian kualitas air merupakan upaya untuk memelihara fungsi air agar kualitasnya tetap pada kondisi alamiah. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan upaya pengendalian pencemaran air, yaitu dengan upaya memelihara fungsi air sehingga kualitas air memenuhi baku mutu (Burhanuddin, 2. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. Oktober 2025, hal 565-571 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Efektivitas Penurunan Kadar Besi (F. pada Sumur Gali. (Erna Safitri. Samino, dk. Kandungan mineral besi pada alam menjadi topik yang menarik untuk dikaji terkait peran pentingnya secara Keberadaan magnetite pada sedimen di suatu wilayah perairan dapat juga digunakan sebagai fingerprint dari proses transport sedimen. Pasir hitam adalah jenis pasir yang berwarna hitam Pasir ini dibentuk dari fragmen bebatuan dan memiliki kandungan mineral tunggal berwarna hitam yang melapuk dan mengendap sehingga teksturnya cukup tajam dan kasar (Saniah et al. , 2. Salah satu metode pengolahan air bersih yang efektif adalah metode filtrasi. Filtrasi adalah proses pengolahan dengan cara mengalirkan air melewati suatu media filtrasi yang disusun dari bahanbahan butiran dengan diameter dan ketebalan tertentu. Filtrasi juga dapat dianggap sebagai metode pengolahan air bersih, terjangkau dan dapat digunakan Efektivitas filtrasi ditentukan oleh jenis dan karakteristik media yang digunakan. Salah satu media yang sangat potensial digunakan dalam filtrasi adalah pasir besi (Fatni Mufit et al. , 2. Metode filtrasi adalah salah teknologi tepat guna yang sederhana, efektif, efisien dan murah, untuk mengurangi kontaminan dalam air melalui media berpori, seperti pasir atau Partikel kontaminan terperangkap di dalam pori media, meningkatkan kebersihan air. Bahan media filter bisa berupa pasir, batu, arang, ijuk dan fungsinya sama menyaring padatan pencemar dari air. Mereka juga bisa menghilangkan kontaminan kimiawi dan minyak, lumpur, dan karat. Pemilihan bahan media filter yang tepat penting untuk hasil penyaringan yang efektif. terhambat pada pori media maka akan membuat air menjadi lebih bersih (Zikri, 2017 dan Mashadi dkk. , 2. Gampong Anoi Itam, terletak di Kota Sabang, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi tantangan serupa terkait kualitas air sumur. Kadar besi yang tinggi dalam air sumur dapat mengakibatkan rasa, warna, dan bau yang tidak sedap, serta meningkatkan risiko kerusakan peralatan domestik yang digunakan untuk memproses air tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang efektif untuk mengatasi masalah ini dan menjaga kualitas air sumur agar sesuai dengan standar kesehatan dan Dari data Puskesmas Balohan Sukajaya di Kota Sabang, adanya beberapa jenis penyakit yang di derita oleh masyarakat Gampong Anoi Itam Kolestrol, hipertensi. Diabetes Melitus sedangkan anak-anak ISPA, demam, gatal-gatal. Menurut UU No 17/2023 tentang kesehatan pasal 4 bahwa Setiap orang berhak menapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan. Dan UU No 17/2023 tentang Kesehatan Pasal 104 menjelaskan tentang Upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, maupun sosial setinggi-tingginya (Dewan Perwakilan Rakyat RI, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas penggunaan ampas kayu, ijuk dan sabut kelapa dalam penurunan kadar besi dalam air sumur di Gampong Anoi Itam. Sabang. Dalam menganalisis proses filtrasi antara ampas kayu, ijuk dan sabut kelapa, serta mengukur dampak penggunaan metode ini terhadap kualitas air yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas air sumur di wilayah ini dan memberikan wawasan yang lebih mendalam terkait aplikasi ampas kayu sebagai solusi potensial METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Ae Juni 2024 di Gampoi Anoi Itam Kota Sabang. Subjek dalam penelitian ini menggunakan air sumur gali dengan perlakuan menggunakan saringan dari media sekam kayu, sabut kelapa dan ijuk. Teknik teknik non probability sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah menggunakan 3 media yaitu ijuk, serbuk Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. Oktober 2025, hal 565-571 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Efektivitas Penurunan Kadar Besi (F. pada Sumur Gali. (Erna Safitri. Samino, dk. gali sebelum dan sesudah penyaringan dengan media dan data sekunder Kesehatan Puskesmas Balohan Sukajaya Kota Sabang. kayu dan sabut kelapa. Variable terikat adalam penelitian ini adalah kadar besi (F. pada air . Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data pemeriksaan kadar besi (F. air sumur HASIL Tabel 1 Hasil Uji Sampel Air Sumur Gali dari Laboratorium Tehnik Pengujian Kualitas Lingkungan. Kode Contoh Uji P1 M1 P2 M1 0,045 P3 M1 0,025 P4 M1 P1 M5 0,011 P2 M5 0,037 P3 M5 0,022 P4 M5 0,010 P1 M10 0,009 P2 M110 0,024 P3 M10 0,018 P4 M10 0,005 Baku Mutu Hasil Analisa 0,388 0,021 Satuan Ket Air Baku Percobaan menggunakan serbuk kayu, menit ke 1 Percobaan menggunakan sabut kelapa, menit ke 1 Percobaan menggunakan ijuk , menit ke 1 Percobaan menggunakan gabungan media, menit ke 1 Percobaan menggunakan serbuk kayu, menit ke 5 Percobaan menggunakan sabut kelapa, menit ke 5 Percobaan menggunakan ijuk, menit Percobaan menggunakan gabungan media, menit ke 5 Percobaan menggunakan serbuk kayu, menit ke 10 Percobaan menggunakan sabut kelapa, menit ke 10 Percobaan menggunakan ijuk , menit ke 10 Percobaan menggunakan gabungan media, menit ke 10 Tabel 2. Hasil filtrasi menggunakan media serbuk kayu Waktu Filtrasi Menit ke 1 Hasil Analisis 0,021 Menit ke 5 0,011 Menit ke 10 0,009 Rata-rata 0,0137 Tabel 3. Hasil filtrasi menggunakan sabut kelapa Waktu Filtrasi Menit ke 1 Hasil Analisis 0,045 Menit ke 5 0,037 Menit ke 10 0,024 Rata-rata 0,0354 Tabel 4. Hasil Filtrasi Menggunakan Ijuk Waktu Filtrasi Menit ke 1 Hasil Analisis 0,025 Menit ke 5 0,022 Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. Oktober 2025, hal 565-571 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Menit ke 10 0,018 Rata-rata 0,0217 Efektivitas Penurunan Kadar Besi (F. pada Sumur Gali. (Erna Safitri. Samino, dk. Table 5 Filtrasi Menggunakan Gabungan Media Waktu Filtrasi Hasil Analisis Menit ke 1 0,019 Menit ke 5 0,01 PEMBAHASAN Hasil Uji Pengolahan Air Menggunakan Media Filtrasi Berdasarkan hasil uji pengolahan air menggunakan media berupa ampas kayu . erbuk gergaji. , sabut kelapa dan ijuk, dengan menggunakan metode filtrasi. Terlihat perbedaan yang sangat Dari hasil uji yang dilakukan di Laboratorium Tehnik Pengujian Kualitas Lingkungan Universitas Syahkuala sesuai dengan Permenkes RI No 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan (Air untuk keperluan Higiene dan Sanitas. dengan standar Baku Mutu ) 0,2 mg/L maka dapat disimpulkan bahwa ketiga media yang digunakan mempunyai hasil Analisa yang berbeda sesuai dengan media yang Dari hasil penggunaan media serbuk kayu, sabut kelapa dan ketiga filter menunjukan warna air yang jauh Air menggunakan ijuk menghasilkan air jauh lebih bening setelah dilakukan proses Perbedaan warna air setelah proses filtrasi menggunakan media berbeda dapat dipengaruhi oleh beberapa Media seperti serbuk kayu dan sabut kelapa memiliki struktur yang lebih kasar atau lebih banyak dan mengandung zat pewarna alami dibandingkan dengan P0 merupakan air baku yang diambil langsung pada sumur warga tanpa melakukan proses filtrasi dengan hasil Analisa P0 (Air Bak. 0,388 mg/l. Pada perlakuan P1 menggunakan serbuk kayu dengan waktu pengambilan air dimulai dari menit 1 dengan hasil 0,021 ml/L, menit ke 5 dengan hasil filtrasi 0,011 mg/L dan menit ke 10 dengan hasil 0,009 mg/L. Perlakuan (P. menggunakan sabut kelapa dengan hasil filtrasi pada menit pertama pengambilan air dengan hasil P1M1 adalah 0,045 mg/L. Pada P2M5 mendapat hasil analisis 0,037 mg/L. Pada P2M10 dengan hasil analisis Menit ke 10 0,005 Rata-rata 0,005 0,024 mg/L. Pada P3 proses filtrasi menggunakan ijuk juga menggunkan waktu pengambilan air berbeda sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan yaitu P3M1 dengan hasil analisi 0,025 mg/L. P3M5 dengan hasil filtrasi yaitu 0,022 dan P3M10 yaitu 0,018 mg/L. Sedangkan pada P4M1 proses filtrasi menggunakan gabungan ketiga media filtrasi yaitu serbuk gergaji, sabut kelapa dan ijuk dengan hasil Analisa P4M1 yaitu 0,019 mg/L. P4M5 yaitu 0,010 mg/L dan P4M10 yaitu ),005 mg/L. Hasil Filtrasi Menggunakan Serbuk Kayu Proses serbuk kayu menghasilkan air dengan warna yang berbeda dengan penggunaan media lainnya, dikarenakan warna air yang dihasilkan memiliki warna yang lebih pekat dan kemerahan. Serbuk kayu mengandung senyawa-senyawa organik kompleks, termasuk pigmen alami seperti tannin dan lignin. Ketika serbuk kayu dicampur dengan air, senyawa-senyawa ini dapat larut dan berinteraksi dengan zat-zat yang ada dalam air, seperti zat besi atau mangan yang terlarut. Interaksi ini dapat menyebabkan terbentuknya senyawa kompleks baru yang memiliki warna yang lebih pekat dan kemerahan. Serbuk kayu juga memiliki kemampuan untuk menyerap atau mengadsorpsi zat organik dari air. Zat organik ini bisa berasal dari tanah, tanaman, atau bakteri dalam air. Proses adsorpsi ini dapat mengubah warna air karena zat organik yang teradsorpsi memiliki warna yang berbeda-beda. Proses filtrasi dengan serbuk kayu bisa memicu reaksi kimia antara komponen serbuk kayu dan zat-zat dalam Misalnya, reaksi oksidasi atau reduksi yang terjadi bisa mengubah warna air secara signifikan. Hasil Filtrasi Menggunakan Sabut Kelapa Proses filtrasi menggunakan sabut Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. Oktober 2025, hal 565-571 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Efektivitas Penurunan Kadar Besi (F. pada Sumur Gali. (Erna Safitri. Samino, dk. memanfaatkan bahan alami dalam penyaringan air. Sabut kelapa, yang berasal dari lapisan luar buah kelapa, sering digunakan dalam aplikasi filtrasi karena sifatnya yang berpori dan kemampuan penyerapan. Sabut kelapa memiliki kapasitas penyerapan yang signifikan, terutama untuk bahan organik dan beberapa jenis logam berat. Warna kemerahan pada sabut kelapa dalam proses filtrasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang terkait dengan komposisi dan pengolahan sabut kelapa. Sabut kelapa mengandung lignin, suatu polimer organik yang memberi kekuatan pada sel-sel tanaman. Lignin dapat warna sabut kelapa. Sabut kelapa juga mengandung senyawa fenolik seperti tanin, yang dapat memberikan warna Pigmen ini berfungsi sebagai Proses Filtrasi Menggunakan Sabut Ijuk Proses filtrasi menggunakan ijuk menghasilkan air jauh lebih jernih media serbuk kayu dan sabut kelapa. Ijuk memiliki kemampuan penyerapan yang lebih baik untuk partikel halus dan memiliki kapasitas penyaringan yang tinggi untuk berbagai ukuran partikel, termasuk yang sangat kecil. Ijuk dapat menangkap sebagian besar partikel dari air, menghasilkan filtrasi yang lebih Air yang dihasilkan dari filtrasi menggunakan ijuk menunjukkan kualitas terbaik dengan tingkat kejernihan yang Hasil Filtrasi Menggunakan Gabungan Media Proses kombinasi berbagai jenis media seperti ijuk, sabut kelapa, dan serbuk kayu, telah menunjukkan hasil yang sangat baik dalam penelitian. Gabungan mengoptimalkan proses filtrasi dan memberikan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan satu Air menggunakan gabungan ketiga media menunjukkan penurunan kekeruhan yang Efektivitas disebabkan oleh kemampuan gabungan media untuk menangkap berbagai ukuran partikel secara bertahap. Kecepatan aliran air mungkin sedikit terpengaruh oleh lapisan media, tetapi tidak secara signifikan mengurangi efisiensi filtrasi. Penyesuaian dalam desain sistem filtrasi dapat mengoptimalkan kecepatan aliran. Dari beberapa media filtrasi yang digunakan untuk mengurangi kadar Fe . dalam air, serta hasil analisis setiap pengambilan sampel pada waktu yang berbeda. Media filtrasi dengan menggunakan amaps kayu . erbuk gergaj. menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dalam konsentrasi Fe dari air baku. Setiap penambahan waktu filtrasi menghasilkan penurunan yang lebih besar dalam konsentrasi Fe, menunjukkan efisiensi media ini dalam menghilangkan besi dari air. Sabut kelapa menunjukkan penurunan konsentrasi Fe yang lebih rendah dibandingkan dengan ampas kayu pada waktu yang sama. Meskipun penurunan konsentrasi tidak sekuat yang Ijuk menunjukkan penurunan konsentrasi Fe yang stabil dengan waktu filtrasi. Meskipun tidak memberikan penurunan konsentrasi yang sebesar ampas kayu pada waktu 10 menit, ijuk tetap menunjukkan hasil yang konsisten. Penggunaan kombinasi filtrasi . mpas kayu, sabut kelapa, dan konsentrasi Fe yang paling efektif. Penurunan konsentrasi Fe dari P0 . ,388 mg/. menjadi P4 M10 . ,005 mg/. sangat signifikan dan menunjukkan keefektifan strategi filtrasi ini dalam membersihkan air dari besi. Peningkatan waktu filtrasi . ari 1 menit hingga 10 meni. tampaknya meningkatkan efisiensi proses filtrasi, menurunkan konsentrasi zat terlarut lebih Hal ini menunjukkan bahwa media filtrasi yang digunakan efektif dalam mengurangi kandungan zat terlarut dalam air. Waktu filtrasi yang lebih lama menghasilkan air dengan konsentrasi zat terlarut yang lebih rendah, menunjukkan bahwa proses filtrasi perlu waktu untuk mencapai efisiensi maksimal. Gabungan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. Oktober 2025, hal 565-571 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Efektivitas Penurunan Kadar Besi (F. pada Sumur Gali. (Erna Safitri. Samino, dk. media filtrasi yang mencakup ijuk, sabut kelapa, dan serbuk kayu menghasilkan proses filtrasi yang sangat efektif dengan hasil akhir yang sangat baik. Kombinasi ketiga media ini memanfaatkan kelebihan masing-masing kinerja filtrasi secara keseluruhan. Ijuk menyaring partikel halus, sabut kelapa sementara serbuk kayu menyelesaikan menghilangkan partikel yang mungkin Hasilnya adalah air yang jauh lebih jernih dan berkualitas tinggi dibandingkan dengan penggunaan satu jenis media saja. SIMPULAN Ampas Kayu, menunjukkan efektivitas yang sangat baik dalam mengurangi kadar Fe dalam Penurunan konsentrasi Fe yang peningkatan waktu filtrasi. Pada waktu filtrasi 10 menit (P1 M. , kadar Fe turun dari 0,388 mg/l (P. menjadi 0,009 mg/l, menunjukkan penurunan sebesar 89. Sabut Kelapa. Sabut kelapa juga mengurangi kadar Fe, meskipun tidak seefektif ampas kayu. Pada waktu filtrasi 5 menit (P2 M. , kadar Fe turun menjadi 0,037 mg/l dari 0,388 mg/l (P. , yang merupakan penurunan sebesar 83. Ijuk. Ijuk penurunan konsentrasi Fe yang stabil dan konsisten, meskipun tidak sebesar ampas Pada waktu filtrasi 10 menit (P3 M. , kadar Fe turun menjadi 0,018 mg/l dari 0,388 mg/l (P. , yang merupakan penurunan sebesar 81. Kombinasi Ketiga Media (Ampas Kayu. Sabut Kelapa. Iju. Penggunaan menghasilkan penurunan kadar Fe yang paling efektif. Pada waktu filtrasi 10 menit (P4 M. , kadar Fe turun menjadi 0,005 mg/l dari 0,388 mg/l (P. , yang merupakan penurunan sebesar 90. Efektivitas Media Filtrasi. Ampas efektivitas yang tinggi dalam mengurangi konsentrasi Fe dalam air. Perbedaan dalam Waktu Filtrasi. Waktu filtrasi yang lebih lama cenderung memberikan penurunan konsentrasi Fe yang lebih signifikan untuk setiap media filtrasi. Kombinasi Media Filtrasi. Kombinasi dari ampas kayu, sabut kelapa, dan ijuk menunjukkan hasil yang paling baik dalam mengurangi konsentrasi Fe secara SARAN Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan jenis dan komposisi media filtrasi. Misalnya, bisa dieksplorasi variasi ukuran partikel, konsentrasi media filtrasi, dan metode efisiensi yang lebih tinggi dalam mengurangi kadar Fe. Meskipun waktu filtrasi yang lebih lama cenderung memberikan penurunan kadar Fe yang lebih besar, perlu juga dianalisis titik optimal waktu filtrasi untuk setiap jenis media filtrasi. Hal ini akan membantu dalam memperkirakan efisiensi relatif dan mempertimbangkan Mendalami mekanisme fisikokimia di balik penurunan kadar Fe oleh masing-masing media filtrasi akan Ini dapat meliputi adsorpsi, reaksi kimia, dan interaksi antara zat-zat dalam media filtrasi dengan besi dalam DAFTAR PUSTAKA