Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 Indonesian Journal of Health and Medical ISSN: 2774-5244 (Onlin. Journal Homepage: http://ijohm. org/index. php/ijohm HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PERISTIWA GASTRITIS PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN Della Romadona1. Faishol Roni2. Erna Fitriyah3 STIKes Bahrul Ulum Jombang Corresponding Author: *dellaromadona22@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa pada lambung yang biasa dikenal masyarakat dengan sebutan penyakit maag. Gastritis ini dapat menyerang semua usia dengan berbagai penyebab terutama pola makan sehari hari yang kurang sehat. Gastritis dapat mengganggu aktivitas sehari hari dan dibiarkan terus menerus akan dapat merusak fungsi lambung dan resiko untuk terkena kangker lambung hingga kematian. Tujuan Penelitian : Menganalisis hubungan pola makan dengan peristiwa gastritis pada santriwati di Pondok Pesantren Cemerlang An-Najach Tambakberas Jombang. Design penelitian : menggunakan design observasional analitik menggunakan pendekatan cross- sectional. Jumlah responden 70 menggunakan total sampling. Teknik pengambilan dengan membagikan kuesioner pola makan dan peristiwa gastritis. Uji statistic menggunakan uji rank spearmen dengan < 0,05. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pola makan dengan kategori tidak sehat sebanyak 52 responden . ,4%) dan peristiwa gastritis dalam kategori kambuh sebanyak 37 responden . ,7%). Kesimpulan : Ada hubungan pola makan dengan peristiwa gastritis pada santriwati di pondok pesantren cemerlang An Ae Najach Tambak Beras Jombang. Kata kunci: pola makan, peristiwa gastritis, remaja, santriwati. PENDAHULUAN Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa pada lambung yang dapat bersifat akut dan kronik (Aspitasari & Taharuddin, 2. Gastritis disebabkan salah satunya oleh sikap penderita gastritis yang tidak memperhatikan kesehatanya, terutama pola makan yang dikonsumsi setiap harinya (Suprapto, 2. Bahaya penyakit gastritis jika dibiarkan terus menerus akan dapat merusak fungsi lambung dan meningkatkan risiko untuk terkena kanker lambung hingga menyebabkan kematian (Rondonuw, 2. Menurut Word Health Organization (WHO, 2. persentase penyakit gastritis di beberapa negara yaitu, 69% di Afrika 78% di Amerika Selatan dan 51 % di Asia. Kejadian penyakit gastritis di dunia mencapai 1. 8 juta hingga 2. 1 juta penduduk setiap tahun. Sedangkan kejadian gastritis di Asia Tenggara sekitar 583. 635 dari Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 jumlah penduduk setiap tahunnya (Azer &Akhondi, 2. Persentase dari angka kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40. 8% (Mustakim & Rimbawati, 2. Angka kejadian gastrits di Indonesia beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274. 396 kasus dari 238. 952 jiwa penduduk (Handayani & Thomy, 2. Pravalensi gastritis di Jawa Timur mencapai 31. yaitu dengan jumlah 30. 154 kejadian (Mustakim & Rimbawati, 2. Data Profil Kabupaten Jombang tahun 2021 menyatakan bahwa gastritis menempati posisi ke-5 dari 10 penyakit terbanyak pada pelayanan rawat inap dan rawat jalan yaitu sebesar 161 pada pelayanan rawat jalan, dan 962 pada pelayanan rawat inap di RSUD Kabupaten Jombang (Dinas kesehatan Kabupaten Jombang 2. Berdasarkan hasil penelitian dengan mewawancarai pengurus pondok ada 135 santriwati yang berusia 11-15 tahun, peneliti mewawancari tim kesehatan pondok ditemukan 70 santriwati mengalami riwayat gastritis meliputi pola makan tidak sehat seperti telat makan, melakukan diet, tidak selera makan dan juga mengkonsumsi makanan pedas. Pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan lambung sulit beradaptasi, sehingga mengakibatkan kelebihan asam lambung, di mana mukosa lambung teriritasi. Oleh karena itu gejala dari gastritis berbeda pada setiap Namun, biasanya mengalami gejala sebagai berikut nafsu makan menurun , mual muntah, nyeri ulu hati, bersendawa Widjadja . Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di atas para santriwati harus mengetahui pola makan dan hidup sehat, para santri perlu diberikan pemahaman tentang cara hal-hal yang memicu terjadinya gastritis. Pengetahuan setiap individu yang baik akan berdampak pada sikap positif santriwati (Huzaifah, 2. Berdasarkan fenomena tersebut maka peneliti tertarik untuk mengetahui AuHubungan Pola Makan Dengan Peristiwa Gastritis Pada Santriwati Pondok Pesantren Cemerlang An-Najach Tambakberas JombangAy METODE Pendekatan penelitian ini adalah analitic Cross Sectional dengan populasi seluruh santri pondok pesantren cemerlang An Ae Najach tambak beras yang mengalami gastritis sejumlah 70 orang. tekhnik sampling yang digunakan total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan observasi. Selanjutnya data di analisis dengan Uji Spearman Rank. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengumpulan data disajikan dalam bentuk table yang diperoleh dari observasi dan kuesioner yang diisi 70 santriwati di Pondok Pesantren Cemerlang AnNajach Tambakberas Jombang. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan pola makan di Pondok Pesantren Cemerlang An-Najach Tambakberas Jombang pada tanggal 7 April 2023. Pola makan Frekuensi Persentase (F) (%) Pola makan tidak sehat Pola makan Total Tabel 1 menunjukkan pola makan responden didapatkan sebagian besar memiliki pola tidak sehat dengan jumlah 52 . ,4%) santriwati dan sebagian kecil dari responden memiliki pola sehat dengan jumlah 18 . ,7%) santriwati. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan peristiwa gastritis di Pondok Pesantren Cemerlang An-Najach Tambakberas Jombang pada tanggal 7 April 2023. Peristiwa Frekuensi Persentase(%) Gastritis (F) Tidak kambuh Kambuh Total Tabel 2 menunjukkan peristiwa hampir dari setengahnya dari responden tidak mengalami kekambuhan dengan jumlah 33 . ,4%) santriwati dan hampir dari setengahnya dari responden mengalami kekambuhan dengan jumlah 37 . ,7%) Tabel 3. Tabulasi silang responden berdasarkan pola makan dengan peristiwa gastritis di Pondok Pesantren Cemerlang An-Najach Tambakberas Jombang pada tanggal 7 April Pola Peristiwa Tidak Kambuh Kambuh Jumlah Tidak Sehat 45,7 20 28,6 52 74,3 24,3 18 25,7 Total 47,1 37 52,9 70 100,0 Tabel 3 menunjukkan hasil tabulasi silang responden dengan pola makan tidak sehat dan tidak mengalami kekambuhan gastritis sejumlah 32 . ,7%) orang dan santriwati dengan pola makan tidak sehat mengalami kekambuhan gastritis sejumlah 20 . ,6%) orang sedangkan pola makan sehat dan tidak mengalami Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 kekambuhan sejumlah 1 . ,4%) orang, pola makan sehat yang mengalami kekambuhan sejumlah 17 . ,3%) orang. PEMBAHASAN Pola Makan Pada Santriwati Di Pondok Pesantren Cemerlang An- Najach Tambakberas Jombang. Bedasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 70 responden sebagian besar . ,4%). Lebih dari 50% responden memiliki pola makan tidak sehat, dengan pernyataan 15 kuesioner pola makan. Santriwati banyak yang suka makan makanan pedas dengan prosentase . %). selain itu santriwati menyukai makan makan yang berminyak seperti makan gorengan favorit santriwati yang sangat digemari dengan prosentase . %). kegiatan santriwati sangat terjadwal kesibukan sehingga santriwati masih suka sarapan di atas jam 9 pagi dengan prosentase . %). mie instan salah satu makanan instan presentase . Menurut Abyana . , makanan seperti seblak, bakso tinggi lemak dan relatif tinggi garam, dan jika dimakan berlebihan, akan mengakibatkan tidak baik bagi tubuh. Makanan yang keras dan sulit dicerna dapat merusak lapisan lambung karena lambung bekerja terlalu keras untuk mengiritasinya. Sejalan dengan penelitian Suprapto . menunjukkan mayoritas responden pola makan tidak sehat dimana responden sering tidak ada selera atau cenderung bosan dengan menu yang diberikan. Menurut Hudha . , pola makan adalah cara atau perilaku yang ditempuh seseorang atau sekelompok orang dalam memilih, menggunakan bahan makanan dalam konsumsi pangan setiap hari. Sejalan dengan penelitian Setiawan . permasalahan pola makan tidak sehat yang mampu memicu timbulnya asam lambung naik memiliki kebiasaan tidak sarapan pagi dan biasanya remaja sering terjebak menginginkan penurunan berat badan drastis sampai menganggu pola Terdapat persamaan bahwa pada santriwati yang mengalami pola makan tidak sehat sebagian besar seseorang memilih makanan yang tidak mengandung nutrisi bagi tubuh. Mengikuti hasil penelitian pada dengan 70 responden sebagian besar . ,3%) kebiasaan makan didapatkan makan 2x sehari dengan jumlah 45 santriwati, dengan pengisian soal 15 pernyataan pola makan pada nomor 7 bahwa ditemukan menjawab tidak sebanyak 56 pagi, siang dan malam. santriwati dengan presentase 78% yaitu santriwati tidak rutin santriwati dengan presentase 78% yaitu santriwati tidak rutin Menurut Pratiwi . kebiasaan makan <2 kali sehari sehingga beresiko menimbulkan terjadinya gastritis. Halini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa kebiasaan makan dikatakan baik bila kebiasaan makan setiap harinya 3 kali makanan utama atau 2 kali makanan utama dengan 1 kali makanan selingan, dandinilai kurang bila frekuensi makan setiap harinya 2 kali makanan utama. Sejalan dengan penelitian Hudha . frekuensi makan kurang(O 3x sehar. memiliki gastritis tingkat sedang disebabkan karena kegiatan pesantren dan sekolah yang Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 padat sehingga responden malas makan serta lebih memilih untuk "ngemil" jajanan dibandingkan makanutama. Menurut Setiawan . frekuensi makan yang baik terdiri dari 3x makanan utama makan pagi,makan siang sebelum ada rangsangan lapar dan makan malam. Sejalan dengan penelitian Shobach . seorang yang memiliki frekuensi makan tidak teratur mudah mengalami naiknya asam lambung karena pada saat tersebut perut yang harusnya diisi tetapi dibiarkan kosong atau ditunda. Terdapat persamaan bahwa pada santriwati hasil penelitian sebagian besar kebiasaan makan didapatkan makan 2x sehari, sehingga seseorang kurang baik untuk kebiasaan makan yang baik setiap harinya 3 kali makan dikarenakan santriwati sibuk dengan kegiatan pondok yang tidak memungkinkan makan 3 kali sehari, sehingga pada saat perut kosong santriwati menunda makan. Hal tersebut menyebabkan asam lambung naik akan mencerna lapisan mukosa lambung dan menimbulkan timbul rasa nyeri. Peristiwa Gastritis Pada Santriwati Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 70 responden hampir setengahnya . ,7%) mengalami kekambuhan gastritis ditemukan 10 peryataan kusioner gastritis. Lebih dari 50% responden memiliki kekambuhan gastritis. Jenis makanan yaitu nasi dan lauk pauk yang pada umumnya dimakan sehari-hari, tetapi santriwati makan nasi lauk tanpa ada makanan pedas mereka sering kurang selera dengan presentase . %). dalam seminggu terakhir santriwati sering mengalami sakit perut dengan nomor 6 banyak menjawab sering 29 santriwati dengan presentase 37% yaitu santriwati merasakan sakit perut dan menggagu waktu aktifitasnyadalam seminnggu terakhir Menurut Suprapto . gastritis disebabkan salah satunya karena sikap penderita gastritis yang tidak memperhatikan kesehatanya, setiap harinya. Sejalan dengan penelitian Nur . kekambuhan gastritis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, karena penderita akan merasa nyeri dan rasa sakit tidak nyaman pada Menurut Danu dkk . penderita yang mengalami kekambuhan gastritis berawal dari kesibukan yang berlebihan sehingga dapat mengakibatkan seseorang lupa makan, namun gejala gastritis pada awalnya diabaikan saja, padahal jika seseorang mengalami kekambuhan gastritis dibiarkan terjadi kondisi komplikasi yang cukup parah. Sejalan dengan penelitian Utami . bahwa yang mengalami kekambuhan gastritis adalah responden sering terlambat makan, suka mengkomsumsi makanan pedas, suka mengkonsumsi makanan siap saji dan malas makanan pokok. Terdapat persamaan bahwa pada santriwati hampir setengahnya mengalami kekambuhan gastritis dikarenakan santriwati kurang selera dengan menu pondok sehingga santriwati mengalami sakit perut dan menganggu aktifitasnya. Kekambuhan gastritis berdampak komplikasi seperti perdarahan saluran cerna bagian atas, anemia. Salah satu untuk mencegah terjadinya gastritis yaitu biasakan Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 makan dengan teratur, kunyah makan yang baik, jangan bebaring setelah makan, dan kurangi makanan yang mengandung pedas dan asam. Hubungan Pola Makan Dengan Peristiwa Gastritis Pada Santriwati Di Pondok Pesantren Cemerlang An-Najach Tambakberas Jombang Dari analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pola makan dengan peristiwa gastritis pada santriwati di Pondok Pesantren Cemerlang An-Najach Tambakberas Jombang. Menurut Syamsu . bahwa pola makan . rekuensi makan, jenis makan dan porsi maka. atau berbagai informasi yang memberikan gambaran mengenai berbagai macam dan jumlah makanan yang dimakan setiap hari oleh satu orang dan merupakan ciri khas untuk suatu kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola makan sangat berhubungan dengan kejadian gastritis. Menurut Putri . pada pasien di Universitas Muhammadiyah Malang Medical Center yang menyatakan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan Hal ini menunjukkan bahwa kejadian gastritis tidak hanya disebabkan oleh pola makan, akan tetapi ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi kejadian gastritis pada santriwati salah satunya yaitu diet ketat. Peneliatian Yuliarsi . bahwa ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja usia 17-25 tahun di desa Tambakrejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Hasil uji statistik bahwa ada hubungan yang signifikan pola makan dengan kekambuhan Terdapat persaman dan perbedaan antara hasil penelitian dengan teorii Persamaannya adalah pola makan mempengaruhi kejadian gastritis, sedangkan perbedaannya adalah pola makan memiliki beberapa faktor bukan hanya memicu terjadinya peristiwa gastritis. Namun penelitian ini juga menyebutkan bahwa faktor risiko gastritis terjadi meliputi stres dan status ekonomi. Tingkat stres yang berkepanjangan merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya gastritis karena mengakibatkan peningkatan produksi asam lambung. Kadar asam lambung yang meningkat akan menimbulkan ketidaknyamanan pada lambung. KESIMPULAN Uji statistic menggunakan uji rank spearmen dengan < 0,05. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pola makan dengan kategori tidak sehat sebanyak 52 responden . ,4%) dan peristiwa gastritis dalam kategori kambuh sebanyak 37 responden . ,7%). Kesimpulan : Ada hubungan pola makan dengan peristiwa gastritis pada santriwati di pondok pesantren cemerlang An Ae Najach Tambak Beras Jombang. DAFTAR PUSTAKA