Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TERATAK. BATUKLIANG UTARA Fitria Agustina Budiono Putri1. Dena Indiarto Permadi1. Deanaldo Setiawan Aninfento1. Respi Eka Septi Muhidayani2. Dyah Fortuna Surachman2 . Uswatun Ijah3. Achmad Sajidan Mustaqrobin3 . Muslihatun4 . Irfan Zikrul Hadi4 . Pina Hannisa5. Hayati*3 1Fakultas Teknik Universitas Mataram 2Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikann Universitas Mataram 3Fakultas Pertanian Universitas Mataram, 4Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram 5Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram Mataram. Indonesia Alamat korespondensi: hayati@unram. Artikel history : Received Revised Published : 24 Februari 2024 : 23 April 2024 : 30 April 2024 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Stunting merupakan sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Kondisi ini merupakan akibat dari tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak yang berdampak pada tinggi badan anak yang menjadi sangat pendek. Saat ini, masih terdapat kasus stunting di Desa Teratak, padahal desa ini merupakan salah satu daerah dengan komoditas SDA perikanan dan peternakan. Hal ini dapat terjadi karena rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya gizi yang cukup terhadap pencegahan stunting. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan ibu hamil terhadap pemilihan makanan yang sehat merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam upaya pencegahan stunting. Upaya ini berupa pemberian pendidikan kesehatan atau edukasi gizi berupa kegiatan penyuluhan Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan peningkatan pengetahuan ibu hamil terhadap pencegahan stunting pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Metode yang dilakukan yaitu edukasi terhadap ibu hamil yang berada di Desa Teratak dengan jumlah 15 orang. Untuk menguji efektivitas penyuluhan ini, digunakan metode pre-test dan posttest dengan pendekatan kualitatif. Hasil penyuuhan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil terhadap pencehan stunting yang ada di Desa Teratak. Peningkatan ini terlhat dari kenaikan nilai mean atau rata rata yang naik dari 68,7 sebelum penyuluhan menjadi 87,3 setelah penyuluhan dilakukan. Kata Kunci: stunting, teratak, ibu hamil. ABSTRAC Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1000 days of life. This condition is the result of the child's nutritional needs not being met, which results in the child's height becoming very short. Currently, there are still cases of stunting in Teratak Village, even though this village is one of the areas with fisheries and livestock natural resource commodities. This can occur due to low public knowledge of the importance of adequate nutrition in preventing stunting. Therefore, increasing pregnant women's knowledge of healthy Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index food choices is one of the efforts that can be made to prevent stunting. This effort takes the form of providing health education or nutrition education in the form of outreach activities. This research aims to determine the increase in knowledge of pregnant women regarding stunting prevention in the first 1000 days of a child's life. The method used was education for pregnant women in Teratak Village with a total of 15 people. To test the effectiveness of this extension, pre-test and post-test methods were used with a qualitative approach. The results of this outreach show that there is an increase in pregnant women's knowledge of stunting prevention in Teratak Village. This increase can be seen from the increase in the mean value which rose from 68. 7 before the counseling to 87. 3 after the counseling was carried out. Keywords: stunting, teratak, pregnant woman PENDAHULUAN Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan kurang gizi yang berlangsung kronis (Apriluana & Fikawati, 2. Selain itu. Stunting merupakan pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversible akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat atau infeksi berulang/ kronis yang terjadi dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) (WHO, 2. Stunting merupakan salah satu topik utama yang menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia. Hal ini karena menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020. Indonesia menempati urutan tertinggi kedua negara dengan prevalensi anak balita stunting di kawasan Asia Tenggara dengan nilai prevalensi 31,8 % (Hatijar, 2. Pada tahun 2023. Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4 % pada tahun 2021 menjadi 21,6 % pada tahun 2022(Kemenkes RI, 2. Walaupun sudah mengalami penurunan, angka ini masih belum mencapai prevalensi yang ditentukan oleh WHO yaitu kurang dari 20%. Pada tahun 2024, pemerintah menargetkan penurunan stunting hingga mencapai angka 14% (Sukmalalana. et al. , 2. Dalam mencapai target ini, terdapat dua fokus intervensi yang dapat dilakukan, yaitu masa sebelum lahir dan setelah lahir pada usia 6-11 bulan serta 12 - 23 bulan. (Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stuntin. , 2. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi NTB mencapai 32,7% dengan kabupaten Lombok Tengah merupakan daerah dengan prevalensi stunting tertinggi yaitu 37% (Kemenkes, 2. Pada tahun 2018, 10 desa yang ada di Lombok Tengah masuk ke dalam zona hitam dalam penderita stunting dengan angka prevalensi sebesar 39,1 % (Radar Lombok, 2. Salah satu desa yang masuk ke dalam zona hitam tersebut yaitu Desa Teratak. Saat ini, menurut data Puskesmas Teratak 2022, masih terdapat beberapa anak dengan status gizi mengalami stunting. Oleh karena itu walaupun jumlah penderita stunting di Desa Teratak saat ini sudah sangat menurun, pencegahan dan penanganan tetap harus dilakukan agar jumlah penderita stunting. semakin turun dan target prevalensi sebesar 14% pada tahun 2024 dapat tercapai. Program edukasi stunting yang dilaksanakan oleh Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram di Desa Teratak berupa penyuluhan pendidikan kesehatan bagi ibu hamil yang merupakan salah satu cara yang dilakukan dalam mengintervensi kebutuhan gizi sehingga stunting dapat dihindarkan. Selain itu, pengenalan konsep isi piringku dan praktik masak makanan tambahan tinggi protein juga merupakan upaya yang dilakukan untuk Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index mencegah stunting di Desa Teratak. Dari dilaksanakannya program ini, diharapkan ibu hamil dapat lebih lebih memperhatikan kondisi gizi baik pada saat masa kehamilan maupun setelah anak lahir, sehingga anak dapat tumbuh dengan optimal dan stunting dapat dihindarkan. Manfaat dari progam ini yaitu bertambahnya pengetahuan ibu hamil terhadap pencegahan stunting yang di dapatkan dari komukasi interaktif dan dibuktikan dengan dilakukannya posttest pretest yang dilakukan saat kegiatan berlangsung. Dengan ini, tujuan program KKN dapat berhasil dan selaras dengan target peningkatan prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 sebesar 14%. METODE KEGIATAN Kegiatan edukasi stunting ini dilaksanakan pada Rabu, 17 Januari 2024 di Aula Kantor Desa Teratak. Kecamatan Batukliang Utara. Kabupaten Lombok Tengah. Metode edukasi mengenai stunting menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan pre- test and post-test group. Dengan desain ini, peneliti melakukan observasi sebanyak 2 kali, dimana observasi pertama dilakukan sebelum eksperimen . re-tes. kemudian dilaksanakan treatment dan dilanjutkan dengan observasi kedua . ost-tes. (Effendi, 2. Peserta edukasi stunting ini yaitu 15 orang ibu hamil yang berada di Desa Teratak. Kecamatan Batukliang Utara. Kabupaten Lombok Tengah. Media penyampaian edukasi berupa paparan materi yang dirangkaikan dengan sesi tanya jawab dan disampaikan oleh pemateri dan kuesioner . Rangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu pembagian soal pretest yang dilanjutkan dengan penyampaian materi pencegahan stunting oleh ahli gizi dan bidan dari Puskesmas Teratak yang dirangkaikan dengan sesi tanya jawab selanjutnta ditutup dengan pengisian soal post-test oleh peserta. Pengisian soal pre-test dan post-test dilakukan oleh peserta seminar yang terdiri dari 10 soal yang berkaitan dengan pecegahan stunting baik dari sisi kesehatan maupun pemenuhan gizi. Pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif dengan skor <60 termasuk kategori rendah sedangkan >60 termasuk kategori cukup. Gambar 1. Pemberian Kuesioner Gambar 2. Penyampaian Materi oleh Bidan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan edukasi berupa seminar ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Teratak. Kecamatan Batukliang Utara. Kabupaten Lombok Tengah. Seminar ini dihadiri oleh 15 orang ibu hamil di Desa Teratak dengan rata rata peserta berusia 20 Ae 35 tahun. Pemaparan materi Seminar Pencegahan Stunting bagi Ibu Hamil di Desa Teratak disampaikan langsung oleh dua narasumber, yaitu Ibu Nuraini dan Ibu Dahlianti. Ibu Nuraini selaku ahli gizi memaparkan materi yang berisi tentang kaitan stunting dan kebutuhan gizi ibu maupun anak Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index yang harus dipenuhi. Pada materi gizi ini, ditekankan terkait peran protein hewani dalam kenaikan tinggi badan sehingga dapat mencegah stunting (Sholikhah & Dewi, 2. Selanjutnya. Ibu Dahlianti selaku bidan memaparkan materi yang berisi persiapan ibu sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting. Di dalamnya dijelaskan zat zat yang harus dipenuhi seperti protein, kalsium, asam folat, dan juga zat besi. Dian Fikri Rachmawan, 2. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Selain saat pemaparan materi, peserta juga antusias dalam sesi tanya jawab, dimana peserta dibebaskan untuk menanyakan berbagai hal terkait pencegahan stunting. Salah satu faktor pencegah stunting yaitu cukupnya pengetahuan ibu mengenai stunting dan cara mencegahnya. Hal ini karena pengetahuan ibu akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku ibu dalam menyediakan kebutuhan gizi yang optimal baik pada masa kehamilan maupun setelah melahirkan (Kresnawati et al. , 2. Oleh karena itu, dalam rangka peningkatan pengetahuan ini, dilaksanakan edukasi kesehatan berupa seminar, dimana ibu hamil diberikan pengetahuan mengenai stunting, dari pengertian sampai cara cara pencegahannya. Untuk menguji efektivitas edukasi stunting ini, peserta mengisi kuesioner pada saat sebelum materi dan setelah penyampaian materi. Hasil dari post-test dan pre-test dapat dilihat pada tabel dibawah. Tabel 1. Hasil Pre-test Pengetahuan Baik Kurang Jumlah Rata Rata Skor Presentase 73,3 % 26,7 % 68,3 % Berdasarkan tabel 1, terlihat bahwa sebelum penyuluhan, rata rata peserta seminar memiliki pengetahuan dalam kategori sedang dengan nilai 68,7. Nilai ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil sudah mengetahui sekilas mengenai stunting namun belum mengetahui beberapa hal yang sifatnya lebih detail, seperti cara mencegah stunting saat masa kehamilan atau cara mengidentifikasi anak yang stunting. Tabel 2. Hasil Post-test Pengetahuan Presentase Baik 15 100 % Kurang Jumlah 15 100 % Rata Rata Skor 87,3 % Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat bahwa setelah materi disampaikan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta seminar dengan nilai rata rata 87,3 persen yang termasuk dalam kategori baik. Oleh karena itu, berdasarkan hasil pre-test dan post-test, dapat disimpulkan bahwa penyampaian edukasi kesehatan dengan media seminar dan tanya jawab efektif dalam menaikkan pengetahuan ibu hamil terhadap pencegahan stunting. Jurnal Pepadu https://journal. id/index. php/pepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 Gambar 3. Foto bersama Stunting disebabkan oleh banyak faktor yang saling mempengaruhi satu sama lain. Selain faktor asupan gizi, faktor pengetahuan kesehatan juga sangat mempengaruhi kemungkinan anak untuk terkena stunting (Nirmalasari, 2. Stunting berkaitan erat dengan gizi ibu saat masa kehamilan. Apabila seorang ibu mengalami kekurangan gizi saat masa kehamilan, maka akan memiiki peluang anak yang dikandungnya untuk mengidap stunting (Satrianta & Darmawansyah, 2. Dalam kasus di Desa Teratak, terdapat beberapa miskonsepsi terkait stunting, salah satunya yaitu penyebab anak stunting yang merupakan faktor keturunan atau genetik dari Padahal, penyebab dari stunting adalah malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan gizi pada masa pertumbuhan anak. Hal ini berkaitan dengan ketidaktahuan ibu mengenai kebutuhan gizi hariannya sehingga pada saat masa kehamilan, tidak jarang memiliki resiko Kurang energi kronis (KEK) yang dibuktikan dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dibawah 23,5 cm yang dapat mengarah kepada kemungkinan anak lahir stunting (Agustina & Fathur, 2. Dengan adanya edukasi kesehatan ini, diharapkan miskonsepsi ini dapat ditangani sehingga angka stunting dapat terus berkurang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelumnya, sebagian ibu hamil sudah banyak mengetahui mengenai pengertian stunting. Namun, untuk cara pencegahan dan identifikasi awal, masih banyak ibu hamil yang belum mengetahuinya. Setelah diberikan edukasi, terlihat bahwa terjadi kenaikan pengetahuan pada dua topik tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Edukasi kesehatan mengenai pencegahan stunting bagi ibu hamil di Desa Teratak terbukti berhasil meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pengertian, penyebab, dampak, dan cara mencegah stunting sejak masa kehamilan dan setelah melahirkan. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah penyampaian materi, terlihat peningkatan rata rata pengetahuan ibu dari 68,7 menjadi 87,3. Hal ini menunjukkan tanda yang baik karena edukasi yang diberikan terbukti dapat diterima dan diharapkan peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan ini. Pengetahuan ibu ini merupakan salah satu faktor terpenting dalam upaya pencegahan stunting. Dengan pengetahuan yang cukup, ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan gizinya dengan optimal dan setelah melahirkan juga dapat menyediakan gizi yang cukup bagi kebutuhan anaknya. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Penyampaian edukasi kesehatan khususnya dengan topik stunting secara rutin diperlukan agar pengetahuan masyarakat semakin meningkat dan kasus stunting semakin menurun di Desa Teratak. Selain itu, metode penyampaian informasi tidak hanya menggunakan cara seminar/ ceramah namun dapat lebih divariasikan seperti focus group discussion (FGD), praktik, dan variasi lainnya. Dengan adanya variasi ini diharapkan peserta dapat menjadi lebih tertarik dengan materi dan tidak bosan. DAFTAR PUSTAKA