Cakrawala Jurnal Pendidikan Edisi XI . http://e-journal. id/index. php/Cakrawala email: cakrawala. upstegal@gmail Pendidikan Karakter di Universitas Pancasakti Tegal 1 Dr. Basukiyatno. PdA, 2 Drs. Budiyono. Pd, 3 Beni Habibi. Info Artikel _______________________________________________ Sejarah Artikel: Prodi PPKN UPS Tegal Prodi PPKN UPS Tegal Prodi Pend. Ekonomi UPS Tegal Diterima Januari 2017 Disetujui Februari 2017 Dipublikasikan Maret 2017 _____________________________________ DOI: . Abstrak Penelitian ini berjudul Pendidikan Karakter di Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana proses dan peranan pendidikan karakter di Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan observasi dan wawancara mendalam kepada sejumlah dosen, karyawan, mahasiswa para pelaku pendidikan karakter di UPS Tegal, secara terbatas. Sumber data tersebut tidak dipilih secara acak, namun ditentukan pada orangAeorang yang dianggap tahu banyak tentang permasalahan yang diteliti. Pengolahan data berjalan simultan dengan pengumpulan data, sekaligus melalui proses tri anggulasi sehingga diperoleh displai data yang telah teruji. Hasil dari penelitian memberikan gambaran, bahwa pelaksanaan pendidikan karakter di Universitas Pancasakti Tegal berjalan melalui berbagai unit, yaitu unit Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Unit Kegiatan Mahasiswa dan Unit Kerokhanian, masing-masing telah berjalan baik, namun ketiga unit tersebut perlu disinergikan dan terus ditingkatkan. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa, pendidikan karakter di Universitas Pancasakti Tegal harus ditata secara komprehensif dan ditingkatkan secara berkelanjutan sehingga hasilnya betul-betul dapat bermanfaat. Kata Kunci: pendidikan karakter, pengembangan kepribadian, unit kegiatan mahasiswa, unit kerokhanian Abstract The aim of this research was to describe the process and the role of character education at University of Pancasakti Tegal. The research used qualitative descriptive approach. Data collected by Penelitian menerapkan pendekatan diskriptif kualitatif. Data obtained by observation and depth interviews with a number of lecturer, staff, and student who got involved in character education at University of Pancasakti Tegal, in limited ways. The data sources were not chosen randomly, but were determined to people who were considered to know a lot about the problems studied. Data processing run simultaneously with data collection, as well as through the process of triangulation data so that the data obtained was tested. The results of the study illustrated, that the implementation of character education at the University Pancasakti Tegal run through various units, namely units Course Personality Development. Student Activity Unit and Spirituality Unit , each had been running well, but all three units need to be synergized and continuously improved. The implication of these results is that the character education at the University Pancasakti Tegal be laid out in a comprehensive and enhanced on an ongoing basis so that the results can really helpful. Keywords: character education, personality development courses, studentAos activities unit, spirituality unit A 2017 UniversitasPancasaktiTegal Alamat korespondensi: Email: benyhabibi@gmail. p-ISSN 1858-449 e-ISSN 2549-9300 Basukiyatno. Budiyono dan Beni Habibi / Cakrawala xi . Semua hal dapat diakses dari tempat yang berbeda dan pada waktu yang sama. Hal mana mengakibatkan budaya negara maju sangat mudah diakses dan ditiru oleh para siswa. Kemudahan komunikasi juga memberi dampak negatif, seperti melemahkan kultur budaya dan karakter bangsa Indonesia. Berbagai hal negatif terjadi, seperti. korupsi, perkelahian dan tawuran, perselingkuhan, pemerkosaan. Untuk itu, perlu dilakukan upaya untuk dapat mengembalikan dan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia yang memiliki budaya ketimuran, sopan, santun, ramah, dan cinta Karakter bangsa harus dijaga dan Pendidikan karakter kolektif di sekolah inilah yang kita sebut sebagai AuPendidikan KarakterAy. Kalau dirunut lebih dalam lagi, pendangkalan pendidikan karakter ini adalah karena sistem pendidikan sekolah yang klasikal, dan semakin bercorak masal dan formal. Sehingga proses pendidikan di sekolah menjadi dangkal dan tidak mendasar. Pendidikan yang kesempurnaan hidup sebagai manusia yang berbudaya, justru diarahkan pada tujuan yang semakin menyempit, yaitu pada pemerolehan saranaAeprasarana kecukupan di bidang ekonomi semata. Akibat yang paling parah adalah bahwa pendidikan nilai/karakter menjadi hal yang dianggap tidak penting dan terpinggirkan. Demikianlah, pendangkalan dalam pendidikan karakter ini juga merambah pada Perguruan Tinggi. Memperhatikan perilaku mahasiswa, seperti bagaimana mereka bicara, duduk, berbusana dan sebagainya, terbaca ada Pendidikan karakter di perguruan tinggi pada umumnya telah mengalami pelemahan bahkan kemunduran, termasuk juga di Universitas Pancasakti Tegal. Kemunduran tersebut terutama disebabkan pada level manajemen, proses dan juga sistem pengajaran yang sadar atau tidak terhanyut oleh pendangkalan Paparan mengantarkan pada pentingnya penelitian dengan judul : AuPendidikan Karakter di Universitas Pancasakti TegalAy. PENDAHULUAN Karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Karakter adalah nilai-nilai yang unik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam Karakter adalah sifat-sifat khas yang membedakan seseorang dengan yang lain. Karakter kepribadian, budi pekerti perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak. Dengan demikian, karakter merupakan fitroh yang dimiliki manusia. Karakter seseorang akan menentukan peruntungan . bagi orang tersebut. Orang yang memiliki karakter baik. Insya Allah peruntungannya akan lebih baik dibanding orang yang memiliki karakter kurang baik. Orang-orang yang berkarakter baik akan selalu berbuat baik. Dengan demikian peruntungannya pun akan baik. Manusia dilahirkan seperti kertas putih. Ini senada dengan hadist Rasulullah SAW. bahwa, : Au. setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah . , kemudian orang tuanyalah yang menjadikan anak itu menjadi Yahudi. Nashrani, atau majusi . Ay Ini berarti bahwa pada hakikatnya, setiap manusia memiliki karakter yang suci . Selanjutnya, karakter manusia akan tetap baik atau akan menjadi jelek dipengaruhi oleh orang tua dan lingkungannya. Salah satu faktor perubahan karakter manusia adalah lingkungan pendidikan formal . dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Memperhatikan hal tersebut sekolah berperan sangat strategis dalam pembentukan karakter siswa. Hal tersebut berdasarkan banyak fakta, antara lain besarnya waktu siswa berada di lingkungan sekolah. Sekolah juga berperan strategis karena siswa mengikuti pembelajaran di sekolah berlangsung secara kurikuler, dan secara ketat. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berpengaruh secara signifikan terhadap kepribadian, karena memberi kemudahan dalam . mengakses informasi, . mengakses pengetahuan, . mengakses teknologi, dan . melakukan komunikasi dengan pihak lain. Rumusan Masalah Bagaimana deskripsi Pendidikan Karakter di Universitas Pancasakti Tegal? Basukiyatno. Budiyono dan Beni Habibi / Cakrawala xi . Pelaksanaan Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal mempunyai dinamika yang bagus, antara lain ditandai dengan beberapa perubahan manajemen secara mendasar. Langkah-langkah Universitas Pancasakti Tegal harus berlangsung secara berkelanjutan, baik dari dimensi. pengampu, metodologi pengajaran, sistem evaluasi dan yang terkait lainnya. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengembangkan diri, kreasi dan inovasi, dan juga pengembangan toleransi dan mahasiswa maupun masyarakat luas, sangat bermanfaat dalam pengembangan karakter dan kepribadian intelektual. Unit kerokhanian di UPS Tegal mempunyai beberapa fungsi, antara lain. pembinaan agama, . pelayanan keluarga yang terkena musibah, . pembinaan kebersamaan . , sehingga memperkuat karakter dosen, maupun karyawan. METODE PENELITIAN Penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti mengobservasi situasi secara natural dan menganalisanya, baik terhadap orang, maupun kehidupan sosial, dan data lainnya, berinteraksi dengan mereka. Data yang diperoleh dilakukan trianggulasi, baik berdasar responden, waktu, dan teori yang relefan, sehingga secara bertahap direduksi, dideskripsi secara sistematis, faktual dan akurat. Sampel dipilih tidak secara acak, responden terhadap permasalahan secara mendalam dan dapat dipercaya. Teknik dan strategi pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode. observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara partisipatif ataupun nonpartisipatif, disertai pengumpulan data sekunder secara langsung di pusat-pusat kegiatan informan dan melakukan wawancara bebas dan tak terstruktur kepada informan dalam suasana yang kondusif. Wawancara digunakan karena sumber data yang paling utama adalah manusia yang diposisikan sebagai narasumber, sehingga dapat digali struktur kognitif dan dunia makna dari perilaku subyek yang diteliti. Wawancara difokuskan pada pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat, penilaian dan pengalaman subyek penelitian. baik dosen, mahasiswa, maupun karyawan terkait langsung/aktif kegiatan-kegiatan pendidikan karakter di Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian juga menggunakan studi dokumen-dokumen tentang kajian pelaksanaan pendidikan karakter di lokasi penelitian. Analisis data dilakukan sebagai proses menyusun, menggolongkan dalam pola tertentu, menyederhanakan, mensitesakan, menafsirkan, sehingga diperoleh makna dan data dapat Analisis data berproses bersama dengan pengumpulan data, berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian selesai. DAFTAR PUSTAKA