The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di SMPN 1 Garut Suhana1. Uus Ruswandi2,dan Bambang Samsul Arifin3 1Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Abisuhana@gmail. 2Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. uusruswandi@uinsgd. 3Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Bambangsamsularifin@uinsgd. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 01 No 1 January 2022 Hal : 39-55 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 6 January 2022 Accepted: 12 January 2022 Published: 31 January 2022 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted Abstract : Phonemena the emergence of ethnic and religious conflicts is one of them due to the lack of insight into understanding of cultural diversity that should be an inevitability. Responding to this. Islamic Religious Education is important to be developed in multicultural insight so that the reality of multicultural society can be accommodated in it. This research uses a qualitative approach with this type of case study, with the location of. Research in SMPN 1 Garut West Java. The informant of this study is pai principal and teacher, with data retrieval methods through interviews, observations and documentation studies. Dor implementation of the research, what results are obtained, and the benefits of the research. The data that has been obtained is analyzed, interpreted and interpreted in a descriptive quality. The results of the findings obtained are the formulation of pai curriculum that is applied is flexible and based on the analysis of the situation faced by the community. Pai's design takes into account the multicultural aspects of society by paying attention to the situation of students, and teachers who carry out learning activities. The strategy used is to include multicultural values such as a sense of justice, love, and compassion, mutual respect both between teachers and students, between school institutions and elements in the school and with the community. publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) Keywords: Curriculum Development. Curriculum 2013. PAI Based Abstrak : Fonemena munculnya konflik yang bernuansa etnis dan agama salah satunya disebabkan minimnya wawasan pemahaman atas keragaman budaya yang seharusnya menjadi sebuah keniscayaan. Merespon hal tersebut Pendidikan Agama Islam penting untuk dikembangkan dalam wawasan multikultural agar realitas masyarakat multikultural bisa diakomodasi didalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan lokasi. Penelitian di SMPN 1 Garut Jawa Barat. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru PAI, dengan metode pengambilan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang telah didapatkan dianalisis, dimaknai dan diinterpretasikan secara kualititatif deskriptif. Hasil temuan yang didapatkan adalah perumusan kurikulum PAI yang diterapkan bersifat fleksibel dan berdasarkan pada analisis situasi yang dihadapi Desain PAI yang diterapkan mempertimbangkan aspek multikultural yang ada di masyarakat dengan memperhatikan situasi siswa, dan para pengajar yang melaksanakan . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. Vol 01 No 1 January 2022 | 39 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin kegiatan pembelajaran. Strategi yang digunakan adalah memasukkan nilai-nilai multikultural seperti rasa keadilan, kasih, dan sayang, saling menghargai baik antara para guru dan siswa, antara institusi sekolah dan para unsur didalam sekolah serta dengan masyarakat. Kata kunci : Pengembangan Kurikulum. Kurikulum 2013. PAI Berbasis Multikultural Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu elemen penting untuk dapat memajukan kehidupan bangsa dan negara. Peran pendidikan tidak bisa diabaikan begitu saja untuk mewarnai pekembangan peradaban umat manusia. Munculnya pendidikan multikultiral adalah sebagai bentuk membangun suatu pendidikan yang bebas prasangka sosial dan kultural dan semua orang membutuhkan itu (Zakiyuddin Baidhawy, 2. Pembahasan mengenai pendidikan maka tidak bisa lepas dari membahas tentang kurikulum. Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Kurikulum mencerminkan falsafah hidupbangsa, arah dan tujuan kehidupan suatu bangsa. Kehidupan suatu bangsa di mana pun dan kapan pun selalu mengalami perkembangan, baik segi sosial, politik maupun ekonominya. Nilai sosial, kebutuhan dan tuntutan masyarakat cenderung mengalami perubahan yang disebabkan oleh kamajuan ilmu pengetahuan dan Untukmengantisipasi perubahan itu, pendidikan diharapkan mampu menjadi solusi, sebab selama ini pendidikan masih dianggap sebagai salah satu cara yang paling strategis untuk mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Ahmad Wahyu Hidayat, 2. Kurikulum merupakan suatu alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan sehingga membawa manfaat untuk masing-masing individu dan lingkungannya. Kurikulum akan menjadi panduan dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Sebuah kurikulum haruslah bersifat dinamis, artinya akan menyesuaikan perubahan dan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Pada pelaksanaannya pun, sebuah kurikulum harus tetap dimonitoring dan di evaluasi agar dalam pengembangannya selalu bisa diperbaiki dan disempurnakan sesuai kebutuhan (Zainal Arifin, 2012 ) Kurikulum sebagai sebuah rencana tertulis yang berisikan tentang rumusan tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar mengajar sampai pada proses evaluasi pembelajaran, sebagaimana penerapan fungsi manajemen (Triana Rosalina Noor, 40 | Vol 01 No 1 January 2022 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin Pada praktiknya, kurikulum di Indonesia telah beberapa kali mengalami pergantian sebagai bentuk keinginan untuk memperbaiki ketidakpuasan ata hasil pendidikan kurikulum sebelumnya. Saat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dihentikan maka ditetapkannya Kurikulum 2013 menjadi pengganti sebagai bentuk usaha untuk memperbaiki proses pembelajaran yang sudah berjalan sebelumnya. Orientasi kurikulum 2013 adalah untuk mencapai kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan dan pengetahuan dengan metode pembelajaran yang holistik dan menyenangkan (Loeloek Endah Poerwati and Sofan Amri, 2. Melalui implementasi kurikulum 2013 diharapkan akan semakin terbentuk sikap siswa yang santun dan baik. Harapan terbentuknnya sikap siswa yang berakhlak mulia adalah salah satunya diberikan melalui pendidikan di sekolah salah satunya Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui mata pelajaran PAI diharapkan bisa sebagai sumber nilai dan pedoman bagi siswa dalam mencapai kebahagaiaan hidup di duniadan akhirat. PAI menjadi inspirasi siswa dalam berpikir dan berbuat sehingga seluruh aktivitas di kehidupannya akan berdasarkan pada norma dan nilai agama dalam berbagai hal (Suparta, 2. Secara horizontal, bangsa Indonesia dianugerahi oleh masyarakat yang multikultural dengan ragam dan ciri khas masing-masing, baik itu dari budaya, agama,bahasa dan sebagainya. Secara vertikal. Masyarakat Indonesia memiliki keragaman lapisan-lapisan dalam masyarakat berdasarkan ekonomi, pendidikan, status sosial, pekerjaan dan sebagainya. Perbedaanperbedaan ini berpotensi membawa masyarakat kepada konflik-konflik yang mengarah pada tindakan destruktif seperti kekerasan atau kerusuhan massa (Triana Rosalina Noor, 2. Bahayanya adalah perbedaan-perbedaan yang seharusnya dihargai dan dijaga, oleh mengatasnamakan agama (Triana Rosalina Noor, 2. Hal tersebut mengakibatkan munculnya prasangka, diskriminasi dan ketidakpercayaan antara pemeluk agama yang satu dengan yang lain. Mengacu pada kondisi ini, alternatif yang bisa diambil dalam konteks pendidikan adalah melalui pendidikan agama yang dikelola dengan semangat multikultural. Adapun konsep dari PAI berbasis multikultural adalah sebuah konsep pendidikan yang dikelola dengan semangat multikultural, bukan dengan semangat doktial keagamaan yang membawa pada suatu penanaman kebencian atas Vol 01 No 1 January 2022 | 41 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin PAI pembelajaran yang mengajak pembelajar untuk bersikap toleran terhadap orang lain, inklusif, tidak egois, berpikir terbuka dan menjadi pribadi yang baik di masyarakat (Kasinyo Harto, 2. Artinya melalui PAI yang berbasis multikultural diharapkan bisa menjadi penguat bagi karakter siswa dalam berinteraksi sosial dalam lingkungan yang heterogen. PAI yang diberikan merupakan pendiidkan yang terintegrasi dengan nilai-nilai hidup di masyarakat nyatadan juga merupakkan pengembangan nila-nilai keagamaan yangdidapatkan pada fase perkembangan sebelumnya (Triana Rosalina Noor, 2. SMP Negeri 1 Garut adalah salah satu sekolah menengah tingkat pertama Negeri yang ada di Kabupaten Garut. Provinsi Jawa Barat. Indonesia. SMP Negeri 1 Garut merupakan SMP Terbaik se-kabupaten Garut terbukti dengan prestasi yang diraih dan akreditasi yang sangat baik. SMP Negeri 1 Garut didirikan pada tahun 1952 dengan akreditasi A dan sekarang dipimpin oleh Bapak H. Aceng Mulyana. Pd, yang terletak di jalan Jend. Yani No. 43 Desa Pakuwon. Kecamatan Garut Kota. Kabupaten Garut, di sekitar jalan utama Kota Garut yang merupakan akses utama menuju pusat perbelanjaan kota Garut yang berdekatan dengan Pendopo Kabupaten, alun-alun kota, dan di kanan kiri terdapat Bank-bank Pemerintah maupun swasta. SMP Negeri 1 Garut juga berdekatan dengan sekolah-sekolah unggulan yang merupakan kompetitor dalam prestasi akademik Sekolah ini memiliki siswa beragam asal daerahnya. Siswa tidak hanya berasal dari daerah Garut saja, namun peserta didik tersebut berasal dari beberapa daerah di luar kota Garut juga, seperti tasik. Ciamis atau Bandung. Selain itu perbedaan sosial ekonomi juga terlihat di sana, antara keluarga yang berasal dari kalangan bawah, menengah, dengan pekerjaan orang tuanya mulai dari PNS, wiraswasta sampai tenaga serabutan. Sistem pembiayaan dari peserta didik ada yang bersifat mandiri dan beasiswa (Triana Rosalina Noor, 2. SMP Negeri 1 Garut bernaung di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Garut yang sebenarnya mayoritas banyak orang Islamnya. Namun sekolah ini terbuka bagi siswa non muslin yang ingin bersekolah di sana. Tiap tahun setidaknya ada beberapa peserta didik yang non-muslim meskipun secara keseluruhan jumlahnya sangat sedikit. Selain itu, di sekolah tersebut ada yang berasal dari latar belakang organisasi Islam Nahdlatul UlamaAo (NU) dan Muhammadiyah, yang mana kedua organisasi tersebut mempunyai perbedaan dalam tata cara beribadah (Wawancara 42 | Vol 01 No 1 January 2022 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin dengan Kepala SMPN 1 Garut 16 Maret 2. Sampai dengan tahun ajaran 2020-2021 ini, jumlah peserta didik di SMP Negeri 1 Garut sebanyak 1088 orang yang tersebar pada kelas VII. Vi dan kelas IX denga jumlah guru sebanyak 68 orang (Wawancara dengan Kepala SMPN 1 Garut 17 Maret 2. Proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Garut menggunakan kurikulum 2013 sebagaimana ketentuan pemerintah, dan mulai diimplementasikan sejak tahun 2017. Salah satu pelajaran yang menerapkan kurikulum 2013 adalah pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dalam pelaksanaannya dikaitkan dengan isu-isu berwawasan multikultural. Hal ini terlihat pada pemahaman guru Agama Islam maupun dari berbagai materi yang diajarkan yang kemudian diintegrasikan dengan perilaku-perilaku multikultural di lingkungan sekolah. Penegasan dari Kepala Sekolah dari SMP Negeri 1 Garut, bahwa di sekolah tersebut terdapat siswa yang memiliki agama Kristen dan juga memiliki perbedaan latar belakang (Wawancara dengan Kepala SMPN 1 Garut 18 Maret 2. Melalui PAI berbasis multikultural diharapkan siswa bisa memahami agama dengan lebih terbuka. Harapannya adalah dengan perbedaan yang ada, siswa tersebut agar dapat hidup bersama secara damai dan saling menghargai walaupun dengan latar belakang yang berbedabeda, bukan hanya di kehidupan sekolah tapi juga saat Bahan dan Metode Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Garut yang terletak di jalan Jend. Yani No. 43 Desa Pakuwon. Kecamatan Garut Kota. Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yakni sebuah penelitian yang bertujuan untuk mencari, memaknai dan mencari pemahaman untuk selanjutnya mengambil kesimpulan atas data tersebut. Pemilihan informan penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yakni pihak yang telah ditentukan sebelumnya oleh karena kelebihtahuannya atas kondisi lokasi penelitian. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PAI SMPN 1 Garut Jawa Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti terdiri dari tiga teknik yaitu wawancara mendalam (Indepth Intervie. , observasi partisipan (Partisicipant Observatio. dan studi dokumen. Data yang telah didapatkan selanjutnya dianalisis secara tunggal secara deskriptif, dengan teknik reduksi fata, display data dan kongklusi dataf. Vol 01 No 1 January 2022 | 43 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin Diskusi/Pembahasan Landasan Kurikulum di SMPN 1 Garut Jawa Barat Penerapan kurikulum 2013 di SMPN 1 Garut Jawa Barat mengacu pada beberapa landasan yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional yaitu: Landasan Filosofis. Kurikulum anggotamasyarakat yang dapat mempertahankan, mengembangkan, dan hidup dalam sistem nilai masyarakatnya. Sistem nilai yang berlaku di Indonesia adalah Pancasila dan berakar pada budaya bangsa, diharapkan memmbentuk manusiayang Pancasilais dan sebagai pewaris budaya bangsa yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa merupakan tujuan dan arah dari segala ikhtiar berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan (Herry Widyastono, 2. Dengan demikian kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana diatas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi intelegensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat bangsa dan umatmanusia. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar individu manusia yaitu antar peserta didik dengan pendidik, antara peserta didik dengan peserta didik yang lain. Kondisi psikologis setiap individu berbeda, karena berbeda taraf perkembangan, latar belakangnya juga karena perbedaan yang dibawa sejak lahir. Minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar, keduanya sangat diperlukan baik dalam merumuskan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian (Heri Gunawan, 2. Kurikulum 2013 dimaksudkan sebagai wahana pendewasaan peserta didik sesuai dengan perkembangann psikologisnya dan mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan jamannya Landasan Sosiologis Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan, kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan, tetapi memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan serta nilai-nilai untuk hidup,bekerja dan mencapai 44 | Vol 01 No 1 January 2022 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Anak-anak berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidudpan dalam masyarakat permasalahan masyarakat dan bangsa merupakan tujuan dan arah dari segala ikhtiar berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan (Heri Gunawan, 2. Dengan demikian kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana diatas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi intelegensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat bangsa dan umat manusia. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar individu manusia yaitu antar peserta didik dengan pendidik, antara peserta didik dengan peserta didik yang lain. Kondisi psikologis setiap individu berbeda, karena berbeda taraf perkembangan, latar belakangnya juga karena perbedaan yang dibawa sejak lahir. Minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar, keduanya sangat diperlukan baik dalam merumuskan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian (Heri Gunawan, 2. Kurikulum 2013 dimaksudkan sebagai wahana pendewasaan peserta didik sesuai dengan perkembangann psikologisnya dan mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan jamannya. Landasan Sosiologis Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan, kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan, tetapi memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan serta nilai-nilai untuk hidup,bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Anak-anak berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidudpan dalam masyarakat juga. kehidupan masyarakat dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan acuan bagi pendidikan (Heri Gunawan, 2. Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya tuntutan akan perubahan rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamikakehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Perubahan ini dimungkinkan Vol 01 No 1 January 2022 | 45 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin karena berkembangnya tuntutan baru dalamm masyarakat, dunia kerja dan dunia Landasan Yuridis Landasan yuridis kurikulum 2013 adalah: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang No 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Peraturan pemerintah No 19 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pememrintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD K13 SD. SMP & SMA. Landasan Teoritis Kurikulum standar. tandart based educatio. dan teori kurkulum berbasis kompetensi . ompetence-based curriculu. Pendidikan berdasarkan standar sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi Standar Isi. Standar Proses. Standar Kompetensi Lulusan. Standar Sarana dan Prasarana. Standar Pengelolaan. Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian pendidikan. kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengalaman, berketrampilan dan bertindak. Kurikulum 2013 menganut. pembelajaran yang dilakukan guru . aught curriculu. dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas dan masyarakat. pengalaman belajar langsung peserta didik . earned-curriculu. sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajarseluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum (Herry Widyastono, 2. 46 | Vol 01 No 1 January 2022 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin Strategi dan Model Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum 2013 PAI Multikultural di SMPN 1 Garut Sebelum SMPN Garut, masihmenggunakan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika. Kurikulum 2013 mulai diterapkan di SMPN 1 Garut yaitu mulai tahun ajaran 2017-2018. Pengembangan kurikulum 2013 yang diterapkan merupakan lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, tidak terkecuali pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Terkait strategi penyusunan Kurikulum 2013 PAI berbasis multikultural yang diterapkan oleh SMPN 1 Garut adala sebagai berikut (Wawancara dengan Kepala SMPN 1 Garut tanggal 16 Maret 2. Pengembangan kurikulum tingkat nasional Secara top down pengembangan kurikulum 2013 PAI di SMPN 1 Garut menyesuaikan dengan tingkatan pendidikan yakni SMP/MTs yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pengembangan kurikulum PAI tingkat sekolah Adapun yang dimaksud pengembangan kurikulum PAI tingkat sekolah, yaitu: Merumuskan tujuan Tujuan yang dimaksud ini adalah kurikulum yang diterapkan harus sesuai visi dan misi sekolah yakni menjadi sekolah yang bermutu, mandiri dan berakhlak mulia. Misi nya adalah . Menyelenggarakan proses pendidikan yang berbasis life skill, . Menyelenggarakan pendidikan yang Islami dalam setiap proses pembelajaran dan . Membentuk karakter siswa yang berkepribadian Islami. Pada konteks pembelajaran PAI, sisi multikultural yang ingin dicapai sebagaimana tujuan sekolah adalah peserta didik yang berakhlak mulia yakni peserta didik mengerti, menerima dan menghargai orang lain yang berbeda suku, budaya, dan nilai Pada saat perumusan kurikulum, pihak sekolah membetuk tim internal pengembang kurikulum, yang didalamnya melibatkan guru dan komite sekolah. Merumuskan standar kompetensi lulusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) ditetapkan untuk satu satuan pendidikan. Penetapan SKL Permendikbud RI Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Vol 01 No 1 January 2022 | 47 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin Pendidikan Dasar dan Menengah elemen-elemen. Adapun standar kompetensi lulusan meliputi tiga kompetensi, yaitu: Kompetensi sikap, yaitu memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Kompetensi pengetahuan, yaitu memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Kompetensi keterampilan, yaitu memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagaipengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Dari ketiga kompetensi tersebut, kompetensi sikap yang ingin diarahkan dan dikembangkan oleh pihak sekolah SMPN 1 Garut pada konten PAI muktikultural, seperti sikap toleran, adil sikap menghargai sesama dan lain- lain (Wawancara dengan Kepala SMPN 1 Garut tanggal 19 Maret 2. Merumuskan dan menetapkan isi dan struktur kurikulum Isi atau konten kurikulum berisi kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti (KI) mata pelajaran dan dirinci lebih lanjut kedalamkompetensi dasar (KD). Adapun kompetensi Inti PAI SMP meliputi (Data dokumentasi SMPN 1 Garu. : KI 1 . ikap spiritua. Menerima, menjalankan dan mengahargai ajaran agama yang dianutnya. KI 2 . ikap sosia. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli . otong royong, kerja sama, toleran, dama. , santun, responsif, dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan KI 3 . Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, 48 | Vol 01 No 1 January 2022 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI 4 . Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,dan mampumenggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. Pengembangan SDM melalui pelatihan/diklat/kegiatan sejenis SMPN 1 Garut kerap mengirimkan guru-gurunya dalam kegiatan seminar ataupun pelatihan terkait kurikulum. Harapannya adalah bisa memperkaya keilmuan, khsusnya pengembangan kurikulum PAI yang berorientasi multikultural, seperti kegiatan yang sering diadakan oleh forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajara. Forum MGMP sangat membantu dalam proses pengembangan kurikulum di SMPN 1 Garut, karena pada forum tersebut ada diskusi, masukan dari guru sekolah lain terkait teknis pembelajaran dan penilaian siswa. Pengembangan kurikulum PAI tingkat mata pelajaran Pengembangan pada aspek ini dikembangkan melalui penyiapan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang didalamnya meliputi paparan kompetensi inti, kompetensi dasar. Pengembangan RPP berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, antara lainilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan konstektual, fleksibel, dan Terkait metode pembelajaran diarahkan untuk scientific approachmeski masih harus bertahap terkait kapasitas SDM. Melalui metode tersebut, guru akan juga menjelaskan konsep multikultural pada saat pembelajaran dikaitkan dengan materi yang diajarkan Penerapan kurikulum 2013 tersebut secara keseluruhan, setiap tahunnya akan dievaluasi dalam forum rapat internal SMPN 1 Garut, meskipun sistem evaluasi yang dilakukan di SMPN 1 Garut masih sebatas evaluasi produk atau hasil. Artinya menilai keberhasilan kurikulum hanya dari aspek produk atau hasil yang dicapai oleh peserta didik seperti nilai tes. Untuk evaluasi konteks dan evaluasi proses dilakukan dalamkoordinasi internal dan rapat koordinasi besar yang melibatkan guru, jajaran struktural, perwakilan komite dan unsur yayasan untuk mengetahui seberapa tingkat ketercapaiannya dan ketuntasannya pembelajaran selama satu tahun. Vol 01 No 1 January 2022 | 49 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin Terkait pengembangan Kurikulum 2013 PAI berbasis multikultural yang diterapkan oleh SMPN 1 Garut adalah sebagai berikut (Wawancara dengan Kepala SMPN 1 Garut tanggal 17 Maret 2. Pengembangan dalam proses pembelajaran Guru mengucapkan salam dan doa yang bukan hanya ditujukan kepada peserta didik yang beragama Islam, namun juga jika terdapat peserta didik nonmuslim di Guru mencoba menuangkan pengalaman, contoh, studi kasus keseharian dalam tema pembelajaran PAI yang berkaitan dengan keragaman masyarakat. Berikut beberapa muatan multikultural pada pembelajaran PAI di SMPN 1 Garut, yakni Nilai Multikultural 1 Persaudaraan Materi Pokok Kelas Al-Hujurat :10 dan 12, hadis VII bermasyarakat . ontrol diri, prasangka baik dan persaudaraa. 2 Toleransi Yunus : 40-41 dan Q. VII Maidah: 32, serta Hadis tentangtoleransi. Demokratis Menceritakan tentang teladan Nabi muhamad SAW Ali3. Imran : 190-191, dan Q. Ali Imran: 159, serta Hadis tentangberpikir kritis dan Sumber : Diadaptasi dari Materi PAI untuk SMP Pembelajaran di kelas secara umum menggunakan Bahasa Indonesia sebagai wujud persamaan dan keadilan bagi siswa yang berasal dari luar jawa Barat. Adapun program di dalam kelas dengan Program yang berisi kegiatan yang relevan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Seperti baca dia sebelum dan sesudah belajar, literasi dan tahfid. 50 | Vol 01 No 1 January 2022 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin Guru bersikap adil kepada semua peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas, seperti memberi kesempatan yang seluas-luasnya dalam berdiskusi, bertanya dan memberikan penilaian yang obyektif. )Pengembangan diluar proses pembelajaran Memberikan kesempatan semua peserta didik untuk mengikuti kegiatan ekstra kurikuler tanpa terkecuali. Dalam program ini berisi pembiasaan-pembiasaan yang rutin dilakukan peserta didik di luar atau selama proses pembelajaran. Adapun bentuk program di SMPN 1 Garut, realisasinya mengacu pada program embun pagi yang dibagi berdasarkan waktunya yaitu: . program harian, . program mingguan, . program bulanan, . program tahunan, dan . program incidental Oleh karena ada pembiasaan sholat dhuha dan sholat wajib maka secara bergiliran peserta didik laki-laki diberi tugas untuk menjadi imam. Mengadakan kegiatan-kegiatan sosial yang bersifat terencana Seperti: bhakti sosial, penggalangan dana musibah bencana alam dll. figure 1: Model Pengembangan Kurikulum PAI Multikultural di SMP 1 Garut Pendidikan multikultural bermaksud mengakomidir tentang arti penting latar belakang peserta didik, baik ditinjau dari aspek budaya, etnis, dan agamanya, untukselanjutnya disikapi dengan penuh toleran dan semangat egaliter (Choirul Mahfud, 2. Hal ini dilakukan karena banyak kita jumpai di sekolah-sekolah umum di dalam satu kelas saja terdiridari berbagai siswa yang sangat beragam sekali, ada yang berbeda agama, etnis, bahasa, suku, dan lain sebagainya. Begitu juga halnya apa yang ada di SMP 1 Garut. Peserta didik yangbersekolah disana beragam, dari segi budaya, suku, agama dan strata sosial, meskipun sekolah tersebut dibawah naungan yayasan yang berdasar pada Agama Islam. Namun siswa Vol 01 No 1 January 2022 | 51 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin yang beragam tersebut dapat hidup berdampingan di sekolah dengan rukun dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan di SMP 1 Garut merujuk pada teori yang dikembangkan oleh Tilaar, yakni mengacu pada lima dimensi pendidikan multikultur yang juga merujuk kepada konsep James A. Banks yaitu adanya integrasi pendidikan dalam kurikulum . ontent integratio. Adanya integrasi materi pembelajaran mencakup keluasan bagi guru dalam memberikan contohcontoh, data, dan informasi dari berbagai kebudayaan dan kelompok untuk mengilustrasikan konsep-konsep kunci, prinsip-prinsip, generalisasi, dan teori-teori dalam bidang atau displin ilmunya. Sumber rujukan untuk content integration mencakup pada apa yang seharusnya dimasukkan ke dalam kurikulum dan harus ditempatkan di mana dalam kurikulum tersebut. Adapun yang dipertimbangkan adalah siapa yang harus mengikuti materi pembelajaran etnik, baik itu sebagian peserta didik ataupun keseluruhan peserta didik dan relevansinya dengan dengan materi pembelajaran (H. Tilaar, 2. Artinya SMPN 1 Garut menggunakan kurikulum 2013 dan berusaha mengintergrasikan kurikulum tersebut dengan memasukkan pendidikan multikultural, meskipun dengan cara dan gaya sekolah Kondisi eksternal akan disesuaikan dengan kebutuhan internal melalui penyesuaian-penyesuaian (Triana Rosalina Noor, 2. Terkait kurikulum, kurikulum PAI yang diterapkan oleh SMPN 1 Garut tetap mengacu pada kurikulum 2013, karena sekolah menganggap kurikulum 2013 sudah mencantumkan nilai-nilai multikultural dalam cakupanmaterinya. Meskipun demikian guru PAI berusaha menghubungkan materi-materi lain dengan mencantumkan nilainilai multikultural di dalamnya. Misalnya di kelas VIIada materi tentang toleransi, maka guru akan memberikan pengetahuan tentang perbedaan agama, ataupun dasar perbedaan ritual dalam golongan agama dan memberikan mereka pengertian tentang sikap saling menghargai dengan perbedaan tersebut. Hal ini menjadi penting karena peserta didik tidak hanya dibekali pengetahuan atau pemahaman tunggal namun juga diberikan pengetahuan tentang mengapa bisa berbeda yang bisa didapat salah satunya melalui pengalaman (Askhabul Kirom, 2. Peserta didik tidak hanya cukup untuk menguasai landasan teori mengenai suatu topik, tetapi juga penting mendapatkan pengalaman praktik yang intensif. Artinya 52 | Vol 01 No 1 January 2022 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin guru penting untuk mengelola proses pembelajaran dengan memasukkan pengalaman Didalamnya (Iif Khoiru Ahmadi and Sofan Amri, 2. Selain itu keteladanan guru dalam bersikap juga menjadi faktor pendukung keberhasilan proses pembelajaran (Triana Rosalina Noor, 2. Sebagaimana Peter E. Oliva bahwa model perkembangan kurikulum, ada yang model deduktif dan model induktif. Model deduktif adalah model yang dimulai dari hal umum ke hal khusus. Model induktif adalah model yang dimulai dari hal khususke hal Tiga model deduktif yang disajikan adalah model Tyler. model Saylor. Alexander. Lewis. dan model Oliva. Untuk model induktif yang disajikan adalah model Taba (Peter F. Oliva, 1. Terkait model pengembangan kurikulum yang diterapkan di SMPN 1 Garut hampir mirip dengan model yang dikemukakan oleh Saylor. Alexander dan Lewis. Model ini menunjukkan bahwa perencana kurikulum mulai dengan menentukan atau menetapkan tujuan sasaran pendidikan yang khusus dan utama yang akan mereka Tujuan sasaran pendidikan yang khusus dan utama akan ditujukan ke dalamempat bidang kegiatan dimana pembelajaran terjadi, yaitu: perkembangan pribadi, sasaran serta bidang kegiatan ditetapkan, perencana memulai proses merancang kurikulum dan guru-guru yang menjadi bagian dari rencana kurikulum, harus membuat rencana pengajaran. Mereka memilih metode bagaimana kurikulum dapat dihubungkan dengan peserta didik. Guru pada tahap ini harus dikenalkan dengan istilah tujuan pengajaran sehingga guru dapat memerinci tujuan pengajaran sebelum memilih strategi atau cara presentasi. Setelah itu dilakukan evaluasi memungkinkan perencana kurikulum menetapkan apakah tujuan sekolah dan tujuan pengajaran telah tercapai (Peter F. Oliva, 1. Prinsip umum pengembangan kurikulum, khususnya kurikulum PAI di SMPN 1 Garut mempertimbangkan relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas. PAI multikultural yang diterapkan bersifat dinamis, selalu berubah, menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa. Perumusan kurikulum PAI berbasis multiultural didasarkan pada analisis situasi yang dihadapi masyarakat, termasuk sasaran serta bidang kegiatan ditetapkan, perencana memulai proses merancang kurikulum dan guru-guru yang menjadi bagian dari rencana kurikulum, harus membuat rencana pengajaran. Mereka memilih metode bagaimana kurikulum dapat dihubungkan dengan peserta didik. Guru pada tahap ini Vol 01 No 1 January 2022 | 53 Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Smpn 1 Garut Suhana. Uus Ruswandi,dan Bambang Samsul Arifin harus dikenalkan dengan istilah tujuan pengajaran sehingga guru dapat memerinci tujuan pengajaran sebelum memilih strategi atau cara presentasi. Setelah itu dilakukan evaluasi memungkinkan perencanakurikulum menetapkan apakah tujuan sekolah dan tujuan pengajaran telah tercapai. figure 2: Model Pengembangan Kurikulum Saylor Alexander dan Lewis Kesimpulan Pengembangan kurikulum agar dapat berhasil sesuai dengan yang diinginkan, maka dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan-landasan pengembangan landasan pengembangan kurikulum mencakup: landasan filosofis, landasan sosial, psikologis, teoritik dan sosiologis. Prinsip umum pengembangan kurikulum, khususnya kurikulum PAI di SMPN 1 Garut mempertimbangkan relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas. Perumusan kurikulum PAI berbasis multiultural didasarkan pada analisis situasi yang dihadapi masyarakat, termasuk situasi lingkungan belajar dalam arti menyeluruh, situasi siswa, dan para pengajar yang diharapkan melaksanakan kegiatan. Strategi yang lebih baik lagi dalam pengembangan ini ialah kebersamaan para guru dan siswa dan unsur terkait untuk mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran yang sudah ditempuh, khususnya pada pembelajaran PAI dengan memasukkan nilainilai multikultural didalamnya. Nilai-nilai ini tercermin dari rasa keadilan, kasih, dan sayang, saling menghargai baik antara para guru dan siswa, antara institusi sekolah dan para unsur didalam sekolah serta antara manusia satu dan manusia satunya di dalam masyarakat. Referensi