Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING DI KALANGAN REMAJA PADA SISWA SMK KEPERAWATAN Adi Buyu Prakoso*. Marni Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Jl. KH. Samanhudi No. 93 Sondakan. Laweyan. Surakarta 57147. Indonesia *adi_buyuprakoso@udb. ABSTRAK Banyak kasus bullying yang melibatkan remaja sebagai pelaku dan korban. Pada masa ini, banyak remaja yang belum mempunyai kemampuan mengatasi perubahan fisik dan psikis yang menyebabkan emosi Bullying merupakan suatu sikap agresif yang ditujukan untuk menyakiti atau mencederai seseorang secara verbal, sosial, dan fisik yang dilakukan secara berulang-ulang. Baik pelaku, korban maupun saksi yang melihat perilaku bullying pasti akan mempunyai permasalahanmta serius yang akan berlangsung lama dalam kehidupannya. Melihat banyaknya kasus bullying yang terjadi dan dampak serius yang ditimbulkannya, maka perlu dilakukan upaya preventif. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya bagi para remaja yang merupakan salah satu penyumbang terbesar terjadinya peristiwa bullying Tujuan dari edukasi ini adalah memberikan edukasi tentang bullying kepada siwa-siswi SMK jurusan keperawatan dan gurunya agar dapat menghindari tindakan bullying di sekolah. Upaya yang dapat dilakukan antara lain memberikan edukasi dan memberikan pencegahan, cara menangani kasus bullying. Hasil kegiatan pendidikan Secara umum kegiatan siswa berjalan dengan lancar serta mendapat respon positif dari peserta maupun sekolah. Selama pelaksanaan pendidikan, dari awal penyampaian materi, sesi diskusi dan pendampingan konseling hingga tahap evaluasi, siswa terlihat antusias dan aktif. Pemberian edukasi memang perlu dilakukan dan siswa harus dididik terus menerus tentang bullying dan memahami artinya. Secara konsistensi agar siswa selalu mendapatkan informasi tentang bullying, mengetahui maknanya dan memahami cara menangani kasus Pengetahuan siswa tentang bullying mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi atau konseling, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan atau konseling memberikan dampak positif terhadap pengetahuan siswa. Kata kunci: bullying. BULLYING PREVENTION EDUCATION AMONG TEENS IN NURSING VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS ABSTRACT Many cases of bullying involve teenagers as perpetrators and victims. At this time, many teenagers do not yet have the ability to cope with physical and psychological changes that cause emotional turmoil. Bullying is an aggressive attitude aimed at hurting or injuring someone verbally, socially, and physically which is done repeatedly. Both perpetrators, victims and witnesses who see bullying behavior will definitely have serious problems that will last a long time in their lives. Seeing the many cases of bullying that occur and the serious impacts they cause, preventive efforts need to be made. One thing that can be done is to provide education to the community, especially for teenagers who are one of the biggest contributors to bullying The purpose of this education is to provide education about bullying to vocational high school students majoring in nursing and their teachers so that they can avoid bullying at school. Efforts that can be made include providing education and providing prevention, how to handle bullying cases. Results of Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group educational activities In general, student activities run smoothly and receive positive responses from participants and schools. During the implementation of education, from the beginning of the delivery of material, discussion sessions and counseling assistance to the evaluation stage, students look enthusiastic and active. Education is indeed necessary and students must be continuously educated about bullying and understand its meaning. Consistently so that students always get information about bullying, know its meaning and understand how to handle bullying cases. Students' knowledge about bullying increased after being given education or counseling, so it can be concluded that education or counseling has a positive impact on students' knowledge. Keywords: bullying. PENDAHULUAN Masa remaja adalah masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa yang meliputi kematangan mental, emosional serta fisik (Najwa et al. , 2. Pada masa ini banyak remaja yang tidak mempunyai kemampuan untuk mengatasi perubahan psikis dan fisik sehingga berpengaruh pada gejolak emosi remaja, dan mengakibatkan remaja menjadi mudah menyimpang dari norma dan peraturan yang ada di masyarakat. Selain itu pada masa remaja juga muncul egosentrisme dan keinginan yang kuat agar remaja menjadi pusat perhatian orang lain, sehingga remaja membentuk perilaku yang menarik perhatian, seperti perilaku bullying, untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain dan mendaaptkan perhatian baik dari orang terdekat ataupun oranglain. Banyaknya kasus bullying yang terjadi di kalangan remaja menyatakan bahwa diperlukan upaya yang konsisten untuk mengatasi kasus tersebut, bullying dapat memberikan dampak fisik dan psikologis bagi remaja yang terlibat di dalamnya (Rina et al. , 2. Bullying merupakan suatu sikap agresif yang ditujukan untuk menyakiti atau mencederai seseorang secara verbal, sosial, dan fisik yang dilakukan secara terus-menerus. Baik pelaku, korban maupun saksi yang melihat perilaku bullying yang dilakukan pelaku pasti akan mempunyai permasalahan serius yang akan berlangsung lama dalam hidupnya (Ekayamti & Lukitaningtyas, 2. Bullying dapat terjadi melalui perkataan atau tindakan yang bertujuan untuk membuat lawannya merasa down mental atau tertekan. Tujuan lainnya adalah mengendalikan seseorang melalui kata-kata yang menghina dan mengancam, menyebarkan rumor yang belum tentu benar, menyerang seseorang secara verbal atau fisik, dan mengeluarkan seseorang dari kelompok karena niat tertentu atau masalah pribadi (Panggabean et al. , 2. Perilaku bullying mempunyai dampak negatif. Bagi korban, perundungan yang diterimanya dapat menimbulkan masalah fisik dan psikologis yang berkelanjutan, seperti kecemasan, depresi, penarikan diri dari pergaulan, perasaan kesepian, menurunnya prestasi akademik, remaja terpengaruh dan menggunakan obat-obatan terlarang serta meminum alkohol, bahkan dapat menyebabkan bunuh diri (Nabila et al. , 2. Dampak yang terjadi ketika mengalami bullying adalah korban merasakan emosi dan berdampak negatif . eperti mudah marah, pendendam, stres, merasa malu dan sedi. Terdapat dampak psikologis yang sangat berbahaya yaitu munculnya gangguan psikologis yang mungkin terjadi pada korban seperti rasa cemas berlebihan, rasa takut, depresi, ingin bunuh diri dan gangguan stres pasca trauma. Orang yang menjadi korban bullying, kekerasan fisik dan verbal akan mengalami trauma dan depresi yang dapat berakibat pada gangguan jiwa (Panggabean et al. , 2. Bullying memiliki efek jangka panjang dan jangka pendek langsung pada korban bullying. Efek jangka pendek disebabkan oleh perilaku bullying, depresi akibat kecelakaan, penurunan minat mengerjakan tugas sekolah yang diberikan guru, dan penurunan minat mengikuti kegiatan sekolah Sementara itu, konsekuensi dalam jangka panjang dari pertemuan ini tampaknya adalah mengalami kesulitan untuk menyelesaikan hubungan baik Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group dengan lawan jenis, selalu memiliki kecemasan untuk mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-temannya (Kurniawan et al. , 2. Melihat banyaknya kasus bullying yang terjadi dan dampak serius yang ditimbulkannya, perlu dilakukan upaya preventif. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi remaja yang menjadi salah satu penyumbang tingginya angka kejadian bullying. Edukasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyebarkan informasi, menanamkan rasa percaya diri, sehingga masyarakat khususnya remaja menjadi sadar, mengetahui dan memahami serta dapat memberikan rekomendasi yang berkaitan dengan kesehatan. Pendidikan kesehatan tentang bullying penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja, sehingga dapat mengubah sikap dan perilaku remaja tentang bullying serta upaya pencegahannya. Tujuan dari penulisan ini adalah memberikan edukasi pengertian, jenis-jenis, dan pencegahan bullying kepada siwa-siswi SMK jurusan keperawatan dan gurunya dengan membekali bagaimana cara pencegahan tindakan bullying kepada siswasiswi SMK dan menghindari tindakan bullying saat bermain dan bercanda dengan temantemannya. METODE Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode pemberian pendidikan edukasi dengan memberikan pencegahan dan cara mengatasi kasus pembullyan. Dalam metode ini akan dilakukan 4 tahapan yaitu: Tahap Identifikasi Sebelum melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim melakukan survei untuk mengetahui lokasi keperawatan vokasi di SMK Avicenna Lasem. Tim pengabdian kemudian berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SMK Avicenna Lasem untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan dan menetapkan jadwal pelaksanaan kegiatan. Tim pengabdian kemudian mengidentifikasi permasalahan yang ada pada siswa di SMK Avicenna Lasem, dan menentukan topik bullying yang akan dikonseling. Tahap Persiapan Persiapan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk koordinasi dengan SMK Avicenna Lasem, persiapan alat bahan dan media edukasi Bullying. Pemberian Edukasi dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa-siswi SMK Avicenna Lasem tentang definisi bullying, cara pencegahan dan mengatasinya. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan pengabdian kepada Siswa-siswi kelas 11 Jurusan Keperawatan yang terdiri dari 30 siswi dilakukan pada tanggal 18 Mei 2024. Pelaksanaan dilakukan selama 2 x 50 menit di SMK Avicenna Lasem. Metode pelaksanaan dimulai dengan mengumpulkan siswa di aula, kemudian siswa diberikan edukasi terkait pengetahuan umum bullying, media yang digunakan adalah Power Point. Tahap Evaluasi Setelah mendapat materi edukasi tentang bullying, siswa SMK Avicenna Lasem diberikan kesempatan untuk melakukan diskusi dan pelatihan konseling. Pelatihan diskusi dan konseling ini dilaksanakan dengan pola dialog dan sharing mengenai permasalahan bullying yang terjadi di SMK Avicenna Lasem. Pada tahap ini akan diperoleh informasi mengenai bullying berdasarkan pengalaman, semangat, partisipasi dan keaktifan SMK Avicenna Lasem dalam mengikuti kegiatan pendidikan. Proses pelatihan diskusi dan konseling berjalan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group dengan lancar dan mendapat respon positif serta antusiasme yang tinggi dari siswa-siswi SMK Avicenna Lasem. Proses evaluasi dilakukan dengan metode tanya jawab langsung kepada siswa, proses evaluasi berjalan dengan baik dan terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa SMK Avicenna Lasem tentang bullying. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMK Avicenna Lasem yang beralamatkan di Jl. Sunan Bonang No. 12 Ds. Ngemplak 01/04 Kec Lasem. Kabupaten Rembang. Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari 4 orang yang tergabung dalam Tim pengabdian. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa-siswi Kelas 11 jurusan keperawatan SMK Avicenna Lasem. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2024 dan di ikuti oleh 30 siswa Secara umum, kegiatan pengabdian masyarakat pada siswa-siswi SMK Avicenna Lasem berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang positif baik dari peserta maupun dari pihak Gambar 1. Pelaksanaan Edukasi tentang Bullying Edukasi mengenai pengetahuan umum Bullying dilakukan agar siswa mampu memahami pentingnya mengetahui pengertian, cara pencegahan dan cara mengatasi bullying. Selama pelaksanaan edukasi, dari awal penyampaian materi, sesi diskusi dan pendampingan konseling hingga pada tahap evaluasi siswa antusias dan aktif. Terbukti saat penyampaian materi menggunakan metode ceramah dengan power point, peserta mendengarkan dengan seksama penjelasan dari tim, dan saat melakukan sesi diskusi terjadi komunikasi dua arah dan muncul berbagai pertanyaan dari peserta. Edukasi merupakan suatu proses perubahan perilaku yang dinamis yang terjadi dimana bukan hanya proses transfer materi pendidikan ke orang lain namun perubahan yang terjadi karena adanya kesadaran di dalam diri individu, kelompok atau masyarakat (Rosyidah et al. , 2. Edukasi merupakan salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk perilaku bullying di kalangan siswa sekolah. Edukasi dapat diberikan melalui kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran bagi peserta (Wahyuni & Fitriani, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Gambar 2. Penyuluhan pengetahuan umum Bullying Hasil pelaksanaan kegiatan Edukasi tentang pengetahuan umum Bullying diikuti oleh 30 orang. Dari hasil kegiatan diskusi dan pembinaan konseling, tim menemukan fakta bahwa siswa-siswi kelas 11 SMK Avicenna Lasem sering melakukan bullying pada teman sebaya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa tindakan tersebut masuk dalam kategori bullying. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan siswa-siswi kelas 11 jurusan keperawatan SMK Avicenna Lasem tentang bullying, sehingga mereka beranggapan perilaku bullying menjadi suatu hal yang wajar untuk dilakukan. Pada tahapan evaluasi tim melakukan evaluasi dengan metode tanya jawab dalam bentuk pertanyaan terbuka yang dikemas dengan model pemberian doorprize untuk memicu keaktifan siswa, dan sebagian besar pertanyaan dapat dijawab dengan tepat dan benar oleh siswa-siswi kelas 11 jurusan keperawatan SMK Avicenna Lasem. Materi edukasi Bullying yang diberikan berupa definisi dari bullying yaitu seperangkat perangai yang dilakukan secara sengaja yang dapat menyebabkan luka fisik maupun psikis bagi korbannya (Yunistita et al. , 2. Bullying seringkali seringkali dianggap sebagai tindakan sepele kurangnya respon dari lingkungan sekitar(Sari & Azwar, 2. Kejadian bullying seringkali dianggap sebagai legalitas di lingkungan sosial (Alwi, 2. Anggapan seseorang yang melakukan bullying seringkali disamakan dengan tindakan lelucon atau bercanda (Nubatonis. Bullying dapat dimulai di lingkungan keluarga disebabkan oleh beberapa faktor yaitu orangtua yang terlalu sering menghukum anak secara berlebihan, kondisi rumah yang penuh dengan stresor, adanya permusuhan di dalam keluarga, tidak harmonisnya di dalam keluarga, dan beberapa pola asuh yang diberikan orangtua yang berdampak pada anak untuk melampiaskannya di luar rumah (Herawati & Deharnita, 2. Perilaku bullying dapat dilakukan secara verbal berupa perkataan maupun non verbal berupa tindakan yang dapat menyakiti korbannya (Yasmin et al. , 2. Keluarga yang sering memberikan hukuman kepada anak dapat menyebabkan anak memiliki perilaku bullying (Arya & Luthfi, 2. Keluarga merupakan komponen yang memegang peran penting untuk mengenalkan dasar pengetahuan dan keterampilan anak terlebih lagi dalam hal fenomena bullying ini ditambah lagi dengan kemajuan teknologi dan informasi yang semakin mudah diakses oleh anak Ae anak (Najwa et al. , 2. Tuntutan anak untuk dapat menjadi generasi penerus keluarga bahkan bangsa yang berkualitas seringkali menjadikan hak anak terabaikan sehingga di masa perkembangan anak seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dan tidak adil oleh keluarga (Utami & Wahyudi, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Selain di keluarga, lingkungan di sekolah juga memegang peran penting dengan adanya fenomena bullying dimana di dalam undang Ae undang Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014 Pasal 54 dinyatakan bahwa saat berada di lingkungan sekolah anak patut di lindungi dari kekerasan baik fisik dan psikis. Selain itu dilindungi dari kekerasan atau kejahatan yang ditimbulkan dari guru, siswa, dan lingkungan sekolah (Katyana, 2. Berdasarkan hal tersebut terlihat pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk melakukan tindak bullying selain dari pihak orangtua juga (Abdullah & Ilham, 2. Indonesia menjadi empat negara dengan kasus bullying tertinggi di dunia, maka dari itu apabila negara tidak melakukan tindakan untuk mengatasi bullying maka akan memberikan dampak yang serius pada korbannya (Widhawati et al. , 2. Terjadinya bullying di sekolah dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain adalah adanya perilaku diskriminatif yang dilakukan di kalangan guru maupun siswa. Kurangnya pengawasan dan bimbingan etika yang diberikan sekolah. Adanya kesenjangan dari segi ekonomi siswa di sekolah dan pola kedispilinan dan peraturan yang tidak konsisten terhadap siswa dapat menyebabkan bullying terjadi (Sari & Azwar, 2. Pendidikan di sekolah harusnya mendapatkan perhatian terutama dalam pendidikan perilaku, jika diamati secara cermat pendidikan di sekolah yang sekarang dengan pendidikan dahulu memang terjadi penurunan kualitas dari berbagai aspek (Makkawaru, 2. Hal tersebut seharusnya menjadi perhatian oleh pihak sekolah namun pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying yang berakibat pada anak yang menjadi pelaku semakin kuat dalam perilaku bullying yang dilakukan (Zakiyah et , 2. Berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bullying yang dapat dilakukan adalah dengan mencermati gejala perubahan perilaku yang terjadi pada anak. Bertindak secara tenang dan meyakinkan bahwa anak telah mendapatkan perlindungan. Melaporkan kepada pihak guru dan berkonsultasi dengan konselor untuk melakukan penyelidikan serta selalu mencari informasi kepada pihak sekolah tentang perubahan perilaku yang terjadi pada anak (Rujiani, 2. Upaya penanganan bullying yang dapat dilakukan di sekolah antara lain adalah penggunaan sistem poin, melakukan pendekatan kepada korban dan orangtua (Ali, 2. Dampak yang ditimbulkan dari kejadian bullying adalah masalah kesehatan karena berhubungan dengan berbagai masalah mental dan perilaku kekerasan (Kusuma. M, 2. Dampak yang luar biasa dari bullying yaitu perubahan yang terjadi pada perilaku korban. Korban akan memiliki perilaku yang keras, merasa memiliki kekuasaan, korban akan merasa cemas, dan akhirnya dapat menyebabkan korban melakukan perilaku bunuh diri (Rahayu B. , 2. Perilaku bulyying memberikan dampak negatif pada korban seperti kesakitan fisik dan psikologis serta kehilangan rasa percaya diri (Wahyuningsih, 2. SIMPULAN Memberikan edukasi sangat perlu dilakukan secara berkesinambungan agar siswa selalu terpapar informasi tentang bullying, mengetahui tentang pengertiannya dan paham cara megatasinya untuk kasus bullying. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh semua siswa, terbukti dari peran siswa yang aktif melakukan diskusi dan pembinaan konseling. Pengetahuan siswa tentang bullying mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi atau penyuluhan, sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi atau penyuluhan memberikan dampak positif pada pengetahuan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group DAFTAR PUSTAKA