http://journal. id/index. php/anterior Analisis Penerapan Unsur Intrinsik Teks Cerita Anak Dalam Pembentukan Karakter Siswa Analysis the Application of Intrinsic Elements of Children's Story Texts in the Formation of Student Character Nurul Huda Fitriani1* Abstrak Noor Fazariah Handayani2* Berdasarkan hasil wawancara dengan guru wali kelas II SDN 1 Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut diperoleh informasi bahwa siswa di sana kurang memahami isi sebuah cerita sehingga siswa kurang mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran selama ini hanya sebatas menemukan unsur intrinsiknya saja tanpa memperhatikan kaitannya dengan karakter kehidupan sehari-hari Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur intrinsik teks cerita anak dalam pembentukan karakter siswa di SDN 1 Tambang Ulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan wali kelas II SDN 1 Tambang Ulang. Alat penggali data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Setelah melakukan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan, maka dapat diketahui bahwa hasil dari penelitian penerapan unsur intrinsik teks cerita anak dalam pembentukan karakter siswa di SDN 1 Tambang Ulang yaitu dengan metode pengulangan dan metode pendekatan perseorangan, dan guru membiasakan siswa menerapkan karakter yang baik dari isi teks sebuah cerita, lalu dihubungkan dengan kebiasaan siswa sehari-hari dirumah. Nur Salasabila Kamiliya3* *1,2,3 Universitas Achmad Yani Banjarmasin. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia *email: norfa. uvaya@gmail. Abstract Kata Kunci: Unsur Intrinsik. Cerita anak. Keywords: Intrinsic Elements. Children's Story. Character Formation Based on interviews with the second-grade teacher at SDN 1 Tambang Ulang. Tanah Laut Regency, it was found that students there have difficulty understanding the application of the content of a story, which leads to challenges in applying it to their daily lives. The learning process so far has only focused on identifying intrinsic elements of the story without linking them to the development of character traits relevant to students' everyday lives. This study aims to investigate the application of intrinsic elements of children's story texts in shaping student character at SDN 1 Tambang Ulang. The research uses a qualitative method. The informants in this study were the school principal and the second-grade teacher. Data collection tools used were observation and interviews. After analyzing the collected data, the findings show that the teacher applies two methodsAirepetition and individual approachAi to help students who have not yet grasped the story's content. Additionally, the teacher encourages students to adopt positive character traits from the story and connect these traits with their daily habits at home. A2025 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Pendidikan karakter di sekolah sangat penting untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter. Penguatan pembentukan karakter peserta didik sangat penting dalam dunia pendidikan. Dorongan masyarakat yang terus menerus akan pentingnya pendidikan karakter menunjukkan ketidakpuasan terhadap kualitas pendidikan. Pendidikan karakter dapat dikatakan cukup mendasar dan penting untuk membekali siswa dengan pendidikan karakter ini tidak hanya bekal keilmuan dan teknis, tetapi juga karakter yang jauh lebih baik untuk berprestasi nantinya. Individu dan memberikan dampak positif baik dalam keluarga maupun masyarakat setempat. Untuk itu peran sekolah sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter siswa. Menurunnya kualitas moral kehidupan manusia di Indonesia, khususnya di kalangan siswa sekolah dasar, membutuhkan pembentukan karakter. Karakter adalah kunci dalam mendidik generasi penerus bangsa yang unggul dan siap memikul beban pembangunan. Saat ini proses pendidikan di Indonesia dirancang dan dipandu hanya dalam hal pengetahuan, dalam hal pembentukan Anterior Jurnal. Volume 24 Issue II. Mei 2025. Page 69 Ae 74 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 karakter, paling tidak diterapkan pada pembelajara. Penguatan pendidikan karakter juga di dukung oleh Permendikbud nomor 20 tahun 2018 memberikan kekuatan penguatan pada sekolah untuk memperkuat karakter siswa dengan menyelaraskan olah hati, olah rasa, olah jiwa dan olah raga melalui pelibatan keluarga keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Revolusi Mental Nasional (GRMN) (Sinta et al. , 2022:3. Penanaman nilai-nilai pendidikan karakter tentu tidak cukup hanya dengan sekedar diberi hafalan atau nilai ujian yang memenuhi standar kelulusan, namun secara keseluruhan haruslah terintegrasi antara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Salah satunya bisa ditempuh dengan dengan menyajikan langsung peristiwa-peristiwa nyata yang dirangkum dalam satuan mata pelajaran, seperti perangkat media massa. Tv, radio, internet, surat kabar, karya sastra dan lain-lain yang dapat membantu pada proses pembelajaran. Karya pendidikan yang relevan dan pembentukan karakter tidak terlepas dari pendidikan dan penanaman moral atau nilai-nilai pada diri anak didik. Cerita anak menampilkan model kehidupan dengan mengangkat tokoh-tokoh cerita sebagai pelaku kehidupan itu. Sebagai seorang manusia tokoh-tokoh tersebut dibekali sifat, sikap, watak, serta seorang manusia biasa. Cerita anak merupakan salah satu karya sastra yang ditujukan untuk pembaca anak-anak. Cerita anak merupakan salah satu karya sastra yang paling menghibur, sehingga tanpa disadari pun cerita bisa menjadi cara yang ampuh untuk mengajarkan nilainilai pendidikan moral. Selain itu, cerita anak diharapkan dapat memberikan anak unsur keteladanan dan pelajaran moral. Cerita anak merupakan salah satu karya sastra anak. Sastra anak sendiri adalah karya sastra yang ditulis untuk dibaca anak-anak, dengan isi yang sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual dan emosional anak. Cerita anak dapat digunakan untuk hiburan atau untuk mengajarkan pelajaran moral kepada anak-anak. Cerita anak mengandung tema pendidikan, alur cerita sederhana dan lugas, menggunakan setting yang ada atau hadir di dunia anak, tokoh dan penokohan berisi contoh yang baik, gaya bahasa mudah dipahami dan memungkinkan perkembangan bahasa anak dari sudut pandang dari orang yang nyata, dan imajinasi masih dapat diakses oleh anak-anak (Muhammad, 2023:9. Cerita anak khususnya yang berupa fiksi menampilkan model kehidupan dengan mengangkat tokoh-tokoh cerita sebagai pelaku kehidupan. Nilai moral pada karya sastra bertujuan untuk mendidik manusia agar mengenal nilai-nilai keindahan serta budi pekerti. Nilai pendidikan moral berkaitan dengan ajaran baik buruk yang berlaku di masyarakat baik tentang perbuatan, sikap, atau kewajiban seseorang. Tujuan dari pendidikan moral yang terdapat pada cerita anak secara umum adalah untuk menanamkan karakter anak ke arah yang lebih baik. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita anak mencakup moral yang berhubungan dengan diri sendiri, orang lain. Tuhan, serta lingkungan alam. Nilai-nilai moral anak sangat tepat apabila diimplementasikan melalui cerita atau dongeng, karena cerita atau dongeng merupakan sarana yang ampuh untuk menanamkan nilai dan estetika pada anak. Maksudnya, dengan bantuan dongeng, anak diajarkan untuk mengambil hikmah, kesimpulan dan pesan moral yang luhur tanpa merasa lengah karena cerita tersebut lebih berkesan daripada sekedar nasehat atau perkataan yang disampaikan secara langsung (Fitroh, 2015:. Unsur intrinsik adalah unsur yang membentuk karya sastra itu sendiri. Unsur intrinsik dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: Alur, penokohan, dan latar (Grinitha, 2. Nurgiyantoro . berpendapat bahwa unsur intrinsik adalah unsur yang membentuk suatu karya sastra dan bersumber dari karya itu sendiri. Unsur-unsur dalam novel meliputi tema, alur, penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan pesan moral. Unsur-unsur tersebut menjadikan novel sebagai karya Sebagai salah satu unsur pembentuk sebuah novel, kehadiran unsur-unsur intrinsik sangat diperlukan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ni Putu Candra Prasetya Dewi. Ida Bagus Putrayasa, dan I Nyoman Sudiana dalam jurnal yang berjudul AuMembentuk Karakter Anak Melalui Habituasi Dongeng Pada Pembelajaran Di Sekolah DasarAy . Menyatakan bahwa Pembentukan karakter anak tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat karena membutuhkan proses yang panjang dalam jangka waktu yang panjang. Dalam kondisi dan suasana yang tepat, dongeng yang diajarkan oleh guru dapat merangsang imajinasi anak, menilai sikap bahkan mengembangkan karakter dongeng. Penampilan tokoh protagonis dapat menimbulkan idola pada setiap anak, mendorong anak untuk menerima wawasan dan pesan moral dari dongeng tersebut. Berdasarkan studi pendahuluan di SDN I Tambang Ulang diperoleh informasi bahwa siswa kurang memahami penerapan isi sebuah cerita sehingga siswa kurang mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru menggunakan teknik ceramah dan penugasan kepada siswa, dalam teknik ini guru menerangkan secara lisan dan siswa mendengarkan, setelah kegiatan tersebut siswa diberi penugasan untuk membaca teks cerita dan menemukan unsur intrinsiknya. Kegiatan pembelajaran yang digunakan oleh guru sebatas menemukan unsur intrinsiknya saja tanpa memperhatikan kaitan dari unsur intrinsik dengan kehidupan sehari-hari siswa yang sebenarnya dapat berdampak besar pada pembentukan karakter setiap siswa. Hal ini dirasa masih kurang tepat untuk membelajarkan kemampuan menganalisis keterkaitan unsur intrinsik dalam teks cerita anak dengan kehidupan sehari-hari yang berpotensi pada pembentukan karakter siswa. Nurul Huda Fitriani. Noor Fazariah Handayani dan Nur Salasabila Kamiliya. Analisis Penerapan Unsur Intrinsik Teks Cerita Anak Dalam Pembentukan Karakter Siswa Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui bagaimana unsur intrinsik teks cerita anak. untuk mengetahui bagaimana karakter yang dibentuk melalui teks cerita anak. dan untuk mengetahui bagaimana penerapan unsur intrinsik teks cerita anak dalam pembentukan karakter. METODOLOGI Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang mempelajari objek dalam kondisi alami tanpa Menurut Sugiyono . metode deskriptif adalah metode penelitian yang didasarkan pada filosofi postpositivisme, diterapkan pada studi objek lama . erlawanan dengan eksperime. , dimana peneliti adalah instrumen Metode ini bertujuan untuk memberikan laporan secara langsung tentang kondisi yang ada di lapangan mengenai Penerapan Unsur Intrinsik Teks Cerita Anak Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di SDN 1 Tambang Ulang. Sumber data yang diterapkan, yaitu : Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan guru wali kelas II dan kepala sekolah SDN 1 Tambang Ulang. Data ini digunakan untuk mendukung informasi primer yang telah ada yaitu bahan pustaka, literature, penelitian terdahulu, buku, dan lain sebagainya yang diperoleh dari tempat penelitian yaitu SDN 1 Tambang Ulang. Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut. Langkah-langkah penelitian dalam menganalisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan beberapa teknik triangulasi yaitu : triangulasi waktu, karena pada penelitian ini memerlukan waktu yang lama dan harus menunggu respon serta kepercayaan dari subjek kepada penelitian. triangulasi sumber data yang sifatnya menggabungkan dan membandingkan data dari beberapa sumber yang sudah ditemukan saat penelitian, seperti data dari wawancara dan dokumen. pemeriksaan teman sejawat karena pada teknik ini, tidak melaksanakan sendirian, namun ditemani oleh orang lain yang ikut bersama mendiskusikan pengumpulan data yang telah diperoleh, yang bertujuan untuk mengajak orang lain, berbagi pendapat serta masukan, supaya bisa mewujudkan hasil akhir yang sesuai dengan keinginan. Tabel I. Kisi-kisi Wawancara Variabel Subvariabel/Aspek Penerapan Unsur Intrinsik Teks Cerita Anak Dalam Pembentukan Karakter Siswa Penerapan Cerita Anak Pembentukan Karakter Indikator Pengelolaan pelaksanaan pembelajaran. Proses komunikatif. Respon peserta didik. Aktifitas belajar. Hasil belajar. Memahami isi cerita. Memahami unsur intrinsik Pengenalan karakter. Pemahaman karakter. Pengulangan atau pembiasaan karakter. Pembudayaan karakter. Internalisasi menjadi karakter Penelitian ini menggunakan teknik wawancara untuk menggali informasi secara mendalam tentang Penerapan Unsur Intrinsik Teks Cerita Anak Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SDN 1 Tambang Ulang dengan menggunakan panduan dari kisi-kisi wawancara tabel 1. Menurut Sugiyono . wawancara adalah teknik pengumpulan data ketika peneliti ingin melakukan penelitian pendahuluan untuk menemukan masalah yang akan diteliti dan juga ketika peneliti ingin mengetahui lebih dalam masalah dan jumlah responden sedikit atau kecil. Teknik dokumentasi juga digunakan untuk memperkuat sebuah data yang telah diperoleh pada hasil penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang disajikan ada tiga macam, yaitu tentang penerapan unsur intrinsik teks cerita anak di SDN 1 Tambang Ulang, karakter yang dibentuk melalui teks cerita anak pada siswa, dan pembentukan karakter siswa melalui unsur intrinsik teks cerita anak. Penerapan Unsur Intrinsik Teks Cerita Anak Hasil penelitian di SDN 1 Tambang Ulang pada kelas II pelaksanaan pada pembelajaran materi unsur intrinsik teks cerita untuk anak atau siswa kelas II merupakan hal yang baru karena pada tingkat sekolah dasar sudah diajarkan untuk mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah cerita seperti latar tempatnya, pengenalan terhadap tokoh, watak dan karakter dalam cerita, lalu mengetahui pesan moral atau nasehat apa yang bisa diambil dan ditiru untuk siswa- Anterior Jurnal. Volume 24 Issue II. Mei 2025. Page 69 Ae 74 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 siswa tersebut. Cara paling mudah yang diberikan guru agar siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang mampu memahami unsur intrinsik dalam teks cerita adalah dengan membacakan dulu sebuah cerita yang konteksnya sederhana. Pada saat proses pembelajaran pertama-tama guru membacakan lebih dulu cerita tersebut kemudian bergantian para siswa membaca cerita tersebut. Adanya kendala-kendala di kelas II SDN 1 Tambang Ulang untuk proses pembelajaran dalam penyampaian materi unsur intrinsik dalam teks cerita anak adalah karena fokus pembelajaran sekarang lebih banyak kepada aspek nalar siswa bukan sekedar membaca dan mencari informasi tapi mengetahui isi tema yang ditawarkan sebuah konteks. Respon siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang terhadap pembelajaran unsur intrinsik cukup antusias, karena para siswa lebih tertarik pada soal yang berkaitan dengan cerita. Pengaruh respon salah satu siswa yang kurang memahami dalam proses pembelajaran unsur intrinsik tidak terlalu mempengaruhi terhadap siswa lainnya, mungkin lebih ke hasil yang di dapatkan siswa tersebut. Aktifitas belajar siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang pada saat pembelajaran di kelas menggunakan metode membaca, berbagi peran, dan diubah kedalam bentuk percakapan. Pengaruh aktifitas belajar siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang terhadap tingkat pemahaman unsur intrinsik sangat berpengaruh karena harus mengenalkan dari awal dulu mengenalkan judul, lalu asal mula cerita itu berhubungan dengan latar tempat, latar waktu, lalu pembagian tokoh-tokoh. Hasil belajar siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang saat pembelajaran unsur intrinsik sebagian besar pada pertemuan pertama siswa dapat memahami dan karena secara tidak langsung berkaitan dengan tingkat literasi siswa . elancaran membac. Cara guru mengatasi hasil belajar yang masih kurang dalam pembelajaran unsur intrinsik yang biasanya dilakukan pengulangan sampai siswa memahami karena Bahasa Indonesia ini sangat luas walaupun di SD dalam sebuah cerita pendek saja sudah ada unsur-unsur yang ditanyakan dalam soal. Karakter yang Dibentuk Melalui Teks Cerita Anak Hasil penelitian di SDN 1 Tambang Ulang pada kelas II cara yang dilakukan guru untuk siswa bisa menentukan isi dari sebuah cerita adalah pertama diberikan pemahaman poin-poin unsur intrinsik tersebut, kedua diberi cerita sederhana, kemudian berbagi peran, lalu evaluasi. Bagian yang perlu dipahami siswa dalam isi cerita adalah poin-poin tadi seperti judul, tokoh, tempat atau latar cerita, karakter tokoh, masalah dalam cerita dan pesan moral. Cara yang dilakukan guru agar siswa dapat memahami isi cerita tadi pertama dibacakan dulu pelan-pelan, kemudian gantian siswa membaca sama-sama, lalu berbagi peran, kemudian teman-teman yang lain mendengarkan. Adanya kendala dalam memberikan pemahaman isi cerita pada siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang ada kendala guru dalam memberikan pemahaman isi cerita yaitu kadang-kadang berhubungan langsung dengan kemampuan kosakata siswa karena di tingkat kelas II atau tingkat sekolah dasar masih banyak anak-anak yang belum tahu banyak kosakata Bahasa Indonesia. Solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang yang belum memahami isi cerita ada dua metode yaitu metode pengulangan, lalu yang kedua metode pendekatan perseorangan. Bagian-bagian yang sangat perlu dipahami siswa dalam unsur intrinsik tersebut adalah sifat atau karakter tokoh dan isi cerita serta tujuan cerita. Cara yang dilakukan guru agar siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang dapat memahami unsur-unsur intrinsik pertama dijelaskan dulu apa itu unsur intrinsik walaupun di dalam pelajaran SD tidak disebut unsur intrinsik tetapi lebih dipermudah artinya bagian-bagian dalam isi sebuah cerita. Cara yang dilakukan guru dalam memberikan pemahaman unsur intrinsik pada siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang caranya dengan membuat peta konsep isinya adalah bagian-bagian dari sebuah cerita. Adanya kendala guru dalam memberikan pemahaman unsur intrinsik kepada siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang yaitu harus membangkitkan ketertarikan siswa karena literasi masalah besar di negara kita berhubungan dengan tingkat ketertarikan terhadap buku, karena anak-anak sangat bermasalah dalam literasi otomatis banyak tidak tahu kosakata yang penting apalagi kosakata yang berhubungan dengan kata sifat. Solusi untuk mengatasi siswa yang belum memahami unsur intrinsik yaitu dengan dibuatkan peta konsep. Pembentukan Karakter Siswa Melalui Unsur Intrinsik Teks Cerita Anak Hasil penelitian di SDN 1 Tambang Ulang pada kelas II cara yang dilakukan guru yaitu dengan mengenalkan karakter pada siswa yang terdapat dalam cerita tersebut adalah pertama dengan cara membacakan lebih dulu, lalu yang kedua dengan metode berbagi peran. Adanya kendala guru dalam mengenalkan karakter pada siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang yang terdapat dalam cerita sejauh ini tidak ada karena siswa merasa tertantang dan tertarik untuk maju kedepan kelas memerankan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita tersebut. Cara yang diberikan guru agar siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang dapat memahami karakter yang terdapat dalam teks cerita yaitu dengan memberikan pemahaman karakter yang terdapat dalam cerita tersebut adalah dengan menggarisbawahi percakapan-percakapannya kemudian melihat kalimat-kalimat yang diucapkan oleh tokoh tersebut. Solusi yang diberikan guru untuk mengatasi siswa SDN 1 Tambang Ulang yang belum memahami karakter dalam sebuah teks cerita itu adalah biasanya dituliskan dulu di papan tulis apa itu sifat sama dengan karakter sama dengan watak sama dengan perilaku sama dengan perbuatan. Nurul Huda Fitriani. Noor Fazariah Handayani dan Nur Salasabila Kamiliya. Analisis Penerapan Unsur Intrinsik Teks Cerita Anak Dalam Pembentukan Karakter Siswa Adanya penyampaian pengulangan atau pembiasaan karakter yang dilakukan guru untuk siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang sudah pasti ada pengulangan bahkan tiga pertemuan untuk memahami isi dalam cerita. Cara yang dilakukan guru untuk membiasakan siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang menerapkan karakter yang baik yaitu dengan cara setelah selesai cerita itu ditanyakan kembali kepada siswa seperti siapa saja tokohnya, lalu bagaimana peran tokoh dalam ceritanya, lalu dihubungkan dengan kebiasaan siswa sehari-hari dirumah. Cara yang dilakukan guru dalam pembudayaan karakter pada siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang sebelum memulai pelajaran ada topik-topik yang dibahas misalnya tentang pada saat pertama masuk sekolah dengan menanyakan kepada siswa bagaimana liburan kemarin, kemana saja, atau ditanyakan tadi pagi sarapan nya apa, atau menanyakan profesi orang tua siswa, atau menanyakan apakah kalian membantu orang tua dirumah. Hal-hal yang dilakukan guru dalam proses pembudayaan karakter pada siswa sudah pasti yang pertama dilakukan adalah didalam kelas ada tata tertib kelas dan ada kesepakatan kelas. Cara yang dilakukan guru untuk membentuk karakter siswa yang baik melalui teks cerita anak adalah dengan pada pembelajaran tidak harus mengambil teks dari satu sumber Adanya kendala guru dalam membentuk karakter siswa yang baik yaitu ada sedikit kendala dalam membentuk karakter siswa yang baik melalui teks cerita anak karena ada pepatah mengatakan satu kepala satu juga pola pikirnya. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian dengan teori menurut Subianto . 3:4. bahwa pembentukan karakter merupakan bagian dari pendidikan nilai . alues educatio. melalui sekolah merupakan usaha mulia yang mendesak untuk Bahkan, kalau berbicara tentang masa depan, sekolah bertanggung jawab bukan hanya dalam mencetak peserta didik yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam jati diri, karakter dan kepribadian. Sebagaimana penelitian yang dilakukan Mutiara & Siti . 1:4. yang menyatakan bahwa sekolah hendaknya membangun budaya karakter dengan menyusun kegiatan terkait pendidikan karakter di sekolah sebagai perilaku yang dibiasakan, memberikan kesempatan kepada warga sekolah dalam mengaplikasikan perilaku-perilaku berkarakter yang baik, guru selalu memberikan motivasi, memberikan hukuman atau hadiah yang selaras, dan menjadi teladan bagi peserta Maka pembentukan karakter anak dapat juga dilakukan di sekolah melalui kegiatan pembelajaran seperti penerapan unsur intrinsik melalui cerita anak dalam kehidupan sehari-hari. KESIMPULAN Dalam penerapan unsur intrinsik teks cerita anak, cara paling mudah yang diberikan guru agar siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang mampu memahami unsur intrinsik dalam teks cerita adalah dengan membacakan dulu sebuah cerita yang konteksnya sederhana. Karakter yang dibentuk melalui teks cerita anak di SDN 1 Tambang Ulang yaitu dengan memberikan pemahaman poin-poin unsur intrinsik yang ada dalam teks cerita tersebut, lalu diberi cerita sederhana kemudian berbagi peran, lalu evaluasi. Solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang yang belum memahami isi cerita ada dua metode yaitu metode pengulangan dan metode pendekatan perseorangan. Pembentukan karakter siswa melalui unsur intrinsik teks cerita anak di SDN 1 Tambang Ulang yaitu dengan mengenalkan karakter pada siswa yang terlibat dalam cerita yaitu dengan cara membaca dan kemudian berbagi metode bermain peran. adalah memberikan pemahaman tentang tokoh dalam cerita dengan menggarisbawahi percakapan kemudian kalimatkalimat yang diucapkan oleh tokoh tersebut adalah karakter yang terdapat di dalam teks cerita. Cara yang dilakukan guru membiasakan siswa kelas II SDN 1 Tambang Ulang adalah dengan bertanya kepada siswa setelah akhir cerita, apa saja tokoh, apa peran tokoh dalam cerita, dan kemudian menghubungkannya dengan kebiasaan sehari-hari siswa di rumah. Dengan hasil penelitian ini disarankan guru agar lebih bersabar dan semangat dalam menyampaikan dan memberi pelajaran bagi siswa sehingga tercipta hasil pembelajaran yang lebih maksimal. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan penelitian ini atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Tidak lupa kami haturkan apresiasi kepada SDN 1 Tambang Ulang yang telah bersedia dijadikan tempat penelitian kami. Tanpa kontribusi dari semua pihak, penelitian ini tidak akan berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan. REFERENSI