Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA KOPERASI UNIT DESA (KUD) LANGGENG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Windi Respiani Wandari1. Yul Emri Yulis2. Irwan3 Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Islam Kuantan Singingi JL. Gatot Subroto KM. 7 Kebun Nenas. Kuantan Singingi. Riau. Indonesia E-mail: Windyrespiani@gmail. com1, yulis. yulemri@gmail. muhdirwan120583@gmail. Abstrack This research ainms to find out how fixed assets acounting is treated regarning calssfication, measurement, depreciation, termination/disposal, recorgnition, disclousere, and presentation in the langgeng village unit coorperative , kuantan singingi regency so that this researce will provide result on whearther the accounting treathment of fixed assets in is accourdance PSAK No. 16 of 2018. This research uses a qualitative descriptive anlysis method. Namely, a comprehensive description of the fixed asset accounting policy appliied to fixed assets in the langgeng Village Unit Coorperative . Kuantan Singingi Regency and compared with PSAK No. Based on the result of this research, it showh that the classification of measurement , depreciation, termination/disposal, recorgnition, disclosure and presentation of the Langgeng Village Unit Coorperative . Kuantan Singingi Regency accordance with PSAK No. 16 of 2018. Only measurement are not in accordance with PSAK No. Keywords:accounting treatment, fixed assets. PSAK No. PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Masalah Pemerintah telah melakukan perubahan terhadap standar akuntansi pemerintah sebagai sebagain upaya dalam memperbaiki laporan keuangan pelaporan pertanggung jawaban keuangan kepada masyarakat , termasuk perbaikan pelaporan aset tetap pemerintahan. Kehadiran peraturan pemerintahan No. 71 tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintah berbasis akrual merupakan momentum perubahan standar akuntansi pemerintah dari sebelumnya masih berbasis kas telah menuju menjadi berbasis akrual, yang berimplikasi dalam melakukan penilai dalam aset tetap. Menurut PSAK No. 16 paragraf 06. Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang akan dioeroleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu yang digunakan dalm produk produksi dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Tabel 1. Daftar Aktiva Tetap pada Koperasi Unit Desa Langgeng Per 31 Desember 2022 Jenis Aktiva Tetap Harga Perolehan Tanah Rp 915. 250,00 Tanaman Menghasilkan Rp 3. 999,67 Bangunan Kantor Bangunan Waserda Bangunan Kendaraan Kantor Mesin Fhoto Copy Kendaraan dan Mesin Peralatan Usaha Peralatan Kantor Total Aktiva Tetap Rp 1. 028,83 Rp 2,00 Rp 1. 031,84 Rp 40. 128,00 Rp 1,00 Rp 230. 634,00 Rp 15,00 Rp 38. 728,33 Rp 5. 658,85 Sumber: Koperasi Unit Desa Langgeng,2022 Pengelolaan aset tetap tidak dilakukan dengan masksimal dapat mempengaruhi efektivitas kegiatan perusahaan sehingga dapat berpengaruh besar dlam menjalankan perwujudan perusahaan yang baik. Dalam penyusunan laporan keuangan yanga baik perlu adanya suatu standar akuntansi. Akuntansi pemerintah (PSAP) No 16 menegnai aset tetap. Sebagai entitas akuntansi yang digunakan untuk kegiatan jasa dan giro. Untuk mendukung terciptanya laporan keuangan yang baik dan objective namum realita di lapangan masih adanya perbedaan, perbedaan tersebut menyebebkan minimnya lulusan sarjana yang dikerjakan, serta masih terbatasnya tenaga ahli petugas akuntansi dalam memahami proses akuntansi dibidang aset tetap pada Koperasi Unit Desa Langgeng. dan untuk mengetahui bagaimana Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Pada Koperasi Unit Desa Langgeng telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Berdasarkan latar belakang diatas yang diurauikan, maka dapat dirumuskan masalah yaitu dengan judul AoAoANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP PADA KOPERASI UNIT DESA LANGGENGAy. TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengertian akuntansi Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 Pengertian akuntansi . , lalu tujuan dan definisi menurut sudut pandang ahli maupun pemakai seperti apa? Disebutkan juga bagi sebagian orang, ilmu accounting artinya berkaitan dengan sistem hitung-menghitung. Akuntansi Sektor Publik Akuntansi sektor publik adalah proses pengidentifikasikan pengukuran, pencatatan,danpelaporantransaksikeuangandarientitas pemerintah daerah dalam 8 Page 3 rangka pengambilan keputusan ekonomi yang diperlukan oleh pihak . enurut Ratmono . Menurut Indra bastian akuntansi sektor publik adalah mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada lembaga tinggi negara beserta departemen di bawahnya untuk penerapan pengelolaan berbagai dana masyarakat. Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintahan merupakan proses pengidentifikasian, pengukuran, . entitas pemerintahan yang dijadikan informasi dalam rangka pemgambilan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak eksternal pemerintah yang memerlukan. Pengertian Aset Tetap Menurut PSAK tetap adalah aset berwujud yang: . dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif, dan . diperkirakan untuk digunakan selama lebih dari satu Menurut Jusup . Aset tetap adalah sumber daya yang memiliki empat karakteristik yaitu: Berwujud atau tidak memiliki wujud . entuk atau ukuran tertent. Digunakan dalam operasi perusahaan. Mempunyai masa manfaat jangka panjang, dan Tidak dimaksudkan untuk diperjual-belikan. Penggolongan Aktiva Tetap Berdasarkan PSAK No. 16 paragraf 37 aktiva tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat maupun fungsinya dalam aktivitas operasi Klasifikasi aktiva tetap meliputi: Tanah, berdasarkan PSAK No. 16 paragraf 08, tanah yang dikelompokan sebagai aktiva tetapailah tanah yang diperoleh dengan dimaksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional perusahaan dan dalm kondisi siap pakai. Termasuk dalam klasifikasi tanah adalah tanah yang digunakan untuk gedung, bangunan, jalan, irigasi dan jaringan. Peralatan dan mesin, berdasarkan PSAK No. 16 paragraf 10, peralatan dan mesin mencakup mesin mesindan kendaraan bermotor alat elektronik, investasi Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 kantor, dan peralatan linnya yang di signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 bulan dan dalam kondisi siap pakai. Jalan, irigasi, dan jaringan, berdasarkan PSAK No. 16 paragraf 11 , jalan, irigasi dan jaringan mencakup jalan,irigasi dan jaringan yang dibangun oleh perusahaan yang siap pakai. Kontruksi dalam pengerjaan. PSAK No 16. paragraf 13 menyatakan bahwa kontruksi dalam pengerjaan (KDP) Mencakup aktiva tetap yang sedang dalam proses pengerjaan pembangunan namun pada tanggal laporan keuangan belum selesai seluruhnya. Pengukuran Aset Tetap Setelah perolehan PSAK 16 pragraf 30-31 mengakui adanya 2 metode dalam perlakuan akuntansi aset tetap tersebut. Kedua metode ini adalah : Metode Biaya adalah model yang selama ini kita kenal, yaitu setelah pengakuan awal, aset tetap dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Metode Revaluasi, setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi. PSAK 16 paragraf 55 menyebutkan bahwa penyusutan suatu aset dimulai ketika aset siap untuk digunakan, yaitu ketika aset berada pada lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen. Penyusutan Aktiva Tetap Terdapat beberapa faktor perlu dipertimbangkan saat Anda melakukan penyusutan aktiva/aset htetap, selengkapnya adalah sebagai berikut. Harga Perolehan Aset (Acquisition Cos. Faktor pertama penentuan penyusutan aktiva tetap adalah harga perolehan aset, baik dalam kondisi baru atau bekas. Umur Ekonomis (Estimated Economic Lif. Faktor berikutnya yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menghitung depresiasi adalah umur aktiva sampai nilai kegunaannya mencapai 0 atau diputuskan untuk dijual oleh Nilai Residu. Faktor terakhir dan terpenting dalam proses penyusutan aktiva tetap adalah nilai residu, yaitu nilai aktiva setelah dikurangi nominal depresiasi tiap periode tertentu. 8 Penghentian atau pelepasan aset tetap PSAK No16 paragraf 67 menyatakan, jumlah tercatat aset tetap dihentikan Pada saat pelepasan atau Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 Ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan yang bisa diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Dalam PSAK No 16 paragraf 68 keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap dimasukan dalam laba rugi ketika aset tetap tersebut dihentikan pengakuannya kecuali PSAK 30: Sewa mengharuskan perlakuan yang berbeda dalam transaksi jual dan sewa balik . , dan keuntungan kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya . 9 Pengakuan Aset Tetap Pengakuan aset tetap berdasarkan PSAK 16 Paragraf 07 dijesalaskan bahwa aset tetap dapat diakui sebagai aset jika dan hanya jika: Kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomik masa depan dari aset tersebut dan Biaya perolehannya dapat diukur secara andal. Dalam PSAK 16 paragraf 11-14 dijelaskan biaya perolehan awal dan biaya selanjutnya antara lain sebagai berikut : Biaya Perolehan Awal. Aset tetap dapat diperoleh untuk alasan keamanan atau lingkungan. Perolehan aset tetap tersebut, meskipun tidak secara langsung meningkat manfaat ekonomik masa depan dari aset tetap tertentu yang ada, mungkin diperlukan bagi entitas untuk memperoleh manfaat ekonomik masa depan dari aset lain. Biaya Selanjutnya. Sesuai dengan prinsip pengakuan di paragraf 07, entitas tidak mengakui biaya perawatan sehari- hari aset tetap sebagai bagian dari aset tetap tersebut. Sebaliknya, biaya tersebut diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya. Biaya perawatan sehari- hari terutama terdiri dari biaya tenaga kerja dan bahan habis pakai termasuk suku cadang kecil. Tujuan pengeluaran ini sering dideskripsikan sebagai Auperbaikan dan pemeliharanAy aset tetap. Pengungkapan Aktiva tetap Berdasarkan PSAK Nomor 16 . 8: paragraf . bahwa laporan keuangan harus mengungkapkan dalam hubungan dengan setiap jenis aset tetap : Dasar pengukuran yang digunakan dalam menentukan jumlah tercatat bruto. Jika lebih dari satu dasar yang digunakan, jumlah tercatat bruto untuk dasar dalam setiap kategori harus diungkapkan. Metode penyusutan yang digunakan. Umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan. Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan . igabungkan dengan akumulasi rugi penurunan nila. pada awal dan akhir periode. Suatu rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 11 Penyajian Aset Tetap Pada paragraf 78 dijelaskan bahwa aset tetap disajikan dalam jumlah refaluasian hal berikut di ungkapkan. Tanggal efektif revaluasi Apakah penilaian indevenden dilibatkan Metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam nilai wajar aset Untuk setiap kelompok aset tetap jumlah tercatat aset seandainya aset tersebut tercatat dengan model biaya Suatu rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode memperlihatkan penambahan, pelepasan, akuisisi penggabungan usaha, penurunan nilai tercatat, penyusutan, perbedaan pertukaran neto yang timbul pada penjabaran laporan keuangan suatu entuitas asing dan mengklasifikasikan kembali koreksi kesalahan pencatatan dalam laporan 12 Kerangka Berpikir Gambar 2. Kerangka Berpikir Koperasi Unit Desa Langgeng PSAK No. Tentang Aktriva Tetap Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Tetap PSAK No. Penggolongan Aset Tetap PSAK No. Pengukuran Aset Tetap PSAK No. Penyusutan Aset Tetap PSAK No. Penghentian dan Pelepasan Aset Tetap PSAK No. Pengakuan Aset Tetap PSAK No. Pengungkapan Aset Tetap PSAK No. Penyajian Aset Tetap PSAK No. Analisis Deskriptif dan Komparatif Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 Hasil Penelitian Sudah sesuai dengan PSAK No. Hasil Penelitian Belum sesuai dengan PSAK No. Penutup Kesimpulan Dan Saran Sumber: Yesi. Rianti. METODE PENELITIAN 1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif ini merupakan suatu metode pembahasan permasalahan yang sifat nya menguraikan,menggambarkan, membandingkan, dan menerangkan, suatu data (Fasiha, 2013:. Jenis penelitian dalam penelitian ini mengambil suatu objek di Koperasi Unit Desa Langgeng. 2 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Koperasi Unit Desa Langgeng Kabupaten Kuantan Singingi. Waktu yang dilakukan penelitian ini dilakukan pada September 2023 dan bulan Juni 2024. 3 Jenis Dan Sumber Data Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah cara cara yang dilkukan penelitian untuk memperoleh data agar diperoleh data yang valid , realibel, dan obyektif(Sugiyono,2016:. Dengan menggunkan metode pengumpulan data ini yang tepat dalam suatu penelitian akan memungkinkan pencapaian masalah secara valid dan Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 terpecaya yang akhirnya akan memungkinkan generalisasi yang objectif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan data yang dilkukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1 Wawancara Wawancara (Intervie. merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. menurut sugiyono . wawancara adalah digunakan teknik pengumpulan data untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal hal dari responden yang lebih mendalam. Teknik wawancara yaitu tanya jawab secara langsung dengan bagian Kepala Tata Usaha Pada Koperasi Unit Desa Langgeng yang berkaitan dengan aset tetap. 2 Dokumentasi Dokumentasi adalah pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan informasi dalam bidang pengetahuan. Selain itu, dokumentasi juga diartikan sebagai pemberian atau pengumpulan bukti dan keterangan . eperti gambar, kutipan, guntingan koran, dan bahan referensi lain. Teknik Analisis Data Menurut Sugiyono . , analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban, yang diwawancarai. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1 perbandingan Penggolongan Aktiva Tetap Kopersi Unit Desa Langgeng Dengan PSAK No 16 Berdasarkan Psak No. 16 aktiva tetap diklasifikasi berdasarkan kesamaan dalam dan sifat atau fungsinya dalamaktivitas operasi entitas. Klasifikasi aset tetap meliputi: Tanah Berdasarkan PSAK No. 16 paragraf 08, tanah yang dikelompokan sebagai aktiva tetap ialah tanah yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional perusahaan dan dalam kondisi siap pakai. Termasuk dalam klasifikasi tanah adalah tanah yang digunakan untuk gedung, bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan. Sedangkan menurut KUD Langgeng penggolongan Aktiva Tetap Tanah telah sesuai dengan PSAK N0. 16 karena telah melakukan pencatatan di daftar aktiva Tetapnya. Peralatan dan mesin Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 Berdasarkan PSAK No. 16 paragraf 10, peralatan dan mesin mencakup mesin dan kendaraan bermotor alat elektronik, inventaris kantor,dan peralatan lainnya yang menilai signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 bulan dan dalam kondisi siap peralatan dan mesin memiliki variasi terbanyak dalam kelompok aktiva tetap. peralatan mesin dapat berupa alat komunikasi maupun sebagainya. Dan sedangkan menurut penggolongan peralatan dan mesin di KUD Langgeng telah sesuai dengan PSAK No. Jalan,irigasi,dan jaringan Berdasarkan PSAK No. 16 paragraf 11 jalan, irigasi, dan mencakup jalan , irigasi, jaringan yang dibangun oleh perusahaan serta dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap pakai. Berdasarkan bulletin teknis 09 tentang akuntansi aktiva tetap termasuk klasifikasi jalan ,irigasi, jaringan adalah jalan raya , jembatan, bangunan air, instalasi air bersih, instalasi pembangkit listrik, dan jaringan telpon, jalan, irigasi, dan jaringan ini tidak mencakup tanah yang diperoleh untuk keperluan yang dimasukan dalam kelompok tanah. Dan menurut penggolongan jalan, irigasi, dan jaringan KUD Langgeng belum sesuai dengan PSAK No. karena jalan dan irigasi tidak termasuk daftar Aktiva Tetap di Koperasi Unit Desa Langgeng karena jalan dan irigasi tidak ada di Koperasi Unit Desa Langgeng. Kontruksi dalam pengerjaan PSAK No. 16 paragraf 13 menyatakan bahwa kontruksi dalam pengerjaan (KDP) Mencakup aktiva tetap yang sedang dalam proses pengerjaan pembangunan namun pada tanggal laporan keuangan belum selesai seluruhnya. penggolongan kontruksi dalam pengerjaan KUD Langgeng sudah sesuai dengan PSAK No. 2 Perbandingan pengukuran aktiva tetap Koperasi Unit Desa Langgeng dengan Psak No 16 Berdasarkan hasil perbandingan pengukuran aktiva tetap yang digunakan di Koperasi Unit Desa Langgeng dengan PSAK No. dimana Koperasi Unit Desa Langgeng mencatat harga perolehan sebesar nilai yang tertera pada neraca dan sudah dikurangi dengan akumulasi penyusutannya, tetapi tidak mencatat jumlah revaluasi terhadap aset tetap. 3 Perbandingan penyusutan aktiva tetap pada koperasi unit desa langgeng dengan Psak No 16 Berdasarkan perbandingan di atas bahwa koperasi unit desa langgeng mencatat buku dengan nilai aktivanya telah sesuai dengan PSAK No. 16 karena Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 dalam aktiva tetap nya maupun dalam neraca nya telah melakukan akumulasi penyusutan berdasarkan kebijkan koperasi unit desa langgeng. Dan dari hasil Wawancara di Koperasi Unit Desa Lanngeng penyusutan aktiva tetap pada koperasi unit desa langgeng ini menggunakan metode garis lurus dan jumlah tersusutkan suatu aset ditentukan setelah dikurangi nilai residunya. Dalam parktik nilai residu aset terkadang tidak disignifikan dan oleh karena itu tidak material dalam penghitungan jumlah tersusutkan telah melakukan penyusutan yang dikurangi dengan nilai residunya. 4 Perbandingan dan penghentian/pelepasan Aktiva Tetap Pada Koperasi Unit Desa Langgeng. Berdasarkan perbandingan penghentian pengakuan dan pelepasan aktiva tetap di atas berarti perusahaan dalam pelepasan aktiva tetap yang dilakukan dengan cara dibuang atau dijual sesuai dengan PSAK No. 16 tetapi keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto tidak dicatatkan karena pada nilai Aktiva Tetap Hanya dicatat di berita acara penghapusan dengan nilai wajar tanpa dikurangi tanpa dikurangi dengan nilai penjumlahan 5 Perbandingan pengakuan Aktiva Tetap pada Koperasi Unit Desa Langgeng dengan PSAK No. Koperasi unit desa langgeng merupakan koperasi suatu lembaga perekonomian pedesaan yang berbentuk koperasi. Dengan dibentuk koperasi unit desa langgeng ini diharapkan dapat mensejahterakan seluruh anggota koperasi dan masyarakat sekitar koperasi ini. dimana aktiva tetap koperasi unit desa langgeng ini meliputi Tanah. Tanaman yang menghasilkan. Bangunan Kantor. Bangunan Waserda. Kendaraan dan mesin. Peralatan usaha. Peralatan Kantor. 6 Perbandingan pengungkapan Aktiva Tetap Pada Koperasi Unit Desa Langgeng dengan Psak No 16. Dari tabel perbandingan diatas dapat dilihat bahwa koperasi unit desa langgeng belum mengungkapkan laporan keuangannya kedalam neraca dan menurut hasil wawancara bahwa Koperasi Unit Desa Langgeng tidak mencatat rekonsiliasi dan jumlah konpensasi pihak ketiga dan belum sesuai dengan PSAK No 16. karena Di Koperasi Unit Desa Langgeng tidak terdapat konpensasi dari pihak ketiga. 7 Perbandingan penyajian Aktiva Tetap Pada Koprasi Unit Desa Langgeng dengan Psak No 16. Dalam neraca Aktiva Tetap koperasi unit desa langgeng sebesar Rp. 658,85 dan disertai dengan penjelasan serta daftar aktivanya. Koperasi unit desa Langgeng ini juga mencatat akumulasi penyusutannya dan Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 umur manfaat akan tetapi tidak mencatat Rekonsiliasi Didalam Daftar Aktiva Tetapnya . oleh karena itu Koperasi Unit Desa Langgeng dapat dikatakan telah sesuai dengan PSAK No. Kesimpulan Pertama. Penggolongan Aktiva tetap Telah Sesuai Dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Pengukuran Aktiva tetap tidak Sesuai Dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. dimana Koperasi Unit Desa Langgeng mencatat harga perolehan sebesar nilai yang tertera pada neraca dan sudah dikurangi dengan akumulasi penyusutannya, tetapi tidak mencatat akumulasi rugi penurunan nilai asset dan jumlah revaluasi terhadap aset tetap. Ketiga. Penyusutan Aktiva tetap Telah Sesuai Dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 16 karena koperasi unit desa langgeng ini telah mencatat akumulasi penyusutan aktiva tetap didalam laporan keuangannya. Keempat. Penghentian dan pelepasan aktiva tetap telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 16 karena pelepasan aktiva tetap pada koperasi unit desa langgeng telah melakukan pencatatan pada laporan Aktiva Tetapnya. Kelima. Pengakuan Aktiva tetap Telah Sesuai Dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Keenam. Pengungkapan Aktiva tetap Telah Sesuai Dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. tetapi belum mencatat rekonsiliasi pada awal dan akhir periode. Ketujuh. Penyajian Aktiva Tetap Koperasi Unit Desa Langgeng Telah Sesuai dengan PSAK No. UCAPAN TERIMAKASIH Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh. Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah subhanahu taalahyang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian skripsi ini dengan judulAy ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP PADA KOPERASI UNIT DESA LANGGENG KABUPATEN KUANTAN SINGINGIAy. Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan, dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak. Pada kesempatan kali ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat: Ibu Dr. Ikrima Mailani. Pd. ,M. Pd. I selaku Rektor Universitas Islam Kuantan Singingi. Ibu Rika Ramadhanti. IP. ,M. Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Kuantan Singingi. Ibu Rina Andriani. SE. ,M. Si selaku Ketua Prodi Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Kuantan Singingi. Juhanperak e-ISSN : 2722-984X p-ISSN :2745-7761 Bapak Yul Emri Yulis. SE,. Si selaku pembimbing 1 yang telah memberikan masukan dan membimbing penulis untuk kesempurnaan skripsi ini. bapak M. Irwan. SE. MM selaku dosen pembimbing 2 yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas islam Kuantan Singingi yang telah memberikan ilmu kepada penulis selama masa Bapak dan Ibuk seluruh staff Koperasi Unit Desa Langgeng yang telah membantu penelitian melengkapi data data yang di butuhkan dalam penyelesaian skripsi ini. Teristimewa keluarga saya tercinta, terimakasih kepada kedua orang tua saya ,ayah saya Gunturman dan ibunda saya Hendra Wati, serta kembaran saya Winda Oktariza Nurdia dan adik saya Ferdian Aprillah serta keluarga besar saya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang selalu memberikan dukungan dan doa yang tiada hentinya. Serta teman teman seperjuangan akuntansi angkatan 20 terimakasih semangat dan kerjasamanya. Skripsi ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik positif yang membangun sangat penulis harapkan dalam perbaikan untuk selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA